Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Kelompok Lansia dalam Menjaga Kualitas Kesehatan Personal di Desa Borisallo, Kec. Parangloe, Kab. Gowa Sri Julyani; Nasruddin Syam; Nurfachanti Fattah
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v3i2.775

Abstract

The elderly group (elderly), aged 60-69 years, is part of the community that is vulnerable to various health problems, both physically, mentally, and socially. Untreated health problems can reduce the quality of life and become a burden for individuals and society. In Borisallo Village, Parangloe District, Gowa Regency, there are around 320 elderly residents. Through the Community Service (PKM) program of the Fostered Village in collaboration with the Borisallo Village Government and funded by the UMI Endowment Foundation, a series of activities were carried out to improve the quality of personal health of the elderly. The activity was carried out in November 2024 at the Borisallo Village Hall and included two main forms, namely: (1) elderly health checks covering blood glucose, cholesterol, uric acid, blood pressure, body temperature, and weight; and (2) counseling on the importance of maintaining overall health quality. Although only 15 participants registered for the counseling, the number of participants who attended exceeded expectations, indicating high enthusiasm from the community. The results of the examination showed that some elderly people required medical follow-up for further treatment. The program also emphasizes the importance of regular and continuous monitoring of the health of the elderly so that their condition can be monitored objectively and early intervention can be carried out. The activity took place in an atmosphere full of empathy, care, and a spirit of service that respects and loves the elderly. 
LITERATURE REVIEW PENCEGAHAN PENYAKIT MENINGITIS DALAM PANDANGAN ILMU KEDOKTERAN ISLAM : VAKSIN MENINGITIS MENINGOKOKUS Marendengi, Syafira Ananda; Julyani, Sri; Alwi, Muhammad Khidri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46629

Abstract

Meninges adalah lapisan pelindung untuk otak dan sumsum tulang belakang, peradangan pada keduanya menyebabkan meningitis. Peradangan akut pada meninges, yang juga dikenal sebagai penyakit meningitis, disebabkan oleh bakteri Nisseria meningitidis, menyerang duramater, lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Kemajuan yang dicapai manusia dalam sains dan teknologi, membantu manusia memenuhi tujuan mereka di bumi. Vaksinasi dengan cara menyuntikkan antigen virus atau bakteri yang dilemahkan dapat memicu produksi antibodi oleh sistem imun. MUI dan Kemenkes mengatur pemberian vaksinasi meningitis sebelum keberangkatan haji atau umrah untuk perlindungan jamaah dari penyakit meningitis. Metodologi tinjauan naratif digunakan dalam tinjauan pustaka. Evaluasi komprehensif tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing dari artikel yang diambil dari kumpulan literatur tentang pencegahan meningitis dari sudut pandang medis Islam dilakukan untuk tahun 2019–2024. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pencegahan penyakit meningitis dalam pandangan ilmu kedokteran islam dengan pemberian vaksin meningitis meningokokus berdasarkan pada beberapa penelitian yang dilakukan peneliti sebelumnya.
Role Model Dokter Pendidik Klinik di Rumah Sakit Pendidikan Hermalia Fathna Safitri; Sri Julyani; Moh. Reza Zainal Abidin
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 13 No. 3 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/tm4e4t96

Abstract

Pendidikan di lingkungan kedokteran merupakan bagian penting dari pendidikan kedokteran. Dapat dikatakan bahwa keberhasilan proses pembelajaran klinik akan menentukan kualitas dokter yang dihasilkan dari pendidikan kedokteran. Keterampilan klinis, kemampuan komunikasi, dan profesionalisme seorang dokter sebenarnya diperoleh ketika menjalani pembelajaran klinis. Berdasarkan hasil tinjauan literatur bisa ditarik kesimpulan bahwasanya keterampilan pendidik, kualitas / karakteristik pendidik, keterampilan klinis, profesional, pendidik / mentor yang efektif,  pendidik medis yang menginspirasi, pelayanan medis yang sangat baik dan pembelajaran mandiri merupakan berbagai role model dokter pendidik klinik di rumah sakit pendidikan.
The correlation between hyperuricemia and the risk of congestive heart failure: a cross-sectional study in Indonesia Nadia, Farah; Julyani, Sri; Namirah, Hanna Aulia; Kartika, Irna Diyana; Nurhikmawati, Nurhikmawati
International Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v7i1.3959

