Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Media Flashcard Berbarcode terhadap Kemampuan Literasi Sains Dalam Pembelajaran IPAS Peserta Didik Kelas V SDN se-Gugus Wonoboyo Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2024/2025 Desky Arma Sagita; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.101414

Abstract

Penelitian eksperimen ini didasarkan pada permasalahan rendahnya literasi sains dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran di SDN se-Gugus Wonoboyo Kabupaten Kebumen.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektivitasan media flashcard berbarcode terhadap kemampuan literasi sains peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan model Nonequivalent Control Group Design, dimana pretest dilaksanakan dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol guna mengetahui perbedaan kondisi awal antara keduanya. Sampel penenelitian adalah 55 peserta didik kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi sains dengan uji independent sampel t-test sebesar 0,037, dalam perhitungan uji t yang dilakukan, nilai thitung sebesar 0,037 dan ttabel sebesar 0,0344 yang artinya thitung > ttabel yang membuktikan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dan perhitungan N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,3465 yang termasuk dalam kategori sedang dan pada kelas kontrol sebesar 0,2030 yang masuk dalam kategori rendah. Dengan demikian, flashcard berbarcode terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik kelas V sekolah dasar.
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing dengan Media Papan Pintar untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran IPAS Kelas V SD Negeri Sitirejo Tahun Ajaran 2024/2025 Risma Widya Cahyani; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.103092

Abstract

Perubahan dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka menyebabkan materi pembelajaran IPA dan IPS disatukan menjadi IPAS, di mana salah satu fokus utama adalah keterampilan proses sains. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah model inkuiri terbimbing dengan media papan pintar, meningkatkan keterampilan proses sains, serta mendeskripsikan kendala dan solusi. Metode penelitian PTK kolaboratif dengan guru dan 16 siswa kelas V sebagai subjek. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian penerapan model inkuiri terbimbing dengan media papan pintar dengan langkah orientasi masalah, merumuskan masalah dengan media papan pintar, membuat hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan membuat kesimpulan. Peningkatan keterampilan proses sains pada siklus I =77,51%, siklus II=86,56%, siklus III=91,56%. Kendala yang muncul meliputi siswa yang pasif serta kurang percaya diri, kesulitan mengerjakan tugas secara individu, dan pemberian apresiasi yang tidak merata. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu model inkuiri terbimbing dengan media papan pinta dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas V SD Negeri Sitirejo Tahun Ajaran 2024/2025. 
Studi Literatur: Implementasi Media PhET Simulation dalam Pembelajaran IPAS Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Filzah Dea Salsabillah; Ratna Hidayah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107320

Abstract

In 21st-century education, interactive media such as PhET Simulations play a crucial role in enhancing students critical thinking skills. This study aims to examine students critical thinking abilities in IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning through the implementation of interactive media like PhET Simulations. The approach used is descriptive qualitative with a literature study method through the analysis of reference sources to obtain research data, namely research articles and books relevant to the research objectives. Data sources can be obtained through both printed and electronic media. The results indicate that the use of interactive media such as PhET Simulations consistently improves students critical thinking skills. The interactive visualizations provided by PhET Simulations support the development of high-level critical thinking among students. However, limited technology and unequal digital access remain significant obstacles. This study concludes that the implementation of PhET Simulations in IPAS learning is necessary to foster the enhancement of students critical thinking skills.Pada pembelajaran abad ke-21 media interaktif seperti PhET Simulation berperan penting dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS melalui implementasi media interaktif seperti PhET Simulation. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengkajian sumber-sumber referensi untuk mendapatkan data penelitian yaitu artikel penelitian dan buku-buku yang relevan dengan tujuan penelitian. Sumber data dapat diperoleh melalui media cetak dan elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media interaktif seperti PhET Simulation secara konsisten mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Visualisasi interaktif dalam PhET Simulation membantu siswa dalam mendorong keterampilan berpikir kritis yang tinggi. Namun, terbatasnya teknologi dan akses digital yang belum merata menjadi hambatan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi media PhET Simulation dalam pembelajaran IPAS diperlukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Persepsi Guru di Sekolah Dasar terhadap Pembelajaran Deep Learning Suci Permatasari; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Ratna Hidayah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107464

