Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENINGKATAN NILAI JUAL “PINDANG CUE” MELALUI TEKNIK PENGEMASAN In In Hanidah; Imas Siti Setasih; Meilanny Budi Santoso; Efri Mardawati
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.334 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14563

Abstract

Ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki nutrisi penting untuk memenuhi kebutuhan fungsi tubuh. Penganekaragaman produk olahan berbasis ikan harus terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. “pindang cue” Desa Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin merupakan salah satu produk olahan ikan yang sampai saat ini belum teroptimalkan pengembangannya karena proses pengolahan dan pengemasan produk yang masih tradisional. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan penguatan ekonomi masyarakat mengenai kemasan “pindang cue” agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi dengan umur simpan lebih lama. Metode yang dilakukan adalah metodologi pelatihan andragogi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% pelaku usaha pindanng cue Jayalaksana memberikan sikap positif untuk mau berubah agar dapat menghasilkan produk pindang cue yang bermutu sehingga melalui program peningkatan pengetahuan teknologi pengolahan berbasis ikan dan pengetahuan GMP mulai dari bahan baku sampai pengemasan produk dapat menjadi salah satu usaha pemberdayaan masyarakat menjadikan “pindang cue” sabagai produk unggulan Desa Jayalaksana yang berkualitas, menarik, aman, dan memiliki umur simpan lebih lama.
Mengatasi Distorsi Kognisi pada Remaja Camelia Kristika Pepe; Meilanny Budiarti Santoso
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v5i1.9777

Abstract

Teenager is one of the phase that will be experienced in by all of an adult human being. The failure in meet the needs and the development of duty during adolescence can become difficulties to have a self actualization. The difficulties’ symptoms can be started from the appearance of thought and selftalk negative on theirselves. It is known with the term cognitive distortion. The distortion is cognitive deviation the thought that is experienced by individuals. Deviation this thinking consist of personalization, over generalization, mental filter, mind reading, development with equity should the statement and also minimization. Social workers as a profession assistance having stage practices to do and starting from initial phase namely assessment into termination. In the case of clients by distortion cognitive, social workers may provide various technique therapy to change the mind automatic (selftalk) for client from negative to be  positive selftalk. One technique therapy which could be provided by a social worker in clients by distortion cognitive is therapeutic cognitive three colom. This therapy is intended to transform the mind clients which was originally irrational being rational, reduce their negative thoughts and change dysfunctional thought process . When social workers use this therapy in help clients  the clients should make self report which serves to see the replacement of irrational thought after they have been given the therapy.Keywords: Distorsi Kognitif, Selftalk, Kognitif Tiga Kolom.
Penggunaan Token Economies pada Anak untuk Meningkatkan Kedisiplinan dalam Menaati Peraturan Mutiara Mardina; Meilanny Budiarti Santoso
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v6i1.9783

Abstract

The use of economies token for 12 years children aims at improving the discipline in complying with the rules at an orphanage institution. In the handled cases, the client has a problem against disciplinary, particularly related to the rules of the institutions, with the result that the client was often scolded. This article argues on the important of this token to uphold discipline guidance and mentoring. In this practice, the theory used is a behavioral therapy with the technique of economy token. The use of therapy behavioral methods intended to improve or maintain adaptive behavior, reduce or eliminate the maladaptive behavior, and reduce or eliminate the excessive behavior. By using economy token method, it is expected to help the client to have guidelines for improving discipline in complying with the rules. Based on 4 months of field assistance approach, the results of the assistance for 12 years old children who needs assistance in disciplinary training with economy token, communication and good thinking have become an important factor in relation to the development of a person, so that clients can reduce negative thoughts and changing dysfunctional thinking process.Keywords: discipline, behavioral therapy, economy token, 12 years old children.
RUANG KERJA INKLUSIF BAGI TENAGA KERJA DENGAN DISABILITAS FISIK Monica Kristiani Widhawati; Meilanny Budiarti Santoso; Nurliana Cipta Apsari
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v8i2.8258

