Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

Protokol Penanggulangan dan Penyelamatan Krisis Pangan dan Gizi pada Kelompok Rawan (Protocol for Recovery and Prevention of Food and Nutrition Crises on Vurnerable Group) Briawan, Dodik; Hariyadi, Purwiyatno; Hari Purnomo, Eko Hari Purnomo; M. Taqi, Fahim
JURNAL PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1724.573 KB) | DOI: 10.33964/jp.v24i2.32

Abstract

Krisis pangan dan gizi merupakan permasalahan yang berdampak terhadap pembangunan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan protokol pencegahan dan penanggulangan krisis pangan dan gizi. Data yang digunakan terdiri dari data sekunder dan primer. Protokol krisis pangan dan gizi dikembangkan dengan melibatkan ahli dan narasumber dari pemerintah daerah di Sukabumi, Situbondo dan Bogor. Kondisi krisis pangan dan gizi dapat ditetapkan dengan sistem survailan menggunakan indikator yang valid, sensitif, dan mudah dikumpulkan. Model yang sudah ada yaitu “Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi” dapat digunakan dengan beberapa modifikasi tertutama pada komponen indikator. Protokol pencegahan dan penanggulangan dikembangkan untuk kelompok rumah tangga rawan di masyarakat. Kelompok ini dapat ditetapkan berdasarkan 14 indikator nonmoneter yang dikembangkan oleh BPS, dengan prioritas yang mempunyai anak di bawah usia lima tahun dan atau ibu hamil. Upaya penyelamatan terutama dilakukan dengan memberikan makanan tambahan pada kelompok rawan ini. Penanggulangan diarahkan melalui bantuan ekonomi kepada rumah tangga sasaran. Pemerintah daerahperlu membentuk tim manajemen krisis pangan dan gizi yang disertai peran dan tanggungjawab yang jelas. Disarankan, pemerintah daerah mempunyai kewenangan dalam menetapkan kondisi krisis, yang disertai anggaran pelaksanaan protokol tersebut. Selain itu, dalam jangka panjang program seperti SKPG, Posyandu dan UPGK perlu diperbaiki dan ditingkatkan.Food and nutrition crises affect Indonesian development. This study aims to develop general protocol for prevention and recovery of food and nutrition crises. The data comprises of secondary and primary data. The crisis protocol is developed by involving experts and resource persons from Sukabumi, Situbondo and Bogor local governments. The crisis condition could be determined using mechanism of surveillances, valid, sensitive, and easy to generate indicators. The existing “Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi” model could be applied with some modification on its components. The recovery and prevention protocolshould specifically be developed for vulnerable groups which can be determined using 14 non-monetary indicators developed by CBS, with special priority given to households with children under 5 years and/or pregnant mothers. The recovery is focused on feeding program for those groups. Prevention program is designed for the development of economic activities for the targeted households. The local government need to establish a crisis management team with well defined roles and responsibilities. It is proposed that Head of Local Governments should have authority to determine, declare crisis condition, and allocate budget to execute the protocol. In the long run, existing food and nutrition programs; especially SKPG, Posyandu and UPGKshall be up-graded and improved.
Protokol Penanggulangan dan Penyelamatan Krisis Pangan dan Gizi pada Kelompok Rawan (Protocol for Recovery and Prevention of Food and Nutrition Crises on Vurnerable Group) Dodik Briawan; Purwiyatno Hariyadi; Eko Hari Purnomo Hari Purnomo; Fahim M. Taqi
JURNAL PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v24i2.32

