Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pola Komunikasi Orang Tua dan Guru terhadap Kecerdasan Moral dan Intelektual Anak Usia Dini di RA Luqman El Hakim Hartatik, Hartatik; Rasyid, Muhammad Rusdi; Abdillah, Fardan; Sunatar, Bambang; Huzain, Muhammad; Abdullah, Abdullah
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.49137

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, menganalisis pengaruh pola komunikasi orang tua terhadap kecerdasan moral anak usia dini di RA Luqman El Hakim Kabupaten Raja Ampat. Kedua, menganalisis pengaruh pola komunikasi guru terhadap kecerdasan moral anak usia dini. Ketiga, menganalisis pengaruh pola komunikasi orang tua terhadap kecerdasan intelektual anak usia dini, dan Keempat, menganalisis pengaruh pola komunikasi guru terhadap kecerdasan intelektual anak usia dini.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 81 anak. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 23. Uji validitas menunjukkan seluruh butir instrumen memenuhi kriteria (r-hitung r-tabel 0,2185) dan reliabilitas berada pada kategori tinggi (Cronbachs Alpha = 0,757).Hasil penelitian menunjukkan: pertama, pola komunikasi orang tua secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan moral anak usia dini (Sig. = 0,814 0,05). Kedua, pola komunikasi guru secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan moral anak (Sig. = 0,038 0,05). Ketiga, pola komunikasi orang tua secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan intelektual anak (Sig. = 0,399 0,05). Keempat, pola komunikasi guru secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan intelektual anak (Sig. = 0,021 0,05). Secara simultan, pola komunikasi orang tua dan guru tidak berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan moral (Sig. = 0,107 0,05) tetapi menunjukkan pengaruh mendekati signifikan terhadap kecerdasan intelektual (Sig. = 0,054) dengan kontribusi R sebesar 7,2%.
Acculturation of Classical, Western Traditions, and Reality: Study of Hassan Hanafi's Thought in Muqaddimah fii 'Ilmi al-Istighrab Rasid, Ruslan; Djafar, Hilman; Rasyid, Muhammad Rusdi
Jurnal Tarbiyatuna Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v12i1.3953

Abstract

Religion must be able to adapt to the environment. Implementing values contained in the scientific realm needs to follow reality and developments. Besides that, it must able to answer all real problems in humanitarian and must be environmental friendly. As a Muslim, what is our attitude towards classical traditions / turats, western civilization and today's reality. This study aims to analyze Hassan Hanafi's thoughts in his Muqaddimah fi ʻilmi istighrab. Hassan Hanafi wants to acculturate the culture of eastern civilization which is termed al-anā with western or European civilization which is termed al-akhār with the aim of eliminating the impact of eurocentrism / eurocentricity (al-Markaziỹah al-Ȗrubiỹah) so that it can balance the flow of western progression and spur the spirit of eastern revival. The method used is the translation method and descriptive analysis. Hassan Hanafi's idea through the concept of al-Istighrāb (oxidentalis) is an effort to acculturate and reject al-Markaziỹah al-Ȗrubiỹah (eurocentrism, eurocentricity) in the sense of stemming European currents that have gone out of their limits because they are considered very influential in the eastern world (Islam).
STRATEGI GURU PAI DALAM PENGUATAN AKIDAH PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 RAJA AMPAT Ajirah; Rasyid, Muhammad Rusdi; Sudirman
Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2023): Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/transformasi.v7i1.1382

