Claim Missing Document
Check
Articles

Digitalisasi Data Potensi Sumber Daya Alam Desa Teluk Lada Berbasis Geographic Information System (GIS) Hidayat, Amat; helmi, Muhammad; Seprianti, Restu
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1047

Abstract

Teluk Lada Village, located in the coastal area of Pandeglang Regency, boasts diverse natural resource potential, including fisheries, agriculture, and marine tourism. However, data on this potential has not been systematically documented, complicating development planning and sustainable resource management. This study aims to describe the process of digitizing village natural resource potential data using a Geographic Information System (GIS) to support integrated regional management and development. The method used was participatory mapping, involving the village government, local communities, and a team of students. The activity stages included field data collection, location coordinates acquisition using GPS devices, spatial data processing with QGIS software, and data validation with village stakeholders. The results of this activity produced a digital map of agricultural, fisheries, and tourism potential that can be accessed interactively. This digitization has been proven to simplify the planning process, increase data transparency, and open up investment opportunities based on local potential. Thus, the application of GIS is an innovative solution for realizing effective, accurate, and sustainable village natural resource management.
Adjustment of Household Beef Consumption during the FMD Outbreak: Evidence from Urban Consumers in Malang, Indonesia Helmi, Muhammad; Febrianto, Nanang; Hartono, Budi; Akhiroh, Puji; Hirawaty Kamarulzaman, Nitty; Winarto , Priyo Sugeng
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 35 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2025.035.03.14

Abstract

Beef has become one of the main protein sources for urban households. Following the 2022 Foot and Mouth Disease (FMD) outbreak, consumers may adjust purchasing and consumption behavior due to heightened food-safety risk perceptions and disruptions in the beef supply chain. This study examines how the FMD outbreak, together with household socio-economic characteristics, relates to changes in urban beef consumption. The study was conducted in Malang City using surveys of 100 household respondents who consume beef. The data were analyzed descriptively, with a before-and-after FMD comparison and multiple linear regression with a natural log model for the factors affecting demand. The study's findings confirmed that FMD significantly decreased several consumption-related indicators, including the frequency and volume of beef purchases, as well as the mode of purchase, with a shift from traditional to modern markets and even to e-commerce. Beef consumption generally continued, but households adopted more risk-moderated patterns. Regression results suggest that household size, income, and education are key correlates of beef demand during the outbreak, whereas beef price and prices of alternative proteins show limited explanatory power in this sample. This study contributes empirical evidence on outbreak-driven demand adjustment and channel switching among urban consumers. The findings imply that strengthening food-safety communication, traceability, and consumer education may help stabilize demand and support safer purchasing decisions during future animal-disease events.
Evaluasi Kualitas Silase Berdasarkan Jenis Hijauan Pakan Ternak Dan Pemberian Molase Winarti, Atik; Muarifah, Hanum; Wahyuni, Rini Dwi; Ardilla, Yohana Nanita Nansy; Helmi, Muhammad; Meirantika, Ruping
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.7

