p-Index From 2021 - 2026
8.052
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) DIKSI Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra English Review: Journal of English Education KEMBARA Sawwa: Jurnal Studi Gender ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Semiotika Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Journal on Education Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Hasta Wiyata Linguistik Indonesia Jurnal Pendidikan Edutama Suar Betang Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Perseda : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Widyaparwa Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Aksara Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PAEDAGOGIE Aksara Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya El Midad: Jurnal Jurusan PGMI Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Potret Tuturan Direktif Kata Pengantar: Portofolio Mata Kuliah Membaca Menulis Bahasa Jawa Lazuardi Imaniar; Anang Santoso; Teguh Tri Wahyudi
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.329 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i62021p843-855

Abstract

Abstract: Directive speech is understood as a speech event (behavior) that aims to create or appear a certain action desired by the speaker to the speech partner. Communication carried out by two parties requires an understanding of the language knowledge of the parties concerned. The purpose of the research is to describe the form, function, and strategy of directive speech contained in the introduction to a portfolio of Javanese reading and writing courses. The method used is descriptive method because it is adjusted to the objectives to be achieved. The literature study technique used by the researcher is done by collecting materials from various written sources, with the library study technique the role of the researcher is very influential with the results presented. The data analysis technique used by the researcher begins with carefully reading all the collected data, then data reduction is carried out, and the data is ready to be presented. The results of the study are indicated by the situation of speech forms which are marked by certain words, speech functions are characterized by the dominance of sentences in the collected data, and speech strategies are indicated by the dominance of understanding the context that is raised by the speaker to his interlocutor. Keywords: foreword, Javanese language portfolio, directive speech Abstrak: Tuturan direktif dipahami sebagai peristiwa (perilaku) bertutur yang bertujuan untuk penciptaan atau pemunculan adanya suatu tindakan tertentu yang dikehendaki oleh penutur kepada mitra tutur. Komunikasi yang dilakukan oleh dua pihak diharuskan ada pemahaman pengetahuan bahasa atas pihak terkait. Tujuan dari penelitian yakni dipaparkannya bentuk, fungsi, dan strategi dari tuturan direktif yang terdapat dalam kata pengantar portofolio mata kuliah membaca menulis bahasa Jawa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, karena disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai. Teknik studi kepustakaan yang digunakan peneliti dilakukan dengan cara dikumpulkannya bahan dari berbagai sumber tertulis, dengan teknik studi kepustakaan peran yang dimiliki peneliti sangat berpengaruh dengan hasil yang disajikan. Teknik analisis data yang digunakan peneliti diawali dengan dibaca cermat seluruh data terkumpul, kemudian dilakukan reduksi data, dan data siap untuk disajikan. Hasil dari penelitian ditunjukkan dengan situasi bentuk tuturan yang ditandai kata tertentu, fungsi tuturan ditandai dengan dominasi kalimat pada data terkumpul, dan strategi tuturan ditunjukkan dengan dominasi pemahaman konteks yang dimunculkan oleh penutur kepada mitra tuturnya. Kata kunci: kata pengantar, portofolio bahasa Jawa, tuturan direktif
PERUNDUNGAN SIBER SEBAGAI PRAKTIK KEJAHATAN BERBAHASA DALAM AKUN INSTAGRAM PUAN MAHARANI Ixsir Eliya; Anang Santoso; Febri Taufiqurrahman
Widyaparwa Vol 51, No 1 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i1.1219

