p-Index From 2021 - 2026
13.789
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi Jurnal Diskursus Islam Inspiratif Pendidikan Jurnal Adabiyah PALITA: Journal of Social - Religion Research AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah IQRO: Journal of Islamic Education Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Sophist Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir JURNAL ILMIAH EDUKATIF Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Jurnal Manajemen dan Organisasi Review (MANOR) Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (SEBI) Journal of Instructional and Development Researches Oikos - Nomos : Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Alif Lam: Journal of Islamic Studies and Humanities Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Pappasang Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana JAMBURA: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah Mauriduna : Journal of Islamic studies Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Adl Islamic Economic Jurnal Islam Nusantara Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Al-Iqtishad : Jurnal Ekonomi ELOQUENCE: Journal of Foreign Language Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Economics and Business Journal Innovative: Journal Of Social Science Research Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Al Rikaz : Jurnal Ekonomi Syariah AL-SULTHANIYAH Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Al-Bayyinah Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jalsah: The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Journal of Mujaddid Nusantara Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam PESHUM Balance: Jurnal Ekonomi Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI PENDIDIKAN AL-QUR’AN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ., Rosmiyati; Abubakar, Achmad; Abunawas, Kamaluddin; Mas’ud , Mukhtar
Inspiratif Pendidikan Vol 11 No 1 (2022): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ip.v11i1.31439

Abstract

The basis for implementation Al-Qur'an education includes Government policies, financing, namely funding sources, education management functions in the implementation of Al-Qur'an education, utilization of human resources, and members as well as students. Implementation challenges of Al-Qur'an education, among others: the era of globalization, human moral decadence, and prioritizing world affairs that can provide something material and less inclined to pursue amaliyah for preparation and provision in the hereafter. Expectations in the implementation of Al-Qur'an education, among others: building believers and increasing intelligence in the field of religion, increasing friendship and Ukhuwah Islamiyah relations, and centers of knowledge in society, namely the implementation of Al-Qur'an education provides great hope for Muslims, namely the information center for the development of Islamic knowledge, the center for fostering Islamic knowledge, and the Islamic religious consultation center.
KORELASI ANTARA KEMAMPUAN BAHASA ARAB DENGAN PEMAHAMAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN TERHADAP SISWA KELAS XII MADRSAHALIYAH AL-AMANAH KOTA BAUBAU Karim, Ahmad; Abubakar, Achmad; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 3 (2018): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i3.6546

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tingkat kemampuan bahasa Arab dan tingkat pemahaman ayat-ayat al-Qur’an serta korelasi antara keduanya terhadap siswa kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Amanah Baubau. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach) bersifat kuantitatif dalam bentuk ex-post facto atau kasual komparatif karena penelitian ini berusaha mencari informasi tentang hubungan sebab akibat dari suatu peristiwa. Data dikumpulkan melalui tes (soal) dari hasil jawaban Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN). Hasil penelitian dan pembahasan: (1) Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menjawab tes soal bahasa Arab dan al-Qur’an pada Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional. Tingkat pemahaman siswa kelas XII MA Al-Amanah Baubau dapat menerima/menyerap pelajaran al-Qur’an dengan sangat positif dan signifikan; (2) Korelasi antara tingkat kemampuan bahasa Arab dengan tingkat pemahaman ayat-ayat al-Qur’an dipengaruhi oleh kemampuan bahasa Arab siswa kelas XII MA Al-Amanah Baubau. Penelitian ini dapat memberi sumbangsih pemikiran dan pengetahuan bagi siswa dan guru agar lebih giat menguasai dan memahami pembelajaran bahasa Arab dan al-Qur’an, menjadi referensi atau rujukan yang relevan bagi kaum akademisi, lembaga pendidikan atau institusi penelitian lainnya dalam melakukan kajian dan penelitian yang terkait dengan tingkat kemampuan bahasa Arab dan tingkat pemahaman ayat-ayat al-Qur’an di MA Al-Amanah Baubau.
IMPLEMENTASI METODE DIROSA DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DEWAN PIMPINAN DAERAH WAHDAH ISLAMIYAH MAKASSAR Saddang, Muhammad; Abubakar, Achmad; Munir, Munir
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 3 (2018): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i3.6547

