Articles
GUIDANCE AND COUNSELING IN SCHOOL ACCOUNTABILITY
Mita Anggela Putri;
Neviyarni Neviyarni;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/enlighten.v1i2.731
This study discusses guidance and counseling accountability in schools so that school counselors can demonstrate their duties as instrumental personnel in achieving optimal student competencies. One model of accountability activities is the MEASURE model developed by Stone and Dahir (2016), as a six-step accountability process that helps school counselors to implement a component of accountability into counseling and guidance programs. The advice in this study is for school counselors to conduct In-Service Training to help them improve their skills in accountability.
Konseling Keluarga dengan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT): Strategi Mewujudkan Keharmonisan dalam Keluarga
Mita Anggela Putri;
Neviyarni Neviyarni;
Yarmis Syukur
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 2 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/enlighten.v2i1.1213
Keharmonisan keluarga adalah sesuatu yang bermakna dan diusahakan untuk dicapai oleh mereka yang melakukan perkawinan dan membentuk keluarga. Kesadaran peran dan fungsi serta menerima keadaan dan keberadaan menjadi pondasi yang kuat dalam menjalankan rumah tangga. Dalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis sering terjadi fenomena problematika dalam keluarga seperti pertengkaran, cemburu, perselingkuhan, perbedaaan pendapatan, perbedaan prinsip hidup dan sampai pada tindakan mengakhiri pernikahan atau bercerai. Problematika yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga harus segera di selesaikan agar keharmonisan keluarga tetap terjaga dan terwujud. Konseling keluarga dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) digunakan sebagai proses intervensi terhadap masalah yang menggangu keharmonisan keluarga. Konseling keluarga dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mewujudkan keharmonisan keluarga meliputi konsep keharmonisan keluarga, konseling keluarga, pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT).
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN BAHASA SISWA SEKOLAH DASAR
Nurhidayati .;
Neviyarni Suhaili;
Irda Murni
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 9 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/pgsdunars.v9i1.1023
Latar belakang penulisan artikel ini adalah perlunya informasi mengenai karakteristik perkembangan bahasa siswa sekolah dasar. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji karakteristik perkembangan bahasa siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan yang mengkaji sebanyak 24 artikel yang berhubungan dengan karakteristik perkembangan bahasa siswa sekolah dasar yang terdapat pada database google scholar. Hasil pengkajian tersebut dijadikan sebagai referensi untuk menemukan karakteristik perkembangan bahasa siswa sekolah dasar. Hasil pengkajian ditemukan bahwa siswa sekolah dasar berada pada fase meniru dan memahami ucapan orang dewasa. Pada fase ini siswa juga telah memahami konsep cinta baik kepada orang dewasa maupun kepada lawan jenis. Hal ini menuntut guru untuk dapat melakukan dekteksi dini dan penyaringan bahasa agar tidak terjadi penyimpangan bahasa
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR
Lizra Afrilia;
Neviyarni;
Darnies Arief;
Risda Amini
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.196 KB)
|
DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2559
Video animasi ialah suatu instrumen pembelajaran yang memadukan berbagai unsur suara dengan gambar yang didalamnya memuat materi yang akan disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas penggunaan instrumen pembelajaran berbasis video animasi dalam peningkatan motivasi belajar, dan untuk mengetahui bagaimana peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas IV SD saat menggunakan media pelajaran berbasis video animasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk penelitian kuantitatif karena data yang diperoleh berhubungan dengan angka-angka yang dapat dihitung secara sistematis. Populasi ipenelitian ini adalah siswa kelasiIV SDN Lhok Pawoh, sedangkan dalam penelitian yang dijadikan sebagai sampel ialah siswa kelas IV SDN Lhok Pawoh berjumlah 40 siswa. Banyaknya siswa kelas IV.1 SDN Lhok Pawoh sebanyak 20 orang dan kelas IV. sebanyak 20 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa T-tes menggambarkan bahwa nilai yang didapatkan ialah 0,45 yang berada dalam taraf signifikan dengan T-tebel 0,25. Hasilnya menggambarkan t-test > t-tebel, hingga Ho ditolak serta bisa ditarik kesimpulan bahwasanya ditemukan peningkatan motivasi belajar pada siswa SD dengan menerapkan media pembelajaran berbasis video animasi (Ha diterima). Sehingga dapat membuktikan bahwa dengan penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pendekatan Realistik di Sekolah Dasar
Dwi Wulan Suci;
Firman Firman;
Neviyarni Neviyarni
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.229
Penelitian ini dilakukan di SDN 07 Pasaman Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat yang dilakukan pada 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan tujuan meneliti peningkatan keterampilan berpikir kritis matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan realistik dalam pembelajaran dengan yang menggunakan pembelajaran matematika secara konvensional. Dalam penelitian juga dikaji proses penyelesaian masalah kontekstual yang dilakukan oleh siswa berupa soal cerita masing-masing pendekatan. Penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, angket dan lembar observasi. Setelah jawaban siswa dianalisis, keterampilan berpikir kritis siswa dalam kelompok sedang dan tinggi di kelas eksperimen maupun kelas kontrol mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan siswa di kelas eksperimen pada kelompok rendah mengalami peningkatan pada keterampilan berpikir kritisnya. Kelas eksperimen lebih tinggi peningkatan berpikir kritis matematika siswanya dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol. Namun secara umum siswa antusias, tertarik dan lebih mudah menguasai konsep matematika dengan pembelajaran menggunakan pendekatan realistik dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritisnya.
PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TALKING STICK DI SEKOLAH DASAR
Raudatul Fitri;
Neviyarni Neviyarni;
Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.322
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn dengan model Cooperative Learning tipe Talking Stick di kelas IV SDN 01 Bandar Buat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pada hasil belajar siswa. Pada siklus I diperoleh rata-rata hasil belajar siswa 81 dan pada siklus II adalah 89. Jadi, model Cooperative Learning tipe Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn di kelas IV SDN 01 Bandar Buat Kota Padang.
Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Tematik Terpadu terhadap Peningkatan Partisipasi Peserta Didik Melestarikan Lingkungan di Sekolah Dasar
Tri Juna Irawana;
Firman Firman;
Neviyarni neviyarni
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.259
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Kecamatan Pasaman. Penelitian ini dilatar belakangi karena guru kurang mampu melibatkan siswa berpartisipasi untuk ikut serta melestarikan lingkungan. Berdasarkan analisis yang peneliti lakukan hal ini disebabkan pada materi yang ada pada buku siswa masih sedikit, sehingga pengetahuan yang didapatkan siswa masih sedikit, dan Tampilan yang ada pada buku siswa kurang menarik perhatian peserta didik dalam belajar. Pembelajaran tematik terpadu terkait dengan beberapa tema yang berhubungan dengan aktifitas yang dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tematik terpadu difasilitasi dengan adanya buku guru dan buku siswa yang memberikan kemudahan bagi guru ataupun siswa dalam melaksanakan kegiatan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran tematik terpadu belum cukup apabila hanya bersumber pada buku guru dan buku siswa saja. Dalam pembelajaran, guru seharusnya memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar lebih aktif dalam setiap pembelajaran. Guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang bermakna. Adapun tujuan penelitian ini adalah menggunakan bahan ajar tematik terpadu untuk meningkatkan partisipasi peserta didik melestarikan lingkungan. This research was conducted in Pasaman District Elementary School . Research is dilatar background as teachers are less able to engage students to participate to participate as well as preserving the environment . Based on the analysis the researchers did things this is due to the materials that exist on the books the students are still slightly , so that the knowledge which obtained the students are still slightly , and the view that there is onthe books the students less attractive the attention of the participant students in learning . Learning thematic integrated associated with some of the themes that relate to activities which do students in life everyday . Thematic learning integrated facilitated by the existence of teacher books and student books that make it easy for teachers or students to carry out activities in the learning process . Learning thematic integrated is not enough if only sourced on a book teacher and guide students only . In learning , the teacher should give an opportunity to the participants of the students to learn more active in every lesson . Teachers should be able to guide and direct the activities of study participants learners in accordance with the objectives of learning are meaningful . As for the purpose of research it is using the material taught thematic integrated to increase the participation of the participant students to preserve the environment .
Peran Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis
Daryanti Daryanti;
Firman Firman;
Neviyarni Neviyarni
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.255
Menulis karangan bukanlah hal yang mudah bagi penulis mula. Siswa sekolah dasar sedini mungkin dilatih kemampuannya dalam menulis. Setelah dilaksanakan pembelajaran sebagian besar siswa belum mampu untuk menulis karangan . Kelemahan itu terlihat dari : 1) Penulisan judul. 2) Penulisan awal paragraf, 3) Jumlah kalimat dalam satu paragraf, 4) Penggunaan huruf kapital di awal kalimat. Penelitian ini berupa penelitian action research. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran berupa LCD Proyektor dari hasil belajar siswa
BIMBINGAN DAN KONSELING DI PERGURUAN TINGGI PADA ERA SOCIETY 5.0
Ade Herdian Putra;
Neviyarni;
Firman
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 1 No. 1 (2022): April
Publisher : CV Putra Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sejak tahun 2019 masyarakat dunia telah memasuki era society 5.0. Era society 5.0 adalah era manusia dan teknologi selalu berdampingan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia. Era society 5.0 menimbulkan dampak positif dan dampak negatif dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan mahasiswa. Mahasiswa di perguruan tinggi perlu dipersiapkan menjadi lulusan yang dapat beradaptasi dengan era society 5.0, sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Bimbingan dan Konseling di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji, membahas, dan menganalisa pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di perguruan tinggi pada era society 5.0. Literatur yang digunakan sebagai data penelitian adalah buku, artikel ilmiah, laporan hasil penelitian, dan salinan dokumen peraturan. Hasil penelitian ini adalah kajian, pembahasan, dan analisa pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi.
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP NEGERI 1 SIAK HULU
Dinelti Fitria;
Neviyarni Neviyarni;
Mudjiran Mudjiran;
Herman Nirwana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 3: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jip.v3i3.1853
Tulisan ini membahas tentang bagaimana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 1 Siak Hulu. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilaksanakan dengan wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan data yang telah diperoleh secara langsung maka secara umum dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 1 Siak Hulu sudah berjalan dengan baik walaupun ada dua kekurangan yaitu kurangnya personil guru bimbingan dan konseling, dan kurangnya jam pelajaran bimbingan dan konseling.