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) is a leading cause of morbidity and mortality worldwide and is the second most common cause of death in Indonesia. One factor that has recently gained attention is hyperuricemia, a condition characterized by elevated serum uric acid levels, which is closely linked to the pathogenesis of cardiovascular diseases. The underlying mechanism involves increased activity of the enzyme xanthine oxidase, which triggers oxidative stress, endothelial dysfunction, and systemic inflammation, all of which contribute to the progression of CHF. This study aims to examine the relationship between serum uric acid levels and the incidence of CHF at RSUD (Regional General Hospital) I Lagaligo, East Luwu Regency. This study employed observational analytic approach with cross-sectional design. Data were collected from the medical records of 102 CHF patients treated between January 2023 and June 2024. Uric acid levels and CHF types were classified based on ejection fraction (EF). Data analysis was done using the Chi-Square test. The results showed a significant association between uric acid levels and the type of CHF (p < 0.001). Among patients with reduced ejection fraction, 83.7% had elevated uric acid levels, while 55% of patients with preserved ejection fraction had normal levels. Conclusion: There is a significant correlation between uric acid levels and CHF. Monitoring uric acid levels has the potential to serve as a clinical indicator in the evaluation and management of CHF patients.
The Relationship Between White Blood Cell Count and Fever Duration in Typhoid Fever Patients at Ibn Sina Hospital, Makassar City, in 2023 Zulhijjah, A. Nurul Aimmah; Hadi, Santriani; Safei, Imran; Julyani, Sri; Kanang, Indah Lestari Daeng
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i2.8287

Abstract

Pendahuluan: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella Typhi, di mana endotoksin yang dihasilkan oleh bakteri tersebut dapat memengaruhi jumlah leukosit dan durasi demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah leukosit dengan durasi demam pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit Umum Ibnu Sina, Makassar, tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan potong lintang dan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari 506 rekam medis pasien demam tifoid dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan uji Fisher Exact sebagai alternatif dan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas subjek berjenis kelamin perempuan (54,9%) dengan kelompok usia terbanyak adalah 11–20 tahun (32%). Sebagian besar memiliki jumlah leukosit normal (62,3%) dan mengalami demam akut (86%). Uji Spearman Rho menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara jumlah leukosit dan durasi demam (p= 0,049) dengan kekuatan korelasi negatif yang sangat lemah (r = -0,098). Kesimpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara jumlah leukosit dan durasi demam pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit Umum Ibnu Sina Kota Makassar tahun 2023, dengan korelasi terbalik yang sangat lemah.     Introduction: Typhoid fever is a systemic infectious disease caused by Salmonella Typhi, where the endotoxin produced by the bacteria can affect leukocyte counts and fever duration. This study aimed to determine the relationship between leukocyte counts and fever duration in typhoid fever patients at Ibnu Sina General Hospital, Makassar, in 2023. Method: This study is an analytical observational study with a cross-sectional design and a retrospective approach. Data were obtained from 506 medical records of typhoid fever patients using total sampling technique. Data analysis used the Chi-Square test with the Fisher Exact test as an alternative and the Spearman Rho test. Results: The results showed that the majority of subjects were female (54.9%) with the most common age group being 11–20 years (32%). Most had normal leukocyte counts (62.3%) and experienced acute fever (86%). The Spearman Rho test indicated a statistically significant relationship between leukocyte count and fever duration (p= 0.049) with a very weak negative correlation strength (r = -0.098). Conclusion: Therefore, it can be concluded that there is a statistically significant relationship between leukocyte count and fever duration in typhoid fever patients at Ibnu Sina General Hospital in Makassar City in 2023, with a very weak inverse correlation.
Hubungan Pola Makan dengan Kadar Gula Darah Puasa (GDP) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Taufik, Muhammad Akram; Hidayati, Prema Hapsari; Irmayanti, Irmayanti; Julyani, Sri; Natsir, Pratiwi; Safitri, Asrini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i10.19528

