Claim Missing Document
Check
Articles

Spatial distribution and habitat suitability of seaweed on West Simeulue Island, Aceh Province, Indonesia Imamshadiqin, Imamshadiqin; Ritonga, Gara Hasonangan; Erlangga, Erlangga; Erniati, Erniati; Imanullah, Imanullah; Syahrial, Syahrial; Salmarika, Salmarika
Journal of Marine Studies Volume 1, Issue 2 (July, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/joms.v1i2.17479

Abstract

<p>Seaweed is an important biological resource for human life, serving essential ecological functions, including providing shelter and feeding grounds for marine biota. Seaweed can be found in several Indonesian waters, growing naturally or through cultivation, including in the waters around Simeulue Island. This study aimed to assess the distribution of seaweed in relation to land suitability, using oceanographic parameters in Simeulue Island waters. The research was conducted at five stations within the West Teupah District, South Teupah District, and Alafan District. In situ measurements were taken to evaluate land suitability for seaweed growth based on oceanographic parameters such as current speed, depth, substrate type, salinity, temperature, pH, and dissolved oxygen. Results indicated that seaweed in Simeulue Island waters is distributed along the coastline and attached to coral reefs and rocks at depths of 2-5 meters. The total area of seaweed distribution is approximately 351.83 hectares along a coastline of 206.12 km. The measured parameters of seaweed habitats include a pH of 7.7 to 7.9, salinity of 31-35.3 ppt, temperature of 20-30 °C, dissolved oxygen levels of 3-4.8 mg/L, depth of 2-5 meters, current speed of 0.10 to 0.60 m/s, and a sandy coral substrate. Based on these water quality and substrate parameters, the seaweed habitats in Simeulue Island are classified as highly suitable, with suitability values ranging from 64 to 82. The recorded environmental conditions collectively support optimal seaweed growth.</p>
Pengembangan dan Validasi Isi Indikator Kesulitan Belajar Pemrograman Siswa SMP Fathimah, Nusuki Syari'ati; Junaeti, Enjun; Aryanti, Andini Setia; Erlangga, Erlangga
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jep.v16i1.54517

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memformulasikan indikator-indikator kesulitan belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam konteks pembelajaran pemrograman. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari 23 indikator yang dikelompokkan ke dalam tiga elemen utama: pemahaman konsep dasar algoritma, keterampilan pemrograman, dan berpikir komputasional dalam tahapan problem solving. Validasi isi dilakukan oleh enam ahli yang memiliki latar belakang di bidang pendidikan dan informatika, dengan menggunakan skala penilaian 4 poin. Data dianalisis menggunakan pendekatan Item-Level Content Validity Index (I-CVI) dan koefisien kappa modifikasi () untuk mengontrol kemungkinan kesepakatan yang terjadi secara kebetulan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai I-CVI ≥ 0,83 dan  berkisar antara 0,82 hingga 1,00. Nilai Average-CVI sebesar 0,91 mengindikasikan bahwa instrumen memiliki validitas isi yang sangat baik. Berdasarkan saran dari para ahli, instrumen direvisi menjadi 43 butir indikator dengan nilai I-CVI dan sebesar 1,00. Instrumen ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi survei persepsi guru terhadap kesulitan belajar siswa atau menjadi dasar penyusunan tes diagnostik yang ditujukan langsung kepada siswa.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN Ali Alam, Iskandar; Hartono, Bambang; Hakim, Lukmanul; Muwardi, Haris; Erlangga, Erlangga
Jurnal Pengabdian UMKM Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Pusat Studi UMKM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jpu.v4i2.96

