Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI E-COURT UNTUK PARALEGAL DI LEMBAGA BANTUAN HUKUM "UNGGUL" Herdiana, Dadan; Susanto, Susanto; Iqbal, Muhamad; Indriani, Iin; Supriyatna, Wawan
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v2i1.8781

Abstract

Pengabdian ini berjudul Pelatihan Penggunaan Aplikasi E-Court untuk paralegal di Lembaga Bantuan Hukum Unggul Kota Tangerang Selatan. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan aplikasi E-Court khususnya untuk para pengurus dan paralegal di Lembaga Bantuan Hukum Unggul Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dan praktik penggunaan E-Court dan diskusi dengan para paralegal dan pengurus LBH Unggul. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa LBH Unggul akan dapat memaksimalkan peran dan fungsinya sebagai fasilitator bagi para pencari keadilan dengan cepat, hemat dan efisien melalui Aplikasi E-Court selain dari itu paralegal yang bertugas di LBH Unggul mendapatkan tambahan pengetahuan dibidang Teknologi Informasi khususnya dibidang Hukum melalui Apliakasi E-Court.
PEMBINAAN, PEMBIMBINGAN DAN PENDAMPINGAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM (ABH) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (LPKA Kelas 1 Tangerang) Darusman, Yoyon M; Wiyono, Bambang; Susanto, Susanto; Mubarok, Achmad; Muhammad, Agung; Akhmadi, Andika Kharis; Saputro, Dian Yusuf Ponco; Majid, Ghifari Ridhaimaduddin; Susanti, Hanne Puspita Berliane; Arifin, Muhammad Wafatajul; Oktaviandi, Okki; Yunita, Rahma; Widodo, Wahono; Yanuary, Yoga Ars
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i2.20323

Abstract

Anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan suatu bangsa dan negara. Maraknya anak yang berkonflik dengan hukum yang dapat merusak sistem masyarakat khususnya masyarakat Indonesia yang dilakukan oleh anak dibawah umur 18 tahun dan akibat kenakalannya tersebut, seorang anak harus berhadapan dengan hukum dan masuk ke Lembaga Pemasyarakatan Anak. Dengan demikian, perlu adanya perubahan paradigma dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum, antara lain didasarkan pada peran masyarakat, pemerintah, dan lembaga negara lainnya yang berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan khusus pada anak yang berhadapan dengan hukum. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak mengemukakan prinsip-prinsip umum perlindungan anak, yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, kelangsungan hidup dan tumbuh kembang, dan menghargai partisipasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya tentang Pembinaan, Pembimbingan, Dan Pendampingan Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum (ABH) Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti.Kata Kunci: Anak, Pembinaan, Pembimbingan, Pendampingan dan SPPA
PENEGAKAN HUKUM DALAM PENYELEWENGAN DANA DESA KECAMATAN KARAWACI KABUPATEN TANGERANG SELATAN Kristian, Budi; Susanto, Susanto; Soewita, Samuel; Suhendar, Suhendar; Romadhani, Zakaria; Arifudin, Arifudin; Sari, Putri Novita; Sukhma, Dyra Mayang; Larasati, Gumelar Dewi
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i3.24844

Abstract

Banyaknya bantuan pemerintah yang dialokasikan untuk pembangunan desa merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah kepada desa namun dalam hal ini Potensi penyelewengan keuangan Desa, jelas sangat besar. Sebagaimana kajian dalam penulisan ini yaitu tentang tindak pidana penyelewengan dana desa di Kecamatan Karawaci. Hal ini tidak terlepas dari kelemahan pengawasan dari Aparat pemerintah kabupaten terhadap alur proses mengalirnya dana, di samping itu yang tidak kalah pentinggnya adalah Sumber Daya manusia dari Aparat Pemerintahan Desa itu sendiri yang pada umumnya lemah. Jumlah Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterima oleh Kepala Desa sangatlah kecil dan tidak sebanding dengan tanggungjawab kepala Desa yang diharapkan dapat mengorganisir pembangunan desa. Apalagi budaya pemotongan ADD oleh oknum birokrasi sehingga yang diterima oleh pemerintah desa menjadi kecil. antar waktu kepala desa tersebut dilakukan karena adanya jabatan kepala desa yang. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, Pengabdian Kepada Masyarakat ini untuk mengkaji secara lebih mendalam mengenai adanya mekanisme hukum tentang penyelewengan dana desa.Kata Kunci: Penegak Hukum, Penyelewengan, Dana Desa.
PENYULUHAN DAMPAK, UPAYA PENCEGAHAN BAHAYA NARKOBA DAN ATURAN HUKUM PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI SMP AL HIDAYAH Wiyono, Bambang; Susanto, Susanto; Darusman, Yoyon M.
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v4i1.28387