Abstract

Cyberbullying can be experienced by anyone, including one Indonesian female politician, namely Puan Maharani. This study aims to describe the forms and patterns of cyberbullying as a practice of language crimes against Puan Maharani on Instagram and to describe the legal potential for cyberbullying. This research uses a qualitative approach with a forensic linguistic. The data were collected using documentation technique and analyzed using Milles & Huberman analysis model on the utterances indicated to contain language crime practices. The results of the study show that in the accounts of Indonesian female politicians, namely Puan Maharani, there are comments that contain cyberbullying as a practice of language crimes. The forms of   bullying are flaming, harassment, and denigration. The cyberbullying carried out by netizens, even though it contains elements of insult and defamation, cannot be prosecuted. This is because bullying on social media is a complaint offense so if a party feels aggrieved and reports it to the police, then the case can be legally processed.Perundungan siber dapat dialami oleh siapa saja, termasuk salah satu politikus perempuan Indonesia, Puan Maharani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan pola perundungan siber sebagai praktik kejahatan berbahasa terhadap Puan Maharani di Instagram serta mendeskripsikan potensi hukumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ancangan linguistik forensik. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan dianalisis dengan model analisis Milles & Huberman pada tuturan yang terindikasi mengandung praktik kejahatan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam akun Puan Maharani terdapat komentar-komentar yang mengandung perundungan siber sebagai praktik kejahatan berbahasa. Bentuk perundungannyanya berupa flaming, harassment, dan denigration. Perundungan siber yang dilakukan oleh warganet tersebut walaupun mengandung unsur penghinaan dan pencemaran nama baik, tetapi tidak dapat diproses hukum. Hal ini dikarenakan perundungan di media sosial merupakan delik aduan sehingga apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan melapor kepada polisi, baru kasus tersebut dapat diproses secara hukum.
Sistem Transitivitas dalam Wacana Berita Tragedi Kanjuruhan Malang Sukiman Sukiman; Anang Santoso; Febri Taufiqurrahman
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.16184

Abstract

Transitivity System in The Kanjuruhan Malang Tragedy News Discourse ABSTRAKMedia massa menyajikan informasi dari sudut pandang penulis, sehingga cenderung menimbulkan persepsi yang berbeda dari pembaca. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk ketransitifan dalam wacana berita Tragedi Kanjuruhan dari tiga media massa online. Metode yang digunakan, yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis wacana tentang ketransitifan dari Halliday. Data penelitian ini bersumber dari tiga media massa, yaitu Kompas, Detiknews, dan Tempo. Analisis data menggunakan model ketransitifan dari teori Linguistik Sistemik Fungsional. Dari hasil penelitian ditemukan jenis proses, yaitu material, perilaku, mental, dan relasional. Pada berita “Kontras Temukan Kejanggalan Tragedi Kanjuruhan: Aparat Dimobilisasi Pertengahan Babak Ke-dua ” ditemukan 6 proses material, 5 proses perilaku, dan 1 proses mental. Berita “4 Hal Temuan Terkini TGIPF di Tragedi Kanjuruhan” ditemukan 14 proses material, 6 proses perilaku, 1 proses mental, dan 5 proses relasional. Pada berita “8 Fakta Temuan Polri dalam Tragedi Kanjuruhan Malang” ditemukan  4 proses material, 14 proses perilaku, dan 1 proses relasional. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penyajian berita, penulis lebih dominan menggunakan proses material dan perilaku untuk membangun narasi kepada pembaca sedangkan sirkumstan yang ditemukan menunjukkan tempat, waktu, penyerta, penyebab, dan masalah.Kata kunci: Transitivitas, Wacana, Berita, Tragedi KanjuruhanABSTRACTThe mass media presents information from the author's point of view, so it tends to generate different perceptions from readers. Thus, this study aims to examine the form of transitivity in the Kanjuruhan Tragedy news discourse from three online mass media. The method used is qualitative with a discourse analysis approach on transitivity from Halliday. The research data comes from three mass media, namely Kompas, Detiknews, and Tempo. Data analysis used the transitivity model of Systemic Functional Linguistics theory. From the research results found the types of processes, namely material, behavioral, mental, and relational. In the news "Contrast Finds Awkwardness in the Kanjuruhan Tragedy: Officials are Mobilized in the Middle of the Second Half" found 6 material processes, 5 behavioral processes, and 1 mental process. The news "4 Things TGIPF's Latest Findings in the Kanjuruhan Tragedy" found 14 material processes, 6 behavioral processes, 1 mental process, and 5 relational processes. In the news "8 Facts of Police Findings in the Kanjuruhan Malang Tragedy" found 4 material processes, 14 behavioral processes, and 1 relational process. This shows that in presenting news, the author is more dominant in using material processes and behavior to build narratives for readers while the circumstance found shows place, time, accompaniment, causes, and problems.Keyword: Transitivity, Discourse, News, Kanjuruhan Tragedi
Bentuk Budaya Jawa dalam Film Kartini: Kajian Pragmatik dan Etnografi Madu Trisna Devi; Anang Santoso; Gatut Susanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3029

