p-Index From 2021 - 2026
10.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Seni Rupa Serupa : The Journal of Art Education SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Journal on Education JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH FONDATIA Jurnal Gentala Pendidikan Dasar COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Jurnal Seni Nasional Cikini Jurnal Sosial Humaniora Sigli Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Equity in Education Journal (EEJ) Andragogi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) Ghurnita: Jurnal Seni Karawitan Jurnal Komunitas Bahasa Al Hikmah: Journal of Education Jurnal Prajaiswara Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Mebang Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Concept: Journal of Social Humanities and Education Journal of Artificial Intelligence and Digital Business JAKBS Journal of Innovative and Creativity Algebra Kepompong Children Centre Journal Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Imajinasi: Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi Indonesia Bergerak: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Education Curiosity PESHUM Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik Imajinasi: Jurnal Seni Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN KREATIVITAS BERBASIS BUDAYA LOKAL MELALUI PEMELAJARAN KOLASE BATIK MODEL PJBL DI SEKOLAH DASAR Saiq, Muhammad; Azzahra, Sherin Himatussabrina; Wijayanto, Wasis
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 3 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i3.137302

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) memiliki peran strategis dalam mengembangkan kreativitas dan apresiasi budaya pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan kreativitas serta pemahaman budaya lokal melalui kegiatan kolase batik berbasis Project-Based Learning (PjBL) di kelas IV SD 4 Gondang Manis. Masalah utama yang diangkat adalah rendahnya variasi media pembelajaran seni yang berbasis kearifan local. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolase batik berbasis PjBL mampu meningkatkan kreativitas visual siswa melalui perpaduan warna dan motif orisinal. Aktivitas ini secara efektif menumbuhkan apresiasi budaya melalui pengenalan makna filosofis batik, sehingga siswa memahami identitas budaya warisan bangsa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi budaya lokal dalam model PjBL menciptakan pembelajaran yang aktif dan kolaboratif. Implementasi model ini terbukti memberikan dampak positif bagi karakter kreatif dan rasa bangga siswa terhadap budaya daerah sejak dini. Kata kunci : Apresiasi Budaya, Budaya Lokal, Kolase Batik, Kreativitas, PjBL
Kreativitas Pengrajin Kudus Dalam Ukiran Sangkar Burung Untuk Meningkatkan Nilai Jual Ma’ruf, Ariq Naqib; Wijayanto, Wasis
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v8i2.3589

Abstract

Perkembangan industri kreatif yang berbasis budaya lokal mendorong pengrajin untuk melakukan inovasi secara berkelanjutan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing sekaligus tetap mempertahankan identitas daerah. Kondisi ini terlihat pada sangkar burung ukir khas Kudus yang tidak lagi dipahami hanya sebagai benda fungsional, tetapi juga sebagai produk seni kriya dengan nilai estetika dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas pengrajin Kudus dalam pengembangan motif ukiran sangkar burung, menganalisis peran unsur estetika terhadap minat beli konsumen, serta menjelaskan kontribusi inovasi desain terhadap peningkatan nilai pasar produk. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengrajin dan konsumen, serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas pengrajin tercermin dalam pengolahan motif lokal, variasi detail ukiran, dan penyesuaian desain terhadap kebutuhan pasar tanpa menghilangkan ciri khas ukiran Kudus. Unsur estetika, seperti ketelitian pengerjaan, komposisi motif, dan makna simbolik, berperan dalam meningkatkan daya tarik produk serta memengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Analisis Estetika Kain Tenun Troso Melalui Kreativitas Pengrajin Dengan Alat Tenun Tradisional Di Desa Troso Aufa, Muhammad; Wijayanto, Wasis
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v8i2.3590

