Articles
Development of Integrated Thatic Teaching Materials Based on Discovery Learning Models in Basic Class IV
Hanida B;
Neviyarni S
International Journal of Educational Dynamics Vol 1 No 2 (2019): International Jurnal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.67 KB)
|
DOI: 10.24036/ijeds.v1i2.127
This research is a type of development research which in English is called Research and Development (R & D). This study uses a 4D model (four-D models). The subjects to be tested on the development of integrated thematic teaching materials on theme 7 are grade IV elementary school. This study aims to produce new products through certain stages, so as to produce products that are tested for validity and practicality, and effectiveness and to develop and produce a product in the form of teaching materials to overcome classroom problems and not as theory testers.. Keywords: Teaching Materials, Integrated Thematics, Discovery Learning
RELEVANSI PEMIKIRAN HUMANISME TERHADAP KONSEP MERDEKA BELAJAR DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN
Yepi Herpanda;
Neviyarni S Neviyarni S
Ensiklopedia of Journal Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No. 2 Edisi 1 Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.165 KB)
|
DOI: 10.33559/eoj.v4i2.1032
Pemikiran pendidikan humanism adalah konsep pendidikan yang menjunjung tinggi nilai dan martabat manusia yang menempati posisi sangat penting, baik dalam perenungan teoritis filsafat maupun dalam praktek hidup sehari-hari. Hal tersebut sejalan dengan konsep merdeka belajar dimana merdeka belajar akan berjalan dengan baik apabila pelaku pendidikan dapat melihat jauh aspek filosofis sebagai landasan terbentuknya, karena sebuah konsep pendidikan dapat dikatakan sebagai aplikasi pemikiran filosofis. relevansi pemikiran humanism dan konsep merdeka belajar dalam pembelajaran yaitu pembelajaran akan terlaksana baik jika pelaku pendidikan dapat melihat jauh aspek filosofis sebagai landasan terbentuknya, karena sebuah konsep pendidikan dapat dikatakan sebagai aplikasi pemikiran filosofis dalam hal ini pemikiran humanism. Implikasi relevansi pemikiran humanism dan konsep merdeka belajar dalam pembelajaran melibatkan beberapa komponen yaitu: tujuan pendidikan, materi, guru, siswa, metode, media dan evaluasi.
PERANAN GURU DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK PEBENTUKAN NILAI MORAL PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR
Silvia Anggreni BP;
Ekasyafutra Ekasyafutra;
Neviyarni Suhaili;
Mudjiran Mudjiran;
Herman Nirwana
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 3 (2021): Vol 3 No 3 Edisi 2 April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (92.409 KB)
|
DOI: 10.33559/eoj.v3i3.780
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam bimbingan konseling bagi pembentukan nilai moral pada siswa di sekolah dasar. Metode dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa bimbingan konseling yang dilakukan oleh guru mampu mengembangkan moral yang nilai-nilai dari siswa. Peran guru dalam pelaksanaan bimbingan konseling adalah membimbing, mengingatkan, memberi nasehat dan memberikan motivasi kepada siswa, memberikan penanaman konsep demokrasi, mengembangkan pemahaman diri melalui kehidupan siswa . Selain itu, guru juga melakukan pembiasaan nilai-nilai akhlak kepada siswa.
KODE ETIK KONSELING SERTA PERMASALAHAN DALAM PENERAPANNYA
Jumrawarsi Jumrawarsi;
Mudjiran Mudjiran;
Neviyarni Neviyarni;
Herman Nirwana
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 4 (2021): Vol 3 No 4 Edisi 1 Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (105.984 KB)
|
DOI: 10.33559/eoj.v3i4.799
Everyone is required to be able to adapt to the existing revolution. Problems can arise if the person is not able to adapt well. This can be used by problem counselors to provide services to people who have problems. Consultants must adhere to a code of ethics when providing one's services. Various problems can arise when implementing a code of ethics in counseling services, both from the counselor and the client. Awareness needed by consultants in order to run well, competence increases, and policies and supervision are directed.
PERANAN MOTIVASI DAN KREATIVITAS DALAM PROSES BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Silvia Anggreni BP;
Neviyarni Suhaili
Ensiklopedia of Journal Vol 2, No 3 (2020): Vol 2 No 3 Edisi 2 April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (54.272 KB)
|
DOI: 10.33559/eoj.v2i3.582
Belajar tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Kita dapat belajar kapan saja dan dimana saja, dalam pengalaman belajar akan menemui pengalaman belajar yang menyenangkan serta pengalaman belajar yang tidak menyenangkan. Belajar merupakan suatu kegiatan yang subyektif, yang artinya bahwa kita sendiri yang akan menentukan mau atau tidak mau belajar. Akibat dari proses belajar kita akan memperoleh pembelajaran yang berharga. Dalam belajar dan pembelajaran siswa membutuhkan dorongan motivasi untuk belasar supata memiliki prestasi belajar yang cemerlang. Motifasi yang diberika guru juga akan menghasilkan siswa yang kreatif. Belajar kreatif berhubungan erat dengan penghayatan terhadap pengalaman belajar yang sangat menyenangkan. Kreativitas anak akan didorong oleh motivasi baik secara internal maupun eksternal.
