p-Index From 2021 - 2026
14.742
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Peternakan Jurnal Rekayasa Proses Jurnal Veteriner Proceeding Buffalo International Conference Jurnal Sains Peternakan Journal of the Indonesian Mathematical Society Jurnal Ilmu Ternak Veteriner Jurnal Peternakan Indonesia JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences Buletin Penelitian Sosek Jurnal Sosio Agribisnis Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Journal of Islamic Studies and Humanities Global Review of Islamic Economics and Business E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Proceeding INTERNATIONAL SEMINAR IMPROVING TROPICAL ANIMAL PRODUCTION FOR FOOD SECURITY JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Jurnal Rekayasa Proses JURNAL PengaMAS ARSHI Veterinary Letters Musamus Journal of Livestock Science Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Jurnal Abdi Insani Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Budapest International Research in Exact Sciences (BirEx Journal) Tashwirul Afkar PETERPAN (Jurnal Peternakan Terapan) Jurnal Dedikasi Indonesian Journal of Innovation and Applied Sciences (IJIAS) Indonesian Journal of Animal Agricultural Science (IJAAS) Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Jurnal Peternakan Lokal Anjoro : International Journal of Agriculture and Business Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Jurnal Pengabdian Nusantara (JPN) Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Chalaza Journal of Animal Husbandry BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Community Services Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Jurnal Agripet Jurnal Rekayasa Proses Peternakan Abdi Masyarakat (PETAMAS) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS) Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Kaa Mieera JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Claim Missing Document
Check
Articles

PERFORMANS AYAM KAMPUNG SUPER PADA PAKAN YANG DISUBTTUSI DEDAK PADI FERMENTASI DENGAN FERMENTOR BERBEDA Munira Munira; La Ode Nafiu; A.Murlina Tasse
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 2 (2016): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.728 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v3i2.1683

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dedak padi fermentasi dengan fermentor berbeda terhadap performans ayam kampung super. Penelitian dilaksanakan di kandang Kelompok Permata Kota Kendari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan pakan yaitu R0 = ransum kontrol tanpa dedak padi fermentasi (DP), R1 = 10% dedak padi fermentasi cairan rumen (DPFCR), R2 = 10%  dedak  padi  fermentasi  ragi  tempe  (DPFRTe),  R3  =  10%  dedak  padi fermentasi ragi tape (DPFRTa), dengan 4 kali ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 5 ekor ayam kampung super. Parameter yang diukur adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas. Data dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) sesuai dengan RAL dan bila terdapat perbedaan antar perlakuan akan dilakukan uji lanjut dengan Uji Tukey (Steel and Toriee, 1991). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dedak padi fermentasi dengan fermentor berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap Konsumsi Pakan, PBB, Bobot Potong, Bobot Karkas dan Persentase karkas. Penggunaan dedak padi fermentasi dengan fermentor berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konversi ransum. Dari hasil penelitian ini, maka dedak padi fermentasi dapat digunakan 10% dalam ransum untuk mensubtitusi pakan basal.Kata  kunci  :  Ayam  Kampung  Super,  Dedak  Padi  Fermentasi,  Konsumsi  Pakan, Konversi Pakan.
KARATERISTIK HABITAT MALEO (Macrocephalon male SAL MULER 1846) DI TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI (TNRAW) La Ode Nafiu; Achmad Selamet Aku; Muh. Rusdin; Takdir Saili; . Nurhalim
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.981 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v2i1.3782

