p-Index From 2021 - 2026
10.822
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Sains Dasar KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Harmonia: Journal of Research and Education Indonesian Journal of Conservation Abdimas English Review: Journal of English Education Mimbar Sekolah Dasar JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Arty: Jurnal Seni Rupa Catharsis Eduarts: Journal of Arts Education Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Eduscience (JES) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya The International Journal of Politics and Sociology Research Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan MUMTAZ : Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Community Empowerment Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Jurnal Pendidikan Sultan Agung Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Kajian Pariwisata dan Perhotelan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Kurnia Mengabdi (jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Catharsis Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora ALSYSTECH Journal of Education Technology Multidisciplinary Indonesian Center Journal Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KRITIK KARYA SENI RUPA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TUNTANG Latifatunnisa, Devy; Sugiarto, Eko; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan model mind mapping dalam menulis kritik seni rupa, secara rinci tujuannya adalah (1) menjelaskan dan mendeskripsikan proses kegiatan pembelajaran menulis kritik karya seni rupa bagi siswa kelas XI B IPA SMA Negeri 1 Tuntang.(2) menganalisis dan mengevaluasi hasil karya tulis kritik dengan model mind mapping pada siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Tuntang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan pengamatan terkendali. Prosedur penelitian yang diterapkan meliputi pengamatan sebelum perlakuan, pengamatan terkendali, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama,pembelajaran menulis kritik seni rupa dengan model mind mapping pada siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Tuntang pada tahap perencanaan pembelajaran yakni RPP, dengan rumusan tujuan peserta didik mampu membuat karya tulis kritik seni rupa dengan model mind mapping. Materi pembelajaran berupa pengertian dan prosedur menulis kritik dengan desain mind mapping. Evaluasi dilakukan dengan cara menilai setiap hasil karya siswa berdasarkan instrumen penilaian guru yang mencakupi 2 tahap penilaian, yakni nilai proses dan nilai hasil dengan nilai rata-rata siswa 75 yang termasuk dalam kategori baik. Kedua, hasil karya tulis kritik siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tuntang dengan model mind mapping mengacu pada indikator keindahan bentuk dan efektifitas desain mind mapping, ide dan kreatifitas siswa memilih pokok pikiran yang di masukan dalam desain mind mapping. Selain itu hasil karya tulis kritik dengan metode mind mapping mengacu pada kalimat kritis yang diungkapkan siswa seperti pada bagian deskripsi, analisis, interpretasi dan evaluasi. Siswa telah kreatif dan kritis dalam menciptakan karya tulis kritik dan desain mind mapping sehingga nilai rata-rata siswa masuk dalam kategori baik.
KERAJINAN DENGAN PEMANFAATAN BAHAN ALAMI DI KANDRI ETHNIC GUNUNGPATI SEMARANG Wicaksana, Satya Adhi; Murtiyoso, Onang; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 1 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i1.38235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip berkarya, proses produksi, dan nilai estetis kerajinan dengan pemanfaatan bahan alami di Kandri Ethnic, KotaSemarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini yaitu, Kandri Ethnic merupakan usaha rumahan yang memproduksi kerajinan dengan pemanfaatan bahan alami. Prinsip pembuatan karya meliputi: (1) haruslah layak jual, (2) bernuansa etnik, (3) meliki kesan ekspresi yang hidup, (4) ukuran dan bentuk yang kecil, dan (5) haruslah menggunakan pemanfaatan bahan alam. Proses penciptaan kerajinan dengan pemanfaatan bahan alami melalui: (1) penentuan ide, (2) persiapan alat, (3) persiapan bahan, dan (4) proses berkarya. Nilai Estetis bentuk kerajinan dengan pemanfaatan bahan alami di Kandri Ethnic ditampilkan dari ide, ukuran dan ekspresi yang ada di dalam kerajinan dengan pemanfaatan bahan alami di Kandri Ethnic.
