Claim Missing Document
Check
Articles

Overview of Personal Protective Equipment Use Among Oil Palm Farmers in Simpang Pematang Subdistrict, Mesuji Regency Camilia, Anita; Saftarina, Fitria; Febriani, Wiwi; Larasati, TA
Medula Vol 14 No 11 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i11.1437

Abstract

The use of personal protective equipment (PPE) is an essential effort in preventing occupational health and safety risks, especially for farmers working in the plantation sector. This study aims to analyze the use of PPE among oil palm farmers in Simpang Pematang Subdistrict, Mesuji Regency. The research employs a cross-sectional approach involving 105 oil palm farmers selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed univariately. The findings show that the level of compliance with PPE usage is still low, with only 48.6% of farmers consistently adhering to PPE usage procedures. The use of specific PPE items such as masks and protective glasses is particularly low, at just 13.3% and 5.7%, respectively. The main barriers to PPE use include farmers' lack of understanding about its importance, limited availability of PPE, and misconceptions about its comfort. This study concludes that strategic efforts are needed to improve PPE compliance through education, outreach programs, and the provision of adequate PPE.
Health Worker's Understanding of Haze Disaster Risk Management Collaboration in West Sumatra Province Riviwanto, Muchsin; Muslim, Burhan; Sugriarta, Evino; Sasmita, Heppi; Defriani Dwiyanti; Febriani, Wiwi
proceedinginternational Vol. 3 (2023): Proceeding International Health Conference, 1th July 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jd.v3i.33

Abstract

Forest fires cause a decline in the level of public health, either directly or indirectly. One of the public health services that requires good collaboration is health services at the Puskesmas. health workers on duty at the Puskesmas in dealing with disasters in their respective work areas. The collaboration target is integrated patient care for disaster victims. This study aims to determine the understanding of health workers in collaborative risk management for haze disaster in West Sumatra.The design at this stage is cross sectional to identify the characteristics of the respondents (age, gender, type of profession, education), knowledge, attitudes, and collaborative actions to reduce haze disaster risk at the same time. The target population of this research is all health workers in several districts in West Sumatra Province. The affordable population of the study is health workers in areas categorized as vulnerable to haze in the province of West Sumatra. The sample determined in the survey phase of the research using the Lamesshow formula (Lemeshow et al., 1990). Based on the above formula, the total sample size is 50 samples, with an anticipated sample drop out of 10%, so the total number of samples is 55 samples. Collecting data using primary data by means of interviews with a questionnaire instrument. The statistical test used in this study is the chi square test, which is a statistical test used to test the relationship between the independent variable (independent) and the dependent variable (dependent) on a categorical scale.The results of the quantitative research show that more than half of the knowledge level (60%) and positive attitude (51%) about collaboration in disaster risk management of haze haze are seen. And the actions or practices of more than half of the respondents or health workers have less action (64%) regarding collaboration for disaster risk management of haze. There is a relationship between the knowledge and attitudes of health workers with collaborative actions to mitigate the risk of haze disaster. Government involvement is needed to issue a collaborative policy for managing the risk of haze disaster to change the centralistic/spatial paradigm in disaster management. Health workers can improve their understanding of communication and motivation in collaborative disaster risk management for haze.
UJI PROTEIN PADA PRODUK TEMPE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Fertiasari, Rini; Jailani, Jailani; Sindi, Sindi; Valoma, Valoma; Nandasari, Nandasari; Rani, Rani; Febriani, Wiwi
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i1.286

