p-Index From 2021 - 2026
19.966
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL Jurnal Berita Ilmu Keperawatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Al Ishlah Jurnal Pendidikan Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Medika Malahayati Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Jurnal Sehat Mandiri Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Jurnal Kesehatan Karya Husada Bali Medika Jurnal NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Peduli Masyarakat Jurnal Inovasi Penelitian Jurnal Kesehatan Tambusai Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal EduHealth Journal of Nursing Education & Practice (JNEP) JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal Kolaboratif Sains SEHATI: Jurnal Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Cakrawala Ilmiah Jurnal Pengabdian Mandiri JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Keperawatan Bunda Delima Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Jurnal Keperawatan Notokusumo Riset Informasi Kesehatan Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute RENATA Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Journal of Advanced Health Informatics Research Java Nursing Journal Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Journal Innovation In Education VISA: Journal of Vision and Ideas Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Gawat Darurat Joong-Ki NMI THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Borneo Nursing Journal Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Manajemen Nyeri Farmakologi Pasca Bedah Laparotomi dengan Anestesi Umum: Systematic Literature Review Sabrina Rizqi Amelia; Made Suandika; Surtiningsih Surtiningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i3.9006

Abstract

Laparotomy is a major surgical procedure associated with a high risk of acute postoperative pain. According to Gan (2017), if pain is not properly managed, it can progress to chronic pain. (Toro et al., 2018) reported that severe pain on the first postoperative day is still commonly found in laparotomy patients, while (Small & Laycock, 2020) indicated that moderate to severe pain within the first 24 hours following major surgery remains a significant clinical issue. This study aims to evaluate the effectiveness of pharmacological pain management following laparotomy under general anesthesia, specifically to identify the types of opioid analgesics used, analyze their effectiveness in reducing pain intensity, identify side effects, and examine administration techniques and routes. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA guidelines. Literature searches were conducted in the PubMed, ScienceDirect, and SpringerLink databases covering the years 2015–2026. The included studies comprised randomized controlled trials (RCTs), cohort studies, and retrospective studies addressing opioid pharmacological pain management in adult patients following laparotomy under general anesthesia. Study quality assessment was performed using the Joanna Briggs Institute (JBI) instrument. A total of 11 studies met the inclusion criteria. The results of the systematic literature review indicate that opioids are effective in reducing postoperative pain following laparotomy under general anesthesia. The most commonly used opioids are morphine, fentanyl, and oxycodone. Of all the opioids reviewed, oxycodone provided the best pain control, while intrathecal morphine was most effective in reducing the need for supplemental opioids during the early postoperative period. Other opioids, such as extended-release dinalbuphine sebacate and tegileridine, are also effective, but the number of studies is still limited. The most common side effects are nausea, vomiting, pruritus, sedation, and dizziness. Pharmacological pain management using opioids is effective in reducing the intensity of postoperative pain following laparotomy under general anesthesia. Morphine, fentanyl, and oxycodone are the most commonly used opioids. Oxycodone and intrathecal morphine have shown good results in improving pain control and reducing the need for supplemental opioids. The selection of opioid type, dosage, and administration technique must be tailored to the patient’s clinical condition to achieve optimal analgesia with minimal side effects.
Efek Kebiasaan Merokok Terhadap Stabilitas Saturasi Oksigen Pasca Anestesi Umum: Systematic: The Effect Of Smoking Habits On The Stability Of Oxygen Saturation Post-General Anesthesia: Systematic Mario Fransisco Putra Tjiku; Made Suandika; Tophan Heri Wibowo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10914

