Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Teknologi Sebagai Inovasi Peningkatan Minat Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas Hidayatullah, Muhammad Bagas; Fadhilah, Fadhilah; Syarfira, Syarfira; Syarifuddin, Syarifuddin; Oktapiani, Rani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2t6kpz18

Abstract

Pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas sering kali dipersepsikan sebagai pembelajaran yang membosankan karena dominasi metode konvensional yang berpusat pada guru dan menekankan hafalan fakta. Kondisi ini berdampak pada rendahnya minat dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran sejarah berbasis teknologi sebagai inovasi dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru sejarah dan peserta didik kelas XI di salah satu Sekolah Menengah Atas yang telah menerapkan pembelajaran berbasis teknologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), dan Blended Learning yang terintegrasi dengan media digital dan audio-visual mampu meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Pemanfaatan teknologi menjadikan pembelajaran lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran sejarah berbasis teknologi dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pembelajaran sejarah di era digital.
Transformasi Media Pembelajaran Inovatif sebagai Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Digital Chardinal. DV; Sustia Ningsih; Rosa Yunita Sihombing; Syarifuddin; Rani Oktapiani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7125

Abstract

Transformasi media pembelajaran di era digital belum sepenuhnya diikuti perubahan paradigma pedagogis sehingga implementasinya sering bersifat instrumental dan belum berdampak optimal terhadap kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif transformasi media pembelajaran inovatif sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan, mengidentifikasi kesenjangan antara kebijakan dan praktik, serta merumuskan strategi sistemik implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui penelaahan sistematis terhadap jurnal ilmiah dan sumber akademik lima tahun terakhir yang relevan dengan digitalisasi pendidikan dan kompetensi abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Learning Management System (LMS), media interaktif, serta model blended learning dan project-based learning berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, personalisasi belajar, dan capaian kompetensi berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta komunikasi. Namun, tantangan berupa kesenjangan infrastruktur, rendahnya literasi digital guru, distraksi teknologi, dan ketidaksinkronan kebijakan evaluasi masih menjadi hambatan utama. Disimpulkan bahwa transformasi media pembelajaran inovatif efektif meningkatkan kualitas pendidikan apabila diintegrasikan secara pedagogis, didukung kebijakan adaptif, dan dilaksanakan secara sistemik. Implikasinya menuntut penguatan kompetensi guru, reformulasi evaluasi autentik, serta pembangunan ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Peran Guru Abad 21 dalam Menerapkan Model Pembelajaran Sejarah Inovatif dan Berorientasi pada Student-Centred Pangestu, Ragil; Auliya, Aqilah Fakhriyati; Nurbaya, Siti; Safitri, Sani; Oktapiani, Rani
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i1.2283

Abstract

Artikel ini mengkaji peran guru abad ke-21 dalam merancang kurikulum sejarah yang menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran. Fokus bahasan mencakup kemampuan guru merancang strategi aktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan literasi historis masa kini. Analisis menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran sejarah bergantung pada kreativitas guru dalam memfasilitasi eksplorasi sumber, aktivitas analitis, serta pemecahan masalah kontekstual. Artikel ini menegaskan bahwa transformasi peran guru dan penguatan kompetensi pedagogis merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan pembelajaran sejarah yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Inovasi Pembelajaran Sejarah dalam Kurikulum Merdeka Tantangan dan Peluang Bagi Guru Sejarah: Innovation in History Learning in the Independent Curriculum: Challenges and Opportunities for History Teachers Febriyanti, Intan; Pratama, M. Daffa; Fillah, Shabrina; Syarifuddin , Syarifuddin; Oktapiani, Rani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/evnj5p84