Abstract

Abstract. To achieve a better condition in living, everyone has the rights to equal opportunity, one of which through providing rights to employment at formal work sector either government owened or private owned companies for people with physical disabilities. However, to fulfill the rights required long adaptation process, and involving various connecting factors on the process of social acceptance of the workforce with physical disabilities on the formal work sector. Using literature study, this article is describing the factors influencing the acceptance of the workforce with physical disabilities as well as the opportunities to gain employment at formal sector occupation. The study found that Indonesian government have attempt to fulfill the rights of people with physical disability through the issuance of several regulations ensuring the population of people with physical disabilities in equal opportunity to employment as well as protecting them from discrimination in the formal employment surrounding. In the process, there are various factors influencing the acceptance of workforce with physical disabilities which are internal and external factors. There is an acceptance quota of people with physical disabilities to be accepted that is serves as supporting factors, meanwhile, there is also preventing factors influencing the optimalization of workforce with physical disabilities in their workplace. This writing recommends the people with physical disabilities being facilitated in enhancing their skills and knowledge in order to be qualified with the requirements of the workplace.   Abstrak. Dalam pencapaian kehidupan yang lebih baik setiap orang berhak akan kesempatan yang sama, salah satunya melalui pemberian hak untuk mendapatkan kesempatan kerja yang sama pada sektor kerja formal milik pemerintah maupun perusahaan swasta termasuk bagi orang dengan disabilitas fisik. Namun, ternyata untuk dapat mewujudkan hal tersebut harus melalui proses adaptasi yang cukup panjang, serta melibatkan berbagai faktor yang berkaitan pada penerimaan sosial tenaga kerja dengan disabilitas fisik pada sektor kerja formal. Menggunakan metode kajian pustaka, tulisan ini berusaha menggambarkan situasi penyebab dan peluang orang dengan disabilitas fisik dalam mendapatkan pekerjaan di sektor formal. Hasil penelitian menemukan bahwa pemerintah Indonesia telah berupaya untuk dapat memenuhi hak orang dengan disabilitas fisik dengan menerbitkan beberapa peraturan yang dapat menjamin populasi orang dengan disabilitas fisik dalam mendapatkan kesempatan kerja dan melindungi mereka dari diskriminasi di dunia kerja formal. Pada prosesnya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan tenaga kerja dengan disabilitas fisik yaitu terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Terdapat aturan kuota penerimaan orang dengan disabilitas fisik untuk bekerja yang menjadi faktor pendukung diterimanya orang dengan disabilitas fisik di tempat kerja formal, akan tetapi ada pula faktor penghambat orang dengan disabilitas fisik bekerja secara optimal di tempat kerja nya. Tulisan ini menyarankan agar orang dengan disabilitas fisik difasilitasi untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agar mereka dapat memenuhi persyaratan untuk penerimaan lowongan pekerjaan. 
The Involvement of Parents in the Children’s Care Process; a Comparison of Various Countries Meilanny Budiarti Santoso
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i1.10008

Abstract

Abstract. To be a parent means to put the commitment of time and unselfish self during serving as a parent as well as spouse, part of big family, friends, and colleagues. Someone is becoming a parent because adults have been prepared to respond positively to the existing of a baby as well as strong community drive as the influence to have children. This article is aiming at describing the parental involvement in child care influenced by culture and geographical location of their living. This article is formulated using literature study on child care practices around the world. Parent is defined as individuals who provide care, protection, and guidance since the baby until growing up. During conducting their role in providing care, guidance and needs fulfillment, the parent is very much influenced by culture and geographical location. Therefore the role and parental involvement in child care practice are unique in every region/country.Abstrak. Menjadi orang tua berarti menempatkan komitmen waktu dan tak mementingkan diri sendiri selama berperan sebagai orang tua dan suami/istri, bagian dari keluarga besar, teman dan kolega. Seseorang yang sedang menjadi orang tua dikarenakan masa dewasa yakni sudah disediakan untuk merespon secara positif kehadiran bayi. Juga dukungan dan pengaruh kuat dari masyarakat agar memiliki anak. Artikel ini bertujuan menggambarkan keterlibatan orang tua dalam mengasuh anak yang dipengaruhi oleh kebudayaan dan lokasi geografis tempat tinggal. Artikel ini disusun menggunakan studi pustaka tentang praktik pengasuhan anak di dunia. Orang tua diartikan sebagai individu yang memberikan kepedulian, perlindungan dan arahan sejak bayi hingga tumbuh dewasa. Selama berperan memberi perawatan, arahan dan memenuhi kebutuhan anak, orang tua sangat dipengaruhi oleh budaya dan lokasi geografis. Maka dari itu, peran dan keterlibatan orang tua dalam praktik mengasuh anak bersifat unik di setiap daerah/negara.
Kelekatan Antara Ibu dan Anak Usia Sekolah (Studi pada Ibu Sebagai Orang Tua Siswa Kelas 1 SDN Hanjuang Samijaya) Meilanny Budiarti Santoso; Megawati B
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v6i1.9782

