p-Index From 2021 - 2026
10.249
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter JURNAL ITENAS REKARUPA Jurnal Kedokteran Diponegoro Gaung Informatika Jurnal Transportasi JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN DEDIKASI JURNAL MAHASISWA Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Rekayasa Sipil AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship) Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Compiler Seminar Nasional Lahan Suboptimal INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Istinbath : Jurnal Hukum MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Jurnal Nukleus Peternakan Jurnal Arsitektur Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Telcomatics JURNAL ILMIAH MATEMATIKA (JIMAT) ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bulletin of Science Education Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Yuridika Unisia Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Journal of Mechanical and Manufacture Cendekia: Journal of Law, Social and Humanities Jurnal Perencanaan, Sains dan Teknologi (Jupersatek) Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Mutiara : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Aspirasi : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Logistik (JUMATI) Jurnal Media Akademik (JMA) Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jurnal PGSD Indonesia Jurnal Malikussaleh Mengabdi SURAKARTA ABDIMAS JOURNAL Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Jurnal Kemitraan Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi dan Pendidikan (MANTAP) Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) Journal of Management Research and Studies INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI EKSPERIMENTAL DAKTILITAS BETON BERTULANG DENGAN VARIASI PENAMBAHAN TULANGAN SENGKANG SPIRAL BERJARAK 75 MM PADA DAERAH TEKAN BALOK Ardha Marcelita Ragil Putranti; Ari Wibowo; Indradi Wijatmiko; Christin Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan aktivitas gempa bumi yang tinggi. Bangunan harus dibuat menjadi bangunan tahan gempa dan akan rusak sesuai beban rencana serta memiliki sifat daktail. Daktilitas dapat menunjukan kemampuan struktur ketika menahan pengaruh deformasi karena pembebanan yang berlebihan. Penambahan kekuatan pada daerah tekan beton bertulang diperlukan sehingga struktur yang direncanakan dengan kekuatan tinggi tidak mengalami sifat getas dan dapat bersifat daktail. Benda uji pada penelitian ini berupa balok normal berukuran 20 cm x 25 cm x 300 cm dengan penulangan menggunakan tulangan tekan 2D – 13, tulangan tarik 3D – 19, dan sengkang Ø8-150. Pada benda uji variasi spiral dipasang tulangan yang sama namun pada daerah tekan balok ditambahkan pengekangan dengan tulangan sengkang berbentuk spiral dengan jarak 75 mm. Pembebanan dilakukan bertahap dan terpusat di tengah bentang hingga mencapai kondisi leleh, selanjutnya dilakukan kontrol lendutan hingga benda uji runtuh. Dari pengujian yang dilakukan didapatkan nilai beban dan lendutan yang kemudian diolah menjadi grafik P – Δ, serta diperoleh nilai daktilitas balok. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan kekuatan lentur balok variasi spiral mampu menahan beban sebesar 9,94% lebih besar dari balok normal, nilai daktilitas balok spiral lebih besar 66,35% dibandingkan balok normal, bentuk serta jarak tulangan spiral di daerah tekan memberikan pengaruh terhadap perilaku balok dalam menerima beban. Kata Kunci: daktilitas, hubungan beban dan lendutan, pengekangan, tulangan spiral, grafik P – Δ
