Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH GAJI KARYAWAN DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BHUMI RANTAU ENERGI (BRE) KABUPATEN TAPIN Helmi, Muhammad; Nurhikmah, Nurhikmah; Rezti, Rezti
Servqual: Jurnal Ilmu Manajemen 2025: Edisi Khusus
Publisher : CV. Anugerah Duta Perdana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaji dan insentif terhadap kinerja karyawan di PT. Bhumi Rantau Energi, sebuah perusahaan pertambangan batubara di Kabupaten Tapin. Gaji dan insentif dipandang sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi kerja, namun ketidaksesuaian dalam pemberiannya dapat memengaruhi produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 134 responden yang ditentukan dari total populasi 201 karyawan dengan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, serta asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji dan insentif berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Gaji menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan kompensasi yang adil, layak, dan berbasis kinerja untuk mendorong produktivitas karyawan secara berkelanjutan. Kata kunci: Gaji Karyawan, Insentif, Kinerja Karyawan
Analisis Hubungan antara Intensitas Curah Hujan dan Kandungan Klorofil-a serta Suhu Permukaan Laut di Perairan Utara Jawa Octavianna, Pramesthi Dwi; Helmi, Muhammad; Maslukah, Lilik; Atmodjo, Warsito; Handoyo, Gentur
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 4 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i4.29043

Abstract

Perairan utara Jawa merupakan wilayah tropis dangkal yang tidak dipengaruhi secara langsung oleh samudra lepas, tetapi sangat dipengaruhi oleh sistem monsun Australia–Asia. Variasi musiman yang dihasilkan oleh sistem ini menyebabkan fluktuasi signifikan pada curah hujan, suhu permukaan laut (SPL), dan produktivitas perairan yang diindikasikan oleh konsentrasi klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara curah hujan baik di darat maupun di laut terhadap distribusi SPL dan klorofil-a di wilayah pesisir dan laut lepas perairan utara Jawa. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif berbasis penginderaan jauh dengan pemanfaatan data harian selama periode 2007–2021, meliputi OC-CCI v5.0 untuk klorofil-a, OSTIA L4 (SPL), GSMaP (curah hujan), dan ASCAT (angin). Data diolah menggunakan Interactive Data Language (IDL) melalui komposit bulanan dan klimatologi musiman. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan dan SPL memiliki hubungan timbal balik yang kompleks. Peningkatan suhu permukaan laut dapat meningkatkan intensitas curah hujan, namun disisi lain, curah hujan yang tinggi dapat menurunkan SPL akibat pencampuran air hujan bersuhu lebih rendah dengan air laut. Di wilayah pesisir, peningkatan curah hujan daratan memperbesar debit sungai yang berkontribusi terhadapnya masukan nutrien dan selanjutnya menaikkan konsentrasi klorofil-a di perairan pantai. Sementara itu, di laut lepas, pengaruh angin lebih dominan dalam mengontrol variasi SPL dan klorofil-a melalui proses pengadukan vertikal. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika atmosfer dan laut membentuk interaksi yang kuat dalam mengendalikan variabilitas termal dan produktivitas perairan di pesisir utara Jawa.
Digitalisasi Data Potensi Sumber Daya Alam Desa Teluk Lada Berbasis Geographic Information System (GIS) Hidayat, Amat; helmi, Muhammad; Seprianti, Restu
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1047

Abstract

Teluk Lada Village, located in the coastal area of Pandeglang Regency, boasts diverse natural resource potential, including fisheries, agriculture, and marine tourism. However, data on this potential has not been systematically documented, complicating development planning and sustainable resource management. This study aims to describe the process of digitizing village natural resource potential data using a Geographic Information System (GIS) to support integrated regional management and development. The method used was participatory mapping, involving the village government, local communities, and a team of students. The activity stages included field data collection, location coordinates acquisition using GPS devices, spatial data processing with QGIS software, and data validation with village stakeholders. The results of this activity produced a digital map of agricultural, fisheries, and tourism potential that can be accessed interactively. This digitization has been proven to simplify the planning process, increase data transparency, and open up investment opportunities based on local potential. Thus, the application of GIS is an innovative solution for realizing effective, accurate, and sustainable village natural resource management.
Adjustment of Household Beef Consumption during the FMD Outbreak: Evidence from Urban Consumers in Malang, Indonesia Helmi, Muhammad; Febrianto, Nanang; Hartono, Budi; Akhiroh, Puji; Hirawaty Kamarulzaman, Nitty; Winarto , Priyo Sugeng
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 35 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2025.035.03.14

