Claim Missing Document
Check
Articles

SEKSUALITAS DAN SEKS BEBAS REMAJA Sabila Dina Hanifah; R Nunung Nurwati; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.40046

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan. Pada tahap remaja, kepribadian dan karakter individu mulai terbentuk. Ada beberapa tahapan pada masa remaja, salah satunya adalah remaja akhir. Pada tahap remaja akhir terdapat banyak perubahan yang akan muncul sebagai bentuk pengembangan  diri, diantaranya mengenal lawan jenis, jatuh cinta, dan mulai berkembangnya alat reproduksi. Salah satu faktor terjadinya pernikahan dini di Bangka Belitung disebabkan oleh seks pranikah. Teknik pengumpulan data pada artikel ini menggunakan studi kepustakaan. Dengan menggunakan perspektif psikodinamika dan teori      psikoseksual yaitu adanya dorongan dan kebutuhan seksual yang harus terpenuhi, serta pengaruh emosional yang  menjadi faktor utama seseorang melakukan dan menyalurkan aktivitas seksualnya. Hal ini berkaitan dengan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa perilaku seks bebas tidak hanya disebabkan oleh faktor lingkungan tetapi juga didorong oleh diri sendiri. Selain itu, individu yang melakukan hubungan seks pranikah cenderung mengalami kerentanan dan mengganggu fungsi sosial. Adolescence is a very vulnerable period. At the adolescent stage, individual personalities and characters begin to form. There are several stages in adolescence, one of which is late adolescence. At the late adolescence stagemany changes will appear as a form of self-development, including knowing the opposite sex, falling in love, and starting to develop reproductive organs. One of the factors in the occurrence of early marriage in Bangka Belitung is premarital sex. The data collection technique in this article uses a literature study. By using a psychodynamic perspective and psychosexual theory, namely the existence of sexual urges and needs that must be met, as well as emotional influences which are the main factors for a person to carry out and channel sexual activity. This is related to the results of research which reveals that free sex behavior is not only caused by environmental factors but is also driven by oneself. In addition, individuals who have premarital sex tend to experience vulnerability and interfere with social functioning.
PENERAPAN TEKNIK PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA) DALAM MENANGANI PERMASALAHAN SAMPAH Mutiara Ayu Lestari; Meilanny Budiarti Santoso; Nandang Mulyana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.30953

Abstract

ABSTRAK Saat ini sampah sudah menjadi salah satu permasalahan yang sangat kompleks bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh belahan dunia. Permasalahan sampah yang terjadi di masyarakat tentunya harus melibatkan partisipasi dari masyarakat dalam upaya penggalian informasi dan penyelesaiannya. Teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) menjadi suatu pendekatan dalam proses pemberdayaan masyarakat yang menekankan paritisipasi dan keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatannya.  Desa Cikuya RW 15 yang terletak di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat menjadi lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan teknik PRA untuk mengetahui potensi dan permasalahan yang ada di wilayah tersebut hingga dilaksanakan program sosialisasi mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan pengadaan tempat sampah di lingkungan RW 15 Desa Cikuya sebagai salah satu upaya menangani permasalahan sampah di daerah tersebut. Pelaksanaan program ini didasarkan pada hasil kegiatan familiarisasi dan assessment yang dilakukan dengan menggunakan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) bersama masyarakat setempat. ABSTRACT Currently, waste has become a very complex problem not only in Indonesia but also in all parts of the world. Waste problems that occur in the community must certainly involve the participation of the community in efforts to extract information and resolve it. The Participatory Rural Appraisal (PRA) technique is an approach in the community empowerment process that emphasizes community participation and active involvement in its activities. Cikuya Village RW 15, which is located in Bandung Regency, West Java Province, was the location chosen for the implementation of PRA techniques to find out the potential and problems that exist in the area until a socialization program was implemented regarding the importance of disposing of garbage in its place and procurement of trash bins in RW 15 Desa. Cikuya as an effort to deal with the waste problem in the area. The implementation of this program is based on the results of familiarization and assessment activities carried out using the Participatory Rural Appraisal (PRA) technique with the local community.
TANTANGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DALAM MENJALANI PENDIDIKAN INKLUSI DI TINGKAT SEKOLAH DASAR Diva Salma Hanifah; Annasjla Byandra Haer; Saraswati Widuri; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37833

