Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation Of A Waste Bank Management Program In The South Tangerang City Area (Study In Benda Baru Subdistrict) Susanto; Riau, Dwi Putranto; Budiati, Ayuning
Sinergi International Journal of Law Vol. 2 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/law.v2i2.140

Abstract

This research aims to analyze the implementation of the waste bank management program and the waste bank management model in Benda Baru Subdistrict, South Tangerang City. This research uses a qualitative approach, data collection techniques using observations, in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD) and documentation. The sampling technique used in this research was purposive sampling. The informants consisted of 5 groups of informants, namely the Environmental Service, Village Employees, Waste Bank Managers, Environmental Monitoring Institutions and the Community of Banda Baru Village, South Tangerang City. This research uses the Miles and Huberman Model Qualitative Data Analysis Technique where the implementation of the waste bank management program uses policy implementation theory from George C. Edwards III, namely four variables in public policy, namely Communication, Resources, attitudes (dispositions or attitudes) and bureaucratic structure and Van Horn Theory. The latest in this research is the collaboration between the use of information technology and public policy regarding waste bank management. Waste bank management model to implement a waste bank management program by including information technology elements in the information flow, sorting/sorting flow, bookkeeping flow and customer deposit distribution flow at the waste bank. Meanwhile, the model for implementing the waste bank management program in the flow of collecting or purchasing waste from local government waste banks requires establishing a Regional Owned Enterprise or regional company that specifically handles waste produced from waste banks. This has a massive impact on the green economy concept to improve community welfare.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN E-LITIGASI DI LEMBAGA BANTUAN HUKUM UNGGUL TANGERANG SELATAN GUNA MENINGKATKAN PROFESINALISME DALAM RANGKA PENDAMPINGAN MASYARAKAT PENCARI KEADILAN MELALUI APLIKASI KOMPUTER Yanto, Oksidelfa; Susanto, Susanto; Darusman, Yoyon M.; Wiyono, Bambang; Gueci, Rizal S.
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 1 No. 2 (2020): ABDIMAS April 2020
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ABMAS.v1i2.p1-9.y2020

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berjudul “Sosialisasi dan Pelatihan E-Litigasi di Lembaga Bantuan Hukum Unggul Tangerang Selatan Guna Meningkatkan Profesionalisme dalam Rangka Pendampingan Masyarakat Pencari Keadilan Melalui AplikasiKomputer” adalah sebagai upaya pemenuhan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan di LBH Unggul yang berdomisili kantor di Villa Pamulang Jl. Ismaya II Blok U 11 No 29 Pamulang, Tangerang Selatan, Banten pada tanggal 24 November 2019.Berdasarkan hal di atas, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan informasi dan atau tambahan pengetahuan mengenai sistem e-litigasidalam rangka mendukung penggunaan teknologi di Pengadilan merupakan suatu hal yang bermanfaat. sebagai wujud eksistensi Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk memberikan konstribusi besar kepada pengembangan dan penerapan ilmu kepada masyarakat.Metode yang digunakan pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa ekspositori yaitu penyampaian materi secara verbal dan inquiry yaitu pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kreatif kritis dan analitis terkait penggunaan sistem elitigasidalam peradilan cepat untuk menghindari pungutan liar serta peluang korupsi yang mungkin terjadi di Pengadilan.Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat yang diperoleh adalah beberapa pengacara yang tergabung dalam LBH Unggul sudah mulai mendaftarkan akun e-courtnya dan menambah pengetahuan dalam penggunaan fitur-fitur dalam sistem e-court dan elitigation.Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran serta informasi berkaitan dengan cara penggunaan sistem e-litigation sebagai fasilitas berbasis teknologi dalam upaya pembayaran perkara serta birokrasi lainnya dengan basis online kepada pengacara di LBH agar dapat menyelesaikan kasus perkara lebih efisien dan cepat.Kata Kunci : Pengabdian, E-Litigation, Pengadilan, Teknologi
MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL RAMAH HUKUM Susanto, Susanto; Darusman, Yoyon M; Bachtiar, Bachtiar; Gueci, Rizal S; Santoso, Bambang
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 2 No. 1 (2020): ABDIMAS Desember 2020
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ABMAS.v2i1.p72-78.y2021