Abstract

Beef has become one of the main protein sources for urban households. Following the 2022 Foot and Mouth Disease (FMD) outbreak, consumers may adjust purchasing and consumption behavior due to heightened food-safety risk perceptions and disruptions in the beef supply chain. This study examines how the FMD outbreak, together with household socio-economic characteristics, relates to changes in urban beef consumption. The study was conducted in Malang City using surveys of 100 household respondents who consume beef. The data were analyzed descriptively, with a before-and-after FMD comparison and multiple linear regression with a natural log model for the factors affecting demand. The study's findings confirmed that FMD significantly decreased several consumption-related indicators, including the frequency and volume of beef purchases, as well as the mode of purchase, with a shift from traditional to modern markets and even to e-commerce. Beef consumption generally continued, but households adopted more risk-moderated patterns. Regression results suggest that household size, income, and education are key correlates of beef demand during the outbreak, whereas beef price and prices of alternative proteins show limited explanatory power in this sample. This study contributes empirical evidence on outbreak-driven demand adjustment and channel switching among urban consumers. The findings imply that strengthening food-safety communication, traceability, and consumer education may help stabilize demand and support safer purchasing decisions during future animal-disease events.
Evaluasi Kualitas Silase Berdasarkan Jenis Hijauan Pakan Ternak Dan Pemberian Molase Winarti, Atik; Muarifah, Hanum; Wahyuni, Rini Dwi; Ardilla, Yohana Nanita Nansy; Helmi, Muhammad; Meirantika, Ruping
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.7

Abstract

Ketersediaan pakan yang stabil merupakan tantangan utama dalam peternakan, dan silase adalah metode pengawetan yang efektif melalui fermentasi. Kualitas silase ditentukan oleh bahan baku dan aditif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara kualitatif pengaruh kombinasi hijauan pakan ternak dan tingkat penambahan molase terhadap kualitas silase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 perlakuan P1 (rumput gajah), P2 (rumput gajah + molase), P3 (tebon jagung), P4 (tebon jagung + molase), P5 (gamal), P6 (gamal + molase), P7 (lamtoro), P8 (lamtoro + molase), P9 (rumput gajah + gamal), P10 (rumput gajah + gamal + molase), P11 (tebon jagung + gamal), P12 (tebon jagung + gamal + molase), P13 (rumput gajah + lamtoro), P14 (rumput gajah + lamtoro + molase), P15 (tebon jagung + lamtoro), dan P16 (tebon jagung + lamtoro + molase) dan 2 ulangan. Silase diinkubasi secara anaerob selama 21 hari. Parameter yang dianalisis meliputi warna, aroma, tekstur, kontaminasi jamur, dan pH. Data dianalisis secara deskriptif pada variabel organoleptik dan menggunakan RAL untuk variabel kuantitatif. Seluruh perlakuan menunjukkan proses fermentasi yang optimal. Aroma seluruh sampel adalah asam segar, warna berubah konsisten menjadi hijau kecokelatan dan tekstur berubah dari segar/keras menjadi layu/lunak. pH seluruh perlakuan turun secara signifikan dari netral (6,7–7,4) menjadi asam (3,9–4,9), menunjukkan fermentasi yang efektif oleh BAL. Jenis hijauan dan penambahan molase tidak memengaruhi aroma, warna, tekstur, maupun pH akhir silase. Kontaminasi jamur pasca-fermentasi terjadi pada 75% sampel, namun sebagian besar terbatas pada salah satu ulangan (68,75%), dengan hanya 6,25% (P6) yang terkontaminasi pada semua ulangan. Seluruh perlakuan menghasilkan silase berkualitas baik dengan ciri-ciri fisik dan kimia yang seragam (aroma asam segar, hijau kecokelatan, pH rendah, tekstur lunak).
STRATEGI BISNIS DENGAN PENDEKATAN ANALISIS MATRIKS BOSTON CONSULTING GROUP PADA WISATA PANTAI SUNGAI BAKAU KABUPATEN SERUYAN Musdalipah, Febby; Helmi, Muhammad; Rianawati, Fonny
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17786