Abstract

Pelatihan digital marketing bagi santri pondok pesantren merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan santri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran. Dalam era digital yang terus berkembang, pemasaran digital menawarkan berbagai keuntungan, termasuk kemampuan untuk menjangkau pasar global dan efisiensi biaya. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek digital marketing, seperti penggunaan media sosial, SEO (Search Engine Optimization), dan strategi konten. Melalui analisis kebutuhan awal, pelatih dapat mengidentifikasi area di mana santri memerlukan pengetahuan tambahan. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui sesi interaktif, praktik langsung, dan evaluasi untuk mengukur efektivitas program. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan santri merancang kampanye pemasaran yang efektif serta kepercayaan diri dalam menggunakan alat digital. Meskipun ada tantangan terkait akses teknologi, dukungan berupa program pelatihan sangat penting untuk memastikan keberhasilannya.
Modifikasi dan Uji Kinerja Mata Pengupas pada Mesin Pengupas Kulit Pinang Kering Syahrizal, Iman; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi; Erlangga, Erlangga; Sanubary, Iklas; Erwin, Erwin; Sundari, Ellys Mei
Mekanisasi : Jurnal Teknik Mesin Pertanian Vol 3 No 1 (2025): April
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPPM), Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/mekanisasi.v3i1.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi roll pengupas dan uji kinerja mesin pengupas buah pinang kering untuk membuktikan pengaruh jumlah mata pengupas terhadap hasil pengupasan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen rancangan acak yang terdiri dari dua faktor utama diantaranya adalah jumlah mata pengupas (10 ; 14; 18), perbandingan pulley (1:1 , 1:2 , 2:1) dengan variasi pengujian. Untuk setiap variasi variabel bebas, dilakukan 3 kali pengulangan percobaan. Sampel pada penelitian ini adalah 20 buah pinang kering. Kecepatan putaran mesin, perbandingan puli, panjang dan bentuk mata pengupas dibuat sama untuk semua sampel. Hasil yang diamati meliputi persentase buah terkupas dengan biji utuh, persetase buah terkupas dengan biji pecah, dan persentase buah tidak terkupas. Hasil pengupasan terbaik adalah pada variasi roller pengupas III dengan jumlah mata pengupas 18, perbandingan puli 1:2, kecepatan putaran 1066 rpm. Hasil pengupasan terendah pada variasi roller pengupas I dengan jumlah mata pengupas 10, perbandingan puli 2:1, kecepatan putaran 2885 rpm. Jadi semakin banyak jumlah mata pengupas dan kecepatan putaran nya rendah maka persentase buah terkupas dengan biji utuh semakin besar. Sedangkan semakin panjang mata pengupas dan kecepatan nya tinggi maka persentase buah terkupas dengan biji pecah akan semakin besar.
Analysis of Eco-Friendly Cafe in Jambi City Erlangga, Erlangga; Syarifuddin, Hutwan; Harmes, Harmes
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 10 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i10.389

Abstract

Introduction: Eco-friendly cafes are a concern in supporting sustainable tourism. This study examines cafes in Jambi City based on Permenparekraf No. 10 of 2014 and the Green Practice concept. Purpose: to analyze the suitability of the implementation of cafe business standards and environmentally friendly principles that cover aspects of products, services, management, as well as Green Action, Green Food, and Green Donation. Method: The study used the Stratified Simple Random Sampling method with Proportional Allocation, involving 30 out of 150 cafes in Jambi City. Data analysis was conducted quantitatively with the Compliance Checklist and Importance Performance Analysis (IPA). Result and Discussion: The results show that the product aspect has been implemented very well, while the service and management aspects still need to be improved, especially in the management, HR, and infrastructure indicators. The IPA conformity value of 91.66% indicates quite good performance. Of the 40 attributes analyzed, 4 attributes from Green Action and Green Donation require special attention, while Green Food has been implemented very satisfactorily. . Conclusion: The implementation of environmentally friendly principles in cafes in Jambi City is quite good, but there is still room for improvement, especially in terms of service, management, and certain green practices.
Pengembangan Ekowisata Sahai Tambi Balu melalui Pemasangan Plang Tanaman Pohon dan Obat Rahman, Erwan; Sariasi, Puspita; Rizky, Lalu Muhamad Faisal; Pamanalu, Analdi; Situmorang, Devi Permata Sari; Febriza, Delia; Aziza, Widia Sahpa Nur; Sigalingging, Kevin Noven; Gurusinga, Eliana Mahesa; Lusiana, Andria; Erlangga, Erlangga; Gunawan, Wawan; Anisa, Anisa; Setialestari, Renny; Misrita, Misrita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.2985