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh rasa bangga peneliti terhadap daerahnya yang memiliki warisan budaya yang mendunia berupa kain Tenun Troso, suatu karya yang tercipta dari krativitas para pengrajin Tenun Troso yang patut untuk di apresiasi dan di lestarikan agar kelak generasi setelahnya dapat bisa mengagumi keindahan dan keunikan pada motifnya. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini merumuskan masalah yang berkenaan dengan bagaimana suatu estetika bisa tercipta dari kreativitas para penenun di desa Troso. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana estetika pada kain Troso bisa tercipta melalui kreativitas para pengrajin tenun di desa Troso, metode yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan pengusaha Tenun Troso, penenun Troso, dan distributor Tenun Troso. Data di kumpulkan melalui obeservasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pengusaha, penenun dan distributor kain Troso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika dan motif pada kain Tenun Troso tercipta melalui kreativitas para penenun yang di pengaruhi oleh pengalaman,keterampilan, warisan, dan tuntutan pasar yang dinamis sehingga terciptalah karya yang tidak hanya memiliki nilai aeshtetic melainkan nilai ekonomi yang dapat menjadi penopang penghasilan para masyarakat di deaa Troso. Dengan demikian dapat di simpulkan nilai estetika pada kain Tenun Troso terciptra melalui kreativitas para pengrajin Tenun Troso.
Estetika Dan Kreativitas Tari Warak Dugder Melalui Penataan Gerak, Kostum, Properti Untuk Menguatkan Budaya Lokal Vebrina Islamica, Karina; Wijayanto, Wasis
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v8i2.3575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aspek estetika, kreativitas, dan proses transformasi dalam penataan gerak, kostum serta properti Tari warak Dugder sebagai upaya memperkuat nilai budaya lokal dalam tradisi Dugderan di kota Semarang. Tari Warak Dugder yang menjadi ikon budaya Semarang memuat unsur-unsur visual dan simbolik yang merepresentasikan akulturasi masyarakat pesisir sehingga membutuhkan pemahaman agar penyajiannya mencerminkan nilai tradisi dan identitas lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi proses latihan, wawancara mengenai dasar penataan gerak serta makna kostum dan dokumentasi dari pertunjukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa estetika Tari warak Dugder terlihat melalui keselarasan pola gerak, perpaduan warna kostum dan penggunaan properti yang menonjolkan karakter Warak Ngendog. Kreativitas terlihat pada pengembangan variasi gerak, penyesuaian desain kostum serta pengolahan properti yang disusun sesuai kebutuhan panggung. Sinergi antara estetika, kreativitas, dan transformasi memperkuat identitas budaya Tari Warak Dugder serta menjadikannya media efektif dalam pewarisan nilai lokal kepada generasi muda.
THE AESTHETICS OF JEPARA CARVING ON TEAK WOOD CHAIRS AS A FORM OF CREATIVITY AND SKILL OF LOCAL CRAFTSMEN Tasya Maqsida; Wasis Wijayanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 14 No. 4 (2025): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v14i4.39911

Abstract

Jepara carvings on teak chairs are an Indonesian cultural heritage known internationally for their beauty and quality craftsmanship. This study aims to analyze the aesthetics of Jepara carvings on teak chairs and identify the creativity and skills of local craftsmen in developing carving motifs. The study used a qualitative method with a case study approach conducted in Jepara Regency, Central Java. Data collection was conducted through observation, interviews with craftsmen, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the aesthetics of Jepara carvings are evident in the beauty of intricate and detailed motifs, inspired by flora and fauna, with harmonious proportions and compositions. Motifs such as lung-lungan, patran, and truntum not only function as decorative elements but also contain philosophical meanings that reflect the culture and spirituality of the Javanese people. The craftsmen's creativity is reflected in their ability to innovate and create new motifs without losing their traditional identity. The craftsmen's skills are formed through a long learning process passed down from generation to generation, requiring years of dedication. Despite facing the challenges of modernization, Jepara craftsmen maintain the aesthetic quality and traditional values in each of their works.
AESTHETIC ANALYSIS OF CARVING THE ATMOSPHERE OF RURAL MARKETS IN THE MIDST OF THE DEGRADATION OF YOUTH INTEREST IN SENENAN VILLAGE Amelia Lysanties; Wasis Wijayanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 14 No. 4 (2025): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v14i4.39936

