p-Index From 2021 - 2026
6.318
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

RESPONS SISWA KELAS VII TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVA SI DENGAN MEDIA VIDEO PENGETAHUAN Nina Septia Rahmawati; Anang Santoso; Kusubakti Andajani
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 8: AGUSTUS 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.833 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i8.9840

Abstract

Learning Text Reports Observation with Media Video Knowledge has been implemented by one of Indonesion teachers in class in VII SMPN 19 Malang. To knows student responce on learning text reports observation with media video knowledge has been implemented, the student gived  Questionnaire. The purpose of the questionnaire is to determine the response of students to the use of video media knowledge in text learning reports the results of observation. The method used in this research is descriptive qualitative that is describe student response based on answer questionnaire. Based on the questionnaire responses from the four classes taught by the teacher concerned, it can be concluded that more students are claiming that the observational text of the observation report with the video media is good knowledge (B). There are also some minority students who stated quite well (C). The result of student questionnaire answers can be used as a reflection material for teachers to improve the quality of the next learning.Pembelajaran teks laporan observasi dengan media video pengetahuan telah dilaksanakan oleh salah satu guru Bahasa Indonesia di kelas VII SMPN 19 Malang. Untuk mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan, siswa diberi angket. Tujuan dari pemberian angket tersebut adalah untuk mengetahui respons siswa terhadap penggunaan media video pengetahuan dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan respons siswa berdasarkan jawaban angket. Berdasarkan jawaban angket dari empat kelas yang diajar guru yang bersangkutan dapat disimpulkan bahwa lebih banyak siswa yang menyatakan bahwa pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan media video pengetahuan baik (B). Ada juga beberapa minoritas siswa yang menyatakan cukup baik (C). Hasil jawaban angket siswa tersebut dapat dijadikan bahan refleksi bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berikutnya.
KEEFEKTIFAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS X SMK Fitriani Fitriani; Anang Santoso; Nurchasanah Nurchasanah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 12: Desember 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.473 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i12.10333

Abstract

A developed teaching material is tested for its feasibility before it is implemented in the lesson. This study aims to describe the developed teaching materials, and describe the results of feasibility tests and the effectiveness of teaching materials developed. The design of the effectiveness test used in this research and development is Pretest Posttest Control Group Design. The results of the validity test of experts and practitioners show that the teaching material is feasible to be implemented, while the field test results show the effective teaching materials in the writing lesson. The mean value of the experimental class is 82.88 while the control class is 75.03. This indicates that the mean score of the control class postes is significantly lower than the experiment class score. Therefore it can be concluded that the experimental class is significantly different from the control class in terms of the postes value (p = 0.000).Sebuah bahan ajar yang dikembangkan diuji kelayakannya sebelum diimplementasikan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bahan ajar yang dikembangkan, dan mendeskripsikan hasil uji kelayakan serta keefektifan bahan ajar yang dikembangkan. Desain uji keefektiffan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu Pretest Posttest Control Group Design. Hasil uji validitas ahli dan praktisi menunjukkan bahan ajar layak untuk diimplementasikan, sedangkan hasil uji lapangan menunjukkan bahan ajar efektif dalam pembelajaran menulis. Nilai rata-rata kelas eksperimen 82,88, sedangkan kelas kontrol 75,03. Hal ini mengindikasikan rata-rata skor postes kelas kontrol signifikan lebih rendah dari skor kelas eksperimen. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen signifikan berbeda dari kelas kontrol dalam hal nilai postes (p=0.000).
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN HASIL BELAJAR IPS Khalida Rozana Ulfah; Anang Santoso; Sugeng Utaya
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.8, Agustus 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.62 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i8.6678

Abstract

The purpose of this study describes the relationship between motivation and learning outcomes, and how the relationship between motivation with student learning outcomes. This type of research is descriptive correlational models person. Collecting data using questionnaires and documents with the object of fifth grade students of SDN Melayu 2 Banjarmasin. Data were analyzed using Pearson correlation analysis. The results of data analysis known that most students have high motivation and learning outcomes, correlation values obtained Pearson r hitung of 0.283 with significance value = 0.043. rtabel with degrees of freedom (df = 54) for α = 0.05 value obtained 0.259. The next step to do a comparison, where the value is greater than rtabel rhitung (0.283> 0.259), and in addition the significant value gained more than α = 0.05 (0.035> 0.05) so that it can be concluded there is a relationship of motivation with learning outcomes.Tujuan penelitian ini menjelaskan hubungan motivasi dan hasil belajar, serta bagaimana hubungan motivasi dengan hasil belajar siswa. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional model person. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumen dengan objek siswa kelas V SDN Melayu 2 Banjarmasin. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil analisis data diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki motivasi dan hasil belajar tinggi, uji korelasi Pearsondidapatkan nilai rhitung sebesar 0,283 dengan nilai Signifikansi = 0,043. rtabel dengan derajat bebas (df=54) untuk α = 0,05 didapatkan nilai 0,259. Langkah selanjutnya dilakukan perbandingan, di mana nilai rhitung lebihbesar daripada rtabel (0,283 > 0,259). Selain itu, nilai signifikansi yang diperoleh lebih dari α = 0,05 (0,035 > 0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan motivasi dengan hasil belajar.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Kebudayaan Lokal pada Tema Indahnya Kebersamaan untuk Siswa Kelas IV Sitti Aliffatul Hasanah; Anang Santoso; Furaidah Furaidah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 10: OKTOBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i10.14138

