p-Index From 2021 - 2026
7.188
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) Public Health of Indonesia Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) JCES (Journal of Character Education Society) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas The Indonesian Journal of Infectious Diseases ABDIMAS SILIWANGI Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Kesehatan Indonesia Gema Wiralodra Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Journal of Midwifery Jurnal Mitra Kencana Keperawatan dan Kebidanan Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Jurnal Keperawatan Cikini Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Jurnal Kesehatan Rajawali Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Pengalaman Keluarga Sakit Demam Berdarah Dengue dengan Pencegahannya Tuba, Syahrul; Mariani, Ria; Faizah, Ana; Sutriyawan, Agung; Ramadhan, Afif
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i2.168

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus demam berdarah dengue di kota Bandung masih tinggi yaitu 2.790 kasus. Upaya untuk mengatasi jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat, salah satu program pencegahan adalah memutus rantai penularan dengan pemberantasan sarang nyamuk. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengalaman sakit demam berdarah dengue, pengetahuan dan sikap dengan praktik pemberantasan sarang nyamuk. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga di wilayah kerja Puskesmas Ujung Berung Indah. Sampel diambil secara simple random sampling sebanyak 116 ibu rumah tangga. Subjek penelitian ini adalah ibu rumah tangga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden ada pengalaman sakit demam berdarah dengue (61,2%) dan memiliki sikap kurang mendukung terhadap pencegahan demam berdarah (73,3%). Lebih dari setengah responden melakukan praktik pemberantasan sarang nyamuk kurang baik (56%) dan berpengetahuan rendah (54,3%). Variabel yang berhubungan dengan praktik pemberantasan sarang nyamuk adalah pengalaman sakit demam berdarah dengue (p=0,003, POR=3,4), pengetahuan (p=0,007, POR=3,0), dan sikap (p=0,013, POR=3,1). Kesimpulan: Pencegahan demam berdarah dengue dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga, serta pengalaman sakit dapat mengubah perilaku ibu rumah tangga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Hubungan Pola Asuh Ibu dan Pola Pemberian Makanan terhadap Kejadian Stunting Wibowo, Diki Prayugo; S, Irmawati; Tristiyanti, Deby; Normila, Normila; Sutriyawan, Agung
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 2 (2023): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v6i2.543

Abstract

Abstrak Stunting menjadi salah satu sorotan utama di Indonesia, karena kejadiannya selalu meningkat. Faktor pola asuh yang buruk dan pola pemberian makanan tidak tepat pada balita merupakan faktor risiko penyebab stunting. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pola asuh ibu dan pola pemberian makanan terhadap kejadian stunting pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan  di wilayah kerja Puskesmas Cipadung pada bulan Januari-Maret 2022. Populasi penelitian ini yaitu ibu yang memiliki balita. Sampel sebesar 84 responden diambil secara acak. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur tinggi badan dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa pola asuh ibu (p=0,045 dan POR=2,9) dan pola pemberian makanan (p=0,014 dan POR=3,3) berhubungan dengan kejadian stunting. Pola asuh dan pola pemberian makanan berhubungan dengan kejadian stunting. Pola asuh ibu yang baik dapat mencegah anak mengalami stunting, begitu juga dengan pemberian makanan, jika ibu memberikan makanan yang tepat untuk anaknya, maka anak dapat terhindar dari stunting. Keywords: stunting, pola asuh, pola pemberian makanan, balita   Abstract Stunting is one of the main highlights in Indonesia, and its prevalence is on the rise. Poor parenting and feeding patterns in children are risk factors for stunting. The goal of this study was to investigate the relationship between maternal parenting and feeding patterns and the prevalence of stunting in toddlers. This was a cross-sectional quantitative study. The population of this study was mothers who have toddlers. Samples were taken as many as 84 respondents were taken randomly. The instruments used are height measuring devices and questionnaires. Data analysis used the chi square test. The results of the study found that maternal parenting was related to stunting events (p = 0.045 and POR = 2.9). Feeding patterns are associated with stunting events (p=0.014 and POR=3.3). Parenting and feeding patterns are related to stunting events, good maternal parenting can prevent children from stunting, as well as feeding, if the mother provides the right food for her child, then the child can avoid stunting. Keywords: stunting, parenting, feeding patterns, toddlers
Determinants of Stunting in Children Under Five Sari, Fikitri Marya; Wulandari, Wulandari; Sofais, Danur Azissah Roeliana; Novega, Novega; Ramlis, Ravika; Fauzi, Yusran; Pratiwi, Bintang Agustina; Sutriyawan, Agung
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i1.8531