Abstract

Selain lingkungan di rumah, pergaulan di luar rumah juga berperan besar dalam pembentukan karakter anak remaja. Kebanyakan anak remaja cenderung mengikuti apa yang teman-teman mereka lakukan. Hal itu karena mereka masih mencari jati diri dan memiliki kecenderungan untuk mencoba banyak hal baru. Itulah mengapa penting bagi orang tua untuk memperhatikan pertemanan yang dimiliki anak di luar rumah, seperti di sekolah maupun di komunitas mereka. Pasalnya, bila sampai salah bergaul, anak remaja rentan sekali terjerumus ke dalam berbagai hal yang negatif. Salah satunya adalah narkoba.Generasi muda sebagai penerus bangsa diharapkan mampu memajukan bangsa melalui kecerdasan dan prestasinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar penyalahgunaan narloba dikalangan remaja SMP Al Hidayah tidak terjadi. Metode kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dimana narasumber kegiatan ini dari dosen dan mahasiswa Magister Hukum Universitas Pamulang. Hasil kegiatan ini siswa SMP Al Hidayah menjadi paham akan Bahaya narkoba, bentuk penyalahgunaan narkoba dan pencegahan akan narkoba sejak dini.Kata Kunci : Dampak Narkoba, Kesehatan, Kecerdasan, Remaja
Peran Perguruan Tinggi Dalam Membangun Budaya Literasi Pada Masyarakat Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang Semester Ganjil Tahun 2024/2025 Khuzaeni; Yusuf Supardi; Susanto
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i1.47072

Abstract

Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah RW.04 Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang. Tujuan PKM membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya literasi, mengetahui peran Perguruan Tinggi dalam membangun kesadaran literasi dan ingin mengetahui perkembangan membangun kesadaran budaya literasi kedepan pada Masyarakat RW.04 Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa ceramah, dipilih untuk memberikan penjelasan tentang “Budaya Literasi Membuka Cakrawala Dunia, tanya jawab, memungkinkan warga/masyarakat menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang literasi, dari para dosen yang menjadi pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat, sebagai dorongan agar masyarakat termotivasi dengan tema Budaya literasi membuka Cakrawala Dunia. Hasil dan pelaksanaan materi yang disampaikan Peran perguruan tinggi dalam membangun Literasi; Peran Pemerintah Desa dalam Literasi, Peran masyarakat dalam literasi, Taman bacaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan Taman bacaan merupakan sumber ilmu pengetahuan. Kesimpulan, RW 04 Desa Pagedangan sebenarnya sudah lama ingin mendirinkan Taman bacaan untuk masyarakat di sekitar rumahnya, naman terkenala dengan jalan atau tata cara pelaksanaan taman bacaan tersebut. Bahan bacaan berupa buku yang diperlukan, belum tersedia, namun dari segi lokasi atau tempat untuk pembuatan taman bacaan untuk masyarakat sekitar RW.04 tersedia dan memadai. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) masih sangat diperlukan dimasa yang akan datang, baik dalam rangka peningkatan kualitas taman bacaan atau tema yang lain sesuai dengan potensi yang ada di masyarakat Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan.
Sekolah Tanpa Bullying Program Edukasi dan Pendampingan untuk Mencegah Bullying di Sekolah Susanto; Ali Imron; Turnya
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i2.48909

