p-Index From 2021 - 2026
12.246
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIMENSIA: Jurnal Kajian Sosiologi Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KELUARGA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kesejahteraan Keluarga NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal IKA PGSD : Ikatan Alumni PGSD UNARS Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Padaringan : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Sulawesi Tenggara Educational Journal Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan INVENTION: Journal Research and Education Studies Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Innovative: Journal Of Social Science Research Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Cendikia Pendidikan Jurnal Media Akademik (JMA) Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Pengabdian Dinamika EDUCENTER JURNAL PENDIDIKAN Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Neo Societal Open Access DRIVERset
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Hidden Curriculum dalam Menumbuhkan Prestasi Belajar Siswa di SMAN 1 Ciruas Sajdan Salman Fasha; Lindawati, Yustika Irfani; Widiansyah, Subhan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13564

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran hidden curriculum dalam menumbuhkan prestasi belajar siswa di SMAN 1 Ciruas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi.. Hasil penelitian menunjukkan tiga dimensi utama hidden curriculum berkontribusi pada prestasi siswa. Pertama, crowd menciptakan kebersamaan dan persaingan sehat melalui interaksi kelas, OSIS, ekstrakurikuler, hingga lomba antar kelas, yang mendorong motivasi kolektif untuk berprestasi. Kedua, praise berupa pujian, pengumuman prestasi, dan penghargaan sederhana memperkuat rasa percaya diri, motivasi individual, sekaligus membangun budaya apresiatif di sekolah. Ketiga, power melalui tata tertib, teguran, dan relasi guru-siswa menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, serta motivasi internal untuk mempertahankan prestasi. Temuan ini menegaskan bahwa prestasi siswa tidak hanya lahir dari kurikulum formal, melainkan juga dibentuk oleh praktik pendidikan tersembunyi yang berkesinambungan.
Peran Gender dalam Budaya Patriarki pada Suku Batak Toba di Punguan Pasaribu Lidya Anastasya Pasaribu; Subhan Widiansyah; Septi Kuntari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13605

Abstract

Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisis peran gender dalam budaya patriarki pada suku Batak Toba, khususnya di Punguan Pasaribu. Yang menjadi fokus utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem patriarki yang ada pada suku Batak Toba di Punguan Pasaribu memengaruhi pembagian peran antara lakilaki dan perempuan dalam ranah domestik maupun publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menemukan pengetahuan atau teori terhadap penelitian terdahulu seperti buku ataupun jurnal. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu melalui pra observasi, wawancara mendalam, observasi langsung, studi literatur dan dokumentasi terhadap anggota Punguan Pasaribu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki masih berperan kuat dalam struktur sosial masyarakat Batak Toba. Laki-laki diposisikan sebagai kepala keluarga, pengambil keputusan utama, dan pewaris marga, sedangkan perempuan cenderung berperan dalam ranah domestik serta memiliki posisi subordinat. Namun meskipun demikian, terdapat perubahan nyata yang terlihat bahwa perempuan Batak Toba di era sekarang ini mulai menunjukkan peran aktifnya dalam ranah publik, misalnya melalui pendidikan dan kontribusi dalam kegiatan sosial. Meskipun hal ini masih menjadi satu hal yang sulit untuk diperjuangkan karena penuturan budaya serta batasan nilai adat yang kuat, yang sudah melekat dan terikat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Mobilitas Sosial Penerima Bantuan pada Program BSPS di Kelurahan Tegal Bunder Kota Cilegon Nadhirah, Siti Hasna; Kuntari, Septi; Widiansyah, Subhan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3150