Abstract

Peserta didik dengan kebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di sekolah dasar umum seringkali menghadapi kesulitan dalam menempuh proses pembelajaran. Banyak hal yang menjadi kendala dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar. Metode penelitian atau pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan atau library research. Teknik pengumpulan data dan informasi melalui kajian literatur. Hasil dari kajian tersebut menyebutkan bahwa sekolah dasar formal sudah menyediakan pendidikan inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Akan tetapi, apabila dilihat dari tingkat kesiapannya masih belum maksimal karena masih kurangnya tenaga pendidik yang memadai terkait latar belakang pendidikannya sehingga dalam melakukan bimbingan kepada anak berkebutuhan khusus masih menemukan banyak tantangan dan hambatan. Berdasarkan analisis pada beberapa jurnal penelitian terkait pun dapat dikatakan bahwa ternyata guru pendamping khusus ABK  dengan latar belakang  S1  Program  studi  Pendidikan  Luar Biasa masih tergolong sedikit. Pada akhirnya, sebagian besar sekolah yang menjalankan pendidikan inklusi menerapkan kewajiban pelatihan pendampingan bagi  siswa  Anak  Berkebutuhan Khusus (ABK) tersebut.
PERAN ORANG TUA DALAM MENCEGAH SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA TODDLER Leny Indriyanti; R Nunung Nurwati; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.39661

Abstract

Usia toddler merupakan salah satu tahap usia yang terjadi pada rentang usia 1 hingga 3 tahun. Pada masa ini, anak akan lebih mudah untuk belajar dan memahami hal-hal baru. Beberapa anak tumbuh bersama dengan saudara kandungnya. Keberadaan saudara kandung ini seringkali memunculkan perasaan cemburu, marah, dan takut dalam diri anak yang mana perasaan tersebut akan menimbulkan terjadinya sibling rivalry. Dampak negatif dari sibling rivalry ini antara lain terjadinya tantrum pada anak, memunculkan sikap regresi, self efficacy yang rendah, tidak mau berbagi dengan saudaranya, dan sikap agresi baik fisik maupun verbal.   Orang tua memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya sibling rivalry. Erik Erikson dalam teori menjelaskan bahwa anak usia toddler sedang memasuki fase otonomi vs rasa malu. Dimana anak mulai belajar untuk mandiri dan memiliki kontrol diri terhadap hidupnya sendiri. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana peran yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk bisa mencegah terjadinya sibling rivalry pada anak usia toddler berdasarkan perspektif teori perkembangan dari Erik Erikson. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu studi pustaka dengan mengumpulkan beberapa sumber dari artikel jurnal penelitian yang sesuai dengan topik yang dibahas. Hasilnya yaitu orang tua harus memberikan pemahaman pada anak bahwa dia tidak akan kehilangan perhatian dan kasih sayang karena kehadiran saudara kandung, dan tetap memberikan perhatian penuh pada anak usia toddler agar tahap ini bisa berhasil dilalui oleh anak, meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pola asuh, karakteristik anak dalam tiap tahap tumbuh kembangnya, pengetahuan mengenai sibling rivalry, penyebab serta cara mencegah dan mengatasi sibling rivalry, dan mengajari anak cara menyalurkan emosi dengan baik. Toddler age is one of the age stages that occurs in the age range of 1 to 3 years. At this time, children will find it easier to learn and understand new things. Some children grow up with their siblings. The existence of these siblings often creates feelings of jealousy, anger, and fear in children, which feelings will lead to sibling rivalry. The negative impacts of sibling rivalry include the occurrence of tantrums in children, giving rise to a regression attitude, low self-efficacy, not wanting to share with siblings, and aggressive behavior both physically and verbally. Parents have an important role in preventing sibling rivalry, Erik Erikson in his theory explains that toddler-age children are entering a phase of autonomy vs shame. Where children begin to learn to be independent and have self-control over their own lives. The purpose of writing this article is to explain how the role that parents can play in preventing sibling rivalry in toddler age children is based on the perspective of Erik Erikson's theory of development. The method used in writing this article is a literature study by collecting several sources from research journal articles that are in accordance with the topics discussed. The result is that parents must provide understanding to the child that they will not lose attention and affection because of the presence of siblings, and continue to give full attention to toddler age children so that this stage can be successfully passed by the child, increasing parental knowledge about parenting patterns, characteristics children in each stage of growth and development, knowledge about sibling rivalry, the causes and ways to prevent and overcome sibling rivalry, and teach children how to channel emotions properly. 
PARENTING TRAINING ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19 BAGI KADER POSYANDU KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Meilanny Budiarti Santoso; Nunung Nurwati; Sahadi Humaedi; Maulana Irfan
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.31359

