p-Index From 2021 - 2026
6.615
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan DIKSI Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Diskursus Islam Erudio: Journal of Educational Innovation KEMBARA Edulib Jurnal Gramatika Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia WIDYA LAKSANA Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Jurnal Gemaedu Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Hasta Wiyata Linguistik Indonesia Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Jurnal ABM Mengabdi AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Studies in English Language and Education Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Kajian Linguistik dan Sastra Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan
Claim Missing Document
Check
Articles

Expressive speech acts during disasters: A pragmatic analysis of the Aceh tsunami oral history archive Faisal Faisal; Anang Santaso; Gatut Susanto; Martutik Martutik; Siti Naila Fauzia
Studies in English Language and Education Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v12i1.37842

Abstract

The Aceh Tsunami Oral History archive transcribes firsthand accounts from survivors of the December 26, 2004, tsunami, capturing their experiences as direct witnesses to the disaster. These narratives express emotions such as anxiety, panic, worry, distress, and disorientation. This frame of mind reflects the psychological turmoil faced during the earthquake and tsunami waves. This study focuses on expressive speech acts (ESAs), aiming to identify their types, strategies, and patterns in the oral history archive. A qualitative pragmatic approach was employed, with data collected through reading, recording, coding, tabulating, and categorizing. The process of data analysis followed five stages: description, selection, analysis, interpretation, and conclusion. The findings reveal that Aceh tsunami survivors used 22 types of ESAs, both direct and indirect. A number of 65 strategy patterns emerged from two primary strategies, shaping communication based on the survivors intended interlocutors. The expressions directed toward Allah, the one God, were dominant, featuring religious language and strong Islamic references. The use of hadih maja (Acehnese proverbs) was also identified, illustrating how the survivors speech acts integrate cultural and religious elements in their communication. The findings have inclusively presented the deep interconnection between faith, Acehnese cultural wisdom, and the ESAs of tsunami survivors.
Strategi Persuasi dalam Judul Video Dakwah Islam di YouTube Indonesia melalui Sinergi Tindak Tutur dan Perangkat Stilistika Sukardi, Mochamad Ighfir; Susetya, Hemas Haryas Harja; Santoso, Anang; Martutik, Martutik
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2025.009.01.09

Abstract

This study investigates speech act patterns and pragmastylistic strategies employed in Islamic video titles on Indonesian YouTube and explains how both dimensions interact to construct persuasive digital religious communication. Using a qualitative descriptive approach, the study analyzed 150 Islamic video titles selected purposively from Indonesian YouTube channels. Data were examined through qualitative content analysis by classifying speech acts, stylistic devices, and communicative functions based on speech act theory and pragmastylistics. The findings indicate that representative, directive, and expressive speech acts are the most dominant categories, accompanied by collaborative speech act patterns that combine multiple illocutionary forces within a single title. Stylistically, irony, hyperbole, antithesis, repetition, and various forms of linguistic foregrounding are frequently employed to strengthen communicative effects. The analysis further demonstrates that persuasive power is generated not by speech acts or stylistic devices independently but through their systematic interaction, producing stronger pragmatic effects within the attention economy of digital platforms. This study extends the application of pragmastylistics to digital religious communication by demonstrating that YouTube video titles function as strategic sites where religious messages, audience engagement, and platform-specific communication practices are negotiated.
Leksikon Alam dalam Lagu Daerah Tanduk Majheng sebagai Pembentukan Identitas Budaya Masyarakat Madura: Analisis Ekolinguistik Bahruddin Bahruddin; Irfan Irwiadi; Imam Agus Basuki; Martutik Martutik
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17196

Abstract

The form of nature lexicon in the Madurese folk song titled “Tanduk Majheng” reflects the cultural identity of its people. The song contains thoughts and noble values that have been passed down from generation to generation. The use of nature lexicon in the song is not only for entertainment, but also a medium for Madurese people to convey their ideas, advice, and outlook on life. Therefore, this study aims to describe and explain the form of nature lexicon used in Madurese folk song titled “Tanduk Majheng”, as well as the relationship contained in the song “Tanduk Majheng” as the cultural identity of Madurese people. This research is a qualitative descriptive research. The data source used is a Madurese folk song entitled “Tanduk Majheng”, while the data is taken from the form of lexicon related to nature as a form of ecolinguistic study. The results of the study found three forms of nature lexicon are 1) majhengan (fish finder), 2) abental ombek (cushioned waves), 3) asapok angen (covered with wind). The cultural identity of Madurese people in the song Tanduk Majheng lies in the form of nature lexicon which mentions that the habits of people who live on the coast with livelihoods at sea. The natural lexicon contains values such as hard work, independence, and a deep understanding of the marine environment.
Penerapan Model Pembelajaran TSTS (Two Stay Two Stray) Untuk Menginspirasi Penggubahan Puisi Siti Novilia Fajriani; Martutik Martutik
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.15(2).178-188

