Claim Missing Document
Check
Articles

Social-Emotional Competence in Elementary Science Education: A Systematic Review Ayumawarsih, Rika; Sarwanto, Sarwanto; Tarsidi, Deni Zein
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.117890

Abstract

Penguasaan konsep sains pada siswa sekolah dasar tidak hanya ditentukan oleh aspek kognitif, tetapi juga dipengaruhi secara signifikan oleh kompetensi sosial-emosional, seperti regulasi diri, kesadaran emosi, dan keterampilan sosial. Kompetensi ini berperan dalam meningkatkan keterlibatan, ketekunan, serta pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi sosial-emosional terhadap penguasaan konsep sains melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Data dikumpulkan dari Scopus, Web of Science, ERIC, dan Google Scholar pada periode 2014–2025, menghasilkan 28 artikel yang dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi sosial-emosional berpengaruh signifikan baik secara langsung melalui peningkatan motivasi, regulasi emosi, dan ketekunan, maupun tidak langsung melalui interaksi sosial, iklim kelas positif, dan keterlibatan dalam pembelajaran berbasis inkuiri. Integrasi pembelajaran sosial-emosional dalam sains juga meningkatkan penalaran dan sikap ilmiah siswa. Dengan demikian, pengembangan kompetensi sosial-emosional menjadi landasan penting dalam pembelajaran sains dan perlu diintegrasikan dalam kurikulum serta strategi pembelajaran.
The Effect Ecological Citizenship on Critical Thinking Skills of Elementary School Student Anshory, Meilana Umi; Triyanto, Triyanto; Tarsidi, Deni Zein
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109332

Abstract

Amidst of global environmental challenges, ecological awareness as a form of ecological citizenship is believed to have an influence on the critical thinking skills of elementary school students. This study aims to analyze the influence of ecological citizenship on the critical thinking skills of elementary school student through a systematic literature review of selected scientific articles. The method used is a meta-synthesis of literature,which includes the stages of identification, selection, and thematic analysis based on a systematic protocol.  The results of the study indicate that ecological citizenship has a significant relationship with critical thinking skills: international studies found a positive correlation, while national studies showed an increase in analytical thinking after environmental citizenship program interventions. A deep ecological understanding encourages students to evaluate information based on evidence, consider environmental ethical implications, and make reflective decisions. Furthermore, the integration of ecological education into leraning has been proven to strengthen critical thinking habits systenatically. Conclusion, ecological citizenship significantly contributes to the development of critical thinking in elementary school students and need to be strategically integrated into the elementary school curriculum.
MONEY POLITIC DALAM SISTEM PEMILU DI INDONESIA Deni Zein Tarsidi; Ervina Maharani; Muhamad Tegar Fadhilah; Rivan Kusnan Haris Salahudin
Civic Edu : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 (2024): Civic Edu: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reveal where the causes of money politics arise in national and local elections. This study uses journal data that has been published and selected from 2015 to 2019. The results of this study provide an overview of the practice of buying and selling votes, which has become an uncontrollable part of the implementation of elections, both locally and nationally in Indonesia. National elections and local elections, have been mixed with the behavior of money politics. The more widespread and considered a natural thing, of course, this understanding is very, very wrong. The implication of the very importance of this study is that money politics in elections needs immediate attention and the best countermeasures, because it will guarantee the stability and quality of Indonesian democracy in the future. The methodology used includes: 1) defining a research question; 2) determination of literature sources; 3) determination of keywords for literature search; 4) Selection of literature; and 5) extract data. Based on the methodology, the results obtained contain 10 papers. There are 10 studies that raise the topic of money politics in elections, both local and national, and share knowledge which explains that the contents of the two components become and influence each other. Further studies may be carried out by examining the extent to which money politics may be used as a political expense in campaigns, but is controlled and does not violate the rule of law.
Pentingnya Pengetahuan Domisili Menurut Hukum bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi Delila Kania; Deni Zein Tarsidi; T Heru Nurgiansah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5774

