p-Index From 2021 - 2026
11.287
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pendidikan Karakter Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Jurnal Penelitian Humaniora Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan INOTEKS : Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Jurnal Pendidikan Indonesia Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Ketahanan Nasional Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Studi Komunikasi QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Dinamika Ilmu Jurnal Moral Kemasyarakatan Journal of Education Technology Mimbar Ilmu Jurnal EDUTECH Undiksha Journal on Education JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Sospol : Jurnal Sosial Politik Educatif: Journal of Education Research Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Journal of Governance and Local Politics (JGLP) Journal of Social Studies (JSS) SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Belantika Pendidikan Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal Kalacakra Devotion: Journal of Research and Community Service Jurnal Kewarganegaraan International Journal of Social Service and Research JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Proceedings of International Conference on Multidiciplinary Research PTK: Jurnal Tindakan Kelas Journal of Social Research Journal Of World Science Golden Ratio of Social Science and Education DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Journal of Social Science Innovative: Journal Of Social Science Research Priviet Social Sciences Journal Educatif: Journal of Education Research Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Masyarakat: Jurnal Pengabdian Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN
Claim Missing Document
Check
Articles

Tradisi HANTA UA PUA sebagai Upaya Pelestarian Budaya Religi Di BIMA Nurrofika Nurrofika; Mukhamad Murdiono
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2020): (June)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v22.n1.p10-18.2020

Abstract

Bima has many traditions and local wisdom that should continuously preserve, one of which is the traditional ceremonies of Hanta Ua Pua. This tradition is one of the Bima conventional ceremonies in the context of enlivening the birthday of the great prophet Muhammad. The purpose of writing this article is to find out the implementation and values contained in the Hanta Ua Pua traditional ceremonial religious tradition as an effort to preserve Islamic culture in Bima. This article prepares using the method of library research, which is a method of data collection that is carriers out by utilizing the sources and materials of the library. The results and conclusions obtained are the traditional ceremonies of the Hanta Ua Pua ceremony, which are a memorial and a tribute event to the teachings of Islam and scholars. Done since the Sultanate of Bima. The values in this ceremony divide into three, namely social values, spiritual values, and educational values. The Hanta Ua Pua traditional ceremonies are evidence of the entrance and development of Islamic culture in Bima, which is expected to grow and develop the character of the Bima people who can continue to hold fast to Islamic teachings. However, along with the times, the ceremony began to fade in Bima.
Budaya “Gawai” Dalam Membentuk Nilai-Nilai Solidaritas Pada Masyarakat Suku Dayak Kalimantan Barat Irmalini Syafrita; Mukhamad Murdiono
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 22, No 2 (2020): (December)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v22.n2.p151-159.2020

Abstract

The purpose of writing this article is to determine the Gawai culture in shaping the values of solidarity among the Dayak tribal communities in West Kalimantan. This article was prepared using the library research method, namely the method of collecting data by utilizing literature sources and materials. The result of the conclusion is that Gawai is a traditional Dayak ceremony which has become a tradition to this day. The Dayak gawai is one of the traditional ceremonies which is still actively carried out by the Dayak people. The Gawai Dayak traditional ceremony is one of the sources of local history in West Kalimantan. The implementation of the traditional Gawai ceremony aims to ask for safety and gratitude to God for the harvest which is usually done every one year. The traditional Gawai ceremony is held after the main harvest and ends with the traditional ritual of Rising Dango and reciting incantations and prayers or commonly known as Matik which aims to ask for blessings to God or Jubata. The implementation of the traditional gawai ceremony requires the involvement of all Dayak tribal communities to be able to work together in the preparation and implementation. Therefore, gadgets become the media needed to renew the spirit and sense of solidarity between Dayak tribal communities in West Kalimantan. The Gawai Traditional Ceremony is one of the very sacred religious rituals for the Dayak Tribe, therefore the Gawai Traditional ceremony only involves the Dayak Tribe. However, as the times progressed, the government tried to preserve the traditional Gawai ceremony, so that it became a routine tourism agenda in Pontianak City every year.
MEMBANGUN WAWASAN GLOBAL WARGA NEGARA MUDA BERKARAKTER PANCASILA Mukhamad Murdiono; Sapriya Sapriya; Abdul Azis Wahab; Bunyamin Maftuh
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.93 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.2790

