Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dengan Kadar Gula Darah Puasa (GDP) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Taufik, Muhammad Akram; Hidayati, Prema Hapsari; Irmayanti, Irmayanti; Julyani, Sri; Natsir, Pratiwi; Safitri, Asrini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i10.19528

Abstract

ABSTRACT Uncontrolled blood sugar levels are the cause of diabetes, a chronic illness. High blood sugar levels are a hallmark of diabetes, according to the World Health Organization (WHO). This disorder arises when the body either fails to absorb the necessary quantity of insulin from the body or does not make enough of it. Based on its origin and clinical manifestation, diabetes mellitus (DM) can be roughly divided into three types: type 1 diabetes, type 2 diabetes, and gestational diabetes mellitus (GDM). This study was conducted to investigate the correlation between dietary patterns and fasting blood glucose (FBG) levels in individuals with type 2 diabetes mellitus at the UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan in 2024. This study used an analytical observational research type to analyze the relationship or correlation between variables using a cross-sectional method. From the research results obtained, it was found that the significance value p = 0.045 (<0.05), which means that there is a significant relationship between dietary patterns and fasting blood glucose (FBG) levels in people with type 2 diabetes mellitus at the UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan in 2024. An unhealthy diet can increase fasting blood glucose levels in people with type 2 diabetes mellitus. Therefore, people with type 2 diabetes mellitus are strongly advised to follow a healthy and regular diet to control their blood glucose levels. Keywords: Diabetes Melitus, Dietary Patterns, Blood Glucose  ABSTRAK Kadar gula darah yang tidak terkontrol menjadi penyebab diabetes, penyakit kronis. Kadar gula darah yang tinggi merupakan ciri khas diabetes, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Gangguan ini muncul ketika tubuh gagal menyerap jumlah insulin yang diperlukan dari tubuh atau tidak memproduksinya dalam jumlah yang cukup. Berdasarkan asal usul dan manifestasi klinisnya, diabetes melitus (DM) secara kasar dapat dibagi menjadi tiga jenis: diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes melitus gestasional (GDM). Untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kadar Gula Darah Puasa (GDP) pada pasien diabetes melitus tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik untuk menganalisis hubungan atau korelasi antar variabel dengan metode cross-sectional. Dari hasil peneltian yang didapatkan, diketahui nilai signifikansi p=0,045 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan terhadap kadar gula darah puasa (GDP) pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024. Pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Oleh karena itu, penderita diabetes melitus tipe 2 sangat disarankan untuk mengikuti pola makan yang sehat dan teratur untuk mengontrol kadar gula darah mereka. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pola Makan, Gula Darah
Faktor internal dan eksternal yang memengaruhi motivasi belajar mahasiswa program profesi dokter Hamzah, Wafi Ramadhan; Julyani, Sri; Aisyah, Windy Nurul; Amir, Suliati Paduppai; Akib, Marlyanti Nur Rahmah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1444