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan prestasi akademik siswa. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan guna mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SMK Mitra Bhakti Husada Bekasi pada tanggal 14 April 2025, melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Metode pelaksanaan meliputi seminar, diskusi interaktif, dan pendampingan psikososial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dan guru terhadap konsep bullying serta komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Program ini diharapkan dapat menjadi model pencegahan bullying yang dapat direplikasi di sekolah lain.
Aspek Hukum Dalam Bisnis Digital Fajar Mulya Adhi Pradana; Wendy Asswan Cahyadi; Suhendra Anjar Dinata; Susanto; Turnya; Ema Farida
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i2.49132

Abstract

Transformasi digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana pemasaran dan distribusi produk. Namun, pemahaman terhadap aspek hukum dalam bisnis digital masih menjadi tantangan, terutama bagi pelaku usaha tradisional seperti UMKM Bu Sus di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan hukum bagi pelaku UMKM terkait perlindungan konsumen, hak kekayaan intelektual, kontrak elektronik, serta regulasi terkait transaksi digital. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyuluhan hukum, diskusi interaktif, dan konsultasi individu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap pentingnya kepatuhan hukum dalam aktivitas bisnis digital, serta kesadaran untuk mulai mendaftarkan merek dagang, menyusun perjanjian tertulis dengan mitra, dan memahami risiko hukum dalam transaksi daring. Penguatan aspek legal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar UMKM secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menegaskan perlunya sinergi antara akademisi, praktisi hukum, dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem bisnis digital yang inklusif, berdaya saing, dan taat hukum.
Sexual Gratification As A Serious Threat In Modern Criminal Reasoning On Aspects Of Judges' Considerations In Court Judgment Muhamad Iqbal; Susanto; Bhanu Prakash Nunna
Jurnal Jurisprudence Vol. 13, No. 2, December 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurisprudence.v13i2.1819

