Articles
PEMBINAAN KEWIRAUSAHAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I BANDAR LAMPUNG
Faizal Rahman W;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 2 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i2.2021.5-14
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti tentang pembinaan kewirausahaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, kendala-kendala yang dihadapi dan upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan observasi yang menghasilkan data primer dan sekunder kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung melaksanakan pembinaan kewirausahaan dibidang pangkas rambut, sulam tapis, pertanian, pertukangan kayu, laundry, menjahit, dan miniatur. Dari total 1199 narapidana yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung yang mengikuti pembinaan kewirausahaan hanya 29 narapidana atau hanya 2,41% dari total presentase 193%. Faktor kendalanya adalah petugas pemasyarakatan yang belum menguasai keterampilan dan anggaran yang kurang berdampak pada pembinaan kewirausahaan narapidana sehingga kualitas Sumber Daya Manusia menjadi turun. Upaya penanggulangannya adalah dengan mengadakan pelatihan untuk pegawai, meningkatkan kualitas SDM dan merevisi anggaran untuk mendukung pembinaan kewirausahaan narapidana di Lapas.
PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PENDERITA PENYAKIT SCABIES DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB BATURAJA
M. Anugrah Bimantara;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 5 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i5.2021.960-966
Scabies adalah penyakit kulit yang diakibatkan oleh tungau atau parasit untuk manusia. Penyebaran penyakit scabies imi umumnya terjadi melaui kontak fisik langsung antar kulit manusia atau melalui pakian, handuk dan peralatan tidur serta melakukan pola hidup yang tidak sehat. Jumlah penderita penyakit scabies di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB meningkat dari bulan September ke bulan oktober sebesar 15,75 %. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdiri dari referensi jurnal, buku dan hasil penelitian sebelumnya. Alat pengumpulan data menggunakan wawancara dan menggunakan kepustakaan data. Hasil dari penelitian ini terdapatnya pelayanan kesehatan yang belum efektif yang dilakukan oleh penghuni Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Baturaja, ini dikarenakan masih banyaknya Warga Binaan Pemasyarakatan yang menganggap remeh penyakit scabies dan tidak melakukan pola hidup sehat.
PEMBERIAN PROGRAM ASIMILASI DAN INTEGRASI BAGI NARAPIDANA DAN ANAK SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA
Yurike Violina;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 1 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i1.2021.200-206
Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat yang memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi untuk penyebaran virus corona karena lingkungan yang sempit dan interaksi yang dilakukan di Lemabga Pemasyarakatan bersifat intens. Untuk menaggulangi penyebaran virus corona di Lembaga Pemasyarakatan Pemerintah khususnya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengeluarkan kebijakan Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Kepada Narapidana dan Anak. Penerapan kebijakan ini mendapatkan respon pro dan kontra di masyarakat akibat dari stigma masyarakat yang masih melekat dan timbulnya residivis sehingga muncul kecemasan berlebihan di lingkungan masyarakat. Pemberian program ini juga merupakan salah satu jawaban dari masalah Lembaga Pemasyarakatan selama ini yaitu overcrowded. Akibat dari overcrowded Lembaga Pemasyarakatan tidak bisa menerapkan protokol kesehatan yaitu phsycal distancing yang dianjurkan oleh pemerintah.
ANALISIS SWOT SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN PENYEBARAN HALINAR DI LAPAS KELAS III SINABANG
Farhan Arhami;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i6.2021.1485-1498
Gangguan keamanan dan ketertiban bisa saja terjadi di suatu Lembaga Pemasayarakatan terkhususnya pada lapas kelas III Sinabang, banyak faktor yang mengakibatkan hal itu terjadi. Faktor yang di maksud adalah faktor yang berasal dari dalam lapas (internal) dan faktor yang berasal dari luar lapas (eksternal). Adapun sumnber data dari penelitian tersebut ialah data Primer yaitu data yang di peroleh melalui narasumber dengan cara melakukan wawancara secara langsung kepada informan dan pertanyaanyang di ajukan sesui dengan panduan fokus penelitian yang telah di siapkan oleh penulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak dari kebijakan pemerintah sebegai strategi pencegahan penyebaran halinar di lapas kelas III Sinabang. Hasil yang di dapatkan dalam penelitian bahawasannya Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sinabang berada pada kudran ke dua maka dari itu strategi diversifikasi merupakan suatu pilihan yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut.