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik habitat burung maleo di TNRAW, yang berlangsung pada bulan Maret-April 2013 di Resort Langkowala Desa Watu-watu, kecamatan Lantari Jaya, TNRAW Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Survei lapangan dilakukan untuk mengamati kondisi habitat maleo, mengidentifikasi flora dan fauna, mengambil sampel yang diperlukan untuk pengamatan laboratorium dan melakukan wawancana langsung dengan petugas TNRAW dan masyarakat di sekitar lokasi pengamatan. Pengamatan suhu dan kelembaban udara dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahwa habitat burung maleo di kedua lokasi terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian yang berkisar antara 15-30 meter dan semak belukar, tetapi kedua lokasi memiliki perbedaan jenis dan jumlah vegetasi, (2) pada lokasi pertama, kedalaman lubang bertelur rata-rata 43.33 cm dan lokasi kedua rata-rata 42.66 cm, (3) pada pukul 08.00, sarang bertelur maleo di lokasi pertama memiliki temperatur 28,930C dengan kelembaban 94,75%, sedangkan lokasi kedua adalah 29,960C, dengan kelembaban 94,04%. Pada pukul 13.00, temperatur di dua lokasi bertelur tidak jauh berbeda, yaitu sekitar 31,86oC, dengan kelembaban 94%. Pada pukul 17.00, di lokasi peneluran pertama memiliki temperatur sekitar 32,110C dengan kelembaban 93,98%, sedangkan pada lokasi kedua adalah 31,970C, dengan kelembaban 93,59%.Secara umum dapat disimpulkan bahwa karakteristik habitat burung maleo di TNRAW dicirikan oleh adanya pepohonan dengan tinggi berkisar 15–30 meter dan semak belukar. Disamping itu, tekstur tanah yang dominan adalah berpasir, dengan kedalaman lubang peneluran berkisar 35–55 cm dan rata-rata 43 cm.Kata kunci : maleo, karateristik habitat, TNRAW
FERTILITAS, DAYA HIDUP EMBRIO, DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS TELUR AYAM RAS HASIL INSEMINASI BUATAN DENGAN AYAM TOLAKI Eki Indrawati; Takdir Saili; Syam Rahadi; La Ode Nafiu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 2 (2015): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.175 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v2i2.3796

Abstract

Ayam tolaki merupakan ayam kampung yang dikembangkan di Sulawesi Tenggara yang memiliki postur tubuh yang kecil dan produksi telur yang rendah. Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan performans produksi dan reproduksi ayam tolaki. Salah satu upaya tersebut adalah menerapkan sistem kawin silang menggunakan metode inseminasi buatan. Pada penelitian ini dilakukan inseminasi semen ayam tolaki ke saluran reproduksi ayam petelur untuk menghasilkan telur/ayam silangan. Parameter yang diukur pada penelitian meliputi fertilitas, daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas. Penelitian ini dilaksanakan di kandang Pembibitan Unggas Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo selama tiga bulan (Juni-Agustus 2012). Penelitian ini menggunakan 12 ekor ayam ras petelur dan 4 ekor ayam tolaki. Semua data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan fertilitas telur hasil persilangan yaitu 50,54%, daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas masing-masing 92,18%, 59,56% dan 39,83 g. Kesimpulan akhir dari penelitian ini menyatakan fertilitas telur, daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas telur masih sangat rendah. Rujukan selanjutnya perlu dilakukan persilangan ayam ras petelur jantan dengan ayam tolaki betina.Kata kunci : Ayam tolaki, Fertilitas, daya hidup embrio, daya tetas, Inseminasi buatan.
KARAKTERISTIK FENOTIP SIFAT KUALITATIF DAN KUANTITATIF KAMBING KACANG DI KABUPATEN MUNA BARAT Vivin Wahyuni; La Ode Nafiu; Muhammad Amrullah Pagala
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 1 (2016): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.57 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v3i1.1067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fenotip sifat kualitatif dan kuantitatif kambing kacang di Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini di lakukan di 3 Kecamatan di Kabupaten Muna Barat (Kusambi, Sawerigadi, dan Wadaga). Penelitian menggunakan sebanyak 285 ekor kambing dengan jenis kelamin jantan dan betina, kemudian dikelompokkan berdasarkan umur ternak yaitu umur  ≤ 3 bulan, 4-6 bulan, > 6-12 bulan, > 1-2 tahun dan > 2 tahun. Observasi dan pengukuran dilakukan untuk mengumpulkan data  hubungan dari pengukuran variabel. Hasil analisis deskriptif rataan bobot badan kambing kacang jantan dewasa 24,05±3.95 kg dengan koefisien keragaman 16,29% sedangkan pada kambing kacang betina dewasa 21,51±3,52 kg dengan koefisien keragaman 16,41%. Hasil analisis diperoleh tinggi pundak dan lingkar dada memiliki korelasi tertinggi terhadap bobot badan, sehingga dapat dijadikan penduga bobot badan kambing kacang di Kabupaten Muna Barat. Kata Kunci : Kambing Kacang, Sifat Kualitatif, Sifat Kuantitatif, Kabupaten Muna  Barat. 
PENGARUH BOBOT POTONG DAN PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN AYAM BROILER Muhammad Sawadi; Harapin Hafid; La Ode Nafiu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 3 (2016): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.458 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v3i3.2569