Abstract

TThe Independent Curriculum provides teachers with greater opportunities to create unique, creative, and student-focused learning experiences. In the context of history learning, innovation is crucial for attracting students' interest in learning and enhancing critical thinking skills in the digital age. The purpose of this article is to examine innovations in history teaching under the Independent Curriculum and to identify the oppo rtunities and challenges educators face when implementing it. This study employed a literature review method by evaluating various scientific sources, including national journals related to history teaching, teaching strategies, and the implementation of the Independent Curriculum. Data analysis was conducted using descriptive qualitative methods, grouping the results based on central themes. The research findings indicate that innovations in history teaching can be implemented through various technology-based models and strategies, such as technology-based learning (TEL), which can strengthen student engagement and understanding of historical material. However, the implementation of these innovations still faces various challenges, such as a lack of digital skills among teachers, minimal training, and a lack of supporting facilities in educational institutions. Therefore, developing teacher competencies and providing support from educational institutions are crucial for realizing innovative, contextual history learning that is aligned with the needs of 21st-century education.
Integrasi Teknologi Deep Learning untuk Transformasi Kemampuan berpikir Kritis Siswa di Era Digital Gerasela, Gerasela; Akbar, Muhammad Al-Aziz; Olivia Br Tarigan, Yuri; Syarifuddin, Syarifuddin; Oktapiani, Rani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v0hvwn67

Abstract

Transformasi digital memicu paradoks informasi berupa information overload dan fenomena echo chamber yang mengancam objektivitas kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi teknologi Deep Learning dapat mentransformasi kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari Higher Order Thinking Skills (HOTS) di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan serta menganalisis data dari artikel jurnal dan buku elektronik yang relevan dengan kecerdasan buatan serta pedagogi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Deep Learning melalui model Blended Learning 2.0 dan Project-Based Learning mampu menggeser peran guru menjadi desainer pengalaman belajar yang memfasilitasi diskusi reflektif. Penggunaan sistem kecerdasan buatan adaptif dan literasi algoritma membantu siswa mengevaluasi bias informasi serta memvalidasi data secara kritis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kolaborasi human-in-the-loop antara guru dan teknologi sangat krusial untuk membangun karakter digital yang bertanggung jawab.    
Strategi Pembelajaran Sejarah Untuk Mengembangkan Kesadaran Sejarah Peserta Didik di Era Kontamporer Ariyanti, Anggita Novi; Anggraini, Fanisa Putri; Ansyah, M. Andre; Syarifuddin, Syarifuddin; Oktapiani, Rani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dxk8bg26

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran sejarah untuk mengembangkan kesadaran sejarah peserta didik di era kontemporer. Perkembangan teknologi dan dinamika sosial menuntut pembelajaran sejarah tidak lagi berorientasi pada hafalan fakta, tetapi pada pemahaman kritis dan reflektif mengenai hubungan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Artikel ini membahas tiga strategi utama. Pertama, pemanfaatan digital storytelling dan arsip digital yang mendorong peserta didik menyusun narasi sejarah secara aktif melalui analisis berbagai sumber digital. Kedua, pendekatan isu kontroversial yang dikaitkan dengan konteks masa kini untuk menumbuhkan relevansi, empati, dan kemampuan berpikir multiperspektif melalui diskusi serta analisis sumber. Ketiga, internalisasi nilai melalui model historical empathy yang membantu peserta didik memahami peristiwa masa lalu sesuai dengan konteks zamannya sehingga terbentuk kesadaran yang reflektif dan humanis. Melalui ketiga strategi tersebut, pembelajaran sejarah diharapkan mampu membentuk peserta didik yang kritis, empatik, dan memiliki kesadaran historis dalam menghadapi tantangan kehidupan kontemporer.
Strategi Pembelajaran Sejarah Berbasis HOTS dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Rimadia, Rimadia; Melantika, Maulidya Dwi; Bilal, Bilal; Syarifuddin, Syarifuddin; Oktapiani, Rani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e7apzz74