Abstract

Kegiatan ini bertujuan mengembangkan ekowisata Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, melalui pemasangan plang informasi tanaman pohon dan obat. Tim KKN melakukan survei lapangan dan wawancara dengan pengurus wisata serta masyarakat yang memahami ekosistem lokal untuk mengidentifikasi jenis tanaman, nama ilmiah, dan pemanfaatannya. Hasil survei menunjukkan bahwa terdapat 30 jenis tanaman yang memiliki nilai ekologis, ekonomis, sosial, dan budaya yang tinggi, termasuk tanaman kayu seperti Bangkirai, Ramin, dan Ulin, serta tanaman obat seperti Pasak Bumi, Bajakah Kalalawit, dan Sirih Bahandang. Setiap tanaman berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat. Pemasangan plang edukatif di kawasan wisata ini memberikan informasi langsung kepada pengunjung tentang nama lokal, nama ilmiah, dan kegunaan tanaman, sehingga meningkatkan nilai edukasi dan kesadaran konservasi. Kegiatan ini memperkuat daya tarik wisata, mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga hutan lindung Sahai Tambi Balu untuk pengembangan ekowisata berkelanjutan.
Structural characterization and species composition of mangrove vegetation in Lhokseumawe, Indonesia: Insight from multivariate analysis Putri, Adinda Aulia; Erlangga, Erlangga; Syahrial, Syahrial; Ezraneti, Riri; Nufus, Hayatun; Leni, Yusyam; Rolin, Febrina
Journal of Marine Studies Volume 1, Issue 3 (November, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/joms.v1i3.19052

Abstract

The structure of the plant community significantly influences the equilibrium of the surrounding environment, affecting the trophic interactions within its ecosystem. The investigation of mangrove vegetation in Cut Mamplam village was carried out in September 2021 to determine the condition and structural characteristics of the mangrove ecosystem by multivariate analysis. The mangrove vegetation in Cut Mamplam Village was sampled at three observation stations by establishing a transect parallel to the coast. Subsequently, the community structure was examined and assessed using cluster analysis and nonmetric multidimensional scaling using the PRIMER v7 software. The study findings indicate that the mangrove forest vegetation in Cut Mamplam Village consists of five species from three families. Avicennia alba, A. lanata, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora mucronata and Sonneratia alba. The highest density of mangrove vegetation was observed in A. alba in all categories: trees (616.67 ind/ha), seedlings (833.33 ind/ha) and saplings (66666.67 ind/ha). Additionally, the highest important value index (IVI) was recorded in A. alba for all categories: trees (232.16%), seedlings (102.40%), and saplings (228.43%). A similarity of mangrove density between species was noted at 60%, resulting in the formation of two distinct groups. Regarding the basal area, the vegetation stands of A. alba and A. lanata exhibited the highest values (280.61 and 266.03 m2/ha, respectively). The similarity of basal area among the observed species was 20%, resulting in the formation of two distinct groups. Additionally, Station II, classified as having mature vegetation, demonstrated a maturity similarity of 80% between observation stations.
Pengaruh ablasi mata terhadap kecepatan kematangan gonad kepiting bakau (Sylla serrata) betina Robi, Muhammad; Erlangga, Erlangga
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 1: No. 1 (October, 2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v1i1.292

