p-Index From 2021 - 2026
6.615
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan DIKSI Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Diskursus Islam Erudio: Journal of Educational Innovation KEMBARA Edulib Jurnal Gramatika Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia WIDYA LAKSANA Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Jurnal Gemaedu Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Hasta Wiyata Linguistik Indonesia Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Jurnal ABM Mengabdi AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Studies in English Language and Education Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Kajian Linguistik dan Sastra Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan
Claim Missing Document
Check
Articles

TINDAK TUTUR PADA JARGON KAMPANYE DALAM KONTEKS SOSIAL BUDAYA BALIHO CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI DI KABUPATEN BLITAR TAHUN 2024 Iriana, Oktavia Era; Martutik; Susanto, Gatut
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/widyabastra.v12i2.21614

Abstract

Bahasa dalam konteks politik menggunakan tindak tutur yang khas karena bertujuan untuk mempersuasi atau memengaruhi pemikiran masyarakat yang dituju untuk mendukung pasangan calon pemimpin memperoleh kemenangan. Pragmatik adalah cabang ilmu linguistik yang mampu menelaah penggunaan tindak tutur berdasarkan konteks dalam komunikasi termasuk pada ranah politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang membahas mengenai penggunaan tindak tutur dan jargon pada ranah politik meliputi pemanfaatan konteks sosial budaya. Teori yang digunakan dalam artikel ini menggunakan teori tindak tutur Searle dan ditemukan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan tindak tutur pada jargon kampanye baliho Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Blitar pada tahun 2024 meliputi konteks sosial dan budaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan-kumpulan baliho kampanye politik pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Blitar pada tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baliho kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Blitar pada tahun 2024 menggunakan tindak tutur asertif, direktif dan ekspresif. Selain itu, tuturan pada baliho menggunakan konteks jargon sosial budaya masyarakat setempat yang bertujuan untuk membentuk citra positif sehingga mampu membujuk calon pemilih.
Pengalaman dalam Bahasa Indonesia: Kategorisasi dan Metafora Konseptual Hanum Lintang Siwi Suwignyo; Anang Santoso; Martutik
Linguistik Indonesia Vol. 43 No. 1 (2025): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v43i1.754

Abstract

Riset ini bertujuan untuk menelusuri konsep pengalaman sebagai dasar pemikiran linguistik kognitif secara umum dalam bahasa Indonesia. Data bebas konteks dalam penelitian ini adalah 300 kata pengalaman yang berasal dari korpus menu kolokasi di laman KOIN (Korpus Indonesia oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) dan 42 data terikat konteks dari kata pengalaman yang berasal dari cuitan di Twitter. Kategorisasi dianalisis dengan menyusun seluruh data lalu dinalarkan berdasarkan kesamaan dan keterkaitan hal yang melingkupinya. Reduksi data dilakukan untuk data yang tidak memiliki kesamaan  dengan yang lain. Setelah itu data disimpulkan dengan menggunakan teori kategorisasi Rosch (1978). Metafora konseptual dianalisis dengan mendaftar ekspresi bahasa yang masuk dalam kategori yang sama. Kemudian unsur dasar pengalaman dipilah sebagai unsur utamanya, dan unsur penjelasnya digunakan sebagai backgrounding. Setelah itu, makna ekspresi kebahasaannya dipetakan satu persatu dan  ditarik kesimpulannya. Data dianalisis secara lebih dalam dengan menggunakan teori metafora konseptual oleh Lakoff (1990). Hasilnya ditemukan kategori pengalaman inderawi dan kategori emosi sebagai kategori sentral. Kategori pengalaman inderawi memiliki kategori periferal berupa kategori personal dan kuantitatif, sedangkan kategori pengalaman emosi berupa kategori emosional, spiritual, dan material. Ada enam metafora konseptual pengalaman dalam bahasa Indonesia yang ditemukan, yakni PENGALAMAN ADALAH GURU, PENGALAMAN ADALAH INTERAKSI, PENGALAMAN ADALAH WARISAN, PENGALAMAN ADALAH RUANG, PENGALAMAN ADALAH TAHAPAN, dan PENGALAMAN ADALAH VARIABEL MATEMATIS.
Tindak Tutur Direktif dalam Film Induk Gajah the Series Season 2 Hilmi Wahyuni; Martutik Martutik; Gatut Susanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk tindak tutur direktif dan mendeskripsikan fungsinya melalui teori yang dikemukakan oleh Searle dalam dialog film Induk Gajah the Series Season 2. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa tuturan pada dialog yang diucapkan oleh tokoh yang ada dalam film Induk Gajah the Series Season 2 (2024). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik simak dan catat. Penelitian menemukan 8 bentuk tindak tutur direktif dalam dialog film, yaitu perintah, suruhan, anjuran, larangan, nasihat, saran, harapan, dan desakan. Terdapat 19 tuturan yang mewakili berbagai bentuk tindak tutur direktif, yang melibatkan karakter-karakter seperti Ira, Marsel, Om Rahan, Tante Mona, Mamak Uli, dan lain-lain. Selanjutnya, dalam pembahasan, peneliti mendeskripsikan fungsi dari bentuk tindak tutur direktif dan ditemukan bentuk direktif yang paling banyak digunakan dalam film ini adalah direktif perintah sedangkan yang paling sedikit adalah direktif nasihat.
Tindak Tutur komisif dalam debat publik pertama calon bupati dan calon wakil bupati Mojokerto pada pilkada tahun 2024 Ummah, Maslakhatu Nurul; Susanto, Gatut; Martutik, Martutik; Wahyu P., Gigih Caesar
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i2.1151

