Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN HUKUM PUNGUTAN LIAR TERHADAP PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA ANTAR DAERAH DI KABUPATEN WAJO MUHAMMAD SAYADI; HERI TAHIR
Jurnal Tomalebbi Volume 1, Nomor 1, Maret 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.913 KB) | DOI: 10.56680/jt.v1i1.1625

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya pungutan liar terhadap pengemudi angkutan kota antar daerah, (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam menanggulangi terjadinya pungutan liar terhadap pengemudi angkutan kota antar daerah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pengemudi angkutan kota antar daerah yang terdata di terminal Callaccu Sengkang Kabupaten Wajo, dimana jumlahnya sebanyak 123 pengemudi. Sedangkan jumlah sampel ditetapkan dengan teknik purposive sampling atau sampel pertimbangan dan penarikan sampel 12% dari semua populasi sehingga di dapat 15 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Faktor penyebab terjadinya pungutan liar terhadap pengemudi angkutan kota antar daerah meliputi: faktor ekonomi, faktor mental, serta adanya peranan dari korban (pengemudi). (2) Upaya yang dilakukan dalam menanggulangi terjadinya pungutan liar terhadap pengemudi angkutan kota antar daerah meliputi pemberian sanksi yang tegas kepada pelaku baik itu sanksi jabatan maupun sanksi hukum, meningkatkan kesejahteraan pengawai negeri golongan  menengah kebawah, meningkatkan pembinaan internal mengenai kode etik dan disiplin kepada petugas (aparatur negara), meningkatkan pengetahuan dan sosialisasi masalah hukum khususnya peraturan yang berkenaan dengan lalu lintas, serta meningkatkan kesadaran hukum terhadap masyarakat khususnya pengemudi angkutan kota antar daerah.KATA KUNCI: Tinjauan Hukum, Pungli, Pengemudi Angkutan Antar Daerah
PERSEPSI HAKIM TERHADAP PENGAWASAN KOMISI YUDISIAL BAGI PERILAKU HAKIM (STUDI DI PENGADILAN NEGERI MAKASSAR) ROSNAH RIDWAN; HERI TAHIR
Jurnal Tomalebbi Volume II, Nomor 2, September 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.874 KB) | DOI: 10.56680/jt.v2i2.1715

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pandangan Hakim terhadap pengawasan yang dilakukan Lembaga Komisi Yudisial, dan mengetahui pemahaman Hakim tentang keberadaan Lembaga Komisi Yudisial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Hakim yang bekerja di Pengadilan Negeri Makassar, 24 Hakim Tetap. Adapun sampel dalam penelitan ini 5 orang Hakim Tetap. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisa data dilakukan dengan deskriptif kualitatif.Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keberadaan Lembaga Komisi Yudisial dampak positifnya lebih besar pada kinerja hakim karena dengan itu hakim lebih berhati-hati dalam menjalankan profesionalismenya. (2) Lembaga Komisi Yudisial juga tidak lepas dari kesalahan karena dalam beberapa bentuk pengawasannya telah memasuki hak pengawasan yang dinaungi oleh Mahkamah Agung.KATA KUNCI: Persepsi Hakim, Pengawasan Komisi Yudisial
IMPLEMENTASI PASAL 31 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA (KUHAP) TENTANG PENANGGUHAN PENAHANAN DI POLRESTABES MASAKASSAR Fitriani Fitriani; Imam Suyitno; Heri Tahir
Jurnal Tomalebbi Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v6i1.9945

Abstract

Abstract:This article describes the Implementation of Article 31 of the Criminal Procedure Code (KUHAP) Regarding the Suspension of Detention in Makassar District Police. The research method used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques used are observation, interview and documentation. The results of this study indicate that in the case of suspension of detention, the Makassar Polrestabes sets the terms and guarantees of the suspension of detention that are mandatory requirements that are supported by reasons of consideration namely subjective and objective reasons. The terms of the suspension of detention namely the suspect guarantees that they will not hamper the settlement of the case, are obliged to report, do not leave the house / city and are willing to provide guarantees (money guarantees and people's guarantees). For reasons of considering the suspension of detention, there are two, subjective and objective. Subjective reasons are not running away and not repeating the same mistakes. While the objective reasons are cooperative suspects and humanitarian reasons.Abstrak:Artikel ini menguraikan tentang Implementasi Pasal 31 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Tentang Penangguhan Penahanan Di Polrestabes Makassar.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hal penangguhan penahanan, pihak Polrestabes Makassar menetapkan syarat dan jaminan penangguhan penahanan yang menjadi syarat wajib yang didukung dengan alasan-alasan pertimbangan yakni alasan subjektif dan alasan objektif. Syarat penangguhan penahanan yakni tersangka menjamin tidak akan menghambat penyelesaian perkara, wajib lapor, tidak keluar rumah/kota dan bersedia memberikan jaminan (jaminan uang dan jaminan orang). Untuk alasan pertimbangan pemberian penangguhan penahanan yaitu ada dua, subjektif dan objektif. Alasan subjektif yakni tidak melarikan diri dan tidak mengulagi kesalahan yang sama. Sedangkan alasan objektif yaitu tersangka kooperatif dan alasan kemanusiaan.