STUDI EKSPERIMENTAL DAKTILITAS PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN PENAMBAHAN VARIASI TULANGAN SENGKANG CROSS-TIES PADA DAERAH TEKAN BALOK Najli Sembada S; Ari Wibowo; Indradi Wijatmiko; Christian Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia merupakan salah satu indikator khusus yang perlu diperhatikan sebagai negara yang berkembang untuk menunjang kemajuan dan kebutuhan masyarakat. Serta, salah satu negara yang terletak di Cincin Api Pasifik yang merupakan wilayah yang rentan terjadinya fenomena gempa bumi. Tingginya aktivitas di daerah Cincin Api Pasific mengakibatkan adanya risiko yang tinggi gempa bumi sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Dalam usaha meningkatkan ketahan suatu struktur bangunan terhadap gempa bumi, konsep daktilitas merupakan sebuah aspek penting yang harus perhatikan kembali. Tujuan yang ingin diperoleh dalam pengujian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemakaian tulangan sengkang Cross-Ties di daerah tekan balok beton bertulang, mengetahui pembandingan besarnya daktilitas balok beton bertulang dengan tanpa penambahan sengkang dan adanya penambahan sengkang Cross-Ties pada daerah tekan balok, dan mengetahui mengetahui mekanisme keruntuhan yang terjadi pada kedua balok beton bertulang tersebut. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis struktur hubungan antar gaya beban dan lendutan untuk mengetahui besarnya gaya daktilitas khususnya pada balok beton bertulang. Hasil yang didapatkan dari pengujian ini adalah penambahan variasi sengkang Cross-Ties pada daerah tekan balok beton bertulang berpengaruh pada besarnya daktilitas pada balok beton bertulang. Nilai besarnya beban ultimit yang dapat diterima oleh balok beton bertulang dengan penambahan sengkang Cross-Ties di daerah tekan lebih besar dibandingkan dengan balok tanpa penambahan sengkang. Sehingga mempengaruhi besarnya nilai daktilitas pada balok beton bertulang tersebut. Selain itu, hasil analalisis menunjukkan bahwa mekanisme keruntuhan yang terjadi pada balok tanpa penambahan sengkang dan penambahan sengkang Cross-Ties di daerah tekan balok memperlihatkan mekanisme kerusakan yang sama. Kata Kunci: Daktilitas, Beban-Lendutan, Tulangan Cross-Ties, Balok Beton Bertulang
Studi Eksperimental Daktilitas Balok Beton Bertulang dengan Penambahan Variasi Sengkang Square di Daerah Tekan pada Balok Kolose Albert Hutapea; Ari Wibowo; Indradi Wijatmiko; Christin Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok adalah salah satu elemen struktur yang berperan penting sebagai pengikat antar elemen pada bangunan. Balok beton bertulang dibuat daktail bertujuan untuk menunjukkan kemampuan balok ketika menahan pengaruh deformasi karena pembebanan yang berlebihan. Daktilitas pada balok dapat tercapai jika mampu mempertahankan kekuatannya setelah mengalami deformasi inelastis yang besar sebelum mengalami keruntuhan. Pengekangan (confinement) yang menggunakan sengkang persegi (square) di daerah tekan pada balok beton bertulang akan mencegah beton di daerah tekan mengalami remuk secara tiba-tiba. Pada penelitian ini digunakan balok beton bertulang berdimensi 20×25 cm dengan penambahan variasi sengkang square di daerah tekan untuk mengekang balok beton bertulang. Kuat tekan beton yang digunakan pada penelitian ini adalah 30,59 Mpa dan kuat tarik baja yang digunakan adalah 377 Mpa. Hasil dari penelitian eksperimental ini adalah daktilitas balok dengan penambahan variasi sengkang square di daerah tekan bertambah sebesar 50,659% terhadap balok dengan sengkang normal. Selain terjadinya peningkatan pada daktilitas, Kekuatan balok dengan penambahan variasi sengkang square di daerah tekan juga meningkat sebesar 6,3% terhadap balok dengan sengkang normal. Metode keruntuhan yang terjadi pada balok variasi sengkang square adalah model keruntuhan lentur dimana retak-retak yang ada terbentuk secara vertikal dari serat tarik yang semakin lama akan merambat sampai ke serat tekan. Kata kunci : Balok beton bertulang, daktilitas, variasi sengkang square, pengekangan, beban-lendutan.