Abstract

Seiring dengan zaman yang serba modern ini, banyak dijumpai nyinyiran, hinaan,cacian, serta makian beredar di mana-mana khususnya di media sosial. Padahalkonsekuensi dari perbuatan itu akan didapati konflik panjang antara pelaku dan korban.Bahkan ghibah yang sudah jelas-jelas dilarang agama, malah sudah menjadi tradisipameran di media sosial. Bangsa kita sudah tidak asing lagi dengan adanya ghibahyang beredar di media sosial. Mulai meng-ghibahkan tokoh politik, tokoh ekonomi,bahkan tokoh agama sekalipun. Fenomena seperti itu membuat para pendukung korbansemakin membenci pelaku dan klimaks pun tak bisa dihindari. Hingga akhirnyamuncul perpecahan sesama saudara. Hal tersebut terjadi akibat kurang cerdasnyaseseorang dalam menggunakan media sosial. Bahaya ghibah secara langsung sudahtermaktub dalam al-Quran surat al-Hujurat ayat 12 Allah berfirman: “Wahai orangorang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagianprasangka itu dosa dan janganlah kamu mencaricari kesalahan orang lain dan janganlahada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamuyang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, MahaPenyayang.” Adapun, pelaksanaan kegiatan terbagi dari beberapa kategorisasi seperti:1. Tahap Pra Pelaksanaan: a. bahwa tim pengabdi men-survey lokasi ke DesaPedeslohor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal guna berdiskusi perihal jadwal,peserta dan tema. b. bahwa tim pengabdi, mempersiapakan peralatan dan perlengkapanseperti laptop, spidol, dan papan tulis/kertas besar, proyektor dan plakat penghargaankepada tuan rumah serta konsumsi untuk seluruh peserta dan pihak terkait. c. bahwatim menghitung dan merencanakan anggaran belanja termasuk modal awal, post biayaoperasional dan biaya lain yang dianggap perlu. 2. Tahap Pelaksanaan: bahwa timpengadbi akan menggunakan metode ceramah, metode tanya-jawab interaktif danmenggunakan metode role playing; 3. Tahap Paska Pelaksanaan: bahwa tim akanmembuat laporan akhir kepada tiga pihak yakni: Desa Pedeslohor, tim pengabdi danpihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.Kata Kunci : Media Sosial, Manfaat, Mudarat
Perlindungan Hukum Yang Terdaftar Darusman, Yoyon M; Wiyono, Bambang; Bastianon, Bastianon; Bachtiar, Bachtiar; Susanto, Susanto; Pratama, Panduma Putra; Defruzer, Defruzer; Wahyono, Dhoni Presti; Susanti, Nova; Gunawan, Gunawan
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 3 No. 2 (2022): ABDIMAS April 2022
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ABMAS.v3i2.p62-66.y2022

