p-Index From 2021 - 2026
8.651
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Litera Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia BAHASTRA Lingua Cultura Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan KEMBARA Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Gramatika Jurnal Sejarah dan Budaya Proceedings Education and Language International Conference Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan Diglosia DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Metamorfosa Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Madah PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Suar Betang Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya IJOLTL (Indonesian Journal of Language Teaching and Linguistics) LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Paedagogy Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Filsafat Indonesia Ittishal Educational Research Journal ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kode : Jurnal Bahasa IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) SWARNA Widyaparwa JGK (Jurnal Guru Kita) JS (Jurnal Sekolah) Simpati: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Prosiding Seminar Nasional Unimus SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sastra Indonesia WIDYANTARA ANUFA Sawerigading Aksara Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dan Game-Based Learning dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di SMP Surakarta Chafit Ulya; Sarwiji Suwandi; Nugraheni Eko Wardhani; Keken Wulansari; Andreas Noreewec
Anufa Ikaprobsi Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v2i2.102

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran berbasis game dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Surakarta untuk menggambarkan bagaimana guru memanfaatkan kedua teknologi ini dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa, meskipun guru menyadari pentingnya teknologi, pengetahuan yang terbatas, dan sumber daya menghambat penerapan maksimalnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru mengakui pentingnya teknologi, pemahaman dan akses mereka ke sumber daya tetap terbatas, menghambat integrasi penuhnya. Studi ini menggarisbawahi potensi teknologi untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Namun, implementasinya masih terbatas, menekankan perlunya pelatihan guru lebih lanjut dan peningkatan infrastruktur untuk memfasilitasi integrasi teknologi dalam pendidikan bahasa Indonesia. Temuan penelitian ini menawarkan wawasan berharga, menginformasikan pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih mudah beradaptasi yang selaras dengan kemajuan teknologi global di sektor pendidikan.
Kritik Sosial dan Nilai Moral dalam Novel "Negeri dI Ujung Tanduk" Karya Tere Liye Alvika Candra Puspita; Sarwiji Suwandi; Sri Hastuti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.1956

Abstract

Social criticism and moral values can be found in many literary works, especially novels. The objectives of this research are to describe: (1) social criticism and (2) moral values within the “Negeri di Ujung Tanduk” novel by Tere Liye. This research used a qualitative method as a guideline to analyze documents containing information in the novel. To collect data, a purposive sampling technique and document analysis were used considerably. Data analysis techniques used interactive analysis techniques consisting of data reduction, data presentation, as well as withdrawal and testing conclusions. The outcomes of this research include (1) the social criticism within the “Negeri di Ujung Tanduk” novel such as (a) crime, (b) family disorganisation, (c) social norm violation, dan (d) bureaucracy; and (2) Moral values within the “Negeri di Ujung Tanduk” novel such as (a) individual moral values, (b) social moral values, and (c) religious moral values.Kritik sosial dan nilai moral banyak terdapat dalam karya sastra khususnya novel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) kritik sosial dan (2) nilai moral dalam novel “Negeri di Ujung Tanduk” karya Tere Liye. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang menganalisis data berupa dokumen dengan objek kajian novel “Negeri di Ujung Tanduk” karyaTere Liye. Teknik pengambilan subjek penelitian dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan pengujian simpulan. Hasil penelitian ini dikemukakan sebagai berikut: (1) Kritik sosial yang terdapat dalam novel “Negeri di Ujung Tanduk”, meliputi (a) kejahatan, (b) disorganisasi keluarga, (c) pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, (d) birokrasi, dan (2) Nilai moral yang terdapat dalam novel “Negeri di Ujung Tanduk”, meliputi, (a) nilai moral individu, (b) nilai moral sosial, dan (c) nilai moral religius.
Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2016 Pada Pembelajaran Menulis Teks Anekdot Rasyid Manshur; Sarwiji Suwandi; Suyitno Suyitno
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.1982