Abstract

Anestesi umum banyak digunakan dalam tindakan pembedahan, namun berisiko menimbulkan komplikasi terutama pada sistem pernapasan, salah satunya penurunan saturasi oksigen. Kebiasaan merokok diketahui dapat mengganggu fungsi paru dan transportasi oksigen akibat paparan karbon monoksida. Mengetahui efek kebiasaan merokok terhadap stabilitas saturasi oksigen pasca anestesi umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect pada rentang tahun 2016–2025. Kriteria inklusi meliputi penelitian kuantitatif dengan desain cohort yang melibatkan pasien perokok yang menjalani anestesi umum serta melaporkan saturasi oksigen pascaoperasi. Penilaian kualitas studi menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). Sebanyak 8 studi memenuhi kriteria inklusi. asil kajian menunjukkan bahwa pasien perokok cenderung mengalami penurunan saturasi oksigen yang lebih signifikan dibandingkan non-perokok setelah anestesi umum. Hal ini disebabkan oleh gangguan fungsi paru, peningkatan sekresi saluran napas, serta pembentukan karboksihemoglobin yang menghambat distribusi oksigen ke jaringan. Selain itu, perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipoksia dan komplikasi respirasi pascaoperasi. Kebiasaan merokok berpengaruh terhadap penurunan stabilitas saturasi oksigen pasca anestesi umum. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi perioperatif yang komprehensif serta anjuran penghentian merokok sebelum tindakan operasi.
Perbandingan Anestesi Epidural dengan Subarachnoid Block terhadap Kualitas Pemulihan Pasien Bedah Ortopedi: Systematic Literature Review Adista Veradina; Made Suandika; Tophan Heri Wibowo
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i3.9272

Abstract

Fractures and orthopedic surgeries are common procedures that require optimal regional anesthesia techniques to support patient recovery. This study aims to compare the effectiveness of epidural anesthesia and subarachnoid block (SAB) on the quality of recovery in orthopedic surgery patients through a systematic literature review. The literature search was conducted in the PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases for the period 2015–2025, using the PRISMA guidelines. A total of 6 studies that met the inclusion criteria were analyzed narratively. The results indicate that epidural techniques and spinal-epidural combinations such as CSEA, CSA, and SCSE tend to yield better recovery outcomes compared to SAB, particularly regarding hemodynamic stability, duration of analgesia, postoperative pain control, and early mobilization. Additionally, the incidence of hypotension, urinary retention, and back pain is lower with epidural or combination techniques. However, SAB remains superior in terms of rapid onset of action and ease of technique. In conclusion, epidural techniques better support multidimensional recovery quality in orthopedic patients compared to SAB.
Analisis faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian hipotensi pasca spinal anestesi pada pasien Sectio Caesarea Sumarno; Septian Mixrova Sebayang; Made Suandika
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i1.3371

Abstract

Background: Hypotension is a common complication following spinal anesthesia in patients undergoing cesarean section and can affect both the mother and the fetus. Purpose: To identify the factors associated with the incidence of hypotension following spinal anesthesia at Hajjah Andi Depu General Hospital in Polewali Mandar. Method: Observational analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 129 patients undergoing cesarean section under spinal anesthesia, selected using purposive sampling. Data were collected through observation and documentation, including age, preload fluid volume, intraoperative bleeding, and incidence of hypotension. Data analysis used the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test with a significance level of p<0.05. Results: Hypotension occurred in 67 respondents (51.9%). There was a significant association between age (p<0.001), preload volume (p=0.038), and intraoperative blood loss (p<0.001) and the incidence of hypotension following spinal anesthesia. The risk of hypotension was higher in patients with a preload of <500 ml and intraoperative blood loss of ≥500 ml. Conclusion: Age, preload volume, and intraoperative blood loss were associated with the incidence of post-spinal anesthesia hypotension in patients undergoing cesarean section.   Keywords: Cesarean Section; Fluid Preload; Hypotension; Spinal Anesthesia.   Pendahuluan: Hipotensi merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah spinal anestesi pada pasien Sectio Caesarea dan dapat memengaruhi kondisi ibu maupun janin. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipotensi pasca spinal anestesi di RSUD Hajjah Andi Depu Polewali Mandar. Metode: Desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 129 pasien Sectio Caesarea dengan spinal anestesi yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi meliputi usia, jumlah cairan preload, perdarahan intraoperatif, dan kejadian hipotensi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Hasil: Kejadian hipotensi terjadi pada 67 responden (51.9%). Terdapat hubungan bermakna antara usia (p<0.001), jumlah cairan preload (p=0.038), dan perdarahan intraoperatif (p<0.001) dengan kejadian hipotensi pasca spinal anestesi. Risiko hipotensi lebih tinggi pada pasien dengan preload <500 ml dan perdarahan ≥500 ml. Simpulan: Usia, jumlah cairan preload, dan perdarahan intraoperatif berhubungan dengan kejadian hipotensi pasca spinal anestesi pada pasien Sectio Caesarea.   Kata kunci: HipotensI; Preload Cairan; Sectio Caesarea; Spinal Anestesi.
Efektivitas penerapan check list pemantauan post-anesthesia care unit (PACU) dalam menurunkan insiden komplikasi pasca anestesi Mukhamad Ikhsan; Made Suandika; Martyarini Budi
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i1.3372