ANALISIS HASIL PERUBAHAN PERENCANAAN KETAHANAN GEMPA PADA GEDUNG PERKULIAHAN ANTARA SNI 1726 : 2012 DENGAN SNI 1726 : 2019 MENGGUNAKAN METODE STATIK EKUIVALEN (TINJAUAN KOLOM) Yumna Kusuma Shafira; Siti Nurlina; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perencanaan struktural bangunan di Indonesia ada sebuah standar perencanaan yang mengalami perubahan yakni SNI 1726 : 2019 yang hadir memperbaharui SNI 1726 : 2012. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan distribusi beban gempa antara SNI 1726 : 2012 dan SNI 1726 : 2019, serta mengetahui dan menganalisis simpangan antar tingkat yang dialami oleh bangunan Gedung Perkuliahan dengan variasi kelas situs tanah. Penelitian menggunakan metode statik ekuivalen yang difokuskan pada analisis perhitungan distribusi beban gempa masing – masing standar. Selanjutnya setelah didapatkan nilai distribusi beban gempa, maka dilakukan analisis perhitungan simpangan antar tingkat masing – masing standar, serta dilakukan variasi simpangan antar tingkat yang terjadi akibat semua kelas situs tanah. Dalam melakukan penelitian ini digunakan juga software analisis SAP 2000 yang akan membantu perhitungan reaksi pada kolom yang ditinjau. Hasil dari penelitian ini adalah distribusi beban gempa mengalami peningkatan yaitu rata-rata sebesar 14,28 %. Selanjutnya dari peninjauan komponen struktur kolom didapatkan rata-rata peningkatan besarnya momen ultimate dan beban aksial antara SNI 1726 : 2012 dengan SNI 1726 : 2019 yaitu sebesar 9,7 % dan 14,49 %, serta hasil analisis simpangan antar lantai melampaui batas ijin pada kelas situs E, setelah dilakukan variasi berbagai kelas situs tanah diketahui pada arah x hanya kelas situs A dan B yang memenuhi batas ijin dan pada arah y kelas situs D dan E melampaui batas ijin.Kata kunci: Gempa, SNI 1726, Distribusi Beban, Simpangan Antar Tingkat, Kelas Situs Tanah.
ANALISIS HASIL PERUBAHAN PERENCANAAN KETAHANAN GEMPA PADA GEDUNG PERKULIAHAN ANTARA SNI 1726 : 2012 DENGAN SNI 1726 : 2019 MENGGUNAKAN METODE STATIK EKUIVALEN (TINJAUAN BALOK) Mohamad Dwi Junianto; Siti Nurlina; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perencanaan struktural bangunan di Indonesia ada sebuah standar perencanaan yang mengalami perubahan yakni SNI 1726 : 2019 yang hadir memperbaharui SNI 1726 : 2012. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan distribusi beban gempa antara SNI 1726 : 2012 dan SNI 1726 : 2019, serta mengetahui dan menganalisis simpangan antar tingkat yang dialami oleh bangunan Gedung Perkuliahan dengan variasi kelas situs tanah. Penelitian menggunakan metode statik ekuivalen yang difokuskan pada analisis perhitungan distribusi beban gempa masing – masing standar. Selanjutnya setelah didapatkan nilai distribusi beban gempa, maka dilakukan analisis perhitungan simpangan antar tingkat masing – masing standar, serta dilakukan variasi simpangan antar tingkat yang terjadi akibat semua kelas situs tanah. Dalam melakukan penelitian ini digunakan juga software analisis SAP 2000 yang akan membantu perhitungan reaksi pada kolom yang ditinjau. Hasil dari penelitian ini adalah distribusi beban gempa mengalami peningkatan yaitu rata-rata sebesar 14,28 %. Selanjutnya dari peninjauan komponen struktur balok didapatkan momen ultimate lapangan dan tumpuan, beban aksial, gaya geser, dan lendutan antara SNI 1726 : 2012 dengan SNI 1726 : 2019 yaitu sebesar 9,7 % , 13,3 % , 13,5 % , 24,9 % dan 9,4%, serta hasil analisis simpangan antar lantai sebagian besar lantai melampaui batas ijin pada kelas situs E, setelah dilakukan variasi penambahan lantai 6 hingga 10, diketahui pada arah x hanya lantai atap yang memenuhi batas ijin dan pada arah y terdapat 3 hingga 4 lantai teratas yang masih dalam batas ijin. Kata kunci: Gempa, SNI 1726, Distribusi Beban, Simpangan Antar Tingkat, Penambahan Lantai.
Analysis of the Effect of Spiral Confinement in the Compression Zone on Reinforced Concrete Beam’s Ductility and Flexural Strength Using Moment-Curvature Relationship Marley Kristianto; Indradi Wijatmiko; Ari Wibowo; Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Structural elements such as beams requires high ductility to avoid brittle failure during seismic events. One approach for increasing beam ductility involves adding additional confinement in the compression zone. This study investigates the effect of additional spiral confinement in the compression zone to the beam’s ductility and flexural strength. Numerical analysis is conducted for beams with and without additional confinement. The flexural strength is represented with moment of resistance and the ductility is expressed in terms of curvature ductility. Trilinear moment-curvature curve is used as the instrument to observe the effect of the additional spiral confinement. Experimental test was also conducted for both specimen which then be compared to the theoretical result. The results conclude that by adding additional spiral confinement the ductility of reinforced concrete [RC] beam is improved drastically while the flexural strength is improved by a small margin. Keywords: spiral confinement, curvature ductility, flexural strength, moment-curvature curve.
