Claim Missing Document
Check
Articles

KOMPETENSI LOKAL DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI DAERAH INDUSTRI Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.786 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13076

Abstract

Kemiskinan di daerah industri menarik untuk dikaji karena daerah industri selayaknya menjadi potensi yang akan mendatangkan keuntungan bagi wilayah yang bersangkutan. Namun, pada kenyataannya, banyak daerah industri dengan kondisi masyarakatnya tergolong miskin.Kecamatan Majalaya merupakan salah satu daerah industri di Jawa Barat yang masyarakatnya sejak abad ke-18 memiliki keterikatan yang sangat erat dengan kegiatan industri sehingga masyarakatnya mempunyai kompetensi lokal yang khas.Kompetensi lokal yang dimiliki masyarakat Majalaya mestinya menjadi modal yang kuat bagi upaya membangun kehidupan yang sejahtera. Namun faktanya, angka kemiskinan di Kecamatan Majalaya masih tinggi. Hal ini terjadi karena ada banyak faktor yang menyebabkan kurang optimalnya kontribusi kompetensi lokal dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kecamatan Majalaya.Dalam keberadaannya, kompetensi lokal yang tumbuh dan berkembang di dalammasyarakat tidak bisa dipisahkan dari aspek kondisi geografis, historis, dan sosio-politis.Kompetensi lokal di dalam masyarakat mempunyai keragaman dan mengalami dinamika dari waktu ke waktu; setiap kompetensi lokal mempunyai kompleksitasnya sendiri dan senantiasa terkait dengan potensi wilayah setempat. Jumlah dan kondisi kemiskinan di daerah industri tidak bisa dilepaskan dari laju industrialisasi yang tidak berbasis pada pemberdayaan warga setempat dan kurangnya perhatian pihak-pihak terkait terhadap kompetensi lokal di dalam masyarakat.
JARINGAN SOSIAL KEBERTAHANAN KEGIATAN USAHA INDUSTRI KECIL DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Meilanny Budiarti Santoso
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 3 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.243 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i3.11210

Abstract

THE SOCIAL NETWORK OF SMALL INDUSTRY ACTIVITY SUSTAINABILITY AT SUKAMAJU VILLAGE MAJALAYA, MANUCIPALITY OF BANDUNG Meilanny Budiarti SDepartment of Social WelfareFaculty of Social and Political Science, Padjadjaran UniversityEmail: meilannybudiarti13@gmail.com ABSTRACTThis study explained the social network owned by the small industries. The small industry proven able to survive and continue to grow in the middle of crisis because the sectors still take the local resources, both human resources, capital, raw materials, and equipment for the business. It means that they are not dependent on the import goods.The social network owned by the entrepreneur of small industry could be both supporting and barrier factor for the survival of their business activity. The supporting factor of small business activities are: 1) A proper relationship; 2) A close relationship, personal and informal; 3) Communication and through communication media; 4) Being honest and open to both input and criticism; 5) The informal and flexible cooperation; 6) A proper deliberation; 7) Network extension. On the other hand, the barrier factors of the survival of small business is there are no association of the entrepreneurs and, the barriers of marketing. Keywords : social networking, small industries, the survival business activities  JARINGAN SOSIAL KEBERTAHANAN KEGIATAN USAHA INDUSTRI KECIL DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG  ABSTRAK Kajian ini memaparkan jaringan sosial yang dimiliki oleh pengusaha industri kecil. Industri kecil terbukti mampu bertahan dan terus berkembang di tengah krisis hal tersebut terjadi karena pada umumnya sektor ini masih memanfaatkan sumber daya lokal, baik itu sumber daya manusia, modal, bahan baku, hingga peralatan, artinya sebagian besar kebutuhan industry kecil dan menengah tidak mengandalkan barang impor.Ditemukan jaringan sosial yang dimiliki oleh pengusaha industri kecil dan menjadi faktor pendorong dan penghambat kebertahanan kegiatan usaha mereka. Faktor pendukung kegiatan usaha pengusaha industri kecil, meliputi: 1). Hubungan yang baik; 2). Terbangunnya hubungan yang erat, personal dan informal; 3). Komunikasi dan mengoptimalkan penggunaan media komunikasi; 4). Adanya sikap jujur dan terbuka terhadap masukan dan kritik; 5). Kerjasama dilakukan secara informal dan fleksibel; 6). Pengutamaan musyawarah; 7). Perluasan jaringan. Adapun faktor penghambat kebertahanan kegiatan usaha industri kecil adalah belum adanya asosiasi pengusaha dan hambatan dalam pemasaran. Kata kunci : jaringan sosial, industri kecil, keberlanjutan usaha
PENGUKURAN DAMPAK INVESTASI SOSIAL PELAKSANAAN CSR MENGGUNAKAN METODE SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) Meilanny Budiarti Santoso; Rivani .; Slamet Usman Ismanto; Idim Mumajad; Hendri Mulyono
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.539 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i2.18777