Abstract

Introduction: Stunting in children under five years old remains a major global health concern, affecting approximately 22.3% of children worldwide. It contributes to impairments in physical and cognitive development, reduced academic performance, lower economic productivity, and increased susceptibility to non-communicable diseases. This study aims to synthesize comprehensive evidence regarding the determinants associated with stunting in children under five. Methods: A systematic review and meta-analysis were conducted using data from 22 eligible studies retrieved from international databases (Scopus, PubMed, ScienceDirect, and Springer). Heterogeneity was assessed using the I² statistic, and a random-effects model was applied to estimate the odds ratio (OR) and 95% confidence interval (CI). Publication bias was evaluated using funnel plot visualization and Egger’s test. Results: Meta-analysis findings demonstrate that several determinants significantly increase the risk of stunting, including low maternal education (OR = 1.63; 95% CI: 1.11–2.41; I² = 84.64%), low paternal education (OR = 1.66; 95% CI: 1.05-2.61; I² = 55.64%), maternal occupation (OR = 1.59; 95% CI: 1.09-2.32; I² = 71.16%), low household income (OR = 1.83; 95% CI: 1.30-2.58; I² = 73.72%), and households with two or more young children (OR = 2.34; 95% CI: 1.65-3.30; I² = 23.89%). Additional factors such as inadequate antenatal care (OR = 1.62; 95% CI: 1.07-2.47; I² = 41.71%), non-exclusive breastfeeding (OR = 1.21; 95% CI: 1.60-3.03; I² = 80.25%), incomplete immunization (OR = 2.77; 95% CI: 1.48-5.19; I² = 63.58%), low birth weight (OR = 2.72; 95% CI: 1.61-4.66; I² = 65.71%), and a history of infectious diseases (OR = 1.96; 95% CI: 1.36-2.82; I² = 64.06%) were also strongly associated with stunting. No substantial publication bias was indicated by Egger’s test (p > 0.05). Conclusion:Stunting is influenced by a combination of sociodemographic factors and maternal-child health services, such as parental education, household income, and exclusive breastfeeding. Reducing the prevalence of stunting requires integrated policies that encompass education, health, and family economic empowerment.
Sexsual Awareness for Education Melalui Media Puzzle Sebagai Upaya Pencegahan Seks Bebas Di SMK Yadika 2 Cijagra Paseh Winengsih, Ecih; Kurniawati, Ratna Dian; Noprianty, Richa; Munawaroh, Madinatul; Sutriyawan, Agung; Marton, Rizma Raisa; Rahmah, Nazwa Nisrina; Charlina, Yolla; Susanti, Susi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ggexwg18

Abstract

Permasalahan rendahnya pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi dan risiko seks bebas masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Bandung. Data BPS 2024 menunjukkan 5,78% perempuan usia 20–24 tahun di Jawa Barat menikah atau hidup bersama sebelum usia 18 tahun, dengan peningkatan kasus signifikan di wilayah Kabupaten Bandung. Laporan DP2KBP3A juga mencatat kenaikan kasus pernikahan dini dari 1.962 kasus (2021) menjadi 1.998 kasus (2023). Penelitian pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja mengenai bahaya seks bebas melalui program Sexual Awareness for Education berbasis media puzzle edukatif sebagai metode belajar interaktif. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Media puzzle dikembangkan untuk menjelaskan konsep seks bebas, risiko kesehatan, dampak sosial, serta strategi pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi kelompok, pemaparan materi, simulasi permainan puzzle, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait risiko seks bebas serta meningkatnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi langkah pencegahan perilaku seksual berisiko. Selain itu, media puzzle terbukti menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Program ini memberikan model edukasi kreatif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah sebagai upaya pencegahan permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Sexual Awareness for Education Through Puzzle Media as an Effort to Prevent Free Sex at SMK Yadika 2 Cijagra Paseh The issue of low adolescent knowledge regarding reproductive health and the risks of free sex remains a serious challenge in Bandung Regency. Data from BPS 2024 indicate that 5.78% of women aged 20–24 in West Java were married or cohabiting before the age of 18, with a significant increase recorded in Bandung Regency. Reports from DP2KBP3A also show a rise in early marriage cases from 1,962 cases in 2021 to 1,998 cases in 2023. This community service study aims to improve adolescents’ awareness of the dangers of free sex through the “Sexual Awareness for Education” program utilizing educational puzzle media as an interactive learning method. The method applied was a participatory educational approach consisting of preparation, implementation, evaluation, and follow-up stages. The puzzle media was developed to explain the concept of free sex, health risks, social impacts, and preventive strategies. Activities included group discussions, material presentations, puzzle simulations, and evaluation using pre- and post-tests. The results showed an increase in students’ understanding of the risks associated with free sex and an improvement in their ability to identify preventive measures against risky sexual behavior. Moreover, the puzzle media succeeded in creating a more active and engaging learning atmosphere. This program offers a creative educational model that can be implemented sustainably by schools as an effort to prevent adolescent reproductive health problems
Aedes aegypti Larvae and Their Association with Air Temperature and Water pH in Cipadung Kulon, Bandung Sutriyawan, Agung; Fajriyah, Rohmatul; Kariyam, Kariyam
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 11, No 1: Februari 2026
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v11i1.31586

