p-Index From 2021 - 2026
13.992
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Seni Rupa Serupa : The Journal of Art Education Jurnal Imajinasi SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JURNAL OBOR PENMAS Journal on Education JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH EDUPEDIA FONDATIA Jurnal Pembelajaran Inovatif Jurnal Gentala Pendidikan Dasar COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Jurnal Seni Nasional Cikini Jurnal Sosial Humaniora Sigli Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Equity in Education Journal (EEJ) Andragogi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Ghurnita: Jurnal Seni Karawitan Jurnal Komunitas Bahasa Al Hikmah: Journal of Education Jurnal Prajaiswara Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Mebang Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Concept: Journal of Social Humanities and Education Buletin Edukasi Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business JAKBS Journal of Innovative and Creativity Algebra Kepompong Children Centre Journal Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Imajinasi: Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi Indonesia Bergerak: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Education Curiosity Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik Imajinasi: Jurnal Seni
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN KREATIVITAS BERBASIS BUDAYA LOKAL MELALUI PEMELAJARAN KOLASE BATIK MODEL PJBL DI SEKOLAH DASAR Muhammad Saiq; Sherin Himatussabrina Azzahra; Wasis Wijayanto
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 3 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i3.137302

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) memiliki peran strategis dalam mengembangkan kreativitas dan apresiasi budaya pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan kreativitas serta pemahaman budaya lokal melalui kegiatan kolase batik berbasis Project-Based Learning (PjBL) di kelas IV SD 4 Gondang Manis. Masalah utama yang diangkat adalah rendahnya variasi media pembelajaran seni yang berbasis kearifan local. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolase batik berbasis PjBL mampu meningkatkan kreativitas visual siswa melalui perpaduan warna dan motif orisinal. Aktivitas ini secara efektif menumbuhkan apresiasi budaya melalui pengenalan makna filosofis batik, sehingga siswa memahami identitas budaya warisan bangsa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi budaya lokal dalam model PjBL menciptakan pembelajaran yang aktif dan kolaboratif. Implementasi model ini terbukti memberikan dampak positif bagi karakter kreatif dan rasa bangga siswa terhadap budaya daerah sejak dini. Kata kunci : Apresiasi Budaya, Budaya Lokal, Kolase Batik, Kreativitas, PjBL
PENGUATAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DALAM PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK MELALUI PEMBUATAN MEDIA KOLASE BAGI SISWA MTS NURUL HUDA KUDUS khilda izza; Indah Wulandari; Wasis Wijayanto
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 3 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i3.136824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kreativitas siswa MTS Nurul Huda Kudus dalam seni rupa kolase melalui pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan utama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi eksplorasi dan metode observasi serta wawancara terhadap siswa yang melakukan proses pembuatan kolase. Data dikumpulkan dari dokumentasi hasil karya, proses pembelajaran, dan respons siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah plastik yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi karya seni kolase yang unik dan menarik. Siswa mampu mengembangkan imajinasi dan keterampilan estetika sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap pengelolaan sampah plastik. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif pada motivasi belajar seni rupa serta mendukung nilai-nilai ramah lingkungan dalam pembelajaran. Dengan demikian, pemanfaatan limbah plastik dalam seni kolase dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang kreatif dan edukatif di lingkungan sekolah.
Estetika Seni Ukir Jepara Sebagai Representasi Budaya Dan Upaya Meningkatkan Kreativitas Pengrajin Elok Nashihah Fitriani; Wasis Wijayanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14379