KEEFEKTIFAN PEMBINAAN WARGA BINAAN KASUS PEMBUNUHAN DI LAPAS PEREMPUAN KELAS II A SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Nur Nashri Rahman; Irsyad Dahri; Heri Tahir
Jurnal Tomalebbi Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 September 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v6i3.33300

Abstract

Abstract: This study aims to determine: 1) To find out the implementation of fostering inmates in a homicide case in the Class II A Women's Prison, Sungguminasa, Gowa Regency. 2) To find out what are the obstacles faced by the Class II A Women's Prison, Sungguminasa, Gowa Regency in fostering the inmates of the homicide case. This type of research is qualitative using data collection techniques through interviews and documentation. The data obtained from the interviews and documentation were then processed using qualitative descriptive analysis techniques. The results of this study indicate that: 1) The implementation of fostering the inmates of the homicide case in the Class II A Women's Prison Sungguminasa, Gowa Regency can be said to be effective, with the form of coaching, namely: (1) Skill development consisting of; Sewing, salon, crafts, gardening and catering. (2) Spiritual development, namely Pesantren An-nisa. (3) Physical development, namely morning exercise. 2) The obstacles faced by the Class II A Sungguminasa Women's Prison, Gowa Regency in fostering the inmates of the homicide case, are divided into two, namely: (1) Internal obstacles consisting of facilities and infrastructure that need to be added, human resources that need to be increased in number and increased in capacity, and the inmates themselves who need to increase their awareness. (2) External barriers, namely the location of the Class II A Sungguminasa Prison, Gowa Regency, which is felt by outsiders to be quite far away, both complained by the families of the inmates, as well as other outside parties who cooperate with the Class II A Sungguminasa Prison, Gowa Regency in every activity.
PERANAN GURU DALAM PENANAMAN SIKAP NASIONALISME SISWA DI PERBATASAN NEGARA INDONESIA DAN NEGARA MALAYSIA (STUDI DI SMA NEGERI 1 SEBATIK TENGAH) Asnawi Ojen; Heri Tahir; Manan Sailan
Jurnal Tomalebbi Volume 9 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASNAWI, 2022-01-08, Peranan Guru Dalam Penanaman Sikap Nasionalisme Siswa Di Perbatasan Negara Indonesia Dan Negara Malaysia (Studi Di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah) Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Pendidikan Pancasilah dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Prof. Dr. Heri Tahir, S.H, M.H, Selaku Pembimbing I dan Bapak Prof. Manan Sailan, M.HUM, Selaku Pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan guru-guru dalam penanaman sikap nasionalisme di perbatasan Negara Indonesia dan Negara Malaysia tepatnya di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, (2) Faktor –faktor yang menghabat guru-guru dalam mengatasi masalah nasioanlisme siswa di perbatasan ,tepatnya di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, untuk mengetahui Strategi apa yang di gunakan guru-guru khsusnya yang mengapdi di wilayah perbatasan dalam upaya mepertahankan dan meningkatkan nasionalisme siswa di perbatasan, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, jenis sumber data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data di proleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Fokus penelitain ini ialah peranan guru dalam meningkatkan nasionalisme siswa di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah. Sampel atau narasumber dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu pertama guru di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah dan kedua adalah siswa di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, terdiri dari 5 guru, di antaranya guru PPKn, Guru Bahasa Indonesia, Guru Sejarah, Guru Ekonomi dan Guru Sosiologi, serta 5 siswa yang menjadi narasumber, yaitu kelas IX IPA dan kelas IX IPS, yang menjadi narasumber dalam penelitian ini. Dengan adanya pengambilan sampel atau narasumber dalam penelitian ini, maka peneliti bisa mengetahui sejaumana peranan guru dalam penanaman sikap nasionalisme siswa di perbatasan dan strategi apa yang di gunakan guru untuk mengatasi masalah nasionalisme siswa di perbatasan tepanya di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, dan lebih lanjut mengetahui apakah strategi yang digunakan oleh guru-guru di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah efektif atau tidak dalam meningkatkan nasionalisme siswa di perbatasan.
TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP PERKELAHIAN KELOMPOK DI KELURAHAN BARAYA KECAMATAN BONTOALA KOTA MAKASSAR DENNI DAHLAN; HERI TAHIR
Jurnal Tomalebbi Volume 1, Nomor 1, Maret 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.545 KB) | DOI: 10.56680/jt.v1i1.1620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Penyebab perkelahian kelompok yang terjadi di Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala pada tahun 2013. (2) Mengetahui upaya yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan pemerintah setempat (Lurah Baraya) serta tokoh masyarakat Kelurahan Baraya dalam menanggulangi perkelahian kelompok yang terjadi di Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala pada tahun 2013. Penelitian berlokasi  di Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala.  Jumlah sampel penelitian yaitu 4 orang warga Kelurahan Baraya. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik nonprobality sampling dan penentuan sampel dengan teknik snowbal sampling. Penelitian ini juga menggunakan informan penelitian sebagai pelengkap data yaitu anggota Kepolisian Sektor Bontoala, Lurah Baraya, ketua RW/RT/tokoh masyarakat Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala dan warga Kelurahan Bunga Ejaya Beru Kecamatan Tallo. Hasli penelitian menunjukkan bahwa perkelahian kelompok di Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala, disebabkan oleh masalah pribadi yaitu ketersinggungan, kesalahpahaman, balas dendam. Selain itu peneliti juga menemukan fakta penting yang secara tidak langsung menyebabkan perkelahian kelompok di Kelurahan Baraya yaitu faktor ekonomi, pendidkan, dan lingkungan. Upaya yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dalam menanggulangi perkelahian kelompok di Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala yaitu dengan cara menanamkan norma hukum kepada warga Kelurahan Baraya supaya tidak terlibat perkelahian kelompok, aparat Kepolisian menempatkan anggota Brimob di Kelurahan Baraya ketika timbul gejala-gejala akan terjadi perkelahian kelompok antara warga Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala dengan warga Kelurahan Bunga Ejaya Beru Kecamatan Tallo, kemudian setelah terjadi perkelahian kelompok warga yang menimbulkan korban aparat kepolisian melakukan penyisiran dan penangkapan terhadap pelaku perkelahian kelompok. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh pemerintah setempat (Lurah Baraya) serta tokoh masyarakat Kelurahan Baraya untuk  menanggulangi perkelahian kelompok di Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala yaitu melaksanakan pertemuan untuk melakukan upaya perdamaian yang dihadiri oleh  pemuka agama, tokoh masyarakat Kecamatan Bontoala dan Kecamatan Tallo serta  mempertemukan perwakilan masing-masing kelompok warga yang terlibat dalam perkelahian kelompok.KATA KUNCI: Tinjauan Kriminologis, Perkelahian Kelompok
PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA (STUDI POLRES ENREKANG) RESKI AMELIAH KASBA; HERI TAHIR
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.864 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Upaya yang dilakukan oleh kepolisian satuan reserse narkoba dalam penaggulangan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Enrekang, 2. Kendala-kendala yang dihadapi oleh satuan reserse narkoba pada Polres Enrekang dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini menggunalan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertempat di Polres Enrekang. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber primer (informan) dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Upaya yang dilakukan oleh satuan Reserse Narkoba dalam Penaggulangan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Enrekang yang meliputi: 1). Upaya pre-emtif yaitu pada dasarnya berupa pembinaan kegiatan-ketiatan positif bagi masyarakat, 2). Upaya preventif yaitu merupakan tindak lanjut dari upaya Pre-Emtif yang menekankan pada menghilangkan kesempatan untuk melakukan kejahatan dan 3). Upaya represif yaitu berupa penindaklanjutan dan penegakan hukum guna membuat pelaku menjadi jera dan tidak mengulangi perbuatannya. 