Abstract

ABSTRACTCorporate social responsibility is the company's obligation, especially in the extractive sector, which ideally is a form of corporate social investment, so that it can be measured and profitable. This article wants to uncover how companies can find out the impact of social investment, which is by using the Social Return on Investment method. Based on a study assessment the impact of social investment from the Baramulyo Posdaya Development Program, the SROI Ratio was 3.70, meaning that each investment was Rp. 1, - get an impact or benefit worth Rp. 3.70, -. The biggest benefit of Posdaya Baramulyo is on increasing access to PAUD schools, which is 66.5% of the total value of the outcome, then increasing income by 14.09% of the total value of the outcome, increasing the growth of PAUD growth by 12.66% of the total value of the outcome, and the elderly felt fitter and healthier at 5.73% of the total value of the outcome. When viewed from a socio-economic perspective, the Posdaya Baramulyo program can be said to be feasible and successful. ABSTRAKCorporate social responsibility merupakan kewajiban perusahaan khususnya bidang ekstraktif yang secara ideal adalah wujud investasi sosial perusahaan, sehingga dapat terukur dan menguntungkan. Artikel ini ingin mengungkap bagaimana perusahaan dapat mengetahui dampak investasi sosial yang dilakukannya, yaitu dengan menggunakan metode Social Return on Investment. Berdasarkan studi penilaian dampak investasi sosial dari Program Pengembangan Posdaya Baramulyo diperoleh SROI Ratio sebesar 3,70 artinya bahwa setiap investasi Rp. 1,- memperoleh dampak atau manfaat senilai Rp. 3,70,-. Manfaat terbesar dari Posdaya Baramulyo adalah pada peningkatan akses sekolah PAUD yaitu sebesar 66,5% dari total nilai outcome, kemudian peningkatan pendapatan sebesar 14,09% dari total nilai outcome, peningkatan tumbuh kembang PAUD sebesar 12,66% dari total nilai outcome, dan para lansia merasa lebih bugar dan sehat sebesar 5,73% dari total nilai outcome. Bila ditinjau dari sisi sosial ekonomi, maka program Posdaya Baramulyo dapat dikatakan layak dan berhasil.
MENGARUSUTAMAKAN HALAL LIFESTYLE: ANTARA PELUANG DAN TANTANGAN KAPASITAS PERLINDUNGAN SOSIAL DALAM TREND GLOBAL Hadiyanto Abdul Rachim; Meilanny Budiarti Santoso
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 2 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v6i2.33085