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan Mobilitas Sosial Penerima Bantuan pada Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Tegal Bunder, Kota Cilegon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam proses mobilitas sosial penerima bantuan khususnya mengenai bagaimana mereka menegosiasikan beban liabilitas finansial demi meraih modal simbolik (martabat) melalui kepemilikan hunian layak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 11 informan (10 informan kunci dan 1 informan pendukung). Teknik analisis data yang digunakan adalah pengodean tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat penerima bantuan melakukan mobilisasi modal ekonomi secara ekstrem melalui strategi liabilitas (utang) demi mengubah identitas hunian dari "rumah kumuh" menjadi rumah permanen. Hal ini dilakukan demi mendapatkan pengakuan sebagai warga yang mapan dan berdaya guna mencapai posisi tawar yang lebih setara dalam interaksi sosial. Berdasarkan perspektif Pierre Bourdieu, mobilitas sosial di Tegal Bunder merupakan upaya distingsi melalui konversi modal ekonomi dan sosial menjadi modal simbolik demi legitimasi status. Namun, masyarakat terjebak dalam kekerasan simbolik melalui doxa standar hunian yang memicu paradoks kesejahteraan: pencapaian status sosial justru berbanding lurus dengan peningkatan liabilitas serta kerentanan ekonomi jangka panjang. Penelitian ini memberikan wawasan baru bagi studi sosiologi ekonomi dan pembangunan dengan mengungkap dimensi agensi penerima bantuan yang berani melakukan mobilisasi modal ekstrem demi martabat. Kontribusi utamanya terletak pada identifikasi fenomena 'kerentanan simbolik', di mana kepemilikan hunian layak tidak serta merta meningkatkan kesejahteraan objektif, melainkan menjadi beban finansial yang menegaskan dominasi struktur sosial. Hal ini menantang indikator keberhasilan program bantuan perumahan yang selama ini hanya berfokus pada aspek fisik bangunan.
Peran Ibu Tunggal dalam Mendukung Proses Belajar Anak di Era Digital Dwi, Sabrina Kusuma; Widiansyah, Subhan
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v6i1.1456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu tunggal dalam membantu anak belajar di masa kini yang sudah menggunakan teknologi digital. Pendidikan yang semakin digital membutuhkan peran orang tua yang lebih aktif, terutama bagi ibu-ibu tunggal yang harus menangani dua tugas sekaligus, yaitu bekerja untuk menghidupi keluarga dan merawat anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilakukan di Perumahan Villa Balaraja RT 07/RW 06, Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan beberapa ibu tunggal dan anak mereka sebagai sumber informasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi yang dilakukan secara langsung, dan pengumpulan dokumen. Penelitian menunjukkan bahwa ibu tunggal memberikan dukungan belajar dalam tiga aspek utama, yaitu dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan penghargaan. Meskipun menghadapi kendala waktu, tingkat pemahaman akademik yang terbatas, serta kesulitan dalam mengawasi penggunaan teknologi digital, ibu tunggal tetap berperan aktif dalam mendampingi anak belajar. Analisis dengan teori interaksionisme simbolik menunjukkan bahwa adanya pendampingan dari ibu dianggap oleh anak sebagai tanda dari kasih sayang, perhatian, dan perlindungan, yang kemudian membantu membentuk sikap belajar yang positif. Penelitian ini menekankan betapa pentingnya hubungan yang hangat dan terus menerus antara ibu tunggal dengan anaknya dalam membantu anak belajar di masa kini yang penuh teknologi.
Budaya Tren Digital dan Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) di Kalangan Mahasiswa Pengguna Tiktok Septiassani, Khoirunita Zahwa; Widiansyah, Subhan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7856

