p-Index From 2021 - 2026
6.035
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan DIKSI Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Diskursus Islam Erudio: Journal of Educational Innovation KEMBARA Edulib Jurnal Gramatika Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia WIDYA LAKSANA Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Jurnal Gemaedu Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Hasta Wiyata Linguistik Indonesia Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Jurnal ABM Mengabdi Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Studies in English Language and Education Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Potret kesopanan anak Indonesia dalam film-film animasi Indonesia Karim, Ahmad Abdul; Martutik, Martutik; Susanto, Gatut
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i3.1213

Abstract

The urgency of this study lies in the significance of children's viewing media, particularly animated films, as a means of character development and the internalization of politeness values aligned with Indonesian cultural norms. Amid the proliferation of media content that neglects educational aspects, local animated films emerge as a potential alternative for reinforcing character education. This study aims to reveal representations of politeness among Indonesian children in five locally produced animated films released between 2015–2021: Diva The Series (2015), Cerita Eza dan Adi (2017), Nussa (2018), Sampah Sandi (2019), and Riko The Series Season 2 (2021). Employing a pragmatic approach, the study applies Leech's politeness principle theory. Data collection techniques include observation, attentive listening, note-taking, and literature review. The data were analyzed through a process of selection, interpretation, and conclusion. The findings indicate that politeness is represented through character interactions, such as courteous speech, respectful attitudes, and the use of polite language. Each film emphasizes different maxims, with the Tact Maxim emerging as the most dominant. The study concludes that Indonesian animated films serve not only as entertainment but also as educational media that instill politeness values consistent with local cultural and social norms.
Penguatan Penulisan Karya Ilmiah Berbasis Best Practice Pembelajaran pada Guru SMA Zahro, Azizatuz; Martutik; Widyartono, Didin; Safii, Moh.; Pradiani, Yulia Ika Putri; Puspitaningtyas, Dinar Amelia; Salsabila, Amalita Sofia
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.70035