RESPONS MOTORIK SISWA TUNAGRAHITA MELALUI AKTIVITAS MENGGAMBAR DAN MELUKIS DI SLB NEGERI KOTA TEGAL Sofiyaturrohmah, Syifa; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 1 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i1.38236

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjawab permasalahan yang berkenaan; (1) proses berkarya seni gambar dan seni lukis siswa tunagrahita SMALB-C di SLB Negeri Kota Tegal; (2) hasil karya dalam aktivitas menggambar dan melukis siswa tunagrahita SMALB-C di SLB Negeri Kota Tegal; (3) respons motorik dalam berkarya seni gambar dan lukis siswa tunagrahita SMALB-C di SLB Negeri Kota Tegal. Secara metodologis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Sekolah Luar Biasa Negeri Kota Tegal. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons motorik siswa tunagrahita cenderung kurang stabil dengan melihat wujud karya berupa coretan dan garis yang kurang simetris dengan unsur dan prinsip yang tidak dimengerti oleh setiap siswa tunagrahita tersebut. Saran yang dapat dikemukakan adalah supaya para pendidik selalu memperhatikan siswa-siswi dalam melakukan suatu kreativitas dalam berkarya seni seperti berkarya seni menggambar dan melukis maupun lainnya dan hal tersebut berkaitan dengan para pendidik yang bisa melatih siswa-siswinya dalam berkarya menggunakan berbagai alat seni agar otot-otot jari tangan siswa terlatih.
GAMBAR KARTUN WAYANG PUNAKAWAN PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ILUSTRASI SMP DARUL FIKR ANDONG KABUPATEN BOYOLALI Bahrun, Muhammad Afifa; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38516

Abstract

Ada banyak cara yang dapat dilakukan guru dalam membelajarkan seni rupa di sekolah, terkhusus pada pembelajaran menggambar ilustrasi dengan teknik manual. Salah satu cara unik yang dapat dilakukan oleh guru yaitu penggunaan gambar kartun wayang sebagai media dalam pembelajaran menggambarilustrasi. Masalah penelitian meliputi (1) bagaimana proses pembelajaran menggambar ilustrasi? (2) bagaimana hasil karya gambar ilustrasi? dan (3) bagaimana kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran menggambar ilustrasi dengan media gambar kartun wayang punakawan pada siswa kelas VIII D di SMP Darul Fikr Andong Kabupaten Boyolali? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji proses pembelajaran menggambar ilustrasi kelas VIII D di SMP Darul Fikr Andong. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat hanya formalitas saja. Kegiatan pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai dengan perencanaan pembelajaran. Penilaian yang digunakan guru hanya keterampilan siswa. Kedua, terdapat 12 atau 46,2% siswa meniru objek tokoh dari media guru, sedangkan 14 atau 53,8% siswa membuat tokoh dengan mengasah ide gagasannya sendiri. Ketiga, terdapat kendala dalam pembelajaran namun tidak ada kesulitan yang begitu berarti. Saran bagi Jurusan Seni Rupa dan guru hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai literasi.
EKSPRESI KREATIF SENI LUKIS ANAK-ANAK PADA KOMUNITAS TAMAN BELAJAR SOBAT KECIL SEMARANG Muntoharoh, Khusnul; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38517

Abstract

Masalah penelitian meliputi (1) Bagaimana proses kreatif,anak-anak pada Komunitas Taman Belajar Sobat Kecil dalam berekspresi karya seni lukis? (2)Bagaimana hasil karya anak-anak pada Komunitas Taman Belajar Sobat Kecil dalam berkarya seni lukis? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Taman terbuka yaitu Taman Sampangan Semarang. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian dan verifikasi karya yang dihasilkan anak-anak bersama Komunitas Taman Belajar Sobat Kecil Semarang. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh hal-hal sebagai berikut: pertama, proses kreatif penciptaan karya lukis anak bersama komunitas dengan tahap perencanaan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Ekpresi kreatif anak akan muncul pada proses menemukan ide dan media yang digunakan. Kedua, hasil analisis ekspresi kreatif memiliki keunikan masingmasing sesuai dengan tahapan usia, anak-anak sudah menunjukkan bentuk ekspresi dengan objek yang dibuatnya, peran komunitas dalam membebaskan anak untuk memilih sangat membantu dalam membentuk kreativitas anak. Saran yang dapat diajukan adalah Komunitas Taman Belajar Sobat Kecil perlu mengembangkan lagi kegiatan yang inovatif bagi-anak-anak.
