Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Pendidikan Agama Islam dalam Memotivasi Anak untuk Beribadah di MtsS Yati Kamang Mudiak Aulia Rahmi Shakila; Ulva Rahmi; Delvianti Delvianti; Andy Riski Pratama
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARI : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jupendis.v2i1.1170

Abstract

People who hold a position in society are expected to exhibit certain behaviors, or roles. In Islamic religious education, the teacher's job is to teach students how to develop into morally upright people. Islamic religious education is a form of education that imparts knowledge while also molding students' attitudes, personalities, and talents. Researchers employed a qualitative and descriptive technique in this investigation. This is so that information can be provided as simply as possible. The research seeks to describe the reality that exists without needing data in the form of numbers (quantitative), and it tries to describe a scenario and all of its components. researchers think is feasible. The goal of this study is to comprehend the situation or circumstances that exist in MTsS YATI KAMANG MUDIAK, where the worship services were held.
Bayt Al-Hikmah: Pusat Kebijaksanaan dan Warisan Ilmu Pengetahuan Islam dalam Peradaban Abad Pertengahan Andy Riski Pratama; Salmi Wati; Rahmat Hidayat Hasan; Wilda Irsyad; Iswandi Iswandi
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v2i2.2122

Abstract

This article explores the role of Bayt Al-Hikmah as a monumental intellectual center during the Abbasid Dynasty. Built during the time of Caliph Abu Ja'far al-Mansur, this center developed into a famous library during the reign of Harun al-Rashid and Al-Ma'mun. It functions not only as a library, but also as an educational institution, astronomical observatory, and translation center, housing a collection of more than 60,000 books from various languages and regions. Important factors influencing the development of Bayt Al-Hikmah included the caliph's love of science, extensive translation activities, use of paper, the presence of scientists from various regions, material support, and enthusiasm for studying Islamic teachings. Despite achieving glory, the summary of the Abbasid dynasty started from internal political conflict to the Mongol attack which resulted in the fall of the city of Baghdad and the destruction of Bayt Al-Hikmah. Even though this intellectual center collapsed, the scientific legacy it produced remains a testament to the glory of science at that time, even though it experienced a tragic end.
Peran Guru Bimbingan Konseling dan Pembina Ekstrakurikuler An-Nisa’ dalam Pembentukan Kepribadian Muslimah Halima, Anita; Syam, Hidayani; Rahmi, Alfi; Santoso, Budi; Pratama, Andy Riski
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v4i1.87

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengulas peran guru bimbingan dan konseling serta pembina ekstrakurikuler dalam membentuk kepribadian siswi Muslimah di lingkungan pendidikan, khususnya dalam aspek ajaran agama, perilaku, dan pola berpakaian sesuai syariat Islam Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan di MAN Lima Puluh Kota data dikumpulkan dalam bentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya peneliti akan mengolah data dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam menanamkan nilai-nilai tersebut, namun masih terdapat tantangan seperti kurangnya konsistensi siswi dalam melaksanakan ajaran agama dan tata cara berpakaian yang sesuai syariat. Guru bimbingan konseling, dan pembina ekstrakurikuler memberikan teguran, contoh perilaku baik, dan materi agama sebagai bentuk bimbingan, namun masih diperlukan langkah lebih lanjut untuk meningkatkan konsistensi dan efektivitas dalam membentuk kepribadian siswi. Kesimpulannya, penelitian ini menyoroti pentingnya peran guru-guru tersebut dalam membentuk kepribadian siswi sesuai nilai-nilai Islam, meski masih diperlukan langkah-langkah tambahan untuk mencapai konsistensi dan konsolidasi nilai-nilai tersebut. ABSTRACT This study reviews the role of guidance and counseling teachers and extracurricular coaches in shaping the personality of Muslim female students in an educational environment, especially in the aspects of religious teachings, behavior, and dress patterns according to Islamic law. The research method used is descriptive qualitative with a field approach at MAN Lima Puluh Kota. Data is collected in the form of observation, interviews, and documentation, then researchers will process the data using analytical descriptive data analysis techniques. The results showed that efforts have been made in instilling these values, but there are still challenges such as the lack of consistency of students in carrying out religious teachings and dressing according to sharia. Counseling guidance teachers and extracurricular coaches provide reprimands, examples of good behavior, and religious material as a form of guidance, but further steps are still needed to improve consistency and effectiveness in shaping the personality of female students. In conclusion, this study highlights the importance of the role of these teachers in shaping the personality of female students according to Islamic values, although additional steps are still needed to achieve consistency and consolidation of these values.
Guru Profesional dalam Perspektif Al-Qur'an dan UU NO 14 Tahun 2005 : Membangun Generasi Rabbani Khairunnisa, Khairunnisa; Vedira , Mila; Charles, Charles; Pratama, Andy Riski
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 3 November 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i3.2195

