Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK PETANI DAN KONTRIBUSI EKONOMI HUTAN KEMASYARAKATAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KPH TANAH LAUT Prasetyo, Agung; Helmi, Muhammad; Rinakanti, Rinakanti
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.9805

Abstract

The social forestry program will undoubtedly have an impact on society, and each HKm in Indonesia provides varying contributions, just like in the KPH Tanah Laut. This research aims to identify the Characteristics of Forest Farmer Groups (KTH) in the Tanah Laut Forest Management Unit (KPH) and to analyze the contribution of Community Forests to forest farmers' income in the Tanah Laut KPH. The determination of respondent samples was intentionally done with the criteria being active members of KTH. The total number of respondents in this research was 56 respondents, calculated using the Slovin formula with a margin of error of 10%. The results of this research indicate that the Farmers' characteristics in KTH Kariya Jaya, KTH Harapan Baru, KTH Ingin Maju, and KTH Suka Maju consist of 85% male and 15% female. The average age of KTH members is above 51 years old. On average, they have an educational level of elementary school (SD) with 49.6%. The average number of dependents is 2 people. On average, KTH members manage land with an area of 0.5 hectares. The average occupation of KTH members is as private employees. The economic contribution of HKm in KTH Kariya Jaya accounts for 38%. The economic contribution of HKm in KTH Harapan Baru accounts for 55.2%. The economic contribution of HKm in KTH Ingin Maju accounts for 42.3%. The economic contribution of HKm in KTH Suka Maju is 46.9%.Program Perhutanan sosial sejatinya pasti akan memberikan dampak kepada masyarakat, setiap HKm di Indonesia memberikan kontribusi yang berbeda-beda sama halnya di KPH Tanah Laut. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Karakteristik Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut, dan Menganalisis kontribusi Hutan Kemasyarakatan terhadap pendapatan petani hutan di KPH Tanah Laut. Penentuan sampel responden dilakukan secara sengaja dengan ketentuan sebagai anggota KTH yang aktif. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 56 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin dengan galad 10%. Hasil dari penelitian ini Karakteristik petani di KTH Kariya Jaya, KTH Harapan Baru, KTH Ingin Maju dan KTH Suka Maju memiliki Rasio Jenis Kelamin 85% laki-laki dan 15% berjenis kelamin perempuan. Umur rata-rata anggota KTH 51 tahun keatas. Rata-rata tingkat pendidikan SD 49,6%. Rata-rata memiliki tanggungan keluarga 2 orang. Rata-rata anggota KTH mengelola lahan seluas 0,5 ha. Pekerjaan anggota KTH rata-rata sebagai karyawan swasta. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Kariya jaya sebesar 38%. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Harapan Baru sebesar 55,2%. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Ingin Maju sebesar 42,3%. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Suka Maju adalah sebesar 46,9%.
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Di Desa Mandiangin Barat Melalui Pembuatan Pot Organik Sari, Noor Mirad; Mahdie, Muhammad Faisal; Violet; Nisa, Khairun; Rianawati, Fonny; Naparin, Muhammad; Helmi, Muhammad; Pitri, Rina Muhayah Noor; Puspita, Dian Endah; Yulicia , Zamrudhinda Minna
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No Risdamas (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. Risdamas Desember, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6iRisdamas.186

Abstract

Pot organik ramah lingkungan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan penggunaan polybag plastik. Bahan organik yang memiliki potensi besar yang dapat digunakan sebagai bahan pot organik yang dapat terurai yaitu limbah sabut kelapa dan jerami padi. Permasalahan mitra saat ini adalah Masyarakat Desa Mandiangin Barat yang berada di sekitar KHDTK ULM belum menangkap peluang usaha untuk membuat pot organik sehingga kegiatan PKM diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan pot organik, pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan pot organik dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus, bertempat di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pengetahuan dan kemampuan mitra meningkat setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Faktor pendukung kegiatan PKM adalah keinginan mitra untuk maju dan mengembangkan usaha pot organik. Luaran kegiatan berupa publikasi pada Banjarmasin Tribunnews.com, video kegiatan pada YouTube, poster dan artikel ilmiah.
Kajian Karakteristik dan Run-Up Gelombang Tsunami Berdasarkan Pemodelan Hidrodinamika 2D di Perairan Selatan Bali Tagore, Rafa Fahrezi; Helmi, Muhammad; Satriadi, Alfi; Khoirunnisa, Hanah; Ismanto, Aris
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.62777