Abstract

Jepara is known as the "City of Carving" and has been globally recognized since the 1990s. The people of Jepara primarily work as carving artisans, which is a local cultural identity that is globally competitive. This research is a case study type of research with a qualitative approach. The data collection techniques used are: observation, interviews, and documentation to gather data regarding the "Rural Market Atmosphere" carving. Observation was conducted at the location of the Yohanes Shefta Adinata carving art gallery, Senenan Village, RT.04 RW.02 on October 2, 2025. The interview was conducted by asking questions to Yohannes as the resource person. Meanwhile, documentation was done by taking photos with the resource person as support for the research. Data analysis techniques are carried out thru data reduction, data presentation, data verification, or drawing conclusions. The research results show: (1) The process of making wood carvings starts from the preparation stage, thru the creation stage, and ends with the finishing stage. (2) The aesthetic elements of lines, shapes, texture, space, color, and light and shadow are present in the wood carving "Rural Market Atmosphere". (3) There is interest among the younger generation in wood carving in Senenan village. The purpose of this research is to understand the wood carving process, identify the aesthetic elements in the "Rural Market Atmosphere" carving, and understand the interest of the younger generation in wood carving in Senenan village.
PROCESS AND STRATEGY ANALYSIS IN LEARNING TO DRAW MOUNTAINS IN THE SBDP SUBJECT FOR GRADE 4 AT SD 2 KARANGMALANG Dwihana, Janita Putri; Wasis Wijayanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 14 No. 4 (2025): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v14i4.40563

Abstract

Art education in elementary schools, particularly drawing mountains in the Arts, Culture, and Crafts (SBDP) subject, serves as a means to develop students' creativity, motor skills, and self-expression. This study aims to analyze the process of students drawing mountains and the learning strategies of teachers in grade 4 at SD Negeri 2 Karangmalang, with a focus on enhancing creativity through a holistic approach. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and documentation from teachers and students. The results show that the students' process includes the stages of observing objects, creative imagination, and applying elements of fine arts such as lines, planes, shapes, and rhythmic patterns, supported by fine motor skills. Meanwhile, the teachers' strategies included object introduction, step-by-step modeling, exploration media, and reflective evaluation, which were effective in building confidence and producing realistic and aesthetic drawings. The conclusion of the study confirmed that this approach not only enhanced students' creativity but also supported holistic development, with recommendations for the integration of technology in art education to enrich future experiences.
THE AESTHETICS OF CARVING MOTIFS IN WOOD DECORATIVE WORKS AS A MEDIUM OF EXPRESSION BY CRAFTSMEN IN JEPARA Angelia, Shelfi Anindia; Wasis Wijayanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 14 No. 4 (2025): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v14i4.40690

Abstract

The art of Jepara wood carving is part of the cultural wealth of the archipelago that has aesthetic value, symbolic meaning, and history. This art is also important in shaping the cultural identity of the Jepara people. With the development of globalization and the creative industry, there is a change in the way artisans make carving art, especially in terms of creativity, production methods, and the role of art itself. This research aims to analyze the creativity of artisans, study the art of carving in the context of the creative industry, as well as understand the changes in the function of the art of carving in Mulyoharjo Village, Jepara Regency. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data was collected through observation, in-depth interviews, and work documentation, then analyzed with the Miles and Huberman models. Research results show that the creativity of artisans can be seen from the development of motifs, shape variations, and the combination of traditional elements and modern design. The art of Jepara carving continues to grow as part of the creative industry that leads to the market, but still maintains the local cultural heritage. The change in the function of carving can be seen from the shift in the role of the work, from symbolic objects to decorative products and economic goods that help the survival of artisans
THE DYNAMICS OF CREATIVITY, MOTIF AESTHETICS, AND FUNCTIONAL TRANSFORMATION IN JEPARA'S RAMAYANA WOOD CARVING RELIEFS Inez Safitri; Wasis Wijayanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 14 No. 4 (2025): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v14i4.40766