Abstract

Strategi bisnis merupakan dasar dari usaha yang dikoordinasi dan ditopang, yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan usaha jangka panjang. Strategi bisnis dalam pariwisata berbeda tergantung dari kondisi aktual lokasi serta permasalahan yang terjadi pada tempat wisata. Pantai Sungai Bakau merupakan salah satu wisata yang berada di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah yang pertama kali dibangun dan beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis kategori kuadran (posisi) berbasis matriks BCG wisata Pantai Sungai Bakau. (2) Membuat strategis bisnis pengembangan wisata Pantai Sungai Bakau. Metode pendekatan Matriks Boston Consulting Group berfokus pada produk atau divisi yang dapat menghasilkan uang lebih banyak atau mengeluarkan uang lebih banyak dengan menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategi dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan. Matriks BCG terdapat 4 kuadran yang menggambarkan posisi suatu unit bisnis dipandang dari segi pertumbuhan pasar serta pangsa pasarnya, keempat kuadran atau kategori tersebut adalah : (1) Star. (2) Question Mark. (3) Cash Cow dan (4) Dogs. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan pasar wisata Pantai Sungai Bakau sebesar 18,3% dan pangsa pasar relatif sebesar 2,46 yang artinya masuk ke dalam kuadran Cash Cow (pertumbuhan pasar rendah dan pangsa pasar relatifnya tinggi). Strategi bisnis yang dapat diterapkan oleh kuadran Cash Cow adalah pengembangan produk, diversifikasi, penciutan dan divestasi.
ANALISIS GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) TANAH LAUT Putri, Mayada; Helmi, Muhammad; Asyari, Mufidah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17788

Abstract

Penelitian in bertujuan untuk menganalisis kesetaraan gender dan faktor kesenjangan, menganalisis peran gender dalam pengambilan keputusan (decision making), dan membuat rencana aksi dalam saran kebijakan berdasar martiks Gender Analysis Pathway pengelolaan Hutan Kemasyarakatan yang responsif gender di KPH Tanah Laut. Pengumpulan data dilakukan di 3 KTH di Kabupaten Tanah Laut, yaitu KTH Gunung Birah kec Panyipatan, KTH Batu Kura kec Bajuin, dan Gapoktan Sumber Kahuripan kec Ujung Batu. Data primer diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur dengan menggunakan kuesioner kepada anggota KTH yang menjadi respoden sebanyak 59 orang. Selain itu, wawancara mendalam juga dilakukan terhadap Ketua masing-masing KTH. Hasil penelitian ini ditemukan kesenjangan gender yang terjadi di 3 KTH tersebut pada 4 faktor analisis kesenjangan yakni faktor akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat. Tidak diikutsertakannya perempuan dalam kepengurusan merupakan permasalahan pada faktor akses. Selain keterwakilan yang rendah, perempuan juga tidak memiliki kontrol yang signifikan, yang menyebabkan program pengelolaan Hutan Kemasyarakatan menjadi kurang peka terhadap gender. Ini menunjukkan bahwa rendahnya akses dan partisipasi dari kelompok perempuan akan berdampak pada kontrol dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan tersebut. Rata-rata persentase laki-laki dalam pengambilan keputusan adalah 33,65%, perempuan 26,1%, dan seimbang 40,25%.
Interaksi Sosial Pekerja Anak: Studi Kasus Anak yang Bekerja Sebagai Buruh Bangunan di RW.05 Desa Kalimukti Kabupaten Cirebon Helmi, Muhammad; Siswono, Eko; Saipiatuddin, Saipiatuddin
Edukasi IPS Vol. 3 No. 1 (2019): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.03105

