This Author published in this journals
All Journal Journal of Food and Pharmaceutical Science JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal NERS JPGSDI Pharmacon REINWARDTIA BERITA BIOLOGI JURNAL BIOLOGI INDONESIA IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Management Analysis Journal Aksara Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pertanian Agros JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE) PeTeKa JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Sciences) Journal of Creativity Student Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Jurnal Ners Abdi Masyarakat Critical Medical and Surgical Nursing Journal Indonesian Journal of Community Health Nursing Indonesian Journal of Global Health research Studies in Learning and Teaching Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Otonomi IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat FUNDAMENTAL AND MANAGEMENT NURSING JOURNAL Progress in Social Development Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Indonesian Journal of Innovation Studies Journal of Current Health Sciences Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Madako Elementary School EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia Jurnal Statistika dan Sains Data Jurnal Riset Ilmiah Indonesian Journal of Community Empowerment Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture
Claim Missing Document
Check
Articles

A Systematic Review: Ethnomedicinal Uses And Pharmacological Activity Of Male Papaya Flower (Carica papaya L.) Purwaningsih, Purwaningsih; Indrayudha, Peni
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 21, Special Issue 1, 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i0.23474

Abstract

An extensively utilized plant in traditional medicine is the papaya plant (Carica papaya L.). Papaya plants are useful in almost all parts, one part of (Carica papaya  L.) that has potential is the papaya flowers. Papaya flowers are often used as a vegetable, but papaya flowers also have health benefits. The purpose of this review is to present thorough and current information on the ethnomedical usage and pharmacological activity of male papaya flowers. The search method was carried out using relevant keywords of the following databases: Google Scholar, ScienDirect, and NCBI. The results of the article search after going through the article selection process based on the database resulted in 25 relevant articles. Male papaya flowers contain many bioactive compounds known pharmacological activities, including antioxidant, anticancer, antibacterial, antidiabetic, analgesic, wound healing, antihyperlipidemic, bioinsecticide, tyrosinase inhibition and sun protection activity. This pharmacological activity may be caused by the large number of bioactive compounds contained in male papaya flowers.
KAJIAN KANDUNGAN TIMBAL (Pb) DAN BAKTERI PELARUT FOSFAT PADA AREAL PERTANAMAN PADI DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Susana, Rini; Purwaningsih, Purwaningsih; Zulfita, Dwi; Warganda, Warganda; Nurjani, Nurjani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3504