Abstract

This study aims to examine the different weighting and different types of commercial feeds on the growth of broiler chickens. The study was prepared based on Completely Randomized Design (RAL) of 4 x 3 and 3 replication factorial patterns. The first factor is Grouping Cut Off (600 - 1000 grams or ± 800 g, 1,100 - 1300 g or ± 1,200 grams, 1,400-1,700 or ± 1,600 grams, 1,800 - 2200 g or ± 2,000). The second factor is the type of commercial feed / ration from different factories (AB1, BP11 and P11). Parameters measured include: feed intake, drinking water consumption, body weight gain, feed conversion and final cutting weight. The results of this study indicate that the use of commercial BP-11 feed on various commercial broiler feed factors resulted in increased body weight, better feed conversion compared with AB-1 and P-1 feed types. While the cut weight factor significantly affect the consumption of feed as weight gain and cut weight. At the cut weight of 1100-1500 grams, the average feed conversion produced is the lowest that is 1.26 which indicates that this cut weight is most favorable with the smallest feed efficiency. Keywords:   cutting weight, commercial feed, growth, feed consumption, average daily gain, feed conversion, broiler chicken  
PERFORMANCES OF VILLAGE CHICKEN FOLLOWING CROSS BREEDING WITH DIFFERENT BREEDS OF CHICKEN Takdir Saili; Rusli Badaruddin; La Ode Nafiu
International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences (IJSTAS) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences (IJSTAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.76 KB)

Abstract

The performances of village chicken in South-east Sulawesi, Indonesia were typically small and light weight, and low productivity of both egg and meat. However, they more resistant to disease compared to other breed of chicken such as commercial broiler or layer. Therefore, in this research the more productive breed of cocks were used. The objective of this research was to improve productivity of the village chicken using different breeds of cock. Bangkok-crossed breed chicken, commercial broiler and village chicken were used to mate the hen of village chicken using artificial insemination.  Variables measured were egg fertility, egg hatchability, and day old chick weight of village chicken crossed by different breeds. Duncan multiple range test was applied to compare the averages of each data. The results showed that the higher egg fertility and hatchability were obtained when crossing the hen of village chicken and bangkok-crossed breed cocks, although no statistical differences was showed between breeds of cock. The average of day old chick weight was also higher in a group of village chicken hen crossed by bangkok-crossed breed cocks compare to other breeds, but no significant differences was showed. It was concluded that the bangkok-crossed breed cocks tended to be a good candidate for increasing the productivity of village chicken.
EVALUASI KELAYAKAN AGRIBISNIS AYAM RAS PETELUR PADA CV. BINTANI POULTRY SHOP KENDARI musram abadi; Sitti Aida Adha Taridala; La Ode Nafiu
Buletin Peternakan Vol 41, No 3 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (3) AGUSTUS 2017
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v41i3.17758