Abstract

Deep Learning is a learning approach that emphasizes meaningful, mindful learning experiences and focuses on deep understanding, thus enabling learners not only to memorize, but to internalize knowledge meaningfully. This study involved class teachers at SD Muhammadiyah Bugel, Panjatan District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region, which aims to explore teachers' perceptions of the implementation of Deep Learning. The type of research used is qualitative research with observation and interview methods. The subjects of this research are class teachers at SD Muhammadiyah Bugel. The instruments used were observation and interview guidelines designed to explore the perceptions, experiences, and challenges faced by teachers in implementing Deep Learning. Data analysis used thematic analysis with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers of SD Muhammadiyah Bugel have a positive view of the Deep Learning approach that can improve the quality of education and know and can implement the Deep Learning approach in learning. However, in its implementation, there are still challenges, including teachers who have not participated in Deep Learning training, limited digital literacy, and limited facilities to support Deep Learning. This study concludes that teachers at SD Muhammadiyah Bugel have a positive perception of Deep Learning in improving the quality of learning in the era of digital transformation supported by continuous training, increasing digital literacy, and strengthening a conducive learning ecosystem. This study recommends the need for intensive and continuous training for teachers on the implementation of Deep Learning in elementary schools and the development of digital facilities and infrastructure in schools.Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman belajar bermakna, penuh kesadaran dan berfokus pada pemahaman mendalam, sehingga memungkinkan peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu menginternalisasikan pengetahuan secara bermakna. Penelitian ini melibatkan guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran Deep Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel. Istrumen yang digunakan berupa dedoman observasi dan pedoman wawancara yang dirancang untuk menggali persepsi, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran Deep Learning. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SD Muhammadiyah Bugel memiliki pandangan positif terhadap pendekatan Deep Learning yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta mengetahui dan dapat mengimplementasikan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. Namun, pada pengimplementasiannya masih terdapat tantangan, diantaranya terdapat guru yang belum mengikuti pelatihan pembelajaran Deep Learning, keterbatasan literasi digital, serta keterbatasan fasilitas untuk mendukung pembelajaran Deep Learning. Kajian ini menyimpulkan bahwa guru di SD Muhammadiyah Bugel memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Deep Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era transformasi digital dengan didukung oleh pelatihan yang berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan intensif dan berkelanjutan bagi guru tentang implementasi pembelajaran Deep Learning di sekolah dasar dan pengembangan sarana dan prasarana digital di sekolah.
Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis: Dampak Mindful Learning Terhadap Keterampilan Metakognitif Siswa Sekolah Dasar Westu Sedyo Kinasih; Ratna Hidayah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107481

Abstract

The lack of research on integrating mindful learning as a foundational approach to enhance metacognitive skills at the elementary school level presents a significant issue, given the critical role of metacognitive skills in academic preparedness. This study analyzes the impact of mindful learning on metacognitive skills through a systematic literature review of 8 journals (2016-2025). Results indicate that mindful learning-based interventions significantly improve metacognitive skills, particularly in learning strategy reflection and emotion regulation. Programs such as Paws b effectively enhance academic performance in students aged 7-9 through psychophysiological self-regulation mechanisms (top-down and bottom-up). Challenges include insufficient evidence of long-term effects and the need for cross-subject adaptation. Implementation requires curriculum integration, teacher training, and parental collaboration. The study concludes that integrating mindful learning in elementary education can optimize students' metacognitive skill development when supported by contextual intervention design and continuous evaluation. This research recommends policies prioritizing mindfulness-based teacher training and pilot programs across various educational levels.Kurangnya penelitian tentang integrasi mindful learning sebagai pendekatan dasar untuk meningkatkan keterampilan metakognitif tingkat sekolah dasar menjadi masalah penting, mengingat keterampilan metakognitif sangat krusial untuk kesiapan akademik. Penelitian ini menganalisis dampak mindful learning terhadap keterampilan metakognitif melalui metode systematic literature review dari 8 jurnal (2016-2025). Hasil menunjukkan intervensi berbasis mindful learning signifikan meningkatkan keterampilan metakognitif, terutama dalam refleksi strategi belajar dan regulasi emosi. Program seperti Paws b efektif meningkatkan prestasi akademik siswa usia 7-9 tahun melalui mekanisme regulasi diri (top-down dan bottom-up). Kendala meliputi kurangnya bukti efek jangka panjang dan kebutuhan adaptasi lintas mata pelajaran serta implementasi memerlukan integrasi kurikuler, pelatihan guru, dan kolaborasi orang tua. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa integrasi mindful learning dalam pembelajaran dasar dapat mengoptimalkan perkembangan keterampilan metakognitif siswa ketika didukung oleh desain intervensi yang kontekstual dan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasi perlunya kebijakan yang memprioritaskan pelatihan guru berbasis mindfulness dan program simulasi di berbagai jenjang satuan pendidikan.
Studi Literatur: Peningkatan Keterampilan Kolaborasi Siswa dalam Pembelajaran IPAS Melalui Model Team Games Tournament (TGT) Nabila Sabha Qoirina; Ratna Hidayah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107387

