Claim Missing Document
Check
Articles

Correlation between Mother’s Nutritional Knowledge with Nutritional Status (Height for Age and BMI for Age) of Children Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi; Ariska, Karin; Nurrahmawati, Erfha
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2023): Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajipaud.v6i1.16621

Abstract

Malnutrition problems usually occur in early childhood. It is pretty concerning because early childhood is a group whose nutritional needs must be considered and are still growing. Lack of maternal nutritional knowledge is one of the causes of nutritional problems in children. This study analyzed the relationship between mothers' nutritional knowledge and children's nutritional status (TB/U and IMT/U) at Raudlatul Ulum, Ambarawa District, Pringsewu Regency. The research design was cross-sectional, with 31 subjects. The research subjects were mothers with children aged >60 months. The type of analysis used is Fisher's Test. The results of the study showed that the number of children with stunting nutritional status (TB/U) was seven people (22.6%), which became a public health problem (stunting prevalence >20%). The number of children with poor nutritional status (IMT/U) is one person (3.2%). Statistical test results showed that there was no significant relationship (p>0.05) between the mother's nutritional knowledge and the toddler's nutritional status (TB/A and IMT/U). Still, there was a significant relationship due to the difference in the proportion of> 20%. In conclusion, a mother's nutrition knowledge is essential in providing nutritious food and can support children's nutritional status.
Peningkatan Kemampuan Pekerja Peternakan Ayam Petelur dalam Identifikasi Bahaya Potensial dan Masalah Kesehatan Angraini, Dian Isti; Febriani, Wiwi; Daulay, Suryani Agustina; Nisa, Lutfi Khoirun; Ramadhan, Rifqi Ihza
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v5i2.4486

Abstract

Peternakan ayam petelur merupakan salah usaha yang banyak ditemukan termasuk di Lampung Selatan. Usaha ini sangat menjanjikan karena permintaan akan telur ayam yang selalu tinggi untuk pemenuhan kebutuhan protein. Pada lingkungan kerja di peternakan ayam petelur memiliki bahaya potensial, yang dapat berupa bahaya fisika, biologi, kimia, ergonomi, maupun psikososial. Pajanan bahaya potensial secara berlebihan menjadi potensi risiko masalah kesehatan berupa gangguan, cedera ataunkerusakan pada tubuh pekerja sehingga diperlukan upaya untuk mengidentifikasi dan menganalisis bahaya potensial yang berisiko untuk menjaga kondisi pekerja dan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan para pekerja di peternakan ayam petelur “X” di Lampung Selatan dalam mengidentifikasi bahaya potensial dan masalah kesehatan di lingkungan kerja. Metode yang akan dilakukan adalah dengan edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, pemutaran video, dan simulasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dan bertempat di peternakan ayam petelur “X” Kabupaten Lampung Selatan. Peserta berjumlah 7 orang yang merupakan karyawan dan pimpinan peternakan ayam petelur tersebut. Hasil pengabdian didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta sebanyak 85,7% menjadi pemahaman yang baik, 14,3% peserta memiliki pemahaman cukup baik, dan tidak ada peserta memiliki pemahaman yang kurang mengenai identifikasi bahaya potensial dan masalah kesehatan di lingkungan kerja. Hasil kegiatan ini mendapatkan bahwa bahaya potensial yang ada berasal dari ergonomi dan psikologis; Pimpinan peternakan ayam petelur tersebut telah menetapkan waktu untuk melakukan stretching bagi para pekerja dan meningkatkan komunikasi dua arah dalam menghadapi permasalahan yang ditemui. Kesimpulan hasil kegiatan ini yaitu peningkatan kemampuan identifikasi bahaya potensial dan masalah kesehatan di lingkungan kerja ini dapat mencegah pekerja mengalami masalah kesehatan, cedera atau penyakit akibat kerja.
ANTOSIANIN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) SEBAGAI ANTI DIABETES: SEBUAH TINJAUAN Yunianto, Andi Eka; Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v3i3.350