Studi Eksperimental Daktilitas Balok Beton Bertulang dengan Penambahan Tulangan Sengkang Spiral Berjarak 150 mm di Daerah Tekan Amelia Kusuma; Indradi Wijatmiko; Ari Wibowo; Christin Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geografis Indonesia yang terletak di antara perpotongan tiga lempeng menjadikannya sebagai negara yang rawan terhadap bencana gempa bumi. Selama tahun 2020 – 2024, tahun 2021 merupakan tahun dengan gempa bumi terbanyak yang mengakibatkan banyak kerusakan pada bangunan. Hal tersebut menandakan bahwa bangunan yang tahan terhadap gempa sangat dibutuhkan di negara ini. Ketika merancang suatu struktur bangunan, meningkatkan kekuatan lentur suatu komponen struktur tanpa mengabaikan daktilitas adalah suatu hal yang perlu diperhatikan. Salah satu cara meningkatkan daktilitas komponen struktur tersebut adalah dengan menambahkan pengekangan di daerah tekan. Penelitian dilakukan pada spesimen balok beton bertulang dengan panjang 3 m, lebar 0,2 m, dan tinggi 0,25 m yang terbagi menjadi balok tanpa penambahan variasi tulangan sengkang dan balok dengan penambahan variasi tulangan sengkang spiral berjarak 150 mm di daerah tekan. Penambahan variasi tulangan sengkang ini dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kekuatan lentur dan daktilitas balok. Hasil dari penambahan variasi tulangan sengkang spiral berjarak 150 mm pada daerah tekan balok menunjukkan adanya peningkatan kekuatan lentur balok karena dapat menahan beban lebih besar dibandingkan dengan balok tanpa penambahan variasi tulangan sengkang. Selain itu, balok dengan penambahan variasi tulangan sengkang spiral berjarak 150 mm di daerah tekan memiliki waktu yang lebih panjang untuk mencapai beban maksimum sehingga balok bersifat lebih daktail. Kata kunci: balok, sengkang, spiral, daktilitas, beban dan defleksi
STUDI EKSPERIMENTAL DAKTILITAS PADA BALOK BETON BERTULANG MUTU SEDANG DENGAN PENAMBAHAN TULANGAN SENGKANG PERSEGI KOMBINASI PADA DAERAH TEKAN Puthut Alfian Akbar; Indradi Wijatmiko; Ari Wibowo; Christin Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penting dalam mendesain struktur tahan gempa adalah daktilitas. Daktilitas struktur dapat ditingkatkan dengan menggunakan tulangan sengkang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sengkang persegi kombinasi pada daerah tekan balok beton bertulang terhadap daktilitas, kekuatan lentur, dan mekanisme keruntuhan balok. Spesimen uji berupa balok beton bertulang dengan dimensi 20 cm x 25 cm x 300 cm dengan tulangan tekan berukuran 2D – 13, tulangan tarik 3D – 19, serta sengkang dengan jarak Ø8-150 . Sebagai variabel penelitian, diterapkan penambahan konfigurasi sengkang persegi kombinasi dengan jarak 150 mm pada zona tekan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan daktilitas sebesar 34,49% pada balok dengan sengkang persegi kombinasi dibandingkan dengan balok normal. Selain itu, kekuatan lentur balok juga mengalami peningkatan sebesar 3,67%. Mekanisme keruntuhan yang terjadi pada balok dengan variasi sengkang ini mengikuti pola keruntuhan lentur, yaitu dengan terbentuknya retak-retak vertikal yang merambat dari serat tarik menuju serat tekan. Kata kunci : daktilitas, balok beton bertulang, pengekangan, mekanisme keruntuhan, analisis beban-lendutan