Abstract

Seni ukir Jepara memiliki nilai estetika yang tinggi dan memiliki makna simbolik yang menunjukkan identitas budaya masyarakat setempat. Seni ukir tradisional menghadapi tantangan karena perubahan selera pasar, regenerasi pengrajin, dan tuntutan inovasi produk di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari nilai estetika seni ukir Jepara sebagai representasi budaya dan bagaimana nilai estetika tersebut berubah ketika mereka mendorong kreativitas pengrajin untuk menghadapi tantangan modernitas. Studi ini dilakukan dengan metode studi kasus di Desa Teluk Awur, Jepara, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan studi kasus yang dilakukan di Desa Teluk Awur, Jepara. Setelah data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara semi-terstruktur, dan observasi, model Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai estetika seni ukir Jepara tidak hanya berfungsi sebagai representasi budaya lokal, tetapi juga mengalami perubahan dalam bentuk, fungsi, dan desain, yang mendorong kreativitas pengrajin. Perubahan ini memungkinkan seni ukir Jepara tetap lestari dan tetap sesuai dengan persyaratan pasar modern dan pertumbuhan ekonomi kreatif yang didasarkan pada budaya lokal.
Kreativitas Pengrajin Seni Ukir Rumah Joglo Sebagai Konservasi Budaya Di Desa Klumpit Muhammad Faris Ananta R; Wasis Wijayanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14415

Abstract

Seni ukir pada rumah Joglo Kudus merupakan warisan budaya Jawa yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga memuat nilai estetika dan filosofi yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat setempat. Arus modernisasi yang terus berkembang berpotensi menggeser keberadaan seni ukir tradisional, sehingga diperlukan kajian mendalam sebagai upaya konservasi budaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji kreativitas pengrajin seni ukir rumah Joglo di Desa Klumpit, Kabupaten Kudus, khususnya dalam memaknai motif ukiran serta nilai estetika-filosofis yang terkandung dalam unsur arsitektur rumah Joglo Kudus. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi, meliputi observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan pengrajin, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ukiran seperti nanasan jogo satru, dada peksi jogo satru, dan kathong gajah mengandung makna simbolik berupa perlindungan, keseimbangan, keberanian, serta harmoni hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Selain itu, unsur arsitektural seperti atap Joglo, tumpang sari, dan soko guru merepresentasikan identitas budaya lokal Kudus.
Menjaga Warisan Di Tengah Perubahan: Nilai Budaya Dan Identitas Batik Bakaran Pati Dalam Era Modern Lorensa Anantatya; Wasis Wijayanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14478

Abstract

Batik Bakaran merupakan salah satu warisan budaya tertua di Kabupaten Pati yang tumbuh dari tradisi masyarakat pesisir utara Jawa. Sebagai seni rupa tradisional, Batik Bakaran menyimpan nilai estetika, filosofi, dan simbol identitas budaya yang diwariskan sejak masa Kerajaan Majapahit melalui tokoh Nyai Banoewati. Ciri khas batik ini terletak pada warna sogan gelap, pola geometris sederhana, serta motif simbolik yang merefleksikan karakter masyarakat Pati yang religius dan pekerja keras. Di tengah arus modernisasi dan perubahan selera pasar, keberlanjutan Batik Bakaran menghadapi tantangan dalam mempertahankan nilai budaya dan identitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai estetika Batik Bakaran, menganalisis kreativitas pengrajin dalam pengembangannya, serta menjelaskan fungsi dan peran sosial Batik Bakaran di era modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Desa Bakaran, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Bakaran memiliki kekuatan estetika dan identitas budaya melalui motif Gandrung, Padas Gempal, Liris, Manggaran, dan Mina Tani. Inovasi pengrajin serta peran Museum Batik Bakaran dan UMKM lokal berkontribusi terhadap pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
Seni Ukir Pendapa Nalumsari Jepara Dalam Perspektif Sejarah, Motif, Dan Teknik Pahatan Lely Nur Hidayah; Wasis Wijayanto; Harun Isma’il
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14505