2. Kendala-kendala yang dihadapi oleh satuan  reserse narkoba pada polres Enrekang dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba yaitu: 1). Kurangnya informan dilapangan, 2). Kurangnya sarana dan prasarana, dan 3). Terbatasnya anggaran.Kata Kunci : Penanggulangan, Penyalahgunaan, Narkoba  ABSTRACT: This study aims to determine: 1. The efforts made by the police criminal investigation unit in combating drug abuse drugs in Enrekang, 2. Constraints faced by the criminal investigation unit at the Police Enrekang drug in the prevention of drug abuse. This study menggunalan qualitative approach. This study took place at the police station Enrekang. Types and sources of data used in this study are primary sources (informants) and secondary. Data collection techniques in this research is observation, interview, and documentation. Data have been obtained from the results of the study were processed using descriptive qualitative analysis. The results showed that: 1. The efforts made by the Criminal Investigation Drug in combating drug abuse in Enrekang which include: 1). Pre-emptive effort is basically a positive development ketiatan activities for the community, 2). Preventive efforts are a continuation of the pre-emptive efforts that emphasize eliminating the opportunity to commit a crime and 3). A repressive measure in the form of follow up and enforcement in order to make the perpetrators be deterrent and not to repeat his actions. 2. Constraints faced by the criminal investigation unit at the Police Enrekang drug in the prevention of drug abuse, namely: 1). Lack of informants in the field, 2). The lack of facilities and infrastructure, and 3). Limited budget.Keywords: Poverty, Abuse, Drugs     
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENYIAPKAN KONSEP MATERI AJAR PKN PADA SMP NEGERI 30 MAKASSAR NURUL LATIFAH KURNIA PUTRI; HERI TAHIR
Jurnal Tomalebbi Volume 1, Nomor 2, September 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.27 KB) | DOI: 10.56680/jt.v1i2.1654

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui strategi guru dalam menyusun dan mengembangkan konsep materi ajar PKn; (2) Mengetahui sejauh mana relevansi materi Ajar Pkn yang disusun oleh guru terhadap ranah kognitif, afektif dan psikomotorik; (3) Mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam menyusun konsep materi Ajar PKn; (4) Mengetahui upaya guru untuk meningkatkan kompetensi profesional dalam menyusun konsep materi ajar PKn. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, wawancara serta dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah guru PKn SMP Negeri 30 Makassar sebanyak 2 orang. Analisis data yang digunakan adalah mendeskripsikan dan menggambarkan hal-hal yang terjadi berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) guru memiliki kompetensi profesional yang memadai dalam menyusun dan mengembangkan konsep materi Ajar PKn, ini ditunjukkan dengan adanya strategi  guru yang memenuhi standar kriteria yang baik dalam menyusun dan mengembangkan materi ajar PKn; (2) guru merelevansikan materi ajar Pkn terhadap ranah kognitif, afektif dan psikomotorik sesuai dengan kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. (3) Adapun kendala-kendala yang dialami dalam proses menyusun materi ajar Pkn, diantaranya adalah kendala teknis seperti penyesuaian alokasi waktu dengan materi ajar, karakter peserta didik yang cenderung berbeda satu sama lain, serta kurangnya pemanfaatan media internet, jurnal dan laporan hasil penelitian dalam meramu materi ajar; (4) Berbagai Upaya positif yang dilakukan guru sebagai bentuk usaha dalam meningkatkan kompetensi profesional guru yaitu dengan aktif mengikuti pelatihan, pendidikan dan workshop, mengembangkan wawasan dibidang IT serta memperbanyak menelaah literatur yang relevan dengan mata pelajaran yang diampu.KATA KUNCI: Kompetensi Profesional Guru, Materi Ajar PKn
KEWENANGAN KEPOLISIAN DALAM PENANGANANPEMERIKSAAN TERSANGKA KASUS TINDAK PIDANA (Studi Pada Kantor Kepolisian Negara Republik Indonesia Polres Gowa) SUDIRMANTO .; HERI TAHIR
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.547 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i1.3662