Abstract

   Immobilization of Pb in the form of bonds with inorganic compounds can occur with the availability of large amounts of solubilizing phosphate in the rhizosphere. High solubilizing phosphate in the rhizosphere can be an indication of the presence of phosphate solubilizing bacteria that work effectively in the rhizosphere. Exploration, isolation and characterization of these beneficial bacteria need to be carried out, so that strains that are able to grow well in rice growing areas can be propagated as biofertilizers. The purpose of this study was to examine the content of lead (Pb) and the characterization of phosphate solubilizing bacteria in rice planting areas in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. This study used a field experiment method. Soil samples from the rice plant rhizosphere and rice plant samples were analyzed in the laboratory according to the variables that had been determined. The results of this study indicate that the available phosphate content in paddy fields in Sungai Kakap District ranges from 0.58 to 13.38 ppm. The paddy field in Sungai Rengas Village has a high available P content, while the paddy field in Sungai Kakap Village has a very low P status. The results of analysis of total Pb in the rice fields of Sungai Kakap District ranged from 11.55 to 18.71 ppm, the status of total Pb content was classified as low. The relationship between the availability of P in the soil and the levels of Pb is very low (r = -0.33), it is suspected that Pb does not affect the state of P in the soil due to the low concentration of Pb. The ability of bacterial isolates to dissolve phosphate in this study varied. Phosphate solubilizing bacterial isolates from rice roots had a greater ability to dissolve phosphate than isolates from paddy soil, both isolates from the rice fields of Sungai Rengas Village and Sungai Kakap Village.Keywords: Phosphate Solubilizing Bacteria, rice, paddy fields, lead.INTISARIImmobilisasi Pb dalam bentuk ikatan dengan senyawa anorganik dapat terjadi dengan tersedianya solubilizing fosfat dalam jumlah besar di rhizosfer. Solubilizing fosfat yang tinggi di rhizosfer dapat menjadi indikasi adanya bakteri pelarut fosfat yang bekerja effektif di rhizosfer. Eksplorasi, isolasi dan karakterisasi bakteri yang menguntungkan ini perlu dilakukan, agar strain-strain yang mampu tumbuh baik di areal pertanaman padi dapat diperbanyak sebagai biofertilizer. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kandungan timbal (Pb) dan karakterisasi bakteri pelarut fosfat pada areal pertanaman padi di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang. Sampel tanah dari rhizosfer tanaman padi dan sampel tanaman padi dianalisis di laboratorium sesuai dengan variabel-variabel yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan kandungan fosfat tersedia pada lahan sawah di Kecamatan Sungai Kakap berkisar 0,58 – 13,38 ppm. Lahan   sawah Desa Sungai Rengas memiliki kandungan P tersedia dengan status tinggi, sedangkan lahan sawah di Desa Sungai Kakap status P tersedianya sangat rendah. Hasil analisis Pb total di lahan sawah Kecamatan Sungai Kakap berkisar 11,55- 18,71 ppm, status kandungan Pb total ini tergolong rendah. Hubungan antara ketersediaan P di dalam tanah dengan kadar Pb sangat rendah (r = - 0,33), diduga Pb tidak mempengaruhi keadaan P di dalam tanah karena konsentrasi Pb yang rendah. Kemampuan isolat bakteri dalam melarutkan fosfat pada penelitian ini berbeda-beda. Isolat bakteri pelarut fosfat yang berasal dari  akar padi mempunyai kemampuan melarutkan fosfat yang lebih besar dibandingkan isolat dari tanah sawah, baik isolat yang berasal dari sawah Desa Sungai Rengas maupun Desa Sungai Kakap. Kata Kunci: Bakteri Pelarut Fosfat, padi, sawah, timbal.
LAMA WAKTU PERENDAMAN BENIH PORANG DENGAN EKSTRAK TAUGE TERHADAP VIABILITAS BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT PORANG Ambarwanti, Cahreta; Palupi, Tantri; Purwaningsih, Purwaningsih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2406

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh serta lama waktu terbaik perendaman benih porang dengan esktrak tauge terhadap viabilitas dan pertumbuhan bibit porang. Penelitian ini terdiri dari dua kegiatan, pertama uji viabilitas benih menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Variabel yang diamati adalah Indeks Vigor, Keserempakan Tumbuh, Daya Berkecambah, Kecepatan Tumbuh, Panjang Plumula dan Panjang Radikula. Dengan perlakuan (1)= tanpa perendaman, (2)=  perendaman 1 jam), (3)= perendaman 2 jam, (4)= perendaman 3 jam, (5)= perendaman 4 jam.  Percobaan kedua yaitu uji Pertumbuhan bibit porang menggunakan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan yang digunakan sama seperti pengujian pertama. Variabel yang diamati adalah Tinggi Tanaman dan Jumlah Batang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan bahwa lama perendaman benih porang dengan ekstrak tauge tidak meningkatkan viabilitas perkecambahan dan pertumbuhan bibit porang, namun perendaman benih porang selama 2 jam dapat meningkatkan pertumbuhan panjang plumula dan radikula pada benih porang.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Kanker Serviks Terhadap Sikap dalam Melakukan Pemeriksaan IVA Purwaningsih, Purwaningsih; Yunitasari, Eva
Journal of Current Health Sciences Vol. 1 No. 2: 2021
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.202114

