p-Index From 2021 - 2026
7.507
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SMARTek JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR MEKTEK Buletin Udayana Mengabdi Jurnal Ilmiah pesona PAUD Jurnal Kesehatan Masyarakat Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Jurnal Vektor Penyakit Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi IKRA-ITH ABDIMAS Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI Abdimas Universal Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi Manajemen dan Bisnis (JTIEMB) Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Journal Of Business, Finance, and Economics (JBFE) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Manajemen Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) KOMUNIDA: Media Komunikasi dan Dakwah Journal of Social Empowerment Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Jurnal Mahasiswa Manajemen dan Akuntansi Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Jurnal Riset Ekonomi dan Akuntansi Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Master Manajemen Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Anggaran: Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Menawan : Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi Joong-Ki Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Akuntansi Pajak dan Kebijakan Ekonomi Digital Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi dan Pajak Sosial : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Akuntansi dan Ekonomi Pajak: Perspektif Global SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA Joong-Ki Jurnal Penelitian Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN SANITASI TEMPAT BERDAGANG WARUNG PENYET DI KECAMATAN TEMBALANG Barkah Haryo Wasisto; Martini Martini; Sri Yuliawati; Susiana Purwantisari
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 5, No 1 (2017): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.381 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v5i1.16880

Abstract

District Tembalang is one of the sub-district in the city of Semarang with many colleges so that there are many penyet restaurant. The purpose of this study was to determine the factors that influence the contamination of Salmonella sp on a vegetables penyet in District Tembalang, Semarang City. This study is observational analytical survey method using cross sectional design. These samples included 40 penyet restaurant observed water and vegetables fresh vegetables supplied to consumers. Data were analyzed by frequency distribution and bivariate with chi square test. The results showed the storage of vegetables vegetables using plastic bags (50%); the basket (27.5%) and sacks (22.5%). Sanitation trade places category is good (57.5%). There is a statistically significant relationship between sanitation trade places (p = 0.006) with Salmonella sp contamination in fresh vegetables. Traders are paying less attention sanitation and personal hygiene as well as a sanitation vegetables can contaminate vegetables in the vegetable vegetables Salmonella sp. Penyet restaurant traders should begin to attention about hygiene and sanitation where trade, personal hygiene when to trade, and improve the way the vegetable washing vegetables to reduce the risk of contamination of Salmonella sp.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUSPADA ANGGOTA DAN NON ANGGOTA KOMUNITAS DIABETES DI PUSKESMAS NGRAMBE Dika Ernianti; Martini Martini; Ari Udiyono; Lintang Dian Saraswati
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 6, No 1 (2018): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.879 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v6i1.19871

Abstract

 Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disorder caused by increased levels of blood sugar due to the pancreas is not enough to produce insulin. Diabetes can be suffered for life, needs an evaluation to severity, burden of illness and  management of DM by looking at the quality of life in patients with Diabetes Mellitus. The purpose of this research to describe the quality of life the patients with Diabetes Mellitus on Members and Non Members of Diabetes Community. This research is a descriptive research with cross sectional research approach. The instruments used were DQOL  questionnaires (Diabetes Quality of Life) to measure quality of life, SDSCA (summary of diabetes self care activities) for self-care, Social Support from rand health for social support, DMSES (Diabetes Management Self Efficacy Scale) for self efficacy and BDI (Beck Depression Inventory)  for depression levels. The sample of this research are 40 responden  for each member  the Diabetes community and Non Member of Diabetes Community with home visit.  The Results of this research show that in Members and Non members of Diabetes Community  have the same characteristics is most : is long suffering DM 1-5 years, Female,not work, no school, low income <UMK, married/ have a partner, routine blood sugar control,  a high level of social support. However, there are differences in outcomes between Diabetes Community Members and Non Diabetes Community Members, age, blood sugar levels, complications,self-care,depression levels, level of self efficacy and quality of life. Quality of Life in Members of the diabetes community at most with a good quality of life 70%  while Non Members of the diabetes community most with poor quality of life 52,5%. It is expected that all diabetics follow the diabetes community because it can improve the quality of life and can improve the management of DM activities for the better. 
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KARIES GIGI PADA ORANG DEWASA USIA 20-39 TAHUN DI KELURAHAN DADAPSARI, KECAMATAN SEMARANG UTARA, KOTA SEMARANG Ziyaan Azdzahiy Bebe; Henry Setyawan Susanto; Martini Martini
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 6, No 1 (2018): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.182 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v6i1.19894