Analisis Pengaruh Perubahan Beban Gempa Rencana Berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 terhadap Kebutuhan Tulangan pada Balok Yohanes Darmawan Lintong; Retno Anggraini; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak di sepanjang Pacific Ring of Fire, yang dikenal dengan deretan gunung berapi aktif yang mengitari Samudera Pasifik, menyebabkan Indonesia kerap kali mengalami gempa bumi besar dan erupsi gunung berapi. Untuk meningkatkan keamanan struktural bangunan terhadap gempa, regulasi tentang desain bangunan anti-gempa telah dikembangkan dan terus-menerus diperbaharui. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan struktur menurut SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019, menggunakan software SAP2000 dan mengambil studi kasus pada Gedung Kuliah II Kampus Kediri di Universitas Brawijaya. Analisis balok pada Gedung X Universitas Y menunjukkan bahwa standar SNI 1726:2019 menghasilkan respon spektrum yang lebih besar dibandingkan SNI 1726:2012, khususnya untuk periode kurang dari satu detik. Perbedaan ini terlihat dari nilai SDS yang lebih tinggi pada SNI 1726:2019. Selain itu, analisis menggunakan SNI 1726:2019 mengindikasikan kebutuhan yang lebih besar akan tulangan lentur dan geser karena adanya perbedaan dalam gaya dalam yang dihasilkan, yang dipengaruhi oleh nilai percepatan gempa pada respons spektrum yang berbeda. Kata kunci: Beban Gempa, Spektrum Respons Desain, Tulangan Balok
Analisis Daktilitas dan Kuat Lentur dengan Menggunakan Hubungan Momen-Kurvatur pada Balok Beton Bertulang dengan Penambahan Tulangan Transversal Persegi pada Daerah Tekan Faselsakti Ifolala Johanes Laia; Ari Wibowo; Indradi Wijatmiko; Christin Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu elemen struktur yang baik haruslah bersifat daktail. Salah satu cara untuk meningkatkan sifat daktail suatu balok adalah dengan menambahkan kekangan pada daerah tekan balok. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis kurva trilinier hubungan momen-kurvatur pada dua elemen struktur, yakni struktur balok beton bertulang normal tanpa penambahan kekangan dan balok dengan penambahan kekangan berupa sengkang persegi di daerah tekan balok. Penambahan kekangan dengan sengkang persegi di daerah tekan balok menghasilkan peningkatan kuat lentur sebesar 19,984%. Penambahan kuat lentur tidak signifikan dikarenakan adanya peningkatan tegangan pada beton yang terkekang. Namun, nilai daktilitas kurvatur meningkat signifikan pada balok beton bertulang dengan penambahan kekangan dengan nilai μϕ = 7,09, dibandingkan pada balok normal tanpa penambahan kekangan dengan nilai μϕ = 6,27. Hal ini disebabkan kerena rasio volume sengkang meningkat dibandingkan volume inti beton sehingga menyebabkan nilai kurvatur ikut meningkat.
Co-Authors Abi Nisaka Abner Onesimus Sijabat Abulija Maskarai Acep Muhammad Rizki Achfas Zacoeb Achmad Nafis Achmad Wicaksono Achmad Zaim Ismail Ade Okta Viani Adelia Fatin Faadihilah Adhe Aryswan Adi Sanjaya Putra Agriva Amelia S Agus Riehwanto Aidatu Fauziah Aina Ul Mardiyah Ray Ajat Sudrajat Akhmat Rizkuna Aldini Rizky Santoso Ali Usman Amanda Kurnia Rahmadini Amelia Kusuma Ananta Widagdo Adipranowo Angela Angela Anhar Faisal Fanani Aninda Afifah Nur Azizah Aninda Budi Pawestri Anindyasari, Dinar Anis Rahmi Anjaningrum, Widiya Dewi Anna Zalfah Nurullail Annisa Fyona Anton Setiawan Honggowibowo Ardha Marcelita Ragil Putranti Ari Ajibekti Masriwilaga Arif Roziqin Arif Wahyu Budiarto Arumsari Arya Surendra