Abstract

ABSTRACT Uncontrolled blood sugar levels are the cause of diabetes, a chronic illness. High blood sugar levels are a hallmark of diabetes, according to the World Health Organization (WHO). This disorder arises when the body either fails to absorb the necessary quantity of insulin from the body or does not make enough of it. Based on its origin and clinical manifestation, diabetes mellitus (DM) can be roughly divided into three types: type 1 diabetes, type 2 diabetes, and gestational diabetes mellitus (GDM). This study was conducted to investigate the correlation between dietary patterns and fasting blood glucose (FBG) levels in individuals with type 2 diabetes mellitus at the UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan in 2024. This study used an analytical observational research type to analyze the relationship or correlation between variables using a cross-sectional method. From the research results obtained, it was found that the significance value p = 0.045 (<0.05), which means that there is a significant relationship between dietary patterns and fasting blood glucose (FBG) levels in people with type 2 diabetes mellitus at the UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan in 2024. An unhealthy diet can increase fasting blood glucose levels in people with type 2 diabetes mellitus. Therefore, people with type 2 diabetes mellitus are strongly advised to follow a healthy and regular diet to control their blood glucose levels. Keywords: Diabetes Melitus, Dietary Patterns, Blood Glucose  ABSTRAK Kadar gula darah yang tidak terkontrol menjadi penyebab diabetes, penyakit kronis. Kadar gula darah yang tinggi merupakan ciri khas diabetes, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Gangguan ini muncul ketika tubuh gagal menyerap jumlah insulin yang diperlukan dari tubuh atau tidak memproduksinya dalam jumlah yang cukup. Berdasarkan asal usul dan manifestasi klinisnya, diabetes melitus (DM) secara kasar dapat dibagi menjadi tiga jenis: diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes melitus gestasional (GDM). Untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kadar Gula Darah Puasa (GDP) pada pasien diabetes melitus tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik untuk menganalisis hubungan atau korelasi antar variabel dengan metode cross-sectional. Dari hasil peneltian yang didapatkan, diketahui nilai signifikansi p=0,045 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan terhadap kadar gula darah puasa (GDP) pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024. Pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Oleh karena itu, penderita diabetes melitus tipe 2 sangat disarankan untuk mengikuti pola makan yang sehat dan teratur untuk mengontrol kadar gula darah mereka. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pola Makan, Gula Darah
Faktor internal dan eksternal yang memengaruhi motivasi belajar mahasiswa program profesi dokter Hamzah, Wafi Ramadhan; Julyani, Sri; Aisyah, Windy Nurul; Amir, Suliati Paduppai; Akib, Marlyanti Nur Rahmah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1444

