Articles
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PETUGAS LAPAS KELAS IIB MOJOKERTO
Gustiansyah Wahyu Surya Pamungkas;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 2 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i2.2021.15-19
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset terpenting bagi sebuah organisasi. Dimana seseorang yang mempunyai kemampuan untuk berkembang sebagai pendongkrak keberhasilan mewujudkan visi, misi, dan tujuan dari organisasi tersebut baik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.Maka dari itu pentingnya sebuah peningkatan dari pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dari sumber daya manusia menempati urutan tertinggi pada kebutuhan di dalam organisasi. Di Lapas Kelas IIB Mojokerto pelaksanaan pelatihan yang diberikan kepada petugas dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan dari petugas kepada organisasi.Dengan memberikan pelatihan terhadap petugas maka akan dapat meningkatkan motivasi kerja dari petugas yang akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dan profibilitas dari petugas di Lapas Kelas IIB Mojokerto untuk menghasilkan pelayanan yang maksimal.
PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP MOTIVASI KINERJA PEGAWAI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS IIB PURWOKERTO
Ivandi Tegar Kurniawan;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i6.2021.1662-1670
Isu peningkatan produktivitas erat kaitannya dengan persoalan motivasi kerja karyawan, agar karyawan dapat dan berharap dapat bekerja dengan sebaik-baiknya, sehingga semua pihak saling menguntungkan. Motivasi seseorang untuk bekerja adalah mengharapan pendapatan, evaluasi pekerjaan dan promosi. Jika imbalan memenuhi harapan, karyawan cenderung bekerja lebih keras. Pengembangan karir di lingkungan Pemasyarkatan biasanya dilakukan melalui pendidikatan dan latihan (DIKLAT) di setiap kantor wilayah Kementrian Hukum dan HAM dan juga dengan instansi lainnya. Pelatihan dan latihan di berikan kepada pegawai guna meningkatkan kompetensi petugas pemasyarakatan agar dalam bekerja memahami dan dapat bekerja sesuai standar oprasional prosedur yang ditetapkan. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode cross sectional. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar kepada 37 Petugas Pemasyarakatan Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto sebagai responden. Hasil penelitian yang dilakukan di Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto pengembangan karir terhadap motivasi kinerja pegawai memiliki pengaruh positif sebesar 90,7% dan sisanya 9,3% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian ini.
PERANAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM KEBERHASILAN PENGAWASAN KLIEN PEMBEBASAN BERSYARAT (Studi Kasus Bapas Klas II Lahat)
Novaldi Eka Saputra;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i6.2021.1562-1568
Balai Pemasyarakatan merupakan tempat untuk melaksanakan bimbingan Klien Pemasyarakatan yang dimana mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan pembimbingan klien pemasyarakatan di daerah. Pembimbing Kemasyarakatan juga memiliki tugas melaksanakan bimbingan kemasyarakatan dan bimbingan kerja bagi Klien Pemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu dengan melakukan observasi lapangan dan didukung dengan studi literatur tambahan sebagai teknik pengumpulan data. Maka bagi Klien Bapas yang akan mengajukan atau menjalani Pembebasan Bersyarat untuk mendapatkan haknya setelah menjalani hukuman penjara dengan jangka waktu tertentu perlu dilakukan pengawasan guna memastikan ridak ada pelanggaran yang terjadi sesuai dalam kontrak bimbingan yang telah disepakati oleh klien dan pembimbing kemasyarakatan sebagai pejabat penegak hukum yang bertugas melakukan pengawasan langsung terhadap Klien. Namun dalam pelaksanaannya, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) masih terdapat beberapa kendala yang dialami terkait latar belakang dan kompetensi petugas, luasnya cakupan pengalaman lapangan, tekanan dalam pekerjaan, serta koordinasi antara pembimbing kemasyarakatan dengan aparat penegak hukum lainnya. Selain itu masyarakat juga ikut terlibat demi mendukung keberhasilan dalam mencapai tujuan program dari Pembebasan Bersyarat (PB) yang dilaksanakan di masyarakat. Maka diperlukan analisis kebutuhan bagi PK Bapas guna meningkatkan efektivitas dan profesionalisme petugas.