Abstract

Pengasuhan anak merupakan hal yang menantang untuk dilakukan pada saat keadaan normal, terlebih di masa-masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, sehingga penting bagi orang tua untuk mengambil langkah-langkah terbaik dengan meningkatkan kapasitas mereka dalam membantu diri, anak dan seluruh anggota keluarga untuk menjalani dan melalui situasi pandemi covid-19. Kegiatan parenting training yang dilaksanakan menggunakan metodologi andragogy yaitu dengan menempatkan dan memperlakukan para peserta pelatihan sebagai orang dewasa yang sudah memiliki pengetahuan sebelumnya dan kaya akan pengalaman dalam hal pengasuhan, sehingga para peserta pelatihan merupakan sumber belajar bagi sesama peserta pelatihan lainnya. Hasil yang diperoleh dengan dilaksanakannya parenting training bagi para kader posyandu di lingkungan Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang ini adalah (1). tergambarkannya kondisi potensi dan masalah yang dihadapi oleh anak usia dini; (2). dipahami oleh para kader posyandu pentingnya pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua atau pengganti orang tua bagi tumbuh kembang anak usia dini; dan (3). tergambarkan kondisi kesehatan anak usia dini di masa pandemi covid-19 di lingkungan Kecamatan Jatinangor.
PROSES PEMBERDAYAAN ANAK YATIM MELALUI PROGRAM MANDIRI ENTREPRENEUR CENTER (MEC) OLEH YATIM MANDIRI BOGOR Salsa - Haura; Maulana - Irfan; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34294

Abstract

 Abstrak Organisasi pelayanan sosial, khususnya panti asuhan menjadi suatu lembaga yang sangat populer untuk membentuk perkembangan anak yatim, atau anak-anak yang tidak memiliki keluarga ataupun yang tidak tinggal bersama dengan keluarga. Lembaga panti asuhan mempunyai peran dalam memberikan pendidikan keagamaan, pendidikan formal, serta memberikan perlindungan dan rasa aman bagi anak. Namun, harapan ini sulit dicapai seutuhnya dikarenakan adanya kondisi-kondisi dimana panti asuhan tidak dapat memberikan bimbingan dalam bidang pendidikan, pekerjaan, serta dalam pembentukan karakter dan penyesuaian diri anak di masyarakat. Hal tersebut membuat panti asuhan tidak dapat  memenuhi standar pelayanan sosial yang mencakup aspek peningkatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu program pemberdayaan bagi anak-anak yatim untuk dapat menumbuhkan kemandiriannya, sehingga anak-anak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Yayasan Yatim Mandiri merupakan lembaga amil zakat yang fokus pada pemberdayaan anak-anak yatim melalui program unggulannya yaitu Mandiri Entrepreneur Center (MEC). MEC merupakan pusat pendidikan dan pelatihan kewirausahaan untuk mencetak sumber daya manusia, khususnya anak yatim agar bisa berdaya saing di bidang ekonomi.  
PERAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG KEBERFUNGSIAN SOSIAL REMAJA Humaerah Nisai; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i3.49584

