Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Mitigasi dan Kapasitas Resiko Gempa Bumi Pada Mahasiswa Magister IPA Universitas Mataram Kosim Kosim; Muhamad Makhrus; Aliefman Hakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.761 KB) | DOI: 10.29303/jpmsi.v2i2.86

Abstract

Bencana Gempa Bumi tak dapat diprediksi kapan kejadiannya dan seberapa besar resiko bahaya yang akan ditimbulkannya. Manusia hanya bisa berbuat bagaimana mengurangi/memperkecil resiko kerusakan akibat bencana dengan melakukan tindakan mitigasi yaitu mempersiapkan apa yang mesti dilakukan sebelum, sesaat dan pasca bencana. Melalui sosialisasi kapasitas pengurangan resiko kebencanan dan mitigasi bencana pada mahasiswa Magister IPA, diharapkan informasi pengetahuan kebencanaan akan tersebar ke masyarakat yang lebih luas. Berdasarkan kegiatan tersebut telah disebarkan quis pengetahuan kebencanaan melalui google form dan terkumpul data sebanyak 45 partisipan mengenai kemampuan kognitif mitigasi dan kapasitas resiko kebencanaan. Hasil menunjukkan kemampuan kognitif peserta relatif sedang. Artinya pengetahuan yang berhubungan dengan ini perlu desiminasi. Keywords: mitigasi bencana, kapasitas resiko gempa bumi
Pemanfaatan Pekarangan sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Aliefman Hakim; Ellend Putri Kurnia; Nurul Lasmini; Ade Nusa Putra Dinata; Idmayanti Idmayanti; Irawanti Irawanti; Rosida Rosida; Rosmini Rosmini; Nurul Sakina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.111 KB) | DOI: 10.29303/jpmsi.v3i1.107

Abstract

Telaga Baru A is one of the area located in Telaga Bertong Village, Taliwang District, West Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province, which had not used the house yard to improve the community's economy and national food security. One of the applicable steps that can be applied to optimize the yards of residents is the "Sustainable Food Homes" program. The Sustainable Food House program was a program of community service and empowerment in the local village in optimizing the house yard by planting organic vegetable seeds using the verticulture method. The verticulture method was a technique of cultivating plants vertically, so that planting was carried out in stages. The stages of the verticulture method were preparation of tools and materials, seeding, filling the soil in polybags, transferring seeds, and monitoring which was carried out in the morning and during the day. The vegetable seeds used include cabbage seeds, mustard greens, chilies, lettuce, celery, purple eggplant, fresh eggplant, water spinach, onions and spinach. To support plant growth and productivity, composting and application of compost to plant seeds was also carried out in this service activity. The result of implementing the Sustainable Food House and making compost was the improvement of the skills of the local people, so they were able to continue the program with village officials and achieve the goals they want to achieve.Keywords: Vegetable Seeds, Home Yard, Compost, Verticulture
Meningkatkan Motivasi Belajar Kimia Melalui Implementasi Konsep Kimia dalam Bentuk Permainan Sederhana di SMAN 4 Praya Eka Junaidi; Aliefman Hakim; Saprizal Hadisaputra; Yunita Arian Sani Anwar; Baiq Fara Dwiriani Sofia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.966 KB) | DOI: 10.29303/jpmsi.v3i2.134