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas pemahaman domisili menurut hukum di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Fokus utama penelitian adalah pada calon guru Pendidikan Kewarganegaraan yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Menggunakan metode studi kasus, penelitian ini mengungkap sejauh mana pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terkait konsep domisili menurut hukum. Hasil studi kasus ini memberikan gambaran yang jelas mengenai tingkat pengetahuan dan pemahaman domisili menurut hukum di kalangan mahasiswa semester 1. Implikasi dari pemahaman domisili ini sangat penting, khususnya dalam konteks hak dan kewajiban sebagai warga negara. Mahasiswa sebagai subjek hukum harus mampu mengintegrasikan pengetahuan ini ke dalam pemahaman hak dan kewajibannya, tidak hanya dalam konteks pendidikan, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini memberikan landasan bagi perbaikan kurikulum PPKn untuk lebih efektif mengintegrasikan konsep-konsep hukum dalam pembelajaran, memastikan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang kokoh dan mendalam terkait domisili sesuai dengan tuntutan masyarakat dan negara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pembaruan kurikulum PPKn dan memberikan informasi berharga bagi lembaga pendidikan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai konsep domisili menurut hukum di Indonesia. Kata Kunci: Domisili, Pengetahuan Hukum, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Analisis Relevansi dan Adaptabilitas Modul Ajar Pendidikan Pancasila Shofiatul Thoriqoh Alfadillah; Syifa Luthfia Afif; Zayda Zahra Salsabilla; Deni Zein Tarsidi
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i4.146

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka mendorong guru untuk memanfaatkan modul ajar yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai acuan pembelajaran. Namun, pada prakteknya, banyak guru menggunakan modul tersebut secara langsung tanpa mengkaji relevansi dan adaptabilitasnya terhadap karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan adaptabilitas modul ajar Pendidikan Pancasila yang digunakan di sekolah dasar, khususnya ditinjau dari kemampuan belajar peserta didik, kondisi kelas, dan kebutuhan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran dan wawancara dengan guru kelas V sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun modul ajar telah disusun secara sistematis dan sesuai dengan capaian pembelajaran kurikulum, implementasinya belum sepenuhnya relevan dengan kondisi nyata peserta didik. Selain itu, modul ajar belum diadaptasi secara optimal untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar, termasuk peserta didik yang mengalami kesulitan membaca dan memiliki kebutuhan khusus. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peran guru dalam melakukan adaptasi modul ajar agar pembelajaran Pendidikan Pancasila dapat berlangsung secara bermakna, kontekstual, dan inklusif.
Social learning in karawitan education: contemporary patterns of cultural transmission in elementary schools of Surakarta Karsono Karsono; Khusnul Mutiara Wardani; Joko Daryanto; Endrise Septina Rawanoko; Deni Zein Tarsidi; Moh. Salimi; Brian Rusty Santosa
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol. 12 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jpsd.v12i2.a31644

Abstract

This study explores contemporary patterns of cultural transmission of gamelan among children in Surakarta through the interconnection between formal school learning and community-based learning. Using an ethnopedagogical perspective grounded in Social Learning Theory (Bandura, 1986), the research examines how observation, imitation, modeling, and reinforcement function as interconnected processes in karawitan education. Data were collected through an ethnographic approach that included interviews, observations, and visual documentation by observing extracurricular practices and gamelan learning activities in elementary school programs in Surakarta. The findings show that gamelan learning functions not only as musical instruction but also as a moral enculturation process, where collective practices cultivate social values such as rukun (harmony), gotong royong (cooperation), and tata krama (cultural respect). These findings affirm that the sustainability of Javanese musical heritage depends on active collaboration between schools and local communities, which transforms traditional music into a living pedagogical medium. Integrating traditional arts into formal education can foster mindful, meaningful, and joyful learning, a culturally grounded approach that blends skills, empathy, and collective happiness.
Kampus Benteng Pancasila sebagai Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan: Integrasi Nasionalisme dan Kewargaan Global Deni Zein Tarsidi; Bramastia Bramastia; Leo Agung Sutimin; Winarno Winarno; Djono Djono; Endrise Septina Rawanoko; Andrea Salsalova
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7779

