p-Index From 2021 - 2026
9.791
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Sosiohumaniora Jurnal Pendidikan Humaniora Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Jurnal Inspirasi Pendidikan Ta´dib Jurnal Civicus Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Moral Kemasyarakatan Journal of Teaching and Learning in Elementary Education Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Etika Demokrasi Journal of Civic Education Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI Akademika : Jurnal Keagamaan dan Pendidikan SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL The Innovation of Social Studies Journal ASANKA: Journal of Social Science And Education Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Didaktika: Jurnal Kependidikan CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Journal La Sociale Journal La Edusci Indonesian Journal of Tourism and Leisure Inovasi Kurikulum Journal Evaluation in Education (JEE) Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Journal of General Education and Humanities Journal of International Conference Proceedings QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia International Journal of Religion Education and Law Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Mamangan Social Science Journal IRSYADUNA: Jurnal Kemahasiswaan Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Eduvest - Journal of Universal Studies Education: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Elementaria Edukasia Integralistik Society Sriwijaya University Learning and Education International Journal Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Unnes Political Science Journal Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman IRSYADUNA: Jurnal Kemahasiswaan PALASTREN: Jurnal Studi Gender Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

KONSEP PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Naniek Krishnawati; Juntika Nurihsan; Dasim Budimansyah; Encep Syarief Nurdin
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.814 KB) | DOI: 10.30868/ei.v3i05.42

Abstract

Di era global ini manusia dituntut serba cepat, agar mampu survive dalam kehidupan yang penuh kecepatan ini. Lambat laun  manusia terprogram dengan rasa persaingan yang tinggi, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Manusia seakan berlomba dengan waktu, tidak memberi ruang pada kekalahan dan kegagalan. Manusia menjadi serakah untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan, yang diukur dari sesuatu kasat mata, materi, maupun status sosial. Contohnya, kasus bunuh diri di kalangan pelajar yang tidak siap dengan kekalahan. Perilaku curang, termasuk mulai dari menyontek hingga menjiplak di kalangan akademisi, merupakan dampak modernisasi yang memandang tinggi sebuah keberhasilan, tanpa menyertakan unsur religius yang memungkinkan segala sesuatu dapat terjadi sebagaimana yang dikehendaki atau tidak.Dampak modernisasi dan paradigma dikotomis,membuat manusia mengedepankan aspek kognitif daripada afektif dan psikomotorik. Mempercayai apa yang dapat terindrai, semata-mata oleh akal serta panca indera dan menolak sesuatu yang tak terinderai. Dampak dikotomis, menjadikan manusia sebagai central, manusia tidak membutuhkan Tuhan dalam meraih kesuksesaan.Terjadinya pemilahan-pemilahan antara ilmu umum dan ilmu agama inilah, yang membawa umat Islam kepada keterbelakangan dan kemunduran peradaban. Karena ilmu-ilmu umum dianggap sebagai sesuatu yang berada di luar Islam dan berasal dari non-Islam atau the other, bahkan seringkali dipertentangkan antara agama dan ilmu (dalam hal ini sains).Agama dianggap tidak ada kaitannya dengan ilmu, begitu juga ilmu dianggap tidak memerdulikan agama. Begitulah gambaran praktik kependidikan dan aktivitas keilmuan di tanah air sekarang ini, dengan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dan dirasakan oleh masyarakat. Di sisi lain, generasi muslim yang menempuh pendidikan di luar sistem pendidikan Islam hanya mendapatkan porsi kecil dalam hal pendidikan Islam, atau bahkan sama sekali tidak mendapatkan ilmu-ilmu keislaman.
Makna Simbolik Upacara Khatam Quran Anak-Anak pada Perguruan Quran Awaliyah (PQA) di Nagari Balai Gurah Sumatera Barat Wirdanengsih Wirdanengsih; Sofyan Sauri; Dasim Budimansyah; Edi Suresman
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2017): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2017
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jkp.v13i1.16