DEKORASI ORNAMEN PADA GERABAH: STUDI KASUS DI BAHARI ART KABUPATEN KEBUMEN Al Lail, Lulu Maulida; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38518

Abstract

Tujuan penelitian ini meliputi (1) menjelaskan proses kreatif penciptaan ornamen pada gerabah di Bahari Art Kabupaten Kebumen (2) menjelaskan produk kreatif ornamen pada gerabah di Bahari Art Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Lokasi penelitian adalah di Bahari Art Dukuh Joho, Desa Klapasawit Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengannreduksi, penyajian dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hal-hal sebagai berikut: pertama, proses kreatif penciptaan ornamen pada gerabah di Bahari Art dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan (ide menambah ornamen), inkubasi (ide varian ornamen), iluminasi (sketching ornamen) dan evaluasi (aplikasi ornamen pada gerabah). Pada proses kreatif terdapat keunikan yaitu gagasan dan media yang digunakan. Kedua, produk kreatif Bahari Art berupa karya-karya gerabah dengan wujud yang tidak lagi polos namun dihiasi motif ornamen berupa hasil penggubahan bentuk-bentuk di alam maupun request pemesan. Karya-karya di Bahari Art masih belum sepenuhnya memperhatikan estetika formalis. Saran yang dapat diajukan adalah Bahari Art perlu terus meningkatkan ide dan kreativitas dalam mengkreasikan motif-motif ornamen agar lebih unik dan menarik perhatian masyarakat sehingga tujuan utama dapat dipenuhi melalui memperbanyak menggali literatur yang dijadikan sumber inspirasi atau dengan berkunjung ke perajin-perajin lain yang mumpuni. Bagi pemerintah Kabupaten Kebumen diharapkan lebih memperhatikan perajin terutama dari segi pemasaran, mengadakan pelatihan guna meningkatkan skill para perajin dan mengikutsertakan para perajin ke expo tingkat nasional maupun internasional.
KAJIAN VISUAL TOKOH WAYANG GOLEK LUPIT DAN SLENTENG DALAM KONTEKS BUDAYA TEGAL Kharisma, Garda Udi; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 3 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i3.40501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk visual, simbol, dan karakteristik cultural pada tokoh wayang golek Lupit dan Slenteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan secara kasuistik di Sanggar Satria Laras Desa Bengle Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Penelitian difokuskan pada kajian visual terhadap karya wayang golek Lupit dan Slenteng serta didukung dokumen - dokumen visual dan audio visual pementasan wayang. Pengamatan langsung terhadap aktivitas dalang dan masyarakat sekitar yang merepresentasikan budaya Tegal juga dilakukan untuk memperoleh gambaran persoalan secara menyeluruh. Prosedur analisis yang digunakan ialah model alir yang meliputi reduksi, sajian, dan verifikasi, sedangkan model kajian yang digunakan meliputi kajian bentuk dan simbol dalam perspektif kebudayaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan empiric sebagai berikut. Pertama, bentuk visual wayang golek Lupit mengacu pada bentuk Bagong dan Slenteng mengacu pada bentuk Gareng. Perbedaannya terletak pada bahan yang mempengaruhi tampilan fisiknya, yaitu tokoh wayang Lupit dan Slenteng berbentuk boneka (tiga dimensional) yang terbuat dari kayu, sedangkan tokoh wayang Bagong dan Gareng terbuat dari kulit sehingga memiliki tampilan dua dimensional. Kedua, simbol visual keduanya memiliki fungsi khusus yang terkait dengan ranah kebudayaan Tegal, secara khusus sebagai representasi karakter masyarakat Tegal sebagai bagian dari sub kebudayaan Jawa pesisir utara-barat.