Abstract

The objectives of this research are to describe and explain (1) the process of writing anecdote text based on the 2013 Curriculum and its 2016 revision conducted by the teachers of Indonesia Language subjects in class X SMK Negeri 1 Gondang Sragen, (2) the existing obstacles in the process of writing anecdote text of the 2013 Curriculum and its 2016 revision in class X SMK Negeri 1 Gondang Sragen, and 3) the teachers’ efforts to overcome the obstacles encountered in the process of writing anecdotal text based on the 2013 Curriculum and its 2016 revision in class X SMK Negeri 1 Gondang Sragen. This qualitative research used a case study approach. The data sources in this research were events (the process of writing anecdote text), informants (teachers and students), and documents (the syllabus and lesson plan). The results show that the implementation of learning to write anecdotal text based on the 2013 Curriculum and its 2016 revision needs a more in-depth assessment in order to improve planning, implementation, and assessment. It is also based on the encountered obstacles occurred in the learning processes. Thus, the implementation of the 2013 Curriculum and its 2016 revision is in line with the concepts and regulations of the government. This is also implied for the achievement of national education objectives. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pembelajaran menulis teks anekdot Kurikulum 2013 revisi 2016 yang dilakukan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMK Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen, kendala-kendala, serta upaya-upaya yang dilakukan oleh guru. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini adalah peristiwa pembelajaran menulis teks anekdot, informan (guru dan siswa), dan dokumen (silabus dan RPP). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 revisi 2016 pada pembelajaran menulis teks anekdot masih membutuhkan pengkajian lebih mendalam supaya dapat meningkatkan perbaikan implementasi, baik dari perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian mengingat masih sering adanya kendala-kendala yang dijumpai dalam pembelajaran. Dengan demikian, implementasi Kurikulum 2013 revisi 2016 yang sejalan dan selarasdengan tata konsep dan peraturan yang sudah ditentukan pemerintah dapat terwujud, juga berimplikasi pada ketercapaian tujuan pendidikan nasional.
The Problems in Applying Authentic Assessment for Speaking Skills in Junior High School Muhlis fajar Wicaksana; Sarwiji Suwandi; Retno Winarni; Ngadiso Ngadiso
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.3294

Abstract

Various problems arise in the application of the 2013 curriculum, especially the authentic assessment system. This study tries to describe the various problems that arise, the factors that cause debate, and efforts to overcome them. This research method uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and document analysis. The source of information for the research came from two female teachers at Sukoharjo 1 & 3 SMPN and one male teacher from Al-Azhar Islamic Middle School 21 Solo Baru. The data validity technique is done through data triangulation. Data obtained through observation, interviews, and document analysis are all complementary. The results showed that: a) understanding the teacher about authentic assessment still varied, b) limiting the time in applying authentic assessment, c) the teacher did not check the instrument to be used, d) the teacher who often did not conduct the research process in learning, e) processing the value of learning outcomes received by the teacher is too complicated and complicated, also f) the minimum reading power of the teacher to study books about authentic assessment. One of the causes is internal and external factors. Internal factors come from within (teachers and students), while external factors come from outside the teacher's ability. Berbagai permasalahan muncul dalam penerapan kurikulum 2013, khususnya sistem penilaian autentik aspek keterampilan berbicara di SMP. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan berbagai permasalahan yang muncul, faktor-faktor yang menyebabkan permasalahan, dan upaya untuk mengatasinya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Sumber informasi penelitian berasal dari dua guru perempuan di SMPN 1 & 3 Sukoharjo dan satu guru laki-laki dari SMP Islam Al-Azhar 21 Solo Baru. Teknik keabsahan data dilakukan melalui triangulasi data. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen semuanya saling melengkapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) pemahaman guru tentang penilaian autentik masih bervariasi, b) keterbatasan waktu dalam penerapan penilaian autentik, c) guru tidak mau mengecek instrumen penilaian yang akan digunakan, d) guru sering tidak melakukan penilaian proses dalam pembelajaran, e) pengolahan nilai hasil belajar yang dirasakan guru terlalu rumit dan kompleks, serta f) minimnya daya baca guru untuk mengkaji buku-buku mengenai penilaian autentik. Adapun faktor penyebab permasalahan adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam (guru dan siswa), sedangkan faktor eksternal berasal dari luar kemampuan guru.
Representasi Pengetahuan dan Keterampilan Berpikir Aras Tinggi dalam Modul Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama Sarwiji Suwandi; Chafit Ulya; Nugraheni Eko Wardani; Sugit Zulianto; Titi Setiyoningsih
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi pengetahuan dan keterampilan berpikir aras tingi dalam modul ajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi dan wawancara. Sumber data mencakupi dokumen modul dan informan guru dan pakar. Teknik cuplikan dengan purposive sampling. Data divalidasi dengan triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dan analisis model interaktif. Temuan penelitian adalah semua dimensi pengetahuan dan aspek keterampilan berpikir aras tinggi terdapat dalam modul dengan sebaran yang berbeda. Jumlah pengetahuan faktual paling banyak dibandingkan dengan pengetahuan lainnya. Sementara itu, keterampilan mencipta merupakan keterampilan aras tinggi yang paling banyak ditemukan. Implikasi dari penelitian ini adalah pengetahuan konseptual dan metakognitif perlu lebih ditingkatkan dalam penyusunan modul pembelajaran bahasa Indonesia.Representation of Knowledge and Higher Order Thinking Skills in Junior High School Indonesian Language ModulesThis research aims to describe the dimensions of knowledge and high-order thinking skills in teaching modules. This type of research is descriptive qualitative with a content analysis and interview approach. Data sources include module documents and teacher and expert informants. Sampling technique using purposive sampling. Data were validated by triangulation of sources and methods. Data analysis uses content analysis techniques and interactive model analysis. The research findings are that all dimensions of knowledge and aspects of high-order thinking skills are contained in modules with different distributions. The amount of factual knowledge is the largest compared to other knowledge. Meanwhile, creative skills are the most frequently found high-level skills. The implication of this research is that conceptual and metacognitive knowledge needs to be further improved in preparing Indonesian language learning modules.
Kajian Aksiologi Bahasa Indonesia sebagai Nilai dan Identitas Bangsa dalam Perspektif Filsafat Ilmu Dewi Wahyu Utami; Fernanda Dafittra; Wahyu Mardaning Hardiyanti; Audrey Zhafira Salma; Sarwiji Suwandi
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i1.6741