Abstract

This research aims to: (1) Know the factors cause children to prefer working as builder rather than go to school. (2) Know the social interaction of child labourers in builder at the work environment (3) Knowing the changes lifestyle of child labourers after working as builder. This researched in RW.05 Kalimukti Village, Pabedilan District, Cirebon Regency more than three month since March to May 2019. The method used in this research is qualitative research methods, with data collection techniques through observation, interviews, Focus Group Discussion (FGD) and documentation. Data sources in this research are key informants and core informants consist of the chairperson of RW.05, head of a village 03, head of builder and parents of child laborers as key informants and four child laborers as builder as core informants. The results of research are conclude that (1) Factors underlying children who choose to work as builder rather than go to school are less of motivation to learn; Environment; Self-will (independent); Economic crush (2) There are forms of social interaction on child labourers in the form of cooperation, accommodation and obstacles in the form of conflicts that occur in child labourers in the work environment. As for the things that become barriers to child labor such as adaptation to the new environment (3) There is a change in lifestyle on the better habits in children after they are work as builder. As well as changes in the appearance and economic independence caused by the income received after work.
Kajian Modifikasi Bentuk Buritan Kapal  Polbeng 2 Menggunakan  Analisa Numerik Helmi, Muhammad; Edy Haryanto; Fahendi Roher; Fauzi Hanif; Ali Rahman Hakim
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja Kapal Polbeng 2 yang mengalami penurunan kecepatan akibat meningkatnya hambatan hidrodinamika pada bagian buritan. Kondisi buritan eksisting menunjukkan adanya aliran turbulen yang mengganggu aliran fluida di belakang kapal, sehingga berdampak pada menurunnya performa kapal saat beroperasi pada kecepatan menengah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan modifikasi bentuk buritan kapal dengan memvariasikan beberapa model buritan berdasarkan desain awal. Analisis dilakukan menggunakan simulasi analisa numerik dengan kecepatan kapal yang sama untuk setiap model. Kinerja masing-masing model buritan dibandingkan berdasarkan nilai tahanan hidrodinamika dan karakteristik aliran fluida di area buritan (wake flow). Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan pengaruh perubahan bentuk buritan terhadap penurunan hambatan dan peningkatan performa kapal. Temuan ini diharapkan menjadi acuan teknis bagi Politeknik Negeri Bengkalis dalam mengoptimalkan fungsi Kapal Polbeng 2 sebagai sarana pembelajaran dan penelitian di bidang teknik perkapalan.
Pencegahan Kebakaran Berulang pada Lahan Gambut dengan Pendekatan Berbasis Tapak di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kalimantan Selatan: Preventing Recurrent Peatland Fires through a Site-Based Approach in Landasan Ulin Village, South Kalimantan Rianawati, Fonny; Kadir, Syarifuddin; Badaruddin, Badaruddin; Helmi, Muhammad; Asyisyifa, Asyisyifa; Mayawati, Sari; Hadi, Wirawan Noor
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.52633

