p-Index From 2021 - 2026
10.517
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EDUTECH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter KABILAH : Journal of Social Community Kawalu: Journal of Local Culture Journal on Education SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Komposisi LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) INTERAKSI : Jurnal Kependidikan SELL (Scope of English Language Teaching, Linguistics, and Literature) Journal Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat COVIT Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Journal Of Human And Education (JAHE) Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa (JURRIBAH) Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Student Scientific Creativity Journal KOLONI Innovative: Journal Of Social Science Research Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Simpati: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Jurnal Yudistira Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Demagogi: Journal of Social Sciences, Economics and Education SELL (Scope of English Language Teaching, Linguistics, and Literature) Journal Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Hudan Linnaas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Masyarakat Mandiri: Jurnal Pengabdian Dan Pembangunan Lokal Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial Alamtana Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Jurnal Cendekia Ilmiah Ulil Albab Joong-Ki Khalifah : Jurnal Pendidikan Nusantara Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Sosial Politik Humaniora Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Jurnal Bebasan
Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Masyarakat Madura Dalam Lagu-Lagu Lorjhu’ Irmalia Putri; Raida Hafidati; Bilqis Mulaika; Ria Kasanova
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.815

Abstract

Penelitian ini membahas representasi masyarakat Madura dalam lagu Asapok Angin dan Nemor karya Lorjhu’. Penelitian dilakukan karena lagu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media representasi budaya dan identitas sosial masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk representasi kehidupan maritim, kondisi geografis, serta mata pencaharian masyarakat Madura yang terdapat dalam kedua lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan cultural studies dan teori representasi Stuart Hall. Sumber data penelitian berupa lirik lagu Asapok Angin dan Nemor, sedangkan data pendukung diperoleh dari jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, catat, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi simbol, bahasa, dan makna budaya yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Madura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Asapok Angin merepresentasikan kehidupan maritim masyarakat Madura melalui simbol laut, angin, dan kerinduan pelaut terhadap keluarga di daratan. Sementara itu, lagu Nemor merepresentasikan hubungan masyarakat Madura dengan musim kemarau, pertanian tembakau, dan kehidupan nelayan pesisir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu-lagu Lorjhu’ menjadi media representasi identitas budaya masyarakat Madura yang tangguh, sederhana, pekerja keras, dan memiliki hubungan kuat dengan lingkungan alamnya.
Guru sebagai Agen Literasi Kritis dalam Menghadapi Disinformasi di Media Sosial Faqih Ali; M. Ilham Maulana; Abdul Malik; Ria Kasanova
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.942

Abstract

Transformasi digital telah menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama bagi peserta didik. Namun kemudahan akses informasi juga diikuti dengan meningkatnya praktik disinformasi yang berpotensi mempengaruhi cara berpikir dan kemampuan peserta didik dalam menyebarkan informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru sebagai agen literasi kritis serta strategi pedagogis berbasis literasi kritis dalam menghadapi disinformasi di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Systematic Literature Review melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, dan sumber akademik yang relevan. Data dianalisis secara tematik melalui proses seleksi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kritis peserta didik terhadap informasi digital. Disinformasi dipahami sebagai praktik wacana yang mempengaruhi persepsi masyarakat melalui manipulasi informasi dan bias kognitif. Strategi pedagogi yang dapat diterapkan meliputi analisis wacana kritis, verifikasi informasi, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran dialogis. Integrasi literasi kritis dalam pendidikan digital membantu peserta mengembangkan kemampuan berpikir reflektif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Dengan demikian, literasi penting menjadi pendekatan penting dalam melawan tantangan disinformasi di era digital.
Representasi Guru dalam Wacana Publik: Studi Kasus Komentar Netizen pada Isu Pendidikan Sri Wahyuni; Abdiyatus Sholehah; Lailiyatut Tamamah; Ria Kasanova
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.968