Abstract

This study aims to examine the axiological values ​​in the Indonesian language, the function of Indonesian as a national identity, and the axiological function of language in the life of the nation and state. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach through a literature review of various literatures. The data collection technique uses a literature review (library research). The data sources of this study come from books on the philosophy of science, scientific articles indexed by Sinta, and national journals relevant to the theme of language, values, and national identity. Data analysis is carried out through several stages, including collecting relevant literature, the process of coding texts containing social, cultural, and moral values, then categorizing themes according to the types of values ​​found, followed by philosophical interpretation, and ending with drawing conclusions regarding the position of the Indonesian language as an axiological entity. The results of the study indicate that the Indonesian language has three main dimensions of value, namely social values, cultural values, and moral values. The social value of the Indonesian language is evident through its role in building togetherness, equality, and unity. Its cultural values ​​are manifested in the preservation of local wisdom, cultural richness, and diversity, while its moral values ​​are reflected through the use of polite, honest, and ethical language. Furthermore, Indonesian serves as a medium for education, the development of knowledge, and the expression of national ideology, affirming national identity.
Tumpeng sebagai Simbol: Tinjuan Etnolinguistik Makna Makanan Pada Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng Sarwiji Suwandi; Titi Setiyoningsih; Chafit Ulya; Ari Suryawati Secio Chaesar; Eko Setyawan; Sugit Zulianto
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4909.395-410