PERAN BIMBINGAN KONSELING TERHADAP BAKAT DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Rahmi Septia Sari;
Neviyarni Suhaili;
Mudjiran Mudjiran;
Herman Nirwana
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 4 (2021): Vol 3 No 4 Edisi 1 Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (104.448 KB)
|
DOI: 10.33559/eoj.v3i4.801
Belajar diperlukan bagi setiap orang atau individu, karena dengan belajar seseorang akan memperoleh pengetahuan dan menimbulkan perubahan tingkah laku, dengan belajar seorang anak akan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang memerlukan motivasi dan bakat yang dimiliki. Suatu keahlian merupakan kepandaian yang telah ada dalam diri individu yang dapat dikembangkan melalui motivasi yang berasal dari respon lingkungan yang baik. Ketika peserta didik memiliki kompetensi yang didapat dari kemauannya maka peserta didik dapat menyelesaikan latihan yang diberikan dengan benar dalam kegiatan pembelajaran, sehingga peserta didik lebih gampang untuk mencapainya.dalam hal ini motivasi memiliki peran penting untuk mencapai tujuan dengan jalan mempengaruhi peserta didik untuk berusaha untuk mencapai tujuan dalam bentuk tindakan dan tingkah laku sesuai dengan kemampuannya. Bimbingan konseling ikut berperan dalam pengembangan kemamuan peserta didik sebagai motivasi yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan bakat tersebut. Bimbingan guru terlihat sangat berpengaruh bagi kelancaran proses pembelajaran. Dalam pembelajaran perilaku guru sangat mempengaruhi motivasi belajar siswa, sehingga terjadi interaksi dukungan sosial berupa pemberian informasi, perhatian emosional yang membantu siswa mengatasi masalah yang menghambat motivasinya untuk mengembangkan bakat yang sudah ada pada dirinya. Bimbingan konseling yang diberikan oleh guru BK juga membantu mereka untuk dapat mengembalikan kepercayaan dirinya dalam belajar.
GUIDANCE AND COUNSELING IN SCHOOL ACCOUNTABILITY
Mita Anggela Putri;
Neviyarni Neviyarni;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/enlighten.v1i2.731
This study discusses guidance and counseling accountability in schools so that school counselors can demonstrate their duties as instrumental personnel in achieving optimal student competencies. One model of accountability activities is the MEASURE model developed by Stone and Dahir (2016), as a six-step accountability process that helps school counselors to implement a component of accountability into counseling and guidance programs. The advice in this study is for school counselors to conduct In-Service Training to help them improve their skills in accountability.
Konseling Keluarga dengan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT): Strategi Mewujudkan Keharmonisan dalam Keluarga
Mita Anggela Putri;
Neviyarni Neviyarni;
Yarmis Syukur
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 2 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/enlighten.v2i1.1213
Keharmonisan keluarga adalah sesuatu yang bermakna dan diusahakan untuk dicapai oleh mereka yang melakukan perkawinan dan membentuk keluarga. Kesadaran peran dan fungsi serta menerima keadaan dan keberadaan menjadi pondasi yang kuat dalam menjalankan rumah tangga. Dalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis sering terjadi fenomena problematika dalam keluarga seperti pertengkaran, cemburu, perselingkuhan, perbedaaan pendapatan, perbedaan prinsip hidup dan sampai pada tindakan mengakhiri pernikahan atau bercerai. Problematika yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga harus segera di selesaikan agar keharmonisan keluarga tetap terjaga dan terwujud. Konseling keluarga dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) digunakan sebagai proses intervensi terhadap masalah yang menggangu keharmonisan keluarga. Konseling keluarga dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mewujudkan keharmonisan keluarga meliputi konsep keharmonisan keluarga, konseling keluarga, pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT).
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN BAHASA SISWA SEKOLAH DASAR
Nurhidayati .;
Neviyarni Suhaili;
Irda Murni
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 9 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/pgsdunars.v9i1.1023
Latar belakang penulisan artikel ini adalah perlunya informasi mengenai karakteristik perkembangan bahasa siswa sekolah dasar. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji karakteristik perkembangan bahasa siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan yang mengkaji sebanyak 24 artikel yang berhubungan dengan karakteristik perkembangan bahasa siswa sekolah dasar yang terdapat pada database google scholar. Hasil pengkajian tersebut dijadikan sebagai referensi untuk menemukan karakteristik perkembangan bahasa siswa sekolah dasar. Hasil pengkajian ditemukan bahwa siswa sekolah dasar berada pada fase meniru dan memahami ucapan orang dewasa. Pada fase ini siswa juga telah memahami konsep cinta baik kepada orang dewasa maupun kepada lawan jenis. Hal ini menuntut guru untuk dapat melakukan dekteksi dini dan penyaringan bahasa agar tidak terjadi penyimpangan bahasa
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR
Lizra Afrilia;
Neviyarni;
Darnies Arief;
Risda Amini
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.196 KB)
|
DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2559
Video animasi ialah suatu instrumen pembelajaran yang memadukan berbagai unsur suara dengan gambar yang didalamnya memuat materi yang akan disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas penggunaan instrumen pembelajaran berbasis video animasi dalam peningkatan motivasi belajar, dan untuk mengetahui bagaimana peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas IV SD saat menggunakan media pelajaran berbasis video animasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk penelitian kuantitatif karena data yang diperoleh berhubungan dengan angka-angka yang dapat dihitung secara sistematis. Populasi ipenelitian ini adalah siswa kelasiIV SDN Lhok Pawoh, sedangkan dalam penelitian yang dijadikan sebagai sampel ialah siswa kelas IV SDN Lhok Pawoh berjumlah 40 siswa. Banyaknya siswa kelas IV.1 SDN Lhok Pawoh sebanyak 20 orang dan kelas IV. sebanyak 20 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa T-tes menggambarkan bahwa nilai yang didapatkan ialah 0,45 yang berada dalam taraf signifikan dengan T-tebel 0,25. Hasilnya menggambarkan t-test > t-tebel, hingga Ho ditolak serta bisa ditarik kesimpulan bahwasanya ditemukan peningkatan motivasi belajar pada siswa SD dengan menerapkan media pembelajaran berbasis video animasi (Ha diterima). Sehingga dapat membuktikan bahwa dengan penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.