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan jenis golongan Crustaceae   yang mengandung protein hewani yang cukup tinggi dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ablasi mata merupakan salah satu cara untuk menghilangkan hambatan perkembangan telur (gonad) pada kepiting bakau. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah perlakuan A (ablasi satu pasang mata), perlakuan B (ablasi mata kiri), C (ablasi mata kanan), D (tanpa ablasi).   Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan kematangan gonad tertinggi pada perlakuan C (ablasi mata kanan) yaitu pertumbuhan gonad mencapai 21,53% dan terendah terjadi  D (tanpa ablasi)  pertumbuhan gonad hanya 14,8%. Analisa statistik dengan uji F menunjukan bahwa ablasi mata berpengaruh terhadap kecepatan kematangan gonad kepiting bakau. Pertambahan bobot tertinggi  terdapat pada perlakuan C (ablasi mata kanan) yaitu sebesar 2,67 gr kemudian disusul oleh D (tanpa ablasi)  sebesar 1,89 gr  dan terakhir  pada B (ablasi mata kiri) dengan nilai rata-rata sebesar 0,77 gr. Tingkat kelangsungan hidup terbaik terdapat pada perlakuan D (tanpa ablasi)   yaitu 100%, perlakuan B (ablasi mata kiri) 77,77%, perlakuan C (ablasi mata kanan) 66,66% dan kelansungan hidup terendah terjadi pada perlakuan A (ablasi satu pasang mata) 0%. Rata-rata kualitas air selama penelitian adalah suhu 27 0C dan Ph 7,65.Mangrove crab (Scylla serrata) have been classifying in Crustaceae clas that containing high animal protein and high economic value. Ablation of the eye is an solution to eliminate the egg development (gonads) barriers in the mangrove crab. The research design used a completely randomized design (CRD) non- factorial with 4 treatments and 3 replications. Treatment in this study were the treatment of A (ablation of the pairs of eyes), treatment B (left eye ablation), treatment C (right eye ablation), D (without ablation). The results showed that the highest rate of gonadal maturation was in treatment C (right eye ablation) where gonadal development growth reached 21.53 %, whereas the lowest was in treatment D (without ablation) where gonadal development growth was only 14.8 %. Statistical analysis by F test showed that ablation of the eye was affected the mud crab gonadal maturity. The Weight gain was found highest in the treatment C (right eye ablation) that reached 2.67 g and followed by treatment D (without ablation) 1.89 grams and the last in the treatment B (left eye ablation) with was an average value 0.77 grams. The higest survival rate was found in treatment D (without ablation) 100 %, treatment B (left eye ablation) 77.77 %, treatment C (right eye ablation) 66.66 % and the lowest survival rate was occurred in treatment A (ablation of the pairs of eyes) 0 %. The avarge values of water quality during the study showed that the temperature was reched 27 0C and pH was 7, 65.
Pengaruh dosis hormon rGH dan tiroksin dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan koi (Cyprinus carpio, L) Sutiana, Sutiana; Erlangga, Erlangga; Zulfikar, Zulfikar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 2 (October, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i2.306