Abstract

Tempe secara tradisional dibuat dari kedelai yang difermentasi, disajikan dalam bentuk kue dan dikonsumsi sebagai makanan pokok di Indonesia. Salah satu makanan yang mengandung sumber protein adalah tempe. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji protein pada suatu produk, yaitu tempe dengan melakukan perbandingan. Metode pengujian menggunakan reagent biuret secara spektrofotometri pada tempe dengan 4 perlakuan. Perlakuan dalam pengujian adalah tempe dalam kemasan plastik dan daun. Hasil dari pengujian dengan 4 perlakuan pada tempe dalam kemasan plastik dan daun, didapatkan hasil tempe yang dibungkus dengan plastik pada sampel 1 menunjukkan rata-rata 0,125 dengan standar deviasi sebesar 0,053, sedangkan tempe yang dibungkus dengan daun pada sampel 1 memiliki rata-rata 0,139 dengan standar deviasi 0,084. Tempe dibungkus dengan plastik pada sampel 2 menunjukkan rata-rata sebesar 1,117 dengan standar deviasi 0,047, sedangkan tempe dibungkus daun pada sampel 2 menunjukkan rata-rata sebesar 0,133 dengan standar deviasi 0,121. Kesimpulan dari hasil pengujian ini adalah perhitungan dari kadar protein pada tempe hasil signifikan berupa kadar protein dari tempe kemasan plastik sebesar 0,776 dan tempe kemasan daun simpur sebesar 0,906.
TEPUNG BUAH NAGA MERAH DAN OLAHRAGA MEMPERBAIKI GLUKOSA DARAH DAN PROFIL LIPID DARAH PADA TIKUS OBES Febriani, Wiwi; Sulaeman, Ahmad; Setiawan, Budi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 11 No. 3 (2016)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.242 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2016.11.3.%p

Abstract

The objective of this study was to analyze the effects of feeding flour-based red dragon fruit and exercise to blood glucose and lipid profile in obese rats. Total of 20 males Sprague-Dawley were divided into five groups: standard diet (SD), high fat diet (HFD), high fat diet + exercise (HFD+E), high fat diet + red dragon fruit flour (HFDRD), and high fat diet + red dragon fruit flour + exercise (HFDRD+E). The intervention was carried out for four weeks after 18 weeks fattening periode. The results showed that red dragon fruit and exercise significantly decreased blood glucose, total cholesterol (TC), trygliseride (TGA), and LDL-chlesterol (LDL-C) (p<0.05), but not for HDL-cholesterol. The HFDRD+E group significantly (p<0.05) had highest decreased of blood glucose, TC. In conclusion, red dragon fruit and exercise have a potential effect to improve hyperglicemic condition and dyslipidemic condition.Keywords: blood glucose, lipid profile, obese rats, red dragon fruit 
Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu tentang Konsumsi Protein Hewani untuk Cegah Stunting melalui Penyuluhan dan Permainan Puzzle Isi Piringku Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi; Nurrahmawati, Ertha; Ariska, Karin
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3167

Abstract

Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Hasil data Survei Status Gizi Nasional tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu sebesar 16,2%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui penyuluhan gizi mengenai cegah stunting dengan konsumsi protein hewani dan permainan puzzle isi piringku (Perizaiku). Kegiatan ini dilakukan di TK Raudlatul Ulum Kresnomulyo dengan responden sebanyak 31 orang. Bentuk kegiatan yang dilakukan padaresponden berupa penyampaian materi melalui media power point presentation (PPT) dan booklet, serta Perizaiku. Evaluasi kegiatan diberikan melalui pre-test dan post-test. Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis  deskriptif dan analisis bivariat berupa paired sample t-test. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebanyak 87% ibumeningkat pengetahuannya. Rata-rata skor pengetahuan gizi ibu sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah, yaitu 54,3 ± 11.6  poin dan meningkat setelah penyuluhan sebesar 70,5 ± 14,0  poin. Rata-rata peningkatan skor ibu dalam kegiatan penyuluhan cukup baik, yaitu  16,2 ± 1,35  poin. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaanskor pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan (p<0,05). Kegiatan penyuluhan gizi kepada ibu perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan untuk penyegaran ilmu gizi dan perbaharuan informasi. Dengan demikian, diharapkan ibu dapat menjadi garda terdepan untuk pencegahan stunting di dalam keluarga.  Kata kunci: penyuluhan gizi, cegah stunting, protein hewani, puzzle isi piringku
Edukasi Bahaya Meal Skipping pada Remaja Putri di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan Wijaya, Sofyan Musyabiq; Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3225