Abstract

Caries is a disease of dental hard tissue, enamel, dentine and cementum, caused by the activity of microorganism in carbohydrate that can be fermented. Based on data from DKK Semarang in 2014-2016, the highest dental caries prevalence belong to 20-44 age group. Calculus incidence reached largest increase and continue at the age 30 years and increases by age. The population in this study is 138 with sample size 103.The purpose of this study is to analyze risk factors of dental caries among adults 20-39 years old. The type of research is analytic observational with cross sectional study design. Dependent variable is dental caries and independent variables are oral hygiene, teeth, pH saliva, score, component of glucose consumption, and toothbrushing practice. Collecting data with index (plaque, oral hygiene, pH saliva), observation, and interview. Data analysis using chi square test. The result of bivariate analysis showed that teeth (p=0.016, POR=5.6), pH saliva (p= 0.015, POR=4.0), plaque (p= 0.038, POR=3.4), and consumption component glucose (p=0.011, POR=7.1) are a risk factor . While, oral hygiene (p = 0.078, POR= 3.3) and tooth brushing practice (p = 0.684, POR = 2.3) are not a risk factor for dental caries. It is recommended adults do the correct steps of tooth brushing (movement of toothbrushes rotating and up-down positioning 45°, duration 2-3 minutes, eight-fold per-septan, and brushing teeth after consumpt glucose), toothbrush <15 minutes after eating, and consumpt cariostatic and anticariogenic foods.
Peningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Hamil Tentang Cara Melakukan Perawatan Bayi Baru Lahir di Puskesmas Ganjar Agung Martini Martini; F Martini F Martini; Yuliawati Yuliawati
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelahiran bayi merupakan momen bahagia yang ditunggu-tunggu dan diharapkan oleh setiap keluarga, terutama bagi seorang ibu. Pada kegiatan PkM tersebut dilakukan pula evaluasi kepuasan mitra terhadap pelaksanaan kegiatan. Menurut hasil penelitian (Andriani, 2012), dari 20 ibu, 13 ibu (65%), memiliki kemampuan cukup dalam memandikan bayi, dan hanya 7 ibu (35%) yang memiliki kemampuan baik dalam memandikan bayi. Menurut hasil penelitian (Impartina, 2016). Responden terdiri dari peserta PkM kader kesehatan dan mitra sejumlah 28 orang. Hasil 57% menyatakan puas dan 39% sangat puas karena kegiatan PkM merespon kebutuhan mitra. Dari aspek kemanfaatan kegiatan PkM, 39% responden menyatakan puas dan 61% menyatakan sangat puas.
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN Tuti Sandra; Muchlis AU Sofro; Suhartono Suhartono; Martini Martini; Soeharyo Hadisaputro
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.078 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.1.2019.28-35