Abstract

Mother possesses a central role in the process of educating children. Mother spends more time with children at home than in the school. Thus, the attachment between the child and the mother becomes a benchmark as having required the ability to perform interaction within constructed social relations of school-aged children. This study was conducted using an explorative study that focused on the ‘eyecatching’ of information and issues that obtained in the process of this study. Interview, observation and documentation techniques are applied. The results show that the attachment between mother and child is built on the basis of the various skills that must be owned by school-aged children. This also means the role and function of the mother in educating school-aged children, expecially teaching process, that is caring, willingness to share, respect, politeness and responsibility. Providing good role models is the best way to instill values   in children, thus becoming the foundation for good attachment building between mother and child. Keywords: attachment, mother, children, school-age children.
STRENGTH PERSPECTIVE: MEMETAKAN POTENSI PELAKU USAHA KECIL DAN MIKRO DI DESA MARGALUYU Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi; Nurliana Cipta Apsari; Meilanny Budiarti Santoso
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i3.25669

Abstract

Strength perspective mengarahkan pada pandangan bahawa bahwa setiap orang, kelompok atau masyarakat sesungguhnya memiliki sumber kekuatan, baik yang bersumber pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar mereka. Pandangan ini dapat memandu setiap diri manusia, kelompok, organisasi, masyarakat; atau entitas sosial, ekonomi, dan budaya lainnya yang dengan sisi positifnya semestinya menjadi modal utama untuk mandiri, maju dan berkembang. Demikian pula dalam memetakan usaha mikro di perdesaan, dimana perpektif kekuatan berkaitan erat dengan pemberdayaan atau keberdayaan (empowered) usaha tersebut. Selain sumber-sumber potensial lainnya, seperti aset-aset fisik, ekonomi, dan budaya; perspektif ini menekankan perlunya pemanfaatan aset-aset sosial (social capital) potensial di masyarakat. Pandangan kekuatan (strength perspective) merupakan salah alternative upaya memetakan potensi usaha mikro-kecil di desa, agar hasilnya lebih positif dan fair. Banyak usaha kecil dan mikro yang tetap bertahan hingga kini, membuktikan bahwa mereka memiliki kekuatan. Lalu apa yang menjadi sumber kekuatan mereka, hingga dapat survive di tengah perubahan sosial dan teknologi informasi yang begitu cepat. Namun demikian, perubahan sosial dan kemajuan teknologi saat ini pun semestinya dapat berdampak positif bagi perkembangan usaha mereka. Artikel ini berupaya untuk menggambarkan dan menjelaskan bagaimana pandangan berbasis kekuatan (strength perspective) dalam memetakan potensi usaha mikro-kecil di desa, sebagai salah satu alternatif. Kajian dalam artikel ini dilandasi oleh pemikiran bahwa sesungguhnya setiap pelaku usaha mikro-kecil di desa memiliki kekuatan berikut dengan ragam sumber dan potensinya. Beragam sumber dan potensi tersebut bisa disadari atau pun tidak oleh pelaku usaha mikro-kecil (UMK) tersebut. Strength perspective leads to the view that every person, group or community actually has a source of strength, both originating from themselves and the environment around them. This view can guide every human being, group, organization, society; or other social, economic, and cultural entities that on the positive side should be the main capital to be independent, advanced and developing. Likewise in mapping microbusinesses in rural areas, where the strength perspective is closely related to empowering or empowering the business. In addition to other potential sources, such as physical, economic and cultural assets; This perspective emphasizes the need to utilize potential social assets in the community. The strength perspective is an alternative effort to map the potential of micro-small businesses in the village, so that the results are more positive and fair. Many small and micro businesses that have survived until now, prove that they have strength. Then what is the source of their strength, so they can survive in the midst of social change and information technology so fast. However, current social changes and technological advances should have a positive impact on the development of their businesses. This article seeks to describe and explain how a strength based perspective in mapping the potential of micro-small businesses in the village, as an alternative. The study in this article is based on the idea that every micro-small business actor in the village has the following strengths with various sources and potentials. The various sources and potentials can be realized or not by the micro-small business (UMK).
PEMANFAATAN GOOGLE FORM SEBAGAI SISTEM INFORMASI UNTUK FORM VOLUNTEER PADA ORGANISASI SOSIAL meilanny budiarti santoso; dessy hasanah siti asiah; agus wahyudi riana; mahda diva dwinata
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.839 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16021