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR KESULITAN BELAJAR TARUNA POLITEKNIK ILMU PEMASYARAKATAN TINGKAT 1 PRODI MANAJEMEN PEMASYARAKATAN DALAM KONDISI STUDY FROM HOME
Salman Alfarist Wiratama;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 1 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i1.2021.113-124
Dalam kondisi Pandemi Covid – 19, pemerintah melakukan suatu tindakan yaitu menerapkan Study From Home bagi pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Pada kondisi ini, banyak ditemukan keluhan dari Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan Tingkat 1 Prodi Manajemen Pemasyarakatan terkait kesulitan belajar dengan menggunakan sistem online, karena dalam pembelajaran melalui sistem online tentu terdapat banyak kendala yang ditemukan, seperti koneksi internet dan E-Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner atau angket dengan populasi 96 Taruna POLTEKIP Tingkat 1 Prodi Manajemen Pemasyarakatan dengan menghitung ukuran sampel yang dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin dengan error margin 5% yaitu sebanyak 77 Taruna.Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa E-Learning berpengaruh terhadap Kesulitan Belajar Taruna dalam kondisi Study From Home. Semakin baik E-Learning dilakukan maka akan semakin kecil Kesulitan Belajar dalam kondisi Study From Home, Koneksi Internet berpengaruh terhadap tingkat Kesulitan Belajar Taruna POLTEKIP Tingkat 1 dalam kondisi Study From Home (SFH). Semakin baik Koneksi Internet pada kuliah online, maka semakin kecil Kesulitan Belajar yang dirasakan Taruna dalam kondisi Study From Home.
ANALISIS LETAK BANGUNAN RUMAH TAHANAN KELAS I TANGERANG
Ivan Bonardo Jeremia;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i6.2021.1499-1505
Pembinaan memiliki peran yang sangat penting terhadap narapidana atau WBP untuk mengembalikan para warga binaan pemasyarakatan menjadi manusia baru dengan output yaitu sebagai manusia yang baik. Pembinaan yang dilakukan bersifat material atau sprititual, tidak bisa berat sebelah tetapi kedua sifat tersebut harus dijalankan secara seimbang. Pembinaan dapat berjalan dengan baik, dipengaruhi oleh faktor bangunan dari lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan itu sendiri dilihat dari segi sarana dan prasarana serta letak bangunannya. Tujuan dari artikel ini untuk menganalisa, melihat serta menemukan solusi dari analisa bangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Tangerang dikarenakan letak Rumah Tahanan Negara Kelas I Tangerang jauh dari sarana emergency dan memiliki akses yang minim. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Dengan artikel ini diharapkan dapat ditemukan pemecahan masalah dan solusi dari ketidaksesuaian jarak antara Rumah Tahanan Negara Kelas I Tangerang dengan akses sarana emergency.
PENGOPTIMALAN PEMELIHARAAN DI RUPBASAN KELAS 1 PALEMBANG
Anwar Farid;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 5 (2022): NUSANTARA :Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i5.2022.1504-1508
Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui pengoptimalan pemeliharaan basan baran yang ada dengan lokus di Rupbasan Kelas 1 Palembang. Peneliti mencoba mengetahui pemeliharaan basan baran yang berada di negara Amerika Serikat, sehingga dapat dijadikan perbandingan untuk mengoptimalkan pemeliharaan basan baran di Rupbasan khususnya di Indonesia. Di negara Amerika Serikat lembaga yang menangani pemeliharaan barang sitaan ialah United States Marshals Service. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif yang dituliskan secara deskriptif, ada 2 sumber data yang diperoleh meliputi sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh melalui observasi dilapangan dan wawancara dengan petugas di Rupbasan Kelas 1 Palembang, sumber data sekunder didapati dari Undang-Undang terkait Rupbasan, artikel serta jurnal yang terkait dengan pemeliharaan basan baran. Didapati kesimpulan bahwa United States Marshals Service diberikan kebebasan untuk melakukan pemeliharaan dan pelepasan barang sitaan yang kemudian biaya dari pelepasan barang tersebut dijadikan anggaran untuk pemeliharaan barang sitaan. Rupbasan di Indonesia seharusnya bisa melakukan hal serupa yang dilakukan oleh United States Marshals Service apabila mendapat dukungan dari lembaga-lembaga lain, dan permasalahan akan anggaran untuk pemeliharaan dapat teratasi sehingga pengoptimalan dapat tercapai. Kemudian di Rupbasan Kelas 1 Palembang diperlukan perluasan gedung terbuka agar mencakup lapangan tempat truk-truk berada, sehingga truk-truk tersebut dapat terhindar dari sinar matahari dan hujan yang dapat membuat truk tersebut berkarat.