Abstract

The objectives of this scientific research are: First; describe the strategic process of Islamic religious education teachers in strengthening the faith of Raja Ampat State High School 1 students. Second; analyzing the forms of Islamic religious education teachers' strategies in strengthening the faith of Raja Ampat 1 State High School students.This type of research is Qualitative Description. The research approach is an Islamic educational, normative theological and sociological approach. Research data sources are primary data sources and secondary data sources. Research data collection methods use observation, interviews and documentation methods. Data processing and analysis techniques using data reduction, data presentation, comparative analysis of data and drawing conclusions.The results of the research show that: First, the strategic process of Islamic religious education teachers in strengthening the faith of Raja Ampat State High School 1 students is to instill a sense of love for Allah and strengthen the faith through religious programs such as: routine recitations, congregational midday prayers, day celebrations. Islamic holidays and the Khatam Al-Quran (Gaharu) movement program. Second, the forms of strategy for Islamic religious education teachers in strengthening the faith are exemplary strategies, mentoring or supervision strategies and habituation strategies.
PRINSIP DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Indria Nur; Mustakim Mustakim; Abidin Abidin; Muhammad Rusdi Rasyid
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas prinsip-prinsip desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang relevan dengan konteks modern. Menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, PAI perlu beradaptasi untuk tetap efektif dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik. Melalui studi literatur komprehensif, penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis lima prinsip utama desain pembelajaran PAI:1. Integrasi nilai keislaman dan modernitas, 2. Pemanfaatan teknologi edukatif Islami, 3. Pembelajaran aktif dan reflektif, 4. Inklusivitas dan moderasi, 5. Evaluasi holistic. Prinsip-prinsip ini bertujuan untuk mengembangkan PAI yang tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan agama, tetapi juga pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah dalam konteks keislaman. Makalah ini juga membahas tantangan implementasi dan menyarankan strategi untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk pengembangan kurikulum yang responsif, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan sumber belajar digital yang inovatif. Kesimpulannya, desain pembelajaran PAI di era modern memerlukan pendekatan yang komprehensif, adaptif, dan responsif terhadap perubahan zaman, sambil tetap mempertahankan esensi ajaran Islam.
PENGEMBANGAN TEKNIK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Muhammad Rizal Fadli; Pebrian Hizbulloh; Indria Nur; Muhammad Rusdi Rasyid
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 9 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang diberikan kepada peserta didik sejak dini untuk membiasakan mereka mengenal agama Islam. Seiring waktu, cara pengenalan pendidikan Agama Islam kepada anak-anak telah berkembang; awalnya melalui buku atau ceramah, dan kini menggunakan media pembelajaran elektronik. Media pembelajaran Agama Islam pun kini beragam, mencakup media visual, audio, hingga audio-visual. Kemajuan era digital membawa dampak positif dan negatif, seperti pembelajaran yang menjadi lebih menarik dan lebih mudah disesuaikan dengan potensi anak, namun juga kemudahan akses informasi yang dapat membuka peluang bagi anak mengakses hal-hal negatif. Oleh karena itu era sekarang kita perlu beradaptasi dengan zaman, maka kita perlu memperbanyak model dan teknik pembelajaran menarik dan efektiv.
PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Muhammad Nur A Rasyid; Yejen Al Hamid; Indria Nur; Muhammad Rusdi Rasyid
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran penting dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi yang pesat. Penelitian ini membahas pengembangan metode pembelajaran PAI yang inovatif dan relevan dengan tantangan zaman. Melalui pendekatan seperti ceramah, diskusi, simulasi, pembelajaran berbasis masalah, dan penggunaan teknologi seperti aplikasi digital serta media sosial, metode pembelajaran dapat disesuaikan untuk meningkatkan efektivitas, partisipasi, dan motivasi siswa. Pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan proses belajar yang aktif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan abad ke-21, seperti berpikir kritis dan kolaborasi. Dengan demikian, hasilnya diharapkan dapat memperkaya pengalaman siswa, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mempersiapkan mereka menghadapi kompleksitas dunia kerja modern. Studi ini menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran PAI untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang optimal.
Implementasi Multimodal Learning sebagai Strategi Unggul dalam Penguatan Hafalan Al-Qur’an: Studi di PPTQ Fahd Al-Muslim Sorong Pitambara, Samran Syahruddin; Rasyid, Muhammad Rusdi; Hermanto, Hermanto; Azis, Abdul
Cognitive Insight in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Cognitive Insight in Education
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/cognitive.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi multimodal learning dalam memperkuat hafalan Al-Qur’an serta dampaknya pada peserta didik di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Fahd Al-Muslim Kota Sorong. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimodal learning di PPTQ Fahd Al-Muslim mengintegrasikan pendekatan visual melalui penggunaan mushaf berwarna dan pemaknaan teks, auditori melalui kegiatan menyimak hafalan secara rutin, pembelajaran membaca melalui pengulangan teks dengan metode tikrar dan murajaah, serta pendekatan kinestetik yang diwujudkan melalui praktik langsung dalam ibadah, seperti menjadi imam salat tahajud satu juz secara berjamaah. Implementasi ini berdampak pada: (1) penguatan hafalan Al-Qur’an, terbukti dari keberhasilan peserta didik sebagai imam salat tahajud 1 juz berjamaah dan konsistensi murajaah; pencapaian prestasi Qur’ani dalam berbagai kejuaraan MTQ dan STQH tingkat kota dan provinsi Papua Barat Daya; serta (3) internalisasi nilai Qur’ani melalui penerapan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan multimodal learning sebagai pendekatan berkelanjutan yang efektif untuk menjaga dan meningkatkan hafalan Al-Qur’an.
Problematika Ketidakmampuan Peserta Didik Membaca Permulaan di Kelas III SD Inpres 63 Kabupaten Sorong Ratmila, Yuyut; Hasanah, Alif; Darnanengsih, Darnanengsih; Rasyid, Muhammad Rusdi; Husna, Riska Latifatul
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.7889