Abstract

Background: Dengue remains a significant public health problem in Indonesia, particularly in urban and semi-urban areas. Bandung City continues to experience increasing dengue cases annually. Understanding the environmental factors associated with Aedes aegypti larvae and their spatial distribution is important to support targeted vector control strategies. This study aimed to describe the spatial distribution of Aedes aegypti larvae and to examine its association with air temperature and water pH levels.Methods: The study employed a cross-sectional design with an analytical approach. It was conducted in Cipadung Kulon Subdistrict, Bandung City, from May - July 2024. A total of 95 households were selected using proportional and systematic random sampling techniques. Data were collected through direct observation. Spatial distribution was presented descriptively, while associations between variables were analyzed using the chi-square test.Result: Among 95 households, 71.6% (68/95) were positive for Aedes aegypti larvae. Air temperature was significantly associated with larval presence (p = 0.035; PR = 1.43). Households with optimum air temperature (25–30°C) had a higher prevalence of larvae compared to those with suboptimal temperature. Water pH levels were also significantly associated with larval presence (p = 0.002; PR = 1.60), with higher prevalence observed in households with pH levels of 6.0–7.5.Conclusion : The presence of Aedes aegypti larvae at the household level was associated with air temperature and water pH. Maintaining proper environmental conditions in water storage containers and strengthening community-based vector control practices are important to reduce larval habitats.
Membangun gizi seimbang di desa: intervensi edukasi untuk cegah stunting Richa Noprianty; Ratna Dian Kurniawati; Madinatul Munawaroh; Ecih Winengsih; Agung Sutriyawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38560