Abstract

Keberadaan merek sangat penting untuk pelaku UMKM. Merek berfungsi sebagai identitas sebuah produk barang atau jasa. Lebih jauh lagi, merek juga dapat dilisensikan atau waralaba sehingga menjadi sumber penghasilan langsung berupa royalti. Merek juga dapat menjadi aset bisnis yang sangat berharga dan menambah pendapatan, karena merek itu sendiri memiliki nilai ekonomis yang berbanding lurus dengan reputasi yang telah dibangun, Dengan melihat pada manfaat-manfaat sebagaimana disebutkan di atas, sudah sepatutnya setiap merek yang melekat pada barang/jasa didaftarkan. Namun, rendahnya pemahaman dan minimnya edukasi mengenai pendaftaran merek bagi masyarakat menjadi masalah utama yang menyebabkan masyarakat enggan melakukan pendaftaran merek. Padahal, legalitas dapat membuat bisnis lebih berkembang dan terhindar dari sengketa yang merugikan. Bahkan seringkali pelindungan terhadap kekayaan intelektual, khususnya merek, baru diurus setelah produk atau usaha yang dijalankan telah sukses atau menjadi terkenal. Prinsip tersebut tidak tepat karena berpotensi mengakibatkan nama, logo, atau produk yang dimiliki ditiru oleh orang lain dan menyebabkan bisnis kehilangan identitasnya. Solusi untuk mengatasi rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan mereknya adalah dengan melakukan sosialisasi hukum yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari mulai pemerintah, akademisi, penyedia layanan hukum, hingga masyarakat itu sendiri. Melalui keterlibatan berbagai pihak maka penyelesaian masalah hukum dapat teratasi. Dalam kesempatan ini, dilaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Karawang. Tema yang diangkat adalah Sosialisasi Pendaftaran Merek bagi Pelaku UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendaftaran merek dan tata cara pendaftaran merek secara online. Tidak hanya mengangkat pendaftaran merek dari segi teknis, narasumber juga akan memaparkan mengenai merek yang tidak dapat didaftar dan merek yang ditolak, agar peserta memiliki pemahaman mengenai pendaftaran merek dari sisi substantif, sehingga mengurangi kemungkinan merek yang diajukan mengalami penolakan ataupun tidak dapat didaftar. Target peserta adalah pelaku usaha UMKM di wilayah Kabupaten Karawang. Dalam hal ini, dilakukan kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Koperasi dan UKM setempat agar didapat target peserta yang sesuai.
Perlindungan Hukum Merek Terdaftar Susanto, Susanto; Darusman, Yoyon M; Wiyono, Bambang; Iqbal, Muhammad; Benazir, Dyas Mulyani; Respati, Keti; Siagian, Erick Cristian Fabrian; Kadafi, T. Muamar; Saputro, Irawan; Meigi, Meigi
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 3 No. 2 (2022): ABDIMAS April 2022
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ABMAS.v3i2.p85-90.y2022

Abstract

Salah satu bentuk standarisasi hukum HKI adalah TRIPs (Trade Related Aspects of Intellectual Property Right) TRIPs merupakan kesepakatan internasional yang paling lengkap berkenaan dengan perlindungan HKI. TRIPs Agreement juga mengadopsi konvensikonvensi di bidang HKI yaitu Paris Convention dan Berne Convention (dua konvensi utama di bidang copyright dan industrial property). Permasalahan yang sering muncul dalam dunia usaha adalah ketika terjadi sengketa antara dua pemegang hak merek dan indikasi geografis (IG), dimana pihak satu menganggap sebagai pemegang hak merek dan IG yang sah dengan bukti sertifikat atas merek dan sedangkan pihak yang lain beranggapan bahwa dialah pemegang hak merek IG yang sesungguhnya hanya saja belum mendaftarkan merek dan IG nya di Indonesia. Disinilah peran Negara dalam hal ini DJKI melindungi terhadap Kekayaan Intektual (KI) yang dimiliki oleh setiap pemilik atau pemegang KI yang sah. Untuk lebih mengetahui tentang merek Indikasi Geografis (IG) dan bagaimana perlindungan merek dan IG di Indonesia, Maka dalam hal ini baik pedoman maupun undang-undang yang dipakai harus benarbenar diterapkan dalam proses mendapatkan pengesahan merek dan IG dalam hal ini Sertifikat merek dan IG, sehingga dalam mengajukan merek dan IG seperti apa saja yang Tidak Dapat Didaftar dan Ditolak menurut Pasal 20, Undang Undang Merek Tahun 2016 Merek dan Indikasi Geografis.
Construction of Consumer Protection Against Illegal Online Loan Transactions As a Means of IUS Constituendum in Indonesia Imanuddin, Iman; Anggraeni, RR. Dewi; Fridayani; Susanto
Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan Vol. 11 No. 3: December 2023 : Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ius.v11i3.1312