Abstract

Gagasan Kampus Benteng Pancasila berangkat dari pertanyaan yang sederhana namun menentukan: bagaimana kampus dapat menjadi laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan yang mampu mengintegrasikan nasionalisme dan kewargaan global tanpa menjadikan keduanya saling meniadakan. Artikel ini bertujuan menjelaskan mekanisme integrasi tersebut melalui desain kualitatif dengan metode studi kasus di Universitas Sebelas Maret. Data dihimpun dari analisis dokumen institusional dan dokumen program, observasi pada ruang serta aktivitas kampus yang berfungsi sebagai simpul nilai, dan wawancara semi-terstruktur dengan civitas akademika (pengelola program, dosen, dan mahasiswa lintas latar). Analisis tematik menunjukkan empat temuan utama: (1) Pancasila bekerja sebagai pengalaman ruang yang menormalisasi perjumpaan lintas identitas; (2) integrasi nilai menguat ketika pembelajaran bergerak melalui pengalaman partisipasi yang disertai refleksi moral; (3) kewargaan global paling bermakna saat berjangkar pada tanggung jawab kebangsaan dan diterjemahkan ke isu-isu publik yang dialami mahasiswa; (4) kualitas dialog dan rasa diakui menjadi prasyarat agar keterlibatan tidak jatuh ke kepatuhan seremonial. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini menawarkan konsep “arena integrasi” sebagai model kerja kampus melalui ruang proyek kewarganegaraan, pengalaman, refleksi, dan dialog dirajut sebagai rangkaian cara untuk membentuk nasionalisme yang matang dan kewargaan global yang membumi. Keterbatasan studi ini terletak pada sifatnya sebagai kasus tunggal dan belum menelusuri dampak jangka panjang, sehingga riset komparatif lintas kampus dan studi longitudinal disarankan untuk menguji ketahanan mekanisme integrasi serta menyusun indikator operasional yang lebih tajam.
Pengaruh Interaksi Pendekatan Deep Learning dan Social-Emotional Competence terhadap Pemahaman Konsep Sains Siswa Sekolah Dasar Rika Ayumawarsih; Sarwanto Sarwanto; Deni Zein Tarsidi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4873

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh interaksi antara penggunaan pendekatan deep learning dan social-emotional competence (SEC) terhadap pemahaman konsep sains siswa sekolah dasar se-Kecamatan Grogol. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental faktorial 2×2 digunakan untuk menganalisis efek interaksi antara dua faktor tersebut. Subjek penelitian terdiri atas 144 siswa kelas V dari empat sekolah dasar negeri di Kecamatan Grogol yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Faktor A adalah pendekatan pembelajaran (deep learning dan pembelajaran diferensiasi) dan Faktor B adalah tingkat SEC (tinggi dan rendah). Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes pemahaman konsep sains berbentuk pilihan ganda beralasan dan kuesioner SEC yang diadaptasi dari kerangka CASEL. Data dianalisis menggunakan Two-Way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang signifikan antara pendekatan deep learning dan SEC terhadap pemahaman konsep sains (F = 8.73, p < .05). Siswa dengan SEC tinggi memperoleh manfaat yang lebih besar dari pendekatan deep learning dibandingkan siswa dengan SEC rendah. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas pendekatan deep learning dalam meningkatkan pemahaman konsep sains tidak bersifat seragam, melainkan bergantung pada tingkat SEC yang dimiliki siswa.
UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK SUKSESI KRATON SURAKARTA MELALUI PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL Dirga Candra Styawan; Deni Zein Tarsidi; Muhammad Hendri Nuryadi
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v5i2.8013