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana membangun wawasan global warga negara muda berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila sebagai karakter bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Sumber data terdiri dari sumber kepustakaan dan responden yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila sebagai karakter bangsa Indonesia harus dijadikan sebagai landasan dalam pengembangan wawasan global warga negara muda. Sila kedua Pancasila menjadi pintu utama pengembangan wawasan global warga negara muda. Pancasila sebagai landasan dalam pengembangan wawasan global warga negara, membawa implikasi bahwa warga negara muda di sekolah tidak hanya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai slogan, melainkan harus diterapkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: wawasan global, warga negara muda, Pancasila BUILDING A GLOBAL PERPECTIVE OF YOUNG CITIZENS HAVING PANCASILA CHARACTER Abstract: This research aims to find outhow to build a global perspective of young citizens based on the values of Pancasilaas the character of the Indonesian nation. This research used a qualitative approach with a grounded theory method. The data sources consisted of literature and respondents selected using a purposive sampling method. Data collection techniques used documentation and interviews. The data were analyzed using inductive analysis. The results showed that the values of Pancasila as the character of the Indonesian nation must be used as the basis to build a global insight of young citizens. The second pillar of Pancasila became the maingate to building a global insight of young citizens. Pancasila as the basis for building a global insight of young citizens brought the implication that young citizensin the school did not only use the values of Pancasila as a slogan, but must be applied and implemented in their daily lives. Keywords: global insight, young citizens, Pancasila
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MEMBANGUN WAWASAN GLOBAL WARGA NEGARA MUDA Mukhamad Murdiono
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.48 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.2379

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai dasar yang perlu dikembangkan dalam pendidikan kewarganegaraan untuk membangun wawasan global warga negara muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Sumber data terdiri atas sumber kepustakaan dan responden yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data menggunakan analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar yang perlu dikembangkan dalam pendidikan kewarganegaraan untuk membangun wawasan global warga negara muda dalam konteks Indonesia antara lain adalah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan sosial, kompetisi, menghormati orang lain, kemerdekaan, dan perdamaian. Kata Kunci: pendidikan kewarganegaraan, wawasan global, warga negara muda CIVIC EDUCATION TO BUILD YOUNG CITIZENS’ GLOBAL INSIGHT Abstract: This study was aimedtofind thebasic valueswhich needed tobe developedin civic education to build young citizens’ global insight. This study utilized the qualitative apporach with the grounded theory method. The data source consisted of literature and respondents selected using the purposive sampling method. The data were collected using the documentation, interviews, and observations. The data were analyzed using the inductive analysis. The findings showed that the basic values which needed tobe developed in civic education to build a global insight of young citizens in the context of Indonesia include: divinity, humanity, unity, democracy, social justice, competition, respect for others, freedom, and peace. Keywords: civic education, global insight, young citizens
The Education of the National Character of Pancasila in Secondary School Based on Pesantren Mukhamad Murdiono, M.Pd.; Miftahuddin Miftahuddin; Puji Wulandari Kuncorowati
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.621 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i3.15399