Abstract

Kemampuan menulis karya ilmiah sangat penting bagi guru. Melalui karya ilmiah, guru dapat berbagi pengalaman dan juga menapaki jenjang karir yang ada. Hambatan utama para guru dalam menulis karya ilmiah adalah lemahnya kemampuan menulis karya ilmiah, terutama dalam pengembangan ide dan tidak adanya forum intensif yang diorientasikan untuk latihan menulis karya ilmiah. Oleh karena itu, program pengembangan keprofesionalan dan karir guru yang penting dilaksanakan adalah meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah. Kegiatan penguatan penulisan karya ilmiah ini dilaksanakan pada 30 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Kediri Jawa Timur. Penguatan dilakukan dengan penggalian pengalaman terbaik guru dalam mengajar (best practice), pendampingan pengembangan best practice sebagai karya ilmiah, pendampingan reviu mandiri, pendampingan peer review dan peer editing oleh sejawat, dan penyelenggaraan forum seminar untuk mendesiminasikan best practice dan mendapatkan masukan sebagai bahan perbaikan (revisi). Hasil akhir kegiatan ini adalah kumpulan artikel para guru yang siap disajikan dalam forum ilmiah maupun diterbitkan dalam jurnal ilmiah nasional.  Implikasi pelatihan ini dapat memberi penguatan konsep penulisan karya ilmiah dan bagaimana langkah untuk mengumpulkan bahan penulisan karya ilmiah.
DEIKSIS DALAM MANTRA RITUAL DI TAPAL KUDA: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Alifian, Muhammad Afnani; Nurprihardianti, Viga Eka Putri; Farghani, Rizki Farizi; Martutik, Martutik
Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Vol 5, No 2 (2025): Volume 5, Nomor 2, September 2025
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jtln.v5i2.1586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas macam-macam deiksis yang terdapat dalam mantra di daerah Tapal Kuda. Mantra merupakan jenis karya sastra lama yang saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia. Mantra juga masih eksis digunakan di daerah Tapal Kuda. Tapal kuda merupakan nama geografis yang diistilahkan pada sejumlah kabupaten, diantaranya Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, Pasuruan, dan Probolinggo. Mantra sebagai ritual yang menggunakan kekuatan kata memiliki sejumlah leksikon linguistik yang salah satunya adalah deiksis atau kata tunjuk. Pengetahuan tentang deiksis yang ada dalam mantra dapat meningkatkan pemahaman terkait fungsi deiksis yang digunakan. Deiksis dalam mantra menarik untuk ditelaah karena berkaitan dengan ujaran kata tunjuk yang digunakan dalam budaya masyarakat khususnya daerah Tapal Kuda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan antropolinguistik yang menghubungkan antara budaya, bahasa, dan unsur pragmatik. Data penelitian berupa transkripsi ujaran yang terdapat dalam mantra di daerah Tapal Kuda. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan teknik simak catat dalam teks mantra. Teknik analisis data dengan model Miles dan Huberman dimulai dengan langkah pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai macam bentuk deiksis yang muncul dalam mantra di daerah Tapal Kuda. Kemunculan deiksis diantaranya deiksis persona sebanyak 9 kali, deiksis waktu tidak ditemukan, deiksis tempat 10, deiksis wacana 5, dan deiksis sosial sebanyak 2. Deiksis persona paling banyak muncul karena mantra yang dipilih lekat dengan tendensi makna untuk sebuah ritual. Deiksis dalam mantra pada beberapa kemunculannya tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi sebagai penguat dari wacana teks mantra.
Analisis Cerita Rakyat “SI KANTAN”: Kajian Struktural Naratif Vladimir Proop Lutfiah Aini; Kusubakti Andajani; Martutik, Martutik
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur naratif dalam cerita rakyat “Si Kantan” dengan menggunakan teori Vladimir Propp yang berfokus pada fungsi pelaku dalam naratif. Kajian ini berupaya mendeskripsikan dan mengidentifikasi fungsi-fungsi pelaku sekaligus mengeksplorasi bagaimana pola naratif Propp dapat diterapkan pada karya sastra tradisional Nusantara, yang masih jarang diteliti menggunakan pendekatan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan analisis struktural naratif melalui tahapan identifikasi morfologi cerita, pengelompokan aksi-aksi naratif, dan pemetaan terhadap 31 fungsi pelaku yang diuraikan Propp. Hasil penelitian menunjukkan 12 fungs i yang relevan dan muncul dalam narasi Si Kantan, dengan variasi unik yang mencerminkan konteks budaya lokal. Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam kajian struktural naratif di Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan adaptabilitas teori Propp pada cerita rakyat yang memiliki karakteristik budaya khas. Penelitian ini menegaskan bahwa teori struktural naratif dapat diterapkan pada ragam cerita yang berbeda, membuka ruang bagi studi lanjutan terhadap kekayaan naratif lokal melalui lensa struktural. skema kerangka cerita yang membentuk struktur adalah sebagai berikut, Β, ζ, T, ↑, M, H, N, ↓, K, W, Α, U. Skema yang menggambarkan perjuangan tokoh sejak kematian ayah tokoh dimulai dari β --- H. Setelah perjuangan dilakukan maka si tokoh melangsungkan pernikahan, N---U.
Tindak Tutur Direktif dalam Film Induk Gajah the Series Season 2 Wahyuni, Hilmi; Martutik, Martutik; Susanto, Gatut
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk tindak tutur direktif dan mendeskripsikan fungsinya melalui teori yang dikemukakan oleh Searle dalam dialog film Induk Gajah the Series Season 2. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa tuturan pada dialog yang diucapkan oleh tokoh yang ada dalam film Induk Gajah the Series Season 2 (2024). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik simak dan catat. Penelitian menemukan 8 bentuk tindak tutur direktif dalam dialog film, yaitu perintah, suruhan, anjuran, larangan, nasihat, saran, harapan, dan desakan. Terdapat 19 tuturan yang mewakili berbagai bentuk tindak tutur direktif, yang melibatkan karakter-karakter seperti Ira, Marsel, Om Rahan, Tante Mona, Mamak Uli, dan lain-lain. Selanjutnya, dalam pembahasan, peneliti mendeskripsikan fungsi dari bentuk tindak tutur direktif dan ditemukan bentuk direktif yang paling banyak digunakan dalam film ini adalah direktif perintah sedangkan yang paling sedikit adalah direktif nasihat.
Peningkatan Kompetensi Penulisan Karya Ilmiah Bagi Pengajar Bipa Di Yala Rajabath University Thailand Andajani, Kusubakti; Pratiwi, Yuni; Syahri, Moch; Widyartono, Didin; Martutik, Martutik
Jurnal ABM Mengabdi Vol 10 No 2 (2023): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31966/jam.v10i2.1336