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin masifnya penggunaan media sosial TikTok di kalangan mahasiswa yang tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan, tetapi juga membentuk kebiasaan baru dalam mengikuti tren digital. Fenomena ini memunculkan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari informasi atau tren yang sedang berkembang dalam lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana budaya tren digital di TikTok memengaruhi pola perilaku mahasiswa serta menjelaskan kemunculan FoMO dalam aktivitas penggunaan media sosial sehari-hari. Ruang lingkup penelitian difokuskan pada pengalaman mahasiswa dalam menggunakan TikTok, tingkat keterlibatan dalam tren digital, serta dampaknya terhadap interaksi sosial dan aktivitas akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan melibatkan enam informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan perspektif interaksi simbolik untuk memahami pembentukan makna sosial melalui simbol digital seperti likes, komentar, dan tren viral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung mengikuti tren TikTok karena faktor hiburan, pengaruh teman sebaya, serta keinginan untuk tetap relevan dalam lingkungan sosial. FoMO muncul dalam bentuk dorongan untuk terus mengikuti perkembangan tren, namun umumnya tidak mencapai tingkat kecemasan yang tinggi karena adanya kemampuan individu dalam mengontrol penggunaan media sosial. Selain itu, regulasi diri menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan tanggung jawab akademik mahasiswa.
Perilaku Konsumtif Mahasiswa Sosiologi 2023 Akibat Promo dan Diskon Voucher pada Aplikasi TikTok Shop Oktaviani, Dea Sri; Widiansyah, Subhan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2023 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam penggunaan TikTok Shop yang dipengaruhi oleh promo, diskon, dan voucher. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 10 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi emosi, rasa penasaran, serta keinginan pribadi, sedangkan faktor eksternal meliputi promo, diskon, tren viral, dan pengaruh lingkungan sosial. Promo dan diskon dimaknai sebagai peluang yang mendorong pembelian impulsif. Selain itu, tren dan konten viral turut membentuk perilaku konsumtif sebagai upaya mengikuti gaya hidup dan memperoleh penerimaan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi, tetapi juga dengan pembentukan identitas diri dalam budaya digital.
Interaksi Simbolik dan Pemenuhan Kebutuhan Sosial Di Komunitas Discord Genshin Impact Sauqi Ichsan Kamil; Subhan Widiansyah
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze how symbolic interaction is formed within the online community of Genshin Impact players and how such interactions contribute to fulfilling the social needs of its members. In the digital era, online communities function not only as platforms for sharing information but also as social arenas where individuals construct identity, intimacy, and shared meaning through digital communication symbols. This research employs a descriptive qualitative approach, using in-depth interviews with five purposively selected informants and observations of community activities on platforms such as Discord. Data analysis follows the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that interactions within the community are constructed through linguistic symbols, emojis, GIFs, voice chat, and community-specific jargon such as “whenyah” and “istri gua.” These symbols function not only as communication tools but also as means of establishing digital identity and social closeness. Furthermore, the community plays a role in fulfilling members’ social needs, including affiliation, emotional support, information, entertainment, and identity expression. Thus, online communities serve as significant digital social spaces for building relationships and fulfilling individuals’ social needs. These findings indicate that digital communities play an important role as modern social arenas, where communication symbols serve as the primary medium for constructing meaning, identity, and fulfilling the social needs of community members.
Interaksi Simbolik dan Pemenuhan Kebutuhan Sosial Di Komunitas Discord Genshin Impact Sauqi Ichsan Kamil; Subhan Widiansyah
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze how symbolic interaction is formed within the online community of Genshin Impact players and how such interactions contribute to fulfilling the social needs of its members. In the digital era, online communities function not only as platforms for sharing information but also as social arenas where individuals construct identity, intimacy, and shared meaning through digital communication symbols. This research employs a descriptive qualitative approach, using in-depth interviews with five purposively selected informants and observations of community activities on platforms such as Discord. Data analysis follows the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that interactions within the community are constructed through linguistic symbols, emojis, GIFs, voice chat, and community-specific jargon such as “whenyah” and “istri gua.” These symbols function not only as communication tools but also as means of establishing digital identity and social closeness. Furthermore, the community plays a role in fulfilling members’ social needs, including affiliation, emotional support, information, entertainment, and identity expression. Thus, online communities serve as significant digital social spaces for building relationships and fulfilling individuals’ social needs. These findings indicate that digital communities play an important role as modern social arenas, where communication symbols serve as the primary medium for constructing meaning, identity, and fulfilling the social needs of community members.
Interpretasi Masyarakat Lingkungan Ciwaru Masjid Terhadap Kehidupan Mahasiswa Kos FKIP Untirta Rani Masni; Subhan Widiansyah; Stevany Afrizal; Rizki Setiawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5422