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk budaya Jawa yang ada dalam film Kartini dengan menggunakan kajian pragmatik dan etnografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Data dalam penelitian berupa tuturan lisan. Sumber data dalam penelitian yaitu penggalan peristiwa komunikasi antartokoh dalam film Kartini. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian adalah dokumentasi, simak dan catat. Tahapan untuk analisis adalah (1) peneliti menyimak bahasa lisan fim Kartini tersebut, (2) peneliti memahami makna tuturan lisan yang diujarkan para tokoh, (3) peneliti mengidentifikasi setiap tuturan objek yang diamati dalam film Kartini, (4) peneliti mencatat data yang didapatkan dalam tabel yang sudah disusun sebelumnya untuk mempermudah proses pengumpulan data. Hasil penelitian ini ditemukan tujuh bentuk budaya Jawa dalam film Kartini berupa aktivitas, silsilah panggilan, sistem kekerabatan dan organisasi sosial, ide, peralatan hidup dan tekhnologi, wujud kebudayaan sebagai system artefak, serta sistem religi. Unsur budaya yang terdapat dalam film Kartini tersebut dapat dijadikan sebagai wujud kebudayaan yang sebagian besar harus tetap dilestarikan. Wujud kebudayaan tersebut bersifat penghormatan terhadap orang yang lebih tua, orang yang memiliki kedudukan lebih tingi, maupun kesopanan sosial masyarakat dalam bentuk tuturan maupun tingkah laku.
Dysphemism Manifestation: Disassembly Ganyang Malaysia in Indonesian Football News Headlines NFN Aswan; Anang Santoso; Moch. Syahri
SUAR BETANG Vol 18, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v18i2.12884

Abstract

In recent decades (1959-2023), the phrase ganyang Malaysia has been widely used by the media to frame the confrontation of Indonesia and Malaysia. Over time, the media has employed this phrase in various contexts, including Indonesian football headlines. So far, research related to the phrase ganyang Malaysia in the context of semantic studies has not shown significant results, warranting further investigation. Focus of this research is to examine the use of the phrase ganyang Malaysia in Indonesian football news headlines, based on its usage in media, meanings, and history. The method employed in this study was qualitative and utilized a semantic study approach. The research data consisted of 40 Indonesian football news headlines obtained from 10 online media. Indonesian media uses the phrase ganyang Malaysia to convey a sense of superiority and the euphoria. In terms of its meaning and history, phrase ganyang Malaysia manifests as a form of jargon disfeminism with the purpose of characterizing, emphasizing, and representing unfavorable situations. The manifestation of disfemism in the phrase ganyang Malaysia serves as empirical evidence that sports can be a means of expressing emotions, national identity, and collective sentiments within society. AbstrakFrasa ganyang Malaysia dalam beberapa dekade ini (1959-2023) banyak digunakan media massa dalam membingkai konfrontasi Indonesia dengan Malaysia. Dalam perkembangannya, media massa menggunakan frasa tersebut dalam berbagai konteks, salah satunya tampak pada judul berita sepak bola Indonesia. Sejauh yang ditelusuri, belum ada penelitian secara spesifik mengungkapkan bagaimana frasa ganyang Malaysia pada judul berita. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meneliti frasa ganyang Malaysia dalam judul berita sepak bola berbasis berdasarkan perspektif penggunaannya di media massa, makna, dan sejarah. Jenis metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian semantik. Data penelitian adalah 40 judul berita sepak bola Indonesia yang didapatkan dari 10 media massa daring (media mainstream). Ditemukan bahwa frasa ganyang Malaysia digunakan media massa Indonesia untuk menampilkan superior dan euforia kemenangan Indonesia atas Malaysia atau kekalahan Malaysia dari Indonesia dan negara lain. Ditinjau dari makna dan sejarahnya, frasa ganyang Malaysia memanifestasikan disfemisme berbentuk jargon dengan tujuan untuk karakterisasi, penekanan, dan representasi situasi buruk. Manifestasi disfemisme dalam frasa ganyang Malaysia menjadi bukti impiris bahwa olahraga dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan emosi, identitas nasional, dan sentimen kolektif dalam masyarakat.
Fungsi Tindak Tutur Ilokusi Direktif dalam Tradisi Baantaran Jujuran Serah Terima Suku Banjar di Kalimantan Selatan Nabilla; Anang Santoso; Ah. Rofi'uddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3138

