Articles
A Review of Environmental Literacy Learning for Prospective Teachers
Fina Fakhriyah;
Siti Masfuah;
I Gede Margunayasa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 8 (2024): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppipa.v10i8.8327
The urgent need to deal with specific environmental changes globally has made us aware of the importance of environmental literacy skills to achieve new relationships with the environment. This study examines and discusses the development of prospective teachers' environmental literacy. It also seeks to link the findings of the educational environment and the environmental impact of pre-service teacher environmental literacy education to the SLR approach. The literature search was conducted online in the Scopus-indexed database with “environmental literacy” and “pre-service teacher” assisted with Publish or Perish software. Then, the search results found 48 articles, followed by a procedure that included Identification, Screening, Eligibility, and Inclusion for each article. Fourteen articles fit the category, so an in-depth analysis was carried out regarding the application of environmental literacy to the prospective teacher education curriculum. The findings show prospective teachers are primarily concerned with environmental issues; however, this emotional reasoning or treatment perspective does not always translate into engaging behaviors or actions. The complexity of environmental problems makes it difficult for prospective teachers to identify how to be involved in this environmental action. Environmental learning to develop environmental literacy can be applied to the curriculum of prospective teachers. Prospective teachers have enormous potential to influence, providing examples and being role models for students in protecting the surrounding environment.
Model TGT Berbantuan Media Snake and Ladder Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas VI SD Negeri Sarirejo 04
Hasna Dyah Ekaputri;
Siti Masfuah;
Diana Ermawati
WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): WASIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : PGSD Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/wasis.v7i1.16660
Students' learning outcomes are low due to teaching methods that lack variety and teachers having difficulty selecting interesting readings to use. The purpose of this study is to improve students' learning outcomes by applying the TGT learning model supported by Snake and Ladder media. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method consisting of two cycles, conducted at SD Negeri Sarirejo 04, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. The subjects of this study are sixth-grade students, totaling 24 people. Data were obtained through observation, interviews, and documentation using observation sheets, interview guides, and test questions. Data analysis was conducted using a descriptive quantitative approach to determine the improvement in students' learning outcomes, as well as a descriptive qualitative approach to explain the learning process during the implementation of the actions. The research results showed an increase in students' learning outcomes in process skills from 51.4% in cycle I to 83.3% in cycle II, as well as an increase in conceptual understanding from 29% in cycle I to 79% in cycle II. Overall, the research conducted in two cycles indicates that the TGT learning model using the Snake and Ladder media successfully improved the learning outcomes of sixth-grade students at SD Negeri Sarirejo 04.
PENERAPAN EDUPING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR
Wira Neni Setyaningrum;
Khamdun;
Siti Masfuah
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Muara Pendidikan Vol 9 No 1 Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52060/mp.v9i1.1842
A high level of proficiency in solving problems methodically is a component of critical thinking. By using EDUPING (E-Module based on Mind Mapping) combined with a cooperative learning approach. This research aims to measure the increase in students' critical thinking abilities through thematic learning in class VI of an elementary school. This research uses an experimental design with a pre-experiment and one-group pretest-posttest layout. This research involved 27 participants, all of whom were class VI students at SD N 3 Terban. Because it is a saturated sample, the sample size is proportional to the population. The written exam serves as a research tool. The results were checked with the N-gain test. Based on the test results, the average N-Gain test was obtained at 0.37, which is in the medium category, and the increased test used paired-samples t-test, the sig value (2-tailed) was 0.00 < 0.05, which means Ha is accepted and H0 rejected, which means there is an increase in using EDUPING (E-Module based on Mind Mapping) with a cooperative learning model in electric current material.
Analisis Minat Baca Siswa Kelas V Sekolah Dasar Dalam Pembelajaran Daring
Ema Dian Afriani;
Siti Masfuah;
Mila Roysa
Jurnal Prasasti Ilmu Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Prasasti Ilmu
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpi.v1i3.6648
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat baca siswa kelas V sekolah dasar dalam pembelajaran daring, mengetahui tentang faktor penyebab minat baca siswa kelas V yang tinggi dan cara mempertahankan minat baca siswa kelas V sekolah dasar dalam pembelajaran daring di Desa Tendas. Semangat siswa yang masih senang membaca buku di saat pembelajaran daring seperti ini mendorong peneliti untuk menganalisis permasalahan tersebut. Peneliti ini menggunakan metode Deskripsi Kualitatif sebagai tahapan dalam melaksanakan penelitian. Penelitian ini akan dilaksanakan di Lingkungan Ds. Tendas Rt 01 Rw 02 Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Peneliti mengambil subjek penelitian siswa kelas V dan orang tua siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data meliputi tahap observasi, wawancara, dokmentasi dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal minat baca siswa dalam pembelajaran daring saat ini cukup baik dan ada beberapa siswa yang masih semangat dalam membaca buku saat di rumah. Faktor yang mempengaruhi minat membaca siswa yaitu bakat, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kebiasaan, bahan bacaan, dan lingkungan sekolah. Salah satu cara terpenting dalam mempertahankan minat baca siswa adalah adanya penyediaan buku-buku bacaan dan dorongan dari lingkungan keluarga seperti orang tua. Di masa pembelajaran daring saat ini siswa butuh adanya perhatian dan pantauan dari orang tua agar siswa dapat dibimbing dalam mempertahankan minat membaca buku dan aktif dalam mengikuti pembelajaran daring.