Abstract

Background: Medical students' learning motivation is influenced by internal factors, such as interest, ambition, and self-confidence, as well as external factors, including family support, lecturers, and the learning environment. Students with a strong interest in learning tend to be more motivated to study diligently. Furthermore, personal values, such as ambition and a sense of responsibility towards their profession, can also be powerful motivators. Purpose: To analyze the relationship between internal and external factors influencing medical students' learning motivation. Method: This study used a cross-sectional design with 171 respondents selected using purposive sampling. The study was conducted at Ibnu Sina Hospital, Makassar, over three months, from June to August 2024. Data were collected using a Likert-based questionnaire via Google Forms, and the research instrument was the Motivated Learning Strategies Questionnaire (MSLQ). Results: A total of 72.5% of respondents had high learning motivation, with an average internal factor score of 4.34 and an external factor score of 4.32. A chi-square test showed a significant relationship between internal (p=0.000) and external (p=0.000) factors, with ambition and enjoyment of learning being the most important internal factors, while family support and information technology were the most important external factors. Conclusion: Internal factors (chi-square value of 44.78 and p-value of 0.000) and external factors (chi-square value of 46.75 and p-value of 0.000) have a significant relationship to learning motivation. Students' learning motivation is not formed randomly but is strongly influenced by the quality of their internal and external factors. In this study, internal factors have a more dominant influence on student learning motivation than external factors.   Keywords: External Factors; Internal Factors; Learning; Medical Profession; Motivation; Students.   Pendahuluan: Motivasi belajar mahasiswa kedokteran dipengaruhi oleh faktor internal, seperti minat, ambisi, dan kepercayaan diri, serta faktor eksternal, meliputi dukungan keluarga, dosen, dan lingkungan belajar. Mahasiswa yang memiliki minat belajar yang tinggi, cenderung lebih termotivasi untuk belajar dengan tekun. Selain itu, nilai-nilai personal, seperti ambisi dan rasa tanggung jawab terhadap profesinya juga dapat menjadi dorongan yang kuat. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi motivasi belajar mahasiswa program profesi dokter. Metode: Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan 171 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dan dilaksanakan selama tiga bulan pada Juni-Agustus 2024. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Likert melalui google form dan instrumen penelitian menggunakan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Hasil: Sebanyak 72.5% responden memiliki motivasi belajar tinggi dengan rata-rata faktor internal 4.34 dan eksternal 4.32. Uji Chi-Square memperlihatkan hubungan signifikan antara faktor internal (p=0.000) dan eksternal (p=0.000) dengan ambisi dan kesenangan belajar menjadi faktor internal utama, sementara dukungan keluarga dan teknologi informasi menempati faktor eksternal tertinggi. Simpulan: Faktor internal (nilai chi-square sebesar 44.78 dan p-value 0.000) dan eksternal (nilai chi-square sebesar 46.75 dan p-value 0.000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap motivasi belajar. Motivasi belajar mahasiswa tidak terbentuk secara acak, melainkan sangat dipengaruhi oleh kualitas faktor internal dan eksternal yang mereka miliki. Pada penelitian ini, faktor internal memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap motivasi belajar mahasiswa dibandingkan faktor eksternal.   Kata Kunci: Belajar; Faktor Eksternal; Faktor Internal; Mahasiswa; Motivasi; Profesi Dokter.
HUBUNGAN KPD DENGAN PERSALINAN BERDASARKAN USIA KEHAMILAN DI RSIA SITTI KHADIJAH 1 MAKASSAR Amalia, St. Rahmatul; Julyani, Sri; Rasfayanah , Rasfayanah; Andi Mappaware, Nasrudin; Darma, Sidrah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25631

Abstract

Persalinan berdasarkan usia kehamilan terbagi menjadi persalinan aterm dan persalinan preterm. Pada saat persalinan berlangsung dapat terjadi kematian pada ibu maupun bayinya. Angka kematian ibu dan bayi dapat disebabkan oleh infeksi persalinan preterm. Menurut data dari WHO(2018) angka kelahiran bayi preterm di Indonesia sekitar 675.700 pertahun, menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar ke-5 dengan jumlah persalinan preterm tertinggi di dunia.Salah satu faktor penyebab persalinan preterm yaitu KPD. KPD merupakan pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa disertai tanda inpartu. KPD merupakan penyebab 18%-20% morbiditas dan mortalitas perinatal. KPD dapat terjadi pada kehamilan aterm dengan insidensi lebih tinggi antara 6-19% dibanding KPD preterm dengan insidensi 2% dari semua kehamilan.Pasien KPD dengan risiko rendah yang memenuhi kriteria dapat diberikan manajemen perawatan di rumah hingga melahirkan aterm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan KPD dengan persalinan berdasarkan usia kehamilan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar.Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel dari data rekam medik sebanyak 74. Hasil diolah menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian bahwa KPD pada kehamilan aterm didapatkan 54 orang mengalami persalinan pada usia kehamilan aterm. Sementara KPD pada kehamilan preterm didapatkan 7 orang mengalami persalinan pada usia kehamilan aterm dan 13 orang mengalami persalinan pada usia kehamilan preterm. Dari hasil analisis didapatkan p-value <0,001. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan antara KPD dengan persalinan berdasarkan usia kehamilan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar
PENGARUH PEMBERIAN MADU HUTAN TERHADAP KUALITAS TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Hikmah, Nurul; Julyani, Sri; Rasfayanah, Rasfayanah; Arfah, Arni Isnaini; Murfat, Zulfitriani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25842