Abstract

Meal skipping merupakan sebuah tindakan untuk melewatkan waktu makan, baik sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Jika kegiatan ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan berakibat pada status gizi seperti permasalahan Kurang Energi Kronis (KEK). Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya meal skipping pada remaja putri di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan Remaja Putri di Karang Anyar Lampung Selatan. Kegiatan dilakukan di Balai Desa KarangAnyar, Lampung Selatan dengan sasaran adalah remaja putri. Evaluasi mnggunakan metode pre dan posttest selama kegiatan untuk melihat peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mengenai meal skipping pada remaja putri (n = 25 orang, nilai p = 0,000) setelah dilakukan penyuluhan. Oleh karena itu, penting untuk memberikaninformasi dan penyuluhan mengenai hal-hal terkait meal skipping pada remaja putri untuk menghindarkan diri dari berbagai resiko dan bahaya yang mungkin timbul akibat kebiasaan makan tersebut khususnya untuk remaja putri.Kata Kunci: Edukasi, Meal Skipping, Remaja Putri
Pelatihan Kader Malaria Pada Populasi Khusus Sebagai Langkah Nyata Menuju Eliminasi Malaria Di Kawasan Wisata Pesisir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Suharmanto, Suharmanto; Hadibrata, Exsa; Larasati, Ratri M.; Yuningrum, Hesti; Lusina, Septia Eva; Yunianto, Andi Eka; Daulay, Suryani A.; Happy, Terza A; Ulandari, Atri Sri; Febriani, Wiwi; Firdaus, Purna; Ulya, M. Ridho
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3237

Abstract

Prevalensi penyakit malaria masih tinggi di dunia. Penyakit ini merupakan golongan penyakit menular. Penyakit ini memerlukan biaya yang tinggi dalam perawatan dan pengobatannya karena malaria dapat komorbiditas danmortalitas, atau bisa kronik, yang menunjukkan kalau malaria sangat berpengaruh terhadap kesehatan penderita. Pengabdian kepada masyarakat desa binaan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melaluipelatihan kader malaria pada populasi khusus sebagai langkah nyata menuju eliminasi malaria di Kawasan Wisata Pesisir  Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian iniadalah meningkatnya pengetahuan, pemahaman, sikap, praktik, meningkatkan literasi tentang pengobatan dan pencegahan malaria, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria, mencegah adanya kejadian luarbiasa (KLB) malaria serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pesisir. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 kader kesehatan. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang upaya skrining dan pencegahan malaria. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Peserta bertanya tentang materi yang belum dipahami tentang upaya skrining dan pencegahan malaria. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang upaya skrining dan pencegahan malaria pada kader kesehatan di Desa Kunjir.Kata kunci:  eliminasi malaria, kader, pelatihan  
PENGUATAN KADER JUMANTIK DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA KARANG ANYAR KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN: PENGUATAN KADER JUMANTIK DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Kurniawaty, Evi; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Daulay, Suryani Agustina; Febriani, Wiwi; Sutarto, Sutarto
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3422

Abstract

Kegiatan penyuluhan kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, pada Juli 2024 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan keterampilan kader jumantik dalam pencegahan dan penanganan dini penyakit DBD. Kegiatan ini mencakup sosialisasi terkait penyebaran, gejala, dan langkah pencegahan DBD, serta pelatihan kader jumantik dengan teknik surveilans dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui program 3M Plus. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas penyuluhan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, yang tercermin dalam kenaikan rata-rata nilai post-test dibandingkan pre-test. Distribusi peserta berdasarkan usia menunjukkan bahwa kegiatan ini menarik perhatian berbagai kelompok usia, dengan partisipasi tertinggi pada kelompok usia muda, yang menunjukkan minat mereka terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan. Efektivitas kegiatan ini didukung oleh analisis statistik paired t-test dan ukuran efek Cohen's d, yang menunjukkan bahwa intervensi penyuluhan memiliki dampak signifikan dan besar terhadap peningkatan pemahaman peserta. Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya pencegahan DBD. Disarankan agar penyuluhan dilakukan secara berkala, terutama pada musim hujan saat risiko DBD meningkat. Selain itu, pemerintah daerah dan puskesmas setempat diharapkan mendukung program dengan menyediakan materi edukasi tambahan dan memfasilitasi pemantauan jentik berkala serta pemberdayaan kader jumantik untuk keberlanjutan pencegahan DBD yang efektif di tingkat komunitas.
Deteksi dini status gizi melalui pemeriksaan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dan skrining penyakit tidak menular pada lansia Yuningrum, Hesti; Daulay, Suryani Agustina; Febriani, Wiwi; Ulandari, Atri Sri; Nabilla, Nabilla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36063