Abstract

ABSTRAK Peran orang tua dalam mendukung keberfungsian sosial remaja merupakan proses pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua. Peran orang tua dalam pengsuhan remaja sangat krusial dalam membentuk karakter dan mentalitas yang kemudian akan menentukan keberfungsian sosial remaja. Peran orang tua dalam penelitian ini difokuskan pada peran keterlibatan fisik dan emosional, hal ini mengingat kedua aspek tersebut merupakan penunjang terbentuknya karakter remaja yang kemudian dapat berpengaruh kepada keberfungsian sosial mereka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam mendukung keberfungsian sosial remaja dan meningkatkan pengetahuan orang tua terhadap pentingnya segala aspek dalam pengasuhan remaja yang kemudian dapat mempengaruhi fisik, mental, dan sosial remaja kedepannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian studi literatur dan metode kualitatif dengan menganalisa kajian pustaka mengenai peran orang tua dalam mendukung keberfungsian sosial remaja. Peran keterlibatan fisik dan emosional orang tua terhadap remaja yang mempengaruhi keberfungsian sosial remaja dapat dilihat dari kepercayaan diri remaja, kemampuan remaja dalam menjalin hubungan dengan orang lain, kemampuan mengekspresikan dirinya di lingkungan sosialnya, memiliki pendirian dan juga prinsip sebagai seorang individu, dapat mengatasi permasalahan yang dapat muncul di kehidupannya yang melibatkan orang lain, dapat mengandalkan dan diandalkan oleh orang lain, dan lain sebagainya. Maka dari itu, masyarakat khususnya orang tua perlu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional remaja pada masa pertumbuhan dam perkembangan serta pengaruhnya terhadap keberfungsian sosial remaja. ABSTRACT The role of parents in supporting the social functioning of adolescents is a parenting process carried out by parents. The role of parents in nurturing adolescents is very crucial in shaping the character and mentality which will then determine the social functioning of adolescents. The role of parents in this study is focused on the role of physical and emotional involvement, the two aspects that can form adolescents’ characters which can then affect their social functioning in the future. This study aims to determine the role of parents in supporting the social functioning of adolescents and increase parents' knowledge of the importance of all aspects of adolescent care which can then affect their physical, mental, and social aspects of adolescents in the future. The method used in this study is a literature study research method and a qualitative method by analyzing a literature review regarding the role of parents in supporting the social functioning of adolescents. The role of parents' physical and emotional involvement that affect the social functioning of adolescents can be seen from the adolescent's self-confidence, their ability to establish relationships with other people and express themselves in their social environment, have their stand and principles as an individual, can overcome their problems that involves other people, can be relied on and relied on by others, and so on. Therefore, society, especially parents, need to increase their knowledge and awareness of meeting the physical and emotional needs of adolescents during their growth and development period and their influence on adolescent social functioning.   
PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAK USIA PRASEKOLAH DALAM MENGGUNAKAN GAWAI Herni Wulandari; Dessy Hasanah Siti Asiah; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.32690

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan pengawasan orang tua terhadap anak usia prasekolah saat menggunakan gawai. Pengawasan merupakan kegiatan yang memiliki tujuan agar dapat melindungi dalam bentuk perhatian, sehingga anak dapat berkembang terutama anak usia prasekolah. Dalam menggunakan gawai anak memerlukan pendampingan dari orang tua untuk mengarahkan serta memberikan pemahaman-pemahaman mengenai media yang ditonton untuk menunjang pengetahuan serta persepsi-persepsi positif bagi anak. Adapun aspek-aspek pengawasan orang tua dalam pengawasan anak usia prasekolah yang diteliti dalam penelitian ini adalah mediasi aktif prnggunaan media daring, Mediasi aktif keamanan penggunaan media daring, Mediasi pembatasan, pembatasan teknis, dan monitoring. Aspek-aspek pengawasan orang tua  yang diteliti ini agar dapat terhindar dari dampak negatif penggunaan gawai. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua sudah melakukan pengawasan dalam penggunaan gawai pada anak, berusaha meluangkan waktunya untuk melakukan pendampingan pada anak, membantu anak ketika mengalami kesulitan dalam pengoperasian gawai, memberikan arahan untuk membuka konten bersifat edukatif, orang tua berusaha menerapkan kedisiplinan waktu penggunaan gawai sebagai bentuk pengawasannya. Terdapat perbedaan antara ayah dan ibu dalam melakukan pengawasan. Belum semua aspek pengawasan dapat dilakukan secara langsung oleh orang tua karena faktor kesibukan pekerjaan, sehingga orang tua belum dapat melakukan perannya pada aspek-aspek tertentu.
KEAMANAN MANUSIA: PERGESERAN PARADIGMA KEAMANAN NASIONAL (Studi Literatur Pada Kecelakaan Lalu Lintas Dalam Perspektif Kesejahteraan Sosial) Santoso, Meilanny Budiarti
Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i2.51546