Abstract

Krisis pangan dan gizi merupakan permasalahan yang berdampak terhadap pembangunan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan protokol pencegahan dan penanggulangan krisis pangan dan gizi. Data yang digunakan terdiri dari data sekunder dan primer. Protokol krisis pangan dan gizi dikembangkan dengan melibatkan ahli dan narasumber dari pemerintah daerah di Sukabumi, Situbondo dan Bogor. Kondisi krisis pangan dan gizi dapat ditetapkan dengan sistem survailan menggunakan indikator yang valid, sensitif, dan mudah dikumpulkan. Model yang sudah ada yaitu “Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi” dapat digunakan dengan beberapa modifikasi tertutama pada komponen indikator. Protokol pencegahan dan penanggulangan dikembangkan untuk kelompok rumah tangga rawan di masyarakat. Kelompok ini dapat ditetapkan berdasarkan 14 indikator nonmoneter yang dikembangkan oleh BPS, dengan prioritas yang mempunyai anak di bawah usia lima tahun dan atau ibu hamil. Upaya penyelamatan terutama dilakukan dengan memberikan makanan tambahan pada kelompok rawan ini. Penanggulangan diarahkan melalui bantuan ekonomi kepada rumah tangga sasaran. Pemerintah daerahperlu membentuk tim manajemen krisis pangan dan gizi yang disertai peran dan tanggungjawab yang jelas. Disarankan, pemerintah daerah mempunyai kewenangan dalam menetapkan kondisi krisis, yang disertai anggaran pelaksanaan protokol tersebut. Selain itu, dalam jangka panjang program seperti SKPG, Posyandu dan UPGK perlu diperbaiki dan ditingkatkan.Food and nutrition crises affect Indonesian development. This study aims to develop general protocol for prevention and recovery of food and nutrition crises. The data comprises of secondary and primary data. The crisis protocol is developed by involving experts and resource persons from Sukabumi, Situbondo and Bogor local governments. The crisis condition could be determined using mechanism of surveillances, valid, sensitive, and easy to generate indicators. The existing “Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi” model could be applied with some modification on its components. The recovery and prevention protocolshould specifically be developed for vulnerable groups which can be determined using 14 non-monetary indicators developed by CBS, with special priority given to households with children under 5 years and/or pregnant mothers. The recovery is focused on feeding program for those groups. Prevention program is designed for the development of economic activities for the targeted households. The local government need to establish a crisis management team with well defined roles and responsibilities. It is proposed that Head of Local Governments should have authority to determine, declare crisis condition, and allocate budget to execute the protocol. In the long run, existing food and nutrition programs; especially SKPG, Posyandu and UPGKshall be up-graded and improved.
Co-Authors . Hartoyo A'immatul Fauziyah Abdul Razak Thaha Abdul Razak Thaha Abdul Salam Abdul Salam Adriyani, Ari Agus Triwinarto Aisyah Fathul Jannah alfiah alfiah Alfiah, Elma Ali Khomsan Ali Rosidi Amelia, Leily Amelia, Leily Andi Imam Arundhana Andri Susanti Anggiruling, Dwikani Oklita Anita Christina Sembiring Anna Febritta Intan Sari Ari Adriyani Aris Sulaeman Aslis Wirda Hayati Baiq Fitri Rahmiati Betty Yosephin Simanjuntak Budi Iman Santoso BUDI SETIAWAN Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Cesilia M Dwiriani Clara M Kusharto Dadang Sukandar Daus, Firdaus Firdaus Dewi Permaesih Dewi, Mira Dewi, Mira Dewi, Mira Dian Herawati Dias Indrasti Dondin Sayuthi Drajat Martianto DWI HASTUTI Dyah Umiyarni Purnamasari Eko Hari Purnomo El Zenitia Villa Rinjani Elvandari, Milliyantri Elvira Syamsir Emmy S Karsin Eneng Nunuz Rohmatullayaly Ermita Arumsari Erni Rukmana Ernis Asanti Erry Yudhya Mulyani Erry Yudhya Mulyani Evy Damayanthi Fahim M. Taqi Farida Dwi Rokhmah Fasli Jalal Fauziah, A'immatul Febiani Riskika Fitrah Ernawati Galih Purnasari Hadi Riyadi Hanifah Nuryani Lioe Hardinsyah Heldi, Ilza Wahyuni Heldi, Ilza Wahyuni Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah Hidayat Syarief Hidayat Syarief Hidayat Syarif Hidayat Syarif Husnul Mar'ah I Gusti Bagus Wiksuana Ikeu Ekayanti Ikeu Tanziha Ikeu Tanziha Imas Destiara Iriyani Harun Irmaida Irmaida Irman Hermadi Iskari Ngadiarti Jus'at, Idrus Karlina Nurcahyo Kartika Annisa Khomsan, Khomsan Kudang Boro Seminar Leily Amalia Leily Amelia Leily Amelia Lilik Kustiyah Lilik Kustiyah Lilik N Yuliati Lilis Nuraida Linda Riski Sefrina Listyani Hidayati Listyani Hidayati M Muchtar M. Aries, M. M. Taqi, Fahim Madaniyah, Siti MADE ASTAWAN Mar'ah, Husnul Marhamah . Mei Rini Safitri Mewa Ariani Migi Barunawati Miskiyah, Ainiyah Mohamad Yulianto Kurniawan Mohamad Yulianto Kurniawan Mufidah, Amna Muhamad Rizal Martua Damanik Muhammad Rivai Muhilal . Muhilal ., Muhilal Nadiyah Nadiyah Nasution Nasution Netta M. Putri Ni Made Putria Sukma Febriyani Nida Nadia Rifsyina Nita Yulianis Nunung Cipta Dainy Nur Hikmawaty Syarifuddin Nuradhiani, Annisa Nuri Andarwulan Nurpratama, Widya Lestari Nurul Muslihah Oktaviana Purnamasari Paramitha Rachma Pramita Ariawati Putri Pranita, Rani Fitri Pudji Muljono Purwiyatno Hariyadi Pusparini Pusparini Pusparini Pusparini Pusporini Pusporini Pusporini, Pusporini Putri Putri, Putri Putri, Dini Rizkiani Putri, Pramita Ariswati Putri, Pramita Ariswati Putri, Widya Ayu Kurnia Rahmaniya, Liya Putri Rahmasari, Nisya Cesaryani Rahmasari, Nisya Cesaryani Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ratu Diah Koerniawati Refdanita Refdanita Refdanita, Refdanita Rekyan Hanung Puspadewi Rezzy Eko Caraka Rimbawan , Rokhmah, Farida Dwi Sedayu, Tyas Rara Siti Aisyah Solechah Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Madaniyah Sri Anna Marliyati Sri Mustika Srirezeki, Yulia Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Surlitah, Sutemy Sutanti, Yeti Syifa, Nisa Hidayatus Tetty Herta Tin Herawati Tiurma Sinaga Tjahja Muhamdri Tonny C Maigoda Tonny C Maigoda Tyas Permatasari Tyas Permatasari Tyas Rara Sedayu Vera Uripi Vitria Melani, Vitria Widya Ayu Kurnia Putri Wilda Yunieswati Wirawanti, Ika Wirya Woro Riyadina Woro Riyadina Yayat Heryatno Yayuk Farida Baliwati Yekti H Effendi Yekti Widodo Yekti Widodo Yosepha Mextiany Ganella Gurang Yulina Eva Riany Yuni Pradilla Fitri Zulaikhah ., Zulaikhah Zulaikhah Zulaikhah Zulaikhah Zulaikhah, Zulaikhah Zulhadiman