Abstract

Kehadiran mahasiswa kos di lingkungan sekitar kampus menimbulkan dinamika sosial yang memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap kehidupan mahasiswa. Di Lingkungan Ciwaru Masjid RT 02 RW 08, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa hidup berdampingan dengan masyarakat yang masih kuat memegang norma sosial setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi masyarakat terhadap kehidupan mahasiswa kos FKIP Untirta di lingkungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan, yang terdiri dari empat informan utama (tokoh masyarakat, ketua RT, pemilik kos, dan warga setempat) serta dua informan pendukung (mahasiswa kos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pada umumnya memiliki pandangan positif terhadap mahasiswa. Mahasiswa dipandang sebagai individu terdidik yang berperilaku sopan serta memberikan kontribusi ekonomi bagi lingkungan sekitar. Namun, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan masih dinilai terbatas. Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat terjalin melalui penyesuaian perilaku dan penghormatan terhadap norma lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interpretasi masyarakat terbentuk melalui konstruksi sosial dalam interaksi sehari-hari, sehingga menciptakan hubungan yang relatif harmonis meskipun masih terdapat jarak sosial.  
PENGARUH KOREAN WAVE TERHADAP PERILAKU SOSIAL REMAJA PENGGEMAR K-POP Bunga Farah Fauziah; Subhan Widiansyah; Stevanny Afrizal
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 6 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i6.2026.1411-1418