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an  dengan menggunakan metode Dirosa, untuk menggali kemampuan peserta didik yang telah mengikuti pembelajaran al-Qur’an  dengan menggunakan Metode Dirosa yang dilaksanakan oleh DPD Wahdah Islamiyah Makassar, dan untuk menemukan kendala-kendala yang ada pada implementasi metode Dirosa dalam pembelajaran al-Qur’an DPD Wahdah Islamiyah Makassar berserta solusinya. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis sebagai pendekatan utama dan dibantu dengan pendekatan pedagogis dan psikologis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran al-Qur’an  dengan menggunakan metode Dirosa dilaksanakan sebanyak 20 kali pertemuan dengan jumlah peserta 10-25 orang per kelompok. Kendala-kendala yang  menghambat adalah jadwal pertemuan Dirosa yang sulit ditentukan, kurangnya kedisiplinan peserta, kurangnya waktu dalam mengulangi pelajaran, kendala tempat, dan kendala internal DPD Wahdah Islamiyah Makassar. Adapun solusi dalam mengatasi kendala-kendala tersebut adalah musyawarah antar peserta, memberi motivasi dan semangat kepada peserta didik, komunikasi dengan pengurus masjid, dan melakukan sosialisasi dan perekrutan pengajar Dirosa. Dengan demikian, pembelajaran al-Qur’an  dengan menggunakan metode Dirosa harus lebih ditingkatkan dan dikembangkan oleh DPD Wahdah Islamiyah Makassar agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN QIRĀ’ᾹT SABʻAH DENGAN BACAAN IMAM NAFI’ RIWAYAT QĀLŪN DAN WARSY PADA SANTRI JAM’ĪYATUL QURRA DI PONDOK PESANTREN MODERN (PPM) AL-SYAIKH ABDUL WAHID KOTA BAUBAU Syaifuddin, La Ode Muhamad; Abubakar, Achmad; Muzakkir, Muzakkir
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 3 (2018): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i3.6549

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran qirā’āt sab’ah pada santri Jamʻīyatul Qurra di Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Syaikh Abdul Wahid Kota Baubau, untuk mengetahui hasil belajar qirā’āt sab’ah dengan Bacaan Imam Nafi’ riwayat Qālun dan Warsy serta yang menjadi faktor penghambat dan pendukung dalam pembelajaran qirā’āt sab’ah di PPM Al-Syaikh Abdul Wahid Kota Baubau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interview dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, dalam mengimplementasikan pembelajaran qirā’āt sab’ah dengan bacaan Imam Nafi’ riwayat Qālūn dan Warsy di PPM Al-Syaikh Abdul Wahid dengan menggunakan metode Jibril yang lebih dominan daripada metode talaqqi> dan muza>karah, hasil belajar yang dicapai di antaranya santri sudah dapat membedakan panjang “ma>d”, baik itu ma>d qas}ar (Panjang 1 alif), ma>d tawassud (Panjang 2 alif), dan beberapa istilah-istilah lain. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat di antaranya keterbatasan tenaga pengajar yang tidak memiliki kompetensi yang cukup, dan faktor pendukung di antaranya keingin-tahuan serta kesungguhan santri yang tinggi dalam mempelajari bacaan qirā’āt sab’ah khususnya bacaan Imam Nafi’ riwayat Qālūn dan Warsy. Hadirnya peneliti yang telah memberikan pembelajaran qirā’āt sab’ah, diharapkan santri mengetahui dan paham akan qirā’āt sab’ah dan juga dapat meningkatkan kualitas belajarnya, serta kajian qirā’āt sab’ah dapat dijadikan sebuah wacana terhadap khazanah keilmuan dan dapat di aplikasikan secara langsung dalam lingkungan PPM Al-Syaikh Abdul Wahid Kota Bau bau maupun lingkungan lainnya.
URGENSI KEPEMIMPINAN DALAM KITAB FI ZILAL AL-QUR’AN Zabidi, Ahmad; Abubakar, Achmad; Firdaus, Firdaus; Nawas, Kamaluddin Abu
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.6965