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial, dan menganalisis proyeksi permintaan telur agribisnis peternakan ayam ras petelur pada perusahaan CV. Bintani Poultry Shop Kendari.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2012 sampai dengan Februari 2012.  Variabel penelitian adalah (a) biaya investasi; (b) biaya tetap; (c) biaya variabel; (d) penerimaan; dan (e) pendapatan;. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis pendapatan (Pd), Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (NBCR), analisis kepekaan (Sensitivity Analysis), Break Event Point (BEP) dan Payback Period (PBP).  Hasil penelitian tentang evaluasi kelayakan investasi dilihat dari aspek finansial, diketahui usaha peternakan ayam ras petelur CV. Bintani Poultry Shop Kendari adalah layak untuk dikembangkan. Nilai NPV positif pada discount faktor 12% sebesar Rp. 1.610.842.868,- selama 10 tahun, IRR 38,45% (>12%), NBCR 2,23 (>1), BEP sebesar Rp. 15.333,84. Nilai PBP sebesar 3,41 atau setara dengan 3,4 tahun, hal ini menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian dana investasi cukup pendek (1 periode siklus produksi). Analisis sensitivitas pada kenaikan harga pakan sebesar 5% dan penurunan harga telur sebesar 5% secara bersamaan, NPV tetap bernilai positif sebesar Rp. 1.723.037,- dengan IRR sama dengan nilai OCC yakni sebesar 12,03% (= 12%) dan NBCR sama dengan satu yakni 1,0.
The Analysis of Capacity Increase in Beef Cattle Population in The South Konawe Regency Musram Abadi; La Ode Nafiu; La Ode Arsad Sani
Buletin Peternakan Vol 45, No 3 (2021): BULETIN PETERNAKAN VOL. 45 (3) AUGUST 2021
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v45i3.64119

Abstract

This research aimed to determine the maximum potential for increasing the population of beef cattle in the South Konawe Regency Southeast Sulawesi Province based on natural resources and the ability of the head of the farmer family to raise cattle. This research was conducted 5th October to 28th December 2019. Determination of research location was carried out purposely (purposive sampling), with the consideration that South Konawe Regency was a central area for Bali cattle breeding.  The data analysis was carried out by analyzing the supporting capacity of forage from pasture land and non-pasture land (rice fields, plantations, forests and moor) as well as the production of agricultural food crop waste (rice, corn, peanuts, green beans, cassava, sweet potatoes and soybeans), using tabular data in the form of data on food crop production and land area. Potential analysis of beef cattle business development in South Konawe Regency using the calculation of the Capacity Increase of Ruminant Population/Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia (KPPTR). Based on the results of research in South Konawe Regency, the number can still be increased by 7,478 Animal Units. If the value is converted to adult female-male cows with an age of >2 years, the population addition can be done as many as 7,478 cows. Meanwhile, if converted to female-male heifers with an age of 1-2 years, the population increase can be increased by 14,956 and if converted to female-male calves with an age of >1 year, the population increase can be done up to 28,912.
Studi Pengaruh Variabel Proses dan Kinetika Ekstraksi Nikel dari Bijih Nikel Laterit Menggunakan Larutan Asam Sulfat pada Tekanan Atmosferik Wahab Wahab; Erwin Anshari; Marwan Zam Mili; WD. Rizky Awaliah Nafiu; Muh. Nuzul Khaq; Daniyatno Daniyatno; Firdaus Firdaus; Yayat Iman Supriyatna
Jurnal Rekayasa Proses Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.61533