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan yang serius karena bersifat endemis. Penyebaran di daerah tropis dan subtropis terutama di Asia Selatan-Timur, Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian DBD pada anak usia 6-12 tahun. Penelitian menggunakan desain penelitian campuran atau mixed methode yang mengkobinasikan bentuk kuantitatif dan kualitatif. Spesifikasi penelitian kuantitatif :observasional analitik desain case control study. Dilakukan kajian kualitatif dengan wawancara mendalam. Populasi studi adalah semua anak usia 6-12 tahun yang tinggal di Kota Semarang. Jumlah subyek 70 kasus dan 70 kontrol yang diambil secara consecutive sampling. Data di analisis secara bivariat dan multivariat dengan metode regresi logistik. Faktor-faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian DBD pada anak usia 6-12 tahun; pendidikan ibu rendah (p= 0.004; OR 3.031; 95%CI 1.4281-6.434), kebiasaan tidak memakai obat anti nyamuk ( p= 0.001; OR 4.293; 95%CI 1.935-9.526), kebiasaan tidak memakai pakaian panjang (p= 0.013; OR 2.759; 95%CI 1.240-6.138) Sedangkan faktor yang terbukti tidak berpengaruh; kebiasaan tidur siang, kebiasaan menggantung pakaian dalam rumah, forum penyampaian informasi, rutinitas pemeriksaan jentik dan praktik PSN. Faktor-faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian DBD pada anak usia 6-12 tahun adalah pendidikan ibu rendah, kebiasaan tidak memakai obat anti nyamuk dan kebiasaan tidak memakai pakaian panjang memiliki probabilitas 85,3% untuk mengalami DBD. Kata kunci : DBD, nyamuk, dengue. VARIOUS FACTORS INFLUENCING THE DENGUE FEVER OCCURRENCES IN THE CHILDREN AGE 6 TO 12 YEARS OLD ABSTRACT The Dengue Fever is an infectious disease that still becomes a serious health issue since it is endemic. The disease spreads in the tropical and subtropical areas particularly in the Southeast Asia. This research aims to explain the various factors influencing the occurrences of the dengue fever in the children age 6 to 12 years old. This research uses mixed method research design combined with both quantitative and qualitative methods. The quantitative research specification is the observational analytic case control design while the indept interview technique is used as the qualitative research method. The population of the study is all children age 6 to 12 years old who live in the Semarang City. The number of the subjects is 70 cases and 70 controls which are taken by consecutive sampling method. The data are analyzed using the bivariate and multivariate with the regression logistic method. The factors that has been proven to influence the dengue fever occurrences in the children 6 to 12 years old are the lack of the mother’s education ((p= 0.004; OR 3.031; 95%CI 1.4281-6.434), the habit of not using the insect repellent use (p= 0.001; OR 4.293; 95%CI 1.935-9.526) and the habit of not wearing long clothes (p= 0.013; OR 2.759; 95%CI 1.240-6.138). Meanwhile, the habit of taking nap, the habit of hanging clothes, the information delivery forum, the routine examination of the mosquitos’ larva and the mosquitos’ eradication are not shown as the influential factors causing the dengue fever. The factors recognized as the significant factors against the occurrences of the dengue fever in the children age 6 to 12 years old are the lack of the mother’s education, the habit of not using the insect repellent and the habit of not wearing long clothes have the probability 85,3% to experience the dengue fever. Keywords : Dengue Fever, Mosquito, Dengue
Desa Sukodono adalah salah satu wilayah di Kabupaten Demak yang endemik filariasis (angka rata-rata 1,39%). Penemuan kasus baru dan mikrofilaria pada tubuh penderita kronis meningkatkan potensi terjadinya penularan dan infeksi mikrofilaria pada nyamuk. Pe Retno Hestiningsih; Elsye Giovanny Puspitasari; Martini Martini; Atik Mawarni; Susiana Purwantisari
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.125 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.165-174