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar kimia melalui implementasi konsep kimia dalam bentuk permainan sederhana. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 4 Praya. Melalui kegiatan ini diharapkan anggapan siswa pada mata pelajaran kimia yang termasuk pelajaran yang sulit, membosankan, menakutkan dapat diubah menjadi pelajaran yang disukai, menyenangkan sehingga motivasi belajar kimia dapat ditingkatkan sebagai bagian dari upaya peningkatan hasil belajarnya. Metode pelaksanaan pengabdian yang semula akan dilaksanakan secara luring tetapi karena pelaksanaannya dilaksanakan saat pandemi sehingga pelaksanaan kegiatan dimodifikasi menjadi daring dengan pembuatan video implementasi konsep kimia dalam bentuk permainan sederhana. Adapun tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini diantaranya : 1). Pembuatan Video praktikum sederhana dengan menampilkan beberapa implementasi konsep kimia sederhana. 2). Penyebaran angket quisioner motivasi belajar terutama ditujukan bagi peserta pengabdian setelah menyaksikan video praktikum sederhana. 3). Tahap analisa hasil respon siswa untuk mengetahui tingkat motivasi siswa dalam pembelajaran kimia meskipun pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 18 September 2020, yang diikuti oleh Siswa SMAN 4 Praya yang terdiri atas perwakilan kelas XI IPA 3 (sebanyak 20 siswa) dan Kelas XI IPA 6 (sebanyak 22 siswa) sehingga total peserta sebanyak 42 siswa. Berdasarkan hasil tanggapan siswa diperoleh informasi : 1). Sebanyak 95,2 % (40 siswa) menyatakan bahwa kimia adalah mata pelajaran yang menyenangkan, 2). Sebanyak 95,2% (40 siswa) menyatakan pelajaran kimia akan menarik jika dilakukan praktikum di laboratorium, serta c). Sebanyak 97,6% (41 siswa) menyatakan bahwa demonstrasi kimia meningkatkan motivasi belajar kimia. Dengan demikian adanya implementasi konsep kimia dalam bentuk permainan sederhana ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar kimia sekaligus merubah cara pandang siswa terhadap kimia menjadi pelajaran yang mudah, menarik, menyenangkan dapat tercapai serta harapan dan tujuan dari kegiatan pengabdian di SMAN 4 Praya dapat tercapai. Kata kunci: Implementasi, Konsep Kimia, Permainan Sederhana, Motivasi
EVALUASI DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA POTENSIAL ANTIBAKTERI PADA DAUN DAN KULIT BATANG MIMBA (Azhadirachta indica A. Juss) TERHADAP Escherichia coli Arif Setiawansyah; Aliefman Hakim; Dyke Gita Wirasisya
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.318 KB) | DOI: 10.22435/jtoi.v11i2.1003

Abstract

ABSTRACT Neem (Azadirachta indica A.Juss) is a plant that potentially developed for antibacterial agent for both the leaves and barks. The aims of this study were to compare the effectiveness of the antibacterial activity of neem leav es and stem barks extract and to identify the antibacterial compounds of the most active fractions. The extraction method was done using sonication method. Antibacterial activity was evaluated using wells solid diffusion method and TLC-Bioautography. Extract fractionation was conducted using liquid-liquid partitioning method. The chemical compounds of extracts and fractions were analyzed using TLC and GCMS. The result of sonication extraction obtained neem leaves oil (12,02%), leaves crude extract (4,3%) and stem barks crude extract (16,85%). The major chemical constituents of GCMS analysis are 2,3-Dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-4H-pyran-4-one (6,06%), L-proline,1-Acetyl-(CAS) Acetylproline (5,85%), 4-hydroxy-2-methyl-pyrrolidine-2-carboxylic acid (21,42%), 2,3-Dyhidrobenzofuran (2,69%), alpha-D-methylglucopyranoside (4,54%), palmitic acid (2,92%), Arabino-hex-1-enitol, 1,5-Anhydro-2-deoxy-(CAS) glucal (31,69%). Phytochemical screening of neem leaves oil, leaves and barks crude extract revealed the presence of alkaloids, flavonoids, phenols, saponins, triterpenoids, steroids and sterols. Antibacterial test results showed neem leaves oil was more effective than leaves and stem barks crude extract against Escherichia coli. The n-hexane fraction showed higher antibacterial activity than ethyl acetate fraction and ethanol fraction. Phytochemical screening of n-hexane fraction showed the presence of triterpenoids, steroids, sterols and phenols. Mimba (Azadirachta indica A.Juss) merupakan tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri baik bagian daun maupun kulit batang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antibakteri ekstrak daun dan kulit batang mimba terhadap Escherichia coli dan untuk mengidentifikasi golongan senyawa potensial antibakteri pada fraksi teraktif. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi padat menggunakan sumuran dan KLT-Bioautografi. Fraksinasi ekstrak dilakukan dengan metode partisi. Komponen kimia ekstrak dan fraksi dianalisis menggunakan KLT dan GCMS. Hasil ekstraksi sonikasi diperoleh minyak daun (12,02%), ekstrak kasar daun (4,3%) dan ekstrak kasar kulit batang (16,85%). Skrining fitokimia menunjukkan minyak daun, ekstrak kasar daun dan ekstrak kulit batang mimba mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, triterpenoid, steroid dan sterol. Komponen kimia mayor hasil analisis GCMS minyak daun mimba adalah 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-4H-pyran-4-one (6,06%), L-proline,1-Acetyl-(CAS)Acetylproline (5,85%), 4-hydroxy-2-methyl-pyrrolidine-2-carboxylic acid (21,42%), 2,3-dyhidrobenzofuran (2,69%), Alpha-d-methylglucopyranoside (4,54%), Asam Palmitat (2,92%), Arabino-hex-1-enitol, 1,5-anhydro-2-deoxy-(CAS)glucal (31,69%). Hasil uji antibakteri menunjukkan minyak daun lebih efektif menghambat pertumbuhan Escherichia coli dibandingkan dengan ekstrak kasar daun dan kulit batang. Fraksi n-heksan menunjukkan aktivitas antibakteri paling besar dibandingkan dengan fraksi etil asetat dan etanol. Hasil skrining fitokimia fraksi n-heksan menunjukkan adanya senyawa triterpenoid, steroid, sterol dan fenolik.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PETA KONSEP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KOLOID SISWA KELAS XI SMAN 2 MATARAM TAHUN AJARAN 2013/2014 Monica Ayu Chandrai; Aliefman Hakim; Eka Junaidi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 10 No. 1 (2015): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.821 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v10i1.17