Abstract

Pertumbuhan yang relatif lama menjadi salah satu kendala dalam komoditas perdagangan khususnya ikan koi. Kebutuhan pakan yang sangat tinggi sangat menjadi masalah bagi para pembudidaya ikan koi. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memberikan hormon tiroksin dan hormon rGH ke dalam makanannya agar dapat memberikan percepatan pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2016 yaitu di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Perairan Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon tiroksin dan hormon rGH melalui metode oral dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan koi (Cyprinus carpio L). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non-faktorial dengan empat perlakuan tiga kali ulangan. Hasil penelitian dengan pemberian hormon tiroksin dan hormon rGH dengan dosis yang berbeda tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan bobot, panjang, kelangsungan hidup dan konversi pakan.  Perlakuan D dengan dosis   T4 25 mg/kg dan hormon rGH 2,5 mg/kg pakan menghasilkan nilai pertumbuhan bobot sebesar 0,60 gr dan panjang 0,54 cm. Nilai kelangsungan hidup pada setiap perlakuan dengan nilai sebesar 100%. Nilai konversi pakan terbaik pada perlakuan D sebesar 1,92. Nilai kisaran kualitas air selama penelitian yaitu suhu 27-28 oC, pH 7.0-7.9, DO 5.9-6.9 ppm dan amonia 0,0359 - 0,1946 ppm.Relatively slow growth becomes one of the obstacles in trading commodities, especially on koi fish. A high feed requirement becomes a problem for the koi fish farmers. One way that can be done to achieve that goal is by giving thyroxin hormone and rGH hormone into its feed in order to deliver a growth acceleration. This research was conducted in February - March 2016 in the Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory at the department of Aquaculture, Agriculture Faculty, Malikussaleh University. This research aimed to determine the effect of thyroxin hormone and RGH hormone through oral methods with different doses on the growth and the survival of koi (Cyprinus carpio L). This research used experimental method using completely randomized design (CRD) non-factorial with four treatments of three replications. The results of the research showed that giving different doses of thyroxin hormone and rGH hormone had no significant effect on the growth in weight, length, survival and feed conversion. Treatment D that had a dose of 25 mg / kg T4 and rGH hormone of 2,5 mg / kg in the feed produce the growth in weight of 0.60 gr and length of 0.54 cm. The value of survival in each treatment is 100%. The best-feed conversion value in treatment D is 1.92. Value range of the water quality during the research is at the temperature of 27-28oC, pH of 7.0 - 7.9, DO of 5.9 - 6.9 ppm and ammonia ranges from 0.0359 to 0.1946 ppm. 
Tingkat densitas populasi maggot pada media tumbuh yang berbeda Rizki, Srinanda; Hartami, Prama; Erlangga, Erlangga
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i1.319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media tumbuh yang paling baik untuk meningkatkan densitas populasi maggot. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 Desember - 22 Januari 2014, yang berlokasi di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Gor Cunda, Lhokseumawe. Menggunakan metode eksperimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan untuk tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tumbuh yang berbeda dalam kultur maggot berpengaruh nyata dengan F hitung (4,79) > dari F tabel 0,05 (3,32) . Dengan hasil perlakuan yang terbaik terdapat pada perlakuan E menggunakan kombinasi ke 4 media tumbuh dengan nilai rata-rata densitas populasi maggot 4,60 ekor/cm3, bobot 190 gram, dan panjang 1 cm. Sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan C menggunakan ampas kelapa yaitu 0,12 ekor/cm3, bobot 10 gram, dan panjang 0,91 cm. Saran perlu dilakukan penelitia lanjut untuk melihat jenis