Abstract

Pulau Bali merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami karena terletak di zona subduksi pertemuan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia dan zona sesar belakang Flores. Kejadian tsunami telah terjadi di wilayah selatan Bali akibat dari bencana gempa Sumbawa (1977) dan gempa Banyuwangi (1994). Kajian terkait karakteristik dan run-up gelombang tsunami masih jarang dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dan run-up gelombang tsunami menggunakan pemodelan hidrodinamika 2D. Simulasi dilakukan menggunakan skenario gempa terburuk dengan kekuatan magnitudo 9,0 melalui model TUNAMI F1 dan TUNAMI N3. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gelombang tsunami yang menjalar dari episenter menuju pesisir selatan Bali memiliki karakteristik waktu tempuh berkisar antara 16 menit 5 detik hingga 30 menit 35 detik dengan tinggi gelombang maksimum berkisar antara 11,113 – 34,446 m. Waktu tempuh penjalaran tercepat dengan tinggi gelombang tertinggi terdapat pada titik observasi Uluwatu dan Pandawa karena jarak yang dekat dengan episenter. Limpasan gelombang yang masuk ke daratan pesisir selatan Pulau Bali mampu menjangkau daratan hingga kisaran 257 – 3140 m dengan limpasan terjauh pada titik observasi Kuta karena morfologi pantai berpasir yang landai, sedangkan Uluwatu dan Pandawa menerima limpasan yang paling sedikit karena morfologi pantai yang berbatu dan tebing curam.
Rethinking Human Development: Contributions of Mahbub Ul Haq, Amartya Sen, and Umer Chapra to Conventional and Islamic Indices Jannah, Nurul; Tarigan, Azhari Akmal; Helmi, Muhammad; Harahap, Fasthabiqul Ambiya
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2022.13.2.13576

Abstract

This study examines the evolution of human development measurements by comparing the Human Development Index (HDI) and the Islamic Human Development Index (IHDI). The HDI, developed by Mahbub Ul Haq and Amartya Sen, assesses life expectancy, education, and income but has been criticized for overlooking ethical and spiritual dimensions. In response, Umer Chapra proposed the IHDI, which integrates *maqasid al-shari'ah* (objectives of Islamic law), emphasizing religion, intellect, life, lineage, and wealth. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes literature on the HDI and IHDI, assessing their conceptual frameworks and applications. Findings indicate that while the HDI provides a broad measure of well-being, the IHDI offers a more holistic approach by incorporating ethical and spiritual values, though its implementation remains underdeveloped. The study highlights the growing need for development indices that reflect both material and non-material aspects of well-being, as human progress extends beyond economic indicators. To achieve a comprehensive measure of development, future research should explore the practical application of the IHDI, ensuring it effectively captures the multidimensional nature of human flourishing.
Analisis Perubahan Garis Pantai Wilayah Pesisir Menggunakan Metode DSAS (Digital Shoreline Analysis System) Di Pantai Tirang, Tugurejo Kota Semarang Gaol, Hadimas Lumban; Helmi, Muhammad; Satriadi, Alfi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 1 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i1.25459