Abstract

The succession conflict at the Surakarta Palace following the deaths of Pakubuwana XII and XIII threatens cultural cohesion and institutional stability. This study aims to formulate a conflict resolution strategy through the Javanese local wisdom approach. Employing a qualitative method with literature review techniques, this research analyzes power dynamics, root causes of the dispute, and the relevance of cultural values in contemporary contexts. The theoretical framework integrates sociological perspectives that view conflict as an inherent phenomenon and a functional mechanism driving social transformation. Findings indicate that effective resolution requires two complementary mechanisms: first, internal family dialogue within the palace that internalizes the principles of consensus-based deliberation, respect for traditional hierarchy, and harmony; second, the involvement of a neutral third party as a cultural mediator to ensure objectivity and alignment with customary regulations (paugeran). The synergy of these approaches produces a legitimate and sustainable resolution model. Succession conflict is thus reframed not as a threat of disintegration, but as an opportunity for institutional revitalization. Implementing this strategy strengthens the Surakarta Palace's role as a guardian of adaptable Javanese civilization, while demonstrating the continued relevance of local wisdom in modern conflict management.
Co-Authors Adib Nur Fakhrian Adinda Valerina Tahta Agustin, Putri Andrea Salsalova Andrea Salsalova Anshory, Meilana Umi Ari Wahyu Kusumajati Armedia Desita Lestari Ati Aryani Aulia Rahma Itsnaningtyas Ayu Susilowati Ayumawarsih, Rika Azhar Nur Fitriani Azizah Malika Salsabilah Bagas Priyambodo Berta Putri Aprilia Bondan Wira Pranatama Bramandita Restu Fauzan Bramastia Bramastia Bramastia Bramastia, Bramastia Brian Rusty Santosa Brian Rusty Santosa Citra Indri Pramesti Regina Damasa Fida Anggra Dewi Daryati Daryati, Daryati Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Dea Ayu Scarleta Delila Kania Delila Kania, Delila Denada Dian Saraswati Desi Fitri Utami Dessy Ayu Artika Desy Nur Afriyani Dina Ernawati Dinda Demes Sagita Dirga Candra Styawan Djono Djono Djono Djono Djono Eka Dayani Yulianti Eki Karuniawati Elida Rifghana Nur Elvina Fitria Afifah Elvira Aulia Rahma Endrise Septina Rawanoko Endrise Septina Rawanoko Ersalina Widya Rahma Ervina Maharani Galang Budi Prakoso Gilang Surya Leksana Henny Widiawati Heri Wibowo Hidayati, Isnaini Nurul Hieronymus Purwanta Ida Purnama Sari Indah Kurniasari Joko Daryanto Joko Daryanto Joko Daryanto Karim Suryadi Karim Suryadi Karsono Karsono Keyla, Zifora Putri Kharisma Ingera Millennia Khusnul Mutiara Wardani Kurnia Sri Wahyuni Laila Inayatul Isnaini Leo Agung Sutimin Leo Agung Sutimin Lina Ariani Lindha Puspitaning Cahya Luvy Cahyani Maya Candra Dewi Ma’ruf Nur Ramadan Moh Salimi Muhamad Tegar Fadhilah Muhammad Hendri Nuryadi Muhammad Ilman Nashir Muhammad Ridwan Maulana Muhammad Zahran Ramadhan Mumtaza, Izzatun Nuha Munna Indra Lisa Nadya Qonita Syahira Naila Miftakhul Janah Najwa Anggari Namira Shifa Chaerunnisa Natasya Megumi Neo Fanda Bintang Purnalyta Nilam Cahya Sholikah Nita Dwi Ariyanti Nova Noer Cahyani Novyta Puspasari Nur A'ini Nur Endratno, Sholichin Nur Fadhilah Nur Mala Ni’matul Fadhilah Nur Rahma Nugraheni Nur Saudah Nur Setyo Jatiningtyas Nurcahyani, Oktavia Nurlaely Wulan Rahmawati Nurul Wahidah Pipit Hanifah Putri Ardila Nurvitasari Putri, Faradila Arfina Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Raihana Aisyah Rawanoko, Endrise Septine Refi Sofiana Rifqy Ali Alfauzan Rika Ayumawarsih Riski Andita Putri Risma Dwi Astuti Rivan Kusnan Haris Salahudin Riyadi Riyadi Rofi’ah Putri Kusumastuti Rosilah Minarsyil Rosita Putri Damayanti RR. Ella Evrita Hestiandari Sabrina Salma Fida Sahitya Indriati Pratiwi Sahra Suqyaa Rahmatina Salma Nabilah Rachmawati Salma Zahratun Nisa Salsa Billa Ajrina Salsabila Mar’atu Nurfatihah Salsabilah Nethia Putri Salsalova, Andrea Sanaz Rena Dipta Sahara Sarwanto Sarwanto Selvyana Mahita Sari Setyorini, Winda Putri Shafira Maya Relegia Shelly Nur Yulianti Shofiatul Thoriqoh Alfadillah Silfia Yahrotus Salsabila Silvia Rizki Oktavia Sjam, Darda Abdullah Stefani, Nindi Ardhita Suderajat Fivan Imani supianto supianto Sutimin , Leo Agung Sutimin, Leo Agung Syaffatus Novitryana Arta Putri Syafitri Aisyah Ardhia Putri Syifa Luthfia Afif T Heru Nurgiansah Tita Putri Nur Fadhilah Tri Sutantina Triyanto Triyanto Triyanto, Triyanto Viola Puspita Sari Waskitho, Olivia Marcha Wibawa, Fadhila Khamistya Widarsih Widya Gustian Ramadhanty WINARNO Winarno Winarno Winarno Winarno Winarti Rusviani Wirdiyana, Nina Yesa Angelina Maharani Yolanda Cahya Saputri Yunia Parmastuti Yusuf Nurhidayat Zahrotunnisa’ Zakiyyah Afrahas Sholikhah Zakki Abdillah Sjam Zakki Abdillah Sjam Zayda Zahra Salsabilla Zulfa Aswida Najib