Abstract

Background: Post-general anesthesia complications remain a significant issue in perioperative care and can be prevented through systematic monitoring in the Post-Anesthesia Care Unit (PACU). Purpose: To analyze the effectiveness of implementing a PACU monitoring checklist in reducing the incidence of post-geneal anesthesia complications at Merauke Regional General Hospital. Method: A quantitative research with an analytical observational approach and a cross-sectional study design. The study sample consisted of 128 patients who underwent general anesthesia at Merauke Regional General Hospital, selected using purposive sampling. Data were collected through observation and documentation using the PACU checklist to assess the completeness of monitoring, as well as an observation form for general anesthesia complications. Data analysis used the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. Results: The results showed that the majority of checklist implementation fell into the “complete” category (67.2%). Most patients did not experience post-general anesthesia complications (64.1%); however, complications such as pain, postoperative nausea and vomiting (PONV), hypoxia, hemodynamic disturbances, shivering, and decreased consciousness were still observed. There was a significant association between the implementation of the PACU checklist and the incidence of post-general anesthesia complications (p = 0.000), where the complete implementation of the checklist was proven to be more effective in reducing the incidence of complications. Conclusion: Implementation of the PACU monitoring checklist is associated with and effective in reducing the incidence of post-general anesthesia complications in patients at Merauke Regional General Hospital.   Keywords: General Anesthesia; PACU checklist; Patient Safety; Post-Anesthesia Complications.   Pendahuluan: Komplikasi pasca anestesi umum masih menjadi masalah penting dalam pelayanan perioperatif dan dapat dicegah melalui pemantauan yang sistematis di Post-Anesthesia Care Unit (PACU). Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas penerapan check list pemantauan PACU terhadap penurunan insiden komplikasi pasca anestesi umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan cross sectional study. Sampel penelitian berjumlah 128 pasien yang menjalani anestesi umum di RSUD Merauke yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi dokumentasi menggunakan lembar check list PACU untuk menilai tingkat kelengkapan pemantauan serta lembar observasi komplikasi pasca anestesi umum. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebagian besar penerapan check list berada pada kategori lengkap (67.2%). Sebagian besar pasien tidak mengalami komplikasi pasca anestesi umum (64.1%), namun masih ditemukan komplikasi seperti nyeri, postoperative nausea and vomiting (PONV), hipoksia, gangguan hemodinamik, shivering, dan penurunan kesadaran. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan check list PACU dengan kejadian komplikasi pasca anestesi umum (p = 0,000), dimana penerapan check list yang lengkap terbukti lebih efektif dalam menurunkan insiden komplikasi. Disimpulkan bahwa penerapan check list pemantauan PACU berhubungan dan efektif dalam menurunkan kejadian komplikasi pasca anestesi umum pada pasien di RSUD Merauke. Kata kunci: Anestesi Umum; Check List PACU; Keselamatan Pasien; Komplikasi Pasca Anestesi.
Gambaran Kejadian Agitasi Pada Pasien Dewasa Dan Anak Post General Anestesi Menggunakan Sevofluran Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen Aben Pernandes; Made Suandika; Rahmaya Nova Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.647