Abstract

The development of the halal industry is moving rapidly and is supported by various groups to the global level. The purpose of writing this article is as an effort to mainstream the issue of halal which is no longer seen as having a religious meaning but has become a global lifestyle with the awareness that halal products have provided comfort and tranquillity as a form of protection for consumers. Writing articles using qualitative methods and data collection techniques using literature studies with the help of the Publish and Perish application on Google Scholar data sources without being limited by the year of publication. Data analysis using the VOSviewer application to identify trends in halal lifestyle topics from various references obtained and then described descriptively. The study shows that the halal lifestyle is constructed by market demands that require halal assurance of a product that is safe and brings peace of mind to consumers, so that it becomes an opportunity as well as a challenge, especially for the people of Indonesia. because the halal lifestyle is increasingly mainstreaming in global life. The concept of halal lifestyle requires strengthening regulatory instruments that can provide legal certainty. In the long term, it can be an indication of the creation of social welfare in the community. Perkembangan industri halal bergerak pesat dan didukung berbagai kalangan hingga tataran global. Tujuan penulisan artikel ini sebagai upaya mengarusutamakan issue halal yang tidak lagi dipandang bermakna agamis, melainkan telah menjadi gaya hidup global atas kesadaran bahwa produk-produk halal telah memberikan kenyamanan dan ketenangan sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen. Penulisan artikel menggunkaan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dengan bantuan aplikasi Publish and Perish terhadap data sources google scholar tanpa dibatasi tahun terbit publikasi. Analisa data menggunakan aplikasi VOSviewer untuk mengenali trend topik halal lifestyle pada berbagai referensi yang diperoleh dan kemudian diuraikan secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa halal lifestyle dikonstruksi oleh tuntutan pasar yang menghendaki adanya jaminan kehalalan suatu produk yang aman dan membawa ketenangan bagi konsumen, sehingga hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan khususnya bagi bangsa Indonesia seiring semakin mengarus utamanya halal lifestyle dalam kehidupan global. Halal lifestyle juga membutuhkan penguatan berbagai perangkat peraturan kebijakan yang dapat menjamin proses rantai produksi yang dipastikan halal, sehingga dalam rentang waktu panjang dapat menjadi indikasi adanya dan bahkan terpenuhinya capaian kondisi kesejahteraan sosial pada masyarakat.
ENTREPRENEURSHIP DAN PERLINDUNGAN ANAK Nurliana Cipta Apsari; Meilanny Budiarti Santoso; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo; Budhi Wibhawa
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.181 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i3.16489

Abstract

ABSTRACT     The rights of children from poor family and geographically unfortunate is violated due to limited access. Assisting families to overcome the access limitation by entrepreneurship is an effort for child protection. The study was conducted at Genteng Village to families with children between 0-18 years old using qualitative methode with in-depth interview technique. The result shows that geographically, the village is located in remote area with limited and unsmooth rocky road. The number of children in the village is high, however the education facilities are not sufficient. The majority of the parents work as farmers which the daily expenses are often greater than the income. These conditions made the children in the village vulnerable of receiving social injustice thus entrepreneurship can be endorsed in addressing poverty in the area. The entrepreneurship potential in the village such as cooperation and various farmers group are supported to enhance the earner of the members to decrease the poor family thus the children can escape from the poverty. Keywords: Entrepreneurship, child protection, social justice   ABSTRAK     Anak dari keluarga miskin dan secara geografis terisolasi mendapatkan ketidakadilan sosial karena keterbatasan akses. Mendekatkan akses atau membantu mengurangi kesenjangan yang dialami keluarga dengan kegiatan kewirausahaan adalah usaha perlindungan anak. Penelitian dilakukan di Desa Genteng kepada orang tua dengan anak usia 0-18 tahun dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Hasil penelitian menemukan lokasi geografis jauh dari pusat keramaian dengan jalan berkelok dan berbatu. Jumlah anak cukup tinggi, namun fasilitas pendidikan minim. Orang tua mayoritas bertani dengan pengeluaran cenderung lebih banyak daripada pendapatan. Keadaan ini membuat anak di Desa Genteng rawan mendapatkan ketidakadilan sosial, sehingga kewirausahaan menjadi cara mengatasi kemiskinan. Potensi kewirausahaan seperti koperasi, dan kelompok tani teridentifikasi dapat meningkatkan pendapatan di Desa Genteng, sehingga anak-anak dapat terlepas dari rantai kemiskinan. Kata kunci: Kewirausahaan, perlindungan anak, keadilan sosial
SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) PROGRAM “SENTRA INDUSTRI BUKIT ASAM” (SIBA) DUSUN BATIK KUJUR TANJUNG ENIM Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi; Hendri Mulyono
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 1 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i1.26069