Abstract

Kepemimpinan merupakan sesuatu yang urgen dalam tatanan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, Alquran berbicara tentang kepemimpinan diantaranya merujuk kepada kata khalifah. Kata khalifah di antaranya terdapat dalam QS al-Baqarah/2: 30 dan Sad/38: 26, kedua ayat tersebut menunjukkan tentang tujuan diciptakannya manusia dimuka bumi sebagai khalifah (pemimpin). Dalam konteks ini menunjukan eksistensi manusia sebagai wakil Allah di muka bumi sebagai khalifah atau pemimpin. Kata pemimpin dalam Alquran menggunakan istlah kata khalifah, maknanya menggantikan, meninggalkan, pengganti, atau pewaris. Secara terminologis, kata ini mengandung setidaknya dua makna ganda. Disatu pihak, khalifah diartikan sebagai kepala negara dalam pemerintah dan kerajaan Islam masa lalu, yang dalam konteks kerajaan pengertiannya sama dengan sultan. Urgensi kepemimpinan penting untuk dipahami dan diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat, hal tersebut dikarenakan melihat berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang senantiasa berbenturan dengan aturan atau norma dan hukum yang berlaku. Sehingga diperlukan suatu sikap toleransi dalam menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat, termasuk persoalan memahami urgensi kepemimpinan.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB NIKAH SIRI DI SULAWESI BARAT Tahir, Juraeri; HT, A. Qadir Gassing; Abubakar, Achmad; Salenda, Kasjim
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7083

Abstract

Tulisan ini akan mengungkapkan tentang faktor-faktor terjadinya nikah siri di Sulawesi Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi faktual dari kecenderungan masyarakat Sulawesi  Barat dalam melakukan nikah siri. Penelitian ini dilakukan di Sulawesi Barat yang meliputi tiga Kabupaten kota, yaitu Mamuju, Mejene dan Polman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normative, fenomenologis, filosofis, dan sosiologis. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari sumber-sumber utama, yaitu para responden yang terdiri dari pelaku nikah siri, pejabat desa, pejabat KUA, dan pejabat Pengadilan yang berkompeten menjawab penelitian tentang nikah siri. Data sekunder diambil dari sumber-sumber lain, yaitu tulisan-tulisan yang terkait dengan formulasi hukum nikah siri dan buku-buku tentang sosiologi hukum dan filsafat hukum Islam sebagai alat pembedah terhadap penelitian ini. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi dengan instrumen pedoman wawancara. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan baha faktor-faktor terjadinya nikah siri di Sulawesi Barat di kalangan laki-laki adalah  karena menganggap buku nikah tidak penting, kurangnya sosialisasi pentingnya pernikahan yang tercatat, memang ingin menikah 2 kali/poligami, suami melakukan pernikahan tanpa izin istrinya, kurangnya perhatian dan pelayanan seks dan menghindari perzinahan. Sementara di kalangan perempuan, alasan mereka melakukan nikah siri antara lain adalah karena kebutuhan batin, tidak mendapatkan kepuasan dari suaminya, mencari laki-laki yang mapan dalam bidang ekonomi, sehingga dapat membiayai hidupnya, adanya jumlah perepuan yang terlalu banyak dibanding laki-laki. 
PENAFSIRAN-PENAFSIRAN AL-ZAMAKHSYARI TENTANG TEOLOGI DALAM TAFSIR AL-KASYSYAF Rusmin, Saifullah; Galib, M; Abubakar, Achmad; Pabbabari, Musafir
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7121