Abstract

Abstrak Angka stunting di Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung masih tergolong tinggi dan menjadi permasalahan kesehatan prioritas pada mitra sasaran, khususnya di RW 13 yang teridentifikasi memiliki 6 balita stunting. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan nyata pada mitra berupa kurang optimalnya pengetahuan keluarga tentang gizi seimbang, praktik pemberian makan pada balita yang belum tepat, serta kondisi kesehatan lingkungan yang belum mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain itu, keterbatasan akses informasi dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan turut memperburuk situasi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengabdian kepada masyarakat yang terarah melalui edukasi gizi dan peningkatan kesehatan lingkungan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 oleh dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dan mahasiswa Universitas Bhakti Kencana. Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan dan ibu yang mempunyai anak usia 0 – 5 tahun berjumlah 34 orang. Kegiatan berupa pemberian edukasi tentang pencegahan stunting melalui gizi seimbang dengan metode isi piringku, pemberian vitamin A dan obat cacing dari kader serta membuat camilan bergizi dan sehat untuk balita. Peserta diberikan kuesioner pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest responden adalah 10,79 dan meningkat menjadi 11,03 pada posttest. Terdapat peningkatan rerata sebesar 0,24 poin setelah dilakukan intervensi. Pembuatan camilan sehat menggunakan tempe dan sayuran diikuti oleh masyarakat dan dipilih pemenangnya. Cemilan dinilai dari rasa, tekstur dan warna yang menarik. Melalui demonstrasi dan pelatihan kreatif, keterampilan ibu dalam menyusun resep camilan sehat dan bergizi dapat ditingkatkan sebagai upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kata kunci: camilan bergizi; edukasi kesehatan; gizi seimbang; pengabdian kepada masyarakat; stunting. Abstract The prevalence of stunting in Dukuh Village, Ibun Subdistrict, Bandung Regency remains high and represents a priority public health concern, particularly in RW 13, where six stunted toddlers have been identified. This situation reflects underlying issues, including inadequate family knowledge of balanced nutrition, inappropriate infant and young child feeding practices, and suboptimal environmental health conditions that hinder optimal child growth and development. Limited access to sustained health information and education further contributes to the persistence of the problem. This community engagement program aimed to address these challenges through targeted nutrition education and environmental health improvement interventions. The activity was conducted in August 2025 by lecturers and students from the Faculty of Health Sciences, Bhakti Kencana University. Participants included 34 individuals, consisting of health cadres and mothers with children aged 0–5 years. The intervention comprised education on stunting prevention through balanced nutrition using the “My Plate” approach, distribution of vitamin A supplementation and deworming medication by health cadres, and training on the preparation of healthy and nutritious snacks for toddlers. Participants completed pretest and posttest questionnaires to assess knowledge changes. The results indicated an increase in the mean score from 10.79 (pretest) to 11.03 (posttest), with a mean difference of 0.24 points, suggesting a modest improvement in participants’ knowledge following the intervention. Additionally, a community-based activity involving the preparation of healthy snacks made from tempeh and vegetables was conducted, with entries evaluated based on taste, texture, and visual appeal. Through demonstrations and hands-on training, mothers’ skills in developing nutritious snack recipes were enhanced, contributing to community-based efforts in stunting prevention. Keywords: nutritious snacks; health education; balanced nutrition; community service; stunting.
Co-Authors AA Cahya ABA, MATHEUS ABDILLAH ARDI NATANEGARA Ade Tika Herawati Adib, Moh Afif Ramadhan, Afif Agung Setiyadi Akmal, Dzul Al Wahid, Sucahyo Mas'an Amida S Sarbini Andinna Ananda Yusuff Anggi Meilani Anita Darmayanti Anri, Anri Antri Ariani Apriyani, Reni Ariani, Antri Aryanti, Sri Ayu Asep Aep Indarna Astrid Astrid Aulia Akbar Bilqis Annisa Bintang Agustina Pratiwi Cakranegara, Pandu Adi Chantika Cindiana Nadhira Charlina, Yolla Cici Valiani Dalia Novitasari Darmanto Darmanto Darmawansyah Darmawansyah Deby Tristiyanti Desi Trisiani Destiana Setyosunu Dewi Nurlaela Sari Dwi Sutiningsih Ecih Winengsih Ecih Winengsih Ekawati Ekawati Faizah, Ana Fardhoni, Fardhoni Fauzan, Moh Rizki Fauzi, Agung Ahmad Fibrianti Fibrianti Fibrianti, Fibrianti Fidiariani Sjaaf Fitria Hayu Palupi Habibi, Julius Hairil Akbar Harfani Dwinurani Hatta, Herman Hayati, Ning Herlina Magdalena Hilmi Farhanudin Iceu Mulyati Imbar, Andri W. J. Ina Sugiharti intan permata sari Irmawati Sadullah Irna Rohmawaty Ismarina Juarta, Tata Julius Habibi Kariyam - Karlina Wirawati Luthfi Ryhan Ramdhani Madinatul Munawaroh Madinatul Munawaroh Madinatul Munawwaroh Marthia Ikhlasiah Martini Martini Marton, Rizma Raisa Merfiana Andini Miranda, Tenike Gita Moch Ilham Fadilah Mulyani, Yanyan Mutiara Anissa Nadhira, Chantika Cindiana Nadia Ushfuri Amini Natsir, Ramdhani M Ninik Dwi Ambarwati Nofianti Nofianti Noprianty, Richa Normila Normila Novega, Novega Nur Endah Wahyuningsih Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nurce Arifiati Pangeran, Paryany Priyo Sasmito Putri, Elvina Triana Rahayu, Sindi Sri Rahmah, Nazwa Nisrina Raidinata, MB Ismu Ramdhani Muhammad Natsir Ramlis, Ravika Ratna Dian Ratna Dian Kurniawati Rd. Halim Reni Apriyani Ria Mariani Ricky Rosadi Riswan Rohmatul Fajriyah Romilian, Agung Rosdianah, Lilis S, Irmawati Saadah Siregar, Saadah Saputri, Nurul Aini Suria Sarbini, Amida S Sari, Fikitri Marya Sarrah Rizki Rahmawati Sarrah Rizkia Rahmawati Sephia Indah Lutpiah Sofais, Danur Azissah Roeliana Sony Sony Sri Achadi Nugraheni Sri Mulyani SRI NURAENI, FADILA MUTIARA SRI RAHAYU Suherdin Supriyatni Supriyatni Susi Susanti Susi Susilawati SUTANDI, DEDE Sutrisno, Entris Syahrul Tuba Tata Juarta Tenike Gita Miranda Valiani, Cici Verano Verano Vincentia Ade Rizky Waskito, Agung Wawan Darmawan Wibowo, Diki Prayugo Winengsih, Ecih Wirawati, Karlina Witri Dewi Mentari Witri Dewi Mentari Wulandari Wulandari Yosef Pandai Lolan yuliani, meda Yusran Fauzi