Aryanto, Sani Asrafi Asrafi Astria, Winda Bambang Hendrawan Budiharti Budiharti Bunga Aulianesia Cahyo Budi Nugroho Chintya Aulia Khoirunisa Christian Remayanti Nainggolan Christin Remayanti Christin Remayanti Nainggolan Cicilia Puji Rahayu Cicilia Puji Rahayu Cori Qamara Dahlan Susilo Dede Aprylasari Desy Setyowulan Dian Susanto Domi Kamsyah Dwi Kartikasari Dwi Rosalina Dwiki Novri Ditya Edhi Wahyuni S. Eko Perianto Emel Lia Utari Eri Cahyani Eva Arifi Fajar Dwi Nuryanto Fajrih, Nurul Fandini Meilia Anjani Fandini Melia Anjani Faselsakti Ifolala Johanes Laia Fauzi, Naufal Rafizakwan Fauzun Atabiq Febri Ardiyanto Fedia Restu Firdhaus Hari Saputro Al Haris Flora Suryani Frandika Antonius Saputra Fransiska Pindan Sao Gading Cempaka Ganesha Aryadi Hanifah Widiastuti Henry Aditia Rigianti Heri Rustamaji I Gusti Ayu K. R. H I Putu Gede Didik Widiarta Ihsan Saputra Imas Ayu Salamah indah lestari vidyahayati Indradi Wijatmiko Irfawandi Samad Irwanto Zarma Putra Is Susanto James Siregar Jehezkiel Dyero Karenina Dwi Yulianti Kartika Kartika Kartika Sari Kelvin Ariesryo Kim Budiwinarto Kolose Albert Hutapea Lalu Mulyadi Ludfi Djakfar Luthfiya Ratna Sari M. Abdul Kholiq M. Taufik Hidayat Mahrus Ali Makin Makin Malik Fajar Alamsyah Maranatha Lasandy Winangun Marilyn Lasarus Marley Kristianto Marturia Surya Yuliyanti Meida Perwira Antartika Metta Santiputri Michael Hagana Bangun Mimi Salminah Mir’atul Khusna Mufida Mohamad Dwi Junianto Monica Sintawati Muh Haris Muh. Ichsan Haris Muhamad Rian Sances Muhammad Ainur Rofiq Muhammad Andi Nova Muhammad Hasby Muhammad Iqbal Fasa Muhammad Ismail Muhammad Kurniawan Dwi Septyan Muhammad Nurhidayat Muhammad Ridho Ramadhan Muhammad Syafei Gozali Muhammad Zainuddin Lubis Najli Sembada S Natalia Vin Kristin Naufal A Prasetyo Neta, Fandy Novebriantika Novemia Fatmarischa Novrilia Atika Nabila Nugroho Pratomo Ariyanto Nur Cahyono Kushardianto Nur Innayatun Nur Saifiyati Buldani Nur Vera Nur Zahrati Janah Nurliani Erni Nurmadinah Jasman Nurman Pamungkas Nurmin Arianto Nursalim Nursalim Nurul Fajrih H Nurul Laili Arifin Nurul Syafa Nurwijayanti Oktavianto Gustin Panisa Marliana Prasetyo, Stefanus Eko Puguh Ardianto Iskandar Puthut Alfian Akbar Raden Arie Febrianto Rahmad Hari Purnomo Rahman Hakim Raja Muhammad Isnu Prayoga Randy Saputra Retno Anggraini Retno Anggraini Retno Anggraini , Ari Wibowo Rimawati, Elistya Rinaldi, Ferdian Rivki Ryan Nugraha Rizki Claudia Wardani H Rizki Widi Pratama Rizky Pratama Hudhajanto Robby Robby Rokhayati, Yeni Ryan Fani Saifoe El Unas Saiful Akhyar Lubis Salsabila Tasya Saly Kurnia Octaviani Sandi Anggara Sastya Hendri Wibowo Satriya Bayu Aji Selly Rahmawati Shinta Purwaningsih Siahaan, Johannes Hasiholan Simanjuntak, Servis Sinarti, Sinarti Sinurat, Fransisco Yohanes Siti Maghfiroh Siti Nurjanah Siti Nurlina Sri Winarni Sudibyo, Doni Sudra Irawan Sugeng Prayitno Sugeng Prayitno Budio Suhardi Suhardi Suhardi Supriyana Nugraha Supriyana Nugroho SURYATI GALUH PRAVITASARI Syilvi Marsela diastami Taufik Agung Pranowo Taufik Langgeng Ardiansyah Ully Tri Ellen Mahulae Umroh Umroh Uuf Brajawidagda V. Rizke Ciptaningtyas Viqi Velian Suhartawan Wa Riani Hatam Wawan Laksito Yuly Saptomo Wenang Anurogo Wissesa Wowo Rossbandrio Yanti Wattimury Yayan Sudaryana Yogantara Yogantara Yohanes Darmawan Lintong Yuka, Lambang Katresnan Yuli Astuti Yumna Kusuma Shafira Zulfa Muthi’a Batrisyia