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran peta konsep terhadap pemahaman konsep koloid siswa kelas XI SMAN 2 Mataram tahun ajaran 2013/2014. Hasil belajar dalam penelitian ini meliputi hasil belajar dalam bentuk pengetahuan dan data hasil observasi aktifitas siswa sebagai data penunjang. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan populasi yaitu siswa kelas XI IPA 5 sampai dengan XI IPA 8 SMAN 2 Mataram tahun ajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling untuk populasi dalam unit kelas. Kelas yang dijadikan sampel adalah kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional (ceramah) dan kelas XI IPA 6 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran peta konsep. Data diperoleh dengan menggunakan pretest yang dilakukan di awal pembelajaran dan posttest yang dilaksanakan pada pertemuan akhir untuk menghitung tingkat kepahaman siswa melalui N-gain. Uji stastistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji Mann Whitney dengan pendekatan kurva normal Z yang dilakukan pada data N-gain. Data kedua kelas menunjukkan bahwa tingkat kepahaman siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berada pada kategori sedang, yaitu 5.08. Hasil uji hipotesis N-gain pada taraf signifikan 5% diperoleh Zhitung (0,04) < Ztabel (1,96) yang berarti Ho pada penelitian ini diterima atau Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran peta konsep tidak berpengaruh lebih baik terhadap pemahaman konsep koloid siswa kelas XI SMAN 2 Mataram tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci: Peta Konsep, Pemahaman Konsep, Koloid                Abstract: This study aims to determine the effect of the application of the concept map of learning students' to understanding the concept colloid class XI SMAN 2 Mataram academic year 2013/2014. Learning outcomes in this study include learning of knowledge and observation data from the student activities as supporting data. This study is a quasi experimental design, with the populations are students from class XI IPA 5 to XI IPA 8 of SMAN 2 Mataram academic year 2013/2014. Sampling was done with a random sampling technique to the population in the unit class. Sampled class is a class XI IPA 5 as a control class that uses the conventional learning (lectures) and class XI IPA 6 as an experimental class that uses the learning concept maps. Data obtained using a pretest conducted in early learning and posttests were carried out at the end of the meeting to calculate the level of student understanding through the N-gain. Statistical test is used to test the hypothesis is Mann Whitney test with normal curve approach is performed on the data Z N-gain. The data indicate that both classes of understanding students' grade level experimental and control classes in middle category, which is 5,08. The results of the N-gain hypothesis test at significance level of 5% was obtained Zhitung (0,04)<Ztabel (1.96) which means that in this study received Ho or Ha rejected. This shows that the application of the learning concept maps have no effect on the better understanding of the concept colloid of class XI SMAN 2 Mataram academic year 2013/2014. Keywords: Concept Maps, Concept Understanding, Colloid
UJI PENURUNAN KOLESTEROL PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) SECARA IN-VIVO MENGGUNAKAN EKSTRAK METANOL UMBI TALAS (Colocasia esculenta L) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN CARDIOVASCULAR DISEASE Samsul Rizal Umami; Sarifa Siti Hapizah; Rosita Fitri; Aliefman Hakim
Jurnal Pijar Mipa Vol. 11 No. 2 (2016): SEPTEMBER
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.383 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v11i2.113