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) diketahui sebagai sumber antosianin yang memiliki warna biru alami yang tumbuh liar di kawasan Asia termasuk Indonesia. Bunga telang memiliki warna biru yang memiliki kandungan kaya antosianin. Bunga telang diketahui sebagai sumber antosianin, dan berpotensi sebagai pewarna biru alami yang tumbuh liar di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Senyawa utama berupa glukosida delphinidin merupakan antosianin yang bertanggung jawab atas warna biru bunga telang biru. Antosianin adalah pigmen yang larut dalam air, termasuk dalam flavonoid, dan terdapat di hampir semua buah-buahan, dan sayuran pada konsentrasi yang bervariasi. Terdapat 635 antosianin dibedakan berdasarkan posisi serta jumlah gugus metoksil dan hidroksil dalam struktur dasar antosianin. Studi ini bertujuan untuk membahas antosianin berasal dari bunga telang dapat menurunkan status glukosa darah penderita diabetes melitus. Salah satu manfaat biologis antosianin adalah sebagai antidiabetes. Ekstrak tumbuhan kaya antosianin dapat memperbaiki konsekuensi terkait diabetes dengan mengurangi penyerapan glukosa, stres oksidatif, sekresi insulin, sensitivitas insulin, toleransi glukosa, penyerapan glukosa, konsumsi glukosa, aktivitas antioksidan. Oleh karena itu, kandungan antosianin bunga telang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia dalam upaya pencegahan dan sebagai terapi antidibetik bagi penderita diabetes melitus. Diperlukan pengembangan produk baru bunga telang dengan tidak mengurangi sifat fungsionalnya agar manfaat kesehatan bagi yang mengonsumsinya tetap terjaga.
Indeks Massa Tubuh, Persen Lemak Tubuh, Rasio Lingkar Pinggang dan Panggul dengan nilai VO2max Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Zuraida, Reni; Angraini, Dian Isti; Yunianto, Andi Eka
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i1.805

Abstract

Kebugaran kardiorespiratori merupakan salah satu cara dalam mengatasi masalah obesitas dan terjangkit penyakit kardiometabolik remaja di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh (IMT), persen lemak tubuh (PLT), rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP) dengan nilai VO2max siswa SMA Negeri 12 bandar lampung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan subjek siswa kelas X SMA Negeri 12 Bandar Lampung sebanyak 94 siswa. VO2max diukur dengan menggunakan Queens College Step Test. IMT dihitung dengan menggunakan rasio berat badan dan tinggi badan. Bioelectrical Impedance Analysis untuk mengukur PLT. Pita ukur dengan ketelitian 0,01 cm untuk mengukur RLPP. Uji Rank Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan IMT, PLT, dan RLPP dengan nilai VO2max. Terdapat hubungan indeks massa tubuh (p = 0,001, r =0,335) dan persen lemak tubuh (p = 0,000, r = -0,563) dengan nilai VO2max, namun tidak untuk rasio lingkar pinggang panggul (p = 0,284, r = 0,112). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan indeks massa tubuh dan persen lemak tubuh dengan nilai VO2max, namun tidak untuk RLPP.
Correlation Beetwen Body Fat Percent, Circle Ratio Waist Panel, Physical Activities with VO2Max Value on Employees of Aisyah Pringsewu University in 2021 Ramadhana Komala; Alifiyanti Muharramah; Afiska Prima Dewi; Desti Ambar Wati; Wiwi Febriani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.73 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1301