Abstract

Abstrak Kelompok lansia merupakan populasi yang sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk malnutrisi dan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia. Deteksi dini terhadap perubahan komposisi tubuh dan faktor risiko PTM penting dilakukan guna mencegah komplikasi dan menurunkan beban penyakit pada kelompok usia ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini status gizi menggunakan alat Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) serta melakukan skrining PTM (tekanan darah, gula darah, dan asam urat) pada lansia di posyandu lansia kebon bibit diwilayah kerja Puskesmas Hajimena, Lampung. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan langsung dan edukasi hasil skrining. Sasaran kegiatan adalah 40 orang lansia yang aktif mengikuti posyandu lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya pemantauan status gizi dan kesehatan secara berkala. Hasil skrining PTM berdasarkan tekanan darah menunjukkan sebagian besar lansia dengan kategori pre hipertensi sebanyak 14 orang (35%), kadar gula darah sewaktu (GDS) dalam kategori normal sebanyak 32 orang (80%) dan pemeriksaan asam urat kategori tinggi sebanyak 24 orang (60%). Pemeriksaan menggunakan BIA didapatkan nilai IMT sebagian besar responden kategori obesitas sebanyak 18 orang (45%), lemak tubuh kategori sangat tinggi sebanyak 29 orang (72.5%), lemak visceral kategori normal sebanyak 27 orang (67.5%) dan massa otot kategori rendah sebanyak 28 orang (70%).  Penggunaan metode BIA dan skrining penyakit tidak menular dapat mendeteksi permasalahan gizi serta faktor risiko PTM. Program ini memperkuat tindakan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan seperti bidan desa. Kata kunci: deteksi dini; status gizi; BIA; Penyakit tidak menular; lansia. Abstract The elderly are a population that is highly vulnerable to various health problems, including malnutrition and non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus, and dyslipidemia. Early detection of changes in body composition and NCD risk factors is important in order to prevent complications and reduce the burden of disease in this age group. This community service activity aims to conduct early detection of nutritional status using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) and screening for NCDs (blood pressure, blood sugar, and uric acid) in the elderly at the Kebon Bibit elderly health center in the Hajimena Community Health Center working area. The methods used included direct examination and screening result education. The target of the activity was 40 elderly people who actively participated in the elderly health center. This community service activity can increase the awareness of the elderly about the importance of regular monitoring of nutritional status and health. The results of the PTM screening based on blood pressure showed that most elderly people were in the pre-hypertension category, with 14 people (35%), while 32 people (80%) had normal blood sugar levels (GDS) and 24 people (60%) had high uric acid levels. The BIA examination found that most respondents were obese, with 18 people (45%) in the obese category, 29 people (72.5%) in the very high body fat category, 27 people (67.5%) in the normal visceral fat category, and 28 people (70%) in the low muscle mass category.  The use of the BIA method and non-communicable disease screening can detect nutritional problems and NCD risk factors. This program strengthens promotive and preventive actions in health services that can be carried out by health workers such as village midwives. Keywords: early detection; nutritional status; BIA; non-communicable diseases; elderly.
Pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga berbasis pangan lokal: keripik jantung pisang di Desa Cipadang Rahmadhani, Eka Putri; Febriani, Wiwi; Komala, Ramadhana; Ratna, Maya Ganda; Azka, Laisa; Damayanti, Putri; Fitri, Ayu Tiara; Rahman, Sugirah Nour
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36125