PERSEPSI GURU TK AL-AZHAR 14 SEMARANG TERHADAP EKSPRESI ESTETIK ANAK DAN PEMBELAJARANNYA Nandani, Dela Siti; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 1 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan mengenai persepsi guru di TK Al-Azhar 14 Semarang terhadap ekspresi estetik anak di TK dan menjelaskan persepsi guru di TK Al-Azhar 14 Semarang terhadap pembelajaran yang berkaitan dengan ekspresi estetik anak di TK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi, dan data tambahan yaitu kuisoner untuk memperkuat hasil dari penelitian. Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen grafis, foto-foto, rekaman, dan video. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan adalah uji kredibilitas yang meliputi triangulasi sumber dan teknik serta member check, uji transferability, uji dependenability, dan uji comfirmability. Hasilpenelitian menunjukkan beberapa hal: (1) persepsi guru TK Al-Azhar 14 semarang dalam hal ide atau gagasan menyatakan bahwa guru lebih mengerti dan memahami ekspresi estetik gambar anak secara umum ketimbang ekspresi estetik gambar anak secara lebih spesifik, sedangkan persepsi guru terhadap karakteristik/corak gambar anak menunjukkan bahwa guru lebih mengerti karakteristik/corak gambar anak seperti hasil dari goresan anak yang memiliki makna, corak gambar dibuat berdasarkan kepribadian anak, mengetahui tentang gambar anak memiliki tahapan-tahapan tetapi belum menegaskan secara spesifik apa saja tahapan-tahapannya, tipe-tipe gambar anak, dan sebagainya, (2) persepsi guru terhadap materi pembelajaran yang berkaitan dengan ekspresi estetik anak mengarah kepada materi pembelajaran yang berkaitan dengan ekspresi estetik anak dalam konteks yang lebih umum ketimbang materi pembelajaran yang berkaitan dengan ekspresi estetik anak.
KERAJINAN TANDUK KERBAU “BERDIKARI” DESA KEPRABON KABUPATEN KLATEN DALAM KONTEKS INDUSTRI KREATIF Jamil, Nur Asiyah; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 1 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) Bagaimana proses produksi kerajinan tanduk kerbau di Sentra Kerajinan “Berdikari” Desa Keprabon Kabupaten Klaten? (2) Bagaimana hasil kerajinan tanduk kerbau di Sentra Kerajinan “Berdikari” Desa Keprabon Kabupaten Klaten? (3) Apa saja Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi eksistensi kerajinan tanduk kerbau di Sentra Kerajinan “Berdikari” dalam menghadapi tantangan industri kreatif?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Lokasi penelitian adalah di Sentra Kerajinan Tanduk Berdikari Desa Keprabon, Klaten. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hal-hal sebagai berikut: pertama, konsep inovasi terdiri dari invasi horizontal, vertikal dan geografis. Proses berkarya kerajinan dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan (ide desain kerajinan), inkubasi (pemantapan ide), iluminasi (sketching desain) dan evaluasi (aplikasi desain kerajinan). Karya-karya di sentra kerajinan tanduk Berdikari masih belum sepenuhnya memperhatikan estetika formalist dan pemenuhan nilai inovasi. Eksistensi kerajinan tanduk kerbau dalam menghadapi tantangan industri keratif dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Guntur Rachmadi perluterus meningkatkan ide dan kreativitas dalam mengkreasikan desain. Selain itu perlu adanya inovasi peralatan yang lebih modern untuk menunjang eksistensi kerajinan tanduk dalam konteks industri kreatif. Bagi pemerintah Kabupaten Klaten diharapkan dapat memberikan akses pemasaran terutama dalam penyediaan fasilitas di expo Nasional maupun Internasional.
KAJIAN ESTETIK KOSTUM ABDI DALEM KERATON KASUNANAN SURAKARTA Fitriana, Octavia Nur; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 2 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali tentang visual estetik dan makna simbolik kostum abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan peneltian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumen, dan melakukan keabsahan data.Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal: (1) Busana yang memiliki estetika dengan penggunaan warna yang sederhana sebagian besar berwarna gelap, sogan maupun kuning keemasan, tekstur pada kain dan beberapa perlengkapan bertekstur halus kain beberapa kasar sebab penggunaan teknik bordir pada kelengkapan tertentu. Bentuk-bentuk motif gubahan pada kain batik klasik gagrak Surakarta dan beberapa kelengkapan yang diberi motif seperti sulur-suluran, flora maupun fauna sesuai kepercayaannya.Cara memakainya haruslah berurutan dan rapi (bersap-sap) yang terkesan rumit sehingga bentuk sesuai dengan pemakainya (mbesus). (2) Ditinjau dari makna simboliknya penggunaan busana berwarna gelap seperti hitam,coklat dan kuning keemasan simbol dari gagah, wibawa, dan luwes. Sikap tersebut diterapkan pada semua abdi dalem dalam kesehariannya dan lingkungannya sedangkan keberagaman motif sebagai pengharapan seorang abdi dalem pada kehidupannya. Sehingga dalam kehidupan abdi dalem tidak terpaku pada nafsu duniawi melainkan mengabdi kepada Tuhan malalui Raja sebagai wakil Tuhan.