Abstract

Collaborative skills play a crucial role in preparing students to face the challenges of 21st-century education, particularly in the IPAS (Science and Social Studies Integration) subject at the elementary school level. This study aims to review the literature on the Team Games Tournament (TGT) model to improve students' collaborative skills. The study employs a qualitative method with a systematic literature review approach, drawing from various academic sources published between 2020 and 2025, including journals, books, and previous relevant studies. A total of four scientific articles were selected using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis) method to identify appropriate sources. The subjects of this study are students who demonstrate low levels of collaborative skills. The review findings indicate that the TGT model is effective in creating a collaborative learning environment, enabling students to actively contribute, work productively with others, take responsibility, show flexibility and willingness to compromise, and communicate effectively. Therefore, the Team Games Tournament (TGT) model is recommended as an educational innovation in IPAS learning to enhance collaborative skills among elementary school students.Keterampilan kolaborasi berperan penting dalam membekali siswa untuk menghadapi tantangan pendidikan di abad 21, khususnya dalam mata pelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji literatur tentang Model Team Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (systematic literature review) dari berbagai sumber akademik rentang tahun 2020-2025 seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian sebelumnya sejumlah empat artikel ilmiah dengan yang menggunakan proses pengumpulan data PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) untuk mendapatkan jurnal yang dibutuhkan. Subjek kajian ini yaitu peserta didik yang masih rendah untuk keterampilan kolaborasi. Hasil kajian menunjukkan model Team Games Tournament (TGT) terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar kolaboratif yang mampu memfasilitasi siswa untuk berkontribusi secara aktif, bekerja sama secara produktif, sikap tanggung jawab, fleksibel dan kompromi serta omunikasi. Dengan demikian, model Team Games Tournament (TGT) dapat direkomendasikan sebagai inovasi pembelajaran IPAS untuk peningkatan keterampilan kolaboratif pada siswa sekolah dasar.
Pelatihan Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam bagi Guru Sekolah Dasar Wahyudi, Achmad Basari Eko; Salimi, Moh.; Suhartono, Suhartono; Hidayah, Ratna; Surya, Anesa
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 1 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 In this era of technological advancement, students face various challenges, both now and in the future, that are uncertain, uncertain, complex, ambiguous, and difficult to predict. These challenges can only be addressed through educational transformation to achieve quality and equitable education for all. Teachers should be able to facilitate each student according to their diverse learning needs. The objectives of this community service project are: 1) to describe the implementation of mentoring for the immersive learning approach in elementary schools, and 2) to describe the profile of teachers' abilities in implementing the immersive learning approach in elementary schools. This community service project was designed to provide training to principals and elementary school teachers in the Mirit District to design, implement, and evaluate the immersive learning approach. This community service project proceeded smoothly with various activities including: discussions on strengthening partnerships, training on developing immersive learning tools, immersive learning peerteaching practices, and discussions on evaluation and follow-up. Furthermore, teacher competency in immersive learning has developed, as seen from the immersive learning approach framework, namely understanding the eight dimensions of graduate profiles, learning principles, learning experiences, and the immersive learning framework.
