p-Index From 2021 - 2026
14.498
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Publikasi Pendidikan IJEE (Indonesian Journal of English Education) Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial International Journal of Artificial Intelligence Research QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Gulawentah:Jurnal Studi Sosial JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Jurnal Basicedu Journal of Educational Research and Evaluation Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Journal on Education Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat RANDANG TANA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Diakronika Jurnal Prakarsa Paedagogia Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Jurnal Scientia Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Journal of Social Development Studies Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia International Journal of Community Service SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS JURNAL PENDIDIKAN IPS Indo-MathEdu Intellectuals Journal PTK: Jurnal Tindakan Kelas El-Jughrafiyah : Jurnal Geografi dan Terapannya Indonesian Community Journal Journal Of Human And Education (JAHE) Society : Jurnal Jurusan Tadris IPS International Journal of Learning and Instruction (IJLI) Jurnal Basicedu Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Innovative: Journal Of Social Science Research Balale' : Jurnal Antropologi Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Digulis: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Edu Geography Karuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Jurnal Pendidikan Progresif Proceeding of the International Conference on Global Education and Learning Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Perkembangan dan pelestarian tenun Corak Insang khas kota Pontianak Haris Firmansyah; Iwan Ramadhan; Hadi Wiyono; Astrini Eka Putri; Thomy Sastra Atmaja
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.23933

Abstract

Kota Pontianak memiliki kain bercorak khas yang berupa tenun corak Insang sebagai identitas budaya yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan dan pelestarian tenun Corak Insang khas kota Pontianak. Tenun Corak Insang merupakan kain yang mengandung nilai budaya yang tinggi sejak zaman Kesultanan Pontianak dan harus dilestarikan keberadaanya. Perlunya perluasan fakta-fakta menarik terkait perkembangan dan pelestarian tenun Corak Insang secara luas sejak dahulu hingga sekarang demi terjaganya keberadaan tenun Corak Insang agar terus dikreasikan, dicintai dan diminati oleh generasi ke generasi. Metode yang digunakan penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Sedangkan sumber data terdiri atas data primer yaitu hasil wawancara dan pengamatan proses pembuatan tenun serta kunjungan museum, data sekunder diperoleh dari arsip gambar dan informasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Awalnya tenun Corak Insang hanya digunakan oleh kalangan bangsawan di istana Kadriah Pontianak saja. Sebagai lambang identitas bangsawan atau status sosial pada suatu kelompok. Baik dari segi penggunaannya, pembuatan maupun perkembangan dari segi coraknya yang saat ini semakin beragam dan terus dilestarikan oleh masyarakat Melayu kota Pontianak. Disimpulkan bahwa perkembangan dan pelestarian tenun corak insang sudah mengalami inovasi dan kreasi yang lebih baik dengan tetap memertahankan nilai dan tampilan yang khas agar tetap eksis sebagai hasil dari tangan produksinya serta penggunaannya tidak terbatas hanya golongan tertentu saja.   The city of Pontianak has a distinctively patterned cloth in gill pattern weaving as a cultural identity that must be developed and preserved. This study examines developing and preserving the Pontianak City-style woven corak insang. Weaving with gill patterns is a cloth that has contained high cultural value since the time of the Pontianak Sultanate, and its existence must be preserved. It is necessary to expand on interesting facts related to the development and preservation of corak insang weaving from ancient times until now to maintain the existence of gill pattern weaving so that it continues to be created, loved, and in demand by generations. The method used is qualitative research through a descriptive approach. The data sources consist of primary data, namely the results of interviews and observations of the process of making weaving and museum visits, and secondary data obtained from archives of images and information. Data collection techniques were done through observation, interviews, and documentation. Initially, the nobility only used the corak insang weaving at the Kadriah Pontianak palace. As a symbol of the identity of nobility or social status in a group. Both in terms of its use, manufacture, and development in terms of styles, which are increasingly diverse and continue to be preserved by the Malay community of Pontianak City. It was concluded that the development and preservation of gill pattern weaving had experienced better innovation and creation while maintaining a distinctive value and appearance so that it continues to exist due to its production hands, and its use is not limited to specific groups only.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA BAGI GURU MGMP IPS KABUPATEN MEMPAWAH Hadi Wiyono; Haris Firmansyah; Iwan Ramadhan; Nur Meily Adlika; Shilmy Purnama; Jumardi Budiman; Sumantri Sumantri; Rina Raihana Putri; Uray Rosa Febrianti
Abdimas Galuh Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i1.9185