Abstract

Kondisi morfologi Pantai Tirang termasuk dalam jenis perairan yang landai dan dangkal. Kawasan ini secara signifikan berpengaruh terhadap pola penggunaan lahan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perubahan garis pantai berdasarkan analisis Citra Satelit Sentinel 2A tahun 2018, 2021, dan 2024 menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS), sebuah plugin dari ArcGIS dan mengetahui pengaruh perubahan garis pantai terhadap penggunaan lahan pesisir berdasarkan analisis geospasial menggunakan metode supervised classification. DSAS menghasilkan Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) dari tahun 2018 hingga 2024, dalam kurun waktu 6 tahun. Hasil pengolahan menunjukkan garis pantai di Pantai Tirang memiliki perubahan berupa abrasi pada tahun 2018-2021 mencapai 5,27 ha, sedangkan pada tahun 2021-2024 abrasi mencapai 4,82 ha. Laju abrasi yang dimiliki yaitu 7,92 m/tahun. Variasi penggunaan lahan di Kelurahan Tugurejo terdiri atas badan air, lahan kosong, mangrove, pemukiman dan semak belukar. Dampak dari perubahan garis pantai dari tahun 2018 di Pantai Tirang terhadap penggunaan lahan di Kelurahan Tugurejo ialah badan air mengalami penurunan dengan luas pada tahun 2024 mencapai 224 ha. Selain itu juga menyebabkan penurunan luasan mangrove, pada tahun 2024 luas mangrove tersisa 57,61 ha.
ANALISIS NILAI EKONOMI KAYU SENGON DI KECAMATAN MANUHING RAYA, KABUPATEN GUNUNG MAS, KALIMANTAN TENGAH Rodi, Rodi; Helmi, Muhammad; Hatta, Gusti Muhammad
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 1 Edisi Maret 2025
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i1.22185

Abstract

Analysis of the economic value of Albizia chenensis wood needs to be carried out to calculate farmers' profits from selling their wood so that it can be used as a reference in the implementation of farmers' activities in future cultivation when cultivating Albizia chenensis wood until the sales process is accepted by the factory according toGread Log wood. The research was carried out in 5 villages and 1 sub-district, namely Tumbang Mantuhe, Putat Durei, Tumbang Samui, Tumbang Oroi, Luwuk Tukau, and Tehang sub-districts in the Manuhing Raya sub-district, activities were carried out for 3 months from November 2023 to January 2024. Research methods this ispurposive sampling, questionnaires, interviews, and using quantitative and descriptive qualitative field analysis. The results of the research analysis are that the total cost of Albizia chenensis cultivation is IDR. 10,938/stem which consists of fixed costs of Rp. 308/seed and variable costs of Rp. 10,630/stick. The total cost of selling Sengon wood is Rp. 14,950,000/m3 at a price of Rp. 467,187,500/m3 consisting of fixed costs of Rp. 400,000/m3 at a price of Rp. 12,500/m3 and variable costs of Rp. 14,550,000/32 m3 or Rp. 454,687,500,-and the final results received by Albizia chenensis farmers amounted to Rp. 3,373,911 from the sale of 32 m3 of Albizia chenensis wood at a per cubic price of Rp. 96,250,-
Pemberdayaan Peternak Sapi Potong melalui Kegiatan Penyuluhan Inovasi Zero Waste Farming di Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban Febrianto, Nanang; Ramadhina Irsanti Putri, Ardyah; Nurwahyuni, Eka; Helmi, Muhammad; Akhiroh, Puji; Susilawati, Trinil; Puspita Anugra Yekti, Aulia; Nurul Huda, Asri; Hartono, Budi; Winarto, Priyo; Nugroho, Eko; Prafitri , Rizky
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v4i2.1137