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk menginspirasi penggubahan puisi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Malang dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 34 orang. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan rincian pelaksanaan setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflection). Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan tes. Instrumen dalam penelitian ini disusun dengan melibatkan face validity yaitu expert judgment. Seluruh data yang didapatkan dari penelitian ini (baik data tes berupa angka atau persen) dianalisis dan diolah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk menginspirasi penggubahan puisi pada peserta didik menunjukkan hasil yang baik. Secara keseluruhan, sebanyak 28 (82,35%) peserta didik telah menunjukkan ketuntasan belajar sedangkan 6 (17,64%) peserta didik lainnya belum menunjukkan ketuntasan belajar. Meski belum seluruh peserta didik menunjukkan adanya ketuntasan belajar, namun hasil penilaian dan pengamatan pada siklus II menunjukkan peningkatan dari siklus I (65,21% ke 83,44%).
Kearifan Bayan Budiman Melalui Pembelajaran Bermuatan Konservasi Budaya Faizal Hadi Nugroho; Maryaeni Maryaeni; Roekhan Roekhan; Martutik Martutik
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13413

Abstract

Abstrak: Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui konservasi budaya. Namun, pembelajaran tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kearifan Bayan Budiman dan  (2) pembelajaran bermuatan konservasi budaya dan wujud produk konservasi budaya generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi praktik pembelajaran, analisis hasil pekerjaan peserta didik, dan studi dokumen. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi, lalu disajikan dalam narasi temuan yang diperkuat dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hikayat Bayan Budiman memiliki kearifan pada nilai budaya, sosial, agama, dan pendidikan. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa wujud konservasi budaya melalui 25 cerpen terintegrasi hikayat dan 8 cerpen secara eksplisit menyebutkan tokoh-tokoh hikayat sebagai bagian cerpen alih wahana. Konservasi budaya peserta didik menunjukkan hal yang positif dengan berbagai strategi seperti integrasi dan eksplisit, tetapi perlu adanya keberlanjutan supaya peserta didik dapat mengonservasi hikayat ke media yang lain.
Peningkatkan Keterampilan Membacakan Teks Berita melalui Studio Kreatif di Kelas XI SMA Negeri 1 Sukosari Yudi Kurniawan; Martutik Martutik; Nurhadi Nurhadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.8099

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan di lapangan yang menunjukkan  siswa mengalami kesulitan dalam aspek pelafalan, intonasi, keberanian, dan ekspresi saat membacakan berita. Kondisi ini memerlukan intervensi pembelajaran yang inovatif, sehingga peneliti memanfaatkan Studio Kreatif sebagai media pembelajaran alternatif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas XI dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi rekaman video. Studio Kreatif yang digunakan dilengkapi peralatan standar produksi yaitu kamera, mikrofon untuk menciptakan lingkungan belajar yang  mendukung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada semua aspek yang diteliti. Pada aspek pelafalan, siswa seperti Anis, Agus, dan Fahri menunjukkan kemajuan dalam kejelasan artikulasi dan ketepatan pengucapan kata-kata kompleks. Dalam aspek intonasi, terlihat peningkatan kemampuan menggunakan variasi nada dan penekanan pada kata kunci, seperti yang ditunjukkan oleh Fahri dan Rizki Darmawan. Aspek keberanian mengalami perkembangan yang ditandai dengan peningkatan kontak mata, interaksi dengan audiens, dan pengelolaan kecemasan pada siswa seperti Agus dan Naura. Sementara pada aspek ekspresi, siswa seperti Janatal dan Anis mampu menampilkan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang lebih variatif dan sesuai dengan konten berita. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Studio Kreatif merupakan media yang efektif untuk meningkatkan keterampilan membacakan berita karena mampu menciptakan lingkungan belajar yang autentik, memberikan umpan balik langsung melalui rekaman, dan membangun kepercayaan diri siswa secara bertahap. Keunggulan Studio Kreatif terletak pada kemampuannya mengintegrasikan latihan teknis kebahasaan dengan pengembangan keterampilan performatif dalam konteks yang mendekati situasi nyata.
Language Analysis of Official Power in Educational Facilities Revitalization Policies on Online News Media Nadhifatur Rizqien; Muh. Fadhalani Tafdila Syamsul; Martutik Martutik; Anang Santoso
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 19, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v19i2.85973