Abstract

VO2max is one way to measure cardiorespiratory fitness. One of the factors that cause heart disease is low cardiorespiratory fitness. The purpose of this study was to determine the relationship between percent body fat, waist-to-hip ratio, physical activity with the value of VO2max in Aisyah Pringsewu University Employees in 2021. The design of this study used a cross-sectional. The number of research samples was 78 consisting of 30 men and 48 women with an average age of 30.81 ± 6.58 years. Fitness was measured using the 20-Meters Shuttle Run Test. The results of statistical analysis showed that there was a significant relationship between percent body fat and VO2max value (p less than 0.05), physical activity with VO2max value (p less than 0.05) and there was no relationship between waist-to-hip ratio and VO2max value (p less than 0.05). 0.05. The conclusion is good, percent body fat, and physical activity have a significant relationship with the vo2max value in employees, but the ratio of waist and hip circumference has no significant relationship. Abstrack: VO2max adalah  salah satu cara untuk mengukur kebugaran kardiorespirasi. Salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit jantung yaitu rendahnya kebugaran kardiorespiratori. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetetahui hubungan persen lemak tubuh, rasio lingkar pinggang panggul, aktivitas fisikdengan nilai VO2max pada Karyawan Universitas Aisyah Pringsewu Tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakanCross Sectional.  Jumlah sampel penelitian sebesar78yang terdiri dari 30 laki laki dan 48 perempuan dengan usia rata rata 30,81 ± 6,58 tahun. Kebugaran diukur menggunakan 20-Meters Shuttle Run Test. Hasil analisis statistik menunjukkanterdapat hubungan yang signifikan antarapersen lemak tubuh dengan nilai VO2max (p kurang dari 0,05), aktivitas fisik dengan nilai VO2max (p kurang dari 0,05) serta tidak ada hubungan antara rasio lingkar pinggang panggul dengan nilai VO2max (p kurang dari 0,05). Kesimpulannya baik, persen lemak tubuh, dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang bermakna dengan nilai vo2max pada karyawan. Tetapi, rasio lingkar pinggang dan panggul tidak terdapat hubungan yang signifikan.
KNOWLEDGE IMPROVEMENT OF NUTRITION AND ENGLISH IN SCHOOL-AGE CHILDREN IN THE COVID-19 PANDEMIC ERA: PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI DAN BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA SEKOLAH PADA ERA PANDEMI COVID-19 Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 5 No. 2 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V5.I2.2023.90-96

Abstract

Background: The existence of the Covid-19 pandemic has an impact on a learning crisis in children. More than 120 countries have implemented social interaction violations through school closures which have affected 1.6 million students worldwide spread across 166 countries, including Indonesia. Purpose: This community service activity aims to improve the knowledge of School-Age Children (SAC) about nutrition combined with learning English during the Covid-19 Pandemic era. Method: This activity was carried out in six meetings from January 19 to February 6 2021, in Wonokriyo Village, Gading Rejo District, Pringsewu Regency, Lampung. The target of this activity is 24 SAC took class 4-6. Students are given nutrition counseling using the lecture method using various media including booklets, power points, and educational games. Student knowledge data were obtained from pre-test and post-test questionnaires. The data analysis performed was univariate data and the proportion of knowledge increase. Results: The average age of the respondents was 10.5 ± 0.9 years, the majority were female and took class IV of elementary school. The highest average increase in children's nutritional knowledge on the topic tumpeng of balanced nutrition was 45.3 ± 13.6 points from 38.7 ± 10.9 points to 84.0 ± 9.5 points. The average knowledge of children's English also increased from 41.0 ± 10.4 points to 78.0 ± 6.8 points with an average change of 37 ± 9.0 points. Conclusion: Nutrition counseling that is integrated with learning English can increase children's knowledge related to nutrition and English.
Literature Review: Noise Induced Hearing Loss Magistra, Muhammad Akbar; Imanto, Mukhlis; Febriani, Wiwi; Puspitasari, Ratna Dewi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18824