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak sapi potong di Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban melalui penerapan sistem pertanian terpadu berbasis Zero Waste Farming. Sistem ini memanfaatkan limbah peternakan dan pertanian secara optimal untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas ternak. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi lapangan, dan praktik langsung. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peternak mengenai konsep Zero Waste, sedangkan praktik lapangan memungkinkan peternak mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi seperti pupuk organik dan biogas. Pendekatan partisipatif juga diterapkan untuk memastikan keterlibatan aktif peternak dalam setiap tahap program. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak sebesar 24,6%, berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, program ini berhasil meningkatkan produktivitas ternak hingga 30% dan memperluas adopsi sistem Zero Waste Farming dari 20% menjadi 75% di antara peternak. Keberhasilan program ini didukung oleh pendekatan multistakeholder dan pendampingan teknis berkelanjutan. Meskipun demikian, keterbatasan dalam ketersediaan sarana pendukung, seperti alat pengolahan limbah, menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan program. Pengembangan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan pemerintah dan swasta diharapkan dapat memperluas dampak positif program ini.Kesimpulannya, penerapan Zero Waste Farming efektif dalam meningkatkan produktivitas ternak dan kesejahteraan peternak, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Program ini memiliki potensi untuk direplikasi di daerah lain dengan kondisi serupa.
Proses Pengembangan Wisata Mangrove Dengan Menggunakan Transportasi Kapal Fibber Sebagai Penunjang Wisata Di Desa Bantan Tengah Helmi, Muhammad
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/3apmx532

Abstract

Pengembangan inovasi dan penerapan teknologi tepat guna merupakan gagasan yang diwacanakan oleh Kampus Politeknik Negeri Bengkalis salah satunya melalui program Membangun Desa sekitar kampus. Adanya program ini maka, muncul gagasan melalui data sharing ke Desa Bantan Tengah ternyata di Desa Bantan Tengah lagi proses persiapan untuk wisata mangrove yang berada di Sungai Liong, maka adanya wisata mangrove ini pihak mitra/ Desa Bantan Tengah meminta bantuan untuk transportasi berupa kapal Wisata sehinga kami dari tim pengabdian jurusan Teknik perkapalan menyepakati untuk memberikan Solusi supaya di wisata mangrove di Sungai Liong Memiliki Sebuah kapal Wisata sebagai penambah daya tarik wisata yang akan berkujung. Kapal wisata tipe katamaran berbahan fiberglass yang diwacanakan oleh tim pengabdian merupakan kapal hasil praktek pembelajaran mahasiswa jurusan Teknik Perkapalan yang telah lama terbengkalai, sehingga dari pada kapal ini lapuk tertelan waktu maka kapal ini di jadikan program penunjang wisata mangrove di Desa Bantan Tengah. Mewujudkan kapal wisata tim dan mahasiswa melakukan renovasi dan perbaikan terhadap lambung kapal yang lama terbengkalai untuk dijadikan kapal wisata. Pekerjan renovasi dan perbaikan seperti; perbaikan lambung kapal, perbaikan pender, perbaikan bangunan atas dan pembuatan tenda kapal, pemasangan papan sebagai lantai, sebagi tempat duduk penumpang dan melakukan proses pendempulan beserta pengecatan dan finishing. Barulah kapal katamaran telah selesai dan siap untuk serah terima ke kelompok Ekowisata Mangrove Sungai Liong (Jariangan Garda Lestari    Mangrove)
Indikasi Penambahan Air Dalam Susu Segar Peternakan Sapi Perah Rakyat Berdasarkan Titik Beku dan Berat Jenis : Studi Kasus Peternakan Rakyat di Kabupaten Kediri Muarifah, Hanum; Winarti, Atik; Helmi, Muhammad; Ardilla, Yohana Nanita Nansy; Rizkiyah, Sinta Asri; Setiawan, Abim; Fikri, Hidayatulla; Meirantika, R.; Tadzkirah, Laila; Ghozali, Kanaya
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.01.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemungkinan penambahan air dalam susu sapi perah rakyat di Kabupaten Kediri berdasarkan analisis titik beku dan berat jenis. Materi penelitian yang digunakan adalah susu segar sebanyak 32 sampel yang diambil secara acak dari peternak sapi perah, dan dianalisis menggunakan laktodensimeter untuk berat jenis dan  milk analyzer untuk titik beku serta kadar air tambahan. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat jenis susu sebesar 1,027±0,008 g/ cm3 dengan nilai rata-rata titik beku -0,444 ± 0,133°C. Rata-rata penambahan air mencapai 11,05%, dengan nilai maksimum 93% yang mengindikasikan adanya sampel yang hampir seluruhnya adalah air. Sebanyak 14 sampel (43,75%) terindikasi mengalami pemalsuan melalui penambahan air. Praktik ini berpotensi menurunkan kualitas gizi dan meningkatkan kontaminasi mikroba susu. Temuan ini menyoroti urgensi pengawasan mutu di tingkat peternak dan edukasi tentang dampak negatif adulterasi. Penelitian ini diharapkan berkontribusi ilmiah sebagai dasar penguatan sistem kontrol mutu susu rakyat dan menjadi acuan bagi pihak terkait dalam menjaga integritas rantai pasok susu segar.
The Effects of Foot and Mouth Disease on the Profitability of Smallholder Dairy Farms: Evidence from East Java, Indonesia Febrianto, Nanang; Hartono, Budi; Nugroho, Eko; Eka Kusumastuti, Anie; Sugeng Winarto, Priyo; Akhiroh, Puji; Susilawati, Trinil; Puspita Anugra Yekti, Aulia; Utami, Putri; Nadia Ramli, Nurul; Helmi, Muhammad
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 35 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2025.035.01.13

Abstract

Foot and mouth disease (FMD) poses significant threats to livestock production systems globally, particularly cloven-hoofed animals. Indonesia's recent FMD outbreak, following 35 years of disease-free status, created substantial economic challenges for the dairy sector. Despite the scale of the outbreak, limited research has focused on its specific financial impacts on smallholder dairy farms, creating a critical knowledge gap for effective policy development. This study analyses the financial impact of foot and mouth disease (FMD) on dairy farming, focusing on changes in revenue, costs, and profitability before and after the outbreak. Through descriptive and input?output analysis, economic losses were quantified on the basis of structured surveys and secondary data from affected dairy farmers. The findings indicate that the FMD significantly reduced milk production revenue (-8%) while increasing overall farm costs (+6%), leading to a drastic 84% decline in farm profits. Increased spending on veterinary treatments, feed supplementation, and transportation further exacerbated financial instability, whereas a slight increase in livestock sales (+11%) served as a short-term coping mechanism. These results highlight the need for enhanced disease control measures, financial assistance programs, and policy interventions to support affected farmers. Implementing effective vaccination strategies, improving biosecurity protocols, and establishing government-backed economic relief programs can mitigate the financial burden of FMD on the dairy sector. This study contributes to the limited literature on the economic consequences of livestock disease outbreaks in Indonesia and emphasises the need for long-term resilience strategies to sustain dairy farm profitability and stability in disease-prone regions.  
Co-Authors Adhyaksa Saktika Drestanto Afirman Karyono Agung Prasongko, Wahyu Agus Indarjo Ainur Rofiq Sofa Akbari, M. Denny Akhiroh, Puji Akhmad Hanan Alfi Satriadi Ali Rahman Hakim Amaliana Yuniarti Amin, Moh Hasan Shodiqil Amin, Moh. Hasan Shodiqil Aminuyati Anam, M. Khairul Anang Joko Sadono Anindya Wirasatriya Ardilla, Yohana Nanita Nansy Ariputro, Aryobimo Bharadian Aris Ismanto Asyari, Mufidah Atik Winarti Aulia, Zahra Safira Ayudila A. P., Prasasty Azhari Akmal Tarigan Azra, Mhd Rayhan Basir, Basir Baskoro Rochaddi Benny Tyson Siagian Berlianto, Anggit Novian Budhi Santoso Budi Hartono Cahya, Ardhian Indra Cathaputra, Edo Choiriah, Nabila Fitri Dedi Supriadi Denny Nugroho Sugianto Desrina Desrina Dhaneswara, Donanta Dianpurnama Dianpurnama Dwi Haryo Ismunarti Dwi Puspa Arini Edwin Maulani Edy Haryanto Eka Kusumastuti, Anie Eko Nugroho Fahendi Roher Fauzi Hanif Febriani, Diana Nur Febrianto, Nanang Ferry Hermawan Fikri, Hidayatulla