Abstract

Leaching at atmospheric pressure is one of the leaching methods of concern because it has several advantages, namely that it can process low-level nickel ore, can operate at temperatures >100 ⁰C at atmospheric pressure, and can be used in saprolite and limonite ores. In this research, nickel extraction from nickel laterite ore was carried out using sulfuric acid solution (H2SO4) as a leaching agent. The variables that were varied in the leaching process were temperature (30, 60, and 90 ⁰C), sulfuric acid concentration (0.2, 0.5, and 0.8 molar) and leaching time (30, 60, and 90 minutes). In this study, a 3-factor analysis of variance (ANOVA) was used to see the significance of the variable effects and the order of the most influential variables. In addition, leaching kinetics was studied by shrinking core models to determine rate determining step. The results showed that the increase in temperature, sulfuric acid and leaching time produced a higher percentage of extracted nickel. Based on the 3-factor ANOVA, the order of the most influential variables was obtained, namely temperature, acid concentration and leaching time. The kinetics analysis showed that rate determining step of leaching ore nickel laterite with H2SO4 solution on atmospheric pressure is controlled by diffusion through solid layer product.Keywords: analysis of variance; leaching; saprolit; limonitA B S T R A KLeaching pada tekanan atmosfer adalah salah satu metode pelindian yang menjadi perhatian karena memiliki beberapa keuntungan yaitu dapat mengolah bijih nikel kadar rendah, dapat beroperasi pada temperatur >100 ⁰C pada tekanan atmosfer serta dapat digunakan pada bijih saprolit dan limonit. Dalam penelitian ini, dilakukan ekstraksi nikel dari bijih nikel laterit menggunakan larutan asam sulfat (H2SO4) sebagai agen pelindi. Variabel yang divariasikan dalam proses pelindian yaitu temperatur (30, 60, dan 90 ⁰C), konsentrasi asam sulfat (0,2; 0,5; dan 0,8 molar) dan waktu pelindian (30, 60, dan 90 menit). Dalam penelitian ini digunakan analysis of variance (ANOVA) 3 faktor untuk melihat signifikansi variabel dan urutan variabel yang paling berpengaruh. Selain itu, dilakukan studi kinetika pelindian menggunakan shrinking core model untuk mengetahui pengendali laju reaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan variabel temperatur, konsentrasi asam sulfat dan waktu pelindian menyebabkan meningkatnya persen ekstraksi nikel. Berdasarkan hasil ANOVA 3 faktor diperoleh urutan variabel yang paling berpengaruh yaitu temperatur, konsentrasi asam dan waktu pelindian. Hasil analisis kinetika menunjukkan bahwa pengendali laju reaksi pelindian bijih nikel laterit menggunakan larutan H2SO4 pada tekanan atmosfer yaitu difusi melalui lapisan produk padat.Kata kunci: analysis of variance; pelindian; limonit; saprolit
Efektivitas Sinkronisasi Estrus dan Fertilitas Spermatozoa Hasil Sexing pada Sapi Bali di Sulawesi Tenggara (EFFECTIVENESS OF ESTRUS SYNCHRONIZATION AND SPERMATOZOA FERTILITY RESULTS OF SEXING ON BALI CATTLE IN SOUTHEAST SULAWESI) Takdir Saili; La Ode Nafiu; La Ode Baa; Syam Rahadi; Astriana Napirah; Syamsuddin Syamsuddin; I Wayan Sura; Febiang Lopulalan
Jurnal Veteriner Vol 18 No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.005 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.3.353