Abstract

Tujuan pelaksanaan PKM ini untuk meningkatkan minat guru-guru IPS Kabupaten Mempawah dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis canva, dan meningkatkan keterampilan guru-guru IPS Kabupaten Mempawah dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis canva. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini terdiri atas: (a) Pelatihan, yaitu kegiatan interaktif dengan guru-guru IPS SMP Kabupaten Mempawah untuk memberikan penjelasan teori tentang media pembelajaran, dan (b) Praktik, memberikan tugas kepada guru-guru membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi canva kemudian meminta peserta pelatihan mengumpulkan tugas media untuk diberikan penilaian dan masukan. Kegiatan PKM berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis canva bagi guru-guru MGMP Kabupaten Mempawah dilaksanakan di SMP Negeri 2 Mempawah dan diikuti oleh 27 peserta yang terdiri atas guru-guru IPS dari sekolah di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kegiatan pengabdian memberikan dampak pada peserta dengan meningkatnya minat guru-guru IPS Kabupaten Mempawah dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis canva serta meningkatkan keterampilan guru-guru IPS Kabupaten Mempawah dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis canva.
INTERAKSI SOSIAL REMAJA ANTAR ETNIK DI DESA SALATIGA KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Hadi Wiyono; Edwin Mirzachaerulsyah; Galih Mahardika Christian Putra
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 11, No 2 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.146 KB) | DOI: 10.26418/j-psh.v11i2.42954

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi yang terjadi pada remaja antar etnik di Desa Salatiga Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk interaksi sosial remaja antar etnik di Desa Salatiga berupa kerja sama, toleransi dan asimilasi. Kerjasama yang terjadi berupa kegiatan bersama seperti berkumpul bersama, mengobrol, membuat rujak bersama, membuat kue, dan bermain bola bersama. Toleransi yang terjadi berupa tidak adanya perselisihan di antara remaja antar etnik tersebut dengan terbentuknya rasa saling sepakat untuk tidak melakukan perselisihan dengan etnik lain. Asimilasi berupa upaya mengurangi perbedaan dengan penggunaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia.
KUDA KEPANG BARONGAN : EKSISTENSI KEBUDAYAAN ETNIS JAWA DI PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS Iwan Ramadhan; Haris Firmansyah; Nur Meily Adlika; Hadi Wiyono; Astrini Eka Putri
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 8, No 2 (2023): VOLUME 8 NUMBER 2 MEI 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v8i2.3956

Abstract

The purpose of this study was to describe the early history of the formation of the Kuda Kepang Barongan culture, the views of the community on culture and the impact and existence of the Kuda Kepang Barongan culture in Pontianak by the Margo Tresno Association, the methods used were observation, in-depth interviews with informants, the results, the traditional art of Kuda Kepang Barongan that grows and develops in Pontianak City thanks to the Margo Tresno Association is evidence of the acculturation of Javanese ethnicity in Pontianak. Obtained were early history Initially, the existence of the Kuda Kepang Barongan culture was sparked by the Margo Tresno Association which wanted to maintain the existence of Javanese ethnic culture in Pontianak. The community's view of this culture was welcomed by the artists with the presence of horse braid players who were not only from Javanese ethnicity but other ethnicities also participated. the cultural arts of the barong braid horse further enrich the culture in the city of Pontianak in particular, this is in accordance with the characteristics of the city of Pontianak which has a variety of cultures and ethnic groups which is commonly called multicultural. As a source of social studies learning, namely maintaining the existence of local wisdom culture and material for social interaction and cultural history in Pontianak.
Studi Kasus Pola Asuh Orangtua Di Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau (Indonesia) Aprillia Maryani; Aminuyati Aminuyati; Venny Karolina; Hadi Wiyono; Okianna Okianna
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i2.4990