Abstract

Mahasiswa kedokteran memiliki kualitas tidur yang buruk dan durasi tidur <7 jam daripada mahasiswa non kedokteran. Kualitas tidur buruk yang dimiliki mahasiswa kedokteran dikaitkan dengan panjangnya durasi pendidikan, intensitas belajar tinggi dan gaya hidup pada mahasiswa kedokteran. Padatnya kegiatan akademis dan non akademis pada mahasiswa kedokteran, menyebabkan semakin beratnya tanggung jawab yang dimiliki oleh mahasiswa kedokteran. Tanggung jawab berat yang dimiliki mahasiswa kedokteran ditambah dengan durasi pendidikan yang panjang menyebabkan mahasiswa kedokteran semakin rentan mengalami stres dan kecemasan yang mana hal tersebut akan berdampak pada kualitas tidur mahasiswa. Tujuan dari penelitia ini untuk melihat pengaruh madu hutan terhadap kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim indonesia. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan pre-post test only control group design. Sampel dari penelitian ini sebanyak 56 orang, hasil digunakan diolah menggunakan chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 74,5% orang yang memiliki kualitas tidur cukup buruk berubah menjadi cukup baik setelah mengonsumsi madu, terdapat 25,5% orang yang memiliki kualitas tidur cukup buruk setelah mengonsumsi madu tidak terdapat perubahan, dan terdapat 100% orang yang memiliki kualitas tidur sangat buruk setelah mengonsumsi madu tidak mengalami perubahan. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan pengaruh pemberian madu hutan dengan kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim indonesia.
PENGARUH MUHASABAH TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PROFESI KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Atika Jamal, Rahmatul; Julyani, Sri; Alwi, H. M. Khidri; Royani, Ida; Khalid, Nur Fadhillah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27241

Abstract

Muhasabah adalah melakukan introspeksi terhadap semua ucapan atau perbuatan yang telah diperbuat. Muhasabah dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual yang menempati posisi pertama dalam menentukan pencapaian prestasi puncak sebelum kecerdasan intelektual. Sebagai prasyarat penerapan muhasabah dalam lembaga pendidikan formal dan non formal, maka perlu penelitian yang berkaitan dengan muhasabah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh muhasabah terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa profesi Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Penelitian ini menggunakan explanatory sequential mixed methods dengan pendekatan cross sectional study. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai muhasabah mahasiswa profesi kedokteran UMI menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki nilai Mumtaz yaitu 24 (52.2%), Ahsan 20 (43.5%), dan cukup  2 (4.3%), IPK mahasiswa paling banyak pada kategori Dengan Pujian yaitu 37 (80.4%), Sangat Memuaskan 8 (17.4%) dan Memuaskan 1 (2.2%). Dari analisis bivariat nilai signifikansi sebesar 0.001, angka ini menunjukkan < 0.05 bermakna terdapat hubungan antara nilai muhasabah terhapap IPK mahasiswa dengan hasil data wawancara menunjukkan mahasiswa yang melakukan muhasabah mendapat manfaat yang luar biasa yang cukup mempengaruhi proses mahasiswa dalam menyelesaikan tahap profesinya. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa hubungan yang signifikan antara nilai muhasabah terhadap IPK mahasiswa program profesi dokter fakultas kedokteran Universitas Muslim Indonesia batch 4 tahun 2022. Muhasabah memiliki manfaat yang luar biasa yang cukup mempengaruhi proses mahasiswa dalam menyelesaikan tahap profesinya
LITERATURE REVIEW : INTEGRASI NILAI ISLAM DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN PROGRAM PROFESI DOKTER Aswiranti Putri Muhlis, Murni; Royani, Ida; Julyani, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27376

Abstract

Globalisasi yang saat ini sedang terjadi menimbulkan dampak bagi dunia pendidikan, di mana pendidikan adalah wahana untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan dan mengendalikan perubahan-perubahan yang diakibatkan adanya proses globalisasi tersebut. Pendidikan pada hakikatnya merupakan proses perubahan kebiasaan, keterampilan, dan kompetensi. Integrasi ilmu merupakan suatu proses untuk menyempurnakan ilmu pengetahuan yang dikotomis sehingga menghasilkan konsep ilmu pengetahuan yang utuh. Geliat penerapan integrasi Islam dalam ilmu pengetahuan juga berkembang dalam pendidikan kedokteran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui integrasi nilai Islam dalam kurikulum pendidikan program profesi dokter. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental dengan metode Narrative Review. Penelusuran pustaka dilakukan melalui jurnal nasional, jurnal internasional, clinical key, textbook, dan proceeding book.
PENGARUH MUHASABAH DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL MAHASISWA PROFESI DOKTER Aisyah Palo, Nurul; Royan, Ida; Julyani, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28176