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian ketiga di dunia. Namun, penanganan terhadap kejadian kecelakaan secara signifikan belum berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perspektif berbeda terhadap penanganan kecelakaan lalu lintas yaitu dengan menempatkan isu kecelakaan lalu lintas sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan manusia yang dimaknai dalam perspektif kesejahteraan sosial, sehingga secara lebih luas memberi kerangka pada pergeseran paradigma keamanan nasional menuju keamanan manusia dan menjadi isu yang diperhatikan oleh berbagai pihak dengan fokus keamanan manusia (human safety). Metode deskriptif digunakan dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penanganan terhadap kecelakaan lalu lintas dapat memberikan jaminan perlindungan bagi keamanan manusia dan relevan dengan konsepsi negara kesejahteraan, di mana kebijakan sosial diimplementasikan dalam rangka mengupayakan pemenuhan kesejahteraan bagi warga negara, terutama penanganan terhadap pengemudi yang berkendaraan dengan kecepatan di atas ketentuan ruas jalan yang dilalui ataupun melalui pembangunan infrastruktur dan failitas yang dapat memberikan perlindungan dan mendukung keselamatan pengguna jalan raya.
SELF-EFFICACY DALAM PROSES TRANSFORMASI PENYINTAS TB PARU (STUDI KASUS PADA KETUA YAYASAN PEJUANG TANGGUH) Widuri, Saraswati; Santoso, Meilanny Budiarti
Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i1.54167

