p-Index From 2021 - 2026
7.772
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Silvikultur Tropika (JST) JURNAL HUKUM Grenek: Jurnal Seni Musik Jurnal Pranata Hukum Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Jurnal Ilmu Kelautan Spermonde COMPETITIVENESS JOURNAL Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies Jurnal Penelitian Pertanian Terapan English and Literature Journal SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities International Journal for Educational and Vocational Studies Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Chemistry Education Practice FOSTER: Journal of English Language Teaching LEGAL BRIEF Jurnal Media Ekonomi Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Kewarganegaraan Bima Nursing Journal International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Jurnal Ekonomi Journal of Research in Social Science and Humanities Indonesian Journal of Multidisciplinary Science VIVA THEMIS- Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Asean International Journal of Business Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal (JIPKL) Journal of Informatics and Electronics Engineering Aceh International Journal of Science and Technology Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Muslim English Literature Buletin Pengabdian VISA: Journal of Vision and Ideas El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Scientific Journal of Informatics JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) International Journal Of Synergi In Law, Criminal And Justice Jurnal Cendekia Ilmiah Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Sistem Transportasi & Logistik Jurnal Inovasi Pendidikan Profesi Guru
Claim Missing Document
Check
Articles

Framing Digital Untuk Penguatan Kesadaran Keamanan Maritim Masyarakat Pesisir Harmain, Irfan; Intan, Dian Mustika; Dahlan, Dahlan; Anisa, Ria; Gusri, Latifah; Wijaya, Andrean Nugrah; Syharani, Dinda Herlinda; Fitri, Muhammad Habibi Al
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/tzjgvy50

Abstract

Masyarakat pesisir Pulau Penyengat memiliki potensi strategis dalam mendukung keamanan maritim, namun tingkat literasi digital dan kesadaran hukum mereka terhadap isu keamanan laut masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman, partisipasi, dan keterampilan masyarakat melalui program Sosialisasi Framing Digital berbasis pendekatan Participatory Action Research (PAR). Tahapan kegiatan meliputi pemetaan sosial digital, pelatihan framing konten, simulasi pelaporan insiden, dan pendampingan lapangan. Evaluasi kuantitatif terhadap 30 responden menunjukkan peningkatan signifikan pada enam kategori utama, dengan seluruh rata-rata skor di atas 3,8. Efektivitas framing digital menjadi aspek paling menonjol (Mean 4,113), diikuti peningkatan perubahan kognitif–afektif–perilaku (Mean 4,078), yang mengindikasikan bahwa kombinasi narasi risiko personal, konten visual, dan pelatihan teknis mampu meningkatkan relevansi isu keamanan maritim dalam kehidupan masyarakat. Hasil ini menegaskan bahwa framing digital efektif sebagai strategi komunikasi untuk memperkuat kesadaran maritim dan partisipasi publik. Model ini berpotensi direplikasi pada komunitas pesisir lain untuk mendukung sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dalam memperkuat keamanan dan kedaulatan laut Indonesia
Teaching Religious Moderation through Literature a Teaching-Oriented Reading of Yusuf Azeem is Not a Hero Dahlan, Dahlan
FOSTER: Journal of English Language Teaching Vol. 6 No. 4 (2025): FOSTER JELT
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/foster-jelt.v6i4.393

Abstract

In the contemporary global context, religious moderation has become an essential educational agenda, particularly in societies marked by religious diversity and historical trauma. Following the September 11, 2001 attacks, Islam and Muslim communities in the United States experienced intensified suspicion, stereotyping, and discrimination, commonly conceptualized as Islamophobia. This condition presents not only a social and political problem but also an educational challenge for universities seeking to promote tolerance, empathy, and peaceful coexistence (Allen, 2010). This teaching-oriented article examines how religious moderation can be taught through literary texts by analyzing Yusuf Azeem Is Not a Hero (2021) by Saadia Faruqi. Employing a qualitative descriptive method and the perspective of genetic structuralism, the study explores the relationship between the author’s social background as a Muslim American, the post-9/11 socio-historical context, and the novel’s narrative strategies in responding to Islamophobia. The analysis reveals that the novel embodies core values of religious moderation, including moral exemplarity, courage in articulating religious identity, tolerance and interfaith interaction, and literature as a medium of peacebuilding. By reconstructing the analysis into a pedagogical framework, this article demonstrates that literature can function as an effective learning resource for teaching religious moderation in higher education. The findings contribute to literary studies, religious education, and curriculum development by positioning fiction as a transformative tool for countering religious prejudice and fostering inclusive citizenship.
Peran Agroforestri Kopi Arabika dalam Penyerapan Karbon di Perhutanan Sosial Desa Kekuyang, Aceh Tengah Akhir, Jumadil; Rizaka, Farid Wajdi; Dahlan, Dahlan; Arlita, Tuti; Basri, Hairul
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.03.208-217