Abstract

Agitasi masih terjadi pada pasien yang dilakukan anestesi umum dengan pemberian sevofluran. Agitasi pasca operasi sering terjadi pada anak yang menjalani anestesi dengan sevofluran, diduga akibat solubilitas sevofluran yang cenderung lebih rendah dibandingkan gas inhalasi lain. Pada hasil survei yang telah dilakukan di RSUD dr. Soedirman Kebumen dalam waktu tiga bulan terakhir Agustus, September dan Oktober, jumlah pasien dengan tindakan anestesi umum di RSUD dr. Soedirman Kebumen adalah sebanyak 125 pasien. Tujuan penelitian adalah untuk menilai perbedaan tingkat agitasi serta menganalisis apakah terdapat perbedaan dalam efek sevofluran terhadap agitasi pada kelompok usia yang berbeda. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain atau pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan 30 Juni 2024 sampai dengan publikasi pada bulan 10 September 2025. Pengambilan data diambil pada 10 Juni 2025 sampai 07 Juli 2025 di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD dr. Soedirman Kebumen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dilakukan anestesi general dengan menggunakan sevofluran di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Besar populasi 3 bulan terakhir adalah 125 pasien. Besar sampel yang diambil dihitung dengan menggunakan rumus dari Slovin, yaitu sebanyak 95 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non random sampling. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian yang telah dilakukan di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD dr. Soedirman Kebumen dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Sebagian besar responden adalah laki-laki dan berusia dewasa awal atau remaja awal. Untuk kelompok balita dan anak-anak, mayoritas berasal dari anak-anak (72%). Sebagian besar pasien menjalani operasi dengan durasi lebih dari 60 menit, baik pada kelompok usia anak-anak, remaja, maupun dewasa, (2) Dari 25 pasien, 76% mengalami agitasi. Semua balita mengalami agitasi, sedangkan pada anak-anak, 12 dari 18 orang mengalaminya. Kejadian agitasi lebih tinggi pada laki-laki dan pasien dengan lama operasi > 60 menit, (3) Sebanyak 33.3% dari 33 remaja mengalami agitasi. Remaja awal lebih banyak mengalami agitasi dibanding remaja akhir. Laki-laki dan pasien dengan operasi > 60 menit juga menunjukkan kejadian agitasi lebih tinggi, (4)        Sebanyak 21.6% dari 37 pasien dewasa mengalami agitasi. Kejadian lebih banyak ditemukan pada dewasa awal, laki-laki, dan pasien dengan operasi > 60 menit, meskipun secara keseluruhan angkanya lebih rendah dibanding kelompok usia lebih muda.
Hubungan Hipotensi Dengan Kejadian Postoperative Nausea Vomiting Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal: Systematic Literature Review Pebi Aradea; Dwi Novitasari; Made Suandika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.711

Abstract

Hipotensi merupakan komplikasi umum pasca anestesi spinal yang berpotensi memicu postoperative nausea and vomiting (PONV) melalui mekanisme hemodinamik dan jalur refleks otonom. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi hipotensi dengan kejadian PONV pada pasien pasca anestesi spinal melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Metode yang dipergunakan mengacu pada kerangka PICO dan protokol PRISMA dengan sumber data dari Pubmed, Scopus, Crossref, Open Alex dalam rentang tahun 2015–2025. Sebanyak 772 artikel diidentifikasi dan setelah proses seleksi, 11 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil mengungkapkan bahwasanya hipotensi memiliki hubungan yang konsisten dengan kejadian PONV melalui aktivasi refleks Bezold–Jarisch dan jalur serotonergik. Derajat dan durasi hipotensi, terutama pada 30 menit pertama pasca anestesi, berperan dalam meningkatkan risiko dan keparahan PONV. Faktor lain seperti jenis kelamin, riwayat PONV, status merokok, serta penggunaan opioid turut memengaruhi kejadian tersebut, sementara antagonis reseptor 5-HT3 dan steroid bersifat protektif. Kesimpulannya, pengendalian hipotensi merupakan strategi kunci dalam pencegahan PONV pada pasien pasca anestesi spinal.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipotermia Pada Pasien Bedah Laparascopy Dengan General Anestesi: Systematic Literature Review Syafa Awalia Khoirun Nisa; Magenda Bisma Yudha; Made Suandika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.740