Abstract

Manusia merupakan makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan. Memiliki kesempurnaan baik dalam raga, jiwa, dan pikiran perlu untuk disyukuri dan digunakan manusia dalam menjalani kehidupan.Muhasabah adalah sebuah aktifitas untuk diri sendiri yaitu dengan introspeksi. Kecerdasan spiritual, yang dikenal sebagai spiritiual quotient (SQ), adalah kecerdasan dengan memahami fungsi jiwa sebagai bagian alat pengenal diri. Muhasabah adalah untuk memfasilitasi perkembangan individu secara optimal dan komprehensif dalam berbagai aspek perkembangan diri salah satunya untuk meningkatkan kecerdasan spiritual. Pengembangan kecerdasan spiritual dapat diterapkan pada pembelajaran pendidikan profesi dokter melalui strategi pembelajaran metode muhasabah. Metode muhasabah juga dapat diterapkan pada pembelajaran profesi dokter, dengan cara mengintropeksi diri peserta didik agar memiliki hubungan yang baik dengan Allah Swt. dan antara sesama manusia.
PENGARUH INTENSITAS MENGHAFAL AL-QURAN TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA KEDOKTERAN Karina Isnaeny N, A.; Julyani, Sri; Alwi, M. Khidri; Royani, Ida; Mokhtar, Shulhana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31269

Abstract

Pendidikan merupakan haI yang sangat penting bagi setiap anak. Untuk meningkatkan kecerdasan anak diperlukan pendidikan sejak dini, ini sejalan dengan peran pendidikan sebagai sarana pemberdayaan individu dan masyarakat untuk menghadapi tantangan masa depan. Menghafal Al-Qur'an selain untuk ibadah sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat mempengaruhi Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ). Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah hasil nilai akhir yang diterima oleh mahasiswa berupa himpunan dari nilai pada semester awal hingga semester akhir. Intensitas menghafal Al-quran berpengaruh terhadap indeks prestasi kumulatif Mahasiswa Kedokteran, menghafal Al-quran dapat meningkatkan daya ingat, karena dengan menghafal otak terus menerus, mudah untuk konsentrasi karena dengan menghafal sering di asah
Integration Of Islamic Values Relating To The Doctor’s Profession Curriculum Dwi Hikmah; Sri Julyani; M. Khidri Alwi
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science integration is a process to perfect dichotomous knowledge so as to produce a complete scientific concept. Curriculum objectives contain competency standards to be achieved from ongoing learning or in simpler language, curriculum objectives, namely what student output will result from learning. A medical education curriculum that integrates Islamic content is a necessity for Muslim doctors. The importance of integrating Islam into the medical education curriculum is to provide provisions for Muslim doctors when facing ethical issues related to the Islamic religion. In order not to stop at just philosophical discourse, the implementation of Islamic integration in medical science must be reflected in curriculum development and learning.
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN PERILAKU KESEHATAN TERHADAP KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KEC. MAMASA, SULAWESI BARAT Pratama, Delfi Putra; Julyani, Sri; Rasfayanah, Rasfayanah; Nasruddin, Hermiaty; Anggita, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26055