Abstract

Javanese people use food in various traditional rituals as symbols that represent certain meanings and philosophies, one of which is Tumpeng and is used in the Baritan tradition by people in Java. This research aims to reveal the meaning of food in the form of tumpeng in the Baritan tradition practiced by people in the Dieng Plateau, Central Java. This research uses a qualitative approach with ethnolinguistic methods to study and explain the meaning of food. Data and data sources include food used in the traditions held. Data collection techniques through field observations, interviews and documentation. The data was analyzed using meaning triangle analysis to decipher symbols through the stages of understanding concepts, signs and signifiers. The results of the research show that the food used in the Baritan tradition by the people of the Dieng Plateau includes tumpeng with various special colors which have meanings and philosophical elements which also come in various shapes accompanied by complementary foods such as ingkung chicken and apem. The use of this food has meaning and has philosophical value in the form of expressing gratitude to God, hope for abundant sustenance from nature, and apologizing to God and fellow humans. The Baritan tradition in the Dieng Plateau has the meaning of strengthening the relationship between humans, humans and nature, humans and their ancestors, and the relationship between humans and God. Thus, food, especially tumpeng, is not only used for tradition, but also has deep meaning and philosophy so that it represents people's beliefs. AbstrakMasyarakat Jawa menggunakan makanan dalam berbagai ritual tradisi sebagai simbol yang merepresentasikan makna dan filosifi tertentu salah satunya yakni Tumpeng dan digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna makanan berupa tumpeng pada tradisi Baritan yang dilakukan oleh masyarakat di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnolinguistik untuk mengkaji dan menjabarkan makna makanan. Data dan sumber data berupa makanan yang digunakan dalam tradisi yang digelar. Teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis segitiga makna guna menguraikan simbol melalui tahapan pemahaman konsep, tanda, dan petanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat Dataran Tinggi Dieng meliputi tumpeng dengan beragam warna khusus yang memiliki pemaknaan dan unsur filosofis yang juga beragam bentuknya disertai dengan makanan pelengkap seperti ayam ingkung dan apem. Penggunaan makanan tersebut memiliki makna dan memiliki nilai filosofos berupa ungkapan rasa syukur pada Tuhan, harapan akan rezeki yang melimpah dari alam, serta permohonan maaf pada Tuhan dan juga sesama manusia. Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng memiliki makna memperkuat hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam, manusia dengan leluhur, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, makanan khususnya tumpeng tidak hanya dimanfaatkan untuk tradisi, tetapi juga memiliki makna dan filosofi mendalam sehingga merepresentasikan keyakinan masyarakat.
Fostering Inclusive Islam: A Study of Religious Values in Indonesian Language Textbooks at Islamic Higher Education Sigit Arif Bowo; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani
Jurnal Pendidikan Islam ARTICLE IN PRESS
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze how religious moderation values are portrayed in Indonesian language textbooks used at Islamic Higher Education. Documents from relevant textbooks were analyzed using a qualitative descriptive approach combined with content analysis strategies. The documents analyzed were six Indonesian language textbooks used at the Islamic Higher Education of Central Java Province. Interactive analysis methods were used to analyze the data. Eight fundamental principles of religious moderation are included in the textbooks, according to the findings: 1) fair; 2) deliberation; 3) pioneering; 4) reform; 5) tolerance; 6) nationalism/patriotism; 7) anti-violence; 8) accommodation of local culture. The values that were most commonly portrayed among these were nationalism and the spirit of pioneering. Tolerance, opposition to violence and extremism, and respect for local culture were among the other qualities that were not equally or proportionately incorporated. These books focus more on character building and nationalistic attitudes. Opportunities to create Indonesian language textbooks that more fully and fairly integrate religious moderation values are highlighted by these findings. According to the result, promoting religious moderation in Islamic Higher Education requires balanced content. With Indonesian language textbooks that contain various moderation values proportionally and comprehensively, it is hoped that they can strengthen the spread of moderate attitudes.
Strategi Komunikasi Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Asal Filipina Yeyen Purwiyanti; Sarwiji Suwandi; NFN Andayani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v6i2.448