Abstract

The rise of illegal online loans has caused a lot of harm to consumers. Some argue that the OJK as a regulator in the field of financial services is considered incapable of protecting consumers. The research method, normative juridical approach with laws and regulations analyzed qualitatively. The conclusions obtained are, first, the regulation of consumer legal protection for online loans according to Indonesian law is carried out by applying the principles of transparency, fair treatment, reliability, confidentiality, and security of consumer data/information. Second, legal protection for online loan recipients is carried out preventively through regulation and supervision, as well as providing information and education to the public about the characteristics of illegal online loans. Repressive legal protection can be carried out by imposing administrative, civil, and criminal sanctions. Suggestions that can be conveyed are that the OJK needs to increase stricter supervision of online loan providers and that laws and regulations are needed that are higher than the existing laws and regulations.
Uang Panai in Bugis Wedding Traditions Marwing, Anita; Susanto
Hikmatuna : Journal for Integrative Islamic Studies Vol 10 No 2 (2024): Hikmatuna: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2024
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/hikmatuna.v10i2.8908

Abstract

This study analyses the implementation of Bugis community marriage in Malangke in accordance with the maqashid al-syariah. This study uses qualitative research with primary data from traditional, religious, and community leaders. The implementation of Bugis community marriage through cultural Islamization so as not to conflict with Sharia. In culture, there are benefits for both the wife and husband. This kind of marriage culture is called al-adah al-sahihah or al-urf al-sahih, namely good customs and can be used as legal considerations. In community marriage, there is a Mappasikarawa or mappasiluka (first contact) section, following the hadith of the Prophet Muhammad SAW, who gave instructions to husbands when they were about to marry a woman, they should hold her crown, read the basmalah, pray for blessings and read. In addition, Mappassau Botting and Cemme Passili (caring for and bathing the bride) are in accordance with the principle of maqasid al-syariah of descent (Nasl). The dowry in maqashid al-syariah is classified as maslahat tahsiniyyat, a benefit based on beautifying relationships. The tradition of giving dowry can be justified according to Islamic law as a form of upholding the value of family honour. Maqashid al-syariah and marriage of the Bugis community to realize goodness while avoiding evil or bringing benefits (maslahah).
Uang Panai in Bugis Wedding Traditions Marwing, Anita; Susanto
Hikmatuna : Journal for Integrative Islamic Studies Vol 10 No 2 (2024): Hikmatuna: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/hikmatuna.v10i2.8908

Abstract

This study analyses the implementation of Bugis community marriage in Malangke in accordance with the maqashid al-syariah. This study uses qualitative research with primary data from traditional, religious, and community leaders. The implementation of Bugis community marriage through cultural Islamization so as not to conflict with Sharia. In culture, there are benefits for both the wife and husband. This kind of marriage culture is called al-adah al-sahihah or al-urf al-sahih, namely good customs and can be used as legal considerations. In community marriage, there is a Mappasikarawa or mappasiluka (first contact) section, following the hadith of the Prophet Muhammad SAW, who gave instructions to husbands when they were about to marry a woman, they should hold her crown, read the basmalah, pray for blessings and read. In addition, Mappassau Botting and Cemme Passili (caring for and bathing the bride) are in accordance with the principle of maqasid al-syariah of descent (Nasl). The dowry in maqashid al-syariah is classified as maslahat tahsiniyyat, a benefit based on beautifying relationships. The tradition of giving dowry can be justified according to Islamic law as a form of upholding the value of family honour. Maqashid al-syariah and marriage of the Bugis community to realize goodness while avoiding evil or bringing benefits (maslahah).
Pembangunan Ekosistem Pendukung UMKM di Dataran Tinggi Dieng : Integrasi Aspek Hukum, Literasi Keuangan, dan Teknologi Produksi Susanto; Iswadi, Didik; Pramadjaya, Angga; Mulya Adhi Pradana, Fajar
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol. 8 No. 1 (2025): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/j.pdl.v8i1.53569