Abstract

The objectives of this study are (1) to describe the form of commissive speech acts in the first public debate of Mojokerto regent and vice-regent candidates; (2) to describe the purpose and context of commissive speech acts in the first public debate of Mojokerto regent and vice-regent candidates The method applied in this research is descriptive qualitative with a pragmatic approach. The data sources in this study are video transcripts of the first public debate of candidates for regent and vice-regent of Mojokerto in the form of words, phrases, or sentences. The debate theme was ‘Regional development strategy in realizing the welfare of the people of Mojokerto Regency.’ The results of this study found 22 commissive speech acts divided into four types: 14 speech acts of promise, 5 speech acts of intention, 3 speech acts of offer, and 1 speech act of refusal. According to the analysis that has been done, it is found that there are messages from both pairs of candidates and their implications that can be a reference for voters in making their choices in the 2024 regional head election.
Kesantunan Berbahasa Orang Tua dan Anak pada Youtube “Bolehkah Sekali Saja Kumenangis” Amiruddin, Nurlina; Martutik, Martutik; Susanto, Gatut
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the form of politeness in language by Prilly and her father in a video entitledSocial Experiment: “Can I cry just once?" Episode 1-Prilly Latuconsina on the Sinemaku Pictures YouTubechannel and the influence of the use of politeness maxims in language to create emotionalcommunication between parents and children. The politeness of language between parents and childrenis something that needs to be considered. The closeness factor often makes children forget the principlesof politeness when communicating with their parents. In analyzing the data, this study focuses oncompliance with the principles of politeness in language based on the theory developed by Leech. Thisresearch is a type of qualitative descriptive research. The data source in this study comes from the socialexperiment video "Can I cry just once?" Episode 1 on the Sinemaku Pictures YouTube channel in the formof speech uttered by Prilly and her father. The results of this study indicate that there are several maximsof politeness used by Prilly and her father, namely the maxim of humility, the maxim of appreciation,the maxim of generosity, the maxim of sympathy, the maxim of appropriateness, and the maxim ofwisdom. The maxims most often used are the maxim of humility and the maxim of appreciation, so thatthey can be a stimulus for the creation of emotional communication. This study can be a referencerelated to the importance of politeness applied in communication between children and parents.
REPRESENTASI KONSUMERISME DALAM ADVERTORIAL PRENAGEN: KAJIAN WACANA KRITIS Martutik, -
Diksi Vol. 2 No. 22: DIKSI SEPTEMBER 2014
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3226.314 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v2i22.3165