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah ruang komunikasi publik menjadi arena produksi wacana yang memengaruhi pembentukan persepsi sosial, termasuk terhadap profesi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana representasi guru dikonstruksi dalam komentar netizen pada isu pendidikan di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Ruth Wodak melalui Discourse-Historical Approach. Data penelitian berupa 30 komentar netizen yang diperoleh dari unggahan TikTok yang membahas isu kesejahteraan guru, status guru honorer, serta kebijakan pengangkatan ASN dan PPPK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi strategi diskursif yang meliputi nomination, predication, argumentation, perspectivization, serta intensification and mitigation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi guru dalam wacana digital didominasi oleh isu ketidakpastian status kepegawaian dan kesejahteraan yang belum memadai. Di sisi lain, guru juga direpresentasikan sebagai profesi yang memiliki dedikasi tinggi dan peran penting dalam sistem pendidikan nasional. Komentar netizen membangun konstruksi sosial guru melalui penamaan yang beragam, penilaian terhadap kondisi sosial-ekonomi, serta argumentasi yang menekankan pentingnya penghargaan berdasarkan masa pengabdian. Selain itu, beragam sudut pandang dan penguatan makna menunjukkan adanya dinamika persepsi publik terhadap profesi guru. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa representasi guru dalam media sosial merupakan konstruksi wacana yang kompleks, yang tidak hanya mencerminkan kritik terhadap kebijakan pendidikan, tetapi juga apresiasi terhadap peran strategis guru dalam pembangunan pendidikan nasional.
Konformitas Linguistik Digital dalam Penggunaan Bahasa Tidak Baku pada Kolom Komentar TikTok Windira Nur Azizah; Yanti Linarsih; Ria Kasanova
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v6i1.11882

Abstract

The increasing use of non-standard language on social media shows that digital language practices are influenced by linguistic, social, and psychological factors. This study aims to describe forms of non-standard language in TikTok comment sections, examine their relationship with Fear of Missing Out (FOMO) culture, and discuss their implications for digital language literacy. Using a descriptive qualitative approach, the study analyzed 68 TikTok comments containing non-standard language taken from viral content with high user engagement. Data were analyzed through the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, involving data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that slang, word shortening, code-mixing, and acronyms are the dominant forms of non-standard language. These forms function as efficient and expressive communication strategies and reflect users’ adaptation to digital community norms. The study also reveals linguistic conformity related to FOMO culture, as users tend to follow popular language practices to maintain social engagement and online relevance. This study introduces digital linguistic conformity as a framework for understanding language reproduction on social media. The findings emphasize the need to strengthen digital language literacy by promoting awareness of both standard language use and diverse digital language varieties in contemporary online communication and youth interaction.
Wacana Resistensi Netizen Terhadap Kebijakan Pendidikan Dalam Kolom Komentar Tiktok KompasTV: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Ach Sholehoddin; Dikky Cahyadi; Ria Kasanova
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11069

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap berbagai kebijakan publik, termasuk kebijakan pendidikan. Salah satu ruang diskursus yang banyak dimanfaatkan masyarakat adalah kolom komentar TikTok, yang memungkinkan pengguna mengekspresikan dukungan, kritik, maupun resistensi terhadap isu yang diberitakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk wacana resistensi netizen terhadap kebijakan pendidikan dalam kolom komentar akun TikTok KompasTV berdasarkan perspektif Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Analisis Wacana Kritis. Data berupa komentar netizen pada unggahan TikTok KompasTV yang membahas kebijakan pendidikan selama periode Mei–Juni 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, observasi nonpartisipan, dan teknik catat, sedangkan analisis data menggunakan tiga dimensi Fairclough, yaitu dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi netizen diwujudkan melalui berbagai strategi kebahasaan, seperti kritik, sindiran, ironi, pertanyaan retoris, perbandingan, evaluasi negatif, dan narasi pengalaman personal. Resistensi tersebut terutama diarahkan pada isu kesejahteraan guru, kebijakan guru non-ASN, serta prioritas anggaran pendidikan. Pada dimensi praktik diskursif, kolom komentar TikTok berfungsi sebagai ruang publik digital yang memungkinkan masyarakat membangun, menyebarluaskan, dan menegosiasikan wacana mengenai kebijakan pendidikan. Pada dimensi praktik sosial, resistensi mencerminkan ketidakpuasan terhadap relasi kekuasaan, pengelolaan kebijakan, dan distribusi sumber daya pendidikan. Di samping itu, ditemukan pula komentar yang mendukung program pemerintah, sehingga menunjukkan adanya keberagaman posisi ideologis masyarakat dalam merespons kebijakan pendidikan di ruang digital.
Leksikon Penamaan Gerabah Tradisional di Desa Sumedangan, Madura: Kajian Etnolinguistik Akbar Yudho Wibowo; Ainur Rofiq Hafsi; Ria Kasanova
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v5i1.6225