EVALUASI POLA KARIR DI LINGKUNGAN RUMAH TAHANAN KELAS IIB DEMAK
Rich Auliyan Saifusidak;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 7 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i7.2021.1978-1988
Riset ini memiliki tujuan buat memperoleh data informasi serta data realitas terpaut dengan pola karir Pegawai Negeri Sipil di area Rumah Tahanan Negeri Kelsa II B Demak Metode Penelitian digolongkan jadi riset penilaian yg bertabiat deskriftif analisis mengenakan pendekatan kualitatif. Tata cara pengumpulan informasi mengenakan riset observasi dan wawancara. Kesimpulan dari ulasan yakni Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada dasarnya sudah mempraktikkan pedoman contoh karir yang disesuaikan dengan persyaratan informasi Permenkumham. M. 3819. KP. 04. 15/ 2006 tentang contoh Pola Karir Kementerian Hukum dan HAM dan juga Peraturan Pemerintah no 35 Tahun 2011 tentang Penetapan panduan Pola Karir PNS. Pada pelaksanaan peraturan dan pengembangan sistem profesional Kementerian Hukum dan HAM mencermati unsur- unsur yang sama menggunakan yang diatur dalam peraturan sebelumnya, antara lain pendidikan formal, pembinaan kejuruan, umur, masa kerja, pangkat/ ruang kelas, jenjang jabatan, pengalaman jabatan, evaluasi, prestasi kerja dan keahlian kerja. Namun dalam hal ini masih ada yang perlu diperbaiki, sebab selama ini Kementerian hukum dan Hak Asasi Manusia belum milik pedoman model pengembangan karir terkini yang berpegangan terhadap Undang- Undang no 5 Tahun 2014 perihal Litigasi Perdata Nasional, karena bisa kita amati bahwasanya dilapangan masih ada banyak hambatan serta permasalahan yang belum terdapat dalam pedoman pola karir yang ada.
UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN MENERAPKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (STUDI KASUS DI LAPAS KELAS IIA LUBUKLINGGAU)
M.Fadhli Noval Tri.SK;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 1 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i1.2021.176-182
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan atau diterapkan oleh seorang individu secara sadar untuk meningkatkan kesehatan dan mempunyai lingkungan yang sehat. Tujuan penelitaian ini untuk mengetahui bagaimana upaya pencegahan covid-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Metode kualitatif dapat berpengaruh terhadap substansi penelitian, maksudnya metode kualitatif menyajikan secara langsung hubungan antara peneliti dan informan, objek dan subjek penelitian. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak Lapas diantaranya rajin membersihkan kamar dan area lingkungan hunian, mentaati protokol kesehatan, dan melakukan sosialisasi kesehatan kepada Narapidana.
ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PETUGAS PEMASAYARAKATAN PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 TANGERANG
Anka Priehanggoro;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i6.2021.1536-1542
ujuan adanya penelitian ini ialah untuk menguji pengaruh beban kerja terhadap kinerja individu dan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kuantitas dan kualitas output terhadap kinerja petugas pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang, untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana pengaruh beban kerja eksternal terhadap kinerja petugas pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang serta untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana pengaruh secara simultan antara beban kerja internal dan eksternal terhadap kinerja pegawai pada kinerja petugas pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang. Sampel penelitian berjumlah 131 responden diperoleh data dengan melakukan wawancara dan penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan persamaan regresi berganda ialah Y = 27,321+ 0,525X1 -0,167X2, hasil analisis dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa (H1) beban kerja internal berpengaruh terhadap kinerja memperoleh t hitung sebesar 3,382 (sig.<0,05). Kemudian (H2) beban kerja eksternal berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai thitung = 0,696 (sig.<0,05). Serta (H3) beban kerja internal dan eksternal berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai.
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DI LAPAS KELAS IIB NGAWI
Azis Rizky Ainun Pratama;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i6.2021.1671-1677
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepusan kerja terhadap Perilaku Kewarganegaraan Organisasi (OCB) petugas pemasyarakatan di Lapas Kelas IIB Ngawi. Metode penelitian yaitu kuantitaif, dengan perolehan data sekunder menggunakan teknik penyebaran kuisioner kepada 60 petugas Lapas Kelas IIB Ngawi. Analisa data menggunakan IBM SPSS Statistic 26 dengan teknik anlisis deskriptif melalui uji linier sederhana, uji determinasi, dan uji signifikan. Hasil penelitian menujukan besar pengaruh variabel kepuasan kerja memiliki pengaruh sebesar 19,0% terhadap variabel Perilaku Kewenagaraan Organisasi, sedangkan 81,0% sisanya diperngaruhi oleh variabel lain. Dalam hasil perhitungan nilai t hitung sebesar 3,709 dan t tabel sebesar 2.00172 dengan nilai signifikansi 5%, sehingga dapat ditarik kesimpulan jika thitung > ttabel (3,70 > 2,00). Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan kerja dan variabel OCB di Lapas Kelas IIB Ngawi.