Abstract

Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang paling umum terjadi di lingkungan industri. Gangguan pendengaran ini bersifat sensorineural dan disebabkan oleh paparan suara bising dengan intensitas melebihi nilai ambang batas 85 dBA secara terus-menerus tanpa perlindungan yang memadai. Kajian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menelaah 15 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Sumber data diperoleh melalui basis data PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “Noise Induced Hearing Loss”. Faktor risiko utama meliputi paparan suara >85 dBA dalam jangka panjang, usia >40 tahun, dan paparan toksik seperti asap rokok. Secara patofisiologis, NIHL melibatkan stres oksidatif yang merusak sel rambut sensori di koklea yang tidak dapat beregenerasi. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis riwayat kerja, pemeriksaan fisik, serta audiometri dengan temuan khas berupa notch pada frekuensi 4000 Hz. Penatalaksanaan NIHL mencakup pendekatan preventif melalui program konservasi pendengaran, kontrol sumber bising, dan penggunaan alat pelindung diri. Intervensi kuratif meliputi pemberian kortikosteroid, antioksidan seperti N-acetylcysteine, serta vitamin C dan E. Pada kasus berat, rehabilitasi dilakukan dengan penggunaan alat bantu dengar hingga pemasangan implan koklea. Pencegahan menjadi kunci utama karena sifat kerusakan yang irreversible
Article Review: Pendekatan Holistik Manajemen Obesitas: Aspek Psikologis dan Kesehatan Mental Syarel, Radin Ghefira Naura; Berawi, Khairun Nisa; Febriani, Wiwi
Medula Vol 14 No 8 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i8.1255

Abstract

Obesity is a complicated and multifaceted medical disorder defined by excess fat buildup, which can have a severe impact on an individual's physical and mental health. In 2022, the World Health Organization (WHO) reported that around 2.5 billion persons globally are overweight, with obesity incidence in Indonesia reaching 23.1%. This number indicates a notable rise and raises major public health concerns. Obesity has a significant effect on a person's mental health, including sadness, anxiety, and low self-esteem, in addition to raising the risk of several chronic diseases like type 2 diabetes, hypertension, and cardiovascular disease. According to recent studies, psychological variables are crucial in the emergence and maintenance of obesity. Unhealthy eating habits, such as consuming foods high in calories and low in nutrients, can be brought on by stress, social stigma, and environmental pressure. As a result, obesity management requires a multidisciplinary strategy that not only focuses on physical therapies such as food and exercise, but also takes into account the psychological factors that influence eating behavior. Acceptance and Commitment Therapy (ACT), which aims to help people manage psychological stress and build mental resilience, is one promising strategy. Accepting challenging emotional situations and resolving to act in line with one's own ideals are the main goals of ACT. It is believed that removing the stigma attached to weight and offering sufficient psychological assistance can enhance the lives of those who suffer from obesity and stop the rise in obesity rates in Indonesia. Better outcomes in controlling this condition can be accomplished by improving our understanding of the link between mental health and obesity and implementing comprehensive intervention techniques. This comprehensive strategy is anticipated to offer a more successful way to deal with the issue of obesity in society by incorporating a number of academic fields, such as psychology, nutrition, and sports.
The Effectiveness of Phacoemulsification in Cataract Management: Procedures, Benefits, and Challenges Nurhaliza, Rahma; Himayani, Rani; Febriani, Wiwi; Rudiyanto, Waluyo
Medula Vol 14 No 10 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i10.1278

Abstract

Cataract is a condition in which the eye's lens, initially clear becomes cloudy, obstructing the passage of light to the retina and causing vision impairments such as blurred vision, reduced visual acuity, and faded color perception. According to WHO data (2022), approximately 2.2 billion people worldwide experience visual impairment, with cataracts being the leading cause of reversible blindness. In Indonesia, the prevalence of cataracts is 1.8%, with an annual incidence rate of 0.1%, and 50% of blindness cases are caused by cataracts. Surgery is the only method to treat cataracts, with phacoemulsification being the most commonly used technique. Phacoemulsification is a cataract surgery technique that employs an ultrasonic tip to break down the cloudy lens, followed by aspiration of the lens fragments. This technique has numerous advantages, including smaller incisions, faster wound healing, good visual acuity outcomes post-surgery, and a lower risk of complications than other surgical methods.
Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Status Gizi Siswa: Literature Review Huwaidy, Alwan Hibban Al; Zuraida, Reni; Febriani, Wiwi
Medula Vol 14 No 10 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i10.1408