Abstract

Membaca permulaan merupakan dasar yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan belajar peserta didik di sekolah dasar. Ketidakmampuan menguasai keterampilan ini dapat menghambat pemahaman materi pelajaran lain serta menurunkan kepercayaan diri peserta didik. Namun, kenyataanya masih ditemukan peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan hingga kelas empat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk kesulitan membaca permulaan, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap proses belajar peserta didik kelas III di SD Inpres 63 Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas enam peserta didik kelas III yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi, yang meliputi triangulasi sumber, teknik, dan waktu, guna memastikan kredibilitas dan keakuratan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan peserta didik belum merata. Bentuk kesulitan yang ditemukan meliputi ketidakmampuan mengenali huruf secara konsisten, kesalahan membedakan huruf yang mirip, kesulitan mengeja suku kata, serta membaca kata dan kalimat secara terbata-bata. Faktor penyebab meliputi faktor internal, seperti rendahnya penguasaan huruf dan kepercayaan diri, serta faktor ekstrnal berupa ketidakteraturan kehadiran dan kurang pendampingan orang tua. Dampak kesulitan membaca terlihat pada rendahnya partisipasi dan kepercayaan diri peserta didik. penelitian ini menegaskan perlunya penanganan kolaboratif dan berkelanjutan melalui keterlibatan guru, sekolah, dan orang tua guna mendukung perkembangan kemampuan membaca peserta didik.
Learning Technology Area Ethical Studies and Practices in Learning Technology Kamal; Muh. Rapi; Muhammad Rusdi Rasyid; Muhammad Hamsah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i4.774

Abstract

The world of education and learning develops dynamically in line with technological advances. Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and enhancing performance by creating, using and managing appropriate technological processes and resources. It takes more than reading, writing, and arithmetic skills to participate, survive, and succeed in the knowledge society in the great competition of the 21st century. The global community demands its citizens to have the 21st skills such as critical thinking, problem solving, communication, collaboration, creativity, and innovation. Moreover, to prepare for the ideal type of the 21st person, our education system must carry out learning practices under deductive and inductive logic. At least educational technology has a major contribution to facilitating the right learning process to optimize the development of students' basic skills for their own good. education and learning in accordance with the technological foundation. The purpose of this article is to provide study material on the technological foundations of education and learning. The method used in this qualitative research is literature study, in which information is collected through documentation through books, journals, articles and relevant juridical foundations. The technological foundation is the basis used as a reference for ethical theory and practice that involves people systematically supporting and solving various problems or improving quality in the education and learning process. The role of educational technology is basically an effort to improve the quality of education and learning from time to time and must be able to facilitate learning in various conditions encountered. The use of educational technology in general is to make it easier for students to access learning resources that are not limited by distance and time, so that learning can run effectively and efficiently and the quality of education will get better in the future. The conclusion from the presentation of the material includes educational technology which has a broad meaning which emphasizes the education system, while learning technology focuses on implementing learning in accordance with the conditions of students
Co-Authors Abdillah, Fardan Abdul Azis Abdul Kabir Aineka Abdullah Abdullah Abidin Abidin Abubakar, Asnandar Agus Yudiawan Aineka, Abdul Kabir Ainun Sajidah Ajirah Al Jawad, Abidin Al Jawad, Ulil Albab Alhamid, Abdul Rakhman Alkatiri, Nony Basma Ambo Tuo, Muhammad Arsyad Anhar, Mujahid Aras, Dini Aulia Arif, Arif Aji Arini Rahmadana Azhima, Rizkan B Baso Bahaking Rama Bambang Sunatar Darnanengsih, Darnanengsih Dini Aulia Aras Djafar, Hilman Djahidi, Jaenal Aripin Edi Gunawan Efa Rubawati Fachry Abda El Rahman Fardan Abdillah M Fatmawati, Anissa Fitri Siyami Hafsan, Hafsan Hammad Hamzah Hamzah Hasanah, Alif Hasbi Sidik Hasbiah Hasbiah Hasbullah Hasbullah Hermanto Hermanto Huzein, Muhammad Indria Nur Kamal Khaerani Kiramang Khatipah Khatipah M. Thohar Al-Abza Maradjabessy, Muhammad Yamin Maskur Maskur Mayalibit, M. Yasin, Un. Miftah Arifin Mochammad Imron Awalludin Muh. Rapi Muhamad Yusuf Muhammad Hamsah Muhammad Huzain Muhammad Nur A Rasyid Muhammad Rizal Fadli Muhammad Salman Muhammad Satir Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Muzaat, Syahid Bin Nasaruddin Nasaruddin Nawir, M. Syukri Parellangi Pebrian Hizbulloh Pitambara, Samran Syahruddin Rasid, Ruslan Rasyid, Muhammad Nur A. Ratmila, Yuyut Riska Latifatul Husna Rosdiana Sain Hanafy Sidek, Muhammad Sileuw, Marwan Siti Komariah Tiflen St. Umrah Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Surahman Amin, Surahman Syahrul Syahrul udirman, udirman Umar Sulaiman Umrah, St Utama, Richko Dharmadi Wally, Oci Yejen Al Hamid Zikriadi