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang: (1) Kinerja Kepolisian Resor Gowa Dalam Melakukan Pemeriksaan di Tingkat Penyidikan Terhadap Tersangka. (2) Dan Hambatan Reskrim Polres Gowa Dalam Melakukan Pemeriksaa di Tingkat Penyidikan Terhadap Tersangka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, Subjek informan dalam penelitian ini adalah 7 penyidik Satuan Reserse Kriminal kantor Kepolisian Resor Gowa. Dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dilakukan berdasarkan pertimbangan dari pelaksanaannya untuk mencapai tujuan tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Kinerja Reskrim Kepolisian Resor Gowa dalam melakukan penyidikan terhadap kasus tindak pidana sudah maksimal, hal tersebut dapat dilihat melalui proses kinerja  dan pemahaman penyidik dalam melaksanakan, fungsi,  tugas, dan wewenangnya dalam kepenyidikan, , melakukan upaya gelar perkara hingga dua kali dalam membuat terang suatu kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Gowa. 2). Hambatan Reskrim Polres Gowa dalam melakukan penyidikan terhadap tersangka masih banyak, mulai dari produk peraturan perundang-undangan, ketaatan hukum masyarakat, masih terdapatnya perlawanan baik secara administrasi, maupun secara argumentasi serta faktor kultur atau budaya masyarakat GowaKata Kunci : Kewenangan Kepolisian, Pemeriksaan TersangkaABSTRACT: This study aims to find out about: (1) Performance of Gowa Resort Police In Conducting Inspection at Investigation Level against Suspects. (2) And Barriers Reskrim Polres Gowa In Conducting Investigators at Level of Investigation Against Suspects. The research method used is descriptive qualitative research, the subject of the informant in this research is 7 investigator of Criminal Investigation Unit of Gowa Resort Police office. By using purposive sampling technique that is done based on the consideration of its implementation to achieve certain goals. Data collection was done by interview, observation and documentation. The results of this study indicate that: 1). The performance of Criminal Officers of Gowa Resort Police in conducting investigations on criminal cases has been maximized, it can be seen through the process of performance and understanding of the investigator in carrying out, function, task and authority in the investigation, make the case degree twice to make a case light a crime committed in the jurisdiction of Gowa Police. 2). Gowa Criminal Investigation Barriers in conducting investigations on suspects are still many, ranging from product of legislation, legal compliance of society, there is still resistance both administrationally, and also argumentation and culture factor or culture of society Gowa Keywords: Police Authority, Suspect Inspection
KEDUDUKAN BARANG BUKTI TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN DALAM PENYELESAIAN PERKARA PIDANA PEMBUNUHAN DI PENGADILAN NEGERI BARRU Heri Tahir; Dian Eka Safitri
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.09 KB) | DOI: 10.26858/supremasi.v13i1.10011

Abstract

This study aims to determine: 1). Procedure seizure of evidence in a criminal case of murder in Barru District Court and, 2). Status of the evidence against the court decision in settlement of a criminal case on the murder of Barru District Court. In this study the authors used qualitative research methods. Sources of data in this research is the primary data sources (informants) that District Court Judge Barru and secondary data sources (documents) that the case files. Data collection methods used were interviews and documentation. In this study, data validity checking technique used is triangulation techniques, data analysis techniques performed by descriptive analysis. The results of this study indicate that the procedure foreclosure carried out in accordance with the provisions of the legislation in force but in a state that is very necessary and urgent investigators can immediately seized evidence in a criminal case of murder and after the seizure investigator filed an application for approval of foreclosure to the Chairman of the Court Barru for obtain approval determination foreclosure. The pieces of evidence that directly confiscated by the investigator has a role in the process of proving to a court decision that consideration, and strengthen judges. Based on the above results it can be concluded that investigators can immediately seized evidence in a criminal case of murder, as confiscation in criminal cases of murder, including the circumstances that are very necessary and urgent that the investigator does not require a license foreclosures in advance of the Chairman of the Court Barru as stipulated in the procedure foreclosure, the investigator shall immediately report to the Chairman of the Court Barru after a foreclosure, in order to obtain approval of the determination letter seizure of evidence from the Chairman of the Court Barru. Position of evidence in a criminal case of murder in Barru District Court, is a belief that strengthen consideration for the judge, but does not specify the court decision / verdict against the defendant.