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep profesionalisme guru dalam perspektif Al-Qur'an dan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut untuk membangun generasi rabbani. Dengan menggunakan metode kepustakaan, penelitian ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan, seperti QS. Al-Baqarah: 2, QS. Al-Mujadilah: 11, dan QS. Luqman: 12-19, serta ketentuan dalam UU No. 14 Tahun 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru dalam Al-Qur'an mencakup kompetensi ilmiah, khuluqiyah, dan jismiyah yang meliputi kecakapan akademik, keteladanan moral, dan kesehatan fisik. Sementara itu, UU No. 14 Tahun 2005 menekankan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Integrasi nilai-nilai Al-Qur'an dengan kerangka regulasi dalam UU No. 14 Tahun 2005 menghasilkan paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik tetapi juga pembentukan karakter yang mencerminkan nilai-nilai spiritual dan moral. Penelitian ini merekomendasikan sinergi antara pendekatan normatif religius dan kerangka hukum formal untuk meningkatkan kualitas guru dan menghasilkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berorientasi spiritual.
Kriteria Guru Ideal Perspektif Imam Burhanuddin Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’lim Muta’allim dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam Saat Ini Zain, Miftahul Husna; Aprison, Wedra; Pratama, Andy Riski
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 3 November 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i3.2196

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemerosotan moral di dunia pendidikan, termasuk perilaku tidak etis oknum guru dan kurangnya pemahaman tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan konsep guru ideal menurut Syekh Az-Zarnuji serta relevansinya dalam pendidikan Islam saat ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa guru ideal menurut Az-Zarnuji memiliki enam karakteristik: 1) alim, 2) wara’, 3) dewasa, 4) berwibawa, 5) murah hati, dan 6) penyabar serta penuh kasih sayang. Konsep ini relevan dalam berbagai aspek pendidikan, seperti pembentukan karakter siswa, peran guru sebagai pembimbing di era modern, serta pentingnya moral dan etika dalam proses belajar. Prinsip-prinsip ini juga menekankan keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan karakter, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep guru ideal Az-Zarnuji tetap relevan untuk membangun paradigma pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan zaman. Implikasinya, prinsip-prinsip ini dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang holistik, mencakup aspek intelektual, moral, dan spiritual, serta menjadikan guru sebagai teladan.
The implication of Student Character Education In QS Al Hujurat Verses 1-5 According to Tafsir Ibn Kathir Andy Riski Pratama; Charles Charles
Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2022): Al Yazidiy : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Islamic Sharia Coll

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.051 KB) | DOI: 10.55606/ay.v4i2.72

Abstract

Akhlak yang melanda sebagian peserta didik di tanah air. Salah satu indikator terjadinya krisis tersebut adalah karena maraknya pemeritaan di media massa terkait dengan perilaku tidak sopan yang dilakukan oleh peserta didik di sejumlah lembaga pendidikan di tanah air, persoalan ini menunjukkan bahwa pengamalan terhadap sikap akhlak bagi peserta didik menjadi sangat penting dalam pendidikan Islam.. Adapun yang menjadi fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana interaksi peserta didik dengan pendidik dalam Q.S al-Hujurat ayat 1-5 dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan library research (studi pustaka) yaitu pendalaman, penelaahan dan pengidentifikasikan pengetahuan yang ada dalam kepustakaan (sumber bacaan buku-buku referensi atau hasil penelitian lain) yang berhubungan dengan pembahasan yang diteliti. Paada pembahahasan ini metode yang digunakan yaitu metode deduktif. Dari hasil yang penulis lakukan menunjukkan bahwa akhlak peserta didik dengan pendidik memiliki sikap sopan santun seperti yang terdapat dalam kandungan surat Al-Hujurat ayat 1-5 yaitu, peserta didik tidak boleh mendahului pada saat sedang berjalan bersama pendidik, kecuali meminta izin, ketika kita sedang berbicara dengan pendidik, kita tidak dibenarkan bersuara keras seperti halnya sedang berbicara sesama kita, melainkan dengan suara yang lemah lembut dan penuh dengan rasa hormat. Implikasinya dalam pendidikan Islam, sikap yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan pendidik yaitu mencontoh apa yang telah di jelaskan oleh Allah dalam Q.S al-Hujurat ayat 1-5, maka dengan adanya hal tersebut semua aturan tentang sikap sopan santun akan bisa diterapkan dalam pendidikan Islam.
Pedagogical Learning Model Integrative Based on the Quran-Hadith in Contemporary Islamic Education Gucandra, Yudi; Charles, Charles; Nasution, Soibatul Aslamiah; Rahma, Rifka Haida; Pratama, Andy Riski
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v4i3.400