Abstract

ABSTRACT Recurrent peatland fires in Banjarbaru threaten ecosystems, public health, and regional economies, demanding integrated, collaborative, and sustainable site-based fire management strategies. The present research goals. The objectives of this study are to identify the factors causing recurrent fires on peatlands, to assess community responsibility in preventing and controlling such incidents, and to examine site-based fire control practices implemented by local residents and related institutions. This research employs a site-based descriptive–analytical approach, in which primary data were collected through field observations (ground check), interviews, and questionnaires administered to 50 respondents using an incidental sampling method. Secondary data were obtained through Focus Group Discussions (FGDs) with the Village Government, the Banjarbaru Disaster Management Agency (BPBD), and local fire-awareness groups, selected using a purposive sampling technique. The results indicate that all recurrent fire events are associated with human activities, particularly land clearing and burning without controlled fire management, discarded cigarette butts, and the spread of fire through dry peat via underground layers. Quantitative data show that 76% of respondents stated that fires spread from other locations. Community practices in fire management remain dominated by reporting behavior (80%), while only 20% participate directly in suppression efforts during idle-land burning. This limited involvement reflects the lack of trained human resources and adequate equipment at the community level. Control measures have been implemented through the construction of firebreaks and water channels as part of peatland hydrological management. However, fires will continue to occur and recur if local residents and related institutions do not actively maintain these facilities. This study concludes that peatland fire control must be implemented in an integrated manner, involving local communities at the site level in collaboration with stakeholders and government institutions.   Keywords: preventing, peat fires, community participation   ABSTRAK Kebakaran lahan gambut berulang di Banjarbaru mengancam ekosistem, kesehatan masyarakat, ekonomi regional, serta menuntut pengendalian berbasis tapak berkelanjutan kolaboratif terpadu. Tujuan penelitian saat ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kebakaran berulang di lahan gambut, untuk menilai tanggung jawab masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian insiden, dan untuk membahas pengendalian kebakaran berbasis praktik penyadapan yang diterapkan oleh penduduk setempat dan lembaga terkait. Penelitian ini merupakan studi deskriptif-analitik berbasis site-tapping dimana pengumpulan data utama dilakukan di lapangan melalui ground check, wawancara, dan kuesioner terhadap 50 responden menggunakan metode incidental sampling. Data sekunder dikumpulkan melalui FGD dengan LURD, BPBD Banjarbaru, dan Amendemenselites yang diatur dengan metode purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kejadian kebakaran berulang semuanya terkait dengan aktivitas manusia, terutama pembukaan dan pembakaran ulang tanpa api yang terkendali, puntung rokok, dan penyebaran api di gambut kering oleh lapisan bawah tanah. Berdasarkan data kuantitatif, 76% responden mengklaim bahwa kebakaran menyebar dari sumber lain. Praktik masyarakat dalam penanganan kebakaran tetap didominasi oleh pola pelaporan dengan 80%, dan 20% lainnya melalui bantuan selama pembakaran perkebunan yang menganggur, yang berlangsung pada tingkat minimum karena masyarakat tidak memiliki sumber daya dan sarana terlatih untuk membantu selama terjadinya kebakaran.  Kegiatan pengendalian dilakukan dengan pembuatan sekat bakar  dan saluran-saluran air sebagai bagian dari pengelolaan hidrologi) akan   tetapi kebakaran akan terjadi dan terjadi kembali jika penduduk setempat dan lembaga terkait tidak aktif memelihara fasilitas tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian kebakaran lahan gambut harus selalu dilakukan secara terintegrasi baik oleh masyarakat ditingkat tapak, maupun stakeholgder dan pemerintah.   Kata kunci: pencegahan, kebakaran gambut, partisipasi masyarakat