Abstract

Jepara dikenal sebaga Kota Ukir yang memiliki kekayaan budaya yaitu seni ukir kayu yang memiliki nilai estetika dan filosofi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah perkembangan seni ukir pendapa di Nalumsari, Jepara, menganalisis ragam motif ukir pendapa beserta makna simboliknya, serta mengidentifikasi teknik ukir yang digunakan oleh para pengrajin. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun manfaat penelitian ini adalah dapat memberikan konstribusi dalam pengembangan penelitian seni ukir, khusunya berkaitan mengenai sejarah, motif, dan teknik ukir pendapa sebagai upaya pelestarian warisan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni ukir di Nalumsari sejarah masyarakat setempat masih mempertahankan nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Motif yang dihasilkan para pengrajin dan banyak diminati masyarakat sebab mempunyai nilai simbolik dan estetika tinggi. Teknik ukir masih menggunakan teknik tradisional sebab para pengrajin masih mempertahankan ilmu yang diwariskan secara turun temurun. Seni ukir pendapa selain berfungsi sebagai elemen arsitektur merupakan bentuk mencerminkan identitas budaya, nilai spiritual, serta kearifan lokal masyarakat Jepara.
Dinamika Pagelaran Kethoprak Wahyu Manggolo Di Era Modernisasi Nia Sri Rahmadani; Wasis Wijayanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14588

Abstract

Kethoprak merupakan seni teater tradisional Jawa yang memiliki fungsi penting sebagai media pendidikan moral dan pelestarian budaya. Penelitian ini berfokus pada Kethoprak Wahyu Manggolo di Kabupaten Pati yang mampu bertahan di tengah modernisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah berdirinya, sistem keanggotaan, serta inovasi teknis dan konten pertunjukan yang dilakukan kelompok ini dalam menghadapi perubahan sosial budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pimpinan serta anggota kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahyu Manggolo menerapkan sistem keanggotaan berbasis gotong royong, melakukan pembaruan kostum dan tata panggung secara berkala, serta memadukan musik gamelan tradisional dengan instrumen modern. Inovasi tersebut terbukti mampu menarik minat penonton lintas generasi tanpa adanya menghilangkan nilai-nilai tradisionalnya. Kesimpulannya, keberhasilan kelompok ini terletak pada kemampuan adaptasi terhadap selera zaman dan dukungan masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meninjau potensi ekonomi kreatif dan strategi kolaboratif guna memperkuat keberlanjutan kesenian tradisional di era digital.
Kendang Dalam Perspektif Estetika Dasar Dalam Pembelajaran Seni Budaya Di Sd 1 Barongan Kudus Andani Nabil Arrasyid; Wasis Wijayanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kendang dalam perspektif estetika dasar pada pembelajaran Seni Budaya di SD 1 Barongan Kudus. Kendang tidak hanya dipahami sebagai alat musik tradisional yang berfungsi mengatur irama dan tempo dalam karawitan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mengandung nilai-nilai estetika dasar, meliputi aspek visual, auditif, dan kinestetik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru Seni Budaya dan peserta didik yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendang telah diimplementasikan secara aktif dalam pembelajaran Seni Budaya melalui kegiatan praktik karawitan, baik pada jam pelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. Kendang mengandung nilai estetika dasar yang dapat diamati melalui keindahan bentuk, variasi bunyi, serta keindahan gerak dalam aktivitas menabuh. Namun demikian, pemahaman peserta didik terhadap nilai estetika dasar kendang masih cenderung terbatas pada aspek teknis, sementara penghayatan estetis dan makna budaya belum sepenuhnya berkembang. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan pembelajaran yang lebih reflektif agar kendang dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai media pembelajaran estetika berbasis kearifan lokal.
Makna Batik Parijoto Sebagai Warisan Budaya Kota Kudus Dalam Perspektif Estetis Khofifah Endah Saputri; Wasis Wijayanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14619