Abstract

Tradisi baantaran jujuran merupakan salah satu tradisi sebelum melakukan pernikahan. Pihak calon mempelai laki-laki beserta rombongan keluarga mendatangi rumah calon mempelai wanita dengan melakukan prosesi penyerahan uang jujuran dan barang jujuran (barang pelengkap seserahan). Baantaran jujuran dipandu oleh pembawa acara dan sambutan oleh perwakilan pihak calon mempelai laki-laki dan sambutan dari pihak calon mempelai wanita. Tuturan yang disampaikan perwakilan dari pihak masing-masing kedua mempelai memiliki maksud yang ingin disampaikan. Tindak tutur dalam baantaran jujuran menarik untuk dikaji pada kebahasaanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi tindak tutur direktif dalam tradisi baantaran jujuran serah terima suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian adalah kata, frasa, atau kalimat berupa tuturan pada saat proses tradisi baantaran jujuran yang mengandung fungsi tindak tutur direktif. Sumber data dalam penelitian ini adalah para partisipan yang melakukan tuturan dalam peristiwa tradisi baantaran jujuran serah terima tersebut berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode teknik rekam, simak, dan catat. Observasi langsung untuk mengamati fenomena dan wawancara mendalam menggali data yang berkaitan erat dengan baantaran jujuran sesuai cara pandang masyarakat suku Banjar. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian, yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam baantaran jujuran ditemukan fungsi-fungsi tindak tutur ilokusi yaitu: (1) fungsi tindak tutur direktif mengajak, (2) fungsi tindak tutur direktif meminta, (3) fungsi tindak tutur direktif menyuruh, dan (4) fungsi tindak tutur direktif menasihati.
M.A.K. Halliday’s Actualization of linguistic flows in text-based BIPA Learning Ida Yeni Rahmawati; Anang Santoso; Febri Taufiqurrahman; Sean Hyink
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 11, No 1 (2024): January 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v11i1.3393

Abstract

BIPA teaching today uses a text-based approach as an approach that is believed to be able to help students understand Indonesian language texts. This study aims to explain the actualization of M.A.K.Halliday's linguistic flow in text-based BIPA learning. Qualitative descriptive is a research method used with a content analysis approach. The data for this research were obtained from document data and literature studies. Based on an in-depth analysis, seven types of language functions were found according to Halliday's theory, which are contained in the book My Best Friend Indonesia BIPA. The language functions are (1) informational, (2) directive, (3) contextual, (4) interactional, (5) expressive, (6) poetic, and (7) metalingual. Thus, the book Sahabatku BIPA 7 contains seven language function values, which are in line with Halliday's views in Systemic Functional Linguistics (LFS).
Dampak Sistem Zonasi pada Penerimaan Siswa Baru Sekolah Menengah Pertama terhadap Minat Belajar Siswa Kelas 6 Risca Candra Vinalistyosari; Anang Santoso; Radeni Sukma Indra Dewi
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Impact of Zoning System on the Admission of New Junior High School Students on the Learning Interest of Grade 6 Students. Amidst the dynamics of education in Indonesia, the zoning system has become a prominent topic of conversation policy innovations, especially in the context of new student admissions at Junior High Schools (SMP). This policy aims to promote educational equity and reduce social disparities. The zoning system prioritizes students who live near the schools, with the goal of creating a fairer distribution of education and reducing transportation costs for students. In the context of the zoning system for new student admissions to SMP, there are significant impacts that can be felt by 6th-grade elementary school students (SD). The first impact is the change in aspirations for the school of choice. Before the implementation of the zoning system, many 6th-grade students had dream schools they had long aspired to attend. However, with the zoning system in place, those school choices may no longer be accessible due to the geographical location factor of their residence.
Analisis Penggunaan Bahan Ajar IPAS Berbasis STEAM Untuk Memfasilitasi Literasi Sains Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Trio Erawati Siregar; Anang Santoso; Radeni Sukma Indra Dewi
Jurnal Perseda : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/perseda.v6i3.2410