Co-Authors Adhyaksa Saktika Drestanto Afirman Karyono Agung Prasongko, Wahyu Agus Hartoko Agus Indarjo Agus Kurniawan Ainur Rofiq Sofa Akbari, M. Denny Akhiroh, Puji Akhmad Hanan Alfi Satriadi Ali Rahman Hakim Amaliana Yuniarti Amin, Moh. Hasan Shodiqil Aminuyati Anam, M. Khairul Anang Joko Sadono Anindya Wirasatriya Ardilla, Yohana Nanita Nansy Ariputro, Aryobimo Bharadian Aris Ismanto AS, Harun Asmar, Asri Fianti Asyari, Mufidah Asyisyifa, Asyisyifa Atik Winarti Aulia, Zahra Safira Ayudila A. P., Prasasty Azhari Akmal Tarigan Azra, Mhd Rayhan Badaruddin Badaruddin Basir, Basir Baskoro Rochaddi Benny Tyson Siagian Bobi Kurniawan, Bobi Budhi Santoso Budi Hartono Cahya, Ardhian Indra Cathaputra, Edo Choiriah, Nabila Fitri Dedi Supriadi Denny Nugroho Sugianto Desrina Desrina Dhaneswara, Donanta Dianpurnama Dianpurnama Dwi Haryo Ismunarti Dwi Puspa Arini Edwin Maulani Edy Haryanto Eka Kusumastuti, Anie Eko Nofridiansyah, Eko Eko Nugroho Fahendi Roher Fauzi Hanif Febriani, Diana Nur Febrianto, Nanang Fikri, Hidayatulla Fitriyanto, Bobby Rachmat Fitriyanto, Bobby Rachmat Fonny Rianawati Gaol, Hadimas Lumban Gentur Handoyo Ghozali, Kanaya Gusti Muhammad Hatta H Hadiyanto Hadi, Wirawan Noor Hamdi Anugrah, Hamdi Hanum Muarifah Hanun, Alain Shofia Harahap, Fasthabiqul Ambiya Hardiyanto Hardiyanto Hardjana, Fahira Mutiara Hariadi Hariadi Hasan, Miftahul Hatmaja, Rahaden Bagas Hayati, Sri Ayatina Herlina Ika Ratnawati, Herlina Ika Heryoso Setiyono Hidayat, Amat Hidayatullah, Muhammad Fatih Himavan Prathista Nugraha Hirawaty Kamarulzaman, Nitty Ivan Febriansyah Izzaturrahim, Muh. Hafizh Jamal Jamal Jamhari Jamhari Jannah, Nurul Jarkawi Jarkawi Jayawarsa, A.A. Ketut Khairun Nisa Kunarso Kunarso Laila Hayati, Laila Latifah, Laila Lelalette, Johanis Dominggus Lestari Lakhsmi Widowati Lilik Maslukah Linda Norhan, Linda Luh Putu Ratna Sundari M. Fachrurrozi M. Furqon Azis Ismail M. Taufan Qoriadi Mahinsha, Amryl Naufal Ilham Mario Putra Suhana Masyithoh, Dewi Max Rudolf Muskananfola Meirantika, R. Meirantika, Ruping Melissa Bonauli, Melissa Muarifah, Hanum Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Husni Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Muhana, Muriyani Munasik Munasik Musdalipah, Febby Nadia Ramli, Nurul Naparin, Muhammad Nasir Shamsudin , Mad Nerinawati, Umi Noor Mirad Sari Nugroho Agus D Nurhasanah Nurhasanah Nurhikmah Nurhikmah Nurul Hadi, Nurul Nurul Huda, Asri Nurwahyuni, Eka Octavianna, Pramesthi Dwi Pangastuti, Prima Riliayunda Petrus Subardjo Prafitri , Rizky Pratama, Dhika Rino Priyo Sugeng Winarto Puspita Anugra Yekti , Aulia Puspita Anugra Yekti, Aulia Puspita, Dian Endah Putri Utami, Putri Putri, Eka Salma Afifah Putri, Mayada Qorihah Ismayati Rahayu Ningsih Rahma Wahdiniwaty Ramadhani, Khoirul Ramadhina Irsanti Putri, Ardyah Rendhy Dimas R, Rendhy Dimas Rezti, Rezti Ria Azizah Tri Nuraini Rikoh Manogar Siringoringo Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Rinda Nita Ratnasari, Rinda Nita Rini Dwi Wahyuni Rizki Prafitri Rizkiyah, Sinta Asri Rodi Rodi, Rodi Rudhi Pribadi Ryan Nurdiansyah Ryanto, Fauzan Novan Saipiatuddin Sanova, Aulia Seto Sandi Sari Mayawati Seprianti, Restu Setiawan, Abim Setiyadi, Johar Siddhi Saputro Sinaga, Boby Christian Siswono, Eko Sitinjak, Dedy Febrianto Sohri Ramadhan Alfikri Sri Wilarso Budi Subekti Mujiasih Sugeng Widada Suharsono Suharsono Sulaiman Sulaiman Susanti, Yuari Syafrudin Syafrudin SYARIFUDDIN KADIR Sya’roni, Deden Abdul Wahab Tadzkirah, Laila Ulfah Nurjanah, Ulfah Ulfani, Afifa Ulyana, Dyah Nurul Umami, Novita Utami, Hana Putri Violet Wahyu Adi Warsito Atmodjo Widianingsih Widianingsih Widodo S Pranowo Winarto , Priyo Sugeng Winarto, Priyo Yulicia , Zamrudhinda Minna Yusuf Jati Wijaya Zulyani, Zulyani