Abstract

Salah satu motif khas Kudus adalah batik Parijoto, yang berasal dari buah Parijoto (Medinilla speciosa), yang tumbuh di lereng Gunung Muria. Buah ini memiliki makna doa, keberkahan, dan harapan untuk masyarakat. Namun, pemahaman masyarakat tentang makna filosofis dan estetis dari motif Batik Parijoto masih terbatas. Akibatnya, diperlukan kajian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki sejarah penciptaan motif Batik Parijoto, proses kreatif yang digunakan oleh perajin, makna estetis dan simbolik yang terkandung di dalamnya, dan bagaimana fungsinya berubah dalam perkembangan budaya dan industri kreatif modern. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Untuk mengumpulkan data, observasi lapangan, wawancara mendalam dengan perajin batik, dan dokumentasi visual digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika Batik Parijoto tercermin dalam stilasi bentuk buah dan daun yang mempertahankan karakter aslinya, penggunaan warna yang harmonis, dan nilai simbolik yang terkait dengan kesuburan dan spiritualitas. Selain itu, motif Parijoto berubah menjadi fungsi yang dapat disesuaikan untuk berbagai produk kontemporer sambil mempertahankan identitas budaya lokal. Oleh karena itu, Batik Parijoto memiliki peran penting sebagai warisan budaya Kudus yang memiliki nilai estetika yang harus dilestarikan secara berkelanjutan.
Penguatan Jiwa Entrepreneurship Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Penjualan Alat Musik Gamelan Wawan Shokib Rondli; Wasis Wijayanto; Irfai Fathurohman; Yollanda Vannesicha Widyatma
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.8534