Abstract

Abstract: This research aims to produce interactive multimedia based on local culture that is feasible in terms of validity, practicality, attractiveness, and effectivity. The development model used was the Lee & Owens model, consists of five steps: analysis, design, development, implementation, evaluation. The validator stated that interactive multimedia was very valid with a score of 92.9%.  Field test results showed that practicality of the product reached 94.5%, and level of attractiveness reached 95.9%.  The results of the cognitive domain t-test were 8,746>1,671, the affective domain was 6,028>1,671, and the psychomotor domain was 3,705>1,671. Those three analysis points out that t-empirical>t-table. It was concluded that interactive mulitmedia was valid, practical, attractive and effective.Abstrak: Penelitian ini bertujuan menghasilkan multimedia interaktif berbasis kebudayaan lokal yang valid, praktis, menarik, dan efektif. Model pengembangan menggunakan model Lee & Owens, terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validator menyatakan multimedia interaktif yang dikembangkan telah sangat valid dengan perolehan skor 92,9%. Hasil uji lapangan menunjukkan tingkat kepraktisan produk mencapai 94,5 %, dan tingkat kemenarikan mencapai 95,9%. Hasil perhitungan uji-t ranah kognitif adalah 8,746 1,671, ranah afektif adalah 6,028 1,671, dan ranah psikomotor adalah 3,705 1,671. Ketiga analisis uji-t menunjukkan t-empirik t-tabel. Disimpulkan bahwa multimedia interaktif telah valid, praktis, menarik, dan efektif.
Fungsi Kesantunan Berbahasa pada Kegiatan Musyawarah Destrianika Binoto; Suparno Suparno; Anang Santoso
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 3: MARET 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i3.13245

Abstract

Abstract: This study aims to describe the politeness of the language function in the activities of deliberation in the village of Tarohan. The method used in the form of a recording method in the form of tapping techniques to analyze data. The recording method in the form of tapping technique is used to record data in a clandestine way that is not visible or without the knowledge that will be recorded in the data analysis process. the function of politeness in language lies in stating information, declaring agreements, stating decisions, stating information, expressing congratulations, requesting recognition, asking for information, asking for reasons, asking for opinions, asking for sincerity, ordering, banning, apologizing, and criticizing.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskipsikan fungsi kesantunan berbahasa pada kegiatan musyawarah di desa Tarohan. Metode yang digunakan berupa metode rekam berupa teknik sadap untuk menganalisis data. Metode rekam berupa teknik sadap ini digunakan untuk merekam data dengan cara sembunyi-sembunyi yang tidak terlihat atau tanpa sepengetahuan yang akan direkam pada proses analisis data. Fungsi kesantunan berbahasa terdapat pada menyatakan informasi, menyatakan perjanjian, menyatakan keputusan, menyatakan keterangan, menyatakan selamat, meminta pengakuan, meminta keterangan, meminta alasan, meminta pendapat, meminta kesungguhan, menyuruh, melarang, meminta maaf, dan mengeritik.
Prinsip Kesantunan Ujaran Berbahasa dalam Interaksi Siswa Sekolah Dasar Mohammad Setyo Wardono; Anang Santoso; Imam Suyitno
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 11: NOVEMBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i11.14176