Abstract

Desa Sukodono adalah salah satu wilayah di Kabupaten Demak yang endemik filariasis (angka rata-rata 1,39%). Penemuan kasus baru dan mikrofilaria pada tubuh penderita kronis meningkatkan potensi terjadinya penularan dan infeksi mikrofilaria pada nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi Culex sp sebagai vektor filariasis. Penelitian ini adalah survei deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel pada 155 rumah tangga. Nyamuk dikumpulkan menggunakan metode pengumpulan pendaratan dan pengumpulan istirahat pada pukul 6 sore - 6 pagi. Pengamatan lingkungan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan (tempat berkembang biak dan tempat peristirahatan) Culex sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies Culex ditangkap di desa Sukodono termasuk Cx. quinquefasciatus (58,5%), Cx. vishnui (35,8%), Cx. tritaeniorhychus (4,2%). Tingkat infeksi 0%. Sedangkan dari parsial Cx quinquefasciatus 12%, Cx. vishnui 13%, dan Cx. tritaeniorhychus 36%. Rata-rata suhu dan kelembaban 33.190C dan 67,93%. Ada tempat berkembang biak dan tempat istirahat berupa semak (69,7%), rawa (83,2%), beras (100%), genangan air (53,3%) dan ternak (unggas (93,5%); kambing (11%)) yang mendukung kepadatan nyamuk. Kepadatan tertinggi dari larva ditemukan di parit (1,4 larva). Proses penularan filariasis di Desa Sukodono masih terjadi, sehingga perlu kewaspadaan dan peningkatan upaya pencegahan filariasis. Bagi masyarakat, kebutuhan untuk meningkatkan upaya pengendalian vektor dan perbaikan lingkungan. Kata kunci: Filariasis, Culex, Angka Infeksi, Parousitas POPULATION OF CULEX SP AS VECTORS OF FILARIASIS ABSTRACT Sukodono village is one of area in Demak district witch was endemic of filariasis (mf rate 1,39%). The discovery of new cases and microfilaria on chronic sufferers’ body raises the potential occurrence of transmission and infection microfilaria on mosquitoes. This research aims to know population of Culex sp as vectors of filariasis. This study was an descriptive survey by cross sectional design. The sample was on 155 households. Mosquito was collected using a method of landing collection and resting collection at 6 pm - 6 am. Environmental observations performed to identify environmental conditions (breeding places and resting places) of Culex sp. The results showed that the species of Culex were caught in Sukodono village including Cx. quinquefasciatus (58,5%), Cx. vishnui (35,8%), Cx. tritaeniorhychus (4,2%). Infection rate 0%. While of paroucity of Cx quinquefasciatus 12%, Cx. vishnui 13%, and Cx. tritaeniorhychus 36%. The average of temperature and humidity 33,190C and 67,93%. There are breeding places and resting places in the form of shrubs (69.7%), swamp (83.2%), rice (100%), puddle (53.3%) and livestock (poultry (93.5%); goat (11%)) that support mosquito density. The highest density of larvae found in ditch (1,4 larvas). The process of transmission of filariasis in Sukodono village was still happened, so that it takes vigilance and improvement of filariasis prevention efforts. For the community, the need to enhance the efforts of vector control and environmental improvement. Keywords: Filariasis, Culex, Infection Rate, Paroucity
PEMBERDAYAAN SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH) Martini Martini; Windarto Windarto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.682 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.995

Abstract

Indonesia memiliki predikat sebagai penyumbang sampah nomer 2 di dunia. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dapat menjadi penghasil sampah terbesar selain pasar, rumah tangga, industri dan perkantoran. Sampah yang dihasilkan sekolah kebanyakan adalah jenis sampah kering dan hanya sedikit sampah basah. Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa kertas, plastik dan sedikit logam. Sedangkan sampah basah berasal dari guguran daun pohon, sisa makanan dan daun pisang pembungkus makanan. Sekolah dapat dipakai sebagai media pembelajaran bagi siswa-siswinya. Salah satu parameter sekolah yang baik adalah berwawasan lingkungan. Dengan sistem pemilahan ini diharapkan anak didik dapat belajar betapa sampah yang semula kotor dan menjijikkan ternyata memiliki nilai jual. Mata pelajaran ekonomi dapat dipelajari dari seonggok sampah di sekolah. Anak didik akan menyadari bahwa peluang kerja ada di sekitarnya, bukan hanya dicari tapi dapat juga diciptakan. Dalam perancangan pengelolaan sampah di sekolah, para siswa perlu dilibatkan secara aktif. Kegiatan pameran dan kompetisi berkala dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Menulis di blog atau majalah dinding merupakan latihan yang bagus untuk menumbuhkan jiwa-jiwa mengelola sampah. Sehingga muncul kesadaran baru bahwa, “Sampah bukan masalah, tetapi peluang”.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI SENAM FANTASI DI TAMAN KANAK KANAK AL HIKMAH LUBUK BASUNG martini martini
Jurnal Ilmiah Pesona PAUD Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.538 KB) | DOI: 10.24036/1635