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis yang sebagian besar menyerang paru-paru.Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO, 2021) kasus Tuberkulosis di Indonesia menempati urutan kedua (9,2).Selain melalui droplet atau dahak yang ada di udara, Faktor lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat dan perilaku yang tidak sehat juga merupakan salah satu faktor risiko penyebaran Tuberkulosis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dan perilaku kesehatan terhadap kejadian TB paru di wilayah Kec.Mamasa, Sulawesi Barat. Penelitian observational analitik  dengan metode retrospektif untuk mendapatkan gambaran dengan mempelajari hubungan lingkungan fisik rumah dan perilaku terhadap kejadian TB paru di wilayah Kec.Mamasa, Sulawesi Barat. Sampel penelitian ini sebanyak 60 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara luas ventilasi (p=o,033), Kepadatan hunian (p=0,037),Etika Batuk p=(0,001), Perilaku Merokok (p=0,001), Kebiasaan mencuci tangan (p=0,009) dan Perilaku tidur sekamar (p=0,004) dengan kejadian TB paru.Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis lantai (p=0,085),0020Jendela (p=0,305), Perilaku membuka jendela (p=0,633), dan Perilaku memakai masker (p=0,757) dengan kejadian TB paru. Kesimpulan penelitian didapatkan faktor paling dominan yang menyebabkan tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Mamasa adalah Luas ventilasi, Kepadatan hunian, Etika batuk, Perilaku merokok, kebiasaan mencuci tangan dan Perilaku tidur sekamar (Kontak serumah).
Co-Authors A Hasrawati A.Nabila Nurinayah Abdul Gafur Abdul Mubdi Ardiansar Agung Dirgantara Ahmad Ardhani Pratama Aisyah Palo, Nurul Aisyah, Windy Nurul Akib, Marlyanti Nur Rahmah Akina Maulidhany Tahir Alamanda Irwan, Andi Alwi, H. M. Khidri Alwi, M. Khidri Alwi, Muhammad Khidri Amalia, St. Rahmatul Amir, Suliati Paduppai Andi Husni Esa Darussalam Andi Mappaware, Nasrudin Andi Masdipa Andi Sitti Fahirah Arsal Anggita, Dwi Antariksa Putra Arafah, Mufidah Nurfadilah Arfah, Arni Isnaini Arni Isnaini Arfah Aswiranti Putri Muhlis, Murni Atika Jamal, Rahmatul Aztriana Aztriana, Aztriana Bamahry, Aryanti Bima, Irmayanti Haidir Briliany Rahman, Dinda Darma, Sidrah Dian Amelia Abdi Dwi Hikmah Dwi Hikmah Faisal Syamsu, Rachmat Farhani Amaliyah Mursyidin Fattah, Nurfachanti G. Gunawan Hadi, Santriani Hamzah, Wafi Ramadhan Handayani, Prema Hapsari Harahap, Muhammad Wirawan Hasbi, Berry Erida Hermalia Fathna Safitri Hermiaty Nasruddin Ida Royani Imran Safei Imran Safei, Imran Irmayanti Haidir Bima Irmayanti Haidir Bima Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irwan, Andi Alamanda Jayalangkara, Jayalangkara Junaid, Nurul Maghfirah Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Karina Isnaeny N, A. Khalid, Nur Fadhillah Lisa Yunianti Lisa Yuniati M Hamsah M. Erwin Rachman M. Khidri Alwi Makmun, H. Armanto Marendengi, Syafira Ananda Marliyanti N.R Akib Moh. Reza Zainal Abidin Mokhtar, Shulhana Muhammad Saleh Tajuddin Muhiddin, Rachmawati A. Mustari, Ikhsanul Fauzi Nasruddin, Hermiaty Nasrudin Andi Mappaware Natsir, Pratiwi Ningsi, Iin Widya Nur Nur Nurhikmawati Nurhikmawati Nurmadilla, Nesyana Nurman Said Nurul Hikmah Pramono, Sigit Dwi Pratama, Delfi Putra Primadita, Cherylia Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmawati Adiputri Muhiddin Raehana Samad Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rasfayanah , Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah, Rasfayanah Rezky Putri Indarwati Abdullah Riski Astriani Putri Riski Astriani Putri Rizki Rizki Royan, Ida Safitri, Asrini Sari, Nurul Adha Selin Iriana Pasombak Shulhana Mocktar Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Sodeali, Naufal Imtimad Sri Irmandha Sri Vitayani Sri Wahyuni Gayatri Sulaiman, Nurkhasanah Syamsu Rijal Syarifuddin Wahid Taufik, Muhammad Akram Ulfa Sulaeman Utomo Andi Pangnguriseng Wolley, Zulfikra Amin Yusriani Mangarengi Zarah Alifani Dzulhijjah Zulfitriani Murfat Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulhijjah, A. Nurul Aimmah