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak umbi talas (Colocasia esculenta L) terhadap penurunan kadar kolesterol mencit putih (Mus musculus). Induksi hiperkolesterolemik dilakukan dengan pemberian kuning telur puyuh, pakan ayam broiler dan pemberian propiltiourasil (PTU) pada mencit putih (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dan uji penurunan kadar kolesterol dengan ekstrak umbi talas. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok percobaan yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan (P1, P2, dan P3) dan 2 kelompok kontrol (K+ dan K-). Dosis yang digunakan yaitu 100 mg/kgBB, dosis P2 yaitu 200 mg/kgBB, dan P3 yaitu 300 mg/kgBB. Sedangkan kelompok K+ diberikan dosis simvastatin dan K- hanya aquades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dosis 100 mg/kgBB terjadi peningkatan kadar kolesterol sebesar 5,2 mg/dL, pada K- juga mengalami peningkatan sebesar 3,8 mg/dL. Sedangkan pada P2 mengalami penurunan yang cukup tinggi sebesar 27,9 mg/dL, sementara P3 mengalami penurunan sebesar 2,4 mg/dL dan K+ juga mengalami penurunan sebesar 2,2 mg/dL. Berdasarkan hasil ini, dosis 200 mg/kgBB menunjukkan penurunan dosis yang lebih baik daripada dosis yang lain. Kata Kunci : Hiperkolesterolemik, PTU, Umbi Talas, Ekstraksi, Kolesterol Abstrack: This study aimed to determine the effect of taro root extract (Colocasia esculenta L) to decrease cholesterol levels of white mice (Mus musculus). Induction hiperkolesterolemik done by providing quail egg yolk, broiler chicken feed and administration of propylthiouracil (PTU) in white mice (Mus musculus). In this study using extraction methods and test cholesterol-lowering with taro root extract. The mice were divided into 5 experimental groups consisting of 3 treatment groups (P1, P2, and P3) and two control groups (K + and K-). In the group P1 doses used were 100 mg / kg body weight, P2 dose of 200 mg / kg, and P3 is 300 mg / kg. While the group K + and K- simvastatin dose given only distilled water. The results showed that at a dose of 100 mg / kg showed elevated levels of cholesterol by 5.2 mg / dL, the K- increased by 3.8 mg / dL. While at P2 decreased quite high by 27.9 mg / dL, P3 decreased by 2.4 mg / dL and K + also decreased by 2.2 mg / dL. Based on these results, a dose of 200 mg / kg showed a dose reduction is better than another dose. Keywords: Hiperkolesterolemik, PTU, Bulbs Talas, Extraction, Cholesterol
SINTESIS FEROMON 6-METIL-2-HEPTEN-4-OL DARI KROTONALDEHID MELALUI PEMBENTUKAN REAGEN GRIGNARD ISOBUTILMAGNESIUM BROMIDA Putu Indrayani; Aliefman Hakim
Jurnal Pijar Mipa Vol. 5 No. 2 (2010): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.68 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v5i2.168