Abstract

Teachers are required to have various competencies in the process of transferring knowledge to their students, as are BIPA teachers. Quality teaching competency is an important aspect in the successful achievement of student competency. Therefore, discussions on teacher competence are important as supporting the success of second language learning, in the context that will be carried out, namely the competence of BIPA teachers in writing scientific papers. This is done because writing skills are skills that are difficult to learn and teach. Additionally, consider BIPA which is increasingly popular for non-native speakers to follow. The objectives of this PKM are (1) to provide training in an effort to increase the competency in writing scientific papers of BIPA teachers, (2) to provide insight related to the use of technology in writing scientific papers. This activity was carried out at Yala Rajabhat University, Thailand. This location was chosen because it held BIPA learning and there were problems regarding inadequate insight in writing scientific papers in the context of Indonesian language and culture.The solution offered is to provide academic writing material (1) paraphrasing and quoting skills, (2) word or lexical variations, (3) active and inactive sentences, (4) thinking processes which include ability to understand written information, (5) structure and development of arguments in micro and macro stages. In addition, to achieve the second goal, provide insights related to the use of Mendeley, Vos Viewer, and Sciendiret and Scihub. It is hoped that these two indicators will be able to solve the problems faced by BIPA teachers
Sikap Bahasa Generasi Z di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri Rosiana Diah Rahmawati; Anang Sntoso; Martutik
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.4872

Abstract

Penelitian ini berfokus pada sikap bahasa generasi Z terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kecenderungan persepsi atau penilaian generasi Z terhadap bahasa-bahasa dikuasai dan umum digunakan sehari-hari di wilayah penelitian, yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengolah data statistik dari hasil penyebaran kuesioner sikap bahasa untuk mengetahui kecenderungan responden terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap generasi Z terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris menunjukkan nilai positif. Bahasa Inggris mendapatkan nilai indeks tertinggi yaitu 0,78. Bahasa Indonesia mendapatkan nilai indeks 0,73. Kemudian, bahasa daerah mendapatkan nilai indeks 0,69. Bahasa daerah mendapat nilai indeks paling rendah dan memiliki selisih yang cukup jauh dengan bahasa Inggris. Hal itu menunjukkan bahwa generasi Z di Kampung Inggris Pare lebih memilih bahasa Inggris daripada bahasa daerah, sedangkan bahasa Indonesia berada di posisi pilihan kedua karena dianggap sebagai bahasa yang netral. Penelitian ini memberikan gambaran terhadap kecenderungan generasi Z di Kampung Inggris Pare dalam menilai dan memilih bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: sikap bahasa, generasi Z, Kampung Inggris Pare
Leksikon Alam dalam Lagu Daerah Tanduk Majheng sebagai Pembentukan Identitas Budaya Masyarakat Madura: Analisis Ekolinguistik Bahruddin Bahruddin; Irfan Irwiadi; Imam Agus Basuki; Martutik Martutik
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17196

Abstract

The form of nature lexicon in the Madurese folk song titled “Tanduk Majheng” reflects the cultural identity of its people. The song contains thoughts and noble values that have been passed down from generation to generation. The use of nature lexicon in the song is not only for entertainment, but also a medium for Madurese people to convey their ideas, advice, and outlook on life. Therefore, this study aims to describe and explain the form of nature lexicon used in Madurese folk song titled “Tanduk Majheng”, as well as the relationship contained in the song “Tanduk Majheng” as the cultural identity of Madurese people. This research is a qualitative descriptive research. The data source used is a Madurese folk song entitled “Tanduk Majheng”, while the data is taken from the form of lexicon related to nature as a form of ecolinguistic study. The results of the study found three forms of nature lexicon are 1) majhengan (fish finder), 2) abental ombek (cushioned waves), 3) asapok angen (covered with wind). The cultural identity of Madurese people in the song Tanduk Majheng lies in the form of nature lexicon which mentions that the habits of people who live on the coast with livelihoods at sea. The natural lexicon contains values such as hard work, independence, and a deep understanding of the marine environment.
Representation of Indonesian social and cultural ideology in the book Sahabatku Indonesia BIPA 2: A critical linguistic study Muzaki, Helmi; Santoso, Anang; Martutik, Martutik; Isnaeni, Afiyahtun; Kusumawardani, Aulia Rachma; Bello, Idris Muhammad
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v9i1.1515