Abstract

Arabica coffee is one of the world's leading coffee species that grows optimally in tropical highland areas, such as Central Aceh, and is often cultivated in agroforestry systems. Coffee agroforestry not only increases agricultural productivity but also plays a vital role in carbon sequestration and environmental conservation through the presence of shade trees that store carbon in biomass. This system is globally recognized as a climate change mitigation strategy and supports ecological balance. These places are included in the 568 ha Social Forestry area, has great potential for sustainable coffee agroforestry development. This study aims to analyze the potential carbon stocks and carbon dioxide (CO₂) absorption in the Social Forestry area of Kekuyang Village, Central Aceh Regency. Data were collected using a vegetation inventory method in 28 observation plots measuring 20 m × 20 m. Tree diameter data were used to calculate biomass using allometric equations, which were then converted into carbon stocks and CO₂ absorption. The results showed a total aboveground biomass (AGB) of 55,439.20 kg, with an estimated carbon stock of 26,135.74 kg from the total area of the research plot. The potential for carbon dioxide absorption reached 85.64 tons/ha after conversion. The plant species with the largest contribution to carbon stocks was lamtoro (Leucaena leucocephala), followed by avocado (Persea americana) and Arabica coffee (Coffea arabica). The coffee agroforestry system in Kekuyang Village has proven to be ecologically effective in storing carbon and has the potential to become a model for sustainable land management that supports climate change mitigation.
Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Remote atau Tenaga Kerja Digital di Indonesia Dahlan, Dahlan; Sodikin, Sodikin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14725

Abstract

Fenomena pekerja remote telah menjadi transformasi signifikan dalam lanskap ketenagakerjaan Indonesia, yang dipicu oleh kemajuan teknologi digital dan dipercepat oleh pandemi Covid-19. Namun, realitas kerja yang fleksibel ini berhadapan dengan kerangka hukum ketenagakerjaan yang masih bersifat konvensional. Penelitian normatif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan hukum antara Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dengan karakteristik kerja digital serta mengkaji bentuk perlindungan hukum yang diperlukan. Melalui metode studi dokumen dan analisis kesenjangan (gap analysis), penelitian ini mengungkap bahwa definisi “tempat kerja”, pengaturan “waktu kerja dan lembur”, serta tanggung jawab “Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)” dalam regulasi yang ada tidak lagi relevan dan menciptakan kerentanan hukum bagi pekerja remote. Kerentanan utama teridentifikasi dalam aspek K3 digital (ergonomi dan kesehatan mental), status hubungan kerja yang ambigu, serta akses terhadap jaminan sosial. Ketidakjelasan ini berpotensi memicu sengketa hubungan industrial dan mengikis kepastian hukum. Meskipun terdapat respons awal dari beberapa kebijakan parsial dan praktik terbaik di tingkat perusahaan, temuan penelitian menegaskan urgensi harmonisasi hukum secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan amendemen terbatas terhadap Undang-undang Ketenagakerjaan atau penerbitan peraturan khusus yang mencakup redefinisi konsep kerja, pengaturan K3 digital, skema jaminan sosial inklusif, dan mekanisme penyelesaian sengketa yang adaptif untuk menjamin keadilan dan perlindungan bagi tenaga kerja digital di Indonesia.
Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Remote atau Tenaga Kerja Digital di Indonesia Dahlan, Dahlan; Sodikin, Sodikin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14725