Abstract

Hipotermia intraoperatif merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani pembedahan laparoskopi dengan general anestesi dan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan fisiologis seperti koagulopati, infeksi luka operasi, serta memperlambat proses pemulihan pasien. Berbagai faktor diketahui berkontribusi terhadap kejadian hipotermia, baik yang berasal dari karakteristik pasien, lingkungan, prosedur, maupun penggunaan obat anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipotermia pada pasien bedah laparoskopi dengan general anestesi. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan PRISMA melalui pencarian pada database PubMed, ScienceDirect, dan EBSCO Host untuk publikasi tahun 2015–2026. Kriteria inklusi mencakup studi kuantitatif seperti randomized controlled trial (RCT) dan cohort study yang membahas faktor risiko hipotermia intraoperatif. Penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Sebanyak 11 artikel terpilih dianalisis dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kejadian hipotermia meliputi usia lanjut, indeks massa tubuh (IMT) rendah, durasi operasi yang lama, suhu ruang operasi yang rendah, serta penggunaan anestesi umum yang memengaruhi mekanisme termoregulasi. Selain itu, faktor intraoperatif seperti durasi pneumoperitoneum, volume cairan infus, dan paparan gas CO₂ juga berkontribusi terhadap penurunan suhu inti tubuh. Beberapa studi menunjukkan bahwa intervensi seperti active warming, pemanasan cairan infus, dan penggunaan CO₂ yang dipanaskan dapat menurunkan risiko hipotermia dan mempercepat pemulihan pasien. Dengan demikian, identifikasi faktor risiko secara dini dan penerapan strategi pencegahan yang tepat sangat penting untuk meminimalkan kejadian hipotermia intraoperatif pada pasien bedah laparoskopi.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien pada Pelayanan Anestesi Umum di Kamar Operasi RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Harahap, Flora Juliyanti; Sebayang, Septian Mixrova; Triana, Noor Yunida; Suandika, Made
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 7 No 2 (2023): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v7i2.298