media tumbuh lain untuk menigkatkan densitas populasi maggot.This research aimed to known the growth media type that was best for increasing the density of the maggot population. This research was carried out on December 23rd to January 22nd, 2014, which is located in the Laboratory of Hatchery and Aquaculture Technology GOR Cunda, Lhokseumawe. Using experimental methods and Completely Randomize Design (CDR) non-factorial with 5 treatments and 3 replications. The results showed that the used of different growth media in the culture were F maggot count (4,79) > F tabel0.05 (3.32). With the best treatment results in E with the average value of the density of population of maggot 4.60 ind/cm3, weights 190 grams, and a length of 1 cm. While the lowest was in treatment C using coconut fibers 0.12 ind/cm3, weighs 10 grams, and the length of 0.91 cm. Experimental needs to be done further suggestions to look at other types of growth media to increase the population density of the maggot.
Co-Authors Adam Sekti Aji Ade Nurdin Akbar, Syawaluddin Ali Alam, Iskandar Alya Nurfaridah Andika, Yudho Anisa Anisa Annisa Wolio, Nurmiyati Anom Maruta Ari Kurniawan Saputra Ari, Ari Kurniawan Saputra Ariski, Firli Aryanti, Andini Setia Ashira, Nurul Ayu Andira AYU LESTARI Aziza, Widia Sahpa Nur Baehaqi Bahagia Bahagia Bambang Hartono Cut Meurah Nurul ‘Akla Daulay, Anggi Mayulina Deddy Kurniawan Wikanta Dila, Nuriana Dini, Nur Amruna Dwi Yulianti, Annisa Dwiyono, Yudo Eka Fitrajaya Rahman Endra , Robby Yuli Enjun Junaeti Erna Piantari Erniati Erniati Erwin Erwin Eva Ayuzar, Eva Fajar, Malik Fathimah, Nusuki Syari'ati Febrina Rolin Febriza, Delia Fenty Ariani Fitri, Zakiatul Fitria, Ade Fitriani Fitriani Gumilang, Muhamad Dzikri Gurusinga, Eliana Mahesa GYMNASTIAR, GAZALI Hadinata, Fitra Wira Haeran Handayani, Meutia Hariningsih, Hariningsih Harmes, Harmes Hayatun Nufus Haykal Ramadhan, Salman Hermawan Dwi A Hermawan, Nadira Arevia Hermawan, Raihan Cagiva HIKMAH, PADEL Himmah, Amirah Dzatul Husaen, Yusril Hutwan Syarifuddin Iklas Sanubary Imamshadiqin, Imamshadiqin Iman Syahrizal Imanullah, Imanullah Irmayunita, Irmayunita Jamin, Jamin Johannes Alexander Putra Judie, Rizky Rachman Julianda Sahputra, Julianda Khaidir Khaidir, Khaidir Khansa Rakha Dimas, Rocky Kurniawan, Ahmad Shaleh Kusnendar, Jajang Leni, Yusyam Likdanawati Lukman, A. Ismail Lukmanul Hakim Lusiana, Andria Mahdaliana, Mahdaliana Mainisa, Mainisa Mardiah, Nur Ainun Mariana Mariana Marzuki, Erliza Mataniari, Azhari Maulana, Asroful Maulida, Aulia Maullana Arifin, Muhammad Misrita, Misrita Mohamad Endy Y Muchammad Fauzi Muhammad Amin Muhammad Ardiansyah Muhammad Riza Abqari Muhammad Robi, Muhammad Muliani Muliani, Muliani Mulyati, Awin Munawar Khalil Munawwar Khalil, Munawwar Mutia Mutia, Mutia Mutmainnah Mutmainnah Muwardi, Haris Nella Tri Agustini, Nella Tri Ningsih, Irma Fahrizal Butsi Nuklirullah, M. Nurmayanti, Nurmayanti Pamanalu, Analdi Pengestu, Adam Yoga Piantari, Erna Prabawa, Harsa Wara Prama Hartami Prasetya, Yukis Angga Prasetyo, Repki Putri, Adinda Aulia Putro, Budi Laksono Rachmawati Rusydi, Rachmawati Rahman, Erwan Rahmatul Husna, Rahmatul Raka Ibnu Firdaus Ramadansyah, Syahrul Ramadhan, Azizi Rasim, Rasim Rika Anggraini Riri Ezraneti Risnita Tri Utami Ritonga, Gara Hasonangan Rizky, Lalu Muhamad Faisal Sabrawijaya Sabrawijaya Safiyah, Resalatus Saiful Adhar salamah salamah Salsabilla, Hanum Sam Hermansyah Sariasi, Puspita Setialestari, Renny Sigalingging, Kevin Noven Siregar, Herbert Siti Suharyatun Situmorang, Devi Permata Sari Srinanda Rizki, Srinanda Sundari, Ellys Mei Surbakti, Livia Chasinta Sutiana Sutiana, Sutiana SYAHRIAL SYAHRIAL Syamsiar, Syamsiar Taqwan Thamrin Tia Tanjung, Tia Triyana Wulandari Usman, Umaruddin Ute Chairuz M Nasution Wahyuni, Riri Wawan Gunawan Welmar Olfan Barat, Welmar Olfan Wihardi, Yaya willyansah, willyansah Winda Rahmawati Wiwin Susanty Yudistira, Andrian Zaitun, Urmila Zaki, Muhammad Radin