Abstract

The Corporate Social Responsibility (CSR) activities carried out by companies should ideally be a social investment for them. The activities should not necessarily be aimed to meet their responsibilities since it would only bring a short-term good reputation and even potentially be a threat for them in the future. Indeed, as a social investment, the Corporate Social Responsibility (CSR) activities that are run for a long time will provide them with a business ‘change’ or ‘return’ in the form of profit for the company. The method used to measure the social impact of the CSR activities was Social Return on Investment (SROI) which not only could calculate the value of profits in the form of money, but included a broader concept covering social, economic and environmental values. The results of this study reveal that Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur Program that was initiated based on culture (history) has produced economic and business values for service users in the society. This resulted in a social investment impact value in the form of SROI Ratio of 5.39, which means that for every investment made by PTBA with Rp. 1,- they will get impact or benefit worth Rp. 5.39,-. Therefore, it can be seen from the social and economic values that the Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur Program is feasible and successful. Kegiatan corporate social responsibility (CSR) yang dilakukan perusahaan idealnya dilaksanakan sebagai sebuah investasi sosial, bukan sekedar kegiatan yang bersifat sementara untuk menunjukkan tanggung jawab saja, karena hal demikian hanya akan mendatangkan citra baik sesaat dan akan menjadi ancaman bagi perusahaan di kemudian hari. Sebagai sebuah investasi sosial, pelaksanaan kegiatan CSR dalam jangka panjang akan mendatangkan “kembalian” (return) bisnis berupa profit bagi perusahaan. Metode yang digunakan untuk mengukur dampak sosial dari kegitan CSR adalah dengan menggunakan social return on investment (SROI) yang tidak hanya menghitung nilai keuntungan berupa uang saja, melainkan mencakup konsep yang lebih luas yaitu meliputi nilai sosial, ekonomi dan juga lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur yang diinisiasi dengan berbasis pada budaya (sejarah) telah menghasilkan nilai ekonomi dan bisnis bagi masyarakat penerima program, yaitu menghasilkan nilai dampak investasi sosial berupa SROI Rasio sebesar 5,39 artinya bahwa setiap investasi yang dilakukan oleh PTBA sebesar Rp. 1,- memperoleh dampak atau manfaat senilai Rp. 5,39,-. Bila ditinjau dari sisi sosial dan ekonomi, maka program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur dapat dikatakan layak dan berhasil.
Pelaksanaan Assertiveness Training Pada Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di LPKA Bandung Mutiara Ayu Lestari; Meilanny Budiarti Santoso
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v2i2.23655