Abstract

Contemporary Islamic education faces a serious dichotomy due to the dominance of modern learning models that focus solely on academic intelligence, thereby neglecting spiritual, emotional, and social intelligence. This condition is contrary to the true purpose of Islamic education, which is oriented towards the development of a complete person (Insan Kamil). This study aims to analyze the urgency of integrating modern pedagogy with the fundamental values of the Quran and Hadith in order to formulate a holistic learning approach. Using the library research method with a descriptive qualitative approach, this study conducts a conceptual synthesis and reviews the literature on integrative pedagogy. The analytical framework is reinforced by Amin Abdullah's concept of interconnection integration and Ismail Raji Al Faruqi's idea of Islamization of knowledge, which offer a philosophical basis for eliminating dichotomy. The results of the study show that contextualizing the values of the Quran and Hadith can strengthen the spiritual, moral, emotional, and social intelligence of students by developing the aspects of Ar Ruh, Al Qalb, Al Nafs, and Al Aql. It also improves critical thinking and social awareness. Modern learning models such as Problem Based Learning, Project Based Learning, Flipped Classroom, and Gamification become effective and religiously meaningful through this integration. The main contribution of this research is to offer a comprehensive conceptual framework for the development of an integrative Islam-based model that not only emphasizes cognitive mastery but also fosters a strong religious character. This integration is a strategic path towards a comprehensive vision of Islamic education.
Co-Authors Abu Hasdi Ade Sri Wahyuni Afrinaldi Afrinaldi Afrinaldi Aisyah Aisyah Alfi Rahmi, Alfi Andika Saputra Angga Ramadhan Annisa Rahmi, Annisa Arifmiboy Arifmiboy Arifmiboy, Arifmiboy Aulia Rahmi Shakila Azahra, Fatma C, Charles Charles Charles Charles Charles Deli Safitri Delvianti Delvianti Deswalantri Deswalantri Deswalantri, Deswalantri Diga Putri Oktaviane Dini Sri Wahyuni Dwi Budi Santoso Effendy, Yolanda Fadhilla Yusri Fajri, Fauzan Fatma Azzahra Fauzan Fajri Febi Rahayu Gucandra, Yudi Halima, Anita Hasan, Rahmat Hidayat Hengki Januardi Hidayat Hasan, Rahmat Irsyad, Wilda Iswandi Iswandi Iswantir M Januardi, Hengki Junaidi Junaidi K, Khairunnisa Khairuddin - Khairuddin Khairuddin Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Kiki Agustinar Kiki Oktaviany Latifa , Nurrahmi Latifa, Maysa Linda Yarni Lisa Yunita Lucky Ramadhan Maulana, Ramza Fatria Maysa Latifa Messy Messy, Messy Mimi Jelita Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhiddinur Kamal Murdiana, Murdiana Nasution, Soibatul Aslamiah Nofembra Putri Nur Indri Yani Harahap Nur Indri Yani Harahap Nurrahmi Lathifa Oktaviany, Kiki Rahmat Hidayat Hasan Rawati, Mesis Rifka Haida Rahma Rio Rahmat Yusran Rizan Hasbullah Salmi Wati Silfia Hanani Sriwahyuni, Aprima Syafrudin Syafrudin Syafrudin Syam, Hidayani Ulva Rahmi Vedira , Mila Vedira, Mila Wahib Assyahri Wahida, Hasanatul Wati, Salmi Wedra Aprison Wedra Aprison Wilda Irsyad Yelfi Dewi S Yulia Ningsih Yulius Yulius Yulius Zain, Miftahul Husna Zakir, Supratman Zulfani Sesmiarni Zulfani Sesmiarni