Abstract

This study aims to analyze how state officials’ language of power is constructed and conveyed in online news media in reporting the National Education Facility Revitalization policy and its supporting programs. This study employs a qualitative approach with a critical descriptive design, using Norman Fairclough’s three-dimensional model of Critical Discourse Analysis (CDA), which examines textual practices, discursive practices, and social practices. The data consist of news articles published by national online news portals, selected through purposive sampling. The findings indicate that: (1) at the textual level, power is constructed through three strategies, namely the use of technocratic diction, the legitimation of governmental authority and its right to exercise power, and the presentation of quantitative targets to create an impression of objectivity within the discourse; (2) at the level of discursive practice, political elites control discourse resources, resulting in the media primarily functioning as a channel for reproducing the government’s discourse, while community groups are marginalized and their perspectives on the actual conditions in disadvantaged, frontier, and outermost (3T) areas receive limited representation; and (3) at the level of social practice, the discourse reinforces a top-down policy structure shaped by the ideology of developmentalism. Therefore, the discourse surrounding the policy in online media functions as a means of legitimizing the government’s role and shaping public acceptance, while simultaneously limiting the visibility of critical perspectives and the complexity of conditions at the local level. 
Kesantunan Negosiasi Kekuasaan: Studi Komparasi Podcast Youtube Kaks Production dan Agak Laen Putri Malinda Nurul Faizah; Abdi Galih Firmansyah; Roekhan Roekhan; Martutik Martutik
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v9i1.22159

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena kesantunan berbahasa dalam negosiasi kekuasaan pada dua podcast YouTube populer di Indonesia, yakni Kaks Production dan Agak Laen, dengan fokus pada episode yang menampilkan dr. Tirta sebagai tamu. Penelitian ini menggunakan teori kesantunan Brown dan Levinson dalam perspektif sosiolinguistik, Penelitian ini mengidentifikasi dan membandingkan penggunaan 5 substrategi kesantunan positif dan 5 substrategi kesantunan negatif dalam negosiasi kekuasaan pada interaksi host-tamu dari dua podcast Youtube. Metode penelitian kualitatif deskriptif-komparatif dengan pendekatan sosiolinguistik digunakan untuk menganalisis ujaran yang ditranskripsikan dari kedua episode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua podcast tersebut menggunakan strategi kesantunan yang berbeda dalam negosiasi kekuasaan antara host dan bintang tamu, Kaks Production lebih dominan pada penggunaan kesantunan negatif, sedangkan Agak Laen lebih dominan pada penggunaan strategi kesantunan positif.
Pemanfaatan Cerita Mitologi Indonesia sebagai Bahan Penulisan Teks Fantasi Indri Wahyu Lestari; Azizatuz Zahro; Martutik Martutik
Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2026): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v11i2.6429

Abstract

Indonesia has a rich heritage of mythological stories that can be utilized as sources of ideas for writing fantasy texts. This study aims to analyze the use of Indonesian mythological stories as material for writing fantasy narratives. The study is motivated by the need for creative sources of inspiration in fantasy writing and by the continuing dominance of world-building patterns derived from Western fantasy traditions, while the richness of Indonesian mythology has not yet been optimally utilized. This study employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. The research data consist of various Indonesian mythological stories selected based on the diversity of their mythological elements, such as mythological characters and creatures, sacred places, customary taboos, and cultural artifacts. Data were collected through document analysis and examined using content analysis, which involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Indonesian mythological stories have considerable potential as material for writing fantasy texts because they provide narrative elements that can support character development, world-building, conflict development, and systematic story resolution. The use of these mythological elements can produce narrative structures that are more coherent, original, and rooted in local cultural values. In addition to helping writers develop ideas more creatively, the use of Indonesian mythological stories can also strengthen the representation of cultural identity in modern fantasy literature. This study produces a conceptual model for utilizing Indonesian mythological stories as material for writing fantasy texts, which can serve as a reference for creative writing activities and culturally based writing instruction. The findings are expected to contribute to the development of creative writing studies while supporting the preservation and revitalization of Indonesia’s cultural heritage through literary works.
KESANTUNAN BERTUTUR MURID DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN PERSPEKTIF PRAGMATIK Mardawati Mardawati; Gatut Susanto; Martutik Martutik
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 3 October 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v7i3.88844