Abstract

Kemampuan motorik kasar anak kelompok B6 di Taman Kanak-kanak ALHikmah Lubuk Basung masih rendah. Tujuan dari penelitian adalah untukmeningkatkan kemampuan motorik kasar anak dikelompok B6. Jenispenelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sabjek dari penelitianini adalah kelompok B6 di Taman Kanak-kanak AL Hikmah Lubuk Basung.Penelitian dilakukan dengan I siklus tiga kali pertemuan. Berdasarkan hasiltindakan dapat disimpulkan bahwamelalui senam fantasi dapatmengembangkan motorik kasar anak di Taman Kana-kanak Al HikmahLubuk Basung.
ANALISIS PERUBAHAN NILAI SUCTION AKIBAT HUJAN TERHADAP KESTABILAN LERENG Martini Martini
MEKTEK Vol 11, No 3 (2009)
Publisher : MEKTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.264 KB)

Abstract

Infiltration of rainfall into slope will have an effect on to condition of slope hydrology and more specifically to characteristic of slope soils, for example pore water pressure value, level of saturation, weight contents of soil, shear strength of soil. Pore water pressure value at dry soil condition or wet condition called as with pore water pressure value negatife or value suction. This suction value will tend to declines and in the end becomes equal to zero or bigger than 0 ( positive pore water pressure) in the event of change of the water content from condition unsaturated to saturated condition. Speed of value change suction becomes positive pore water pressure most influenced by rain intensity. Value suction which is quickest fastest changed at slope at foot of slope
STUDI KARAKTERISTIK HUJAN PEMICU LONGSORAN PADA RUAS JALAN TAWAELI-TOBOLI SULAWESI TENGAH Martini Martini
MEKTEK Vol 7, No 2 (2005)
Publisher : MEKTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.157 KB)