Abstract

Background: Medical students' learning motivation is influenced by internal factors, such as interest, ambition, and self-confidence, as well as external factors, including family support, lecturers, and the learning environment. Students with a strong interest in learning tend to be more motivated to study diligently. Furthermore, personal values, such as ambition and a sense of responsibility towards their profession, can also be powerful motivators. Purpose: To analyze the relationship between internal and external factors influencing medical students' learning motivation. Method: This study used a cross-sectional design with 171 respondents selected using purposive sampling. The study was conducted at Ibnu Sina Hospital, Makassar, over three months, from June to August 2024. Data were collected using a Likert-based questionnaire via Google Forms, and the research instrument was the Motivated Learning Strategies Questionnaire (MSLQ). Results: A total of 72.5% of respondents had high learning motivation, with an average internal factor score of 4.34 and an external factor score of 4.32. A chi-square test showed a significant relationship between internal (p=0.000) and external (p=0.000) factors, with ambition and enjoyment of learning being the most important internal factors, while family support and information technology were the most important external factors. Conclusion: Internal factors (chi-square value of 44.78 and p-value of 0.000) and external factors (chi-square value of 46.75 and p-value of 0.000) have a significant relationship to learning motivation. Students' learning motivation is not formed randomly but is strongly influenced by the quality of their internal and external factors. In this study, internal factors have a more dominant influence on student learning motivation than external factors.   Keywords: External Factors; Internal Factors; Learning; Medical Profession; Motivation; Students.   Pendahuluan: Motivasi belajar mahasiswa kedokteran dipengaruhi oleh faktor internal, seperti minat, ambisi, dan kepercayaan diri, serta faktor eksternal, meliputi dukungan keluarga, dosen, dan lingkungan belajar. Mahasiswa yang memiliki minat belajar yang tinggi, cenderung lebih termotivasi untuk belajar dengan tekun. Selain itu, nilai-nilai personal, seperti ambisi dan rasa tanggung jawab terhadap profesinya juga dapat menjadi dorongan yang kuat. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi motivasi belajar mahasiswa program profesi dokter. Metode: Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan 171 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dan dilaksanakan selama tiga bulan pada Juni-Agustus 2024. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Likert melalui google form dan instrumen penelitian menggunakan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Hasil: Sebanyak 72.5% responden memiliki motivasi belajar tinggi dengan rata-rata faktor internal 4.34 dan eksternal 4.32. Uji Chi-Square memperlihatkan hubungan signifikan antara faktor internal (p=0.000) dan eksternal (p=0.000) dengan ambisi dan kesenangan belajar menjadi faktor internal utama, sementara dukungan keluarga dan teknologi informasi menempati faktor eksternal tertinggi. Simpulan: Faktor internal (nilai chi-square sebesar 44.78 dan p-value 0.000) dan eksternal (nilai chi-square sebesar 46.75 dan p-value 0.000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap motivasi belajar. Motivasi belajar mahasiswa tidak terbentuk secara acak, melainkan sangat dipengaruhi oleh kualitas faktor internal dan eksternal yang mereka miliki. Pada penelitian ini, faktor internal memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap motivasi belajar mahasiswa dibandingkan faktor eksternal.   Kata Kunci: Belajar; Faktor Eksternal; Faktor Internal; Mahasiswa; Motivasi; Profesi Dokter.
HUBUNGAN KPD DENGAN PERSALINAN BERDASARKAN USIA KEHAMILAN DI RSIA SITTI KHADIJAH 1 MAKASSAR Amalia, St. Rahmatul; Julyani, Sri; Rasfayanah , Rasfayanah; Andi Mappaware, Nasrudin; Darma, Sidrah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25631

Abstract

Persalinan berdasarkan usia kehamilan terbagi menjadi persalinan aterm dan persalinan preterm. Pada saat persalinan berlangsung dapat terjadi kematian pada ibu maupun bayinya. Angka kematian ibu dan bayi dapat disebabkan oleh infeksi persalinan preterm. Menurut data dari WHO(2018) angka kelahiran bayi preterm di Indonesia sekitar 675.700 pertahun, menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar ke-5 dengan jumlah persalinan preterm tertinggi di dunia.Salah satu faktor penyebab persalinan preterm yaitu KPD. KPD merupakan pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa disertai tanda inpartu. KPD merupakan penyebab 18%-20% morbiditas dan mortalitas perinatal. KPD dapat terjadi pada kehamilan aterm dengan insidensi lebih tinggi antara 6-19% dibanding KPD preterm dengan insidensi 2% dari semua kehamilan.Pasien KPD dengan risiko rendah yang memenuhi kriteria dapat diberikan manajemen perawatan di rumah hingga melahirkan aterm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan KPD dengan persalinan berdasarkan usia kehamilan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar.Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel dari data rekam medik sebanyak 74. Hasil diolah menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian bahwa KPD pada kehamilan aterm didapatkan 54 orang mengalami persalinan pada usia kehamilan aterm. Sementara KPD pada kehamilan preterm didapatkan 7 orang mengalami persalinan pada usia kehamilan aterm dan 13 orang mengalami persalinan pada usia kehamilan preterm. Dari hasil analisis didapatkan p-value <0,001. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan antara KPD dengan persalinan berdasarkan usia kehamilan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar
PENGARUH PEMBERIAN MADU HUTAN TERHADAP KUALITAS TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Hikmah, Nurul; Julyani, Sri; Rasfayanah, Rasfayanah; Arfah, Arni Isnaini; Murfat, Zulfitriani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25842

