Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Makanan Camilan Berbahan Tepung Cangkang Udang Sebagai Upaya Peningkatan Asupan Kalsium Bagi Ibu Hamil dan Balita di Kelurahan Karya Jaya Kertapati Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Fajar, Nur Alam; Jasmine, Annisah Biancika; Muharramah, Disa Hijratul; Saputra, Yoerdy Agusmal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2315

Abstract

Masa kehamilan dan masa balita merupakan periode kritis yang memerlukan asupan kalsium adekuat untuk mendukung mineralisasi tulang dan mencegah stunting. Kegiatan ini bertujuan menilai efektivitas pendampingan pembuatan camilan berbahan tepung cangkang udang dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan penerimaan di kalangan ibu hamil dan ibu balita. Kegiatan berbasis pemberdayaan komunitas dilaksanakan di Kelurahan Karya Jaya, Kertapati dengan 65 peserta selama tiga bulan (Agustus–Oktober 2025) meliputi sosialisasi, edukasi gizi, demonstrasi pembuatan tepung cangkang udang dan tekwan, serta evaluasi pre-test dan post-test disertai observasi kualitatif. Hasil menunjukkan 48% anak dalam sampel mengalami stunting; rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 52 menjadi 98 (kenaikan 88,5%); peserta mampu mempraktikkan pembuatan tepung dan menyatakan berminat mengadopsi resep di rumah; observasi juga mencatat peningkatan keterampilan dan kohesi sosial. Kesimpulannya, pendampingan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu, namun diperlukan analisis kandungan kalsium produk, uji bioavailabilitas, dan evaluasi jangka panjang untuk menilai dampak pada asupan kalsium dan status gizi anak.
Serum calcium as a candidate marker in detecting stunting in toddler Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Febri, Fatmalina; Yuliana, Indah; Tanjung, Risnawati; Martini, Sri; Aguscik, Aguscik
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 4, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(4).306-311

Abstract

Background: Monitoring the nutritional status of toddlers is a very important thing to do. Calcium is one of the blood parameters that can be assessed, because calcium deficiency will affect the child's linear growth. So far, monitoring of nutritional status is only based on anthropometry and is not followed by assessment of blood parameters. Objectives: This study aims to measure serum calcium levels as a candidate marker in detecting stunting in toddlers. Method: The design of this research is cross sectional with 62 samples of toddlers aged 2-5 years. Data on sample characteristics was obtained through a questionnaire, as for serum calcium levels measurement, venous blood samples were taken and measured with the colorimetric method. The incidence of stunting is obtained based on TB/U measurements and Z-score was calculated using Anthro 1.02 software. Data were then analyzed univariately (frequency distribution) and bivariately (independent t-test and chi-square) using SPSS version 22. Results: Based on anthropometric measurements, it was found that 21 (33.9%) toddlers had stunting, 28 (45.1%) toddlers had low Serum calcium levels and the majority of toddlers (54.9%) had normal serum calcium levels. There was no significant difference (p=0.989) in mean serum calcium levels between stunting and non-stunting toddlers (1.961 ± 0.223 µq/dL vs 1.960 ± 0.175 µq/dL). Bivariate results also showed that there was no significant relationship (p=0.414) between serum calcium levels and the incidence of stunting. Conclusion: Measuring serum calcium levels cannot be used as a candidate marker for detecting stunting in toddlers. Further research is needed with a larger number of samples and measurements of various parameters related to calcium balance.
ANALISIS SISTEM KEPERCAYAAN FAMILY RESILIENCE PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI BALITA STUNTING Munadi, Muhammad Cholil; Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Fajar, Nur Alam; Yuliana, Indah; Tanjung, Risnawati; Martini, Sri; Aguscik, Aguscik
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 (2022): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i0.789

Abstract

Latar Belakang: Kondisi perkembangan anak yang tidak sesuai harapan dapat menjadi sebuah stresor bagi orang tua. Stunting merupakan salah satu kondisi permasalahan tumbuh kembang anak. Untuk mengatasi stresor tersebut, orang tua butuh respon keluarga untuk mengatasinya. Bagaimana respon keluarga dalam menghadapi situasi sulit tersebut disebut dengan family resilience. Dalam konsep family resilience, sistem kepercayaan merupakan salah satu upaya intervensi dan pencegahan permasalahan dalam keluarga salah satunya stunting. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis domain sistem kepercayaan family resilience pada orang tua yang memiliki balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi.Metode : Penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan metode wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis taksonomi. Validitas data menggunakan metode triangulasi. Informan pada penelitian ini sebanyak 18 orang tua yang memiliki balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian pada domain sistem kepercayaan diketahui bahwa hampir semua orang tua dan keluarga balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi memaknai stunting sebagai tantangan yang harus diatasi bersama. Pandangan positif dari keluarga dapat menciptakan transendensi pada keyakinan, sehingga menghasilkan resilience yang kuat dalam mengatasi permasalahan. Konstruk kepercayaan yang positif, bahwa kejadian stunting yang dialami balita mereka merupakan suatu tantangan yang harus diatasi bersama dapat menciptakan resilience yang lebih kuat.Kesimpulan: Peran sistem kepercayaan pada family resilience membantu para keluarga balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi dalam memaknai stunting sebagai cobaan dan transendensi yang harus diatasi bersama, sehingga dapat menciptakan pandangan positif dengan keyakinan yang menghasilkan ketahan lebih baik dan lebih fokus dalam mengatasi permasalahan stunting.