Abstract

This study aims to analyze the forms and strategies of students’ verbal politeness in ninth-grade Indonesian language lessons at SMPN 1 Wonomulyo. The study employed a qualitative approach with a pragmatic analysis design. Data were collected through recordings and field notes and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The analysis drew on Leech’s politeness principle and Brown and Levinson’s politeness strategies. The findings revealed 29 instances of politeness forms encompassing five maxims, with the agreement maxim predominating. Thirty instances of politeness strategies were identified across three categories. Negative politeness strategies predominated in interactions with teachers, whereas direct strategies occurred more frequently among students. These findings indicate that students adapt their politeness practices to social relationships and communicative contexts, a pattern interpreted as consistent with the cultural value of malaqbiq. The integration of both frameworks informs the study of classroom politeness and provides a basis for teachers to develop context-sensitive speaking instruction that considers social relationships and local cultural values.
Co-Authors Abdi Galih Firmansyah Abdul Rani Abdul Rani Abdul Syukur Ibrahim Aburizal Sadam Habibi Adisti Putri Pramesti Adlina, Adlina Ahmad Abdul Karim, Ahmad Abdul Alifian, Muhammad Afnani Amalia Nurma Dewi Amiruddin, Nurlina Anang Santaso Anang Santoso Anang Sntoso Anditasari, Restining Angla Florensy Sauhenda Annuriza, Wilda Suci Anwar, Amriyadi Ardelia, Salsabila Magistra Azizatuz Zahro Bello, Idris Muhammad Bidi, Venansius Sandro Cicik Tri Jayanti Citra Kartika Sari Dawud Didin Widyartono Dita, Anastasia Encil Puspitoningrum, Encil Endah Tri Priyatni Endah Tri Priyatni Endah Tri Priyatni Fachry Abda El Rahman Faisal Faisal Faizal Hadi Nugroho Fajar, Fajar Yogaatmaja Fajriani, Siti Novilia Farghani, Rizki Farizi Firdausy Rohmah Gatut Susanto Hanum Lintang Siwi Suwignyo Hariyadi, Rofik HASNA, NATASYA Helmi Muzaki Hemas Haryas Harja Susetya Heni Dwi Arista Hidayatul Ulum Hidayatul Ulum Hikma, Nurul Hilmi Wahyuni Ifit Novita Sari Ilmia Turrofiah Ilmia Turrofiah Imam Agus Basuki Imam Suyitno Inawati Inawati, Inawati Indah Sri Wilujeng Indri Wahyu Lestari Irfan Irwiadi Iriana, Oktavia Era Isnaeni, Afiyahtun Istiqomah Nurzafira Kusubakti Andajani Kusumawardani, Aulia Rachma Lasubu, Kalsum Lutfiah Aini Lutfiah Aini Lutfitasari, Wevi M. Taufikurahman Akbar Mardawati Mardawati Maryaeni Maryaeni Mau, Petronela Mega wati, Mega Moh. Safii Muh. Asrandy Maharmawan Muh. Fadhalani Tafdila Syamsul Muhammad Fahmi Amrullah, Muhammad Fahmi Muhtadin Muhtadin Musyarrafah S Musyarrafah S Nadhifatur Rizqien Noorhana Noorhana Noorhana, Noorhana Novi Eka Susilowati Nudiyalista Khusna Nudiyalista Khusna Nugraha, Nursila Dwi Nur Azizah Nur Hadi Nurchasanah Nurhadi Nurhadi Nurhadi Nurprihardianti, Viga Eka Putri Nursila Dwi Nugraha Nuryasin, Mohammad Pandu Meidian Pratama Petronela Mau Pradiani, Yulia Ika Putri Prastio, Bambang Puspitaningtyas, Dinar Amelia Putri Malinda Nurul Faizah Rahmah, Hanifa Raka Noor Adiatmaja Rani Auliawati Rachman Restining Anditasari Rizqi, Aminah Roekhan Roekhan Rosiana Diah Rahmawati Sainee Thampu Sajidah Nur Salsabila, Amalita Sofia Setiawan Setiawan Siti Naila Fauzia Siti Novilia Fajriani Sofiatul Annisa Sukardi, Mochamad Ighfir Suparno Suparno Syafinaz Amalia Putri Sunardi Syahri, Moch. Titik Harsiati Ummah, Maslakhatu Nurul Urfisya Fidi Azizah Wahyu P., Gigih Caesar Wahyuni, Hilmi Wevi Lutfitasari Wevi Lutfitasari Wicaksono, Helmi Wilujeng, Indah Sri Wisnu Putri Airmas Jati Yudi Kurniawan Yuni Pratiwi Zeny Dwi Cahyanto Zeny Dwi Cahyanto, Zeny Dwi ‘Ulyatul Nur Kholishoh ‘Ulyatul Nur Kholishoh