Abstract

Mahasiswa kedokteran memiliki kualitas tidur yang buruk dan durasi tidur <7 jam daripada mahasiswa non kedokteran. Kualitas tidur buruk yang dimiliki mahasiswa kedokteran dikaitkan dengan panjangnya durasi pendidikan, intensitas belajar tinggi dan gaya hidup pada mahasiswa kedokteran. Padatnya kegiatan akademis dan non akademis pada mahasiswa kedokteran, menyebabkan semakin beratnya tanggung jawab yang dimiliki oleh mahasiswa kedokteran. Tanggung jawab berat yang dimiliki mahasiswa kedokteran ditambah dengan durasi pendidikan yang panjang menyebabkan mahasiswa kedokteran semakin rentan mengalami stres dan kecemasan yang mana hal tersebut akan berdampak pada kualitas tidur mahasiswa. Tujuan dari penelitia ini untuk melihat pengaruh madu hutan terhadap kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim indonesia. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan pre-post test only control group design. Sampel dari penelitian ini sebanyak 56 orang, hasil digunakan diolah menggunakan chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 74,5% orang yang memiliki kualitas tidur cukup buruk berubah menjadi cukup baik setelah mengonsumsi madu, terdapat 25,5% orang yang memiliki kualitas tidur cukup buruk setelah mengonsumsi madu tidak terdapat perubahan, dan terdapat 100% orang yang memiliki kualitas tidur sangat buruk setelah mengonsumsi madu tidak mengalami perubahan. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan pengaruh pemberian madu hutan dengan kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim indonesia.
PENGARUH MUHASABAH TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PROFESI KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Atika Jamal, Rahmatul; Julyani, Sri; Alwi, H. M. Khidri; Royani, Ida; Khalid, Nur Fadhillah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27241