Abstract

Upacara Khatam Quran anak- anak di Balai Gurah  kecamatan IV Angkat Kabupaten Agam Sumatera Barat merupakan upacara inisiasi kepada anak-anak yang telah mampu membaca dengan baik dan benar dan dilakukan setahun sekali oleh lembaga pendidikan masyarakat non formal yaitu Perguruan Quran Awaliyah (PQA) sehingga anak-anak di nagari Balai gurah yang berumur 9 tahun keatas umumnya sudah pandai mengaji dengan baik dan benar, sedangkan di beberapa daerah di negeri ini angka melek membaca Alquran masih tinggi dan dinagari ini pelaksanaan Khatam Secara rutin diselenggarakan sejak tahun 1923.Maka tujuan penelitian untuk mendiskripsikan  dan menjelaskan makna upacara Khatam Quran ini.Penelitian ini  dianalisis dengan teori interpretative simbolik yang dikemukaakan oleh Clifford Gertz yang menyatakan makna kegiatan masyarakat berasal dari kebudayaan  yang dihasilkan oleh manusia itu sendiri, akarnya pada penafsiran  masyarakat yang digambarkan  melalui sistem simbol  beserta jaringan simbol dari setiap kegiatan  dan praktek)  yang dilakukan masyarakat.
UPI LABORATORY REGULATION EVALUATION: CASE STUDY AGAINST LABSCHOOL UPI SCHOOL Prayoga Bestari
Sosiohumaniora Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v25i3.30914

Abstract

Management in each laboratory school is different from other schools in general. This research is a description of the policy evaluation on the regulation of laboratory schools that will provide educational services to students as expected (vision and mission of the lab school), become a place for developing various teacher and educational practices in teacher professional education, and a place for the development of various educational innovations. Laboratory schools are places where prospective professional teachers practice and develop educational innovations and act as model schools for creative and innovative learning practices for prospective professional teachers. By using a qualitative approach and a case study method, this study seeks to provide an overview of the laboratory school regulations in UPI. The results showed that, UPI PTNbh already has a special regulation on laboratory school governance, namely Rector Regulation No.4439 / UN40 / HK / 2019 concerning UPI School Organizing Bodies. Management of educational units at a certain level by educational units at other levels, needs to be affirmed by strong rules and needs to be operated effectively. Good and fair which is reflected in the dynamics of management, there is a proportional distribution of authority and a strategic distribution of power. The strategic division of power is characterized by the sharing of legal powers that are binding and obeyed which do not create multiple perceptions and harm the community using education.
KONSEP PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Naniek Krishnawati; Juntika Nurihsan; Dasim Budimansyah; Encep Syarief Nurdin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v3i05.42

Abstract

Di era global ini manusia dituntut serba cepat, agar mampu survive dalam kehidupan yang penuh kecepatan ini. Lambat laun  manusia terprogram dengan rasa persaingan yang tinggi, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Manusia seakan berlomba dengan waktu, tidak memberi ruang pada kekalahan dan kegagalan. Manusia menjadi serakah untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan, yang diukur dari sesuatu kasat mata, materi, maupun status sosial. Contohnya, kasus bunuh diri di kalangan pelajar yang tidak siap dengan kekalahan. Perilaku curang, termasuk mulai dari menyontek hingga menjiplak di kalangan akademisi, merupakan dampak modernisasi yang memandang tinggi sebuah keberhasilan, tanpa menyertakan unsur religius yang memungkinkan segala sesuatu dapat terjadi sebagaimana yang dikehendaki atau tidak.Dampak modernisasi dan paradigma dikotomis,membuat manusia mengedepankan aspek kognitif daripada afektif dan psikomotorik. Mempercayai apa yang dapat terindrai, semata-mata oleh akal serta panca indera dan menolak sesuatu yang tak terinderai. Dampak dikotomis, menjadikan manusia sebagai central, manusia tidak membutuhkan Tuhan dalam meraih kesuksesaan.Terjadinya pemilahan-pemilahan antara ilmu umum dan ilmu agama inilah, yang membawa umat Islam kepada keterbelakangan dan kemunduran peradaban. Karena ilmu-ilmu umum dianggap sebagai sesuatu yang berada di luar Islam dan berasal dari non-Islam atau the other, bahkan seringkali dipertentangkan antara agama dan ilmu (dalam hal ini sains).Agama dianggap tidak ada kaitannya dengan ilmu, begitu juga ilmu dianggap tidak memerdulikan agama. Begitulah gambaran praktik kependidikan dan aktivitas keilmuan di tanah air sekarang ini, dengan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dan dirasakan oleh masyarakat. Di sisi lain, generasi muslim yang menempuh pendidikan di luar sistem pendidikan Islam hanya mendapatkan porsi kecil dalam hal pendidikan Islam, atau bahkan sama sekali tidak mendapatkan ilmu-ilmu keislaman.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH PADA ERA SOCIETY 5.0 Rhindra Puspitasari; Dasim Budimansyah; Sapriya Sapriya; Rahmat Rahmat
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2796