Abstract

Tulisan ini akan mengelaborasi tentang penafsiran-penafsiran al-Zamakhsyari  tentang teologi dalam  tafsir al-kasysyaf. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Data diolah dengan mempergunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu mengolah data berdasarkan nilai yang terkandung dalam setiap data. Pendekatan yang relevan digunakan dalam penelitian ini tentu saja adalah pendekatan historis dan sosio-antropologi dengan melihat relevansi antara latar belakang budaya serta pemikiran yang lahir dari sejarah hidupnya dikaitkan dengan pandangan-pandangan tafsirnya. Teknik interpretasi tafsir tentu saja menjadi sarana yang digunakan untuk melihat lebih jauh ayat-ayat al-Qur’an yang ditafsirkan oleh al-Zamakhsyari pada dua kategori besar. Teknik interpretasi tersebut adalah; Pertama, Interpretasi tekstual; Kedua, Interpretasi Sistemis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan-pandangan al-Zamakhsyari lewat tafsir al-Kasysyaf sangat dipengaruhi oleh konteks yang melatarbelakangi lahirnya tafsir ini. Ketika ia berbicara mengenai masalah teologi dalam tafsirnya, maka akan terlihat dengan jelas ia membela prinsip aliran Mu’tazilah, kecuali pada masalah sihir, siksa kubur dan sebuah ayat tentang prinsip posisi pelaku dosa besar di akhirat. Adanya perbedaan pada beberapa prinsip Mu’tazilah, dapat mengindikasi satu di antara dua hal; pertama, sesungguhnya al-Zamakhsyari tidaklah menguasai detil prinsip Mu’tazilah. Kedua, al-Zamakhsyari adalah seorang yang sangat idealis sehingga kemampuannya dalam menilai sebuah lafadz yang mengarahkan kepada sebuah makna,  tidak dibatasi oleh pola ideologi mazhab.
FUNGSI DAN TUJUAN KEWARISAN MENURUT AL-QUR’AN Suaidah, Idah; Khalid, Rusydi; Abubakar, Achmad; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.10480

Abstract

Tulisan ini secara spesifik mengkaji tentang urgensi kewarisan menurut al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan sistem penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah ilmu tafsir. Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan  metode mauḍu’i. Sumber primer, yaitu al-Qur’an, yakni ayat-ayat yang berkaitan dengan kewarisan. Sumber sekunder,  yakni kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibnu Kas|i>r yang disusun oleh ibnu Kas|i>r, Tafsir al-Mana>r yang disusun oleh Muhammad Rasyid Rid}a>, atau buku-buku yang dipandang sebagai referensi yang representatif,  yang dapat memberikan keterangan dan informasi mengenai persoalan kewarisan. Dari sini kemudian dijelaskan dengan mengemukakan pandangan dan melakukan perbandingan dalam menganalisis serta memberikan interpretasi lebih lanjut. Pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Data disusun berdasarkan kerangka pembahasan untuk memperoleh gambaran konsep al-Qur’an tentang kewarisan. Teknik interpretasi yang digunakan adalah interpretasi tekstual, sosio historis, teleologis, dan sistemik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Urgensi kewarisan dalam al-Qur’an, yaitu pertama, al-Qur’an mendudukkan anak bersamaan dengan orang tua pewaris serentak sebagai ahli waris. Dalam kewarisan di luar Islam, orang tua baru mungkin mendapat harta warisan jika pewaris meninggal dunia tidak memiliki keturunan. Kedua, al-Qur’an  memberi  kemungkinan saudara beserta orang tua (minimal dengan ibu) pewaris yang meninggal tanpa memiliki keturunan sebagai ahli waris.  Ketiga, suami-istri saling mewarisi. Hal ini bertolak belakang dengan tradisi Arab jahiliyah yang tidak memberikan warisan harta kepada istri, bahkan menjadikan istri sebagai  salah satu bentuk harta warisan. Keempat, adanya perincian  bagian tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu, sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Nisa>’/4: 11, 12, dan 176. Kelima, kewarisan berkaitan langsung dengan harta benda yang apabila tidak diberikan ketentuan-ketentuan (rincian bagian masing-masing), maka sangat mudah menimbulkan sengketa bagi ahli waris, sedangkan Islam merupakan agama yang menghendaki perdamaian dalam segala bidang, termasuk mempunyai komitmen preventif dari  segala hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan umat. Keenam, Rasululah saw. berpesan kepada umatnya agar mempelajarinya dan menyebut ilmu ini sebagai separuh ilmu.
THE APPLICATION OF SAFINDA METHOD IN TRANSLATION LEARNING AL-QUR'AN IN STUDENTS IN FATTAHUL MULUK PAPUA Muhyidin, Syaiful; Abubakar, Achmad; Umar, M. Sabir; Munir, Munir
Jurnal Diskursus Islam Vol 8 No 3 (2020): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v8i3.12677