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun ekosistem yang komprehensif guna mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, UMKM di wilayah ini sering menghadapi kendala signifikan, termasuk kurangnya legalitas usaha, keterbatasan akses terhadap literasi keuangan, dan penggunaan teknologi produksi yang masih tradisional. Pendekatan pengabdian kepada masyarakat ini mengintegrasikan tiga pilar utama: aspek hukum, literasi keuangan, dan teknologi produksi. Pada pilar pertama, kami memberikan pendampingan dalam pengurusan izin usaha dan hak kekayaan intelektual (HKI) untuk memastikan legalitas dan perlindungan produk UMKM. Pilar kedua berfokus pada peningkatan literasi keuangan melalui lokakarya tentang pengelolaan keuangan dasar, akses permodalan, dan penggunaan layanan perbankan digital. Terakhir, pilar ketiga menekankan adopsi teknologi produksi yang inovatif dan efisien, seperti otomatisasi sederhana dan penggunaan peralatan modern untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga aspek tersebut. Para pelaku UMKM kini memiliki legalitas usaha yang jelas, menunjukkan peningkatan pemahaman dalam mengelola keuangan, dan telah mengadopsi metode produksi yang lebih efisien. Intervensi terpadu ini berhasil menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan, memungkinkan UMKM di Dataran Tinggi Dieng untuk bersaing lebih efektif di pasar lokal maupun regional.
Pengelolaan Petty Cash Keuangan Perusahaan Di SMK Arrahmaniyah Tonjong Bogor Sairin; Chotamul Fajri; Susanto
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i3.53473