Abstract

Social change and modernization may reduce the use of material cultural lexicons that function as media for transmitting local knowledge. One form of material culture that still preserves a traditional naming system is Madurese pottery. However, studies linking pottery nomenclature with linguistic representation and local wisdom among artisan communities remain limited. This study aims to identify and classify lexical units in the naming of pottery types and parts, as well as analyze the local wisdom values contained in them. This research applied a qualitative method with an ethnolinguistic approach. Data were collected through semi-structured interviews and documentation involving traditional pottery artisans in Sumedangan Village, Pademawu District, Pamekasan Regency, Madura. Data analysis included lexicon inventory, classification of naming principles, and ethnolinguistic interpretation of cultural values. The findings revealed 12 lexical units formed through five naming principles: distinctive properties, similarity, parts, sound imitation, and word shortening. The dominance of distinctive properties and similarity indicates that artisans construct cultural knowledge through practical object functions, bodily experience, and interaction with the environment. The naming system also reflects functional, ecological, and socio-spiritual values, confirming that language represents cultural knowledge and community identity. These findings support efforts to preserve Madurese cultural heritage through ethnolinguistic documentation sustainably.
Developing Children's Literacy Understanding Through the Analysis of Indonesian Folklore: A Qualitative Study in Elementary Schools Ria Kasanova
Khalifah : Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : Aksara Shofa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62523/khalifah.v3i1.42

Abstract

This study investigated the utilisation of Nusantara folktales in improving children's reading skills in primary schools using qualitative methodology. Data were collected through interviews, observations and document analyses, involving teachers and students in lower grades from various primary schools. The results showed that Nusantara folktales have a substantial impact on the development of children's reading skills, increasing students' engagement, encouragement and comprehension of written material. Folktales assist in the development of critical thinking skills and the assimilation of moral and cultural principles. Nusantara folktales have the potential to be a valuable educational tool for improving children's literacy skills in primary schools. This study offers valuable insights for educators in developing literacy learning programmes that incorporate folktales and provides a basis for further research into the long-term effects and contextual elements that shape their implementation.
Konformitas Linguistik Digital dalam Penggunaan Bahasa Tidak Baku pada Kolom Komentar TikTok Windira Nur Azizah; Yanti Linarsih; Ria Kasanova
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v6i1.11882

Abstract

The increasing use of non-standard language on social media shows that digital language practices are influenced by linguistic, social, and psychological factors. This study aims to describe forms of non-standard language in TikTok comment sections, examine their relationship with Fear of Missing Out (FOMO) culture, and discuss their implications for digital language literacy. Using a descriptive qualitative approach, the study analyzed 68 TikTok comments containing non-standard language taken from viral content with high user engagement. Data were analyzed through the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, involving data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that slang, word shortening, code-mixing, and acronyms are the dominant forms of non-standard language. These forms function as efficient and expressive communication strategies and reflect users’ adaptation to digital community norms. The study also reveals linguistic conformity related to FOMO culture, as users tend to follow popular language practices to maintain social engagement and online relevance. This study introduces digital linguistic conformity as a framework for understanding language reproduction on social media. The findings emphasize the need to strengthen digital language literacy by promoting awareness of both standard language use and diverse digital language varieties in contemporary online communication and youth interaction.
Representasi Ruang-Waktu dan Pemaknaan Objek Alam dalam Cerpen "Sepotong Senja untuk Pacarku": Kajian Semantik Kognitif Desy Auliya A; Imad Agnir R; Moh. Wadud; Farel Agus P; Ria Kasanova
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ruang-waktu dan pemaknaan objek alam dalam cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma dengan menggunakan pendekatan semantik kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka, di mana data diperoleh dari teks cerpen sebagai sumber utama serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang dan waktu dalam cerpen tidak direpresentasikan secara objektif dan linear, melainkan sebagai konstruksi subjektif yang dapat dimanipulasi oleh tokoh, seperti terlihat dalam tindakan “memotong” senja. Selain itu, objek alam seperti senja, laut, angin, dan cahaya tidak hanya berfungsi sebagai latar, tetapi juga sebagai simbol yang merepresentasikan pengalaman emosional seperti cinta dan kerinduan. Dalam perspektif semantik kognitif, makna dalam cerpen dibangun melalui metafora konseptual dan pengalaman sensorik yang menghubungkan konsep abstrak dengan pengalaman konkret. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa dalam karya sastra tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana konstruksi realitas yang kompleks dan imajinatif. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya analisis sastra Indonesia melalui pendekatan interdisipliner antara linguistik dan sastra.
Pembelajaran Menulis Teks Anekdot melalui Project Based Learning: (Studi Tindakan Kelas Dua Siklus) Fauzi Sabadri; Laili Amalia; Ria Kasanova
Simpati Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v4i2.2242