Abstract

This research aims to describe and explain the communication strategy used by BIPA students from Philippines during BIPA learning. This research is a study case using natural background. The researcher will describe and explain both verbal and non-verbal communication strategy used by BIPA students of UPT Bahasa UNS who come from Philippines. Data of this research are result of observation and interview note from BIPA students from Phillipines as well as BIPA teachers. The result of this research is communication strategy used by BIPA students from Philippines, which are equivallance, borrowing, dictionary, self-correction, prefix, role play, phrase, preposition, similar pronounciation and diction. Communication strategy that is dominantly used by BIPA students is borrowing English in the communication of targeted language. Targeted language in this research is Indonesian. Verbal and non-verbal communication strategy has benefit toward BIPA students to understand the on-going event. Moreover, it could bridge the gap between the students and the teachers, as well as among the students.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan oleh pemelajar BIPA asal Filipina dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan latar natural. Peneliti akan mendeskripsikan dan menjelaskan strategi komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan oleh pemelajar BIPA UPT Bahasa UNS yang berasal dari negara Filipina. Data penelitian ini berupa catatatan lapangan hasil observasi dan catatan lapangan hasil wawancara pemelajar BIPA yang berasal dari Filipina dan pengajar BIPA. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi yang digunakan oleh pemelajar BIPA asal Filipina, yaitu ekuivalensi, peminjaman, kamus, koreksi diri, imbuhan, peragaan, frasa, preposisi, kemiripan lafal, dan diksi. Strategi komunikasi yang dominan digunakan adalah peminjaman bahasa Inggris dalam menggunakan komunikasi bahasa target dalam penelitian ini adalah bahasa Indonesia.
Hermeneutika Bahasa dalam Identitas dan Ideologi Pada Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Tahun 2025 : Hermeneutics of Language in Identity and Ideology in the 2025 State Address of the President of the Republic of Indonesia Alfi Syahidah Dyah Puspitasari; Riyan Prasetyo; Arviah Putri Ayuningtyas; Jovita Ratu Parosa; Fotina Alya Nur Mahira; Sarwiji Suwandi; Atikah Anindyarini
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v9i2.108917