Abstract

This study is aimed at describing (1) Pancasila-based character education in pesantren-based secondary schools, (2) the strategy employed by teachers in developing Pancasila-based character education, and (3) the obstacles faced by teachers in developing Pancasila-based character education. This research was descriptive in natureby employing qualitative approach. Research subjects were principals and teachers of Civic Education in several pesantren-based secondary schoolsin Yogyakarta Special Region. The data were collected through interviews, observation, and documentation. The collected data were analysed inductively.The results show that (1) the Pancasila-based character education is developed through the policy made by the principals and the teachers who developed the learning program, (2) the teacher’s strategy in developing Pancasila-based character educationis conducted by integrating intra and extracurricular programs, and (3) the obstacles faced by teachers in developing Pancasila-based character education are related to the fact that not all teachers are able to integrate Islamic values developed in pesantrento the values embodied in Pancasila in teaching and learning process. Keywords: character education, Pancasila, pesantren PENDIDIKAN KARAKTER KEBANGSAAN PANCASILA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERBASIS PESANTREN Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pendidikan karakter kebangsaan Pancasila yang dikembangkan di sekolah menengah pertama berbasis pesantren; (2) strategi yang dilakukan guru dalam mengembangkan pendidikan karakter kebangsaan Pancasila; dan (3) kendala yang dihadapi guru dalam pengembangan pendidikan karakter kebangsaan Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru Pendidikan Kewarganegaraan di beberapa sekolah menengah pertama berbasis pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan (1) pendidikan karakter kebangsaan Pancasila di sekolah dikembangkan melalui kebijakan yang dibuat kepala sekolah dan program pembelajaran yang dikembangkan guru; (2) strategi yang dilakukan guru dalam pengembangan karakter kebangsaan Pancasila melalui integrasi dalam program intra dan ekstrakurikuler; dan (3) kendala yang dihadapi guru dalam pengembangan pendidikan karakter kebangsaan yaitu belum semua guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang dikembangkan di pesantren dengan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran. Kata Kunci: pendidikan karakter, kebangsaan, Pancasila, pesantren
STRATEGI INTERNALISASI NILAI-NILAI MORAL RELIGIUS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Mukhamad Murdiono
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2010): Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.766 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i3.239

Abstract

Abstract: A Strategy to Internalize Moral and Religious Values in LearningProcesses in Higher Education. This study aims to describe a strategy tointernalize moral and religious values in learning processes in higher education.This research was a descriptive study employing the qualitative approach. Theresearch subjects were lecturers in the Department of Civic and Law Education,Faculty of Social Sciences and Economics, Yogyakarta State University. The datawere collected through interviews, observations, and documents. The datatrustworthiness was assessed by the triangulation technique. The results show thatstrategies to internalize moral and religious values in learning processes include:modeling, analyzing actual problems in society, developing contextual educativevalues, and strengthening moral values that the students have already possessed.Keywords: strategy to internalize moral and religious values, learning processes
METODE PENANAMAN NILAI MORAL UNTUK ANAK USIA DINI Mukhamad Murdiono
Jurnal Kependidikan Vol. 38, No.2 (2008)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v38i2.20730