Abstract

Keberhasilan atas penyembuhan terhadap penderita TB paru sehingga penyintas dapat hidup secara normal kembali di tengah masyarakat, memberikan dampak positif di lingkungan sosial karena dapat melahirkan agen perubahan. Fenomena menarik dalam kasus ini adalah menunjukkan adanya motivasi pada penyintas TB paru untuk bertransformasi menjadi ketua Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) yang memiliki perhatian dan kepedulian nyata terhadap para penderita TB paru. Artikel ini menjelaskan self-efficacy dalam proses transformasi penyintas TB paru menjadi ketua Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) dan hal ini menunjukkan adanya kapabilitas human agency. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Studi Kasus digunakan untuk mengungkap keunikan yang dimiliki oleh informan, yaitu pada aspek self-efficacy dalam proses transformasi penyintas TB paru menjadi ketua Yayasan Pejuang Tangguh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy pada diri penyintas TB paru berperan dalam proses menentukan pilihan otonomnya sehingga menghasilkan keputusan dan membentuk kemandirian pada penyintas TB paru yang pada akhirnya berhasil melakukan perubahan dan berkontribusi positif terhadap lingkungan. Perubahan yang tercipta merupakan manifestasi dari motivasi dan niat yang dimiliki oleh penyintas TB paru untuk bangkit sekaligus menunjukkan adanya kapabilitas human agency dalam bertransformasi menjadi ketua Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) dalam mendukung kesembuhan dari para penderita TB paru. Recovery success of pulmonary TB sufferers so that survivors can live normally again in society, providing a positive impact on the social environment because it can create agents of change. The interesting phenomenon in this case is that it shows the motivation of pulmonary TB survivors to transform into the chairman of the Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) which has real attention and concern for pulmonary TB sufferers, as happened with the management of the Yayasan Pejuang Tangguh. This article attempts to explain self-efficacy in the process of transforming a pulmonary TB survivor into chairman of the Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) and this shows the existence of human agency capability. This research was conducted using descriptive methods and a qualitative approach. Data collection techniques use indepth interview and observation. Case studies were used to reveal the uniqueness of the informants, namely the aspect of self-efficacy in the process of transforming a pulmonary TB survivor into the chairman of the Yayasan Pejuang Tangguh. The research results show that self-efficacy in pulmonary TB survivors plays a role in the process of determining their autonomous choices, resulting in decisions and forming independence in pulmonary TB survivors who ultimately succeed in making changes and contributing positively to the environment. The changes created are a manifestation of the motivation and intention of pulmonary TB survivors to rise and at the same time demonstrate the capability of human agency in transforming into the chairman of the Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) in supporting the recovery of pulmonary TB sufferers. 
Co-Authors -, Anisa - A. Rachim, Hadiyanto AA Sudharmawan, AA Abi Muhammad Nugraha Abie Besman Afifah Septiani Agus Wahyudi Riana Ahmad Buchari Aisyah Roziika Aldi Ahmad Rifa'i Aldi Ahmad Rifai ALI AR-RIDHO Alma Amarthatia Azzahra AMANDA, MAUDY PRITHA Aminnita, Febyana Sri Ana Nur Latifah Andy Yudha Hutama Anisa Anisa Anjani, Dina Anjumiz Sunani Annasjla Byandra Haer Annisa N. Fadhlillah Annisa Nabila Annisa Nabila, Annisa AR-RIDHO, ALI Ari Afriansyah Arie Surya Gutama Arik Anfasa Salsabil Aritonang, Johan Immanuel Arsy Adziem Wal Hamdir assidiq, rizky adrian Athaya Sekar Noviana Aulia, Adis Prita Awalia Nur Azizah Ayu Martina Ayu Martina, Ayu Azizah, Zahra Qisthi Azlinda Azman, Azlinda B, Megawati Bagus Dimas Wibisono Bilantara, Naila Hisanah Bimbi Gita Rama Putri Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Budhi Gunawan Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi budhi wubhawa Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Budi Muhammad Taftazani Camelia Kristika Pepe Camelia Kristika Pepe Camelia Kristika Pepe, Camelia Kristika Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Chika Nur Pebriani Chika Nur Pebriani, Chika Nur Cita Insaniah Muhammad DADAN SUMARA SUMARA Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Dede Rahmaida Nurlaeli Dessy Hasanah S Dessy Hasanah Siti A. Dessy Hasanah Siti A., Dessy Hasanah Siti Dessy Hasanah Siti Asiah Dessy Hasanah Siti Asiah Destin Putri Dewi Luqmania Dian