Abstract

Jepara wood carving, as a world intangible cultural heritage, currently faces serious challenges regarding craftsman regeneration and the necessity to adapt to global market demands without losing its distinctive identity. This research aims to identify craftsman creativity patterns, examine the aesthetic depth of motifs, and analyze functional transformations in Ramayana reliefs in Tigajuru. The findings are expected to provide strategic recommendations for the future preservation of the carving industry. The method employed is a qualitative-descriptive approach with a case study design using observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted interactively using the Miles, Huberman, and Saldana model. The results indicate that craftsman creativity is manifested in the mastery of flexible carving techniques, despite technical quality inconsistencies serving as a form of non-linear expression. The aesthetic value of these motifs stems from the blend of Ramayana figurative icons with stylized flora and fauna, creating a harmonious visual narrative. Furthermore, a significant functional transformation was found, shifting from decorative door elements into visual media communicating moral values and deep cultural identity. In conclusion, these skill dynamics and shifts in utility prove that relief carvings serve not only as physical artifacts (artifact) but also as carriers of philosophical symbolism (mentifact) relevant to the contemporary cultural context.
Analisis Komparatif Pertunjukan Tari Ratéb Meusekat: UPGRIS dan Sanggar Tari Banda Aceh Wijayanto, Wasis; Salsabila Salwa Darin, Ulimmachkrisa; Lintang Permatasari, Aurellyna
INVENSI Vol 10, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v10i2.14955