POLA PEMBIMBINGAN BAGI NARAPIDANA YANG MENJALANKAN PROGRAM ASIMILASI DI RUMAH PADA POS BAPAS CURUP
Obi Noverianda;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i6.2021.1557-1561
Penyebaran Virus COVID-19 telah memberikan dampak yang luar bagi setiap bidang kehidupan manusia. Salah yang terdampak adalah bidang hukum khususnya pemasyarakatan sebagai bagian terakhir dari sistem peradilan pidana terlebih dengan kondisinya yang mengalami overcrowded. pemerintah melalui Kementerian Hukum Dan Ham kemudian mengeluarkan narapidana melalui program asimilasi di rumah dengan memberikan peran pembimbingan dan pengawasan kepada Balai Pemasyarakatan. kegiatan pembimbingan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh Pos Bapas Curup sebagai Bagian Dari Bapas Kelas II bengkulu kemudian disesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku dengan memanfaatkan media daring melalui aplikasi seperti whatssapp, Zoom, atau aplikasi sejenis lainnya. selain itu, narapidana yang tidak memiliki akses terhadap smartphone dan internet dilaksanakan kegiatan pengawasan dengan wajib lapor. Dari 413 narapidana yang mendapat asimilasi sepanjang tahun 2020-2021, hanya ada 17 orang atau 4% yang kembali melakukan tindak pidana. hal tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor ekonomi dimana narapidana kesulitan mendapatkan pekerjaan, dan faktor kedua yaitu ketergantungan narkotika yang membuat narapidana melakukan kejahatan demi mendapatkan narkoba.
SDM PETUGAS MEMBERIKAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA NARAPIDANA DI RUTAN KLAS IIB DEMAK
Candra Budi Pustiko Mulyo;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 7 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i7.2021.1917-1929
Lembaga Pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat pembinaan narapidana, tetapi juga dapat menjadi salah satu dorongan untuk berlatih berwirausaha. Oleh karena itu narapidana diajarkan pelatihan dalam berwirausaha sesuai dengan keinginannya dan bakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha dan faktor-faktor yang mendorong minat berwirausaha. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan cara mewawancari informan dan responden, mereka diberikan bekal pelatihan untuk berwirausaha agar saat keluar dari Lembaga Pemasyarakatan dapat memiliki bekal ketrampilan. Hasil pada penelitian ini dapat dilihat bahwa adanya faktor dalam berwirausaha yakni terdapat adanya faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha dan mendorong minat dalam berwirausaha. Model yang dilakukan ini adalah untuk mewujudkan tujuan dari sistem pemasyarakatan dimana dengan memberikan bekal pendidikan mengenai berwirausaha terhadap narapidana dapat menyambung hidup atau mempunyai bekal ketrampilan saat mereka keluar dari Lembaga Pemasyarakatan sehingga tujuan dari sistem pemasyarakatan dapat terwujud.
PERANAN RUMAH PENYIMPANAN BENDA SITAAN DAN BARANG RAMPASAN NEGARA (RUPBASAN) KELAS 1 PALEMBANG DALAM PENYIMPANAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA
Qatrunnada Ramadhania;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 5 (2022): NUSANTARA :Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i5.2022.1498-1503
RUPBASAN merupakan salah satu unit pelaksana teknis di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang diberikan wewenang serta tugas dan tanggung jawab dalam hal pengelolaan barang sitaan atau barang rampasan negara. RUPBASAN mengalami beberapa kendala seperti belum adanya pendirian RUPBASAN pada tiap – tiap wilayah sebagaimana yang sebenarnya telah diamanatkan oleh peraturan yang ada, sehingga di beberapa Rupbasan di sejumlah daerah benda sitaan dan barang rampasan ini hanya disimpan oleh instansi lainnya seperti kejaksaan, kepolisian dan pengadilan negeri karena jarak RUPBASAN yang cukup jauh dari instansi dan tidak ada biaya transportasi untuk pengiriman baran basan menuju RUPBASAN tersebut. Dalam penerapannya ditemukan beberapa kendala yang terjadi pada proses penyimpanan barang – barang sitaan tersebut, diantaranya yakni, masih minimnya anggaran dana untuk melakukan perawatan, seringkali pada barang – barang yang memang membutuhkan perawatan khusus tidak dapat memperoleh perawatan yang optimal. Pada penelitian ini digunakan jenis penelitian metode deskriptif kualitatif, dengan data berasal dari hasil observasi dan studi literature. Dari penelitian yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa RUPBASAN sangat berperan dalam penegakan hukum, yaitu RUPBASAN Klas 1 Palembang sangat menjamin keamanan pada benda – benda yang (dititipkan) di tempatnya, sehingga warga yang terlibat tindak pidana tidak cemas akan keberadaan barangnya.