Abstract

Jumlah Kasus Anak berhadapan dengan Hukum (ABH) setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Pada Tahun 2018, tercatat ada sebanyak 1434 kasus pengaduan Anak Berhadapan dengan Hukum yang diterima oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Terdapat berbagai faktor yang berkontribusi sebagai penyebab terjadinya kasus Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH). Faktor yang paling mendominasi peningkatan anak berhadapan dengan hukum adalah pengaruh dari teman dan pergaulan. Teknik Assertiveness Training diterapkan sebagai upaya pencegahan peningkatan kasus Anak Berhadapan dengan Hukum melalui pemberian pemahaman kepada para anak didik (ANDIK) di LPKA Bandung mengenai penerapan perilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar para ANDIK dapat memahami dampak dari 3 sikap dalam assertiveness training yaitu aggressive, non assertive dan assertive. Hal ini dilakukan karena sangat penting bagi seorang individu untuk menerapkan perilaku asertif dalam aktivitas sehari-hari terutama ketika seorang individu berada di dalam lingkungan masyarakat. Assertiveness Training dilakukan sebagai salah satu rangkaian praktikum Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran dan juga bentuk pengabdian mahasiswa kepada para generasi penerus bangsa. Teknik Assertiveness Training dilakukan melalui metode Social Group Work bersama para ANDIK LPKA Bandung. The cases of children dealing with the law (ABH) continues to increase every year. In 2018, there were 1434 cases of Children dealing with the Law that were received by the Indonesian Child Protection Commission (KPAI). Various factors contributed as a cause of Children dealing with the Law (ABH), the most dominant factor that increased the case of children dealing with the law is the influence of friends and relationships. Assertiveness Training Technique is applied as an effort to prevent the increase of cases of Children dealing with the Law through providing understanding in LPKA Bandung regarding the application of assertive behavior in their daily lives. The purpose of this activity is that the Children can understand the impacts of 3 attitudes in assertiveness training, namely aggressive, non-assertive and assertive. This is done because an individual needs to implement assertive behavior in daily activities, especially when an individual is in a community. The Assertiveness Training is conducted as a series of social welfare programs by Padjadjaran University Social Welfare Students and also a form of devotion to the next generation of the nation. The Assertiveness Training technique is carried out through the Social Group Work method alongside the ANDIK LPKA Bandung.
ADOPSI DALAM PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL Yolanda Triana Siregar; Meilanny Budiarti Santoso
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v1i3.22676

Abstract

ABSTRAK Adopsi merupakan salah satu upaya yang dilakukan pasangan suami istri untuk dapat memiliki kehadiran sosok anak di keluarga mereka. Di Indonesia, proses pengajuan dan prosedur adopsi telah jelas diatur dalam beberapa undang-undang dan ketetapan pemerintah yang berlaku. Namun dalam pelaksanaannya, masih ada berbagai permasalahan adopsi yang terjadi di Indonesia, antara lain kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan adanya prosedur pelaksanaan adopsi yang sah secara hukum, tidak adanya data valid mengenai jumlah adopsi di Indonesia, dan masih terjadinya sengketa antara orang tua angkat dan orang tua kandung akibat prosedur adopsi yang dilakukan secara private adoption. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil dari kajian yang dilakukan adalah diperlukannya upaya peningkatan informasi mengenai adopsi kepada masyarakat melalui kemudahan aksesibilitas layanan adopsi di tiap otoritas lokal. Hal ini dapat dicapai melalui integrasi yang baik antara pemerintah, lembaga sosial anak, pengadilan, dan pekerja sosial. Selain itu, pelayanan adopsi yang diberikan harus dipastikan sampai pada tahap pengawasan, pendampingan, dan penguatan terhadap pengasuhan calon orang tua angkat untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dan kesejahteraan anak di masa mendatang. Kata Kunci: adopsi anak, pekerjaan sosial  ABSTRACT Adoption is one of the efforts made by married couples to be able to have the presence of a child in their family. In Indonesia, the adoption procedures are clearly regulated in several laws and government regulations. But in its implementation, there are still various problems of adoption that occur, including a lack of knowledge in community regarding the legal adoption procedures, the absence of valid data of number adoptions in Indonesia, and the ongoing dispute between foster parents and biological parents due to adoption procedures carried out in private adoption. The method used in writing this article is a literature study method. The results of the study are the need for efforts to increase information on adoption to the community through the ease of accessibility of adoption services in each local authority. This can be achieved through good integration between the government, children's social institutions, courts, and social workers. In addition, the adoption services provided must be ensured to reach the stage of supervision, assistance, and strengthening of the care of prospective adoptive parents to ensure the fulfillment of the needs and welfare of children in the future. Keywords: child adoption, social work
UPAYA MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF DAN KEBERSAMAAN PADA ABH LPKA BANDUNG MELALUI RECREATION SKILL GROUP Theresia Vania Radhitya Widiandari; Meilanny Budiarti Santoso
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v2i1.23536

