Articles
Intervention of rational emotive behavior therapy approach in group counseling
Zikry Latupasjana;
Neviyarni Suhaili;
Yeni Karneli;
Netrawati Netrawati
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 2 No. 2 (2021): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces138000
Pendekatan REBT dalam terapi kelompok menganggap bahwa hubungan antara pemimpin kelompok dan anggota menjadi penting terutama sebagai sarana untuk mencapai tujuan yaitu, untuk mendapatkan hasil. Pembahasan dalam artikel ini adalah faktor-faktor terapeutik dalam konseling kelompok, yang dirinci pada enam pokok materi, yaitu: meniru perilaku orang yang positif, belajar melalui hubungan interpersonal, keterpaaduan kelompok, pelampiasan perasaan, pengalaman yang bersifat eksistensial, dimensi-dimensi tentang faktor terapeutik dalam konseling kelompok. Semua materi dibahas dengan pendekatan REBT. Mengubah diri dalam berpikir irasional bukanlah perkara yang mudah, karena orang memiliki kecenderungan untuk mempertahankan keyakinan-keyakinan yang sebenarnya tidak masuk akal oleh karena itu bantuan konselor dan anggota kelompok yang lain akan membuat klien bisa merubah dirinya.
How do the supervisors of guidance and counseling fare in terms of accountability and performance?
Rima Pratiwi Fadli;
Neviyarni Neviyarni;
Riska Ahmad
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces187900
Counselors, who are trained professionals, guide counselees through the process of guidance. School counselors conduct assessments as part of their services. Without an assessment, it would be impossible for us to determine whether the intended guidance program had been implemented successfully. The evaluation of the guidance program is to determine the degree to which the program's implementation has met its stated objectives. In other words, the outcome of the assessment activities will determine whether the program is successful in reaching its objectives. It cannot be isolated from the supervision actions, according to the assessment that was done. Counseling and direction School supervisors are school supervisors with complete rights, powers, and responsibilities for evaluating, promoting, and implementing education in various schools through guidance and counseling activities. Additionally, the adequacy of the services rendered by the BK teacher/counselor is determined by the factors mentioned above. This indicates that the school counselor can account for the services rendered.
Obstacles experienced by school counselors in the implementation of guidance and counseling service programs
Khairunisa Khairunisa;
Neviyarni Neviyarni;
Riska Ahmad
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces188400
This research was conducted on the coordinator of school counselors at state high schools and private high schools in Medan City. This study aims to determine the obstacles experienced by school counselors in the implementation of guidance and counseling service programs. This research is a descriptive research with a quantitative approach and survey methods. The collection technique used in this study was a questionnaire on the Guttman scale. The subjects in this study were 30 school counselor coordinators, including 15 school counselor coordinators at State High Schools and 15 school counselor coordinators at Private High Schools in Medan City. The results of this study showed that the obstacles experienced by school counselors in internal factors in the aspect of teacher competence showed higher results (50%) than aspects of personality and dedication (17%). Meanwhile, external factors in the aspect of facilities and infrastructure showed higher results (47%) than aspects of economic welfare (13%). The understanding and lack of professionalism of school counselors causes this to be one of the weaknesses of teachers in conducting counseling programs.
Dasar, Aplikasi dan Permasalahan Guru BK di Sekolah
Ilham Wahyudi;
Neviyarni Neviyarni;
Firman Firman
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 2 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08884011
Pada institusi pendidikan banyak guru BK yang memiliki permasalahan hingga hambatan yang menyebabkan tidak efektifnya proses bimbingan dan konseling di sekolah. Keadaan ini disebabkan factor internal dan eksternal yang menjadi pengahalang bagi guru BK dalam menjalankan bimbingan dan konseling di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis terhadap dasar, aplikasi dan permasalahan guru BK di sekolah. Metode pengumpulan data yang di gunakan pada artikel ini adalah kajian Pustaka. Metode yang digunakan untuk pengkajian ini studi literatur. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai dasar, aplikasi dan permasalahan guru BK di sekolah serta solusi yang mampu menurunkan sebagian masalah yang sama terkait dengan permasalahan guru di sekolah. Aplikasi terhadap permasalahan guru BK di sekolah adalah guru bk dapat mengembangkan potensi dirinya dalam menunjang layanan BK di sekolah sehingga guru BK dapat memberikan afektifitas yang positif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif serta mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan potensi serta pembentukan karakter peserta didik.
Penilaian dalam bimbingan dan konseling
Ridho Rismi;
Neviyarni Neviyarni;
Riska Ahmad
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 7 No. 3 (2022): SCHOULID : Indonesian Journal for School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/082012011
Penilaian merupakan langkah penting dalam bimbingan dan konseling. Tanpa penilaian tidak mungkin dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan bimbingan dan konseling yang telah direncanakan. Penilaian dalam bimbingan dan konseling merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan bimbingan dan konseling untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain bahwa keberhasilan bimbingan dan konseling dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian.
Hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresif remaja dan implikasinya dalam bimbingan dan konseling
Ulya Illahi;
Neviyarni Neviyarni;
Azrul Said;
Zadrian Ardi
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 3 No. 2 (2018): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/3003244000
This research is motivated by the number of adolescents who behave aggressively, such as hitting, kicking, yelling, cursing, slandering. Aggressive behavior is an action that aims to hurt other people both physically and verbally. One of the factors that is thought to influence is emotional intelligence. This study aims to: (1) describe emotional intelligence, (2) describe the aggressive behavior of adolescents, and (3) test the significance of the relationship between emotional intelligence and adolescent aggressive behavior. This study uses quantitative methods with descriptive correlational types. The population of this study was 300 students of MAN 1 Tanah Datar who were enrolled in the July-December semester of the 2018/2019 academic year and a sample of 178 students selected by Stratified Random Sampling. The instrument used in this study was ascale model Likert. Data were analyzed by descriptive statistical techniques andtechniques Pearson Product Moment with the help of the SPSS for Windows 20 program. Research findings show that: (1) adolescent emotional intelligence is in the high category, (2) adolescent aggressive behavior is in the moderate category, (3) and there is a significant negative relationship between emotional intelligence and aggressive behavior of adolescents with a correlation coefficient of -0.431 and level significance of 0,000. One of the factors that influence adolescent's aggressive behavior is emotional intelligence. This research is important so that aggressive behavior of adolescents can be minimized by emotional intelligence, because adolescents who manage theirintelligence are emotionalwell able to control themselves so they do not take aggressive actions.
Perkembangan siswa sekolah dasar: tinjauan dari aspek bahasa
Desrinelti Desrinelti;
Neviyarni Neviyarni;
Irda Murni
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/3003910000
Pembelajaran disekolah dasar harus memperhatikan aspek perkembangan siswa. saah satu satu aspek perkembangan yang perlu diperhatikan adalah aspek perkembangan bahasa. Aspek perkembangan bahasa akan berpengaruh terhadap tingkat kognitif siswa. Oleh sebab itu perlunya informasi lebih lanjut mengenai perkembangan bahasa siswa sekolah dasar. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan informasi mengenai perkembangan bahasa siswa sekolah dasar. Penulisan ini menggunakan metodologi studi kepustakaan dengan menganalisis 31 artikel yang berhubungan dengan perkembangan siswa yang terdapat pada data base google scholar. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh individu dalam kehidupan sehari-hari untuk melakukan interaksi dengan individu lainnya. Bahasa merupakan sarana yang efektif dalam proses berkomunikasi dengan individu lainnya. Pada awal perkembangan bahsa dimulau dengan proses peniruan bunyi maupun suara tanpa adanya arti yang kemudian diikuti pengucapan suku kata, penyusunan kalimat secara sederhana, dan berlanjut kepada kalimat yang lebih kompleks. Anak usia sekolah dasar memiliki perkembangan yang berbeda pada setiap tingkatan umur yang dilalui. Namun tidak ada yang dapat memastikan bahwa aspek perkembangan bahasa siswa memiliki tingkat perkembangan yang sama. Namun guru sebagai penanggung jawab disekolah dasar harus memastikan tercapai nya tugas perkembangan siswa yang terdiri dari pemahaman, pengembangan pembendaharaan kata, menyusun kata-kata menjadi kalimat dan ucapan.
Urgensi Pengembangan Konseling Spiritual Bagi Pecandu Narkoba Untuk Mereduksi Thanatophobia
M. Fahli Zatrahadi;
Neviyarni Suhaili;
Ifdil Ifdil;
Marjohan Marjohan;
Afdal Afdal
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/30031270000
We can reduce the psychological phenomenon of thanatophobia in clients by carrying out spiritual counseling and religious beliefs. This study discusses the urgency of spiritual counseling for drug addicts who experience the psychological phenomenon of thanatophobia. The research method is qualitative with the following stages: determining questions, collecting informant data, getting data, and reporting. The informants comprised two counselors, three residents of the Tampan Mental Hospital, Drug Installation, and three experts. The results showed that spiritual counseling could reduce anxiety about death in clients, but in terms of its implementation it was still not optimal because implementing spiritual counseling at the Tampan Mental Hospital with Drug Installation was carried out by the help of ustad/religious leaders in collaboration with counselors.
Urgensi kesadaran karier sejak dini (sekolah dasar)
Peni Okto Randi;
Neviyarni Suhaili;
Marjohan Marjohan;
Ifdil Ifdil;
Afdal Afdal
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/30031456000
Keberhasilan individu pada tahap tugas pengembangan karir dasar menentukan keberhasilan dalam tahap perkembangan selanjutnya Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis kesadaran karir di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi literatur. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan dan diterbitkan dalam jurnal online nasional dan internasional. Dimulai dengan kerangka teori, diberikan alasan intervensi dini oleh konselor sekolah dasar. Kajian yang menjelaskan praktik konseling di sekolah dasar yang masih minim.
Model narrative therapy berbasis nilai-nilai bundo kanduang untuk meningkatkan kepuasan pernikahan pasangan usia dini
Yeni Elfira;
Neviyarni Suhaili;
Marjohan Marjohan;
Ifdil Ifdil;
Afdal Afdal
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/30031498000
Setiap pasangan pernikahan tentunya berharap sekali seumur hidup, akan berbagi suka dan duka bersama, akan berusaha bersama-sama menjalin rumah tangga yang sakinah bahkan akan menghadapi bersama keadaan sulit sekalipun. Namun sesuai Universitas Negeri Padang perkembangan zaman, pernikahan menjadi persoalan yang sangat rumit karena tingginya tingkat perceraian. Perceraian ini rentan terjadi pada pernikahan pasangan usia dini. Masa remaja merupakan masa topan badainya dan gejolaknya stress individu. Oleh sebab itu pengaplikasian terapi naratif secara aktif dan sensitif menyesuaikan praktik dengan mempertimbangkan perbedaan lintas budaya atau konselor yang menerapkan terapi naratif harus memodifikasi dan bahkan terkadang menciptakan bentuk narasi sesuai budaya kliennya.