Abstract

This study aims to describe how Indonesian social and cultural ideologies are linguistically represented in the Sahabatku Indonesia BIPA 2 textbook through a Critical Linguistics perspective. The ideological dimension in textbooks, particularly how social, moral, and national values ​​are constructed through language choices, has rarely been studied in depth, necessitating an analysis capable of uncovering the role of language as a means of representing symbolic power in textbooks. This research method uses a descriptive qualitative approach with the Critical Linguistics analytical framework developed by Fowler. Data were obtained from reading texts, dialogues, and exercises in each learning unit and then analyzed at three levels: lexical choice, syntactic structure, and ideological discourse forms. The results show that this textbook consistently represents national values ​​such as mutual cooperation, social harmony, cleanliness, modernity, and cultural nationalism. These values ​​are conveyed through evaluative vocabulary choices, simple declarative and imperative sentences, and narratives that frame Indonesia as a developed, harmonious, and morally sound nation. This finding confirms that BIPA textbooks play a dual role: as a pedagogical tool and a cultural diplomacy tool that strengthens Indonesia’s image in the eyes of the international community.
Isi pesan persuasif dalam advertorial media massa cetak Martutik, Martutik
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, the goal of this research is to explain persuasive messages in advertorial forms found in printed advertisements. The study employs a qualitative approach oriented toward discourse analysis theory. The research findings indicate that messages of product superiority, promises of fulfillment, factual status, and opinion status are used to establish a positive image of products. The content of persuasive messages in advertorial advertisements is engineered by capitalists to build the hegemony of potential customers and encourage consumptive actions.
Co-Authors Abdul Rani Abdul Rani Abdul Syukur Ibrahim Aburizal Sadam Habibi Adisti Putri Pramesti Adlina, Adlina Ahmad Abdul Karim, Ahmad Abdul Alifian, Muhammad Afnani Amalia Nurma Dewi Amiruddin, Nurlina Anang Santaso Anang Santoso Anang Sntoso Angla Florensy Sauhenda Annuriza, Wilda Suci Anwar, Amriyadi Ardelia, Salsabila Magistra Azizatuz Zahro Bahruddin Bello, Idris Muhammad Bidi, Venansius Sandro Cicik Tri Jayanti Citra Kartika Sari Dawud Didin Widyartono Dita, Anastasia Encil Puspitoningrum, Encil Endah Tri Priyatni Endah Tri Priyatni Fachry Abda El Rahman Faisal Faisal Faizal Hadi Nugroho Fajar, Fajar Yogaatmaja Fajriani, Siti Novilia Farghani, Rizki Farizi Firdausy Rohmah Gatut Susanto Hanum Lintang Siwi Suwignyo Hariyadi, Rofik HASNA, NATASYA Helmi Muzaki Hemas Haryas Harja Susetya Heni Dwi Arista Hidayatul Ulum Hidayatul Ulum Hikma, Nurul Hilmi Wahyuni Ifit Novita Sari Ilmia Turrofiah Ilmia Turrofiah Imam Agus Basuki Imam Suyitno Inawati Inawati, Inawati Indah Sri Wilujeng Irfan Irwiadi Iriana, Oktavia Era Isnaeni, Afiyahtun Istiqomah Nurzafira Kusubakti Andajani Kusumawardani, Aulia Rachma Lasubu, Kalsum Lutfiah Aini Lutfiah Aini M. Taufikurahman Akbar Maryaeni Maryaeni Mega wati, Mega Moh. Safii Muh. Asrandy Maharmawan Muhammad Fahmi Amrullah, Muhammad Fahmi Muhtadin Muhtadin Musyarrafah S Musyarrafah S Noorhana Noorhana Novi Eka Susilowati Nudiyalista Khusna Nudiyalista Khusna Nur Azizah Nur Hadi Nurchasanah Nurhadi Nurhadi Nurhadi Nurprihardianti, Viga Eka Putri Nursila Dwi Nugraha Nuryasin, Mohammad Pandu Meidian Pratama Petronela Mau Pradiani, Yulia Ika Putri Prastio, Bambang Puspitaningtyas, Dinar Amelia Rahmah, Hanifa Raka Noor Adiatmaja Rani Auliawati Rachman Restining Anditasari Rizqi, Aminah Roekhan Roekhan Rosiana Diah Rahmawati Sainee Thampu Sajidah Nur Salsabila, Amalita Sofia Setiawan Setiawan Siti Naila Fauzia Siti Novilia Fajriani Sofiatul Annisa Sukardi, Mochamad Ighfir Suparno Suparno Syafinaz Amalia Putri Sunardi Syahri, Moch. Titik Harsiati Ummah, Maslakhatu Nurul Urfisya Fidi Azizah Wahyu P., Gigih Caesar Wahyuni, Hilmi Wevi Lutfitasari Wevi Lutfitasari Wicaksono, Helmi Wisnu Putri Airmas Jati Yudi Kurniawan Yuni Pratiwi Zeny Dwi Cahyanto Zeny Dwi Cahyanto, Zeny Dwi ‘Ulyatul Nur Kholishoh ‘Ulyatul Nur Kholishoh