Abstract

This study was intended to describe the instilling of moral valuesat assigned kindergartens of 'Aisyiyah Bustanul Athfal’ in YogyakartaCity. The description was expected to picture the method that influencedmoral education to be chosen for the appreciative instilling of earlychildhood. The subjects of the study consisted of teachers at fiveAisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Muhammadiyah kindergartenscovering: TK ABA Gedongkiwo, TK ABA Karangkajen, TK ABAKarangkunthi, TK ABA Pandeyan II, and TK ABA Karanganyar. Datawere gathered by observation, interview, and documentation.Authenticity probing techniques were utilized as triangulation. Theresults indicated that methods of moral value education were: storytelling, play, field trip, singing, out bond, inuring, figure of speech,poem, and discussion. One method which was usually being utilized wasrelating and inuring. Instilling methods indicated that moral teachingapparently led to students’ behavioural change, from one inauspiciousto turning good. Faced constraints in performing moral point instillingcovered: its reducing of gnostic deep relates and its reducing media tobe utilized for deep relates, and inconsistencies which often happenedbetween what the teacher did at school and what other elders did athome of in the surrounding environments
PEMBINAAN KARAKTER SISWA BERBASIS PENDIDIKAN AGAMA Marzuki Marzuki; Mukhamad Murdiono; Samsuri Samsuri
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i1.1918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembinaan karakter pada siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian riset dan pengembangan dengan desain tiga tahap. Pada tahap pertama (2010) survey dilakukan terhadap 20 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Yogyakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, interview, dan focus group discussion, serta dokumentasi. Teknik pengecekan silang dilakukan untuk memvalidasi data. Data dianalisis menggunakan teknik analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) model khusus tidak ditemukan pada pembinaan karakter berbasis pendidikan agama di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Yogyakarta. Pembinaan karaker dilakukan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama masih secara umum 2) model pendidikan  karakter  harus  dikiembangkan  di  sekolah  berdasarkan  kepada  pendidikan  agama untuk membuat pendidikan agama menjadi mata pelajaran utama yang digunakan untuk membina karakter siswa. Pendidikan agama harus mengajarkan agama, sikap, dan perilaku. Aspek penting lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam kerangka pembinaan karakter yang efektif di sekolah adalah visi, misi, dan tujuan sekolah, dan kebersamaan. Ada program yang jelas dan rinci, meliputi semua subjek dan semua guru. Ada dukungan fasilitas dan tim khusus untuk pelaksanaan program pembinaan karakter siswa.
PEMBINAAN KARAKTER SISWA BERBASIS PENDIDIKAN AGAMA Marzuki Marzuki; Mukhamad Murdiono; Samsuri Samsuri
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.367 KB) | DOI: 10.21831/jk.v41i1.1919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembinaan karakter pada siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian riset dan pengembangan dengan desain tiga tahap. Pada tahap pertama (2010) survey dilakukan terhadap 20 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Yogyakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, interview, dan focus group discussion, serta dokumentasi. Teknik pengecekan silang dilakukan untuk memvalidasi data. Data dianalisis menggunakan teknik analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) model khusus tidak ditemukan pada pembinaan karakter berbasis pendidikan agama di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Yogyakarta. Pembinaan karaker dilakukan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama masih secara umum 2) model pendidikan  karakter  harus  dikiembangkan  di  sekolah  berdasarkan  kepada  pendidikan  agama untuk membuat pendidikan agama menjadi mata pelajaran utama yang digunakan untuk membina karakter siswa. Pendidikan agama harus mengajarkan agama, sikap, dan perilaku. Aspek penting lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam kerangka pembinaan karakter yang efektif di sekolah adalah visi, misi, dan tujuan sekolah, dan kebersamaan. Ada program yang jelas dan rinci, meliputi semua subjek dan semua guru. Ada dukungan fasilitas dan tim khusus untuk pelaksanaan program pembinaan karakter siswa.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Mukhamad Murdiono
MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN No 1 (2008): Jurnal Majalah Ilmiah Pembelajaran Edisi Mei 2008
Publisher : MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2996.812 KB)

Abstract

Civic education is the subject that is very tight his connection with socialproblems. The problem that developed in the community when beingbrought to the classroom as the material instruction for the student,however difficult to be solved because abstract. Therefore the use of themedia really is needed in civic education learning. The teacher can use thesocial environment as the media in civic education learning. Using thesocial environment as the media instruction will make the teaching andlearning process more significant because the students are faced with thereal fact and condition naturally. There are some advantages that wereobtained from the activity studied the social environment in the teachingdan learning process, sttch as: the activity studied mort:? interesting anddid not bore, learned to be more significant, materials that were studiedmore rich and factual, the learning activity more comprehensive andactive, the studying source became richer, and the student moreunderstood and experienced aspects of the available life fully inenvironment.
Co-Authors - Sapriya A. Rizal A. Rizal AA Sudharmawan, AA Abdul Azis Wahab Afgha Okza Eriranda AGUS RIYANTO Ahmad Muhibbin Ahmad Ridwan alfiandra alfiandra Ali Muhson Alrakhman, Riza Anang Priyanto Andis, Andryan Andryan Andis Ani Sulianti, Ani Anisia Nur Mitha Sari Anita Wibawanti Annisa Istiqomah Annisa Istiqomah, Annisa Aprilianata, Aprilianata Ardira Bunga Pramesty Arpannudin, Iqbal Asmorojati, Damar Aulia, Ullu Yandi Baehaqi Basiroh, Falmatul Benaziria Benaziria Bherrio Dwi Saputra Binar Riyan Hasanah BUDI MULYONO Budi Mulyono Bunyamin Maftuh CENDANA TRICIA JANUARISTY GULTOM Chandra Dewi Puspitasari Danang Prasetyo, Danang Devy Fangestika Dhuwik Afriliani Dian Eka Putri Dian Satria Charismana Dika Yumanda Dwi Riyanti Dwintari, Julita Widya Edwin Nurdiansyah Elfahmi Lubis Elviana, Premita Sari Octa Entoh Tohani Fachry Abda El Rahman Fajar Rahmad Fathikah Fauziah Hanum Febiantoni, Fungki Febiantoni FENDITASARI, KHARISMA G. Gunawan Hanum, Fatikhah Fauziah Happy Anggarwati Haq, Manik Nur Harahap, Rizky Dinda Sarmita Hendrawati Hendrawati Hermawan, Dwi Hidayah, Eva Nur Hidayah, Yayuk Hindasah, Teti IFFAH NURHAYATI, SRI HARTINI, ANANG PRIYANTO, Iksadar Iksadar IQBAL ARPANNUDIN Irmalini Syafrita Isna Nur Hudatul Hasanah isna sari Rukmana Isra' Nurhanifah Istiqomah, M.Pd, Annisa Kemala, Vinna Dinda Kharisma Fenditasari Khusnul Khotimah Liana Anisa Putri Liber Siagian Mahdania Citra Pradila Mahmuda Ma’arif Mami Hajaroh Manik, Toba Sastrawan Mariyani Mariyani Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Miftahuddin - Miftahuddin Millata Izzah Aulia Sani Minan, Muh. Zainul Mohammad Nur Huda Muhamad Akbar Hajuan Muhammad Andhika Muhammad Syamsuddin Muhammad Syamsuddin Muhammad Syamsuddin Syams Mulyono, Budi Nabila Ihza Nur Muttaqi Nadya, Lucky Nanang Kusmayana Nasiwan Nasiwan Novita Sari Nurgiansah, T Heru Nurhanifah, Isra' Nurhidayah Nurhidayah Nuriyani, Riska Nurlatifa Nurrofika Nurrofika Obby Taufik Hidayat Oktaviani, Linda Perdana, Oktana Wahyu Permatasari, Mitra Pradila, Mahdania Citra Pratiwi, Putri Hardina Puji Wulandari Puji Wulandari Kuncorowati Putri Hardina Pratiwi Putri, Liana Anisa Rahmasari, Riska Rahmawati, Elly Nur Ramadhan, Abhi Rachma RAMADHANI ADITIA TRI HADMAZA Rianda Usmi RIDWAN SANTOSO Risdiyanto Prayoga Rochman, Inayah Af’idatul Rukmana, Isna Sari S. Djirlay, Mariana S. Sutrisno Samsuri Samsuri Sari, Resti Anika Sari, Serlina Candra Wardina Sataroh, Sindy Sekarsari, Peni Serlina Candra Wardina Sari Shely Cathrin Siti Komariyah Sitti Zamala Suharno Suharno Sukatin, Sukatin Sunarso Sunarso Supri Hartanto Supriandono, Tri Sutrisno, Cucu Suyato Suyato Syafawati, Zulfah Lis Syahputri, Neillisa Regga Syaldiva Syaldiva Syams, Muhammad Syamsuddin Teti Hindasah Tika Amanda Toba Sastrawan Manik Tri Muryati Tri Muryati Tri Muryati Umam, Fahrurrizal Veronika Susanti Suban VOLTA, ARIF SURYA widya astuti Wilda Hamisa Wiratomo, Giri Harto Wuri Wuryandani Yayuk Hidayah Yuanjaya, Pandhu Yunita Sari Zahrah, Hanani Akiluz Zulkifli Alamsah Sutanto