Abstract

ABSTRACT Objective: This research aims to examine and analyze the problem of sexual gratification as a serious threat in modern criminal reasoning. Methodology: In this research, the authors used a normative juridical method. This method was employed to examine many types of legal materials by referring to diverse norms found in legislation and encompassing several related legal principles, history, doctrine, and jurisprudence. Thus, this method applied a statutory approach. Finding: Over time, since all kinds of gifts within the scope of gratification have developed, the segmentation has become wider. This suggests that valuable facilities and objects are not only money and luxury facilities but also anything that can facilitate all kinds of individual biological needs, such as sexual. Sexual gratification, which originated from prohibited activities against the law with different scopes, such as prostitution, has now been targeted as a gift in the form of sexual facilities as an effort or reward for prohibited services provided by legal subjects in the Corruption Eradication Law. In relation to several things, in this aspect, the regulation in practice still has difficulty enforcing the law on the issue of gratification, considering the difficulty of providing evidence in the regulation. As such, an alternative step in this aspect is to find a legal breakthrough, one of which is using the judge's authority at the examination stage. As happened in Court Judgment Number 87/PID.SUS/TPK/2013/PN.BDG, the fact was discovered that one of the witnesses in court stated that the Defendant asked for sexual services every Thursday or Friday night, but this was not considered in legal considerations. In fact, her statement should have been used as evidence against the Defendant. For this reason, modern criminal reasoning in the form of adjustments to the development of sexual gratification crimes is an effort to protect the nation. In arrangements relating to gratuities, there is a context relating to "other facilities"; here, it is considered that the context of sexuality can be included in the realm of gratification. In the context of "means," it is often categorized as a form of tool to achieve a desired goal. Application of this study: It is expected that this research can support literacy in society in all segments in responding to developments in the context of gratification to carry out prevention and legal developments regarding society's need for protection from threats, especially regarding morality in society. Sexual gratification is considered to be a serious threat to the moral values that live in society, considering that sexual gratification is not only a loss to the state but also a threat to the norms of decency that live in society. Novelty/Originality: In contrast to previous research, this research focuses on aspects of sexual gratification and the impact of morality in the interests of modern criminal law in criminal acts of corruption, which have not been specifically researched until now. Keywords: Criminal Act; Corruption; Sexual Gratification ABSTRAK Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis permasalahan kepuasan seksual sebagai ancaman serius dalam penalaran pidana modern. Metodologi: Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode yuridis normatif. Metode ini digunakan untuk mengkaji berbagai jenis bahan hukum dengan mengacu pada beragam norma yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan mencakup beberapa asas hukum, sejarah, doktrin, dan yurisprudensi yang terkait. Dengan demikian, metode ini menerapkan pendekatan perundang-undangan. Temuan: Seiring berjalannya waktu, sejak berkembangnya segala jenis pemberian dalam lingkup gratifikasi, maka segmentasinya menjadi lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas dan benda yang berharga bukan hanya sekedar uang dan fasilitas kemewahan tetapi juga segala sesuatu yang dapat memfasilitasi segala macam kebutuhan biologis individu, misalnya seksual. Gratifikasi seksual yang bermula dari kegiatan-kegiatan yang dilarang melawan hukum dengan cakupan yang berbeda-beda, misalnya prostitusi, kini di sasaran sebagai pemberian berupa fasilitas seksual sebagai upaya atau imbalan atas jasa-jasa terlarang yang diberikan oleh subjek hukum dalam UU Pemberantasan Tipikor. Terkait dengan beberapa hal, pada aspek ini, peraturan tersebut dalam praktiknya masih mengalami kesulitan dalam menegakkan hukum terhadap masalah gratifikasi, mengingat sulitnya pembuktian dalam peraturan tersebut. Oleh karena itu, langkah alternatif dalam aspek ini adalah dengan mencari terobosan hukum, salah satunya dengan menggunakan kewenangan hakim pada tahap pemeriksaan. Sebagaimana terjadi dalam Putusan Pengadilan Nomor 87/PID.SUS/TPK/2013/PN.BDG, ditemukan fakta bahwa salah satu saksi di persidangan menyatakan bahwa Terdakwa meminta layanan seksual setiap hari Kamis atau Jumat malam, namun hal tersebut tidak dipertimbangkan. dalam pertimbangan hukum. Padahal, keterangannya seharusnya dijadikan alat bukti yang memberatkan Terdakwa. Untuk itu penalaran pidana modern berupa penyesuaian terhadap perkembangan kejahatan gratifikasi seksual merupakan upaya perlindungan bangsa. Dalam pengaturan terkait gratifikasi, terdapat konteks yang berkaitan dengan “fasilitas lain”; di sini, konteks seksualitas dianggap bisa masuk dalam ranah gratifikasi. Dalam konteks “sarana”, sering kali dikategorikan sebagai suatu bentuk alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kegunaan: Diharapkan penelitian ini dapat mendukung literasi masyarakat pada semua segmen dalam menyikapi perkembangan dalam rangka gratifikasi untuk melakukan pencegahan dan pengembangan hukum mengenai kebutuhan masyarakat akan perlindungan dari ancaman khususnya mengenai moralitas dalam masyarakat. Gratifikasi seksual dinilai dapat menjadi ancaman serius terhadap nilai-nilai moral yang hidup dalam masyarakat, mengingat kepuasan seksual tidak hanya merugikan negara tetapi juga merupakan ancaman terhadap norma kesusilaan yang hidup dalam masyarakat. Kebaruan/Keaslian: Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian ini berfokus pada aspek kepuasan seksual dan dampak moralitas untuk kepentingan hukum pidana modern dalam tindak pidana korupsi yang hingga saat ini belum diteliti secara khusus. Kata Kunci: Tindak Pidana; Korupsi; Kepuasan Seksual
Eksistensi Kewenangan Pemerintah Dalam Pemberian Standarisasi Persyaratan Pendaftaran Calon Legislatif di Indonesia Rifandhana, Raditya Feda; Wahyono, Bambang Angkoso; Hermawan, Widiantoni; Sholekhah, Elok Faradina Isnawaty; Susanto
Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/SKD.v11i1.y2024.41906