Abstract

Rumah Cemara merupakan sebuah organisasi komunitas yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan konsumen narkoba di Indonesia. Rumah Cemara didirikan bertujuan untuk membentuk Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi di mana semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju, memperoleh layanan HIV dan NAPZA yang bermutu, serta dilindungi sesuai konstitusi. Ada pun konsep information system yang terdapat pada salah satu POHFI. Divisi yang berperan sebagai information system di Rumah Cemara yaitu divisi media dan data. Rumah Cemara telah memiliki sejumlah media sosial dalam sistem informasinya. Penyebaran berita yang begitu luas dapat di akses oleh siapapun membuat banyaknya mahasiswa dalam Negeri maupun luar Negeri yang ingin melakukan penelitian, praktikum, magang maupun volunteer di Rumah Cemara, maka dengan itu praktikan menganalisis melalui SWOT kekuatan (strength), kekurangan (weakness), kesempatan (opportunity), dan tantangan (threath) pada divisi media dan data praktikan menghasilkan intervensi pembuatan google form volunteer Rumah Cemara dengan pemanfaatan google form.
Pelatihan Ibu Pembelajar : Upaya Peningkatan Kapasitas Ibu Dalam Mengasuh Anak Di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Jawa Barat Meilanny Budiarti Santoso; Dessy Hasanah Siti Asiah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.655 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18621

Abstract

ABSTRAK Di tengah banyaknya tantangan untuk dapat membesarkan anak dengan baik dan sesuai dengan harapan orang tua, para orang tua pun dihadapkan pada kenyataan maraknya berbagai permasalahan yang menimpa anak-anak. Ibu sebagai orang tua yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak terutama pada saat anak berusia masih kecil dan sebagai sosok yang memegang peranan sebagai pengasuh dan pendidik di dalam keluarga menjadikan ibu memegang peranan penting dalam keluarga. Dalam situasi demikian, seorang ibu dituntut memiliki pengetahuan mengenai tahapan perkembangan anak. Faktor penting lainnya dalam pengasuhan adalah parenting self-efficacy yang dimaknai sebagai perkiraan orang tua terhadap kompetensi yang dimilikinya dalam perannya sebagai orang tua, atau persepsi orang tua terhadap kemampuannya untuk mempengaruhi perilaku dan perkembangan anak secara positif.Berdasarkan situasi tersebut, maka kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas ibu menjadi seorang pembelajar dipandang sangat perlu untuk dilakukan, agar para ibu memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terus berkembang dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya. ABSTRACTIn the midst of the many challenges to be able to raise children well and in accordance with the expectations of parents,the parents were faced with the fact of the rampant various problems that befell children. Mothers as parents who spend more time with children, especially when the child was a child and as a figure who plays the role of caregivers and educators in the family to make mothers play an important role in the family. In such a situation, a mother is required to have knowledge of the stages of child development. Another important factor in parenting is the parenting self-efficacy that is interpreted as an estimate of the parents of the competence it has in its role as a parent, or parental perceptions of its ability to influence the behavior and development of children positively.Based on the situation, the training activities to improve the capacity of mothers to be a learner is very necessary to be done, so that mothers have the knowledge, attitudes and skills that continue to grow in nurturing and educating their children.
KENAKALAN REMAJA DAN PENANGANANNYA DADAN SUMARA SUMARA; SAHADI HUMAEDI; MEILANNY BUDIARTI SANTOSO
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.134 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14393