Abstract

Abstrak : Sintesis 6-metil-2-hepten-4-ol diawali dengan pembentukan reagen Grignard isobutilmagnesium bromida pada 400C selama 1 jam, dilanjutkan dengan pembentukan garam alkoksi magnesium bromida pada 00C.Hidrolisis terhadap garam alkoksi magnesium bromida dengan larutan NH4Cl jenuh menghasilkan 6-metil-2-hepten-4-ol. Hasil sintesis kemudian diuji sifat fisiko-kimianya meliputi berat jenis, indeks bias serta identifikasi denganSpektrofotometer Inframerah (IR), Kromatografi Gas (GC) dan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (GC-MS). Hasil sintesis menghasilkan cairan beraroma manis segar, berwarna kekuningan, berat jenis 0,81529 g/mL, indeks bias 1,40830, kemurnian 66,07 % dan hasil 46,31 %. Karakter IR senyawa hasil sintesis menunjukkan vibrasi ulur O-H alkohol pada 3361 cm-1, vibrasi ulur C-OH pada 1049,2 cm-1, vibrasi ulur C=C pada 1676 cm-1 dan serapan 2956,7 dan 2920 cm-1 untuk vibrasi ulur C-H dalam CH 3 dan spektra massa dengan m/e 128 yang dicapai pada waktu retensi 6,284 menit. Data-data tersebut mendukung bahwa senyawa hasil sintesis adalah 6-metil-2-hepten-4-ol.Kata kunci : Sintesis, reaksi Grignard dan 6-metil-2-hepten-4-olAbstract : Synthesis of 6-methyl-2-hepten-4-ol was generated with formation of Grignard reagent Isobutylmagnesium bromide carried out at 400C for one hour, then formation of alcoxide salt magnesium bromide carried out at 00C. Alcoxide salt magnesium bromide were hydrolyzed by saturated NH4Cl solution producing 6-methyl-2-hepten-4-ol. Results were examined physically and chemically including density, refraction index, pure percentage and yield percentage were 0,81529 g/mL, 1,40830, 66,07 % and 46,31 % respectively. The IR characters showed stretching vibration of O-H group at 3361 cm-1, stretching vibration C-OH group at 1049,2 cm-1, stretching vibration C=C group at 1676 cm-1 and absorption of C-H in CH3 2956,7 and 2920 cm-1. Identification using GC-MS resulted spectra m/e 128 at time retention 6,284 minutes. The proven data indicated that the resulted compound was 6-methyl-2-hepten-4-ol.Keywords : synthesis, Grignard reaction and 6-methyl-2-hepten-4-ol
KECENDERUNGAN POLA OKSIDASI FLAVONOID PADA KULIT BATANG DAN KAYU BATANG Artocarpus scortechinii KING. (Moraceae) Aliefman Hakim
Jurnal Pijar Mipa Vol. 4 No. 2 (2009): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.896 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v4i2.191

Abstract

Abstrak. Flavonoid yang terdapat dalam genus Artocarpus terdiri dari calkon, flavanon, flavon dan flavan-3-ol. Gugus prenil pada flavonoid tersebut ada pada posisi C-3 dan cincin B teroksigenasi pada posisi C-4’ atau C-2’, C-4’ atau  C-2’, C-4’, C-5’. Selain itu prenilasi juga dapat terjadi pada posisi C-6, C-8, dan C-3’. Pola yang demikian sangat jarang ditemukan pada famili tumbuhan selain Moraceae. Kajian lebih lanjut terhadap pola oksigenasi cincin B pada bagian kulit batang dan kayu batang menjadi sangat menarik karena ditemukan kecenderungan yang dapat mewakili kedua bagian tersebut. Dari data metabolit sekunder kulit batang A. scortechinii King memperlihatkan kecenderungan pola oksigenasi pada cincin B dari kerangka flavon pada posisi 2’, 4’ dan 5’. Perkecualian hanya terjadi pada flavon sederhana, dimana oksigenasi terdapat pada posisi 2’ dan 4’ sedangkan metabolit sekunder dari  kayu batang A. scortechinii King memperlihatkan kecenderungan pola oksigenasi cincin B pada posisi 2’, 4’.Kata Kunci : Artocarpus scortechinii King, prenilasi, dan flavonoid. Abstract. Flavonoid which is in gender Artocarpus consisted of the chalcon, flavanon, flavon and flavan-3-ol. Prenylated of the flavonoid on position C-3 and B ring oxigenation on C-4' or C-2', C-4' or C-2', C-4', C-5'. Others prenylated also can be on position C-6, C-8, and C-3'. Such pattern is very rare found at set of relatives of plant besides Moraceae. Furthermore study to pattern of oxigenation on B ring at bark and heartwood become very attractive because found a tendency which can deputize second of the shares. From data metabolite secunder of the bark A. scortechinii King show the preference of pattern oxigenation of B ring from framework flavon on course 2', 4' and 5'. Exception is only became of the simple flavon, where oxigenation of there are on course 2' and 4' while metabolite secunder from heartwood A. scortechinii King show the tendency of pattern of oxigenation of B ring on course 2', 4'. Keyword : Artocarpus scortechinii King, prenylated, and flavonoid.
ISOLASI SENYAWA SINAMALDEHID DARI BATANG KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) DENGAN METODE KROMATOGRAFI KOLOM Nurul Hikmatun Wasia; I Made Sudarma; Lalu Rudyat Telly Savalas; Aliefman Hakim
Jurnal Pijar Mipa Vol. 12 No. 2 (2017): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.993 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v12i2.347