Abstract

Estrus synchronization is one of the reproduction technology applied in the cows that aim to induce estrus of some cows to occur in the same time. In this research, all cows expressing estrus would be inseminated using sexed sperm that produced using column albumen method. Sexing sperm technology could be applied to produce the desired sex of calf. Effectivity of chilled sexed sperm to produce the desired sex of calf was evaluated in this research. Sixty three bali cows divided into 2 groups of ages (3-4 yo. and 5- 6 yo.) were used and performed synchronization using Capriglandin (PGF2a) hormone prior to application of artificial insemination with chilled sexed sperm. Variable measured were success rate of synchronization, estrus post synchronization, estrus quality, non return rate, conception rate and calving rate. The results showed that 62.90% of cows showed estrus following synchronization, estrus post synchronization occurred at 71.73 hours following synchronization, and estrus quality was 2.5%. There were 82.54% of inseminated cows was predicted to be pregnant after first insemination using chilled sexed sperm. However, only 73.02% could maintain the pregnancy up to calving. Whereas 78.26 % of newborn calf was male calf. Finally, it was concluded that PGF2a was effective to trigger estrus in bali cows, while sexed sperm still had good fertility and the sex of newborn calf was 78,26% confirmed the prediction. ABSTRAK Sinkronisasi estrus merupakan salah satu teknologi reproduksi yang diterapkan pada ternak sapi betina dengan tujuan untuk mendapatkan sejumlah ternak yang estrus secara bersamaan. Pada penelitian ini ternak yang mengalami estrus tersebut diinseminasi menggunakan spermatozoa yang telah melalui proses sexing menggunakan metode kolum albumen. Teknologi sexing spermatozoa memungkinkan untuk mengatur kelahiran anak ternak sesuai jenis kelamin yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan semen cair hasil sexing dalam memproduksi anak sapi dengan jenis kelamin yang diinginkan. Sapi bali induk sebanyak 63 ekor yang dibagi ke dalam dua kelompok, umur 3-4 tahun dan 5-6 tahun digunakan sebagai akseptor pada penelitian ini. Sebelum inseminasi buatan (IB) dilakukan, semua sapi akseptor disinkronisasi menggunakan hormon Capriglandin (PGF2a). Variabel yang diamati adalah keberhasilan sinkronisasi, estrus pascapenyerentakan birahi, kualitas estrus, non return rate, conception rate dan calving rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,90% sapi mengalami estrus setelah sinkronisasi dengan rataan waktu munculnya estrus 71,73 jam dan kualitas estrus 2,5. Sapi yang diprediksi bunting setelah inseminasi pertama dengan semen hasil sexing mencapai 82,54%. Jumlah sapi yang mampu mempertahankan kebuntingan hingga melahirkan hanya 73,02% dengan persentase jumlah anak sapi jantan yang dilahirkan mencapai 78,26%. Simpulan yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah PGF2a cukup efektif merangsang munculnya estrus pada sapi bali induk dan spermatozoa hasil sexing masih mempunyai daya fertilitas yang cukup baik dengan tingkat kesesuaian jenis kelamin anak sapi yang dilahirkan mencapai 78,26%.