Abstract

Latar belakang: Kepuasan pasien merupakan konsep kompleks yang sangat bergantung pada penilaian subjektif. Kepuasan pasien sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. kualitas berkaitan erat dengan kepuasan pasien kualitas pelayanan yang bermutu dan efektif di suatu rumah sakit meliputi pelayanan yang nyaman, petugas yang ramah, dan komunikasi yang baik. Tingkat kepuasan pasien berupa alat ukur yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan suatu instansi Kesehatan, seperti kepuasan dan ketidakpuasan pasien yang merupakan penilaian setiap pasien. Tujuan penelitian: Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien pada pelayanan anestesi umum di kamar operasi RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metedologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan observarsional deksriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 140 anestesi umum dengan tekhnik Purpose Sampling. Hasil: Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa nilai perempuan sejumlah 112 orang (80%), usia sebagian besar remaja awal (26-45) tahun sejumlah 67 orang (47.9%), dan pendidikan sebagian besar sekolah menengah pertama sejumlah 85 orang (60.7%). Tingkat kepuasan responden anestesi umum dalam kategori puas sejumlah 111 orang (79.3%). Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan rata-rata pasien puas sejumlah 111 orang (79.3%) pada pelayanan anestesi umum di kamar operasi RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga sedangkan pasien tidak puas sejumlah 29 orang (20.7%).
Co-Authors A, M Aryadi Aben Pernandes Adhiansyah, Rama Bagus Adiratna Sekar Siwi Adista Veradina Aditrisna, Dita Arum Adriani, Prasanti Aenun Nabila, Farah Afdaleni Afifah, Ishma Rayhana Afrilies, Marlia Hafny Agus Triyanto Agus, Dwi Agustin, Ayu Tri Agustin, Seli Ais Asri Sanubari. NM Akbar, Fazri Alfian Heri Triyono Amalia, Cindy Amana, Titin Selwia Amar Hanif, Muhammad Amin Susanto Amin Sutanto Amir, Melani Setiaputri An An Farida Anas, Fauriza Hayatul Andini, Amelia Anggiani Nuralinda Ania, Fegy Indahliani ANISA FATMAWATI Anita Lontaan Apriliano, Raihan Rafiif Apriliyanti, Risni Ardyani, Meyla Livia Arie Pahlawan Arif Imam Hidayat Aris Ahmat Asiyah, Ruth Sabadilla Fitri Ayu Kartika Sari, Venna Ayuni, Siska Putri AZ ZAHRA, FITRAH ANNISA Azizah, Wafa Nur Azkiyah, Isnaeni Maulina Bagas Arya Wibawa Bagus Tyas Anggoro Bambang P, Yohanes Bintang Khaerunnisa, Masayu Bisma Yudha, Magenda Burhan, Asmat Cahyaningrum, Etika Dewi Chintya Chintya Dewi Nurul Khayati Danang Tri Y Danang Tri Yudono Danang Tri Yudono Dani Prastiwi Debi Ari Setiawan Debi Ari Setiawan Desy Dwi Kustiyanti Desy Nawangsari Dewi, Anggi Gusti Dewi, Hefty Kusuma DM, Peppy Octaviani Dwi ASTUTI Dwi Astuti Dwi Mustikasari Dwi Novitasari Edi Wibowo Edi Wibowo Eko Julianto El Fawwaz, Febbry Rayhan Elvina, Windy Ema Wahyu Ningrum Emiliani Elsi Jerau Eni Fathatun Nisa Anwari Erik Kuncoro Erikson Tjeleni, Stevanus Erni Erlina Fajar Ilham Fathoni Fanisa Wulandari Farhan Fawwaz Farhan, M Faristanty, Audria Noviand Fauzan Zulqifni Febi Septiani Febriyanti Febriyanti febriyanti febriyanti Feti Kumala Dewi Fety Kumala Dewi Feybe Meyti Kindangen Firda Nugrahani Firdaus Firdaus Firdaus, Eza Kemal Fitriani Nissa Rahayu Fredy, Fredy Marta Fristela Takaliuang Galih Samodra Hadi Heri Nurhanto Hadi Kurniawan, Hadi Handayani, Rahmaya Hani, Winarni Haniif Jaka Pradipta Hanni Arfien Eman Harahap, Flora Juliyanti Harus, Sigit Hasan, Adhariannur Hasanah, Sintiya Hendrik Eko Santoso Heri