Abstract

Abstrak Penguatan ekonomi rumah tangga berperan penting dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Jantung pisang merupakan bahan lokal yang sering diabaikan, tetapi dapat diolah menjadi keripik jantung pisang yang tidak hanya bernilai gizi juga memiliki potensi ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memperkenalkan para ibu rumah tangga pada proses pengolahan jantung pisang menjadi produk pangan yang bernilai jual, sekaligus meningkatkan keterampilan kewirausahaan mereka. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025, di Balai Desa Cipadang dan diikuti oleh 30 orang ibu rumah tangga. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan didukung dengan booklet yang berisi panduan tentang estimasi modal usaha kecil, strategi pemasaran sederhana, serta tips dan trik untuk mengembangkan usaha kecil berskala rumah tangga. Peserta kegiatan pengabdian kepada Masyarakat mengerjakan pre test dan post test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan minat setelah mengikuti kegiatan ini. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai peserta, dengan median meningkat dari 80 menjadi 90. Enam belas peserta mengalami peningkatan nilai, tiga belas peserta masih memiliki nilai yang tetap sama baik pada pre maupun post tes, dan hanya satu peserta yang mengalami penurunan nilai. Analisis statistik mengonfirmasi bahwa peningkatan tersebut signifikan. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta tentang cara menciptakan nilai tambah dari jantung pisang, tetapi juga memotivasi ibu rumah tangga untuk mempertimbangkan wirausaha skala kecil. Hal ini menunjukkan potensi sumber daya lokal dalam mendukung pemberdayaan ekonomi rumah tangga yang berkelanjutan. Kata kunci: pemberdayaan ekonomi; ibu rumah tangga; jantung pisang; kewirausahaan. Abstract Strengthening household economic capacity is an important step toward improving community welfare. Banana blossoms, a locally available ingredient that is often neglected, can be transformed into banana blossom chips, providing both nutritional benefits and economic opportunities. This program was designed to introduce housewives to the processing of banana blossoms as a marketable food product while also improving entrepreneur skills. The activity took place on Saturday, August 30, 2025, at the Cipadang Village Hall and was attended by 30 housewives. Materials were delivered through an interactive lecture supported by a booklet containing guidance on small business capital estimation, simple marketing strategies, and packaging techniques. To assess the impact of the program, participants completed knowledge tests before and after the training. Results indicated a noticeable improvement in participants’ scores, with the median increasing from 80 to 90. Sixteen participants showed higher scores, thirteen remained unchanged, and only one showed a decreased result. Statistical analysis confirmed that these improvements were significant. This program not only enhanced the participants’ understanding of how to create added value from banana blossoms but also motivated them to consider small-scale entrepreneurship. It highlights the potential of local resources to support sustainable household economic empowerment and may serve as a model for similar community-based initiatives. Keywords : economic empowerment; housewives; banana blossom; enterpreneurship.
Co-Authors Afiska Prima Dewi Afiska Prima Dewi Agustina, Safitri Agustina, Safitri Ahmad Fauzi Ahmad Sulaeman Alifiyanti Muharramah Alifiyanti Muharramah Ambar Wati, Desti Anggraeni, Liza Atri Sri Ulandari Awwalia, Rohma Dina Azka, Laisa Bambang Sri Anggoro Bayu Anggileo Pramesona Budi Setiawan Camilia, Anita Damayanti, Putri Daulay, Suryani A. Daulay, Suryani Agustina Defriani Dwiyanti, Defriani Desi Kumalasari Desi Kumalasari Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Dian Isti Angraini Eka Putri Rahmadhani Elvara Fatimah Muzaki Endah Setyaningrum, Endah Erfha Nurrahmawati Fathaniah, Widya Febrianti Feri Kameliawati Fertiasari, Rini Firdaus, Purna Fitri, Ayu Tiara Fitri, Dilla Syahra Noor Fitria Saftarina Gustianing, Defy Hadibrata, Exsa Hafizh, Ahmad Fauzan Handayanti, Rika Happy, Terza A Happy, Terza Aflika Helmi Ismunandar Heppi Sasmita Hery Widijanto Huwaidy, Alwan Hibban Al Iis Tri Utami Intan Kusumaningtyas Iswandi Darwis Jailani Jailani Jausal, Anisa Nuraisa Karin Ariska Khairun Nisa Kurniawaty, Evi Larasati, Ratri M. Leni Ervina, Leni Lusina, Septia Eva M. Ridho Ulya Magistra, Muhammad Akbar Mayasari, Diana Melya Riniarti Mida Pratiwi Mida Pratiwi Mukhlis Imanto, Mukhlis Muslim, Burhan Nabilla Nabilla Nandasari, Nandasari Nisa, Lutfi Khoirun Novita Carolia Nurhaliza, Rahma Nurrahmawati, Ertha Primasari Pertiwi Puspitasari, Ratna Dewi Rafi Gustra Alam Rahman, Sugirah Nour Rahmi Khalida Ramadhan, Rifqi Ihza Ramadhana Komala Rangga Firdaus Rani Himayani RANI RANI, RANI Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna, Maya Ganda Reni Zuraida Rica Pratiwi, Amali Rini Wahyuni Riska Hediya Putri Riviwanto, Muchsin Rudiyanto, Waluyo Safitri Agustina Saragih, Pieter Septiani, Linda Sindi, Sindi Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Sugriarta, Evino Suharmanto Surmiasih Surmiasih Surnayanti Surnayanti Sutarto Sutarto Syarel, Radin Ghefira Naura TA Larasati Valoma, Valoma Wati, Desti Ambar Wike Sri Yohanna Yunianto, Andi Eka Yuningrum, Hesti