Indira Dian Indira Dinda Azzahra Syauqina Diva Salma Hanifah Dudi Dudi dwinata, mahda diva Dyta Mardyani Dyta Mardyani Efri Mardawati ELA ZAIN ZAKIYAH Elis Fauziyah Elisabeth Risky Puspitasari Elprida Ryanny Syalis Enggal Wildan Prabowo Enggal Wildan Prabowo, Enggal Wildan Enggarati, Lanita Eva Nuriyah Hidayat Fachria Octaviani Fachruddin, Vanindya Fadhlillah, Annisa N. Faris Harsen Faris Harsen Farrelia Azzahra Febi Agus Dwi Riyanto Fernanda, Raida Devany Fikri Anarta Fikri Anarta franzeska venty Franzeska Venty, Franzeska Galuh Hanesty Gunawan Gatot Sudarsono Gevia Nur Isna Deraputri Ghea Cantika Noorsyarifa Gigin Ginanjar Kamil Basar Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hadiyanto Abdul Rachim Hadrasari, Ifani Haeruddin Mujuddin Hana Hanifah Hanifah Fatwa Nadilla Hanifiyatus Shamhah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Herdiana, Mochamad Fauzan Putra Herlina Marta Herni Wulandari Herni Wulandari Herni Wulandari Hery Wibowo, Hery Hetty krisnani Hetty Krisnani Hetty Krisnani HETTY KRISNANI Hetty Krisnani, Hetty Humaerah Nisai Husnawati Djabbar Idim Mumajad Idris, Haifa Dinda Shafiyyah Ifani Hadrasari Imas Siti Setasih Imas Siti Setiasih In-In Hanidah Intania Ihsani Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Isna Deraputri, Gevia Nur Ivan Darmawan Jatnika, Dyana Chusnulitta Jihan Kamilla Azhar Julian Rizky Kamal , Mustfa Lathifa, Gumanty Ayu Leny Indriyanti Luthfiansyah Hadi Ismail M. Andhika Putra M. Yogi Alfarobi mahda diva dwinata Mailani, Silvia Dwi Astuti Mardina, Mutiara Marlina, Nina Marsha Nurul Lutfiah Martha Sintaully Agustine Martha Sintaully Agustine, Martha Sintaully MAUDY PRITHA AMANDA Maulana - Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maya Lutviana Aulia Megawati B Mia Uswatun Hasanah Mirajani, Inara moch zaenuddin Moch Zaenudiin Moch Zainuddin Moch Zainudiin Moch. Zainuddin MOCH. ZAINUDDIN Moch. Zainudiin Moch. Zainudin Monica Kristiani Widhawati Muhamad Burhanudin Muhammad Fedryansyah Muhammad Husaini Ansori Muhammad Noor Muhammad Riyandi Firdaus Muhammad, Cita Insaniah Mustafa Kamal Mustajir Mustajir Mustajir SH Muthia Dwi Candtika Mutiara Ayu Lestari Mutiara Ayu Lestari Mutiara Mardina Nabila Nur Arsyila Nadira Putri Kowara Nandang Mulyana Nandang Mulyana Naomi Shinta Pasila Naomi Shinta Pasila Naufaldy Azzura Herdiana Naufaldy Azzura Herdiana Nazmi Nur Alifa Nunung Nurwati Nunung Nurwati NUNUNG NURWATI Nunung Nurwati Nurazizah, Siti Nurhadi, Aan Nurlaeli, Dede Rahmaida Nurliana C. Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Nurwati , R. Nunung Nurwati, R. Nunung Pandhit Pringgo Harjo PHILIA ANINDITA GINTING Pipit Ratnawati Purwanto, Shaneshia Prameswari Parsa Putri Saeza Ramadhini Putri Wardatul Asriyah Putri Wardatul Asriyah, Putri Wardatul Putri, Bimby Gita Rama Putri, Destin Putri, Nadila Auludya Rahma R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati Rachmat Putro Ferdiawan Putro Ferdiawan Ragil Abimayu Raihan Akbar Khalil Ridwan Mawala Kurnia Rifai, Aldi Ahmad Rifky Taufiq Fardian Rini Rizkiawati Rini Rizkiawati, Rini Rini Susanti and Zainuddin RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rivani, Rivani - Rizki Muhammad Fauzi Rizki Muhammad Fauzi rizky adrian assidiq Rizky, Julian Rodhi Dwi Priono Romayana Sari Lumbantoruan Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Runia Hanifa Runia Hanifa, Runia S, Dessy Hasanah Sabila Dina Hanifah Sabrina Hani Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI SAHADI HUMAEDI Salsa - Haura salsabila wahyu hadianti SALSABILA WAHYU HADIANTI Salsabila Wahyu Hadianti, Salsabila Wahyu Santoso T. Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Sarah Dhea Pratiwi Sarah Dhea Pratiwi Saraswati Widuri Sazia Husna Setasih, Imas Siti Shabihah, Ulya Salwa Shafa Yuandina Sekarayu Shafira Putri Septiyanti Shella Adelina Shella Adelina, Shella Silva Amanda Durratul Hikmah Silvi Alpera Setiawan Silvia Dwi Astuti Mailani Siti Arieta Slamet Usman Ismanto Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Suci Rahmadhani Sujalmi, Yuri Budi SUMARA, DADAN SUMARA Syalis, Elprida Ryanny Syauqina, Dinda Azzahra Tabita Titah Dewanti Taufik Arbain Teguh Setiandika Igiasi Theresia Vania Radhitya W Theresia Vania Radhitya Widiandari Tiara Salsabilla Vini Oktaviani Viqa Nanda Prajatami Viqa Nanda Prajatami, Viqa Nanda Wandi Adiansah, Wandi Widhawati, Monica Kristiani Widuri, Saraswati Wilga Secsio Ratsja Putri Wilga Secsio Ratsja Putri, Wilga Secsio Ratsja wubhawa, budhi Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yogi Suprayogi Sugandi Yolanda Triana Siregar Yosi Damayanti Yosi Damayanti, Yosi Yustika Tri Dewi Yustika Tri Dewi Yustika Tri Dewi, Yustika Tri zaenuddin, moch Zainudiin, Moch Zainudin, Moch. ZAKIYAH, ELA ZAIN