Abstract

Ketersediaan pakan yang stabil merupakan tantangan utama dalam peternakan, dan silase adalah metode pengawetan yang efektif melalui fermentasi. Kualitas silase ditentukan oleh bahan baku dan aditif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara kualitatif pengaruh kombinasi hijauan pakan ternak dan tingkat penambahan molase terhadap kualitas silase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 perlakuan P1 (rumput gajah), P2 (rumput gajah + molase), P3 (tebon jagung), P4 (tebon jagung + molase), P5 (gamal), P6 (gamal + molase), P7 (lamtoro), P8 (lamtoro + molase), P9 (rumput gajah + gamal), P10 (rumput gajah + gamal + molase), P11 (tebon jagung + gamal), P12 (tebon jagung + gamal + molase), P13 (rumput gajah + lamtoro), P14 (rumput gajah + lamtoro + molase), P15 (tebon jagung + lamtoro), dan P16 (tebon jagung + lamtoro + molase) dan 2 ulangan. Silase diinkubasi secara anaerob selama 21 hari. Parameter yang dianalisis meliputi warna, aroma, tekstur, kontaminasi jamur, dan pH. Data dianalisis secara deskriptif pada variabel organoleptik dan menggunakan RAL untuk variabel kuantitatif. Seluruh perlakuan menunjukkan proses fermentasi yang optimal. Aroma seluruh sampel adalah asam segar, warna berubah konsisten menjadi hijau kecokelatan dan tekstur berubah dari segar/keras menjadi layu/lunak. pH seluruh perlakuan turun secara signifikan dari netral (6,7–7,4) menjadi asam (3,9–4,9), menunjukkan fermentasi yang efektif oleh BAL. Jenis hijauan dan penambahan molase tidak memengaruhi aroma, warna, tekstur, maupun pH akhir silase. Kontaminasi jamur pasca-fermentasi terjadi pada 75% sampel, namun sebagian besar terbatas pada salah satu ulangan (68,75%), dengan hanya 6,25% (P6) yang terkontaminasi pada semua ulangan. Seluruh perlakuan menghasilkan silase berkualitas baik dengan ciri-ciri fisik dan kimia yang seragam (aroma asam segar, hijau kecokelatan, pH rendah, tekstur lunak).
STRATEGI BISNIS DENGAN PENDEKATAN ANALISIS MATRIKS BOSTON CONSULTING GROUP PADA WISATA PANTAI SUNGAI BAKAU KABUPATEN SERUYAN Musdalipah, Febby; Helmi, Muhammad; Rianawati, Fonny
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17786

Abstract

Strategi bisnis merupakan dasar dari usaha yang dikoordinasi dan ditopang, yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan usaha jangka panjang. Strategi bisnis dalam pariwisata berbeda tergantung dari kondisi aktual lokasi serta permasalahan yang terjadi pada tempat wisata. Pantai Sungai Bakau merupakan salah satu wisata yang berada di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah yang pertama kali dibangun dan beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis kategori kuadran (posisi) berbasis matriks BCG wisata Pantai Sungai Bakau. (2) Membuat strategis bisnis pengembangan wisata Pantai Sungai Bakau. Metode pendekatan Matriks Boston Consulting Group berfokus pada produk atau divisi yang dapat menghasilkan uang lebih banyak atau mengeluarkan uang lebih banyak dengan menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategi dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan. Matriks BCG terdapat 4 kuadran yang menggambarkan posisi suatu unit bisnis dipandang dari segi pertumbuhan pasar serta pangsa pasarnya, keempat kuadran atau kategori tersebut adalah : (1) Star. (2) Question Mark. (3) Cash Cow dan (4) Dogs. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan pasar wisata Pantai Sungai Bakau sebesar 18,3% dan pangsa pasar relatif sebesar 2,46 yang artinya masuk ke dalam kuadran Cash Cow (pertumbuhan pasar rendah dan pangsa pasar relatifnya tinggi). Strategi bisnis yang dapat diterapkan oleh kuadran Cash Cow adalah pengembangan produk, diversifikasi, penciutan dan divestasi.
ANALISIS GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) TANAH LAUT Putri, Mayada; Helmi, Muhammad; Asyari, Mufidah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17788