Abstract

This research aims to determine the presentation of STEAM and scientific literacy in students' books for science subjects. This research uses descriptive and qualitative research. This type of research is descriptive-qualitative research. This research uses the subjects of STEAM elements and scientific literacy, which are analyzed and appear in class V student books. The research instrument is an analysis sheet for STEAM elements and scientific literacy. We used a descriptive data analysis technique. The percentage category uses the percentage agreement value formula. This research shows that: (1) the STEAM elements that appear in student books, namely science elements, have a percentage of 47%, technology elements have a percentage of 73%, engineering elements have a percentage of 53%, art elements have a percentage of 37%, and mathematics elements have a percentage of 23%. (2) In the scientific literacy in class V students' books, the highest percentage of indicators that have appeared is attitude (83%), knowledge (36%), competence (33%), and context (23%). Therefore, students' books for science subjects include books that include elements of STEAM and scientific literacy.
Citra Perempuan dalam Kumpulan Cerkak Kembang Pasren Karya Impian Nopitasari sebagai Nilai Pendidikan Gender Sholikhah, Himmatus; Santoso, Anang
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i82023p1125-1137

Abstract

Citra perempuan yang terdapat dalam karya sastra merupakan gambaran, ataupun kesan mental dan visual terhadap tokoh perempuan yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, maupun kalimat sebagai unsur dasar yang khas dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan citra tokoh perempuan Jawa dan nilai-nilai pendidikan gender yang ada dalam kumpulan cerkak Kembang Pasren karya Impian Nopitasari dari segi realitas sosial masyarakat. Pentingnya kajian tentang citra perempuan dalam kumpulan cerkak adalah untuk menunjukkan perkembangan gambaran karakter perempuan pada cerkak sebagai karya sastra yang menyoroti gambaran perempuan Jawa era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan orientasi teori sosiologi sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beragam citra pe­rempuan, meliputi citra fisik, psikis, dan citra sosial. Dari keberagaman citra tersebut, ada citra tokoh yang sesuai dan ada yang tidak sesuai dengan standar masyarakat Jawa. Nilai-nilai pendidikan gen­der yang tertuang dalam kumpulan cerkak Kembang Pasren diwujudkan dalam keberagaman citra fisik perempuan yang menunjukkan identitasnya dengan bebas. Selain itu, penulis menyampai­kan pesan kesetaraan gender dari perwujudan sikap saling mendukung antara tokoh perempuan dan tokoh laki-laki serta kebebasan perempuan untuk menjalankan perannya di ranah domestik dan ranah publik. Kata kunci: citra; Kembang Pasren; gender The Image of Women in the Short Story Collection of Kembang Pasren by Impian Nopitasari as the Value of Gender Education The image of women contained in literary works is a description, or mental and visual impression of female characters that came out from a word, phrase, or sentence as a  basic element in literature. This study aims to describe the image of Javanese female figures and the values of gender education in the Kembang Pasren, an anthology of short stories by Impian Nopitasari. The importance of the study about the woman’s image is to show the character development of the female character in the short