Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di sekolah dasar memerlukan media yang konkret, kreatif, dan dekat dengan pengalaman belajar siswa. Praktik pembelajaran yang terlalu bergantung pada buku teks berpotensi membuat siswa pasif, sedangkan lingkungan sekitar menyediakan bahan belajar yang dapat diolah menjadi media kolase. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan media kolase berbasis lingkungan sekitar dan motivasi belajar serta menganalisis pengaruh keduanya terhadap hasil belajar SBdP siswa kelas IV SDN 1 Ranomeeto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Sampel penelitian adalah 46 siswa kelas IV, terdiri atas kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, angket motivasi belajar, observasi penggunaan media kolase, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, linearitas, serta regresi dengan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol pada variabel hasil belajar, penggunaan media kolase, dan motivasi belajar. Penggunaan media kolase berbasis lingkungan sekitar berpengaruh positif terhadap hasil belajar SBdP dengan nilai signifikansi 0,000 dan kontribusi sebesar 41,1%. Motivasi belajar juga berpengaruh terhadap hasil belajar dengan kontribusi sebesar 56,6%. Model regresi pada kelas eksperimen menunjukkan hubungan kuat dengan R sebesar 0,842 dan R2 sebesar 0,710. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media kolase berbasis lingkungan sekitar dan motivasi belajar dapat menjadi strategi pembelajaran SBdP yang kontekstual, murah, dan efektif untuk meningkatkan pengalaman belajar seni di sekolah dasar.