Abstract

Penelitian in bertujuan untuk menganalisis kesetaraan gender dan faktor kesenjangan, menganalisis peran gender dalam pengambilan keputusan (decision making), dan membuat rencana aksi dalam saran kebijakan berdasar martiks Gender Analysis Pathway pengelolaan Hutan Kemasyarakatan yang responsif gender di KPH Tanah Laut. Pengumpulan data dilakukan di 3 KTH di Kabupaten Tanah Laut, yaitu KTH Gunung Birah kec Panyipatan, KTH Batu Kura kec Bajuin, dan Gapoktan Sumber Kahuripan kec Ujung Batu. Data primer diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur dengan menggunakan kuesioner kepada anggota KTH yang menjadi respoden sebanyak 59 orang. Selain itu, wawancara mendalam juga dilakukan terhadap Ketua masing-masing KTH. Hasil penelitian ini ditemukan kesenjangan gender yang terjadi di 3 KTH tersebut pada 4 faktor analisis kesenjangan yakni faktor akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat. Tidak diikutsertakannya perempuan dalam kepengurusan merupakan permasalahan pada faktor akses. Selain keterwakilan yang rendah, perempuan juga tidak memiliki kontrol yang signifikan, yang menyebabkan program pengelolaan Hutan Kemasyarakatan menjadi kurang peka terhadap gender. Ini menunjukkan bahwa rendahnya akses dan partisipasi dari kelompok perempuan akan berdampak pada kontrol dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan tersebut. Rata-rata persentase laki-laki dalam pengambilan keputusan adalah 33,65%, perempuan 26,1%, dan seimbang 40,25%.
Interaksi Sosial Pekerja Anak: Studi Kasus Anak yang Bekerja Sebagai Buruh Bangunan di RW.05 Desa Kalimukti Kabupaten Cirebon Helmi, Muhammad; Siswono, Eko; Saipiatuddin, Saipiatuddin
Edukasi IPS Vol. 3 No. 1 (2019): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.03105

Abstract

This research aims to: (1) Know the factors cause children to prefer working as builder rather than go to school. (2) Know the social interaction of child labourers in builder at the work environment (3) Knowing the changes lifestyle of child labourers after working as builder. This researched in RW.05 Kalimukti Village, Pabedilan District, Cirebon Regency more than three month since March to May 2019. The method used in this research is qualitative research methods, with data collection techniques through observation, interviews, Focus Group Discussion (FGD) and documentation. Data sources in this research are key informants and core informants consist of the chairperson of RW.05, head of a village 03, head of builder and parents of child laborers as key informants and four child laborers as builder as core informants. The results of research are conclude that (1) Factors underlying children who choose to work as builder rather than go to school are less of motivation to learn; Environment; Self-will (independent); Economic crush (2) There are forms of social interaction on child labourers in the form of cooperation, accommodation and obstacles in the form of conflicts that occur in child labourers in the work environment. As for the things that become barriers to child labor such as adaptation to the new environment (3) There is a change in lifestyle on the better habits in children after they are work as builder. As well as changes in the appearance and economic independence caused by the income received after work.
Pencegahan Kebakaran Berulang pada Lahan Gambut dengan Pendekatan Berbasis Tapak di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kalimantan Selatan: Preventing Recurrent Peatland Fires through a Site-Based Approach in Landasan Ulin Village, South Kalimantan Rianawati, Fonny; Kadir, Syarifuddin; Badaruddin, Badaruddin; Helmi, Muhammad; Asyisyifa, Asyisyifa; Mayawati, Sari; Hadi, Wirawan Noor
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.52633

Abstract

ABSTRACT Recurrent peatland fires in Banjarbaru threaten ecosystems, public health, and regional economies, demanding integrated, collaborative, and sustainable site-based fire management strategies. The present research goals. The objectives of this study are to identify the factors causing recurrent fires on peatlands, to assess community responsibility in preventing and controlling such incidents, and to examine site-based fire control practices implemented by local residents and related institutions. This research employs a site-based descriptive–analytical approach, in which primary data were collected through field observations (ground check), interviews, and questionnaires administered to 50 respondents using an incidental sampling method. Secondary data were obtained through Focus Group Discussions (FGDs) with the Village Government, the Banjarbaru Disaster Management Agency (BPBD), and local fire-awareness groups, selected using a purposive sampling technique. The results indicate that all recurrent fire events are associated with human activities, particularly land clearing and burning without controlled fire management, discarded cigarette butts, and the spread of fire through dry peat via underground layers. Quantitative data show that 76% of respondents stated that fires spread from other locations. Community practices in fire management remain dominated by reporting behavior (80%), while only 20% participate directly in suppression efforts during idle-land burning. This limited involvement reflects the lack of trained human resources and adequate equipment at the community level. Control measures have been implemented through the construction of firebreaks and water channels as part of peatland hydrological management. However, fires will continue to occur and recur if local residents and related institutions do not actively maintain these facilities. This study concludes that peatland fire control must be implemented in an integrated manner, involving local communities at the site level in collaboration with stakeholders and government institutions.   Keywords: preventing, peat fires, community participation   ABSTRAK Kebakaran lahan gambut berulang di Banjarbaru mengancam ekosistem, kesehatan masyarakat, ekonomi regional, serta menuntut pengendalian berbasis tapak berkelanjutan kolaboratif terpadu. Tujuan penelitian saat ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kebakaran berulang di lahan gambut, untuk menilai tanggung jawab masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian insiden, dan untuk membahas pengendalian kebakaran berbasis praktik penyadapan yang diterapkan oleh penduduk setempat dan lembaga terkait. Penelitian ini merupakan studi deskriptif-analitik berbasis site-tapping dimana pengumpulan data utama dilakukan di lapangan melalui ground check, wawancara, dan kuesioner terhadap 50 responden menggunakan metode incidental sampling. Data sekunder dikumpulkan melalui FGD dengan LURD, BPBD Banjarbaru, dan Amendemenselites yang diatur dengan metode purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kejadian kebakaran berulang semuanya terkait dengan aktivitas manusia, terutama pembukaan dan pembakaran ulang tanpa api yang terkendali, puntung rokok, dan penyebaran api di gambut kering oleh lapisan bawah tanah. Berdasarkan data kuantitatif, 76% responden mengklaim bahwa kebakaran menyebar dari sumber lain. Praktik masyarakat dalam penanganan kebakaran tetap didominasi oleh pola pelaporan dengan 80%, dan 20% lainnya melalui bantuan selama pembakaran perkebunan yang menganggur, yang berlangsung pada tingkat minimum karena masyarakat tidak memiliki sumber daya dan sarana terlatih untuk membantu selama terjadinya kebakaran.  Kegiatan pengendalian dilakukan dengan pembuatan sekat bakar  dan saluran-saluran air sebagai bagian dari pengelolaan hidrologi) akan   tetapi kebakaran akan terjadi dan terjadi kembali jika penduduk setempat dan lembaga terkait tidak aktif memelihara fasilitas tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian kebakaran lahan gambut harus selalu dilakukan secara terintegrasi baik oleh masyarakat ditingkat tapak, maupun stakeholgder dan pemerintah.   Kata kunci: pencegahan, kebakaran gambut, partisipasi masyarakat
Spatial–Seasonal Mapping of Estuarine Bed Sediment Texture Under a Natural Mouth-Closure Regime: Evidence from the Kungkai Baru Estuary, Western Indonesia Nofridiansyah, Eko; Hartoko, Agus; Muskananfola, Max Rudolf; Helmi, Muhammad; Adi, Wahyu
JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol. 10 No. 1 (2026): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2026.010.01.10

Abstract

Seasonally closed estuaries are vulnerable coastal systems in which alternating phases of mouth closure and opening strongly influence hydrodynamics, sediment transport, and benthic habitats. The Kungkai Baru Estuary on the wave-dominated western coast of Sumatra, Indonesia, is a small tropical estuary that predictably closes during the west monsoon and re-opens during the east monsoon. Although previous studies have documented major morphodynamic changes and shifts in macrozoobenthic communities between these phases, the associated near-bed sediment dynamics remain insufficiently understood. This study examined spatial and seasonal patterns of bed sediment texture using surface sediment samples collected at 21 stations during closed-mouth and open-mouth conditions and analysed through grain-size distribution and Folk–Ward statistics. Bed sediments were overwhelmingly sandy (>96% sand), but mean grain-size, sorting, and skewness showed clear spatial and seasonal variation. During the closed-mouth season, moderately well-sorted fine to medium sands dominated the middle and upper estuary, indicating reduced marine energy and greater retention of finer material. During the open-mouth season, coarser and more poorly sorted sands occurred near the estuary entrance, reflecting stronger marine influence and more active sediment exchange. These findings align with previously reported longitudinal patterns in macrozoobenthos and provide a sediment-based framework for understanding benthic habitat heterogeneity in seasonally closed tropical estuaries.
ANALISIS TEORETIS DAMPAK PENGAMBILAN KEPUTUSANBERBASIS DATA DIGITAL TERHADAP PERILAKU ORGANISASI Asmar, Asri Fianti; Norhan, Linda; Helmi, Muhammad; Wahdiniwaty, Rahma; Sya’roni, Deden Abdul Wahab
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan
Publisher : Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmk.v15i02.56085

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena transformasi digital yang mengubah struktur dan budaya kerja organisasi modern, di mana terjadi pergeseran masif dari sistem konvensional menuju integrasi teknologi. Paradigma pengambilan keputusan yang semula bersifat intuitif kini beralih menjadi berbasis data digital (data-driven), yang secara fundamental mengubah pola interaksi manusia dalam organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis teoretis guna memahami dampak integrasi data digital terhadap rasionalitas dan transparansi perilaku organisasi, serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam proses adopsi tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Tata cara pengambilan data dilakukan secara sistematis melalui pencarian dokumen pada sumber data ilmiah, dengan kriteria seleksi artikel yang dipublikasikan dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Data sekunder yang terkumpul kemudian dipetakan untuk melihat keterkaitan antara digitalisasi dengan perubahan budaya organisasi. Kata kunci: Perilaku Organisasi, Data Digital, Pengambil Keputusan.
Analysis of Land Use Change in Upper Serayu Watersheds Using Remote Sensing and Geographic Information Systems Susanti, Yuari; Syafrudin, Syafrudin; Helmi, Muhammad
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13, No 1 (2020): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.105 KB) | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v13i1.37825

Abstract

Globalization and the development of science and  technology cause human  needs increase. This has an effect on land use, especially in watershed areas. Serayu is one of watershed in Central Java which is have problems related to land use, which occurs in the upper of the watershed. Agricultural Intensification, deforestation, an increase in population are factors that drives land use changes in the upper of Serayu watershed. The utilization of  watershed areas that ignore spatial rules causes pollution and land degradation. That condition happened and this makes the Serayu watershed one of the priority watersheds for rehabilitation in Indonesia. Remote Sensing (RS) and Geographic Information Systems (GIS) are tools that used to analyze land use changes that occurred in 2009-2019. Land use are classified into six classes ; water bodies (rivers, lakes, ponds), built-up areas, shrubs, forests, agriculture (rice fields, fields), and empty land.
Co-Authors Adhyaksa Saktika Drestanto Afirman Karyono Agung Prasongko, Wahyu Agus Hartoko Agus Indarjo Ainur Rofiq Sofa Akbari, M. Denny Akhiroh, Puji Akhmad Hanan Alfi Satriadi Amaliana Yuniarti Amin, Moh. Hasan Shodiqil Aminuyati Anam, M. Khairul Anang Joko Sadono Anindya Wirasatriya Ardilla, Yohana Nanita Nansy Ariputro, Aryobimo Bharadian Aris Ismanto Asmar, Asri Fianti Asyari, Mufidah Asyisyifa, Asyisyifa Atik Winarti Aulia, Zahra Safira Ayudila A. P., Prasasty Azra, Mhd Rayhan Badaruddin Badaruddin Basir, Basir Baskoro Rochaddi Benny Tyson Siagian Budhi Santoso Budi Hartono Cahya, Ardhian Indra Cathaputra, Edo Choiriah, Nabila Fitri Dedi Supriadi Denny Nugroho Sugianto Desrina Desrina Dhaneswara, Donanta Dianpurnama Dianpurnama Dwi Haryo Ismunarti Dwi Puspa Arini Edwin Maulani Eka Kusumastuti, Anie Eko Nofridiansyah, Eko Eko Nugroho Febriani, Diana Nur Febrianto, Nanang Fikri, Hidayatulla Fitriyanto, Bobby Rachmat Fitriyanto, Bobby Rachmat Fonny Rianawati Gaol, Hadimas Lumban Gentur Handoyo Ghozali, Kanaya Gusti Muhammad Hatta H Hadiyanto Hadi, Wirawan Noor Hamdi Anugrah, Hamdi Hanum Muarifah Hanun, Alain Shofia Hardiyanto Hardiyanto Hardjana, Fahira Mutiara Hariadi Hariadi Hasan, Miftahul Hatmaja, Rahaden Bagas Herlina Ika Ratnawati, Herlina Ika Heryoso Setiyono Hidayat, Amat Hidayatullah, Muhammad Fatih Himavan Prathista Nugraha Hirawaty Kamarulzaman, Nitty Ivan Febriansyah Izzaturrahim, Muh. Hafizh Jamal Jamal Jamhari Jamhari Jarkawi Jayawarsa, A.A. Ketut Khairun Nisa Kunarso Kunarso Laila Hayati, Laila Latifah, Laila Lelalette, Johanis Dominggus Lestari Lakhsmi Widowati Lilik Maslukah Linda Norhan, Linda Luh Putu Ratna Sundari M. Fachrurrozi M. Furqon Azis Ismail M. Taufan Qoriadi Mahinsha, Amryl Naufal Ilham Mario Putra Suhana Masyithoh, Dewi Max Rudolf Muskananfola Meirantika, R. Meirantika, Ruping Melissa Bonauli, Melissa Muarifah, Hanum Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Husni Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Muhana, Muriyani Munasik Munasik Musdalipah, Febby Nadia Ramli, Nurul Naparin, Muhammad Nasir Shamsudin , Mad Noor Mirad Sari Nugroho Agus D Nurhasanah Nurhasanah Nurhikmah Nurhikmah Nurul Hadi, Nurul Nurul Huda, Asri Nurwahyuni, Eka Octavianna, Pramesthi Dwi Pangastuti, Prima Riliayunda Petrus Subardjo Prafitri , Rizky Pratama, Dhika Rino Priyo Sugeng Winarto Puspita Anugra Yekti , Aulia Puspita Anugra Yekti, Aulia Puspita, Dian Endah Putri Utami, Putri Putri, Eka Salma Afifah Putri, Mayada Qorihah Ismayati Rahayu Ningsih Rahma Wahdiniwaty Ramadhani, Khoirul Ramadhina Irsanti Putri, Ardyah Rendhy Dimas R, Rendhy Dimas Rezti, Rezti Ria Azizah Tri Nuraini Rikoh Manogar Siringoringo Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Rinda Nita Ratnasari, Rinda Nita Rini Dwi Wahyuni Rizki Prafitri Rizkiyah, Sinta Asri Rodi Rodi, Rodi Rudhi Pribadi Ryan Nurdiansyah Ryanto, Fauzan Novan Saipiatuddin Sanova, Aulia Seto Sandhi Sari Mayawati Seprianti, Restu Setiawan, Abim Setiyadi, Johar Siddhi Saputro Sinaga, Boby Christian Siswono, Eko Sitinjak, Dedy Febrianto Sri Ayatina Hayati Sri Wilarso Budi Subekti Mujiasih Sugeng Widada Suharsono Suharsono Sulaiman Sulaiman Susanti, Yuari Syafrudin Syafrudin SYARIFUDDIN KADIR Sya’roni, Deden Abdul Wahab Tadzkirah, Laila Ulfah Nurjanah, Ulfah Ulfani, Afifa Ulyana, Dyah Nurul Umami, Novita Utami, Hana Putri Violet Wahyu Adi Warsito Atmodjo Widianingsih Widianingsih Widodo S Pranowo Winarto , Priyo Sugeng Winarto, Priyo Yulicia , Zamrudhinda Minna Yusuf Jati Wijaya Zulyani, Zulyani