Abstract

Pemilu adalah ajang bagi Masyarakat Indonesia terutama Warga Negara Indonesia, beradu ajang untuk mencari pendukung suara di pentas demokrasi pemilu, akan tetapi adakalanya mereka mendaftarkan diri melalui partai politik dengan ijazah Sekolah Menengah Atas atau disingkat SMA, serta partai politik mendaftarkan para kader-kadernya tersebut ke kantor Komisi Pemilihan Umum, yang dimana khalayak umum, Masyarakat umum yang memiliki gelar sarjana, mengikuti test di perusahan, bahkan ataupun di Kantor Instansi Pemerintahan, mereka yang memiliki gelar sarjana wajib mengikuti tahapan test, dalam hal ini test psikotest, test kemampuan dasar, test wawasan kebangsaan, yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pada penelitian ini adalah berupa gagasan yang dimana diperlukan eksistensi kewenangan pemerintah dalam mempertegas aturan-aturan yang berisikan standarisasi persyaratan calon legislatif baik di Dewan Perwakilan Rakyat, maupun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sehingga dalam penelitian yang berupa gagasan dari penulis adalah metode penelitian Yuridis Normatif, serta proses analisis dalam penelitian ini menggunakan Peraturan Perundang-undangan yakni Undang-Undang Pemilihan Umum terkait Anggota Legislatif Pusat maupun Daerah , serta menggunakan Pendekatan Teori Hukum yang relevan untuk membantu menyelesaikan Penulisan Penelitian Gagasan ini.
Internalisasi Pribadi dan Berpikir Kritis melalui Permainan Tradisional pada Siswa Sekolah Dasar susanto
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 3 No. 6 (2025): November: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v3i6.1472