Abstract

Penelitian ini mengkaji penguatan jiwa entrepreneurship dalam pendidikan kewarganegaraan melalui kreativitas dan penjualan alat musik gamelan di Desa Ngablak, Pati. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, penelitian berfokus pada pengrajin gamelan sebagai unit analisis untuk memahami integrasi nilai-nilai kewirausahaan dengan pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengrajin gamelan telah mengimplementasikan pendekatan kreatif dalam pembuatan dan pemasaran gamelan yang tidak hanya berorientasi ekonomi tetapi juga mempertahankan nilai budaya. Melalui sistem magang, workshop, dan kunjungan industri, mereka berhasil mentransfer pengetahuan tradisional sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda. Meskipun menghadapi tantangan berupa kesulitan regenerasi, persaingan dengan produk modern, dan keterbatasan modal, terdapat peluang dari tren apresiasi produk lokal, perkembangan teknologi digital, kebijakan pemerintah pendukung ekonomi kreatif, dan kolaborasi dengan institusi pendidikan. Model pembelajaran kontekstual yang menggabungkan entrepreneurship, pendidikan kewarganegaraan, dan pelestarian budaya ini berpotensi menjadi prototipe pengembangan kurikulum yang memperkuat identitas kultural sekaligus membangun kompetensi ekonomi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.
Co-Authors Adzin Eka Lindi Afifah, Asti Nur Ahmad Hariyadi Ahmad Hariyadi, Ahmad Ahmad Ulil Albab Aida Nur Aini Aisy, Fadia Rohadatul Amalia, Rosa Nur Amanda Diva Hadi Ramadhani Andani Nabil Arrasyid Anggraeni, Nurlita Anif Maghfiroh Annasih, Sa'aduddin Ardayanti, Melysa Dwi Arfiasya Husna Zakiyya Arif Budi Prasetya Ariq Naqib Ma’ruf Aris Indriyanto Nugroho Aristianti, Siska Dwi Aryani, Dias Syifa Asmara, Fantasi Fana Sari Assakhiy, Herfiana Putri Aulia, Silvia Natasya Aurelia Cahya Fadhilatul Khalila Aurelia Theysa Awaliyatul, Faza Ayuning, Riska Aziz, Muhammad Safri Rofiqul Budi, Hermawan Setia Cahyanisam, Clarista Chamidah, Fira Naelatul Darmawan Baihaqi Dea Novita Dea Rahma Putri Dea Rahma Putri Delfi Novelia Pratiwi Devi Arifia Fitriani Dewi, Lisna Wati Dia Ayu Nuril Hidayah Dini Adellia Angel Dwi Rahayu Pitaloka Elfara Putri Fauziah Elok Nashihah Fitriani Elrika, Anastasia Jevis Ema Zulfiani Endry, Ravena Zahra Fadia Rohadatul Aisy Faiq Syifaul Ajib Fajrie, Nur Fajrie Fauzul Muna Febriyanti, Dian Kavita Fifit Fidyastuti Fitriyani, Dila Eka Furqon, Muhamad Nailul Hanindita Ayu Larasati Harun Isma'il Harun Isma’il Hidayah, Aulia Nurul Hidayah, Nor Ika Oktavianti, Ika Ilmi, Alfi Muzaro'atul Indah Kumalasari Indah Wulandari Inesya Kalyana Tantri Inesya Kalyana Tantri Intan Devia Maharani Irfai Fathurohman Irfai Fathurohman, Irfai Jannah, Almira Durhotul Joannanda Meyza Ardika Karina Vebrina Islamica Karina Wardani Kartikasari, Ratna Indah Khaiswarya, Ratih Tri Khalimah, Umi Khalimatus Sa'diyah, Isnaini khilda izza Khofifah Endah Saputri Khofifah, Ayu Dewi Nafisatul Khoirunnisa, Ony Khansa' Koestanti, Jeny Kurniawati, Nafisa Junita Laila, Naimatul Latifah, Nushrotul Latifah Lely Nur Hidayah Lina Rahayu Lintang Kironoratri Lola Indra Mukti Lorensa Anantatya Lu’lu’ul Maknun Maghfiroh, Anif Maghfirotul Ulia Margareta, Paulin Marliana Putri Lestari Marshelyna, Mela Maulida, Dinda Laurenza Nailis Sikhah Maulida, Vina Cahya Mayariah, Alya Mazida, Risma Hanim Mega Ayu Putri Hapsari Mellia Nor Halifah Muhammad Aufa Muhammad Faris Ananta R Muhammad Ilyas Fitrian Muhammad Saiq Muti’ah, IzzatuL Muzakki Jamil, Achmad Nadia Shofyana Nadiyah, Hidayatun Najikhah , Fatikhatun Nashan, Syafiq Nella Marsha Aulia Nia Sri Rahmadani Nisa Aulia Sari Noor Islahuddin, Muhammad Nur Fajrie Nur Kumala Reza Damayanti Nurhidayah, Anessa Nurul Fidya Fatmawati Oktasabella, Salma Oliv Via Ani Ramadhan Oliv Via Ani Ramadhana Pramesti, Erlintang Prameswari, Claudia Pramudita, Diah Ayu Pratiwi, Ajeng Prastiana Purbo Jati Kusumo putri aji, Nafisa Putri, Arinda Elfana Putri, Meutia Revana Cahya Rahayu, Rismawati Rahmadhani, Renita Mila Rani Setiawaty Ravena Zahra Endry Rheza Safitri Riany Aulia Shabila Rifananda Septy Anggraeny Rizky, Reina Rohani Anggita Permadani Rona Fristi Febbilla Sa'aduddin Annasih Sa'diyah, Isnaini Khalimatus Sabiela, Royana Nafisa Safitri, Rheza Sanusi, Ula Aulia As Sari, Fauziyah Kemala Sari, Liza Fatika Sa’diyah, Halimatus Setyanto, Beta Arif Shabrina Khilda Zulfia Shallum, Geitsya Alodia Sherin Himatussabrina Azzahra Shofwani, Siti Aniqoh Shofyana, Nadia Shokifatul Sinvi Faido Rohmah Siti Aisyah Siti Khoirotun Nisa Solikha, Fatimatus Sucitra Suryandika, Ade Eka Sutono, Sugoro Bhakti Su’adah, Muthorida Sya’diah, Khalimatus Syeh Priyadi Taqiya, Izza Titis Puspita Maharani Titis Puspita Maharani Ula Aulia As Sanusi Umamah, Naila Farikhatun Umi Nur Kholifah Umi Nur Kholifah Umi W, Sri Surachmi Wahid Nur Fajri Wardani, Karina Wawan Shokib Rondli Widyatma, Yollanda Vannesicha Wijayanti, Santika Dwi Windi Putri Kurnia Sefiyani Woro Prastika Yaqin, Makhfudz Ainul Yollanda Vannesich Widyatma Yollanda Vannesicha Widyatma Yunia Nadiya Putri Yunita Amilia Aini Rohmah Yustantifa, Annabella Zahro, Anisa Zahro, Nabila Fatimatuz Zulfa, Nailul Arofah Zumala, Arina Shofia