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelaah pendekatan pengajaran sejarah yang menggunakan Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk memperbaiki kemampuan berpikir tingkat tinggi pada murid dengan metode penelitian melalui kajian tulisan. Informasi diperoleh dari analisis berbagai jurnal, buku akademis, dan studi relevan yang berhubungan dengan konsep HOTS, esensi pembelajaran sejarah dengan pendekatan HOTS, strategi penerapannya, serta efeknya terhadap kemampuan berpikir pelajar. HOTS diartikan sebagai kemampuan berpikir pada tahapan analisis, evaluasi, dan kreasi yang mengharuskan siswa tidak hanya menguasai fakta sejarah, tetapi juga dapat menginterpretasi, mengkritik, serta merekonstruksi arti peristiwa dengan cara rasional dan berbasis bukti. Pembelajaran sejarah dengan pendekatan HOTS mendorong siswa untuk berperan aktif melalui pemanfaatan sumber sejarah primer dan sekunder, serta penerapan metode seperti Problem Based Learning, Inquiry Learning, Project Based Learning, dan diskusi sejarah. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif siswa, sehingga pengajaran sejarah menjadi lebih relevan dan sesuai dengan tuntutan zaman modern abad ke-21.  
Pembelajaran Sejarah Abad 21 Berbasis Teknologi Digital dan Penguatan Karakter Peserta Didik Aziz, Syaffrizal; Sabariani, Ranti; Bilge, Dhaifah Khairunnisa; Syarifuddin, Syarifuddin; Oktapiani, Rani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/z4662x61

Abstract

Perkembangan teknologi digital di masa kini mengharuskan perubahan dalam cara proses belajar, termasuk cara belajar sejarah. Artikel ini ingin membahas tentang kebutuhan belajar sejarah di abad ke-21, peran teknologi digital dalam membantu proses belajar, penggunaan model pembelajaran yang inovatif berbasis teknologi, pembentukan karakter siswa, serta cara melakukan penilaian secara digital dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode riset kepustakaan, yaitu dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah dan bahan bacaan akademik yang berkaitan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah di abad ke-21 perlu difokuskan pada pengembangan empat keterampilan utama yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif (4C), serta meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir historis. Menggunakan teknologi seperti sistem pembelajaran online, video, dan aplikasi penilaian digital bisa membuat siswa lebih tertarik dan aktif dalam proses belajar. Model pembelajaran inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan metode kelas terbalik yang didukung oleh teknologi digital sudah terbukti membantu mengembangkan keterampilan abad ke-21 serta meningkatkan kemampuan belajar mandiri. Selain itu, belajar sejarah memiliki peran penting dalam memperkuat kepribadian seseorang dengan menerapkan nilai-nilai seperti nasionalisme, toleransi, dan rasa tanggung jawab. Dengan menggabungkan teknologi dan bimbingan pembelajaran yang tepat, pembelajaran sejarah bisa lebih sesuai, bermakna, dan efektif dalam membentuk generasi yang cerdas dan memiliki karakter di tengah era digital.
Pengaruh Project Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreativitas Peserta Didik pada Pelajaran Sejarah Salwa Al Farras, Sabitah; Ataza, Pradita; Kurniawan, M. Rizky; Syarifuddin, Syarifuddin; Oktapiani, Rani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fkm7n977

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak penerapan Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa dalam pembelajaran sejarah. Latar belakangnya adalah dominannya metode teacher-centered dan hafalan yang belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen proyek siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL mendorong pembelajaran yang lebih kolaboratif dan investigatif, di mana siswa aktif mengidentifikasi masalah, menganalisis sumber sejarah, serta menyusun argumen berbasis bukti. Proses ini memperkuat kemampuan berpikir kritis sekaligus mengembangkan kreativitas melalui proyek kontekstual dan pemanfaatan media digital. Meski memerlukan perencanaan matang dan pengelolaan waktu yang efektif, PjBL terbukti relevan dengan Kurikulum Merdeka dan tuntutan kompetensi abad ke-21. Dengan demikian, PjBL berpotensi menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah secara berkelanjutan.
Strategi Pembelajaran Sejarah Berbasis Sumber Primer sebagai Upaya Menumbuhkan Sikap Kritis Peserta Didik Rahmawati, Nadia; Zahirah, Allyah; Wijaya, Radit Septa; Syarifuddin, Syarifuddin; Oktapiani, Rani
Educational Journal Vol. 1 No. 3 (2026): FEBRUARI-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xcxzaq33