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa sinamaldehid dengan menggunakan kromatografi kolom. Penelitian dilakukan di kantor Senyawa Standar Indonesia. Batang kering tanaman kayu manis (Cinnamomum burmanii) telah diekstraksi dengan menggunakan pelarut dichlorometane. Fraksinasi ekstrak DCM menggunakan kromatografi kolom dengan perbandingan eluen 1:1 yaitu n-heksan : DCM, menghasilkan sebanyak 20 fraksi mayor. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) n-heksan : DCM telah dihasilkan 8 fraksi yang diklasifikasi berdasarkan area spot yang sama. Ada 3 fraksi yaitu fraksi A (10,11), B (12,13,14) C (16,18,17,19). Hasil identifikasi menggunakan GC-MS spectrometer menunjukkan bahwa fraksi yang mengandung sinamaldehid adalah fraksi B dengan porsentase sebanyak 71,36 %. Keywords: Sinamaldehid, fraksinasi, KLT, kromatografi kolom, GC-MS.
Perbandingan Pelarut Etanol 96% dan Aseton pada Ekstraksi dan Isolasi Kurkuminoid dari Rimpang Kunyit Fitri Haryani; Aliefman Hakim; Nisa Isneni Hanifa
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i2.5493

Abstract

ABSTRAKKunyit (Curcuma longa Linn.) secara empiris digunakan masyarakat Bima sebagai obat infeksi kulit bernanah (antibakteri) karena kandungan kurkuminoidnya. Kurkuminoid dapat diperoleh dengan cara isolasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi kurkuminoid dengan metode yang sederhana menggunakan dua pelarut berbeda dan mengetahui rendemen isolat hasil isolasi. Langkah awal dalam proses isolasi yang dimodifikasi, yaitu proses ekstraksi selama 30 menit menggunakan sonikator dengan pelarut aseton dan etanol 96%, serta perbandingan bobot simplisia dan volume pelarut sebesar 1:10. Proses isolasi dilanjutkan dengan ekstraksi padat-cair menggunakan pelarut n-heksan, kemudian dimurnikan dengan metode kristalisasi menggunakan campuran isopropil alkohol panas : n-heksan (1 : 1,5). Isolat dianalisis secara kualitatif dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan dihitung bobot isolat sampel. Hasil yang diperoleh berupa Nilai Rf untuk standar kurkumin, sampel pelarut aseton dan sampel pelarut etanol 96% adalah 0.81, 0.80 dan 0.81. Rendemen ekstrak etanol 96% dan aseton berturut-turut sebesar 27,3% dan 26,44%. Bobot isolat etanol 96% dan aseton sebesar 0,07 g dan 0,035 g. Isolasi kurkuminoid dengan metode sederhana menggunakan pelarut etanol 96% menghasilkan bobot isolat lebih besar dibanding pelarut aseton.Kata kunci: Modifikasi isolasi; Kurkuminoid; Kunyit.ABSTRACTTurmeric (Curcuma longa Linn.) is empirically used by the people of Bima as a purulent skin infection (antibacterial) drug because of its curcuminoid content. Curcuminoid can be obtained by isolation. This study aims to isolate curcuminoid with a simple method using two different solvents and determine the yield of isolated isolates. The first step in the isolation process is the extraction process for 30 minutes using a sonicator with acetone and 96% ethanol as solvent, and the ratio of simplicia weight and solvent volume is 1:10. The process was continued with solid-liquid extraction using n-hexane as solvent, then purified by crystallization method using a mixture of hot isopropyl alcohol: n-hexane (1 : 1.5). The isolates were analyzed qualitatively by thin layer chromatography (TLC) and calculated the weight of the sample isolate. The results obtained in the form of Rf values for standard curcumin, acetone solvent samples and 96% ethanol solvent samples were 0.81, 0.80 and 0.81. The yield of ethanol extract 96% and acetone were 27.3% and 26.44%, respectively. The weight of 96% ethanol and acetone isolates was 0.07 g and 0.035 g, respectively. Isolation of curcuminoid with a simple method using 96% ethanol as a solvent resulted in a higher weight of isolate than acetone solvent.Keyword: Isolation modification; Curcuminoid; Turmeric.