story as a literary work that highlights the image of modern Javanese women. This study uses a qualitative approach with descriptive research type and uses sociology of literature as the theory orientation. The results show that there are various images of women, including physical, psychologi­cal, and social images. From the diversity of images, there are figures that are appropriate and some are not in accordance with the standards of Javanese society.The values of gender education in Kem­bang Pasren are manifested the diversity of women's physical images that show their identity freely. In addition, the author conveys the message of gender equality from the embodiment of mutual support between female and male figures and the woman’s freedom to do their roles in the domestic and public environtments. Keywords: image; Kembang Pasren; gender
Co-Authors - Martutik A. H. Rofi'uddin Abdul Syukur Ibrahim Abdurahim, Antasary Ade Eka Anggraini Adi Probo Laksono Afdhal Kusumanegara Ah. Rofi'uddin Akhmad Dzukaul Fuad Akhmad Dzukaul Fuad Alif Mudiono Alifian, Muhammad Afnani Andriyani, Noni Antok Risaldi Anwar, Amriyadi Ari Sapto Ary Fawzi Ary Fawzi, Ary Asmah Amir Asri Ismail Astutik, Pipit Pudji Aswan Aswan Azizatuz Zahro Bello, Idris Muhammad Cahyawati, Rina Susi Cicik Tri Jayanti Dawud Dawud Destrianika Binoto Dewi Puji Lestari Dewi Tryanasari Dewi, Susana Eka Didin Widyartono Djoko Saryono Dyana Maftuhatu Rosyidah Efi Nilasari Encil Puspitoningrum, Encil Ery Tri Djatmika RWW Ery Try Djatmika Faizatul Lutfia Yasmin Farid, Mujahidin Febri Taufiqurrahman Febrianita Putri Solihah Firda Dwi Lestari Fitriani Fitriani Fuad, Akhmad Dzukaul Furaidah Gatut Susanto Gheanurma Ekahasta Novarina Hanum Lintang Siwi Suwignyo Hasan Suaedi Helmi Muzaki Helmi Wicaksono Hemas Haryas Harja Susetya Henik Nur Khofiyah Heriwanty Heriwanty Hikma, Nurul Hyink, Sean Ida Yeni Rahmawati Ifit Novita Sari Imam Suyitno Imam Syafi’i Isnaeni, Afiyahtun Ixsir Eliya Khalida Rozana Ulfah Kusubakti Andajani Kusumawardani, Aulia Rachma Lailatul Fitriah fitri Lazuardi Imaniar Lusi Ari Agustin Madu Trisna Devi Marlinda Ramdhani Martutik Mety Toding Bua, Mety Toding Mochammad Syahri Mochammad Syahri Moh. Ali Yafi Mohammad Setyo Wardono Muakibatul Hasanah Mudjianto Mudjianto Muh. Fadhalani Tafdila Syamsul Musyarrafah S Nabilla Nabilla Nadhifatur Rizqien NFN Aswan Nihayatul Luaili Nina Septia Rahmawati Noorhana Noorhana Novi Eka Susilowati Nurchasanah Nurul Hikma Pandu Meidian Pratama Pipit Pudji Astutik Punadji Setyosari Punaji Setyosari Radeni Sukma Indra Dewi Rahmawati, Ida Yeni Renda Yuriananta Rifa Hanifah Risaldi, Antok Risca Candra Vinalistyosari Risnawati Risnawati Ritenour, Makenna Roekhan Roekhan Rokhmah, Ummi Nur Roni Wibowo Rusdiyana Ulfa Sa'dun Akbar Sainee Tamphu Sainee Thampu Sari, Cut Purnama Sean Hyink Shirly Rizki Kusumaningrum Sholikhah, Himmatus Sigit Priatmoko Silvy Dwi Yulianti Silvy Dwi Yulianti, Silvy Dwi Siska Nurma Yunitasari Siti Maisaroh Sitti Aliffatul Hasanah Sugeng Utaya Sugerman Sugerman Sukardi, Mochamad Ighfir Sukiman Sukiman Sukiman Sukiman Sulthoni Sumadi Sumadi Sunoto Sunoto Sunoto Sunoto Suparno Suparno Suparno Suparno Syahri, Moch. Syamsudin Syamsudin Syamsul Hadi Syamsul Hadi Syukur Ghazali Tamphu, Sainee Teguh Tri Wahyudi Titik Harsiati Titis Bayu Widagdo Trio Erawati Siregar Uswatun Hasanah Utami Widiati Wahyudi Siswanto Wicaksono, Helmi Widiastuti, Yuanita Wiku Aji Sugiri Yuni Pratiwi Yunina Resmi Prananta Yunita Wildaniati, Yunita