Abstract

Fenomena pekerja remote telah menjadi transformasi signifikan dalam lanskap ketenagakerjaan Indonesia, yang dipicu oleh kemajuan teknologi digital dan dipercepat oleh pandemi Covid-19. Namun, realitas kerja yang fleksibel ini berhadapan dengan kerangka hukum ketenagakerjaan yang masih bersifat konvensional. Penelitian normatif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan hukum antara Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dengan karakteristik kerja digital serta mengkaji bentuk perlindungan hukum yang diperlukan. Melalui metode studi dokumen dan analisis kesenjangan (gap analysis), penelitian ini mengungkap bahwa definisi “tempat kerja”, pengaturan “waktu kerja dan lembur”, serta tanggung jawab “Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)” dalam regulasi yang ada tidak lagi relevan dan menciptakan kerentanan hukum bagi pekerja remote. Kerentanan utama teridentifikasi dalam aspek K3 digital (ergonomi dan kesehatan mental), status hubungan kerja yang ambigu, serta akses terhadap jaminan sosial. Ketidakjelasan ini berpotensi memicu sengketa hubungan industrial dan mengikis kepastian hukum. Meskipun terdapat respons awal dari beberapa kebijakan parsial dan praktik terbaik di tingkat perusahaan, temuan penelitian menegaskan urgensi harmonisasi hukum secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan amendemen terbatas terhadap Undang-undang Ketenagakerjaan atau penerbitan peraturan khusus yang mencakup redefinisi konsep kerja, pengaturan K3 digital, skema jaminan sosial inklusif, dan mekanisme penyelesaian sengketa yang adaptif untuk menjamin keadilan dan perlindungan bagi tenaga kerja digital di Indonesia.
DEVELOPMENT OF INTERACTIVE VIDEO BASED ON LOOMIE LIVE APPLICATION ASSISTED BY NEARPOD AS LEARNING MEDIA ON THE SUBJECT OF CHEMICAL BONDS Haetami, Aceng; Karsita, Elma; Maysara, Maysara; Dahlan, Dahlan; Esnawi, Esnawi; Arsyad, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10, Nomor 1, February 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v10i1.53109

Abstract

The abstract nature of chemical bonding concepts often results in low student engagement and suboptimal learning outcomes, particularly when instruction relies on teacher-centered approaches. This study aimed to develop and evaluate an interactive video learning medium based on the Loomie Live application integrated with Nearpod and structured using the Problem-Based Learning (PBL) model. Employing a Research and Development (R&D) design, the study involved expert validation, small-group trials (n = 9), and field implementation with 30 tenth-grade students. Data were collected using validation sheets, practicality questionnaires, observation sheets, and pretest–posttest instruments, and analyzed using percentage criteria and N-gain scores. The results indicated that the developed media achieved high validity (media aspect = 80.55%; material aspect = 78.27%), very high practicality (teacher response = 92.43%; student response = 95.83%), and strong effectiveness (N-gain = 0.8, high category). Student learning activity reached 84.28%, indicating very active engagement. The novelty of this study lies in the integration of real-time animated video production (Loomie Live) with interactive assessment features (Nearpod) within a PBL framework, enabling synchronous conceptual visualization and formative feedback in chemistry learning. The findings imply that technology-enhanced, problem-based interactive video can significantly improve conceptual understanding and learner engagement in abstract science topics. This model offers a scalable digital learning innovation adaptable to secondary chemistry education contexts.
Karakteristik Substrat dan Morfologi Rumput Laut di Kawasan Pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Arhas, Firman Rija; Rasnovi, Saida; Dahlan, Dahlan; Nanda, Rizki
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.28213