Co-Authors A Wahab Jufri A, Syahrial A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri AA Sukarsa AA Sukarso Abdul Azis Bagis Abdul Azis Bagis Ade Nusa Putra Dinata Agus Abhi Purwoko Agus Abhi Purwoko Agus Abhi Purwoko Agus Abhi Purwoko Agus Muliadi Agus Ramdani Agus Ramdani Agustin, Rizki Dwi Ainiyah, Nisaul Apriani, Senly Ardiansyah, Bakhtiar Arif Setiawansyah Aris Doyan BAIQ FARA DWI RANI SOFIA Baiq Fara Dwirani Sofia Baiq Fara Dwirani Sofia Baiq Fara Dwiriani Sofia Baiq Rosyida Dwi Astuti Bakhtiar Ardiansyah Bayani, Faizul Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Citra Lestari Devi Ayu Septiani Dewi, Ella Gia dimas juniarly, Lalu Anugrah Dinata, Ade Nusa Putra Dwi Laksmiwati Dwi Yuniati Rabiatun Awalia Dyke Gita Wirasisya Earlyna Sinthia Dewi Eka Junaidi Ellend Putri Kurnia Eris Nurhayati Febriana Febriana, Febriana Fitri Haryani Fitri Haryani Fitri, Zelisa Nudia Gito Hadiprayitno Gunawan Gunawan Gunawan Hamidi Hamidi Hanani, Rani Hardani, H Hidayati, Agriana Rosmalina Hikmawati Hikmawati Husnul Hatimah, Husnul I MADE SUDARMA I Nyoman loka I Nyoman Loka Idmayanti Idmayanti Idmayanti, Idmayanti Ilham Halik Indah, Indah Permatasari Indriyatno Indriyatno Irawan, Jono Irawanti Irawanti Irawanti Irawanti, Irawanti Istiana, Dina Jackson Siahaan Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jeckson Siahaan Joni Rokhmat Joni Rokhmat Juddin, Sura Jufri, Abdul Wahab Kadar Riansyah Kamilatunnisa, Laili Khurriyatul Khair Kosim . Kosim Kosim Kosim Kosim Kosim Kosim Kosim, Kosim - Kukuh Waseso Jati Pangestu Kurnia, Ellend Putri Kurniawan Arizona L.R.Telly Savalas, L.R.Telly Lalu Muhammad Rifqi Gunawan Lalu Rudyat Telly Savalas LALU RUDYAT TELLY SAVALAS Lalu Rudyat Telly Savalas Lasmini, Nurul Listantia, Nora Liswijaya liswijaya, liswijaya MAHARANI, APRILIA Mahmudah, Saripatul Makhrus Muhamad Makhrus, Muhamad Monica Ayu Chandrai Monica Ayu Chandrai, Monica Muh. Makhrus Muhamad Makhrus Muhammad Eka Putra Ramandha Muhammad Sarjan Muhammad Yamin Muhlis Muhlis Mukhtar Haris Mukhtar Haris Muntari Muntari Muntari Muntari Muntari Muntari Muti'ah, Muti'ah Ningsih, Baiq Nila Sari Nisa Isneni Hanifa Nurlaila Ramdhaniah Nurul Hikmatun Wasia Nurul Lasmini Nurul Sakina Nurul Sakina, Nurul Putri Ayu Mutmainah Putu Indrayani Rahmawati, Rahmawati Riyanto, Andra Ade Riza, Yunisa Rizki Nugrahani, Rizki Rohiyati, Matsna Yuliana Rosida Rosida Rosita Fitri Rosmini Rosmini Samsul Rizal Umami Sapitri, Riska Dia Saprizal Hadisaputra Saprizal Saprizal Saprizal, Saprizal Sarifa Siti Hapizah Septiani, Devi Ayu Shalat Muliani Sofia, Baiq Fara Dwirani Sofia, Baiq Fara Dwiriani Solehah, Zomratus Soumi, Riri Sahri Sri Idawati Sri Rahmawati Sudirman Sudirman Sukarso, Aa Sukib, Sukib Sunniarti Ariani Sunniarti Ariani Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Suriya Ningsyih Syahrial Ayub Syarifa Wahidah Al Idrus Tamimi, Sakinatut Trasna Arman Jani Wahab Jufri Wati, Febriana Lidia Wildan Wildan Wildan Wildan Windarti Alifani Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yohanes Juliantoni Yohanes Juliantoni YUNITA ARIAN SANI ANWAR Yusran Khery, Yusran Yustiqvar, M. Yustiqvar, Muhammad