Wibowo, Tophan HERU PURNAWAN Hidayanti, Fadila I Kadek Suardana I Nyoman Sunarta ibadillah yusmana Icha Ervina Agustin Imam Fauzan Arifin Indra, Indra pranata Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti, Indri Heri Indri Wijayanti Indriyani Suci Pangestu Iqbal Anggi Afriansyah Ira Patriani Irine Dwitasari Wulandari Isrofah Ita Apriliviani Jerau, Emiliani Elsi Julianus, Julianus Karina, Yuni Khaerul Amin Trisetyo Khairin Wanda Aurelia Khofifah Shinta Anggraini Kilimandu, Rivandi kilimandu, Rivandi umbu Kisdyanti, Yuniar Melissa Lailatul Nisa Laily Isroin, Laily Leni Hartati Lestishiyami, Lesy Lintang Suryani, Roro Livia Ardyani, Meyla Lolandia Septin, Cita luthfi, Ahmad Luthfi Virgiawan Habibi M Kisdyanti, Yuniar M. Aidil M. Alfarizi M. Alfarizi Made Bintang Langga Bayang Bujangga Maemunah Sa&#039;diyah Magenda Bisma Yudha Magenda Bisma Yudha Maharani, Cindy Manurung, Noritha Mariah Ulfah Mariah Ulfah Mario Fransisco Putra Tjiku Martin, Weddy Meiyrlina, Seftya Dwi Mixrova Sebayang, Septian Mochammad Farrel Rizki Ramdhani Mohammad Thoriq Hasan Muhammad Hanif I’zaaz Mukhamad Ikhsan Mukti, Refa Teja Mulina, Napa Muris, Theresia Uci Ikayun Murniati Murniati Murniati Muti, Refa Teja Nabitha, Kanaya Nailli, Yuris Tri nasihhudin - - Nata Lia Putri, Tia Naufal Ulil Albab Nida Fitriani Niken Oktaviani Nisha, Zuhrotun Noor Yunida Triana Nova H, Rahmaya Nova Handayani, Rahmaya Nur Baety Sa’diyah Nurdiamsyah, Pratomo Pebi Aradea Peppy Octaviani Peppy Octaviani Peppy Octaviani DM Permata Sari, Ayu Eka Pramesti Dewi Pramesti Dewi Priyatama, Rajendra Puput Dwi Agustianingsih Putri, Ferra Ayu Apriliya Rahayu, Fitriani Nissa Rahmadani, Retno Dea Rahmannisa, Putri Haifa Rahmawati, Oktaviani Nur Rahmaya Nova Handayani Rahmaya Nova Handayani Rahmaya Nova Handayani Rahmiwati Aprian Rani Prabandari Refa Teja Muti Refa Teja Muti Refianti Putri Kusuma Kusuma Reni Dwi Setyaningsih Restania, Tesa Rian Arif Kurniawan Rifqi Pratama Wahyuaji Riranto, Jepri Ririn Isma Sundari Riski Ardi Saputro Rista, Rista Rochmat, Tri Rochyati, Ida Romdani, Rifki Maulana Roro Lintang Suryani Roro Lintang Suryani Rumantika Rumantika Sabrina Rizqi Amelia Salsabila, Kamilia Tasya Salsabila, Salwa Dwi Sapitri, Novi Sebayang, Septian Sebayang, Septian Mixrova Seli Febriyanti Septian Mixrova Sebayang Septian Mixrova Sebayang Seroja Setianingsih, Sitti Setyawati, Martyarini Budi Setyawati, Martyarini Budi Shafiyah Rizky Handayani siti fadilah Siti Haniya Siti Haniyah suci khasanah Sufyan, Muhammad Ali Suhendro , Anton Sukma Satriyawan, Ade Sulistianingrum, Andini Sumarno Sumarno , Altharikh Syah Alam Sunarti Sunarti Surtiningsih Surtiningsih Surtiningsih Surtiningsih Suryani, Roro Lintang Susanto, Amin Suseno, Sodri Susilo Rudatin Sutanto Sutanto Syabilla Afifuddin Suat Syabilla Afifuddin Suat Syafa Awalia Khoirun Nisa Syahputra, Yoga Tanjung, Ar-Rahman Teja Muti, Refa Thopan Heri Wibowo Tin Utami Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Sumarni Tri Yudono, Danang Triana, Noor Yunida Triyudono, Danang Tumbey, Chrynscialdy Usman, Zulkifly Arsyad Waldi Rahman Wantonoro Wantonoro, Wantonoro Wasis Eko Kurniawan Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Widya, Chandra Lucyana Wijayanti, Indri Wilis Sukmaningtyas Wirakhmi, Ikit Netra Wismoyo, Novantyadi Gayuh Woung Ru Tang Woung Ru-Tang Woung-Ru Tang Yantoro , Awal Tunis Yantoro, Awal Tunis Yudha, Magenda Bisma Yudono, Danang Tri Yulianto, Dwi Agus Yunian, Puput Yunida Triana, Noor Yurindani, Nabila Azizah Yuris Triliani Zacky Diaulhaq, Rakan