Abstract

Dalam sebuah keluarga orang tua merupakan peranan utama untuk menerapkan pola asuh pada anak-anaknya. tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: tindakan dukungan pola asuh orang tua, alasan orang tua melakukan tindakan dukungan, kontrol pada pola asuh yang dilakukan orang tua dan alasan orang tua melakukan kontrol pola asuh tersebut pada anak mereka di RT 018/RW 007 Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Bentuk penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan sumber data penelitian yang digunakan adalah sumber data primer yaitu dimana pada penelitian ini adalah hasil dari wawancara mendalam dan observasi, adapun yang menjadi informan dalam wawancara ini yaitu 6 orang tua yang memiliki anak di usia sekolah menengah pertama dan teknik analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua termasuk kategori otoritatif karena orang tua sering melakukan tindakan dukungan dan kontrol yang tinggi pada kehidupan anak mereka yang berkaitan dengan akademik yaitu: jadwal belajar, fasilitas les, motivasi, dan aturan belajar sedangkan yang berkaitan dengan non akademik yaitu: displin, sikap dan perilaku, serta agama
Sistem Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka: Di SMP Negeri 21 Pontianak Hadi Wiyono
Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Vol 6 No 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3354

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem, kesiapan dan pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum di SMP Negeri 21 Pontianak. Persiapan sekolah dalam rangka menerapkan pembelajaran sesuai konsep kurikulum merdeka diawali dengan langkah mendapatkan pelatihan yang difasilitasi oleh pemerintah secara gratis. Walaupun adanya pelatihan, webinar, workshop maupun kegiatan sejenisnya, masih terdapat guru melaksanakan pembelajaran tidak sesuai konsep kurikulum merdeka atau masih secara konvensional. Namun dalam pelaksanaannya, antar guru SMPN 21 Pontianak saling membantu dan kerja sama. Pembelajaran kegiatan regular atau rutin dilakukan untuk mengembangkan minat, bakat dan kemampuan siswa kelas VII. Meningkatkan kemampuan kognitif dilakukan guru tanpa mengabaikan penanaman nilai karakter siswa yang terwujud dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Populasi penelitian terhadap siswa kelas VII, sedangkan subyek penelitian yaitu guru dan siswa secara acak atau tidak terstruktur. Hasil penelitian ini yaitu persiapan dalam memahami kurikulum merdeka dilakukan pertama kali melalui pelatihan, webinar, workshop dan bentuk kegiatan lainnya. Sedangkan pada pelaksanaannya, implementasi sebagaimana pada satuan pendidikan pada umumnya, adanya pembelajaran rutin atau regular dan proyek penguatan profil Pancasila menyangkut penanaman nilai karakter yang ditanamkan sekolah. Kemudian kerja sama yang baik antar guru muda dan senior dalam pemanfaatan tekhnologi pembelajaran.
PROBLEMS OF ADJUSTING THE "INDEPENDENCE CURRICULUM" LEARNING SYSTEM AT SMP NEGERI 2 PONTIANAK Hadi Wiyono
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 02 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, edition March-May 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v12i02.1470

Abstract

This study aims to find out the learning system and adjustments in implementation of the independent curriculum at SMPN 2 Pontianak, in preparation for the implementation of the independent curriculum by SMPN 2 Pontianak teachers who have been given directions from the school so that teachers follow the driving teacher program before implementing the independent curriculum in order to support teacher readiness. in implementing the independent curriculum learning system. In the implementation of learning, teachers find obstacles to the use of technology in the learning process, including the method of solving problems in textbooks that are still conventional and less varied which can cause student boredom, besides that the use of the independent learning platform has not been used optimally by teachers, even though there are many things that can be used to support learning. The qualitative research method is a descriptive approach through observation, interview and documentation techniques in obtaining data about the independent curriculum learning system at SMPN 2 Pontianak and the obstacles and teachers' efforts to overcome these obstacles. The results of this study are the learning system at SMPN 2 Pontianak with 70% regular or routine learning and 30% project activities.The thing that has the most influence on the independent curriculum is the learning schedule. Then in learning there is still minimal use of technology, the completion of questions in textbooks is still less varied, there is still a lack of literacy for learning through the independent learning platform, finally, on teacher competence which is still low and needs to be improved based on information from the vice principal of SMPN 2 Pontianak.
Social Studies Education as a Strategy in Building Anti-Corruption and Anti-Drug Character in Junior High School Sumantri Sumantri; Hadi Wiyono; Nurhesti Nurhesti
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v13i1.1008

