Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang tidak hanya sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat perekonomian lokal melalui penerapan prinsip home-grown school feeding yang melibatkan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara pelaksanaan MBG dan indikator perekonomian lokal di Provinsi Bengkulu, khususnya Nilai Tukar Petani (NTP), Nilai Tukar Nelayan (NTN), serta posisi relatif belanja MBG terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data yang digunakan mencakup data bulanan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), nilai kontrak dan belanja MBG, NTP, dan NTN untuk periode Mei–September 2025, serta data PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) Provinsi Bengkulu untuk Triwulan II dan III tahun 2025. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, regresi linier sederhana menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS), serta perbandingan data bulanan dan antartriwulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan nilai kontrak MBG berkorelasi positif dengan NTP dan NTN, dengan besaran koefisien yang masuk akal secara ekonomi meskipun secara statistik masih bersifat eksploratif karena jumlah observasi yang terbatas. Selain itu, pangsa kontrak MBG terhadap PDRB meningkat tajam antara Triwulan II dan III tahun 2025, searah dengan kenaikan rata-rata NTP. Temuan ini memberikan indikasi awal bahwa penguatan belanja MBG di Provinsi Bengkulu berpotensi selaras dengan perbaikan daya beli petani, stabilitas kondisi nelayan, serta penguatan peran program dalam perekonomian daerah, sekaligus membuka ruang bagi penelitian lanjutan dengan cakupan waktu dan wilayah yang lebih luas.