Co-Authors Abdul Aziz Afriliyani, Vika Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Aji Pranoto Al Lail, Lulu Maulida Alfina, Zulfah Alhail, Hadi Amelia Loveita Sari Anisa Melianti Anisih, Endang Tri Anita Hidayati Anita Hidayati Arif Fiyanto Arif, M Fauzi Arindy Sabilla Dewi Arindy Sabilla Dewi Arrijal, Nail Zufar Astuti, Yuli Tri Atip Nurharini Aurellia, Talitha Azis, Edza Agung Ardatama Bahrun, Muhammad Afifa Bangkit Sanjaya Bariroh, Bariroh Desi Utami Dwi Wahyuni Kurniawati Eko Haryanto Evadila Evadila Evadila Evadila Fauziyyah, Fadhilah Fida Febriani, Meina Fhikri Fratama Firmadhani, Annisa' Ayu Fitriah, Laila Fitriana, Octavia Nur Frizia Nuary Novalia, Frizia Nuary Novalia Galih Cahya Pratama Gallah Akbar Mahardhika Gallah Akbar Mahardhika Gusti Gde Badrawada, I Hakim, Lutfi Maulana Hamdan Tri Atmaja Harris, Abdul Rafi Muhshi Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Haryanti, Dian Hayati, Septi Nur Hernadi, Nour Ardiansyah Iin Turyani Imron Rosyadi Intan, Noor Tiara Habib Aisyah Irawati , Novi Jamil, Nur Asiyah Jesita Trisnawati Kartika, Dharsono Sony Kemal Budi Mulyono Kemal Budi Mulyono, Kemal Budi Kharisma, Garda Udi Khatami, Reza Laila Fitriah Latifatunnisa, Devy Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati Lisa Andriani M. Jazuli Maemonah, Maemonah Makiya , Kiki Rizki Malarsi Malarsi Malarsih Malarsih Martini Martini Maulana, Anand Luthfi Muh Fakhrihun Naam Muhammad Akbar Farizky Muhammad Jazuli Muhammad Jazuli MUHAMMAD SHOLEH Mujiyono Mujiyono Muntoharoh, Khusnul Mursidah Waty Murtiyoso, Onang Na:am, Muh Fakhrihun Naam, Moh. Fakhrihun Naam, Muh. Fakhrihun Nadia Sigi Prameswari Najah, Qoimatun Nandani, Dela Siti Nobertian Panca Tandibua Novi Irawati Novia Dyah Mahesti Nur Hamidah, Nur Nur Rokhmat Palupi, Angesti Ponimin Prahara, Lalu Pardede Gita Prasetyo, Andika Tri Prasetyo, Kinanti Ida Nursanti Pratama Bayu Widagdo Priatna, Atep Priatna, Rizky Mugia Prima Suci Lestari Pujianataa, Aprian Eka Purbawati, Sih Yunika Purwaningsari, Dewi Putri Dyah Indriyani Putri Dyah Indriyani Rahayu, Mardina Rahina Nugrahani Rahina Nugrahani, Rahina Rahman, Ryzki Fatchur Ratih Ayu Pratiwinindya Ratih Ayu Pratiwinindya Retnoningrum Hidayah Reza Trisnawati, Rossalia Rizal Sofyana Fatahillah Rizal, Wahyu Anggo Rizki Makiya, Kiki RIZKYHIMAWAN, ADHYTIA Rohidi, Tjetjep Rohendi Saefudin, Muhammad Sari, Archangela Girlani Silvananda Pradita Saskia Hanifaratri, Anindya Setyowati Rahayu, Suparni Siti Rahmadani Nur Bakhtiar Slamet Haryono Soesanto Soesanto Sofiyaturrohmah, Syifa Sofyana Fatahillah, Rizal Suharto S Surya Adi, Adinda Syahrul Syah Sinaga Syakir Syakir - syakir syakir Syakir Syakir Syakir Syakir Thesya Ramyta Rizki Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Treny Hera Tutung Nurdiyana Tutung Nurdiyana Udi Utomo Wadiyo Wadiyo Wahyudi, Idham Wandah Wibawanto Warih Handayaningrum Warih Handayaningrum Wicaksana, Satya Adhi Widagdo, Pratama Widarwati Widarwati Widarwati, Widarwati Widodo Widodo Yoga, Nadya Krisma Yulaida, Ita Zairin, Achmad Zulmi, Muhammad