Abstract

This research aims to build Anti-Corruption and Anti-Drug characters through the learning of Social Science in junior high schools. Corruption and drug abuse are serious problems that threaten the progress and sustainability of a country. Therefore, it is important to involve the younger generation in efforts to prevent corruption and drug abuse from an early age. IPS learning is one of the ways to shape Anti-Corruption and Anti-Drug characters. Through IPS learning, a more strategic approach can be taken to build these characters by instilling values of integrity, justice, and social responsibility that are crucial in combating corruption and drug abuse. Additionally, the use of participatory learning methods such as group discussions, simulations, and case studies can enhance students' understanding and awareness of corruption and drug-related issues. In conclusion, this research provides an important contribution to the efforts of preventing corruption and drug abuse by engaging the younger generation in positive social change. The implications of this research can be used as a guide for educators in designing effective learning strategies to build Anti-Corruption and Anti-Drug characters in schools.
Makna Dan Nilai Tradisi Bepapas Masyarakat Melayu Hadi Wiyono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6434

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tradisi Bepapas cara melakukan, serta nilai-nilai yang ada di dalam tradisi Bepapas pada masyarakat Melayu Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi dan wawancara dan juga menggunakan jurnal jurnal yang ada. Dan dapat di simpulkan bahwa Tradisi Bepapas memiliki makna dan nilai yang sangat dalam bagi masyarakat Melayu Sambas. Mulai dari bahan hingga tahapan memiliki makna dan nilai yang bisa diambil pelajaran dalam kehidupan sehari – hari. Sehingga tidak jarang masyarakat Melayu Sambas mengajarkan nilai agama maupun adab dalam kehidupan bermasyarakat melalui sebuah tradisi seperti tradisi bepapas. Intinya setiap tradisi yang dilakukan baik itu tradisi Bepapas ataupun yang lainya pasti memiliki tujuan tersediri. Bahkan memiliki makna dan nilai tersendiri yang terkandung didalam sebuah tradisi tersebut. Sehingga dari sebuah tradisi yang ada bisa mengambil pelajaran untuk kehidupan sehari hari.
Tour de Museum: Pengenalan dan Pelestarian Budaya Kalimantan Barat Haris Firmansyah; Hadi Wiyono; Iwan Ramadhan; Nur Meily Adlika; Shilmy Purnama; Jumardi Budiman
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.6122