EFEKTIFITAS BUDAYA ORGANISASI “GOWES BERSERI CERIA” DI LAPAS KELAS II B NGAWI DALAM MENGEMBANGKAN INOVASI LAPAS
Wisnu Sulistyo Tri Nugroho;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 1 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i1.2021.169-175
Filosofi yang mendasari keyakinan, nilai, dan norma yang terdapat diorganisasi ialah Budaya Organisasi yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi tersebut. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui seberapa efektifkah budaya organisasi “Gowes Berseri Ceria” dalami mengembangkan inovasi Lapas yang ada di Lapas Kelas II B Ngawi. Penelitian ini dilakukan di Lapas Kelas II B Ngawi dengan melibatkan 25 responden yang merupakan pegawai Lapas Ngawi dari jumlah total 70 pegawai serta merupakan anggota tetap “Gowes Berseri Ceria”. Data hasil penelitian diolah menggunakan program SPSS 25. Hasil analisis korelasi diperoleh r=0,822 yang artinya terdapat hubungan kuat antara budaya organisasi dalam mengembangkan inovasi Lapas. Maka dari itu Ho diterima.
KETIMPANGAN PEMBERIAN HAK PERAWATAN AKIBAT MENDOMINASINYA NARAPIDANA DALAM RUTAN KELAS II B HUMBANG HASUNDUTAN
Melva Damayanti B;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i6.2021.1528-1535
Rumah Tahanan Negara merupakan tempat dimana seorang tersangka di tahan selama proses persidangan dan memiliki keputusan hukum yang ditetapkan oleh Pengadilan. Namun bagaimana yang terjadi apabila dalam suatu Rutan terdapat lebih banyak bahkan hinggga mendominasi isi rutan tersebut adalah narapidana. sebagaimana dalam pada Pasal 2 Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No.:M.01-PK.02.01 Tahun 1991 tentang Pemindahan Narapidana Anak Didik dan Tahanan menyebutkan ” narapidana yang sudah berada di Lapas tidak dapat dipindahkan ke Rutan, karena sesuai fungsinya Lapas yaitu tempat melakukan pembinaan narapidana Kalaupun narapidana harus dipindahkan, maka narapidana tersebut hanya dapat dipindahkan ke LAPAS wilayah lain dan bukan ke RUTAN,”. Hal ini tentu menyebabkan berbagai ketimpangan pemberian hak perawatan akibat mendominasinya narapidana yang berada dalam sebuah Rutan. Tujuan dari pada penulisan ini adalah untuk mengkaji bagaimana proses perawatan yang diberikan kepada tahanan akibat mendominasinya narapidana di dalam rutan tersbeut dan apa dampak yang terjadi akibat kelebihan over kapasitas yang terjadi. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan hukum normative dimana penelitian dilakukan sebagaimana apa yang tertulis di dalam suatu peraturan perundang-undangan, untuk dikumpulkan kemudian di analisis berdasarkan data yang telah di kumpulkan. Menyimpulkan bahwa Rumah Tahanan Negara Kelas II B Humbang Hasundutan menciptakan suatu lingkungan yang mampu menunjang proses pembinaan dengan mengubah karakter narapidana dan memaksimalkan setiap sarana dan prasarana, kebutuhan dan hak tahanan dan narapidana yang di upayakan dengan semaksimal mungkin di tengah over kapasitas yang tinggi..
OPTIMALISASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DILEMBAGA PEMASYARAKATAN (Studi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong)
Muhammad Khadafi Al Faruq;
Padmono Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 5 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i5.2021.1048-1053
Situasi dan kondisi Lembaga Pemasyarakatan yang kondusif, tertib dan aman merupakan situasi yang sangat diutamakan dan juga diharapkan oleh petugas di Lembaga pemasyarakatan, melihat kondisi di setiap Lembaga pemasyarakatan yang selalu overcrowded dan jumlah petugas yang tidak sebanding dengan jumlah warga binaan pemasyarakatan maka sangat sekali rentan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban, maka diperlukannya manajemen sumber daya manusia yang baik dalam mengatur sumber daya manusia nya agar dapat mencapai tujuan Bersama yaitu situasi Lembaga pemasyarakatan yang aman dan kondusif, dengan terciptanya situasi dan kondisi yang kondusif maka pelaksanaan perawatan, pembinaan, serta pembimbingan dalam lembaga pemasyarakatan dapat terlaksana dengan baik dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini dari hasil wawancara serta obeservasi lapangan. hasil penelitian menunjukan bahwasanya semakin besar rasio petugas dibandingkan Warga binaan pemasyarakatan maka dalam hal ini dapat mengurangi resiko terjadinya gangguan kemananan dan ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan.