Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Material Padatan Tersuspensi dan Pengaruhnya Terhadap Konsentrasi Klorofil-A Berdasarkan Pemodelan Hidrodinamika 2D di Perairan Slamaran, Kota Pekalongan Putri, Eka Salma Afifah; Helmi, Muhammad; Atmodjo, Warsito
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.17751

Abstract

Perairan Slamaran memiliki Material Padatan Tersuspensi (MPT) cukup tinggi yang menimbulkan proses sedimentasi di perairan tersebut. MPT yang berada di perairan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Tingginya konsentrasi MPT disuatu perairan dapat mempengaruhi kualitas perairan, salah satunya yaitu fitoplankton (klorofil-a). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial MPT dan klorofil-a serta keterkaitannya. Data MPT dan klorofil-a didapatkan dari pengambilan data lapangan dan di analisis di laboratorium. Analisis distribusi arus dilakukan untuk mengetahui pola distribusi dari MPT dan klorofil-a. Konsentrasi MPT berkisar antara 56,67 - 76 mg/L, dan konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,529 - 1,71 μg/L. Variasi MPT dan klorofil-a di perairan Slamaran dipengaruhi oleh input bahan organik dari wilayah hulu sampai ke muara serta distribusinya mengikuti pola distribusi arus. Distribusi MPT dan klorofil-a terbagi menjadi tiga kelompok, dengan kecenderungan dari wilayah barat menuju ke timur laut dan dari garis pantai menuju ke tengah laut. Selain itu terdapat hubungan positif yang sangat kuat (r = 0,7730) antara konsentrasi MPT dengan klorofil-a dan diketahui bahwa 59,76 % konsentrasi MPT di Perairan Slamaran mempengaruhi konsentrasi klorofil-a.
Studi Area Genangan Banjir Pasang dan Dampaknya Terhadap Penggunaan Lahan Pesisir Berdasarkan Pemodelan Geospasial di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah Ulfani, Afifa; Helmi, Muhammad; Kunarso, Kunarso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.16889

Abstract

Genangan akibat pasang surut air laut menjadi permasalahan yang sering terjadi dibeberapa pesisir Indonesia, salah satunya Kecamatan Genuk. Kecamatan Genuk merupakan salah satu daerah pesisir di Kota Semarang yang sering terdampak banjir rob. Banjir rob adalah bencana yang terjadi akibat masuknya air laut kedaratan akibat pasang air laut. Penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut menjadi beberapa faktor yang meningkatkan intensitas banjir rob. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui area genangan banjir rob dan pengaruhnya terhadap penggunaan lahan di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut bulan Mei 2022, data Sea Level Anomaly (SLA) tahun 1993-202, data Digital Elevation Model (DEM), Citra SAR Sentinel-1. Pengolahan data pasang surut menunjukkan bahwa tipe pasang di Kecamatan Genuk yaitu pasang surut campuran condong harian ganda (1,121). Selisih nilai muka air tertinggi (HHWL) dan muka air rata-rata (MSL) setinggi 62,22 cm. Laju kenaikan muka air laut sebesar 4,7 mm/tahun. Elevasi muka tanah dengan rentang 0 – 18,88 m. Laju penurunan muka tanah sebesar 1 cm/tahun hingga 14,4 cm/tahun. Pemodelan luas area genangan banjir di Kec. Genuk bulan Mei 2022 berkisar 174,2784 hektar yang menggenangi lahan  industri, tambak, pemukiman dan daerah vegetasi.
Analisis Dampak Rencana Perluasan Reklamasi Akibat Perubahan Karakteristik Arus Dan Gelombang Di Perairan Kota Semarang, Jawa Tengah Mahinsha, Amryl Naufal Ilham; Helmi, Muhammad; Ismanto, Aris
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.16575

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu contoh dengan wilayah pantai yang telah mengalami reklamasi. Reklamasi akan berpengaruh terhadap karakteristik arus dan gelombang di laut yang selanjutnya dapat berakibat terhadap pergerakan sedimen dan salah satu sebagai penyebab terjadinya sedimentasi atau adanya proses abrasi di wilayah sekitarnya. Pemerintah Kota Semarang akan merencanakan kembali perluasan reklamasi dengan tujuan untuk pemenuhan fasilitas umum, perumahan, dan kawasan pelabuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak perluasan reklamasi pada perubahan karakteristik arus dan gelombang laut serta pengaruh perubahan tersebut terhadap proses pantai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melakukan pemodelan hidrodinamika 2D sebelum dan sesudah perluasan reklamasi menggunakan perangkat lunak Mike 21. Data yang yang digunakan adalah data pasang surut Tahun 2021-2022, data angin periode 2021-2022, peta Rupabumi Indonesia dan rencana utama reklamasi Kota Semarang. Pengambilan data lapangan menggunakan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) sebagai bahan validasi data pemodelan. Hasil yang didapatkan adalah terjadi penurunan kecepatan arus sebesar 0,003-0,007 m/det, pembelokan arah arus sejauh 1,4-2,5 km disekitar area perluasan reklamasi, penurunan tinggi gelombang sebesar 0,05-0,06 m dan penurunan periode gelombang sebesar 0,33-0,39 detik yang menjalar sejauh 0,4-0,9 km, dan penurunan tinggi gelombang pecah sebesar 0,1 m dengan area yang mendekat ke daratan. Perubahan ini berpotensi menyebabkan terjadinya sedimentasi pada beberapa titik terutama pada area perluasan reklamasi yang berbatasan dengan muara sungai.
Kajian Elevasi Lantai Dermaga Berdasarkan Integrasi Pengaruh Pasang Surut, Gelombang dan Kenaikan Muka Laut di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang Hanun, Alain Shofia; Ismunarti, Dwi Haryo; Helmi, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i4.16872

Abstract

Pelabuhan Tanjung Emas merupakan salah satu pelabuhan di Indonesia yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah. Perkembangan lalu lintas perdagangan dan bertambahnya arus transportasi di pelabuhan, maka perlu dilakukan rencana pengembangan pembangunan pelabuhan. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung elevasi lantai dermaga . Data primer yang digunakan adalah data pasang surut bulan Maret 2022. Data sekunder meliputi data angin, data sea level rise, dan data pasang surut dari IOC Sea Level Monitoring. Metode yang dilakukan untuk mengolah pasang surut adalah Admiralty dan Least Square. Hasil penelitian menunjukkan tipe pasang surut campuran condong ke tunggal dengan nilai HHWL 105.282 cm. Hasil peramalan gelombang dari  data angin selama 10 tahun didapat nilai tinggi gelombang signifikan (Hs) sebesar 0,9287 m dan nilai periode signifikan (Ts) sebesar 5,0210 detik dan nilai wave set up (Sw) diperoleh sebesar 0,16 m. Nilai sea level rise yang didapatkan sebesar 0.32 cm/tahun. Nilai Design Water Level (DWL) didapatkan dengan menjumlahkan nilai HHWL, wave set up, dan SLR sehingga didapat nilai sebesar 124 cm. Sehingga, nilai elevasi lantai dermaga yang diperoleh adalah 363,2 cm sehingga dapat dikatakan aman.
Estimasi Zona Potensial untuk Budidaya Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) Lepas Pantai Menggunakan SIG di Perairan Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa Hardjana, Fahira Mutiara; Widowati, Lestari Lakhsmi; Desrina, Desrina; Helmi, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.17787

Abstract

AbstrakBudidaya ikan bawal bintang (T. blochii) merupakan salah satu komoditas budidaya laut yang memiliki nilai ekonomis serta berpotensi untuk meningkatkan hasil produksi budidaya ikan laut dimasa yang akan datang. Pemilihan lokasi yang tepat merupakan faktor yang penting dalam menentukan kelayakan budidaya untuk keberhasilan kegiatan budidaya dan mencegah tumpang tindih dalam pemanfaatan kawasan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan kesesuaian area dan menghitung luasan area yang sesuai untuk kooordinat budidaya ikan bawal bintang (T. blochii) berdasarkan analisis kesesuaian perairan di Perairan Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa. Metode yang dilakukan adalah metode observasi dan penentuan 40 titik sampling dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan tujuan untuk kesesuaian lahan budidaya ikan bawal bintang di Pulau Menjangan Besar. Pengelolaan data dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS 10.8. Parameter kualitas air yang diukur secara insitu yaitu suhu, salinitas, oksigen terlarut, pH, kedalaman, arus dan gelombang. Hasil pengukuran parameter perairan yang didapatkan suhu berkisar 25 – 35˚C, salinitas 18 – 40 ppt, oksigen terlarut 8 – 9 mg/L, pH 6 – 9, kedalaman 2,6 – 21,54 m, arus 0,05 -0,2 m/s, gelombang 0,3 – 0,6 m. Analisis kesesuaian lahan budidaya ikan bawal bintang di Pulau Menjangan Besar didapatkan kategori kelas sangat sesuai (S1) luas area 127,08 ha dengan nilai 64,73 dan kategori cukup sesuai (S2) dengan luas area 69,24 ha dengan nilai 35,27. AbstractThe cultivation of silver pompano (T. blochii) is one of the marine aquaculture commodities that has economic value and has the potential to increase the production of marine aquaculture in the future. The selection of the right location is an important factor in determining the feasibility of cultivation, ensuring the success of cultivation activities, and preventing overlap in the use of the area. The purpose of this study was to determine the suitability of the area and calculate the appropriate area for the coordinates of silver pompano (T. blochii) cultivation based on the suitability analysis of the waters in Menjangan Besar Island Waters, Karimunjawa Islands. The observation and payment of 40 sampling points with the purposive sampling method was used. This study used a geographic information system (GIS) with the aim of securing a permit for the silver pompano cultivation on Menjangan Besar Island. Data management is done using ArcGIS 10.8 software. The air quality parameters measured in situ are temperature, salinity, dissolved oxygen, pH, depth, currents, and waves. The measured water parameters were 25- 35 degrees Celsius, salinity 18-40 parts per thousand, dissolved oxygen 8-9 mg/L, pH 6-9, depth 2.6-21.54 meters, currents 0.05-0.2 meters per second, and wave height 0.3-0.6 meters. Land suitability analysis for pompano cultivation on Menjangan Besar Island obtained a very suitable class category (S1) with an area of 127.08 ha and a value of 64.73 and a quite suitable category (S2) with an area of 69.24 ha and a value of 35.27.
Studi Karakteristik Penjalaran Gelombang Tsunami Berdasarkan Pemodelan Hidorodinamika 2D di Kota Ambon, Provinsi Maluku Azra, Mhd Rayhan; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi; Helmi, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i4.21629

Abstract

Provinsi Maluku memiliki aktivitas seismisitas yang tinggi berpusat di Laut Banda. Seismisitas di Laut Banda berpotensi menyebabkan gempa bumi dengan magnitudo (Mw) ≥ 6. Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku yang berhadapan langsung dengan Laut Banda telah terjadi 13 kali gempa bumi sejak tahun 1830. Pada 8 November 2023 pukul 04:53:50 di Laut Banda dengan koordinat 6,453°S dan 129,517°E telah terjadi gempa bumi pada kedalaman 10 km dengan Mw sebesar 7.15. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik penjalaran gelombang tsunami yang difokuskan pada Kota Ambon, yaitu ketinggian maksimal gelombang tsunami, penjalaran gelombang tsunami dan estimasi waktu tiba gelombang tsunami. Simulasi pada penelitian dibangun dengan pemodelan hidrodinamika 2D menggunakan perangkat lunak MIKE 21. Simulasi dijalankan dengan dua skenario pemodelan dengan skenario 1 berdasarkan kejadian gempa bumi pada tanggal 8 November 2023 dengan Mw sebesar 7.15 dan skenario 2 dijalankan dengan Mw sebesar 8.5 sebagai kemungkinan terburuk jika terjadi gempa bumi di titik yang sama. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa ketinggian maksimal gelombang tsunami terjadi di Teluk Ambon. Ketinggian maksimal gelombang tsunami pada skenario 1 di atas 0,7 m dengan estimasi waktu tiba gelombang tsunami adalah 26 menit dan penjalaran gelombang tsunami dimulai dari Tanjung Nusaniwe, seluruh selatan pesisir kota Ambon, kemudian pesisir tengah Kota Ambon hingga Teluk Ambon. Sedangkan ketinggian maksimal gelombang tsunami pada skenario 2 di atas 2,5 m dengan estimasi waktu tiba gelombang tsunami adalah 7 menit dan penjalaran gelombang tsunami dimulai dari seluruh pesisir selatan kota Ambon, kemudian pesisir tengah Kota Ambon hingga Teluk Ambon.
Dynamics of mangrove species dominant area changes in Timbulsloko and Bedono, Demak Aulia, Zahra Safira; Pribadi, Rudhi; Helmi, Muhammad
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.32538

Abstract

Mangrove forests in Timbulsloko and Bedono villages have very important benefits in minimizing abrasion, due to tidal flooding and land absorption in this area. A large number of people have planted mangroves to restore the function of mangrove forests in coastal areas which conducted by NGOs, students, government agencies, and awareness from local residents. This study aimed to determine the dynamics of mangrove area and mangrove species dominant area changes in 2016, 2018, 2020 and 2022 based on Sentinel-2 Satellite Imagery processing, and to analyze the dynamic changes based on geospatial analysis. The method used in this study is divided into two: satellite imagery data processing and field survey. The result showed that the area of mangrove species in Timbulsloko and Bedono increased from 2016 to 2022. In 2016 the area of mangroves was 140.04 ha, 159.57 ha in 2018, 171.05 ha in 2020, and 234.8 ha in 2022. The use of Sentinel 2 Satellite Imagery to map the distribution of mangrove species dominant produce overall accuracy of 84.62%. The mangrove species with the highest area are Avicennia marina followed by Avicennia alba, Rhizophora apiculata, and Rhizophora mucronate. The increase in this area of mangroves in this area is due to natural additions and artificial additions due to mangrove planting conservation by several parties and the awareness of the local residents to protect mangroves.Keywords:Mangrove SpeciesDynamicsCoastal AreaSentinel 2Remote Sensing
Study of the Development Potential of Geospatial-Based PSEL (Waste Processing into Electrical Energy) Areas Kartika Hariyanto, Hani; Kurniati, Rina; Helmi, Muhammad
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v3i3.4764

Abstract

Since 1989, most of the waste processing in DKI Jakarta Province has ended at the Bantar Gebang TPST, causing the available capacity to accommodate waste to approach the maximum limit. One alternative processing that has a high level of efficiency in reducing the volume of waste is the PSEL (Waste to Electrical Energy Management) facility. Planning PSEL facilities in urban areas requires consideration from all aspects. While the space utilization in DKI Jakarta is quite dense and there are no practical guidelines in determining the location of PSEL facilities, it is necessary to conduct a comprehensive study, namely a study of the potential development of PSEL areas. The purpose of this study is to obtain the location and spatial pattern of the potential development of the PSEL area and obtain the characteristics of the area with the 'Recommended' category as the location of PSEL facility development. This study uses geospatial analysis with the quantitative Weighted Overlay method, where geospatial modeling is carried out by inputting the weight of each criterion (aspects that have an influence on determining the location of PSEL facilities) obtained from the results of the Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP) analysis assisted by a questionnaire tool. The results of the study obtained 2 (two) areas that have High Category status with a total area of 1.52 ha located in Cilincing District and Kelapa Gading District, North Jakarta with the condition that the first area occupies an improper designation zone (Industrial and Warehousing Zone) while the second area has a radius distance of less than 500 m to the nearest settlement and tourist location.
Analisis Kesesuaian Perairan untuk Budidaya Ikan Kerapu Macan (E. fuscoguttatus) di Sekitar Perairan P. Menjangan Besar dan Menjangan Kecil Karimunjawa Nurjanah, Ulfah; Widianingsih, Widianingsih; Helmi, Muhammad; Nuraini, Ria Azizah Tri
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i2.54666

Abstract

Industri perikanan budidaya dengan sistem keramba jaring apung di era modern ini telah berkembang menjadi salah satu industri pangan yang memiliki pertumbuhan tercepat di dunia. Keterbatasan informasi mengenai lokasi yang berpotensi untuk kegiatan budidaya menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan industri ini. Perairan Pulau Menjangan Besar dan Menjangan Kecil memiliki potensi untuk pengembangan kegiatan budidaya perikanan. Ikan kerapu macan (E. fuscoguttatus) menjadi salah satu komoditas yang dapat dibudidayakan dengan teknologi keramba jaring apung. Penentuan lokasi yang sesuai untuk kegiatan budidaya ikan kerapu macan dengan keramba jaring apung sangat diperlukan untuk mendukung efektivitas budidaya. Beberapa parameter yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan lokasi yaitu parameter suhu permukaan laut, salinitas, pH, oksigen terlarut, kedalaman perairan, kecerahan perairan, arus dan gelombang. Parameter kualitas perairan tersebut berperan penting dalam kehidupan organisme perairan. Penelitian ini dilakukan melalui survei pada 35 titik stasiun dengan metode purposive sampling. Pemodelan arus dan gelombang juga dilakukan untuk mengetahui kecepatan arus dan ketinggian gelombang pada lokasi penelitian. Pemodelan arus dan gelombang dilakukan untuk mewakili setiap musim. Analisis data dilakukan melalui modifikasi pada matriks kriteria kesesuaian. Hasil setiap parameter yang diperoleh kemudian diintegrasikan melalui Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan ArcGIS 10.8. Berdasarkan hasil integrasi diperoleh luas area perairan yang tergolong sangat sesuai seluas untuk kegiatan budidaya ikan kerapu macan seluas 56.15 ha.  The aquaculture industry using floating net cage systems in the modern era has developed into one of the fastest-growing food industries in the world. Limited information regarding potential locations for cultivation activities is a factor influencing the development of this industry. The waters of Menjangan Besar and Menjangan Kecil Islands have the potential for developing fisheries cultivation activities. Tiger grouper (E. fuscoguttatus) is one of the commodities that can be cultivated using floating net cage technology. Determining a suitable location for tiger grouper cultivation activities using floating net cages is crucial to support the effectiveness of cultivation. Several parameters that need to be considered in determining the location are sea surface temperature, salinity, pH, dissolved oxygen, water depth, water brightness, currents, and waves. These water quality parameters play an important role in the life of aquatic organisms. This research was conducted through a survey at 35 stations using a purposive sampling method. Current and wave modeling was also carried out to determine the current speed and wave height at the research location. Current and wave modeling is carried out to represent each season. Data analysis was carried out through modifications to the conformity criteria matrix. The results of each parameter obtained were then integrated through the Geographic Information System using ArcGIS 10.8. Based on the integration results, it was obtained that the water area classified as very suitable for tiger grouper cultivation activities was 56.15 ha.
Pemodelan Geospasial Genangan Banjir Pasang di Pesisir Kabupaten Cirebon Pangastuti, Prima Riliayunda; Helmi, Muhammad; Atmodjo, Warsito
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i2.57667

Abstract

Pesisir Kabupaten Cirebon didominasi oleh kawasan pemukiman, industri dan tambak udang. Wilayah pesisir tersebut mengalami banjir pasang dan telah berdampak pada kerusakan bangunan pemukiman dan industri di wilayah tersebut. Banjir pasang terjadi secara berkala sesuai dengan kondisi pasang surut dengan liputan area genangan yang terus bertambah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tinggi dan luas genangan banjir pasang yang terjadi di kawasan pemukiman dan industri akibat elevasi muka air. Model genangan banjir pasang dibangun secara spasial menggunakan nilai elevasi muka tanah di pesisir yang berasal dari Rupabumi Indonesia skala 1:25.000 dan nilai elevasi muka air yang didapatkan dari hasil pemodelan hidrodinamika dua dimensi Bulan Mei 2022. Sebaran genangan banjir pasang kemudian dikaji bersama nilai laju penurunan muka tanah yang didapatkan dari pengolahan Citra Sentinel-1 menggunakan metode DIn-SAR. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai elevasi muka air tertinggi sebesar 0,40 m dengan sebaran banjir pasang terjadi secara merata pada Kecamatan Pangenan, Kecamatan Gebang, dan Kecamatan Losari dengan ketinggian 0,1 – 0,6 m dan total luasan genangan adalah 2009,01 ha. Laju penurunan muka tanah yang terjadi adalah sebesar 0,5 – 6 cm mengindikasikan pola sebaran banjir pasang yang terjadi bisa semakin parah, khususnya pada area yang rawan terdampak yaitu kawasan industri garam dan pemukiman sehingga diperlukan penanganan lanjutan untuk mengatasi sebaran dan dampak genangan yang terjadi  The coast of Cirebon Regency is dominated by residential areas, industries and shrimp ponds. This coastal area experienced tidal flooding and this had an impact on damage to residential buildings and the industry in the area. Tidal floods occur periodically according to tidal conditions with inundation area coverage continuing to increase. The aim of this research is to determine the height and extent of tidal flood inundation that occurs in residential and industrial areas due to water level elevation. The tidal flood inundation model was built spatially using land surface elevation values on the coast originating from Indonesian Rupabumi at a scale of 1:25,000 and water surface elevation values obtained from the results of two-dimensional hydrodynamic modeling in May 2022. The distribution of tidal flood inundation was then studied together with the decline rate values. land surface obtained from processing Sentinel-1 imagery using the DIn-SAR method. The results of this research show that the highest water level elevation value is 0.40 m with the distribution of tidal flooding occurring evenly in Pangenan District, Gebang District, and Losari District with a height of 0.1 - 0.6 m and the total area of inundation is 2009.01 ha. . The rate of land subsidence that occurs is 0.5 – 6 cm, indicating that the distribution pattern of tidal flooding that occurs could get worse, especially in areas that are prone to being affected, namely salt industrial areas and residential areas, so further treatment is needed to overcome the distribution and impact of the inundation that occurs.