Interaksi Sosial Anak Usia 9 Tahun Dalam Melakukan Pembelajaran Daring Di Desa Sugihan Rw01
Ristia Nika;
Siti Masfuah;
Ika Ari Pratiwi
Jurnal Prasasti Ilmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Prasasti Ilmu
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpi.v2i1.7404
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi sosial anak usia 9 tahun dalam pembelajaran daring di desa Sugihan Rw01 lalu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial anak usia 9 tahun dalam melakukan pembelajaran daring di desa Sugihan Rw01. Peneliti ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian berjumlah 12 yaitu 6 anak kelas IV dan 6 orang tua anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verfikasi data. Hasil dari penelitian ini bahwa adanya bentuk interaksi sosial yang dimana salah satu bentuk interaksi sosial asosiatif yang terdiri dari kerjasama, akomodasi, dan asimilasi. orang tua dengan menerapkan adanya interaksi sosial dalam pembelajaran daring dengan adanya kerjasama dengan orang tua agar menimbulkan interaksi sosial dengan cara anak disuruh untuk membantu menyelesaikan tugas rumah sebelum pembelajaran daring berlangsung, Sedangkan adanya faktor yang mempengaruhi interaksi sosial dalam pembelajaran daring maka adanya imitasi dalam interaksi sosial dalam pembelajaran daring, orang tua siswa kelas IV mengajari anaknya untuk tidak meniru apa yang temannya punya dan tidak meniru temannya yang sudah menyelesaikan tugas saat pembelajaran daring berlangsung.
GERAKAN LITERASI SEKOLAH MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR
Miftahul Jannah;
Siti Masfuah;
Much Arsyad Fardani
Jurnal Prasasti Ilmu Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Prasasti Ilmu
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpi.v2i3.8364
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan gerakan literasi sekolah dalam menumbuhkan minat baca siswa sekolah dasar, kegiatan literasi sekolah pada masa pandemi covid-19ini ditunjukkan untuk menumbuhkan minat baca pada siswa, sehingga mendorong peneliti untuk menganalisis masalah tersebut. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai tahapan dalam melaksanakan penelitian. Peneliti mengambil subjek penelitian kepala sekolah, guru kelas V dan guru kelas II. Peneliti menggunakan pengumpulan data meliputi wawancara, pencatatan, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian mengenai gerakan literasi sekolah dalam menumbuhkan minat baca siswa sekolah dasar di SD Negeri Margotuhu Kidul menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan gerakan literasi sekolah sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 yang masih pada tahapan pembiasaan yaitu melalui adanya kegiatan pembiasaan 15 menit membaca, sudut baca dan mading. (2) Faktor pendukung gerakan literasi sekolah di SD Negeri Margotuhu Kidul adanya peran aktif seluruh warga sekolah yang ikut dalam gerakan literasi kemudian adanya dukungan dana sekolah dari pihak luar, tersedianya sudut baca ditiap masing-masing kelas, serta dapat dukungan dari orangtua siswa. Faktor penghambatnya pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SD Negeri Margotuhu Kidul adanya koleksi buku bacaan seperti non-pelajaran maupun buku pelajaran di perpustakaan maupun di sudut baca yang sangat terbatas dan adanya pengaruh teknologi seperti gadget yang membuat para siswa lebih menyukai bermain HP daripada pergi ke perpustakaan untuk membaca buku.