Abstract

Penelitian ini tergolong penelitian pustaka library research. Ada empat alasan yang melatarbelakangi penelitian tentang konstruksi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah pada era distrubsi ini urgen untuk dilakukan, pertama, seharusnya pendidikan karakter yang berlangsung saat ini mampu menurunkan kasus dekandensi moral anak bangsa, namun kenyataannya angka kasus dekandensi moral semakin meningkat. Kedua, diperlukan sebuah konstruksi pendidikan karakter yang ideal untuk bisa dijadikan sebagai model pengembangan pendidikan karakter. Ketiga, Madrasah Ibtidaiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang cukup ideal dijadikan sebagai contoh pengembangan pendidikan karakter. Keempat, belum adanya penelitian sejenis tentang konstruksi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah pada era distrubsi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa model pendidikan karakter di madrasah ibtidaiyah memiliki distingsi atau kekhasan yang tidak dimiliki lembaga pendidikan formal sejenis lainnya. Sebagai rekomendasi, penelitian ini mendorong model pendidikan karakter di madrasah untuk senantiasa direkonstruksi secara lebih massif sehingga bisa dijadikan rujukan dalam pengembangan model pendidikan karakter di lembaga lain yang sejenis.
Analysis of PROSPER Strategy in the Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in Senior High School Bakti Fatwa Anbiya; Dasim Budimansyah; Bunyamin Maftuh; Kokom Komala Sari
Journal La Sociale Vol. 4 No. 5 (2023): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v4i5.890

Abstract

The Pancasila learner profile strengthening project in Senior High School is an important initiative to improve the understanding and practice of Pancasila values among students. In this context, PROSPER strategy analysis is used as a relevant framework and focuses on students' psychological well-being. This article aims to outline the application of the PROSPER strategy in the implementation of the Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (the Pancasila Student Profile Strengthening Project). The research approach used is descriptive qualitative, while the research locus is carried out at SMA N Semarang, the data collection technique uses interviews, observation and documentary studies. Data validity testing uses triangulation techniques. The results of the study outlined that the PROSPER element was adapted to the educational context with the aim of strengthening the understanding and application of Pancasila values among students. Positivity is emphasised to develop positive attitudes towards Pancasila, and healthy social relationships are promoted to build collaboration among students. In addition, expected academic outcomes were linked to the understanding of Pancasila, and student strengths were identified and utilised in the project. Project objectives are linked to school goals, and students are encouraged to actively engage in activities that support understanding of Pancasila values. Students' resilience is confronted with social and emotional skills training to overcome challenges. The implications of the implementation of the PROSPER strategy contribute to the formation of a younger generation that better understands and practices the values of Pancasila in the daily and future lives of students.
Implementasi Model Blended Learning pada Mahasiswa PGSD di Universitas Bina Nusantara Rina Patriana Chairiyani; Dasim Budimansyah; Kama Abdul Hakam; Yadi Ruyadi
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i4.7211