Abstract

Landslide is one of the most types of slope movements of soil\rock often occur in Indonesia and resulting in damages such as in agriculture land, highways, structures and even casualties. From the researches landslides often take place on the rainy season,as well as when the rain is falling or after the rain stopped. This research will be done in two phases. First phase is a numerical modeling to simulate and predict slope hidrological behavior in respon to rainfall. The rainfalls applied for modeling are high and low intensity that are £ 70  mm/hour and 20 mm/day respectively some hours until days. The rainfall modeling results is used  as the data for next phase that is slope stability analysis. Slope stability will be analiyzed at the initial condition, when raining and after the rain stopped. This research results the decreased of slope stability caused by the rain depends on the intensity and duration of the rain. The research obtains that the rain  intensity of 70 mm/hour is the most potential cause to trigg the landslide than goes of 20 mm/day, 30 mm/hour and 50 mm/hour
Co-Authors A.A. Oka A.A.S. Kartini abdul haris Fatgehipon Achmad Nur Hidayaht Adinda Safira Rizkyah Aditya Bimo Prasetyo Agus Suwandono Alyya Haliza Maharani Anbiya Nur Hibatullah Anisa Surya Lestari Anjani Luthfiah Annisa Savitri Antono Suryoputro Anugrah Aziz Dwi Purnama Aradea Ferescky Arenti Tessa Berliana Ari Suwondo Ari Udiyono Arini Arini Arnita Sofianingrum Ary Rahmaningsih Asmau Saadah Asriati Wahidah Astrid Liani Kamal Astryana C. Lomi Atik Mawarni Atikah Fitria Ningsih Aulia Hafidz Azzahra Ayun Robi&#039;atul Adawiyah Azizah Zein Azmi Habibah Khairunnisa Bagoes Widjanarko Baju Widjasena Barkah Haryo Wasisto Betty Saptiwi Bhakti Chrisna Pambudi Biryati Biryati Budiaman Budiaman Danus Hermawan Delimawati Delimawati Dessy Triana Desy Safitri Devi Priyantika Dewi Agustina Wulandari Dewi Mustikawati Dhelia Nurshafitri Dhina Nurlita Niviasari Dian Alfia Purwandari Dika Ernianti Dwi Rahayuningsih Dwi Sutiningsih Dyah Ratna Budiani Efridani Lubis Eko Putranto Elsye Giovanny Puspitasari Endang Sri Utami Evrilda Andani Putri F Martini F Martini Faradina Pramesti Nandariesta Fathuddin Al-Anshori Fenni Selvania Firda Faradilla Fitriana Dwi Fidiawati Haikal Haikal Hariyani, Reni HENDRA SETIAWAN Henry Setyawan Henry Setyawan S. Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Hidayath, A.N Hingawati Setio I.A. Utami Ida Nurwati Iis Torisa Utami Imam Suhada Imelda Imelda Indah Fitrianjani Indarti Diah Palupi Intan Hardian Putri Irneta Bela Novita Irsya Rahma Jarot Subandono Juli Anggraini Kusuma Diah Tantri Laeli Kartika Cahyani Lasrika S. Sinaga Liena Sofiana Lintang Dian Saraswati Lipin Lipin Lisanti Lisanti Ludfi Santoso Luqman Zarkasyi Lutfi Santoso Lutfiah Raihana Putri M Arie Wuryanto M. Arie Wuryanto Mansur Keling Mardhatillah Sariyanti Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Merry Putri R. Sirait Mila Apriani Mirrah Annisaul Husna mochamad Hadi Mochammad Hadi Mohd Abd Rahman Mose, Ria Efkelin Muchlis Achsan Udji Sofro Muchlis AU Sofro Muhamad Khaedar Ali Muhamad Zulfikar Firdaus Muhammad Agus Muljanto Muhammad Fashihullisan Muhammad Syahrul Muji Mulyati Mulyati Mursid Raharjo Muthmainah Muthmainah Mutia Farida Akhsanti Nabila Kintan Oktadinna Nadira Choirunnisa Najla Salsabila Noor Nandi Kurniawan Naura Thania Salsabillah Nissa Kusariana Nova Scorviana Nova Scorviana H Nova Scorviana Herminasari Novan Ardy Wiyani Novia Rokhmawanti Nur Alifa Yasmin Budiyanti Nur Endah Wahyuningsih Nur Solichah Nurlaila Nurlaila Nurul Azmi Pasaribu NURUL ISTIQOMAH Pelastri Rahayu Petro Dwi Siswanto Praba Ginanadjar Praba Ginandjar Prajna Paramita Purwoko, Agus Ramadhani Ayundi Rani Kristiana Putriosa Saragih Ratna Dian Kurniawati Retno Hestinigsih Retno Hestiningsih Ridha Nurhayati Risya Cilmiaty A. R. Rizqi Awalul Rijal Rosa Biuti Kartika Rosana Rosana Rozzaq Alhanif Islamudin Rusliana Apriliasari Sarah Geltri Harahap Sarsono Sarsono Selfi Handayani Shyama Maricar Silvia Yula Wardani Siti Maryatul Keptiyah Soeharyo Hadisaputro Sri Anggreni Lindawati Sri Yuliawati Sriyati Ramadhani Sudjut Haryanto Sugeng Mianto Fane Suhartono Suhartono Sumiyati Sumiyati Susiana Purwantisari Susiana Purwintasari Sutopo Patria Jati Syafira Setianah Putri Syahrizal Syahrizal Syifa Aulia Zahra Tariyadi Tariyadi Tio Prasetio Tuti Sandra Tysan Parawansyah Syailendra Udi Tarwatjo Udi Tarwotjo Vynna Fermanayudha Wahyu Handoyo Wana Wandhana P. Wella Fransiska Widya Widya Windarto Windarto Yarmaidi Yarmaidi Yessy Darnas Yoga Tri Wijayanti Yoga Triwijayanti Yudhy Cahyo Priyotomo Yuliawati Yuliawati YUYUN SRIKANDI Zefira Sausan Archiarafa Ziyaan Azdzahiy Bebe Zsal Zsal Bila Zulfa Fatmawati Dwi Asdika