POTRET KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1
Islamiyah Islamiyah;
Siti Masfuah;
Lintang Kironoratri
Jurnal Prasasti Ilmu Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Prasasti Ilmu
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpi.v4i2.12231
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret kesulitan membaca permulaan dan upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN Undaan Kidul 3. Dalam membaca permulaan siswa kelas 1 pada awal masuk sekolah dasar terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca diantaranya siswa belum mengenal huruf abjad, belum bisa membedakan huruf konsonan yang hampir sama, belum bisa merangkai suku kata dan belum lancar dalam membaca kata demi kata, tidak memahami kata yang dibacanya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SDN Undaan Kidul 3 yang berjumlah 10 orang. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga kategori utama kesulitan yang secara signifikan menghambat kemampuan membaca awal siswa, yaitu kesulitan pada pelafalan kata, ketidakjelasan bacaan, dan kesulitan membedakan beberapa jenis huruf, baik konsonan maupun vokal.. Sementara upaya yang telah dilakukan guru adalah dengan mengenalkan bentuk huruf vokal dan konsonan terlebih dahulu, serta memulai berlatih membaca dari kata yang paling sederhana sampai rumit. Selain itu, guru juga menggunakan alat bantu media berupa kartu huruf dan huruf warna warni untuk menarik minat belajar siswa.
ENKULTURASI NILAI BUDAYA ANYAMAN BAMBU BESEK UNTUK ANAK DI DESA JEPANG
Anggun Kharisma Sari;
Nur Fajrie;
Siti Masfuah
Jurnal Prasasti Ilmu Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Prasasti Ilmu
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpi.v4i2.12268
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses enkulturasi nilai budaya anyaman bambu besek terhadap anak-anak di Desa Jepang. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif yang dilandasi teori Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam budaya besek masyarakat Desa Jepang meliputi, nilai peduli lingkungan, nilai disiplin, dan nilai tanggung jawab. Sementara proses enkulturasi melalui kegiatan interaksi, observasi, hingga imitasi. Proses enkulturasi yang terjadi dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses enkulturasi yang berlangsung sebagai nilai budaya pada masyarakat Desa Jepang adalah faktor internal, faktor ekternal, dan faktor permintaan pasar atas barang hasil produksi. Inovasi fungsi dilakukan dengan mengalihkan fungsi besek yang awalnya sebagai pembungkus nasi jadi tempat saouvenir dll yang sebelumnya dibuat dari plastik. Selain itu besek dengan dekorasi ini juga dimanfaatkan sebagai wadah cinderamata dalam pernikahan atau acara lainnya di Kudus.
Efektivitas Model Learning Cycle 7E Berbantuan Media Pop-Up Book Terhadap Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas IV SD 4 Dersalam
Malichatuz Zahro Assaidah;
Siti Masfuah;
Ika Oktavianti
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2293
This study was motivated by students’ low conceptual understanding in science education. The study aimed to examine the difference in mean pretest and posttest scores after implementing the 7E Learning Cycle model aided by a Pop-Up Book, as well as to determine the improvement in students’ conceptual understanding through the N-Gain test. The study employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The study subjects consisted of 24 fourth-grade students at SD 4 Dersalam, selected using saturation sampling. Data were collected through tests, observations, and interviews, then analyzed using normality tests, the Paired Sample t-test, and the N-Gain test. The results showed that the 7E Learning Cycle model supported by Pop-Up Book media had a significant effect on students’ conceptual understanding of IPAS. The results indicated that students’ average scores increased from 60.9 on the pretest to 85.8 on the posttest. The N-Gain test result of 0.6461 falls into the moderate category with an effectiveness of 64.6% (moderately effective). These findings indicate that the 7E Learning Cycle model supported by Pop-Up Book media can serve as an alternative learning approach to enhance students’ understanding of IPAS concepts and support active, meaningful, and student-centered learning.
The Effectiveness of a Technological Pedagogical Content Knowledge Based Somatic, Auditory, Visual, Intellectual Learning Model in Developing Self Regulated Learning Among Pre-Service Elementary Teachers
Fina Fakhriyah;
Siti Masfuah;
Mark Jhon R. Prestoza;
Putri Alifia Nur Meidina
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 13, No 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jpsi.v13i4.49340
Self-regulated learning is a crucial competency that pre-service elementary teachers must possess, particularly in the face of the challenges of education in the digital era. This study aims to: (1) analyse the level and development of students' self-regulated learning (SRL), and (2) test the effectiveness of somatic, auditory, visual, and intellectual learning models based on technological pedagogical content knowledge in improving SRL. This study used a quasi-experimental design with an unequal control group. The sample consisted of 143 students in the Biophysics course. Data were collected through pre- and post-tests and an SRL questionnaire, and then analysed using paired sample t-tests and n-gain tests. The results showed a significant increase in SRL scores in the experimental group (gain = 12.7; p = 0.002), while the control group showed no significant changes. Although there was no significant difference in the final learning outcome scores, the technological pedagogical content knowledge (TPACK)-based somatic, auditory, visual, intellectual (SAVI) learning model was proven to be effective in improving SRL components, particularly in the application of learning strategies and planning. This study recommends the use of the SAVI learning model based on TPACK in pre-service teacher education