Abstract

ABSTRAKWacana iklan advertorial merupakan bentuk tindakan, sebuah bentuk interaksi.Sebagai sebuah interaksi sosial, wacana iklan advertorial memiliki tujuan membentukmasyarakat konsumerisme. Oleh sebab itu, iklan advertorial disusun secara sadar danterkontrol. Dengan menggunakan ancangan analisis wacana kritis, tulisan ini bertujuanmengupas representasi konsumerisme dalam iklan advertorial Prenagen. Representasikonsumerisme dikaji dari aspek kata dan kalimat yang dikemukakan Fairclough. Dilihat daridiksinya, iklan Prenagen menggunakan pilihan kata yang bernilai pengalaman, ekspresif,dan relasi. Dilihat dari kalimatnya, iklan Prenagen menggunakan struktur kalimat aktifdan pemfokusan pada predikat serta pemfokusan pada keterangan tujuan. Kalimat aktifdalam iklan Prenagen ditandai dengan (nama) produk digunakan sebagai pelaku (agen).Dalam upaya memberi efek persuasi digunakan metafora untuk memberikan sifat insanipada produk.Kata kunci: representasi, konumerisme, kajian wacana kritis
Persuasive in preaching discourse of mamah dedeh and aa beraksi on indosiar Fajar, Fajar Yogaatmaja; Dawud; Martutik
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 14 No. 1 (2024): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v14i1.10117

Abstract

Language has a highly vital role in life. One of them is the use of persuasion. Persuasion used in preaching must try to coax, influence, and change the mindsets of the preaching participants in the activity of preaching. This present study was categorized as aqualitative research using the theoretical orientation of discourse analysis. The data research were in the forms of words, phrases, clauses, and sentences. It was obtained from the persuasive preaching discourses which were transcribed from the show program of “Mamah Dedeh and AA Beraksi” on Indosiar channel downloaded via Youtube in March, 2019. The results of the discourse analysis of Mamah Dedeh's preaching in Indosiar include, (1) persuasive diction include (a) (a) the choice of words to invite by encouraging and ordering, (b) the choice of words to prohibit by preventing and forbidding, (c) the choice of words to threaten by fear and detrimental; (2) the content of persuasive messages includes (a) the content of the message inviting to take action, recommending, and ordering (b) the content of the prohibition message by commanding and requesting (c) the content of the threat message with self harm and harm to others, and; (3) persuasive message strategies include (a) rational reinforcement strategies with facts and logic, (b) emotional evocation strategies by emphasizing sadness and emphasizing anxiety, and (c) mixed strategies by emphasizing bad and emphasizing good
Potret kesopanan anak Indonesia dalam film-film animasi Indonesia Karim, Ahmad Abdul; Martutik, Martutik; Susanto, Gatut
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i3.1213

Abstract

The urgency of this study lies in the significance of children's viewing media, particularly animated films, as a means of character development and the internalization of politeness values aligned with Indonesian cultural norms. Amid the proliferation of media content that neglects educational aspects, local animated films emerge as a potential alternative for reinforcing character education. This study aims to reveal representations of politeness among Indonesian children in five locally produced animated films released between 2015–2021: Diva The Series (2015), Cerita Eza dan Adi (2017), Nussa (2018), Sampah Sandi (2019), and Riko The Series Season 2 (2021). Employing a pragmatic approach, the study applies Leech's politeness principle theory. Data collection techniques include observation, attentive listening, note-taking, and literature review. The data were analyzed through a process of selection, interpretation, and conclusion. The findings indicate that politeness is represented through character interactions, such as courteous speech, respectful attitudes, and the use of polite language. Each film emphasizes different maxims, with the Tact Maxim emerging as the most dominant. The study concludes that Indonesian animated films serve not only as entertainment but also as educational media that instill politeness values consistent with local cultural and social norms.
Penguatan Penulisan Karya Ilmiah Berbasis Best Practice Pembelajaran pada Guru SMA Zahro, Azizatuz; Martutik; Widyartono, Didin; Safii, Moh.; Pradiani, Yulia Ika Putri; Puspitaningtyas, Dinar Amelia; Salsabila, Amalita Sofia
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.70035