Abstract

Abstract: This research aims to describe impositive act  (Requesting, asking, ruling and rejecting), the politeness in language and politeness principle that is  used by the student in their interaction. The data collecion process uses recording techniques to get recording data when research is being run. The researcher also uses interview technique to ensure and give valid data. Transcript of recording, Interview result and field note are the data of research. Research data resource is taken from the student, teacher, and parents. The result of observation shows that there are four politeness principle. They are kurmat maxim or respect, andhap ashor maxim or humble, empan papan maxim or aware of the place, tepa selira maxim or tolerance maxim.Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan tindak impositif (meminta, bertanya memerintah dan menolak) kesantunan berbahasa, serta prinsip kesantunan dalam interaksi siswa. Proses pengumpulan data menggunakan, alat bantu recorder untuk mengambil data rekaman saat kegiatan penelitian, serta menggunakan teknik wawancara untuk memastikan dan memberikan hasil yang valid. Data penelitian ialah transkrip rekaman, hasil wawancara serta catatan lapangan. Penelitian ini menggunakan sumber data melalui siswa, guru, dan orangtua.  Hasil yang telah diteliti mendapatkan empat prinsip tindak ujar kesantunan dalam berbahasa, yakni maksim kurmat atau hormat, maksim andhap asor atau rendah hati, maksim empan papan atau sadar akan tempat, dan maksim tepa selira atau tenggang rasa.
Studi Penerapan Program Pembiasaan Membaca di Sekolah Dasar Febrianita Putri Solihah; Anang Santoso; Alif Mudiono
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 3: MARET 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.217 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i3.10681

Abstract

Reading habit in primary school has an important role to build literacy skills from early age. The purpose of this study is to describe the planning, implementation, and evaluation of the reading habit program in SD Muhammadiyah Kota Blitar. This research method uses phenomenology design. The results of the reading habit program are (1) the planning program was centered by headmaster design; (2) the implementation program consisted of opening class, reading habits on Tuesday in the yard, and creating reading habit areas; (3) the evaluation program carried out in monthly meeting and consist oral evaluation.Pembiasaan membaca di sekolah dasar erat kaitannya dengan pembangunan literasi pada diri siswa sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembiasaan membaca di SD Muhammadiyah Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Hasil dari pembiasaan membaca, meliputi (1) perencanaan program pembiasaan membaca berpusat pada rencana yang disusun oleh kepala sekolah; (2) penerapan program pembiasaan membaca terdiri dari opening class yang dilaksanakan di kelas dan pembiasaan membaca hari rabu yang dilaksanakan di halaman sekolah, serta adanya penciptaan lingkungan pembiasaan membaca; (3) evaluasi program pembiasaan membaca dilaksanakan pada rapat bulanan dan evaluasi lisan.
PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA TANGAN BERBASIS DIGITAL STORYTELLING Yunina Resmi Prananta; Punadji Setyosari; Anang Santoso
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 5: Mei 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.113 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i5.10332

Abstract

This study was conducted based on the results of a needs analysis derived from interviews and field observations, namely that schools require the development of instructional media on Subtheme: Nation Cultural Diversity. These constraints require solutions to problems so needed instructional media to facilitate student so that effective learning. The aim of research and development is to produce a decent (valid, interesting, practical) and effectively hand puppets media based DST on learning Subtheme: Nation Cultural Diversity for fourth graders of elementary school.This development used model Lee & Owens (2004). The results of the study are hand puppets media based DST decent and effective use in learning.Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang diperoleh dari wawancara dan observasi lapangan yaitu sekolah membutuhkan pengembangan media pembelajaran pada subtema Keberagaman Budaya Bangsaku. Kendala tersebut memerlukan solusi pemecahan masalah sehingga diperlukan media pembelajaran yang dapat memudahkan siswa belajar sehingga pembelajaran berlangsung efektif. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk media boneka tangan berbasis DST pada pembelajaran subtema Keberagaman Budaya Bangsaku untuk siswa kelas IV SD yang layak (valid, menarik, praktis) dan efektif. Pengembangan produk ini menggunakan model Lee & Owens (2004). Hasil penelitian adalah media boneka tangan berbasis DST yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI MELALUI PENERAPAN MODEL STAD BERBANTU MEDIA GAMBAR SERI PADA SISWA SD Moh. Ali Yafi; Anang Santoso; Alif Mudiono
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 11: November 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.001 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i11.10189

Abstract

This aim of this research is to describe the application of STAD learning model by drawing series media to improve student’s narrative writting skills. The research uses qualitative  method with the type of PTK (Clasroom action research). The result of this research for two cycles is shows increased the results. The everage score of student writing narrative increased from 68 in the first cycle to 76 in the second cycle. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model STAD berbantuan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian PTK. Hasil penelitian selama dua siklus menunjukkan hasil yang meningkat. Nilai rata-rata siswa menulis narasi mengalami peningkatan dari 68 pada siklus I menjadi 76 pada siklus II. 
PARTIKEL SEBAGAI PEMARKAH WACANA TUTURAN GURU DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Noorhana Noorhana; Anang Santoso; Martutik Martutik
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 7: JULI 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.734 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i7.9619