Abstract

Blended learning is a learning method that integrates face-to-face learning and online learning. This research aims to investigate the implementation of the blended learning model in Primary School Teacher Education (PGSD) students at Bina Nusantara University. By focusing on aspects of curriculum, technology, and student-teacher interaction, this research reveals the impact and effectiveness of this model on student learning experiences. This research used a qualitative approach with an open questionnaire method. Data was collected from teachers and students involved in the PGSD program. The research results show that the implementation of the blended learning model has provided significant benefits in enriching material, developing technology skills, and student engagement. However, the research results also highlight several challenges, including access to technology, lack of training for teachers, and effective time management. This research provides valuable insight into the successes and obstacles of implementing the blended learning model for PGSD students at Bina Nusantara University. This study provides recommendations for improving the quality of the blended learning model by considering the needs and characteristics of PGSD students. The results of this research can be a guide for higher education institutions in designing, implementing and improving blended learning methods to support quality education in the future.
Kayuagung Duta's Social Struggle: Implementation of Pancasila Values in Social Life Citra Lidiawati; Dasim Budimansyah; Cecep Darmawan; Susan Fitriasari
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 9, No 2 (2024): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v9i2.14849

Abstract

This research aims to analyze the Pancasila values reflected in the social struggles of Kayuagung duta. The research method used is a Case Study. The research approach employed is qualitative. This study was conducted in the city of Kayuagung, Ogan Komering Ilir, South Sumatra, Indonesia. The informants in this study comprised 21 individuals, including current and former Duta, experts in Pancasila Ideology, community members familiar with the duta, family members of the duta, criminal law experts, religious scholars, and students. Based on the research results and discussion, it is concluded that Kayuagung duta, in their social struggles, reflect and apply the values of Pancasila in their daily lives, both in their professional duties as a Kayuagung duta and in everyday life. This is evident in their activities, which include fulfilling their religious obligations, actively participating in social activities in their local communities, engaging in communal work, practicing deliberation before making decisions, and providing assistance to others regardless of status.
Critical literacy of young citizens in the digital era Nurjanah, Nunung; Abdulkarim, Aim; Komalasari, Kokom; Bestari, Prayoga; Suwandi, Mohamad Ardin
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v21i2.70232

Abstract

Today's young citizens are categorised as Generation Z. They are very closely related to gadgets and are often called digital natives. Currently, the number of young citizens dominates the Indonesian population, so young citizens need critical literacy to respond to any information critically. This study aimed to determine the level of critical literacy of young citizens. The research approach is descriptive and quantitative, with data collected using a survey questionnaire from senior high school students in Indramayu Regency, Indonesia. The research results are as follows: making decisions based on data is classified as excellent at 70%; being communicative and tolerant of differences at 73.1%; taking concrete action for a better life for all is 33.7%. Based on these findings, critical literacy needs to be continuously improved, including the use of learning resources and learning media that encourage the use of digital technology.
The use of social media in ethic digital perspective Rawanoko, Endrise Septina; Komalasari, Kokom; Al-Muchtar, Suwarma; Bestari, Prayoga
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v18i1.40036