Abstract

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seringkali tidak memiliki informasi yang cukup ketika sudah lulus dan memasuki dunia kerja..Sehingga para siswa / siswi perlu mendapatkan bimbingan dalam pengelolann keuangan mereka setelah mendapatkan pekerjaan di perusahaan.. Program ini bertujuan untuk membantu lulusan SMK dalam pengelolaan petty cash keuangan perusahaan. Dengan memberikan bimbingan praktis dan informasi yang relevan, program ini diharapkan dapat mendukung lulusan dalam membuat laporan petty cash atau kas kecil yang tepat di perusahaan.. Metode Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, antara lain melakukan studi pendahuluan, mengadakan pelatihan dan workshop bagi para siswa yang akan lulus dari SMK Arrahmaniyah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan perspektif langsung dari para ahli dan praktisi mengenai pengelolaan petty cash keuangan perusahaan. Hasil pengabdian yang diharapkan lulusan SMK mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana meraka bisa megelola keuangan dan membuat laporan petty cash perusahaan., Sehingga Lulusan dapat memperoleh pemahaman pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola keuangan perusahaan.
Co-Authors ., Mukrodi Achmad Mubarok Achmad Mubarok, Achmad Ade Saputra Agung Muhammad Agung Nugroho Agus Salim Ahmad Sopian, Ahmad Akbar Faisal Karim Akhmadi, Andika Kharis Ali Imron Ali Mubarok Ali Mubarok Amelia Haryanti Amilia Suryanita Andika Kharis Akhmadi Anggraeni, RR Dewi Anggraeni, RR. Dewi Anita Marwing, Anita Apriansyah, Muger Aria Dimas Harapan Arifin, Muhammad Wafatajul Arifudin arifudin Arifudin Arifudin Ayuk Ayus Istingadah Ayuning Budiati Bachtiar Bachtiar Bachtiar Bachtiar Bachtiar Bachtiar Bambang Santoso Bambang Santoso Bambang Santoso Bambang Wiyono Bambang Wiyono Bambang Wiyono Bambang Wiyono, Bambang Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon, Bastianon Bastinaon Bastinaon Beli Isnaeni Belly Isnaeni Benazir, Dyas Mulyani Bhanu Prakash Nunna Boniarta Samosir Budi Kristian Cannavaro, Rian Chotamul Fajri Chotamul Fajri Chotamul Fajri Corry Nata Dadan Herdiana Dadan Herdiana Dadan Herdiana Defruzer Defruzer Defruzer, Defruzer Dhoni Presti Wahyono Dian Eka Prastiwi Dian Ekawati Dian Yusuf Ponco Saputro Didik Iswadi, Didik Dimas Semantri Dyas Mulyani Benazir Dyas Mulyani Benazir Dyas Mulyani Benazir Dyra Mayang Sukhma Eka Martiana Wulansari Elmer Micu Soriano Ema Farida Endi Arofa Erick Cristian Fabrian Siagian Fajar Mulya Adhi Pradana Fajri, Chotamul Farida, Ema Ferziyansah Fridayani Fridayani Fridayani Ghifari Ridhaimaduddin Majid Gregorius Hermawan K Gregorius Hermawan Kristyanto Gueci, Rizal S Gueci, Rizal S. Gumelar Dewi Larasati Gunartin Gunartin Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Hadi Supratikta Hadi Sutopo Hanne Puspita Berliane Susanti Hatorangan, Belly Herdiana, Dadan Herlansyah, Riki Hermawan, Widiantoni Iin Indriani Iin Indriani IIN INDRIANI Imanuddin, Iman Indriani, Iin Irawan Saputro Irawan Saputro Isnu Harjo Prayitno Kadafi, T. Muamar Kartono Kartono Keti Respati Khuzaeni Kristian, Budi Kurniasih, Cicih Larasati, Gumelar Dewi Lely Zakiah Gunsar Lisnawati Lisnawati Loisa Diana Raya M. l Aidi Majid, Ghifari Ridhaimaduddin Mardin Sipayung Matheus Raditya Chrisputranto Meigi Meigi Meigi, Meigi Mochammad Imron Awalludin Moh Sutoro Moh. Sutoro Mohamad Duddy Dinantara Mohamad Duddy Dinantara Muger Apriansyah Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Iqbal Muhammad Duddy Dinantara Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jagad Khonjogo Muhammad Wafatajul Arifin Muhammad, Agung Muis, Muhamad Ibnu Syukur Mulya Adhi Pradana, Fajar Nardi Sunardi Neni Ruhaeni Neni Sri Imaniyati Nova Susanti Nova Susanti Noviyanti Noviyanti Novriana Amran, Gita Nurhayati Okki Oktaviandi Oksidelfa Yanto Oksidelfa Yanto Oksidelfa Yanto Oktaviandi, Okki Panduma Putra Pratama Pramadjaya, Angga Pramesti, Silvia Pratama, Panduma Putra Priyantoro, Cici Purmanto Purmanto Putri Novita Sari Putri Novita Sari Raditya Feda Rifandhana, Raditya Feda Rahma Yunita Rahma Yunita, Rahma Respati, Keti Riandi Pratama MZ Riau, Dwi Putranto Rizal S Gueci Rizal S. Gueci Roberto Rossi Romadhani, Zakaria Rosa Lesmana Rudi Wahyudi Sahroni Sahroni Sahroni Sahroni Sahroni Sahroni Sairin Sairin Sairin Sairin Sairin Samsul Anwar Samuel Soewita Sanjaya, Endang Saputro, Dian Yusuf Ponco Sarwani Sarwani Septi Anjarwati Sholekhah, Elok Faradina Isnawaty Siagian, Erick Cristian Fabrian Slamet Afandi Soewita, Samuel Subarto Subarto, Subarto Suciati Muanifah Suhendar Suhendar Suhendar Suhendar, Suhendar Suhendra Anjar Dinata Sukhma, Dyra Mayang Sulistio Nugroho, Gandung Supriyatna, Wawan Surya - Marthadinata Susanti, Hanne Puspita Berliane Suworo Suworo T. Muamar Kadafi Tarwijo Tarwijo Tato Setiawan Tato Setiawan Threesna Setyady Tiara Aninditha Tommi Santoso Tri Ramdani , Friki Turnya Vivi An’nisa Hanan Santoso Wahono Widodo Wahono Widodo Wahyono Wahyono Wahyono, Bambang Angkoso Wahyono, Dhoni Presti Wahyu Wicaksono, Filipus Waruwu, Jhonatan Aditia Wawan Supriyatna Wawan Supriyatna Wendy Asswan Cahyadi Wiwik Hasbiyah Wongsowinoto, Fridayani Yanuary, Yoga Ars Yayan Sudaryana Yoga Ars Yanuary Yoyon M. Darusman Yoyon Mulyana Darsuman Yoyon Mulyana Darusman Yulian Bayu Ganar Yulian Bayu Ganar Yulian Bayu Ganar Yusuf Supardi Yuzon Sutrirubiyanto Nova Zakaria Romadhani Zulfitra - Zulfitra Zulfitra Zulfitra Zulfitra Zulfitra Zulfitra Zulfitra