Abstract

The teaching of anecdotal text writing to Year 8 students at SMP Mutiara Sokobanah faced several challenges, including limited idea development, low engagement among some students, suboptimal distribution of responsibilities within groups, and the need for more intensive teacher guidance throughout the writing process. This study aimed to analyse the implementation of Project-Based Learning (PjBL), describe changes in student engagement and responses, and examine the development of mastery in anecdotal text writing through cyclical improvements to classroom actions. The study employed a two-cycle classroom action research design involving 18 students. Data were collected through observations, interviews, writing tests, questionnaires, and documentation and were analysed using quantitative and qualitative descriptive methods. The findings showed that 11 of 18 students (61.11%) achieved the minimum mastery criterion in Cycle I, increasing to 17 of 18 students (94.44%) in Cycle II. Observations indicated positive changes in student engagement, participation in discussions, confidence in expressing ideas, distribution of responsibilities, and project completion. Students’ responses, reported descriptively, also indicated positive acceptance of project-based learning. Improvements in the learning process and mastery outcomes in Cycle II occurred alongside refinements based on reflection on Cycle I, including more intensive teacher guidance and feedback, more varied stimuli and model texts, clearer learning instructions, and better organisation of group work. The findings provide contextual evidence that the contribution of PjBL to anecdotal text writing instruction lies in the quality of its implementation and cyclical pedagogical improvement through reflection, scaffolding, feedback, and project organisation responsive to students’ learning needs.
Co-Authors Abdiyatus Sholehah Abdul Bari Abdul Bari Abdul Hofar Abdul Malik Ach Sholehoddin Achmad Taufik Achmad Taufik Achmarul Fajar Achmarul Fajar Ainur Rahman Ainur Rofiq Hafsi Aisah Juli Yanti Akbar Yudho Wibowo Alfi - Hasaniyah Alfia Alfia Alfia, Alfia Anis Fajriana Oktasari Anisa Fajriana Oktasari Anri Nofitria Azizah Azizah Azizah Balya Firjawun Sabila Bilqis Mulaika Desy Auliya A Dikky Cahyadi Ema Surahmi Evha Nazalatus Sa'adiyah Sy Fajriana, Anisa Faqih Ali Farel Agus P Fauzi Sabadri Fetty Nuritasari Fredy Yunanto Fredy Yunanto Hasbullah Hasbullah Hasbullah Hasbullah Hasbullah Hasbullah Hasbullah Iis Dahlia Imad Agnir R Imadoeddin Imadoeddin Irmalia Putri Jannatul Firdaus Junaidi Efendi Junaidi Efendi Junaidi Efendi Khairul Umam Laili Amalia Laili Amalia Lailiyatut Tamamah M. Ilham Maulana M. Tauhed Supratman Maisun, Maisun Moh Muhyi Rizal Moh. Fahrur Rozi Moh. Faiqurrohman Moh. Wadud Mohammad Rudiyanto Mohammad Rudiyanto Mohammad Rudiyanto Mohammad Rudiyanto Mohammad Rudiyanto Muhammad Darrin Zuhri Muhammad Darrin Zuhri Muhammad Fhaqih Muhammad Rudiyanto Muhammad Rudiyanto Muhammad Tauhed Supratman Nelly Wijayati Nisrochah Hayati Nur Amaliyah Nur Syakherul Habibi Nur Syakherul Habibi Oktasari, Anis Fajriana Putri Masitoh Amin Qunita Fatina Raida Hafidati Ramdani, Ahmad Rani Nur Fitrianti Ridwan Lanya Rina Nur Azizah, Rina Nur Rini Aristin Rini Aristin Rini Aristin Rini Aristin, Rini royyan julian Royyan Julian Rudiyanto, Mohammad Saiful Saiful Salam Bin Suib Sandy Vikki Aryanto Sandy Vikky Arianto Shofiyullahul Kahfi Sholeh Rachmatullah Sholeh Rachmatullah Siti Yuliana Sri Wahyuni Sri Widjajanti Sri Widjajanti Sri Widjajanti Suba’ida Suba’ida Suhaidiyah Suhaidiyah Sukma Umbara Tirta Firdaus Sukma Umbara Tirta Firdaus, Sukma Umbara Tirta Supratman, M. Tauhed Sy, Evha Nazalatus Sa'adiyah Syaiful . Syaiful Anam Syaiful Anam Syaiful Anam Syaiful Anam Syaiful Syaiful Syaiful Syaiful Syaiful, Syaiful Titin Inayyah Umbara, Sukma Warda Maulidya Widjajanti, Sri Windira Nur Azizah Yanti Linarsih Yunanto, Fredy Zainul Arifin zuhri, Muhammad Darrin Zuhri, Muhammad Darrin