Abstract

This research begins with the issue of the assumption of language neutrality in scientific and political discourse, particularly in state speeches, which in practice contain certain identity and ideological constructions. This study aims to analyze how metaphors and modalities function in constructing collective identity representations and affirming the ideological orientation of the state through the language of state speeches. The research uses an interpretive qualitative approach by combining linguistic hermeneutics and Fairclough's Critical Discourse Analysis model. The research data consists of the text of the state speech of the President of the Republic of Indonesia at the Annual Session of the People's Consultative Assembly (MPR) and the joint session of the House of Representatives (DPR) and the Regional Representative Council (DPD) in 2025, obtained through official text documentation. Data analysis was carried out in stages at the textual level, discourse practice, and social practice. The results show that metaphors are used to frame social reality and state policy in a normative and persuasive manner, while modalities play a role in establishing the authority of the speaker and legitimizing the position and institutional actions of the state. The integration of hermeneutics and Critical Discourse Analysis allows for the disclosure of ideological meanings that are not visible on the surface of the text, while simultaneously revealing the power relations at work in the production of state discourse. This study concludes that language in state speeches is not neutral, but rather functions as an ideological instrument in the formation of meaning, identity, and political legitimacy
Co-Authors Adenarsy Avereus Rahman Afi Mufidah Agita Dio Divanda Ahmad Bahtiar, Ahmad Aida Azizah Aji Santoso Akbar Al Masjid Akhirul Insan Nurr Rokhmah Aldi Dwi Saputra Alfi Syahidah Dyah Puspitasari Alivia Nadatul Aisyi Alvika Candra Puspita Amaylia Galuh Mitaviana Andayani Andayani Andayani Andreas Noreewec Andromeda Nova Hartavi Anggita Aprilliany Firdaus Ani Rakhmawati Aprilia Rizki Arifah Ardhea Ayu Samhayatma Ari Chaesar Ari Suryawati Secio Chaesar Arief Setyawan Arief Setyawan Arifatul Hikmah Artono Dwijo Sutomo Arviah Putri Ayuningtyas Asteka, Pipik Atikah Anindyarini Atikah Anindyarini Audrey Zhafira Salma Aulia Rahmanisa Bahtiar, Ahmad Bambang Kusharjanta Bebryana Ratri Bekty Tandaningtyas Sundoro Bekty Tandaningtyas Sundoro Bella Berliana Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setyawan Budi Legowoz Budiyono Budiyono Chafit Ulya Chafit Ulya Chafit Ulya Chafit Ulya Clarissa Nindytya Cahya Colin Widi Widawati Dara Panca Indra Dasa Oktaviani Br Ginting Deni Purwanti Deri Rachmad Pratama, Deri Rachmad Dewi Wahyu Utami Dhelinta Fitri Pramadhanti Diki Wahyudi Dina Handayani Dwi Setiyawan Dwiana Nur Rizki Hanifah Edy Suryanto Edy Tri Sulistyo Edy Tri Sulistyo Edy Tri Sulistyo Eko Setyawan Eko Setyawan Elisabeth Nugraheni Eko Wardani Faizal Arvianto Faizal Arvianto Fatma Kasim Fernanda Dafittra Firda Nurul Fauziah Firdaus Aritonang Firdaus, Anggita Aprilliany Fitriana Kartika Sari Fotina Alya Nur Mahira Gunta Wirawan Hani’ah Hani’ah Herman J Waluyo Herman J. Waluyo Herman J. Waluyo Hermanu jubagyo Hermawan, Muhammad Alfian Heru Kurniawan Hidayat, Ryan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Inggrid Amanda Muharramah Inta Rachma Yuniarta Iqbal Syahrul Akbar Al Aziz Joko Nurkamto Jovita Ratu Parosa Keken Wulansari Khazimah Ila Salsabila Khusnul Khotimah Kundharu Saddhono Kundharu Saddhono Kundharu Shaddhono Kurnia Cahyaning Putri Laila Fitri Nur Hidayah Lerry Alfayanti Lerry Alfayanti Luvi Kurnia Permana M. Furqon Al Maarif Makyun Subuki Martanti Dwi Kristyanawati Martanti Dwi Kristyanawati Mega Puspitasari Memet Sudaryanto Mohammad Rohmadi Muhammad Aditya Wisnu Wardana Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Wildan Sahidillah Muhlis fajar Wicaksana Muhlis Fajar Wicaksana Mulyaningsih, Indrya Nailil Haliza Sampurno Nanda Dewi Saputri Nesya Yanmas Yara NFN Andayani Ngadiso Ngadiso Ngadiso Ngadiso Nina Queena Hadi Putri Nova Yuandani Br Sinaga Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardhani Nugraheni Eko Wardhani Nurnaningsih Nurnaningsih Pipit Dewi Puspitasari Prissilia Prahesta Waningyun Qonita Sumardani Raheni Suhita Rahma, Yadia Raiyan Armansa Putra Ramadhan Kusuma Yudha Rasyid Manshur Rasyid Manshur Rasyid Manshur Reni Agustina Retno Winarni Retno Winarni Retno Winarni Ria Dwi Pusita Sari Ria Dwi Puspita Sari Rihada Aisy Ririen Wardiani Riyan Prasetyo Roni Setiawan Rosinawati Dewi Rosinawati Dewi Rosinawati Dewi Rosita Rahma Rosita Rahma Sahid Teguh Widodo Salim Widono Santika Dewi Lestari Septi Yulisetiani Septi Yulisetiani Septian Refvinda Argiandini Setyo Sri Rahardjo Sidiq Aji Pamungkas Sigit Arif Bowo Siprianus Nahak Siti Helmyati Slamet Mulyono Slamet Subiyantoro Sri Hastuti Sri Marmoah St. Y Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet Sugit Zulianto Sugit Zulianto Sugit Zuliyanto Sumarah - Suryaningrum Sumarlam, Sumarlam Sumarwati Supana Supana Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Syahroni Syahroni Syihaabul Hudaa Tari, Wahyu Fajar Lestari Tia Pratiwi Tifany Diahnisa Tika Tifani Titi Setiyoningsih Tri Murwaningsi Anjar Sri Ciptorukmi N Ulya, Chafit Umi Khomsiyatun Veithzal Rivai Zainal Veronika Unun Pratiwi Vinsca Sabrina Claudia Vinsca Sabrina Claudia Wahid Ibnu Nugroho Wahidah Nasution Wahidah Nasution Wahyu Mardaning Hardiyanti Waluyo, Herman J. Widya Ristanti Wina Yunita Winarni, Retno Winda Dwi Hudhana Winda Dwi Lestari Yanuar Bagas Arwansyah Yanuar Bagas Arwansyah Yerry Mijianti Yeyen Purwiyanti Yeyen Purwiyanti Yudho Taruno Muryanto Yuliana Sari Yusuf Muflikh Raharjo