Abstract

Kegiatan bermain di usia anak dan remaja tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Di usia tersebut bagi mereka bermain adalah kegiatan yang membuat mereka bahagia dan sangat menyenangkan. Namun bermain bukan hanya untuk kesenangan semata melainkan juga bermanfaat bagi tumbuh dan kembang anak. Di masa inilah melalui permainan anak dapat meningkatkan kognisi serta belajar untuk bersosialisasi membangun kerjasama dengan orang lain.Setiap anak seharusnya memiliki waktu yang cukup banyak untuk bermain namun berbeda dengan apa yang dialami oleh ABH LPKA Bandung. Dikarenakan mereka sedang berhadapan dengan hukum maka waktu bermain mereka tidak sebanyak anak dan remaja lainnya. Mereka juga hanya bersosialisasi dengan lingkungan LPKA. Hal ini memungkinkan membuat mereka merasa sedih dan membuat perkembangan kognitif mereka terhambat sehingga akan membuat fungsi kognitif yang tidak sesuai. Dengan begitu maka terbentuklah kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tim kami akan membantu memberikan permainan yang menyenangkan bagi mereka melalui Recreation Skill Group dimana kegiatan ini akan membantu ABH dalam meningkatkan fungsi kognitif dan menggantikan rasa bosan mereka menjadi keceriaan. Kegiatan ini dilakukan melalui 3 tahap, yaitu : (1) Pengajuan izin dan pemberitahuan informasi mengenai LPKA; (2) Mempersiapkan permainan dan alat yang digunakan; (3) Pelaksanaan kegiatan yang melakukan tiga permainan. Play activities at the age of children and adolescents can not be separated from everyday life. At this age playing is an activity that makes them happy. But playing is not just for fun but also beneficial for the growth and development of children. At this time, children's play can improve their cognition and learn to socialize in order to build cooperation with others.Every child should have enough time to play but it is different from what is experienced by ABH LPKA Bandung. Because they are dealing with the law their play time is not as much as other children and teenagers. They also only socialize within the LPKA environment. This instills in them great sadness and their cognitive functions are not well developed. This was why these community service activities were formed. Our team will help provide fun games for them through the Recreation Skill Group where this activity will help ABH improve cognitive function and replace their boredom into joy. This activity is carried out through 3 stages, namely: (1) Submission of permits and notification of information regarding LPKA; (2) Preparing the game and the tools that will be used; (3) Implementation of activities.
PENCITRAAN BANDUNG SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA: MODEL MENEMUKENALI IKON BANDUNG MASA KINI Dian Indira; Slamet Usman Ismanto; Meilanny Budiarti Santoso
Sosiohumaniora Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.779 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i1.5238