Abstract

Korean Wave merupakan fenomena penyebaran budaya populer Korea Selatan secara global melalui perkembangan teknologi informasi yang menjadikan budaya populer ini sangat digemari remaja terutama pada remaja penggemar K-pop dan mempengaruhi gaya hidup hidup sehari-hari terutama pada perilaku sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Korean Wave Terhadap Perilaku Sosial Remaja Penggema K-pop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  jenis Survei dengan populasi sebanyak 45 Remaja Penggemar K-pop komunitas Nctzen Bekasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Adapun analisis datanya dilakukan secara statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan melakukan pengujian persyaratan analisis dana analisis regresi sederhana. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teori interaksionalisme simbolik Herber Blumer. Berdasarkan hasil penelitian ini analisis data dilakukan dengan uji Shapiro Wilk dan berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X (Korean Wave) terhadap variabel Y (Perilaku Sosial Remaja Penggemar K-pop). Koefisien positif menunjukkan hubungan yang searah antara kedua variabel. Dengan demikian, hipotesis (HI) diterima dan Hipotesis (H0) ditolak. Nilai koefisiensi dteerminasi (R2) sebesaR 0,360 Menunjukan bahwa Korean Wave berdistribusi sebesar 36% terhadap perilaku sosial remaja penggemar K-pop, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. 
Co-Authors Aas Astria, Riri Adelia Raya Ainurizka Salsabilla Afiyah, Afiyah Afrizal, Stevany Afsari, Husniya Agung Hidayat, Agung agustin, windi Ahmad Ahmad Ahmad Fauzi Ahmad Sopian, Ahmad Akmal Ataya Nakhlah Aliefa Ramadhanty, Zahra Alwan, Musfiq Amalia, Syifa Amaral, Rendra Anajatu Anam Annisa Fauziah, Dede Annisa Fitriyani, Annisa Anten Fhabella Apriani, Reni Aqiilah, Daffa Ardian Baldan Kurniawan Arif Permana Putra, Arif Permana Askandar, Maulana Auli, Cikal Tazkia Bazliah, Sharfina Bunga Farah Fauziah Dadan Darmawan Dadan Darmawan, Dadan Daffa Al-Farid Syaepi Putra Dalfah Aulia Nisa Defita, Defita Delvina Raissa Dema Tesniyadi Denny Soetrisnaadisendjaja Desma Yuliadi Saputra diah, diah Dini Septiani Dita Ramadanti Diva Hamnia Putri Dwi, Sabrina Kusuma Dzakiyyah, Jihan Elvanisa Maemun Farandi Anggada Putra Atmojo Farid Ibnu Wahid Fathan, Mochamad Fathan Fatimah, Empat Siti Fauriza Akbar Fadillah Feby Miftah Azmi Khairo Fildzah, Maulidya Firnanda, Ayu Fitria Juliana Fitria Wulandari Gigih Adhi Pambudi Halimatusadiyah Hamsah Hamsah Haryono Haryono Hasan, Fanita Hayat, Nurul Herlina Siregar, Herlina Ida Dwi Lestari Br Purba Ilyas, Chandra Indah Sastia Putri Insam, Verosita Intan Nuraini Jelita Yulia Rensa Wardana Kamelia Kamelia Keysha Nabih Qurrotun’ain Khoiri, Nisaul Khoiri Khoirunita Zahwa Septiassani Khumayroh, Ana Kristina Oktavia Injilika KUNTARI, SEPTI Lailatu Ro’ihah Larasati Larasati Lidya Anastasya Pasaribu Lilis Khairunisa Lindawati, Yustika Irfani Madini, Deandra Khoiro Maelawati, Intan Khoeroni Mahardika, Chandra Mahmudah Mahmudah Martendi, Dito Anugrah Maysha Octavia Melati, Meysi Meliana, Dina MIFTAHUL JANNAH Mitha Aura Rengganis Mochamad Fathan Fathan Mochamad Naim Mochamad Naim Mochamad Teguh Prayudhi Muhammad Agus Hardiansyah Muhammad Agus Hardianysah Muhammad Farhan Muhammad Ghufron Al-Fatah Muhammad Tio Dzikri Munawaroh, Iis Munthe, Monica Musyarofah, Nida Nabila Anggita Sari Nada Nafisah Nadhirah, Siti Hasna Naim, Mohammad Nariyah Nur Anggraeni, Regita Nawang Sari Novita Sari Nur Adilah, Khansa Nur Alia, Siti Nur Anisa Nur Khulaiyah Putri Efendi Nurul Hayat Nurul Hayat Oktaviani, Dea Sri Pambudi, Gigih Adhi Pita, Anupita larasayu Polelah Pratama, Arel Rizky Putra, Teguh Pratama Putri Fadhilah, Zahra Putri, Karla Ryanda Qorin Mailani Rahayu Rafi Putra Hartono Rahma Azzahra Rani Masni Rani Masni Ratiah, Ratiah Reva Ade Jaya Reva Juliana Rikza Fauzan, Rikza Rojak, Abd S, Denny Sabrina Kusuma Dwi Safhira Azzahra Sajdan Salman Fasha Saparudin, Endin Sari, Nawang Sauqi Ichsan Kamil Selviana Putri Rahayu Septiassani, Khoirunita Zahwa Serly Putri Hidayat Setiawan, Rizki Shelvi Marlina Silvia Rizqy Maulidia Siti Fera Utami Siti Habibah Siti Rahmah Indriyani Siti Rohmah Soetrisna, Denny Soetrisnaadisendjaja, Denny Sri Oktaviani, Dea Stevanny Afrizal Sunita Hamzah Suryadi Agusti Syahputra, Nanda Wisnu Syarifah Alya Teguh Pratama Putra Tesniyadi, Dema Tia Astuti Tri Ambarwati Tri Ambarwati Tri Susanti, Yeni Trisnawati, Opy Ulina Siregar, Bintang Usy Rahmawati Vhia Aulia Salsabilla Vini, Dwi Yuniar Vivi Insani Yullianty Indah Permata Sari Yustika Irfani Lindawati Yustika Irfani Lindawati Zahra, Syafira Dwi Zahrah Salsabila