Co-Authors . Fatmawati . Nurhalim . Rahman Abd. Rasyid Syamsuri Abda Abda Abdul Madiki Abdul Madiki Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Adrian Tawai Agung Prasetiawan Ahmad Fajar Ahmad Syafi’i Akhmad Fadilat Al Jumiati, Wa Ode Albar, Fahry Ali Djamhuri Alifariki, La Ode Aliyu Ahmad Mahmud Alrum Armid Amiluddin Indi Andi Bahrun Andi Murlina Andi Murlina Tasse Andini Sulfitrana Anshari, Erwin Ansharullah ansharullah Anwar Allah Pitchay Apriliyan Yusuf AS Aku, AS Asma Bio Kimestri Asma Bio Kimestri Asma Bio Kimestri Asma Biokimestri Asnawar, Asnawar Astriana Napirah ASTUTI, MERI Aulia Devinda Afista Ayub M. Padangaran Azare Isa Magaji Azhar Bafadal Aznah Aznah B Tiesnamurti Claritha Saraswati Dahlan, Rispan Dandy Ashari Daniyatno Daniyatno Dedu, La Ode Arfan Deki Zulkarnain Deniyatno Deniyatno, Deniyatno Dewi S, Rachmita Diah Pawitri Dian Agustina Dila Muhlis Dominicus Savio Priyarsono Dwi Agustin E Handiwirawan Eki Indrawati Erwin Yulianto Fadli Fadli Fanny Yulia Irawan Faradillah, F Farida Farida Fatmawati Fatmawati Febi Pangestu Febiang Lopulalan Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Firman Nasiu Firman Nasiu Fitaria Fitaria Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrianingsih Fuji Astuty Auza G Gerhana G. Gerhana Gandri, La Gazali Gazali Gerhana Gerhana Gerhana, Gerhana Hakim, Muh Haidir Halim Said Hamdan Has Harapin Hafid H. Hartati Hartati Hasniar Hasniar Hasniar Hasniar, Hasniar Hassanudin Mohd Thas Thaker Helpi Pebriani Herlina Herlina Hidayat Hidayat I Inounu I Made Suderka I Wayan Sura Idrus Salam Ihlas AG, Muhammad Ilahude, Meygi Caesarika Putri Iqrahmawati Halman Yamin Irma Sahrani Irwansyah Irwansyah Ismeth Inounu Ismeth Inounu Isnaeni, Purnaning Dhian Jufri Karim Jumardin, Jumardin Kabir Kabir Kadek Purnama Anti Karimudin Karimudin Karimudin, Karimudin Kasmirandi Kasmirandi Kemistri, Asma Bio Khaerudin Khaerudin Kimestry, Asma Bio Kundarita, Kundarita L.d. Agung Suharto La Aba La Aba La Aba La Karimuna La Malesi La Ode Arsad Sani La Ode Baa La Ode Hadini La Ode Hermawan La Ode Hermawan La Ode Muhamad Munadi La Ode Sahaba La Ode Saidi La Ode Woli La Rianda Liliah Oliah Masitah Lisnawati Lisnawat Lukman Yunus Lukman Yunus, Lukman Madiki, A Malesi, Rahman La Manginsi, Wa Ode Jumiarni Mardianto Mardianto Marsuki Iswandi Marwan Zam Mili Marwan Zam Mili Masyudin Masyudin Maulana ArRaniri Putra Mesrawati Mesrawati Mesrawati Mesrawati Meygi Caesarika Putri Ilahude Mohamad Asmy Bin Mohd Thas Thaker Muh Nur Ikhsan Muh. Akramullah Muh. Nuzul Khaq Muh. Rusdin Muh. Rusdin Muh. Yudit Wahyu R Muhamad Rajab Muhamad Rudini Muhammad Amrullah Pagala Muhammad Irfan Karabu Muhammad Rusli Muhammad Sawadi Muhammad Yusril Munira Munira Munirwan Zani, Munirwan Murabbi Aliyu Musram Abadi N Hidajati N Hidayati Natsir Sandiah Nuhu Okomomi Isa Nur Amalia Jannah Wali Nur Asyik, Nur Nur Nilam Sari Nur Salam Nur Santy Asminaya Nuraeni Primawati Nurhayu Padangaran, Ayub Mangala Putri, Anindyaningrum Zainal Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rahmad Hardiono Rahman Rahman Rahmat Tybu Restu Libriani Rezky, Muhammad Riko Rinaldi Middin Rilus Kinseng Rina Astarika, Rina Rinawanti, Rinawanti Ripaldi Ripaldi Rusdin, Muh. Rusli Badaruddin Rusli Badaruddin Sabay Parda, Ahmad Fainal Safitri Safitri Safri Lasahudu Saminu Abdulrahman Ibrahim Sandi Trio Ramadhan Sarmin Setiawati, Indra Rahayu Sharhabil Musa Yahaya Silvia Eva Ningrum Sitti Aida Adha Taridala Sitti Aida Taridala Sri Nelfina Nur Sri Rejeki SrI Wahyuni Subandriyo . Sulastri Wulandari Sulna Sulna Sunarti Sunarti Surahmanto Syam Rahadi Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin TAKDIR SAILI Tambing, Titin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Taufik Taufik Uci Melia Vivin Wahyuni W. Kurniawan Wa Ipa Wa Laili Salido Wa Ode Nurlita Wa Ode Ririn Saputri Wa Ode Sitti Nur Anisa Anwar Wahab Wahab Wahab Wati, Inra Wisna Wisna Wiwiek Rindayati Yamin Yaddi Yayat Iman Supriyatna Yayat Iman Supriyatna Yayu Asifa Yunus, Lukman Zulfiqhi Haris Zulfiqhi Haris