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah menekankan aspek pemahaman gerak tarian dalam Ratéb Meusekat serta perbedaan pola penyajian di Universitas PGRI Semarang, jika dibandingkan dengan pola penyajian sanggar tarian di Banda Aceh.  Selain itu, penelitian ini juga menggali sejarah Tari Ratéb Meusekat, serta nilai-nilai budaya dan sudut pandang agama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, bertujuan untuk meneliti kondisi objek secara alami dengan menerapkan metode etnografi berbasis budaya melalui pendekatan studi literatur. Penelitian ini berusaha mengungkap lebih dalam tentang Tari Ratéb Meusekat. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, hingga informasi resmi dari pemerintah Aceh dan pengamat budaya. Selanjutnya data didapatkan juga dari kegiatan observasi penyajian tari Ratéb Meusekat di Universitas PGRI Semarang. Teknik analisis data ini menggunakan metode Miles dan Huberman melalui tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian Tari Ratéb Meusekat di Universitas PGRI Semarang memiliki tiga gerakan yang sama dengan penyajian di Sanggar Euncien Meuligoe dan Sanggar Aneuk Ceria, mulai dari hitungan awal hingga hitungan akhir. Namun, terdapat perbedaan dalam penyajian di ketiga tempat tersebut, terlihat dari 15 gerakan yang berbeda sepanjang keseluruhan tari.   Comparative Study of Ratéb Meusekat Dance at PGRI University Semarang with Ratéb Meusekat Dance at Banda Aceh Dance StudiosABSTRACTThe main focus of this study is to emphasize the aspect of understanding dance movements in Ratéb Meusekat and the difference in presentation patterns at PGRI Semarang University, when compared to the presentation patterns of dance studios in Banda Aceh. In addition, this research also explores the history of the Ratéb Meusekat Dance, as well as cultural values and religious viewpoints. The research method used is qualitative research, aiming to research the condition of the object naturally by applying culture-based ethnographic methods through a literature study approach. This research seeks to reveal more deeply about the Ratéb Meusekat Dance. Data was obtained from various sources such as scientific journals, to official information from the Aceh government and cultural observers. Furthermore, data was also obtained from observation activities of the presentation of the Ratéb Meusekat dance at PGRI University Semarang. The data analysis technique of this study uses the Miles and Hubermen method through the stages of observation, interviews and documentation. The results of the study showed that the presentation of the Ratéb Meusekat Dance at the University of PGRI Semarang had the same three movements as the presentation at the Euncien Meuligoe Studio and the Aneuk Ceria Studio, starting from the initial count to the final count. However, there are differences in the presentation in the three places, as can be seen from the 15 different movements throughout the entire dance.
Co-Authors Afifah, Asti Nur Ahmad Hariyadi Ahmad Hariyadi, Ahmad Ahmad Ulil Albab Aida Nur Aini Aisy, Fadia Rohadatul Amelia Lysanties Angelia, Shelfi Anindia Anggraeni, Nurlita Anif Maghfiroh Annasih, Sa'aduddin Ardayanti, Melysa Dwi Arif Budi Prasetya Aristianti, Siska Dwi Aryani, Dias Syifa Asmara, Fantasi Fana Sari Assakhiy, Herfiana Putri Aulia, Silvia Natasya Aurelia Cahya Fadhilatul Khalila Awaliyatul, Faza Ayuning, Riska Aziz, Muhammad Safri Rofiqul Azzahra, Sherin Himatussabrina Budi, Hermawan Setia Cahyanisam, Clarista Chamidah, Fira Naelatul Darmawan Baihaqi Dea Novita Devi Arifia Fitriani Dini Adellia Angel Dwihana, Janita Putri Elfara Putri Fauziah Ema Zulfiani Endry, Ravena Zahra Fadia Rohadatul Aisy Faiq Syifaul Ajib Fajrie, Nur Fajrie Fatmawati, Nurul Fidya Fifit Fidyastuti Fitriyani, Dila Eka Furqon, Muhamad Nailul Hanindita Ayu Larasati Hidayah, Aulia Nurul Hidayah, Nor Hikmah, Faza Awaliyatul Ika Oktavianti Ilmi, Alfi Muzaro'atul Indah Kumalasari Indriyanto Nugroho, Aris Inesya Kalyana Tantri Inez Safitri Irfai Fathurohman Irfai Fathurohman, Irfai Jannah, Almira Durhotul Joannanda Meyza Ardika Kartikasari, Ratna Indah Khaiswarya, Ratih Tri Khalimah, Umi Khalimatus Sa'diyah, Isnaini Khoirunnisa, Ony Khansa' Kurniawati, Nafisa Junita Laila, Naimatul Latifah, Nushrotul Latifah Lintang Kironoratri Lintang Permatasari, Aurellyna Lola Indra Mukti Maghfiroh, Anif Maghfirotul Ulia Marshelyna, Mela Maulida, Vina Cahya Mayariah, Alya Mazida, Risma Hanim Ma’ruf, Ariq Naqib Mega Ayu Putri Hapsari Muhammad Aufa Muhammad Ilyas Fitrian Muzakki Jamil, Achmad Najikhah , Fatikhatun Nashan, Syafiq Nella Marsha Aulia Nur Fajrie Nurhidayah, Anessa Oktasabella, Salma Oliv Via Ani Ramadhan Prameswari, Claudia Pramudita, Diah Ayu Pratiwi, Ajeng Prastiana putri aji, Nafisa Putri, Arinda Elfana Putri, Meutia Revana Cahya Rahayu, Rismawati Rani Setiawaty Riany Aulia Shabila Rizky, Reina Rohani Anggita Permadani Rohmah, Sinvi Faido Rohmania, Qona’atur Rona Fristi Febbilla Sa'aduddin Annasih Sa'diyah, Isnaini Khalimatus Sabiela, Royana Nafisa Safitri, Rheza Saiq, Muhammad Salsabila Salwa Darin, Ulimmachkrisa Sanusi, Ula Aulia As Sari, Liza Fatika Setyanto, Beta Arif Shabrina Khilda Zulfia Shofwani, Siti Aniqoh Shokifatul Siti Khoirotun Nisa Solikha, Fatimatus Suryandika, Ade Eka Sutono, Sugoro Bhakti Su’adah, Muthorida Sya’diah, Khalimatus Syeh Priyadi Tasya Maqsida Ula Aulia As Sanusi Umamah, Naila Farikhatun Umi Nur Kholifah Umi, Umi Nur Kholifah Vebrina Islamica, Karina W, Sri Surachmi Wahid Nur Fajri Wardani, Karina Wawan Shokib Rondli Widyatma, Yollanda Vannesicha Wijayanti, Santika Dwi Woro Prastika Yaqin, Makhfudz Ainul Yunia Nadiya Putri Yunita Amilia Aini Rohmah Yustantifa, Annabella Zahro, Anisa Zahro, Nabila Fatimatuz Zulfa, Nailul Arofah Zumala, Arina Shofia