Firdausiyah, Jannatul Fitriyanto, Bobby Rachmat Fitriyanto, Bobby Rachmat Fonny Rianawati Gaol, Hadimas Lumban Gentur Handoyo Ghozali, Kanaya Gusti Muhammad Hatta H Hadiyanto Habibah, Wulidatul Hamdi Anugrah, Hamdi Hanah Khoirunnisa, Hanah Hanum Muarifah Hanun, Alain Shofia Harahap, Fasthabiqul Ambiya Hardiyanto Hardiyanto Hardjana, Fahira Mutiara Hariadi Hariadi Hasan, Miftahul Hatmaja, Rahaden Bagas Hayati, Sri Ayatina Herlina Ika Ratnawati, Herlina Ika Heryoso Setiyono Hidayat, Amat Hidayatullah, Muhammad Fatih Himavan Prathista Nugraha Hirawaty Kamarulzaman, Nitty Ivan Febriansyah Izzaturrahim, Muh. Hafizh Jafron Wasiq Hidayat Jamal Jamal Jamhari Jamhari Jannah, Nurul Jarkawi Jarkawi, Jarkawi Jayawarsa, A.A. Ketut Kartika Hariyanto, Hani Khairun Nisa Kunarso Kunarso Laila Hayati, Laila Latifah, Laila Lelalette, Johanis Dominggus Lestari Lakhsmi Widowati Lilik Maslukah Luh Putu Ratna Sundari M. Fachrurrozi M. Furqon Azis Ismail M. Taufan Qoriadi Mahinsha, Amryl Naufal Ilham Mario Putra Suhana Masyithoh, Dewi Meirantika, R. Meirantika, Ruping Melissa Bonauli, Melissa Muarifah, Hanum Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Husni Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Muhana, Muriyani Munasik Munasik Musdalipah, Febby Muttaqien, Moh Hasan Firghol Nadia Ramli, Nurul Naparin, Muhammad Nasir Shamsudin , Mad Noor Mirad Sari Nugroho Agus D Nurhasanah Nurhasanah Nurhikmah Nurhikmah Nurul Hadi, Nurul Nurul Huda, Asri Nurwahyuni, Eka Octavianna, Pramesthi Dwi Pangastuti, Prima Riliayunda Petrus Subardjo Prafitri , Rizky Pratama, Dhika Rino Priyo Sugeng Winarto Puspita Anugra Yekti , Aulia Puspita Anugra Yekti, Aulia Puspita, Dian Endah Putri Utami, Putri Putri, Eka Salma Afifah Putri, Mayada Qorihah Ismayati Rahayu Ningsih Ramadhani, Khoirul Ramadhina Irsanti Putri, Ardyah Rendhy Dimas R, Rendhy Dimas Rezti, Rezti Ria Azizah Tri Nuraini Rikoh Manogar Siringoringo Rina Kurniati Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Rinda Nita Ratnasari, Rinda Nita Rini Dwi Wahyuni Rizki Prafitri Rizkiyah, Sinta Asri Rodi Rodi, Rodi Rudhi Pribadi Ryan Nurdiansyah Ryanto, Fauzan Novan Saipiatuddin, Saipiatuddin Sanova, Aulia Seto Sandi Saputri, Elsi Seprianti, Restu Setiawan, Abim Setiyadi, Johar Siddhi Saputro Sinaga, Boby Christian Siswono, Eko Sitinjak, Dedy Febrianto Sri Wilarso Budi Subekti Mujiasih Sugeng Widada Suharsono Suharsono Suharyanto, Oasiska Nuhannaning Sulaiman Sulaiman Tadzkirah, Laila Tagore, Rafa Fahrezi Ulfah Nurjanah, Ulfah Ulfani, Afifa Ulyana, Dyah Nurul Umami, Novita Utami, Hana Putri Violet Warsito Atmodjo Widianingsih Widianingsih Widodo S Pranowo Winarti, Atik Winarto , Priyo Sugeng Winarto, Priyo Yulicia , Zamrudhinda Minna Yusuf Jati Wijaya Zaini, Fina Magfirah Zakiyullah, Azkalakum Zulyani, Zulyani