Abstract

Studi sebelumnya tentang rumput laut di Aceh Selatan hanya meneliti distribusi dan ekologi, tanpa mengeksplorasi hubungan antara karakteristik substrat dan morfologi, sehingga data dasar mengenai preferensi substrat dan variasi morfologi masih terbatas. Penelitian ini mengkaji substrat dan morfologi rumput laut di Aceh Selatan guna mengidentifikasi komposisi spesies, tipe substrat, dan variasi morfologinya. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari hingga April 2021 menggunakan metode gabungan line transect dan quadrat transect di zona intertidal dan subtidal. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 32 spesies rumput laut yang termasuk dalam tiga kelas: Chlorophyceae (11 spesies), Phaeophyceae (11 spesies), dan Rhodophyceae (10 spesies). Preferensi substrat rumput laut yang paling banyak ditemukan adalah tipe substrat lithofitik (66%), dan rhizophitik (28 %). Sedangkan tipe subtrat lainnya dengan persentase yang sangat kecil, berupa: epifitik (4 %), dan drift macroalgae (2 %), dan epizoik tidak ditemukan. Adapun jenis substrat rumput laut yang ditemukan terdiri dari: karang hidup (live coral), karang mati (dead coral), pecahan karang (rubble), batu (rock), dan substrat campuran berupa sedimentasi laut yaitu: kerikil (gravel) dan pasir (sand).Variasi morfologi rumput laut terutama terlihat pada struktur holdfast, stipe, dan blade, yang menunjukkan adaptasi terhadap kondisi lingkungan dan kesesuaian dengan tipe substrat. Alga coklat (Phaeophyceae) memiliki morfologi paling kompleks (holdfast kuat, stipe jelas, blade tebal), adaptif untuk perairan berarus kuat dan berombak. Alga hijau (Chlorophyceae) memiliki bentuk morfologi sederhana (holdfast filamen, blade tipis/lunak), adaptif di perairan tenang. Sedangkan Rhodophyceae(alga merah) memiliki variasi morfologi tinggi (holdfast fleksibel, blade berkapur/gelatin), dominan di zona berarus sedang. Temuan penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk konservasi dan pengembangan budidaya rumput laut berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesesuaian substratdan ketahanan morfologis spesies. Selain itu, hasil studi ini dapat menjadi data acuan (baseline) untuk pemetaan ekologi rumput laut serta mendukung upaya restorasi dan pengelolaan kawasan pesisir Aceh Selatan secara lebih efektif.
“From Sea to Screen”: Government Digital Communication Strategies in Framing Maritime Security in the Riau Islands Harmain, Irfan; Intan, Dian Mustika; Dahlan, Dahlan; Anisa, Ria; Gusri, Latifah
LEGAL BRIEF Vol. 14 No. 6 (2026): February: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v14i6.1559

Abstract

The strategic location of the Riau Islands Province places it at the frontline of Indonesia’s maritime security challenges, particularly in relation to transnational crime and border governance. In the digital era, local governments increasingly rely on digital communication to frame maritime security issues; however, the communicative construction of these narratives remains insufficiently examined. This study aims to analyze how the Riau Islands Provincial Government frames maritime security through digital communication strategies. This research employs a descriptive qualitative approach using Robert N. Entman’s framing analysis. The data of the study comprises official digital communications produced by the Riau Islands Provincial Government, including selected social media posts, official website content, press releases, and policy-related digital materials on maritime security. Primary data were collected through in-depth interviews with representatives from government offices. Secondary data were collected through documentation, digital observation, and content archiving. Data were analyzed using Entman’s four framing dimensions: problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The findings reveal that maritime security is predominantly framed as an issue of sovereignty and national identity rather than merely an economic or technical concern. Disruptions to maritime security are constructed through narratives of external transnational threats and internal coastal governance challenges, reinforced by moral values of patriotism and coastal solidarity. Policy solutions emphasize institutional synergy among maritime agencies and maritime legal education for coastal communities. This study concludes that digital communication effectively builds symbolic legitimacy for maritime security policies but remains largely top-down and representational. The findings imply the need for more inclusive and participatory digital governance to strengthen substantive public engagement in maritime security
PERSPEKTIF MASYARAKAT DAN INDUSTRI TENTANGKONSERVASIDALAM PENGELOLAAN RUMPUT LAUTBERKELANJUTAN(STUDI KASUS KABUPATEN TAKALAR, SULAWESISELATAN) dahlan, dahlan
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/kysg1e38