Abstract

History learning has an important role in developing students’ critical thinking skills through understanding past events. However, in practice, history learning often still relies on lecture methods and memorization, which limits students’ opportunities to analyze and interpret historical events critically. This study aims to examine the implementation of a history learning strategy based on primary sources as an effort to foster students’ critical attitudes. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects consist of history teachers and senior high school students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the use of primary sources such as historical documents, archives, photographs, and manuscripts can increase students’ engagement in the learning process. Students become more active in observing, analyzing, interpreting, and drawing conclusions from historical information obtained from these sources. In addition, primary source-based learning strategies encourage students to ask questions, express opinions, and compare different perspectives on historical events. Thus, the implementation of primary source-based history learning strategies can be an effective alternative in developing students’ critical attitudes in history learning
Co-Authors Akbar, Muhammad Al-Aziz Aksan, Hamdi Alauwiyah, Fatimah Alhafiz Rasya Ramadhan Amilia, Ema Deva Ananda, Shelia Anggita Novi Arianti anggraini, afifah Anggraini, Fanisa Putri Ansyah, M. Andre Apit Fathurohman Aqilah Fakhriyati Auliya Arina Asmal Hidayah Arip Rizky Ariyando, Dapid Ariyanti, Anggita Novi Ataza, Pradita Aulan Aulan, Aulan Auliya, Aqilah Fakhriyati Aziz, Syaffrizal Azizah Harahap, Mahlaini Bilal Bilal, Bilal Bilge, Dhaifah Khairunnisa Cendy Lestari Chairunisa Mardiah Ramadhani Chardinal. DV Cyndy Felisya Dapid Aryando Dhaifah Khairunnisa Bilge Didi Jaya Santri, Didi Jaya Dimas Julian Pratama Eggi Martiansyah Elza Noveliani Ema Deva Amilia Fadhilah Fadhilah Faldam, Razin Fanisa Putri Anggraini Febriyanti, Intan Fillah, Shabrina fitri, sunita Gerasela, Gerasela Hardiyawansyah Hasrul Haris, Mgs Hidayatullah, Muhammad Bagas Hudaidah Hudaidah Indah Ratu Sehati Indah Wulandari Iqbal, Khoirul Istiqomah Istiqomah Izzah, Izzah Jayan, Aulya Akmal Junadhan Syapa Widyaksa Juniyansah, M Kamila, Wafa Kurniawan, M. Rizky Lestari, Dea M Juniansyah M. Al Aziz Akbar M. Hasbi M. Riski Hidayatullah Maharani, Aulia Mahlaini Masayu Laila Nadalina Melantika, Maulidya Dwi Meylva, Euis MUKHLISIN NATA HUDIN Nabila Septiana Nadya Anisa Iffa Nurrohma, Devinna Nyimas Atika Olivia Br Tarigan, Yuri Pahmi Kurniawan Pangestu, Ragil Pratama, M. Bimo Putra Pratama, M. Daffa Pratiwi, Rahmah Dini Putri Sidahtilla Umma Putri Sidatillah Umma Putri, Devin Jane Putri, Herni Mandala Radit Septa Wijaya Rahma Dini Pratiwi Rahmawati, Nadia Rakha Agusti Amanullah Ramadhani, Indah Rimadia Rimadia, Rimadia Rina Apriana Risa Marta Yati Ronadia Ronadia Rosa Yunita Sihombing Sabariani, Ranti Sabitah Salwa Safira Oktaviani SAFITRI, SANI Sagita, Yessy Ade Salwa Al Farras, Sabitah Septiana, Nabila Sifana Alqorana Siti Nurbaya Suhendro Suhendro Susanti, LR. Retno Susidah Ernawati Sustia Ningsih Syarfira, Syarfira Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin , Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syukur Tia Lestari, Tia Tin Rustini, Tin Vivi Widia Wati Wati, Vivi Widia Wenni Septia Pratiwi Wijaya, Radit Septa Wijaya, Tomy Wulan Safitri, Wulan Wulandari, Mely Yuliatin yuliatin Yusni, Irfan Swanto Yusuf, Syafruddin Zahirah, Allyah Zahrani, Sahrin Zakira, M. Zalva