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi ketidakjelasan pencitraan ‟brand image kota Bandung karena masyarakatnya yang dinamis dan perkembangan wilayah yang cenderung tidak terkendali. Akibatnya pencitraan lama bergeser, sementara pembentukan pencitraan baru terhambat oleh banyak kepentingan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan kondisi dan potensi obyek wisata dan daya tarik yang dimiliki Bandung; kebijakan pemerintah terkait dengan upaya menjadikan Bandung sebagai tujuan wisata; dan proses pembentukan pencitraan „brand image‟ kota Bandung sebagai daerah tujuan wisata, terutama dalam pandangan para tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, dan seniman. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian antara lain menunjukkan bahwa pariwisata di Bandung masih belum mempunyai visi dan konsep pengembangan yang jelas serta belum didukung oleh pengaturan dan pengelolaan kota yang terencana dan konsisten, strategi yang jelas, dan implementasi nyata di lapangan yang berdampak pada pembentukan pencitraan Bandung sebagai daerah tujuan wisata.
Co-Authors -, Anisa - A. Rachim, Hadiyanto AA Sudharmawan, AA Abi Muhammad Nugraha Abie Besman Afifah Septiani Agus Wahyudi Riana Ahmad Buchari Aisyah Roziika Aldi Ahmad Rifa'i Aldi Ahmad Rifai ALI AR-RIDHO Alma Amarthatia Azzahra AMANDA, MAUDY PRITHA Aminnita, Febyana Sri Ana Nur Latifah Andy Yudha Hutama Anisa Anisa Anjani, Dina Anjumiz Sunani Annasjla Byandra Haer Annisa N. Fadhlillah Annisa Nabila Annisa Nabila, Annisa AR-RIDHO, ALI Ari Afriansyah Arie Surya Gutama Arik Anfasa Salsabil Aritonang, Johan Immanuel Arsy Adziem Wal Hamdir assidiq, rizky adrian Athaya Sekar Noviana Aulia, Adis Prita Awalia Nur Azizah Ayu Martina Ayu Martina, Ayu Azizah, Zahra Qisthi Azlinda Azman, Azlinda B, Megawati Bagus Dimas Wibisono Bilantara, Naila Hisanah Bimbi Gita Rama Putri Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Budhi Gunawan Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi budhi wubhawa Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Budi Muhammad Taftazani Camelia Kristika Pepe Camelia Kristika Pepe Camelia Kristika Pepe, Camelia Kristika Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Chika Nur Pebriani Chika Nur Pebriani, Chika Nur Cita Insaniah Muhammad DADAN SUMARA SUMARA Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Dede Rahmaida Nurlaeli Dessy Hasanah S Dessy Hasanah Siti A. Dessy Hasanah Siti A., Dessy Hasanah Siti Dessy Hasanah Siti Asiah Dessy Hasanah Siti Asiah Destin Putri Dewi Luqmania Dian Indira Dian Indira Dinda Azzahra Syauqina Diva Salma Hanifah Dudi Dudi dwinata, mahda diva Dyta Mardyani Dyta Mardyani Efri Mardawati ELA ZAIN ZAKIYAH Elis Fauziyah Elisabeth Risky Puspitasari Elprida Ryanny Syalis Enggal Wildan Prabowo Enggal Wildan Prabowo, Enggal Wildan Enggarati, Lanita Eva Nuriyah Hidayat Fachria Octaviani Fachruddin, Vanindya Fadhlillah, Annisa N. Faris Harsen Faris Harsen Farrelia Azzahra Febi Agus Dwi Riyanto Fernanda, Raida Devany Fikri Anarta Fikri Anarta franzeska venty Franzeska Venty, Franzeska Galuh Hanesty Gunawan Gatot Sudarsono Gevia Nur Isna Deraputri Ghea Cantika Noorsyarifa Gigin Ginanjar Kamil Basar Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hadiyanto Abdul Rachim Hadrasari, Ifani Haeruddin Mujuddin Hana Hanifah Hanifah Fatwa Nadilla Hanifiyatus Shamhah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Herdiana, Mochamad Fauzan Putra Herlina Marta Herni Wulandari Herni Wulandari Herni Wulandari Hery Wibowo, Hery HETTY KRISNANI Hetty krisnani Hetty Krisnani Hetty Krisnani Hetty Krisnani, Hetty Humaerah Nisai Husnawati Djabbar Idim Mumajad