Co-Authors Adhyaksa Saktika Drestanto Afirman Karyono Agung Prasongko, Wahyu Agus Indarjo Ainur Rofiq Sofa Akbari, M. Denny Akhiroh, Puji Akhmad Hanan Alfi Satriadi Ali Rahman Hakim Amaliana Yuniarti Amin, Moh Hasan Shodiqil Amin, Moh. Hasan Shodiqil Aminuyati Anam, M. Khairul Anang Joko Sadono Anindya Wirasatriya Ardilla, Yohana Nanita Nansy Ariputro, Aryobimo Bharadian Aris Ismanto Asyari, Mufidah Atik Winarti Aulia, Zahra Safira Ayudila A. P., Prasasty Azhari Akmal Tarigan Azra, Mhd Rayhan Basir, Basir Baskoro Rochaddi Benny Tyson Siagian Berlianto, Anggit Novian Budhi Santoso Budi Hartono Cahya, Ardhian Indra Cathaputra, Edo Choiriah, Nabila Fitri Dedi Supriadi Denny Nugroho Sugianto Desrina Desrina Dhaneswara, Donanta Dianpurnama Dianpurnama Dwi Haryo Ismunarti Dwi Puspa Arini Edwin Maulani Edy Haryanto Eka Kusumastuti, Anie Eko Nugroho Fahendi Roher Fauzi Hanif Febriani, Diana Nur Febrianto, Nanang Ferry Hermawan Fikri, Hidayatulla Firdausiyah, Jannatul Fitriyanto, Bobby Rachmat Fitriyanto, Bobby Rachmat Fonny Rianawati Gaol, Hadimas Lumban Gentur Handoyo Ghozali, Kanaya Gusti Muhammad Hatta H Hadiyanto Habibah, Wulidatul Hamdi Anugrah, Hamdi Hanah Khoirunnisa, Hanah Hanum Muarifah Hanun, Alain Shofia Harahap, Fasthabiqul Ambiya Hardiyanto Hardiyanto Hardjana, Fahira Mutiara Hariadi Hariadi Hasan, Miftahul Hatmaja, Rahaden Bagas Hayati, Sri Ayatina Herlina Ika Ratnawati, Herlina Ika Heryoso Setiyono Hidayat, Amat Hidayatullah, Muhammad Fatih Himavan Prathista Nugraha Hirawaty Kamarulzaman, Nitty Ivan Febriansyah Izzaturrahim, Muh. Hafizh Jafron Wasiq Hidayat Jamal Jamal Jamhari Jamhari Jannah, Nurul Jarkawi Jarkawi, Jarkawi Jayawarsa, A.A. Ketut Kartika Hariyanto, Hani Khairun Nisa Kunarso Kunarso Laila Hayati, Laila Latifah, Laila Lelalette, Johanis Dominggus Lestari Lakhsmi Widowati Lilik Maslukah Luh Putu Ratna Sundari M. Fachrurrozi M. Furqon Azis Ismail M. Taufan Qoriadi Mahinsha, Amryl Naufal Ilham Mario Putra Suhana Masyithoh, Dewi Meirantika, R. Meirantika, Ruping Melissa Bonauli, Melissa Muarifah, Hanum Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Husni Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Muhana, Muriyani Munasik Munasik Musdalipah, Febby Muttaqien, Moh Hasan Firghol Nadia Ramli, Nurul Naparin, Muhammad Nasir Shamsudin , Mad Noor Mirad Sari Nugroho Agus D Nurhasanah Nurhasanah Nurhikmah Nurhikmah Nurul Hadi, Nurul Nurul Huda, Asri Nurwahyuni, Eka Octavianna, Pramesthi Dwi Pangastuti, Prima Riliayunda Petrus Subardjo Prafitri , Rizky Pratama, Dhika Rino Priyo Sugeng Winarto Puspita Anugra Yekti , Aulia Puspita Anugra Yekti, Aulia Puspita, Dian Endah Putri Utami, Putri Putri, Eka Salma Afifah Putri, Mayada Qorihah Ismayati Rahayu Ningsih Ramadhani, Khoirul Ramadhina Irsanti Putri, Ardyah Rendhy Dimas R, Rendhy Dimas Rezti, Rezti Ria Azizah Tri Nuraini Rikoh Manogar Siringoringo Rina Kurniati Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Rinda Nita Ratnasari, Rinda Nita Rini Dwi Wahyuni Rizki Prafitri Rizkiyah, Sinta Asri Rodi Rodi, Rodi Rudhi Pribadi Ryan Nurdiansyah Ryanto, Fauzan Novan Saipiatuddin, Saipiatuddin Sanova, Aulia Seto Sandi Saputri, Elsi Seprianti, Restu Setiawan, Abim Setiyadi, Johar Siddhi Saputro Sinaga, Boby Christian Siswono, Eko Sitinjak, Dedy Febrianto Sri Wilarso Budi Subekti Mujiasih Sugeng Widada Suharsono Suharsono Suharyanto, Oasiska Nuhannaning Sulaiman Sulaiman Tadzkirah, Laila Tagore, Rafa Fahrezi Ulfah Nurjanah, Ulfah Ulfani, Afifa Ulyana, Dyah Nurul Umami, Novita Utami, Hana Putri Violet Warsito Atmodjo Widianingsih Widianingsih Widodo S Pranowo Winarti, Atik Winarto , Priyo Sugeng Winarto, Priyo Yulicia , Zamrudhinda Minna Yusuf Jati Wijaya Zaini, Fina Magfirah Zakiyullah, Azkalakum Zulyani, Zulyani