Abstract

  Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini, yaitu: (1) untuk meningkatkan minat peserta didik dalam mempelajari serta mengenal budaya daerah Kalimantan Barat; dan (2) untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang budaya Kalimantan Barat. Metode PkM dalam bentuk pelatihan dengan mengobservasi museum Provinsi Kalimantan Barat bersama peserta didik serta pemberian angket dan tes. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 27 peserta didik kelas VI SD Negeri 09 Pontianak Tenggara, dan pendamping peserta didik yang terdiri dari kepala sekolah dan wali kelas VI SD Negeri 09 Pontianak Tenggara. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa meningkatnya minat peserta didik kelas VI SD N 09 Pontianak Tenggara belajar sejarah budaya dari hasil angket minat peserta didik rata-rata skor 87% kategori tinggi, serta meningkatnya pengetahuan peserta didik tentang budaya Kalimantan Barat dengan rata-rata hasil tes sebesar 82 dengan kategori A.
Co-Authors -, Veronika AA Sudharmawan, AA Achmadi Achmadi Adlika, Nur Meily Afandi Afandi Agmel Saka Fiana Agung Wahyudi Al Hidayah, Riama Al Ikhsan, Ifnur Aldi Alya Istiqla Zuvita Ami nuyati Aminuyati Aminuyati Aminuyati Andang Firmansyah Andini, Dini Tiara Anisa, Aulia Apriani, Sella Amelia Aprillia Maryani Ardita, Lilis Arjun Wahyudi Asmarita, Asmarita Aspiandi, Aspiandi Astrini Eka Putri Atmaja , Thomy Sastra Aulia Anisa Awaludin Awaludin Awaludin Awaludin, Awaludin Ayu Werna Yanti Barella, Yuswinur Carla Queiroz Daniel Daud Fiqo Ghafika Dea Tami Restu Bumi Dedeh Winarsih Desfianta, Arya Dewantara, Jagad Aditya Dewantara, Jagat Aditya Diah Trismi Harjanti Dina Fitirana Dini Tiara Andini Dita septiana Edi Iskandar Edi Iskandar, Edi Edwin Mirzachaerulsyah Edwin Mirzachaerulsyah Eka Putri, Astrini Emerinciana Randang Endang Purwaningsih Evlin Marpaung F. Y. Khosmas F. Y. Khosmas Fahira, Nurul Fanni Yoga Pratama Farhan, Firda Islamaya Fiana, Agmel Saka Firmansyah, Haris Fithra Ramadian Fitria Dwi Prasetyaningtyas Fitriana, Dina Franitya, Nita Galih Mahardika Christian Putra Galih Mahardika Christian Putra, Galih Mahardika Gloria Kristia Pagari Hafizi, M Zainul Haliza, Nur Haris Firmansyah Haris Firmansyah I Ketut Suada Ika Rahmatika Chalimi Ika Rahmatika Chalimi Imran Imran Imran Imran Indrawan, Fernando Ario Iwan Ramadhan Javada, Aliiffillya Jepri Saputra Jumardi Budiman Karolin, Venny Karolina, Venni Karolina, Venny Kartono, Kartono Khairunnisa Khairunnisa Khosihan, Aan kurnia, yayang Kurniawan, Syafarani Kurniawati, E Titin Lestari, Febryanti Dwi M Zainul Hafizi M Zainul Hafizi M Zainul Hafizi Mahadina, Cintia Maharani Maharani MARIA ULFAH Maria Ulfah Mas Akhbar Faturrahman Mashudi Mashudi Mashudi Mashudi Maulidya, Dinda Mayuni, Irin Mitha Mitha Mitha Mitha, Mitha Muhammad Agus Hardiansyah Muhammad Fafizi Muhammad Iqbal Apriliyana Muhammad Nur imanulyaqin Muhammad Syawaludin Nasari, Aris Nining Ismiyani Nuraini Asriati Nurhesti Nurhesti Nurhesti, Nurhesti Nurul Fahira Okianna Okianna Okianna Okianna Oktapiana, Devi Oly Serviati Pagari, Gloria Kristia Panamuan, Fortunata Blandina Patrisia Rahayu Utami Prancisca, Stella Purnama, Shilmy Putri Tipa Anasi Queiroz, Carla Querioz, Carla Randang, Emerinciana Ranti, Lidiya Rima Restu Bumi, Dea Tami Ridal, Hendrik Rina Raihana Putri Roni, Roni Rosita Lisa Saputra, Jepri Sari, Mulia Septi Istiharoh Siska Siska Siti Sarah, Siti Sri Buwono Sri Buwono . Sri Hartini Sulistyarini, Sulistyarini Sumantri Sumantri Superman Superman Suriyanisa Sutoyo Budiharto Syariefudin, Muhammad Tawara, Lisa Thomy Sastra Atmaja Toby Xaixanith Triage, Daras Uray Rosa Febrianti Uswatun Hasanah Venny Karolina Venny Karolina Venny Karolina Venny Karolina Venny Karolina Wahyuni, Fauziyah Sri Warneri . Wibowo, Bimo Pramono Putro Widya, Anggi Xaixanith, Toby Yas'a, M. Dissha Najiah Al Yohana Yohana Yohanes Bahari Yonatan Novelius Yusawinur Barella Yusawinur Barella Yuyun Wahyuni Zalianty, Anindya Zuri Astari