Co-Authors . MUSTARING . NURDALIA . RISALDI A. FATIR LUKMAN A. Rizal A. Rizal AA Sudharmawan, AA Abdul Rahman Abdul Sakban Ahmad Jamalong, Ahmad AINUN HIDAYATULLAH Amaliyah, Amaliyah Ana Annisa Andi Aco Agus Andi Aco Agus, Andi Aco Andi Dewi Riang Tati Andi Fachruddin Andi Ihsan Andi Kasmawati Andi Kasmawati ANDI SUYUTI, ANDI Aprisal, Wahyu Ardani, Aulia Raihanah Salwa Ashari Ismail Asmunandar, Asmunandar Asnawi Ojen Asri Ainun Bakhtiar Asri Ismail Aulia Raihanah Salwa Ardani Azhari, Yudhistira Bahri bahri Bakhtiar, Bakhtiar. Darman Manda Manda DENNI DAHLAN DEWI ANGRAENI DIAN EKA SAFITRI Dian Novita Sari, Dian Novita EDRIN . Ernawati . Ernawati S.K Fadhilah, Arwina Fediyatun Muntazarah Firman Muin FIRMAN MUIN FIRMAN UMAR Firman Umar FIRMAN UMAR, FIRMAN Firmansyah . Firmansyah Firmansyah Fitriani Fitriani Fitriwati Djam'an G, Andika Wahyudi H, Rahma H, Ririn Nurfaathirany H., Ririn Nurfaathirany Haedar Akib Hairul Saleh Satrul HASNAWI HARIS, HASNAWI HERI, RIRIN NURFAATHIRANY Heri, Ririn Nurfaathirany Heri, Ririn Nurfaathyrani Herman Herman Husain, Raja I Gusti Bagus Wiksuana Ihsan, Rifkah Auliah Imam Suyitno Imam Suyitno Imam Suyitno Irsyad Dhahri Samad Iswatul Haerad Jumadi Sahabuddin, Jumadi Junaeda, Siti Junaeda, St Junaeda, St. KARMILA . Manan Sailan Manan Sailan Manan Sailan MANTASIA . Marwah Marwah Maya Kasmita MISKAWATI . Muh. Rizal Muh. Rizal Muhammad Akbal MUHAMMAD AKBAL Muhammad Amri Muhammad Aswan Muhammad Aswan Muhammad Jihad Firman Muhammad Rusdi MUHAMMAD SAYADI Muhammad Syukur Muntazarah, Fediyatun Mustari Mustari Mustaring Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nanang Rahmadani Nasihin Nasihin Nasihin Ni’matul Aliyah Fajri Utari NOVIA ASMITA Nur Ayuni Nur Nashri Rahman Nurfaathirani Heri, Ririn Nurfaathirany, Ririn Nurfajri Nurfajri Nurharsyah Khaer Hanafie NURUL LATIFAH KURNIA PUTRI Nurwati Djam'an Pabali, Adeni Muhan Daeng PATMAWATI, SUSI ANITA putri nurfadilla nurfadilla Rahmi, Muthiah Realizhar Adillah Kharisma RESKI AMELIAH KASBA Rifdan . Ririn Nuraathirany Heri Ririn Nurfaathirany Ririn Nurfaathirany Heri RIRIN NURFAATHIRANY HERI Ririn Nurfaathirany Heri Ririn Nurfaatirany Heri Ririn Nutfaathirany Heri Riskawati ., Riskawati Riskawati Riskawati, Riskawati Rohmah Rifani Romansyah Sahabuddin ROSNAH RIDWAN Rusdi, Puspitasari S, Hairul Saleh Sahrul Sahrul Sahrul Sahrul Sakka, Abdul Rahman Salim, Nurlela Salmiah Salmiah Salwa, Aulia Raihana Sari, Erlika Siti Syarifah Wafiqah Wardah Sitti Junaeda St Junaeda St. Junaeda St. Junaeda St. Junaeda St. Junaeda Suarlin, Suarlin SUDIRMANTO . Suliana, Andi Syafar, Irfan Syarif, Kurnia Ali Syarifuddin H M Syarifuddin Syarifuddin Tahmir, Suradi Tati, Andi Dewi Riang UMYATUL UMRAH .B Wahid, Abdhika Salafi Wahyudi Gani, Andika Wiwik Handayani