Abstract

Remaja merupakan aset masa depan suatu bangsa. Namun saat ini banyak sekali yang terjadi pada diri remaja, seperti narkoba dan genk motor. Hal ini merupakan masalah yang sudah tidak asing lagi. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Banyak sekali faktor internal dan eksternal penyebab kenakalan remaja yang perlu diperhatikan. Untuk mengatasinya maka bimbingan dari orang tua dan juga lingkungan yang baik bisa menjadi penentu bagi perkembangan remaja tersebut.
Co-Authors -, Anisa - A. Rachim, Hadiyanto AA Sudharmawan, AA Abi Muhammad Nugraha Abie Besman Afifah Septiani Agus Wahyudi Riana Ahmad Buchari Aisyah Roziika Aldi Ahmad Rifa'i Aldi Ahmad Rifai ALI AR-RIDHO Alma Amarthatia Azzahra AMANDA, MAUDY PRITHA Aminnita, Febyana Sri Ana Nur Latifah Andy Yudha Hutama Anisa Anisa Anjani, Dina Anjumiz Sunani Annasjla Byandra Haer Annisa N. Fadhlillah Annisa Nabila Annisa Nabila, Annisa AR-RIDHO, ALI Ari Afriansyah Arie Surya Gutama Arik Anfasa Salsabil Aritonang, Johan Immanuel Arsy Adziem Wal Hamdir assidiq, rizky adrian Athaya Sekar Noviana Aulia, Adis Prita Awalia Nur Azizah Ayu Martina Ayu Martina, Ayu Azizah, Zahra Qisthi Azlinda Azman, Azlinda B, Megawati Bagus Dimas Wibisono Bilantara, Naila Hisanah Bimbi Gita Rama Putri Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Budhi Gunawan Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi budhi wubhawa Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Budi Muhammad Taftazani Camelia Kristika Pepe Camelia Kristika Pepe Camelia Kristika Pepe, Camelia Kristika Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Chika Nur Pebriani Chika Nur Pebriani, Chika Nur Cita Insaniah Muhammad DADAN SUMARA SUMARA Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Dede Rahmaida Nurlaeli Dessy Hasanah S Dessy Hasanah Siti A. Dessy Hasanah Siti A., Dessy Hasanah Siti Dessy Hasanah Siti Asiah Dessy Hasanah Siti Asiah Destin Putri Dewi Luqmania Dian Indira Dian Indira Dinda Azzahra Syauqina Diva Salma Hanifah Dudi Dudi dwinata, mahda diva Dyta Mardyani Dyta Mardyani Efri Mardawati ELA ZAIN ZAKIYAH Elis Fauziyah Elisabeth Risky Puspitasari Elprida Ryanny Syalis Enggal Wildan Prabowo Enggal Wildan Prabowo, Enggal Wildan Enggarati, Lanita Eva Nuriyah Hidayat Fachria Octaviani Fachruddin, Vanindya Fadhlillah, Annisa N. Faris Harsen Faris Harsen Farrelia Azzahra Febi Agus Dwi Riyanto Fernanda, Raida Devany Fikri Anarta Fikri Anarta franzeska venty Franzeska Venty, Franzeska Galuh Hanesty Gunawan Gatot Sudarsono Gevia Nur Isna Deraputri Ghea Cantika Noorsyarifa Gigin Ginanjar Kamil Basar Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hadiyanto Abdul Rachim Hadrasari, Ifani Haeruddin Mujuddin Hana Hanifah Hanifah Fatwa Nadilla Hanifiyatus Shamhah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Herdiana, Mochamad Fauzan Putra Herlina Marta Herni Wulandari Herni Wulandari Herni Wulandari Hery Wibowo, Hery Hetty krisnani Hetty Krisnani Hetty Krisnani HETTY KRISNANI Hetty Krisnani, Hetty Humaerah Nisai Husnawati Djabbar Idim Mumajad Idris, Haifa Dinda Shafiyyah Ifani Hadrasari Imas Siti Setasih Imas Siti Setiasih In-In Hanidah Intania Ihsani Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Isna Deraputri, Gevia Nur Ivan Darmawan Jatnika, Dyana Chusnulitta Jihan Kamilla Azhar Julian Rizky Kamal , Mustfa Lathifa, Gumanty