Abstract

This study aimed to describe the particle’s as a discourse markers of teacher’s interaction speech of teaching and learning Indonesian Subject. This research was qualitative descriptive research with Miles and Hubberman flow design. This design the data analysis showed with some ollection steps like, reduction data included description and identification of variations particle form as discourse markers, data presented by encoding and converting the result into matriks form, the last step was deduction data and verification. The result of this study showed that the form of particle of vowels or word were not ussualy derivable or inflected, such as interjection, preposition and articles that appear in the teacher’s speech were e, ya, kan, and nah. It could be concluded that particles were used by teacher’s as a discourse markers in the learning interaction to give a signal for student to give messages to be delivered in the next step in speech unit.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan partikel sebagai pemarkah wacana tuturan guru dalam interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan model alir Miles & Hubberman. Dengan menggunakan model ini, kegiatan analisis data dilakukan dengan langkah pengumpulan data, reduksi data yang meliputi deskripsi dan identifikasi variasi bentuk partikel sebagai pemarkah wacana, penyajian data dengan memberi kode serta mentransformasikan hasilnya ke dalam bentuk matriks, langkah terakhir adalah penyimpulan data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan partikel dalam bentuk suara vokal atau kata yang biasanya tidak dapat diderivasikan atau diinfleksikan, misalnya interjeksi, preposisi, dan artikel yang muncul dalam tuturan guru adalah ya, kan, nah, e, dan oh. Dapat disimpulkan bahwa partikel digunakan oleh guru sebagai pemarkah wacana dalam interaksi pembelajaran untuk memberikan sinyal kepada siswa tentang informasi atau pesan yang akan disampaikan pada unit tuturan berikutnya.
Co-Authors - Martutik A. H. Rofi'uddin Abdul Syukur Ibrahim Abdurahim, Antasary Adi Probo Laksono Afdhal Kusumanegara Ah. Rofi'uddin Alif Mudiono Alifian, Muhammad Afnani Andriyani, Noni Antok Risaldi Anwar, Amriyadi Ari Sapto Ary Fawzi, Ary Asmah Amir Asri Ismail Astutik, Pipit Pudji Aswan Aswan Azizatuz Zahro Cahyawati, Rina Susi Cicik Tri Jayanti Dawud Dawud Destrianika Binoto Dewi Puji Lestari Dewi Tryanasari Dewi, Susana Eka Didin Widyartono Djoko Saryono Efi Nilasari Ery Tri Djatmika RWW Ery Try Djatmika Faizatul Lutfia Yasmin Farid, Mujahidin Febri Taufiqurrahman Febrianita Putri Solihah Fitriani Fitriani Fuad, Akhmad Dzukaul Furaidah Gatut Susanto Gheanurma Ekahasta Novarina Hanum Lintang Siwi Suwignyo Hasan Suaedi Henik Nur Khofiyah Heriwanty Heriwanty Hikma, Nurul Hyink, Sean Ida Yeni Rahmawati Ifit Novita Sari Imam Suyitno Imam Syafi’i Ixsir Eliya Khalida Rozana Ulfah Kusubakti Andajani Lailatul Fitriah fitri Lazuardi Imaniar Lusi Ari Agustin Madu Trisna Devi Marlinda Ramdhani Mety Toding Bua, Mety Toding Moh. Ali Yafi Mohammad Setyo Wardono Muakibatul Hasanah Mudjianto Mudjianto Nabilla Nabilla NFN Aswan Nihayatul Luaili Nina Septia Rahmawati Noorhana Noorhana Novi Eka Susilowati Nurchasanah Nurul Hikma Pandu Meidian Pratama Punadji Setyosari Punaji Setyosari Radeni Sukma Indra Dewi Rahmawati, Ida Yeni Rifa Hanifah Risaldi, Antok Risca Candra Vinalistyosari Ritenour, Makenna Roekhan Roekhan Rokhmah, Ummi Nur Roni Wibowo Rusdiyana Ulfa Sa'dun Akbar Sainee Tamphu Sari, Cut Purnama Sean Hyink Shirly Rizki Kusumaningrum Sholikhah, Himmatus Sigit Priatmoko Silvy Dwi Yulianti Silvy Dwi Yulianti, Silvy Dwi Siska Nurma Yunitasari Siti Maisaroh Sitti Aliffatul Hasanah Sugeng Utaya Sugerman Sugerman Sukiman Sukiman Sukiman Sukiman Sulthoni Sumadi Sumadi Sunoto Sunoto Sunoto Sunoto Suparno Suparno Suparno Suparno Syahri, Moch. Syamsudin Syamsudin Syamsul Hadi Syukur Ghazali Teguh Tri Wahyudi Titik Harsiati Trio Erawati Siregar Uswatun Hasanah Utami Widiati Wahyudi Siswanto Wicaksono, Helmi Widiastuti, Yuanita Wiku Aji Sugiri Yuni Pratiwi Yunina Resmi Prananta Yunita Wildaniati, Yunita