Idris, Haifa Dinda Shafiyyah Ifani Hadrasari Imas Siti Setasih Imas Siti Setiasih In-In Hanidah Intania Ihsani Ishartono ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Isna Deraputri, Gevia Nur Ivan Darmawan Jatnika, Dyana Chusnulitta Jihan Kamilla Azhar Julian Rizky Kamal , Mustfa Lathifa, Gumanty Ayu Leny Indriyanti Luthfiansyah Hadi Ismail M. Andhika Putra M. Yogi Alfarobi mahda diva dwinata Mailani, Silvia Dwi Astuti Mardina, Mutiara Marlina, Nina Marsha Nurul Lutfiah Martha Sintaully Agustine Martha Sintaully Agustine, Martha Sintaully MAUDY PRITHA AMANDA Maulana - Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maya Lutviana Aulia Megawati B Mia Uswatun Hasanah Mirajani, Inara moch zaenuddin Moch Zaenudiin Moch Zainuddin Moch Zainudiin Moch. Zainuddin MOCH. ZAINUDDIN Moch. Zainuddin, Moch. Moch. Zainudiin Moch. Zainudin Monica Kristiani Widhawati Muhamad Burhanudin Muhammad Fedryansyah Muhammad Husaini Ansori Muhammad Noor Muhammad Riyandi Firdaus Muhammad, Cita Insaniah Mustafa Kamal Mustajir Mustajir Mustajir SH Muthia Dwi Candtika Mutiara Ayu Lestari Mutiara Ayu Lestari Mutiara Mardina Nabila Nur Arsyila Nadira Putri Kowara Nandang Mulyana Nandang Mulyana Naomi Shinta Pasila Naomi Shinta Pasila Naufaldy Azzura Herdiana Naufaldy Azzura Herdiana Nazmi Nur Alifa Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati NUNUNG NURWATI Nurazizah, Siti Nurhadi, Aan Nurlaeli, Dede Rahmaida Nurliana C. Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Nurwati , R. Nunung Nurwati, R. Nunung Pandhit Pringgo Harjo PHILIA ANINDITA GINTING Pipit Ratnawati Purwanto, Shaneshia Prameswari Parsa Putri Saeza Ramadhini Putri Wardatul Asriyah Putri Wardatul Asriyah, Putri Wardatul Putri, Bimby Gita Rama Putri, Destin Putri, Nadila Auludya Rahma R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati Rachmat Putro Ferdiawan Putro Ferdiawan Ragil Abimayu Raihan Akbar Khalil Ridwan Mawala Kurnia Rifai, Aldi Ahmad Rifky Taufiq Fardian Rini Rizkiawati Rini Rizkiawati, Rini RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rivani, Rivani - Rizki Muhammad Fauzi Rizki Muhammad Fauzi rizky adrian assidiq Rizky, Julian Rodhi Dwi Priono Romayana Sari Lumbantoruan Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Runia Hanifa Runia Hanifa, Runia S, Dessy Hasanah Sabila Dina Hanifah Sabrina Hani SAHADI HUMAEDI SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Salsa - Haura salsabila wahyu hadianti SALSABILA WAHYU HADIANTI Salsabila Wahyu Hadianti, Salsabila Wahyu Santoso T. Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Sarah Dhea Pratiwi Sarah Dhea Pratiwi Saraswati Widuri Sazia Husna Setasih, Imas Siti Shabihah, Ulya Salwa Shafa Yuandina Sekarayu Shafira Putri Septiyanti Shella Adelina Shella Adelina, Shella Silva Amanda Durratul Hikmah Silvi Alpera Setiawan Silvia Dwi Astuti Mailani Siti Arieta Slamet Usman Ismanto Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Suci Rahmadhani Sujalmi, Yuri Budi SUMARA, DADAN SUMARA Syalis, Elprida Ryanny Syauqina, Dinda Azzahra Tabita Titah Dewanti Taufik Arbain Teguh Setiandika Igiasi Theresia Vania Radhitya W Theresia Vania Radhitya Widiandari Tiara Salsabilla Vini Oktaviani Viqa Nanda Prajatami Viqa Nanda Prajatami, Viqa Nanda Wandi Adiansah, Wandi Widhawati, Monica Kristiani Widuri, Saraswati Wilga Secsio Ratsja Putri Wilga Secsio Ratsja Putri, Wilga Secsio Ratsja wubhawa, budhi Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yogi Suprayogi Sugandi Yolanda Triana Siregar Yosi Damayanti Yosi Damayanti, Yosi Yustika Tri Dewi Yustika Tri Dewi Yustika Tri Dewi, Yustika Tri zaenuddin, moch Zainudiin, Moch Zainudin, Moch. ZAKIYAH, ELA ZAIN