Abstract

This paper elaborates on the application of the Safinda method in learning the translation of al-Quran for students at IAIN Fattahul Muluk Papua. This type is qualitative research, the research approach is a phenomenological perspective and a descriptive analysis approach, and data sources are primary data and secondary data, data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research instrument, namely, the researcher as a key instrument, observation guide, interview guide and documentation reference, data processing and analysis techniques namely data reduction, data presentation, conclusion and verification, data validity testing, namely triangulation techniques, checking the correctness of the information, discussing and consulting data, and extending research time. The results of the study found that the application of the Safinda method in learning the translation of al-Quran to students at IAIN Fattahul Muluk Papua was carried out by (a) paying attention to class management which included classroom arrangement and student management before entering preliminary activities; (b) in the introductory activity, the lecturer starts learning effectively and pleasantly by providing motivation to students; (c) the core activities are carried out through reading activities, aural-oral activities, and memorizing activities are all carried out classically and individually, namely the lecturer reads word for word followed by students, lecturers and students read word for word, students read word for word, the lecturer interprets it, the students interpret all the verses that have been read together, the students read one by one, then the lecturer gives the opportunity to students who do not understand to ask questions, and finally the lecturer explains all the verses that have been studied together. 
COMMUNAL COMMUNITY READING ON SURAH AL WAQIAH (STUDY OF AL-QURAN RECEPTION IN PP AL MAWADDAH WARRAHMAH KOLAKA) Nasution Zakariah, Abdul Haris; Abubakar, Achmad; Firdaus, Firdaus; Abunawas, Kamaluddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 8 No 2 (2020): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v8i2.15597