Abstract

Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan merupakan salah satupusat budidaya rumput laut terbesar di Indonesia, dengandominasi spesies Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma spp. yangmendukung pasar karagenan global. Namun, ekspansi industri inimenimbulkan konflik dengan konservasi habitat rumput laut liarakibat degradasi ekosistem, perubahan iklim, dan praktikbudidaya tidak berkelanjutan. Penelitian ini mengevaluasipengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) dari 99 pemangkukepentingan yang terbagi menjadi kelompok Directly InvolvedSeaweed Stakeholders (DISS/industri) dan Indirectly InvolvedSeaweed Stakeholders (IISS/konservasi). Hasil surveimenunjukkan pengetahuan dan sikap yang relatif baik(pengetahuan: DISS 76,0%; IISS 79,5%; sikap: DISS 85,7%; IISS94,2%), tetapi praktik masih rendah (DISS 52,4%; IISS 67,3%).Kesenjangan utama berasal dari pemahaman ancaman habitat darialam yang terbatas, hambatan struktural (kesadaran publik rendah,konflik regulasi), dan kendala praktis (akses teknologi dandukungan teknis). Integrasi perspektif kedua kelompok melaluitata kelola inklusif, pemantauan partisipatif, dan kapasitasbuilding direkomendasikan untuk mencapai pengelolaanberkelanjutan yang melindungi mata pencaharian masyarakatpesisir dan keberlanjutan keanekaragaman hayati laut perlu dijaga.
Co-Authors Abdul Halim Talli Abdurachman, Aulia Azhar Abyadi, Syaidil Aceng Haetami, Aceng Afandi, Muhammad Yusuf Afriyani, Afriyani Aghtyana, Melhanda Suci Putri Ahmad, Tri Sulkarnain Ahmed, Zahoor Akhir, Jumadil Akram, Andi Ananda, Ilham Andiza, Dina Antonio Kasman, Riko Ardiansyah, A. Arhas, Firman Rija Ariska, Nana Arismansyah, Arismansyah Arsyad, Muhammad Fahmi Azhari Yahya Bangun, Anza Ronaza Basariah Basariah, Basariah Burjulius, Renol Castaka Agus Sugianto Cipta Burnama, Eko Citra Andini Dalya, Nurdin Daud, Albi Eka Dian Mustika Intan Dini Rohmayani Djamereng, Jumharia Edy Herianto Erna, Ernawati Esnawi, Esnawi Fachruddin Fachruddin Fadli , Kartika Hariandiny Fatmawada, Fatmawada Febrian, Alfan Didit Febriandy, Boy Fitri, Muhammad Habibi Al Fridayanti, Nelly Gusri, Latifah Haetami , Aceng Hairul Basri Hamzah, Pratiwi Harrang, agussalim Henry Aspan I Nengah Agus Tripayana . I Nengah Surati Jaya Irawan, Hermanu Irfan Harmain Iriawan, Hermanu Iskandar, Rachmat Jam'an, Andi Jarnawi Jarnawi Junaidi Junaidi Kaimuddin Kaimuddin, Kaimuddin Karsita, Elma Khairul Amri klaudiya, Sindi Kurniadi Kurniadi, Kurniadi Lena, Sonty Lukman Hakim LUKMAN, LUKMAN M. Yogi Riyantama Isjoni Mafizatun Nurhayati Mahatma Lanuru Mansari, Mansari Manullang, Hotman Martunis - Maysara, Maysara Mohammad Ismail Muh. Dzulhijjah, Azis Muhammad Arsyad Muhammad Buce Saleh Mulyadi, Tedi Muzailin Affan Nahdhiyah Nahdhiyah, Nahdhiyah Nanda, Rizki Nia Ekawati, Nia Nining Puspaningsih Nurarafah, Nurarafah Nurlansi, Nurlansi Nurnovan, Nurnovan Parameshwara, Parameshwara Parawansa, Ismaya Nita Rianti Parroha Patar Siadari, Lagat Pasang, Nofianto Paulangan, Yunus Pramulya, Rahmad Putra, Arisa Rachma Puspita, Sesaria Mardhiani RACHMAT RACHMAT Ramli Ramli Ramon Nofrial, Ramon Reyhano, Sava Ria Anisa, Ria Rini Hendari, Rini Rizaka, Farid Wajdi Rr Nanik Setyowati Rusmana, Endang Saida Rasnovi Saipan, Saipan Saraya, Sitta Sawaludin, Sawaludin Setia Budi Simangunsong, Wilyam Wesmartim Sinelele, Ashar Sitanggang, Darsono Siti Aisyah Sodikin Sodikin Sri Yanti Suciaty, Tety SUGIANTO, AHMAD Sumardi, Lalu Sumarno , Sumarno Supriadi - Surajiyo Surajiyo Susilawati, Lastri Syahruni Junaid, Syahruni Syaiful Dinata Syawallisa , Syawallisa Syharani, Dinda Herlinda Tamaulina Br. Sembring Tan Kamello Taruna Prakarsa Teewa, Sefrianty Trio AD, Alex Tuti Arlita V. Lilik Hariyanto Veni Sofia Wibowo, Heriyanto Wijaya, Andrean Nugrah Wira Dharma