Abstract

Penggunaan media sosial pada mahasiswa menjadi salah satu gaya hidup di lingkungan Universitas Wisnuwardhana Malang. Pada era digital seperti saat ini penggunaan media sosial sering disalah gunakan bahkan menjadi ajang bully, rasis, dsb. Untuk itu penggunaan media sosial perspektif digital ethic hadir sebagai cara untuk meminimalisir kebobrokan moral anak didik di media sosial. Riset ini berfokus pada penggunaan media sosial perspektif digital ethic pada mahasiswa di Universitas Wisnuwardhana Malang. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian di lapangan mengenai penggunaan media sosial dan perspektif digital ethic adalah mayoritas mahasiswa Universitas Wisnuwardhana Malang menggunakan media hanya untuk memposting foto-foto pribadi serta kegiatan yang positif. Sistem komunikasi sosial yang ada di media sosial, sama persis dengan sistem komunikasi dalam lingkungan sehari-hari. Mahasiswa Universitas Wisnuwardhana Malang mempertimbangkan dalam mengupload ataupun memposting di media sosial. ABSTRACTThe use of social media for students is one of the lifestyles in the University of Wisnuwardhana Malang. In this digital era, the use of social media is often misused. It even becomes an arena for bullying, racism, etc. For this reason, the use of social media with an ethical digital perspective is present to minimize the moral decay of students on social media. This research focuses on using social media with a digital ethics perspective on students at Wisnuwardhana University Malang. This research method is descriptive qualitative. The research results in the field regarding the use of social media and the digital ethics perspective are that many Wisnuwardhana University Malang students use the media only to post personal photos and positive activities. The social communication system in social media is precisely the same as the communication system in everyday life. Wisnuwardhana University Malang students consider uploading or posting on social media
Co-Authors - Sapriya Abdul Azis Wahab Afriansyah, Ardi Aghisna Akbar Ahsyabila Fazira Aim Abdulkarim Al-Muchtar, Suwarma Anggraeni, Laila Puspita Anggyana, Rifa Anita Deka Ar, Endang Danial Arief Nugroho Ariska, Aas Artinah, Fitriah Asep Mahfudz, Asep Asep Mahpudz Asep Mahpudz Atiek Winarti Bakti Fatwa Anbiya Bunyamin Maftuh Cecep Darmawan Cecep Darmawan Cecep Darmawan, Cecep Chairil Faif Pasani Citra Lidiawati Dadang Sundawa, Dadang Dadi Mulyati Darsiharjo Dasiharjo Dedeh Kartini Deni Zein Tarsidi Destian, Arya Devi Irena Diva Dwi Juliana Dwi Atmono Edi Suresman Eko Digdoyo, Eko Elly Malihah Encep Syarief Nurdin Encep Syarif Nurdin Endang Danial Ernawulan Syaodih Erwin Susanto Erwin Susanto Fajriani S, Nur Gaisani Umu Mudhiah Garuzooka John Francis Hadi, Muhammad Rusydan Abdul Harmawati, Yuni Hendri Irawan Hendri Marhadi Hermawan, Dwi Hilmy Nurfaizan Abdul Matin Husnul Fatihah I Nengah Agus Tripayana I Nengah Agus Tripayana . I Putu Windu Mertha Sujana Ifan Kiki Kurniawan Insani, Nisrina Nurul Julian Mauludi Fadhillah Juwandi, Ronni Kama Abdulhakam Karim Suryadi Kaspul Kaspul Khabibur Rohman Kokom Komala Sari Kokom Komalasari Kurniasih, Yuli Leni Anggraeni Lesmana, Tebi Linda Wardatul Zadidah Lutfiah, Dita Malika, Aura Sabrina Margi Wahono Mirwan Fikri Muhkam Mitchell Mollison Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang Mudhiah, Gaisani Umu Mufid Hidayat Muhammad Mona Adha Muhsinah Annisa Muhsinah Annisa Mulyadi Nugraha, Dadi Mulyani, Heny Mupid Hidayat Mupid Hidayat Mustolikh Mustolikh Muthaqin, Dwi Iman Nabila Rahma Shabrina Naniek Krishnawati Nika Nur Aliantika NIKMAH, KHOIRUN Nunung Nurjanah Nunung Nurjanah Nurihsan, Achmad Juntika Nurlaili Handayani Nurul Aini Pitria Sopianingsih Pradanna, Satrio Alpen Purnama, Sena Aji Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rawanoko, Endrise Septine Restu Adi Nugraha Rhindra Puspitasari Ridwan Setiawan Rifa Anggyana Rika Sartika Rina Patriana Chairiyani Rindiana, Rani Irmawati Rio Razab Isdendi Rivi Ahmad Jalari Ronni Juwandi Rudy Gunawan Sapriya Sarif Hidayat, Sarif Sena Aji Purnama Siti Patimah Sofyan Sauri Somad, Momod Abdul Sopianingshi, Pitria Sukadi Sukadi Sulaiman Sulaksono, Teki Prasetyo Supriatna, Aang Susan Fitriasari Suwandi, Mohamad Ardin Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah, Syaifullah Teguh Prasetio Teki Prasetyo Sulaksono Tripayana, I Nengah Agus Turmudi Vita Sevia Nanda Wardani, Ella Kusuma Wibowo Heru Prasetiyo Wirdanengsih Wirdanengsih Yadi Ruyadi Yuli Apriati Yuli Kurniasih