Co-Authors . Haryanto AA Sudharmawan, AA Abdur Rasyid, Abdur Achmad Basari Eko Wahyudi afrida conniestia ikhsani Afrida Muarifa Agung Rahmanto Ainun Mahfuzah Aji, Setyo Bayu Akbar Maulana Hidayat Alfina Tri Buanawati Ali Djamhuri Ali Mustadi Amanda Putri Nurjanah Amiliyah Amiliyah Anesa Surya Ani Purwanti Annisa Fajar Rahmawati Aprilia Sekar Kinasih Arni Ambarwati Arsy, Rahma Auliya Atmaja, Purwaka Aziz, Rindi Banu Setyo Adi Basuki, Sigit Rahmat chamdani, Muh chamdani Cucuk Wawan Budiyanto Dede Salim Nahdi Desky Arma Sagita Dewi Astuti Diniah, Solikhatun Diyani Ayu Karimizzah Ega Listianingsih Eka Setya Septiningrum Eko Andri Susilo Erlynda Ayu Kusumawati Fachry Abda El Rahman Fahmi Muafa Rusydi Faizuna Istaqimi Fajari, Laksmi Evasufi Widi Farikhah, Nur Alfi Farkhani Muthoharoh Fauziah, Muna Fera Indriyansyah Filzah Dea Salsabillah Hanaan Rofiiqoh Hasan Zainuri Hasanah, Nurjihan Hidayat, Akbar Maulana Indayana, Sheiyla Anggraeni Indrianingsih, Novia Indrianingsih Intan Aprilia Istinganatuzzakiyah Istinganatuzzakiyah Istinganatuzzakiyah, Istinganatuzzakiyah Jayawarsa, A.A. Ketut Joharman Joharman Karsono Karsono Karsono Karsono Kartika Chrysti Suryandari Khasanah, Wahyu Khasanudin Arrifa'i Khoiriyyah, Wandan Hafidah Laksmi Evasufi Widi Fajari Lhinatul Arivvia Rachma Lilis Muryani Linda Safitri Lintang, Niken Sekar Listiyani Listiyani Listiyani Listiyani Listiyani, Listiyani Litasari, Vena Nur Marfuatul Khasanah Maria Damayanti Iffada Zulfa Maudhi Cinthia Larasati Melani Damaiyati Subarkah Moh Salimi Mohamad Gilar Jatisunda Muh. Chamdani Muhamad Chamdani Muhamad Chamdani Muhammad Nur Wangid Muna Fauziah Muslihah, Sri Nabila Sabha Qoirina Nafida Yusti Amalia Nanda Eka Saputri Nathania Janani Haryanto Nawang Setiasih Neni Anggriyaningsih Ngatman, Ngatman Nicken Noviana Ning Dainty Restiani Ning Dainty Restiani Ningrum, Risky Aulia Novita Sari Nur Alfi Farikhah Nur Vina Safitri Nur, Tsalis Mukhammad Nurfaidah, Vivi Nurjihan Hasanah Nurriskah, Yuniatun Dwi Nurudin, Fajar Nurul Safitri Nurul Safitri Oktavia Dian Anggitasari Pramukti, Ratna Handayani Pratiwi Pujiastuti Puri Rakhmawati Purwanti, Septy Dewi Qori Septiani Rachma Mutiara Dewi Rachma, Lhinatul Arivvia Rahmadani, Kurniati Rahmah Karuniawati Rakai Paksi Hinu Sadhewo Ramadhan Putra Pratama Ratna Handayani Pramukti Rewinta, Rewinta Rifa Alimah Risky Aulia Ningrum Risma Rahmawati Risma Widya Cahyani Rizki Aulia Rodatus Sofiah Rokhmaniyah Rokhmaniyah, Rokhmaniyah Rumiati Rumiati S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Septiani, Qori Septiningrum, Eka Setya Septy Dewi Purwanti Septy Dewi Purwanti Setyawati, Yuliana Siska Fitri Purbayani Siti Fatimah Solikhatun Diniah Solikhatun Diniah Solly Aryza Suci Permatasari Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Sulistianingsih Sulistianingsih Sumayyah Sumayyah Susilo, Eko Andri Suwarjo, Suwarjo Tia Febri Astuti Tommy Tanu Wijaya Tri Irmawati Tri Purna Widiyani Tri Saptuti Susiani Ujiati Cahyaningsih Umalihayati Umi Hanifah Umi Hanifah Umi Roudoh Uswatun Hasanah Vena Nur Litasari Vera Yuli Erviana Vera Yuli Erviana Wahyono Wahyono Wahyono Wahyono Wahyono Wahyu Khasanah Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Westu Sedyo Kinasih Widiyani, Tri Purna Wijaya, Tommy Tanu Wuri Wuryandani Wury Wuryandani Yatiningsih Yatiningsih Yeni Jayanti Yuliana Setyawati Yunia Nur Arifah Yunita Sari Zahrotun Nafi' Zaiful Hidayat Zainnuri, Hasan Zyahra Rinjani