Abstract

Menanamkan nilai-nilai karakter dan keterampilan berpikir kritis pada siswa sekolah dasar merupakan fokus penting dalam pembelajaran abad ke-21. Salah satu pendekatan kontekstual yang dapat dimanfaatkan adalah melalui permainan tradisional, yang kaya akan unsur-unsur pendidikan, kolaboratif, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau berbagai literatur yang membahas peran permainan tradisional dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari artikel nasional dan internasional yang relevan selama sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional berkontribusi positif terhadap pembentukan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan sportivitas. Selain itu, kegiatan dalam permainan yang melibatkan pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan strategi tim dapat merangsang keterampilan berpikir kritis pada anak-anak sejak usia dini. Penelitian ini merekomendasikan pengintegrasian permainan tradisional ke dalam kurikulum sekolah dasar sebagai alat pembelajaran berbasis budaya yang efektif untuk secara bersamaan membentuk karakter dan kemampuan kognitif siswa.
Co-Authors ., Mukrodi Achmad Mubarok Achmad Mubarok, Achmad Ade Saputra Agung Muhammad Agung Nugroho Agus Salim Ahmad Sopian, Ahmad Akbar Faisal Karim Akhmadi, Andika Kharis Ali Imron Ali Mubarok Ali Mubarok Amelia Haryanti Amilia Suryanita Andika Kharis Akhmadi Anggraeni, RR Dewi Anggraeni, RR. Dewi Anita Marwing, Anita Apriansyah, Muger Aria Dimas Harapan Arifin, Muhammad Wafatajul Arifudin arifudin Arifudin Arifudin Ayuk Ayus Istingadah Ayuning Budiati Bachtiar Bachtiar Bachtiar Bachtiar Bachtiar Bachtiar Bambang Santoso Bambang Santoso Bambang Santoso Bambang Wiyono Bambang Wiyono Bambang Wiyono Bambang Wiyono, Bambang Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon Bastianon, Bastianon Bastinaon Bastinaon Beli Isnaeni Belly Isnaeni Benazir, Dyas Mulyani Bhanu Prakash Nunna Boniarta Samosir Budi Kristian Cannavaro, Rian Chotamul Fajri Chotamul Fajri Chotamul Fajri Corry Nata Dadan Herdiana Dadan Herdiana Dadan Herdiana Defruzer Defruzer Defruzer, Defruzer Dhoni Presti Wahyono Dian Eka Prastiwi Dian Ekawati Dian Yusuf Ponco Saputro Didik Iswadi, Didik Dimas Semantri Dyas Mulyani Benazir Dyas Mulyani Benazir Dyas Mulyani Benazir Dyra Mayang Sukhma Eka Martiana Wulansari Elmer Micu Soriano Ema Farida Endi Arofa Erick Cristian Fabrian Siagian Fajar Mulya Adhi Pradana Fajri, Chotamul Farida, Ema Ferziyansah Fridayani Fridayani Fridayani Ghifari Ridhaimaduddin Majid Gregorius Hermawan K Gregorius Hermawan Kristyanto Gueci, Rizal S Gueci, Rizal S. Gumelar Dewi Larasati Gunartin Gunartin Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Hadi Supratikta Hadi Sutopo Hanne Puspita Berliane Susanti Hatorangan, Belly Herdiana, Dadan Herlansyah, Riki Hermawan, Widiantoni IIN INDRIANI Iin Indriani Iin Indriani Imanuddin, Iman Indriani, Iin Irawan Saputro Irawan Saputro Isnu Harjo Prayitno Kadafi, T. Muamar Kartono Kartono Keti Respati Khuzaeni Kristian, Budi Kurniasih, Cicih Larasati, Gumelar Dewi Lely Zakiah Gunsar Lisnawati Lisnawati Loisa Diana Raya M. l Aidi Majid, Ghifari Ridhaimaduddin Mardin Sipayung Matheus Raditya Chrisputranto Meigi Meigi Meigi, Meigi Mochammad Imron Awalludin Moh Sutoro Moh. Sutoro Mohamad Duddy Dinantara Mohamad Duddy Dinantara Muger Apriansyah Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Iqbal Muhammad Duddy Dinantara Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jagad Khonjogo Muhammad Wafatajul Arifin Muhammad, Agung Muis, Muhamad Ibnu Syukur Mulya Adhi Pradana, Fajar Nardi Sunardi Neni Ruhaeni Neni Sri Imaniyati Nova Susanti Nova Susanti Noviyanti Noviyanti Novriana Amran, Gita Nurhayati Okki Oktaviandi Oksidelfa Yanto Oksidelfa Yanto Oksidelfa Yanto Oktaviandi, Okki Panduma Putra Pratama Pramadjaya, Angga Pramesti, Silvia Pratama, Panduma Putra Priyantoro, Cici Purmanto Purmanto Putri Novita Sari Putri Novita Sari Raditya Feda Rifandhana, Raditya Feda Rahma Yunita Rahma Yunita, Rahma Respati, Keti Riandi Pratama MZ Riau, Dwi Putranto Rizal S Gueci Rizal S. Gueci Roberto Rossi Romadhani, Zakaria Rosa Lesmana Rudi Wahyudi Sahroni Sahroni Sahroni Sahroni Sahroni Sahroni Sairin Sairin Sairin Sairin Sairin Samsul Anwar Samuel Soewita Sanjaya, Endang Saputro, Dian Yusuf Ponco Sarwani Sarwani Septi Anjarwati Sholekhah, Elok Faradina Isnawaty Siagian, Erick Cristian Fabrian Slamet Afandi Soewita, Samuel Subarto Subarto, Subarto Suciati Muanifah Suhendar Suhendar Suhendar Suhendar, Suhendar Suhendra Anjar Dinata Sukhma, Dyra Mayang Sulistio Nugroho, Gandung Supriyatna, Wawan Surya - Marthadinata Susanti, Hanne Puspita Berliane Suworo Suworo T. Muamar Kadafi Tarwijo Tarwijo Tato Setiawan Tato Setiawan Threesna Setyady Tiara Aninditha Tommi Santoso Tri Ramdani , Friki Turnya Vivi An’nisa Hanan Santoso Wahono Widodo Wahono Widodo Wahyono Wahyono Wahyono, Bambang Angkoso Wahyono, Dhoni Presti Wahyu Wicaksono, Filipus Waruwu, Jhonatan Aditia Wawan Supriyatna Wawan Supriyatna Wendy Asswan Cahyadi Wiwik Hasbiyah Wongsowinoto, Fridayani Yanuary, Yoga Ars Yayan Sudaryana Yoga Ars Yanuary Yoyon M. Darusman Yoyon Mulyana Darsuman Yoyon Mulyana Darusman Yulian Bayu Ganar Yulian Bayu Ganar Yulian Bayu Ganar Yusuf Supardi Yuzon Sutrirubiyanto Nova Zakaria Romadhani Zulfitra - Zulfitra Zulfitra Zulfitra Zulfitra Zulfitra Zulfitra Zulfitra