Abstract

Muhasabah adalah melakukan introspeksi terhadap semua ucapan atau perbuatan yang telah diperbuat. Muhasabah dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual yang menempati posisi pertama dalam menentukan pencapaian prestasi puncak sebelum kecerdasan intelektual. Sebagai prasyarat penerapan muhasabah dalam lembaga pendidikan formal dan non formal, maka perlu penelitian yang berkaitan dengan muhasabah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh muhasabah terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa profesi Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Penelitian ini menggunakan explanatory sequential mixed methods dengan pendekatan cross sectional study. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai muhasabah mahasiswa profesi kedokteran UMI menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki nilai Mumtaz yaitu 24 (52.2%), Ahsan 20 (43.5%), dan cukup  2 (4.3%), IPK mahasiswa paling banyak pada kategori Dengan Pujian yaitu 37 (80.4%), Sangat Memuaskan 8 (17.4%) dan Memuaskan 1 (2.2%). Dari analisis bivariat nilai signifikansi sebesar 0.001, angka ini menunjukkan < 0.05 bermakna terdapat hubungan antara nilai muhasabah terhapap IPK mahasiswa dengan hasil data wawancara menunjukkan mahasiswa yang melakukan muhasabah mendapat manfaat yang luar biasa yang cukup mempengaruhi proses mahasiswa dalam menyelesaikan tahap profesinya. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa hubungan yang signifikan antara nilai muhasabah terhadap IPK mahasiswa program profesi dokter fakultas kedokteran Universitas Muslim Indonesia batch 4 tahun 2022. Muhasabah memiliki manfaat yang luar biasa yang cukup mempengaruhi proses mahasiswa dalam menyelesaikan tahap profesinya
Co-Authors A Hasrawati A.Nabila Nurinayah Abdul Gafur Abdul Mubdi Ardiansar Agung Dirgantara Ahmad Ardhani Pratama Aisyah Palo, Nurul Aisyah, Windy Nurul Akib, Marlyanti Nur Rahmah Alamanda Irwan, Andi Alwi, H. M. Khidri Alwi, M. Khidri Alwi, Muhammad Khidri Amalia, St. Rahmatul Amir, Suliati Paduppai Andi Alamanda Irwan Andi Husni Esa Darussalam Andi Mappaware, Nasrudin Andi Masdipa Andi Sitti Fahirah Arsal Anggita, Dwi Antariksa Putra Arafah, Mufidah Nurfadilah Arfah, Arni Isnaini Arina Fathiyyah Arifin Arni Isnaini Arfah Aswan, Ahmad Naufal Aswiranti Putri Muhlis, Murni Atika Jamal, Rahmatul Aulia, Aulia Aztriana Aztriana, Aztriana Bamahry, Aryanti Bima, Irmayanti Haidir Briliany Rahman, Dinda Darma, Sidrah Dian Amelia Abdi Dwi Hikmah Dwi Hikmah Erida Hasbi, Berry Faisal Syamsu, Rachmat Fattah, Nurfachanti Hadi, Santriani Hamzah, Wafi Ramadhan Harahap, Muhammad Wirawan Hasbi, Berry Erida Hermalia Fathna Safitri Hermiaty Nasruddin Ida Royani Ida Royani Imran Safei Imran Safei, Imran Irmayanti Haidir Bima Irmayanti Haidir Bima Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irwan, Andi Alamanda Jayalangkara, Jayalangkara Junaid, Nurul Maghfirah Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Karina Isnaeny N, A. Khalid, Nur Fadhillah Lisa Yunianti Lisa Yuniati M Hamsah M Syahwal M. Erwin Rachman M. Khidri Alwi Makmun, H. Armanto Marendengi, Syafira Ananda Marliyanti N.R Akib Miftahul Jannah Mochammad Erwin Rachman Moh. Reza Zainal Abidin Mokhtar, Shulhana Muhammad Saleh Tajuddin Muhiddin, Rachmawati A. Mursyidin, Farhani Amaliyah Mustari, Ikhsanul Fauzi Nadia, Farah Namirah, Hanna Aulia Nasruddin Syam Nasruddin, Hermiaty Nasrudin Andi Mappaware Natsir, Pratiwi Ningsi, Iin Widya Nirmalasari, Desi Nur Nur Nurfachanti Fattah Nurhikmawati, Nurhikmawati Nurmadilla, Nesyana Nurman Said Nurul Hikmah Pratama, Delfi Putra Prema Hapsari Primadita, Cherylia Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmawati Adiputri Muhiddin Raehana Samad Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rasfayanah , Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah, Rasfayanah Rezky Putri Indarwati Abdullah Riski Astriani Putri Riski Astriani Putri Rizki Rizki Royan, Ida Safitri, Asrini Sari, Nurul Adha Selin Iriana Pasombak Shulhana Mocktar Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Sri Irmandha Sri Vitayani Sri Wahyu Sri Wahyuni Gayatri Sulaiman, Nurkhasanah Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syarifuddin Wahid Tahir, Akina Maulidhany Taufik, Muhammad Akram Ulfa Sulaeman Utomo Andi Pangnguriseng Wolley, Zulfikra Amin Yusriani Mangarengi Zarah Alifani Dzulhijjah Zulfitriani Murfat Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulhijjah, A. Nurul Aimmah