Abstract

Students are a very valuable asset for the future of the nation. Good nutritional status is essential to support student achievement. However, currently Indonesia is experiencing a double nutritional problem in the form of malnutrition and overnutrition at school age. In addition, there are still few students in Indonesia who are accustomed to having breakfast with quality food in the morning. One of the factors that influences students' nutritional status is breakfast habits. This study aims to determine the relationship between breakfast habits and students' nutritional status. The method used is a literature review of 13 journals or articles from the Google Scholar database related to the Relationship between Breakfast Habits and Students' Nutritional Status published from 2015 to 2025. The results of this study indicate that the 12 journals or articles reviewed have a significant relationship between breakfast habits and nutritional status in students. Students who are accustomed to having breakfast will find it easier to meet their daily nutritional needs so that their nutritional status tends to be normal. However, students who are not accustomed to having breakfast will miss the opportunity to meet 15-30% of their daily nutritional needs so that their nutritional status is lacking. In addition, students who do not have breakfast tend to consume excessive lunch and high calories during the day so that their nutritional status is more. The conclusion of this study is that there is a relationship between breakfast habits and nutritional status in students.
Co-Authors Afiska Prima Dewi Afiska Prima Dewi Agustina, Safitri Agustina, Safitri Ahmad Fauzi Ahmad Sulaeman Alifiyanti Muharramah Alifiyanti Muharramah Ambar Wati, Desti Anggraeni, Liza Atri Sri Ulandari Awwalia, Rohma Dina Azka, Laisa Bambang Sri Anggoro Bayu Anggileo Pramesona Budi Setiawan Camilia, Anita Damayanti, Putri Daulay, Suryani A. Daulay, Suryani Agustina Defriani Dwiyanti, Defriani Desi Kumalasari Desi Kumalasari Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Dian Isti Angraini Eka Putri Rahmadhani Elvara Fatimah Muzaki Endah Setyaningrum, Endah Erfha Nurrahmawati Fathaniah, Widya Febrianti Feri Kameliawati Fertiasari, Rini Firdaus, Purna Fitri, Ayu Tiara Fitri, Dilla Syahra Noor Fitria Saftarina Gustianing, Defy Hadibrata, Exsa Hafizh, Ahmad Fauzan Handayanti, Rika Happy, Terza A Happy, Terza Aflika Helmi Ismunandar Heppi Sasmita Hery Widijanto Huwaidy, Alwan Hibban Al Iis Tri Utami Intan Kusumaningtyas Iswandi Darwis Jailani Jailani Jausal, Anisa Nuraisa Karin Ariska Khairun Nisa Kurniawaty, Evi Larasati, Ratri M. Leni Ervina, Leni Lusina, Septia Eva M. Ridho Ulya Magistra, Muhammad Akbar Mayasari, Diana Melya Riniarti Mida Pratiwi Mida Pratiwi Mukhlis Imanto, Mukhlis Muslim, Burhan Nabilla Nabilla Nandasari, Nandasari Nisa, Lutfi Khoirun Novita Carolia Nurhaliza, Rahma Nurrahmawati, Ertha Primasari Pertiwi Puspitasari, Ratna Dewi Rafi Gustra Alam Rahman, Sugirah Nour Rahmi Khalida Ramadhan, Rifqi Ihza Ramadhana Komala Rangga Firdaus Rani Himayani RANI RANI, RANI Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna, Maya Ganda Reni Zuraida Rica Pratiwi, Amali Rini Wahyuni Riska Hediya Putri Riviwanto, Muchsin Rudiyanto, Waluyo Safitri Agustina Saragih, Pieter Septiani, Linda Sindi, Sindi Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Sugriarta, Evino Suharmanto Surmiasih Surmiasih Surnayanti Surnayanti Sutarto Sutarto Syarel, Radin Ghefira Naura TA Larasati Valoma, Valoma Wati, Desti Ambar Wike Sri Yohanna Yunianto, Andi Eka Yuningrum, Hesti