Abstract

Kemampuan menulis karya ilmiah sangat penting bagi guru. Melalui karya ilmiah, guru dapat berbagi pengalaman dan juga menapaki jenjang karir yang ada. Hambatan utama para guru dalam menulis karya ilmiah adalah lemahnya kemampuan menulis karya ilmiah, terutama dalam pengembangan ide dan tidak adanya forum intensif yang diorientasikan untuk latihan menulis karya ilmiah. Oleh karena itu, program pengembangan keprofesionalan dan karir guru yang penting dilaksanakan adalah meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah. Kegiatan penguatan penulisan karya ilmiah ini dilaksanakan pada 30 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Kediri Jawa Timur. Penguatan dilakukan dengan penggalian pengalaman terbaik guru dalam mengajar (best practice), pendampingan pengembangan best practice sebagai karya ilmiah, pendampingan reviu mandiri, pendampingan peer review dan peer editing oleh sejawat, dan penyelenggaraan forum seminar untuk mendesiminasikan best practice dan mendapatkan masukan sebagai bahan perbaikan (revisi). Hasil akhir kegiatan ini adalah kumpulan artikel para guru yang siap disajikan dalam forum ilmiah maupun diterbitkan dalam jurnal ilmiah nasional.  Implikasi pelatihan ini dapat memberi penguatan konsep penulisan karya ilmiah dan bagaimana langkah untuk mengumpulkan bahan penulisan karya ilmiah.
DEIKSIS DALAM MANTRA RITUAL DI TAPAL KUDA: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Alifian, Muhammad Afnani; Nurprihardianti, Viga Eka Putri; Farghani, Rizki Farizi; Martutik, Martutik
Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Vol 5, No 2 (2025): Volume 5, Nomor 2, September 2025
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jtln.v5i2.1586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas macam-macam deiksis yang terdapat dalam mantra di daerah Tapal Kuda. Mantra merupakan jenis karya sastra lama yang saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia. Mantra juga masih eksis digunakan di daerah Tapal Kuda. Tapal kuda merupakan nama geografis yang diistilahkan pada sejumlah kabupaten, diantaranya Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, Pasuruan, dan Probolinggo. Mantra sebagai ritual yang menggunakan kekuatan kata memiliki sejumlah leksikon linguistik yang salah satunya adalah deiksis atau kata tunjuk. Pengetahuan tentang deiksis yang ada dalam mantra dapat meningkatkan pemahaman terkait fungsi deiksis yang digunakan. Deiksis dalam mantra menarik untuk ditelaah karena berkaitan dengan ujaran kata tunjuk yang digunakan dalam budaya masyarakat khususnya daerah Tapal Kuda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan antropolinguistik yang menghubungkan antara budaya, bahasa, dan unsur pragmatik. Data penelitian berupa transkripsi ujaran yang terdapat dalam mantra di daerah Tapal Kuda. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan teknik simak catat dalam teks mantra. Teknik analisis data dengan model Miles dan Huberman dimulai dengan langkah pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai macam bentuk deiksis yang muncul dalam mantra di daerah Tapal Kuda. Kemunculan deiksis diantaranya deiksis persona sebanyak 9 kali, deiksis waktu tidak ditemukan, deiksis tempat 10, deiksis wacana 5, dan deiksis sosial sebanyak 2. Deiksis persona paling banyak muncul karena mantra yang dipilih lekat dengan tendensi makna untuk sebuah ritual. Deiksis dalam mantra pada beberapa kemunculannya tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi sebagai penguat dari wacana teks mantra.
Co-Authors Abdi Galih Firmansyah Abdul Rani Abdul Rani Abdul Syukur Ibrahim Aburizal Sadam Habibi Adisti Putri Pramesti Adlina, Adlina Ahmad Abdul Karim, Ahmad Abdul Alifian, Muhammad Afnani Amalia Nurma Dewi Amiruddin, Nurlina Anang Santaso Anang Santoso Anang Sntoso Anditasari, Restining Angla Florensy Sauhenda Annuriza, Wilda Suci Anwar, Amriyadi Ardelia, Salsabila Magistra Azizatuz Zahro Bello, Idris Muhammad Bidi, Venansius Sandro Cicik Tri Jayanti Citra Kartika Sari Dawud Didin Widyartono Dita, Anastasia Encil Puspitoningrum, Encil Endah Tri Priyatni Endah Tri Priyatni Endah Tri Priyatni Fachry Abda El Rahman Faisal Faisal Faizal Hadi Nugroho Fajar, Fajar Yogaatmaja Fajriani, Siti Novilia Farghani, Rizki Farizi Firdausy Rohmah Gatut Susanto Hanum Lintang Siwi Suwignyo Hariyadi, Rofik HASNA, NATASYA Helmi Muzaki Hemas Haryas Harja Susetya Heni Dwi Arista Hidayatul Ulum Hidayatul Ulum Hikma, Nurul Hilmi Wahyuni Ifit Novita Sari Ilmia Turrofiah Ilmia Turrofiah Imam Agus Basuki Imam Suyitno Inawati Inawati, Inawati Indah Sri Wilujeng Indri Wahyu Lestari Irfan Irwiadi Iriana, Oktavia Era Isnaeni, Afiyahtun Istiqomah Nurzafira Kusubakti Andajani Kusumawardani, Aulia Rachma Lasubu, Kalsum Lutfiah Aini Lutfiah Aini Lutfitasari, Wevi M. Taufikurahman Akbar Mardawati Mardawati Maryaeni Maryaeni Mau, Petronela Mega wati, Mega Moh. Safii Muh. Asrandy Maharmawan Muh. Fadhalani Tafdila Syamsul Muhammad Fahmi Amrullah, Muhammad Fahmi Muhtadin Muhtadin Musyarrafah S Musyarrafah S Nadhifatur Rizqien Noorhana Noorhana Noorhana, Noorhana Novi Eka Susilowati Nudiyalista Khusna Nudiyalista Khusna Nugraha, Nursila Dwi Nur Azizah Nur Hadi Nurchasanah Nurhadi Nurhadi Nurhadi Nurprihardianti, Viga Eka Putri Nursila Dwi Nugraha Nuryasin, Mohammad Pandu Meidian Pratama Petronela Mau Pradiani, Yulia Ika Putri Prastio, Bambang Puspitaningtyas, Dinar Amelia Putri Malinda Nurul Faizah Rahmah, Hanifa Raka Noor Adiatmaja Rani Auliawati Rachman Restining Anditasari Rizqi, Aminah Roekhan Roekhan Rosiana Diah Rahmawati Sainee Thampu Sajidah Nur Salsabila, Amalita Sofia Setiawan Setiawan Siti Naila Fauzia Siti Novilia Fajriani Sofiatul Annisa Sukardi, Mochamad Ighfir Suparno Suparno Syafinaz Amalia Putri Sunardi Syahri, Moch. Titik Harsiati Ummah, Maslakhatu Nurul Urfisya Fidi Azizah Wahyu P., Gigih Caesar Wahyuni, Hilmi Wevi Lutfitasari Wevi Lutfitasari Wicaksono, Helmi Wilujeng, Indah Sri Wisnu Putri Airmas Jati Yudi Kurniawan Yuni Pratiwi Zeny Dwi Cahyanto Zeny Dwi Cahyanto, Zeny Dwi ‘Ulyatul Nur Kholishoh ‘Ulyatul Nur Kholishoh