Abstract

Pondok Pesantren Al Mawaddah Warrahmah Kolaka since its inception in 1998. Aims to form a generation of Qurani. During its development, efforts were made to achieve this goal, one of which was to form a tradition of reciting the chosen surah of the Koran after performing obligatory prayers and sunnah, including recitation of surah al-waqiah after performing the Fajr prayer. By using the theory of social construction of reality offered by Peter L. Berger and Thomas Luckmaan in the form of externalization, objectification and internalization phases. The research shows that the reading of the communal pesantren towards surah al-waqiah emits several social meanings, namely: obedience to the Kiai and the rules of the boarding school, expecting blessings from reading the Koran, getting fadhilah from the recited surah, and as mediation in tahsin and tahfiz. on the surah of the Koran that is read.
Co-Authors -, Maulana ., Rosmiyati A. Muin, Muhammad Irham Abd. Rahim Abd. Rahman Abdul Rauf Muhammad Amin Abdullah, Dudung Adistian, Adistian Ahmad Ahmad Ahmad Dani Ahmed Hasob, Hamza Abdulrahim Aisyah Arsyad Albahri, Albahri Alim Mu'min, Muh Dian Nur Alimin, Muh AM, Memi Pratiwi Amir, Nurazizah Amrah Kasim Andriani, Hesti Aprianti, Sheila Arafah, Muh Arief, Fitriani Arifin, Asriadi Arviana, Pipi Asfar, Khaerul Asirah, Siti Aswan, Ahmad Rathomi Ayu Gintari Ayu Oktoviasari, Vera Baharuddin Baharuddin Baharuddin, Nur Alisa Chalik, Sitti Aisyah Dahlan, Firdaus Dedi Susanto Eka Febrianti, Eka Fadhil, Andi Fazaka Rif’ah, Muh. Azka Febrian, Rifki Febrianti Febrianti Firdaus Firdaus Firdaus Firman, Firmansyah Galib, M Galib, M. GHANY, ABDUL Hafid, Abd Hafid Halimah Basri Hamrana, Rachmat Ghafur Hamzah Harun Al-Rasyid Harjana, Dwi Harwis Alimuddin Hasan, Adnan Hasan, Nugraha Hasniati, Hasniati Hasri, Muammar Hasyim Haddade Hidayatulah Galib, Ahmad Syarif HT, A. Qadir Gassing Husain Nasir Hutagaluh, Oskar Idah Suaidah Ilyas, Hamka Imam, Muh. Abdi Inat, Fathy Irham , Muhammad Irsan Irsan Iryanto, Muhammad Islamul Haq Iwani, Fatimah Nurlala Jalal Ikram, Abdi Dzul Jamaluddin Jayawarsa, A.A. Ketut Juliasti, Evin K, M. Yusuf Kamaluddin Abunawas Karim, Ahmad Kartika Kasjim Salenda Kazuba, Mahfudz Kholid Albar Khumaidi Ali, Muh. Kurniati Kurniati Kurniati M, M.Galib M., M. Ghalib Mahfudz, Muhsin Mahmudah Mahmudah Mardan Mas’ud , Mukhtar Maulana Maulana Mayyadah, Mayyadah Mi’rat, Muhammad Muh. Aswad Muh. Ilham Majid Dohe Muh. Nasruddin A Muh. Sofyan Muhammad Ali Rusdi Bedong Muhammad Galib Muhammad Irham Muhammad Yaumi Muhammad Yusuf Muhsin Mahfudz Mukhlishah Sam Mukhtar Galib Munir Munir Munir, Munir Musafir Pababbari Muthmainnah, Muthia Muzakkir Muzakkir Nadila, Nadila Nasution Zakariah, Abdul Haris Nawas, Kamaluddin Abu Nur, Amiruddin Z. Nurdin, Dewi Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurmiati Nurmiati Paramata, Adhayani Mentari Parhani, Aan Pebry, Rasti Qarinah, Qarinah R, Baso Rabiatul Adawiyah Rahim, Yusuf Rahim, Zakiyuddin Rahman, Muh. Akbar Rahmat Hidayat Rahmawati, Rahmawati Ramadani, Ira Ramadhani, Syamsinar Ramli Rasnawati, Rasnawati Rayyahun, Annisa Ria Renita, Ria Rif'ah, Azka Fazaka Rifah, Afwaz Fafaza Rifai, Andi Ruhbanullaila Rif’ah, Muh. Azka Fazaka Rif’ah, Andi Muh. Afwaz Fafaza Rif’ah, Muh. Azka Fazaka Rif’ah, Muh.Azka Fazaka Rusmin, Saifullah Rusydi Khalid S, Putriyani Sabbar, Sabbar Dahham Sabri, Muhammad Sadiq Sabry, Muhammad Sadiq Saddang, Muhammad Safruddin, Rhay Said, Ibnu Furkan Said, Wardana Sandi, Ahmad Sayyid Amir, Muh Ikraam Siraj, Arifuddin Sofyan, Idha Fadhilah Sohra, Sohra Sohrah Srigandawati, Srigandawati Sudarmi Sultan, Zulfadli Sunantri, Sri Supardin Sutriawal Syahruddin Syahruddin, Siti Masyita Syaifuddin, La Ode Muhamad Syaiful Muhyidin Syam, Arham Fajrul Syam, Ilma Radia Syamsuddin Syamsuddin Syarif, Muhammad Fazlurrahman Syarifuddin Ondeng Syatar, Abdul Tahir, Juraeri Tammar, Ardiansyah Tammulis Tarmizi Tarmizi Tomadehe, Sumiati Trisno Wardy Putra Umar, M. Sabir Wahyuni, Susi Eka Warliana, Lisna Widianti, Anyta Widodo, Panggih Yuniarti, Desi Zabidi, Ahmad Zaputra, Reo