Ayu Leny Indriyanti Luthfiansyah Hadi Ismail M. Andhika Putra M. Yogi Alfarobi mahda diva dwinata Mailani, Silvia Dwi Astuti Mardina, Mutiara Marlina, Nina Marsha Nurul Lutfiah Martha Sintaully Agustine Martha Sintaully Agustine, Martha Sintaully MAUDY PRITHA AMANDA Maulana - Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maya Lutviana Aulia Megawati B Mia Uswatun Hasanah Mirajani, Inara moch zaenuddin Moch Zaenudiin Moch Zainuddin Moch Zainudiin Moch. Zainuddin MOCH. ZAINUDDIN Moch. Zainuddin, Moch. Moch. Zainudiin Moch. Zainudin Monica Kristiani Widhawati Muhamad Burhanudin Muhammad Fedryansyah Muhammad Husaini Ansori Muhammad Noor Muhammad Riyandi Firdaus Muhammad, Cita Insaniah Mustafa Kamal Mustajir Mustajir Mustajir SH Muthia Dwi Candtika Mutiara Ayu Lestari Mutiara Ayu Lestari Mutiara Mardina Nabila Nur Arsyila Nadira Putri Kowara Nandang Mulyana Nandang Mulyana Naomi Shinta Pasila Naomi Shinta Pasila Naufaldy Azzura Herdiana Naufaldy Azzura Herdiana Nazmi Nur Alifa Nunung Nurwati Nunung Nurwati NUNUNG NURWATI Nunung Nurwati Nurazizah, Siti Nurhadi, Aan Nurlaeli, Dede Rahmaida Nurliana C. Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Nurwati , R. Nunung Nurwati, R. Nunung Pandhit Pringgo Harjo PHILIA ANINDITA GINTING Pipit Ratnawati Purwanto, Shaneshia Prameswari Parsa Putri Saeza Ramadhini Putri Wardatul Asriyah Putri Wardatul Asriyah, Putri Wardatul Putri, Bimby Gita Rama Putri, Destin Putri, Nadila Auludya Rahma R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati Rachmat Putro Ferdiawan Putro Ferdiawan Ragil Abimayu Raihan Akbar Khalil Ridwan Mawala Kurnia Rifai, Aldi Ahmad Rifky Taufiq Fardian Rini Rizkiawati Rini Rizkiawati, Rini RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rivani, Rivani - Rizki Muhammad Fauzi Rizki Muhammad Fauzi rizky adrian assidiq Rizky, Julian Rodhi Dwi Priono Romayana Sari Lumbantoruan Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Runia Hanifa Runia Hanifa, Runia S, Dessy Hasanah Sabila Dina Hanifah Sabrina Hani Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI SAHADI HUMAEDI Salsa - Haura salsabila wahyu hadianti SALSABILA WAHYU HADIANTI Salsabila Wahyu Hadianti, Salsabila Wahyu Santoso T. Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Sarah Dhea Pratiwi Sarah Dhea Pratiwi Saraswati Widuri Sazia Husna Setasih, Imas Siti Shabihah, Ulya Salwa Shafa Yuandina Sekarayu Shafira Putri Septiyanti Shella Adelina Shella Adelina, Shella Silva Amanda Durratul Hikmah Silvi Alpera Setiawan Silvia Dwi Astuti Mailani Siti Arieta Slamet Usman Ismanto Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Suci Rahmadhani Sujalmi, Yuri Budi SUMARA, DADAN SUMARA Syalis, Elprida Ryanny Syauqina, Dinda Azzahra Tabita Titah Dewanti Taufik Arbain Teguh Setiandika Igiasi Theresia Vania Radhitya W Theresia Vania Radhitya Widiandari Tiara Salsabilla Vini Oktaviani Viqa Nanda Prajatami Viqa Nanda Prajatami, Viqa Nanda Wandi Adiansah, Wandi Widhawati, Monica Kristiani Widuri, Saraswati Wilga Secsio Ratsja Putri Wilga Secsio Ratsja Putri, Wilga Secsio Ratsja wubhawa, budhi Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yogi Suprayogi Sugandi Yolanda Triana Siregar Yosi Damayanti Yosi Damayanti, Yosi Yustika Tri Dewi Yustika Tri Dewi Yustika Tri Dewi, Yustika Tri zaenuddin, moch Zainudiin, Moch Zainudin, Moch. ZAKIYAH, ELA ZAIN