Abstract

Health education is an effort of the community to get healthy behave through persuasion, invitation, information and awareness delivery and others. There was a barrier on society to preventing cervical cancer such as the women feel have to symptoms of cervical cancer on theirs. This study included a quantitative study with Quasi Experiment method and a Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest design. The sample of the study consisted of 43 respondents that were taken by purposive sampling. The findings of the study revealed that 11 respondents (25,6%) had a good attitude and 32 (74,4%) had a poor attitude before intervention. Then, 26 respondents (60,5%) had a good attitude and 17 respondents (39,5%) had a poor attitude after the intervention. Statistically, there were differences in attitude among the women to IVA screening before and after intervention (p-value 0,004 with a significance limit of less than 0,05).  Abstrak: Pendidikan kesehatan kesehatan merupakan upaya agar masyarakat berperilaku sehat dengan cara persuasi, bujukan, himbauan, ajakan, memberi informasi memberikan kesadaran dan sebagainya. Kendala masyarakat dalam melakukan pencegahan kanker serviks diantaranya adalah sikap ibu yang tidak mau untuk memeriksakan diri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Dengan menggunakan metode Quasi Eksperimen dan menggunakan desain penelitian Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, dengan jumlah sampel 43 ibu usia subur. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan sikap baik sebelum intervensi 11 orang (25,6%) dan sikap kurang 32 orang (74,4%), sikap baik sesudah intervensi 26 orang (60,5%) dan sikap kurang 17 orang (39,5%). Ada perbedaan yang signifikan pada sikap ibu usia subur sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dengan p value 0,004 kurang dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh terhadap sikap ibu usia subur di Desa Margakaya. Diharapkan penelitian ini dapat membantu atau memotivasi petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya kanker serviks apabila tidak melakukan pemeriksaan.
PENERAPAN INISIASI MENYUSUI DINI TERHADAP INVOLUSI UTERI PADA IBU POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Maulina, Nadira; Sinuraya, Evamona; Purwaningsih, Purwaningsih
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 1 No. 12 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/9jddpj41

Abstract

Inisiasi menyusui dini adalah proses menyusui yang pertama kali dilakukan oleh seorang ibu kepada bayinya. Bayi pada yang baru saja di lahirkan 30 menit pertama harus langsung disusukan pada ibunya, Gerakan refleks untuk menghisap pada bayi baru lahir akan mencapai puncaknya pada waktu berusia 20-30 menit setelah bayi lahir. menghisap putingnya pada awal masa nifas meningkatkan stimulasi sekresi oksitoksin. Refleks saraf mendorong lobus posterior kelenjar pituitary untuk mengeluarkan hormon oksitoksin ketika bayj menghisap putting susu. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui bagaimana gambaran studi kasus Penerapan inisiasi menyusui dini terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Post Partum. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien yang bersedia menjadi responden, terhadap ibu postpartum yang sudah melahirkan 2 hari atau lebih. Hasil dan Pembahasan : setelah dilakukan proses asuhan keperawatan pada ibu postpartum maka didapatkan hasil bahwa dengan pemberian Inisiasi Menyusui Dini dapat mempercepat Involusi Uteri, ibu dapat mengerti tentang cara pemberian Inisiasi Menyusi Dini yang tepat dan intervensi dapat dilanjutkan dirumah. Kesimpulan dan Saran: setelah dilakukan evaluasi keperawatan pada dua ibu postpartum maka klien mampu melakukan tehnik insiasi menyusui dini yang tepat dan meningkatkan keberhasilan dalam menyusui.
PENGARUH AMPAS TAHU PADA MEDIA SERBUK GERGAJI DAN AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH Anjas, Anjas; Purwaningsih, Purwaningsih; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70367

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur makroskopis yang digolongkan kedalam jamur yang kaya akan nutrisi karena memiliki nutrisi yang sangat tinggi. Ampas tahu mengandung protein, lemak, kalsium dan vitamin yang dapat membantu pertumbuhan dan hasil jamur tiram pada media serbuk gergaji dan ampas tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram. Penelitian ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yaitu di jalan Beringin RT 30, RW 07, Sekunder B Unit Kampung, Kecamatan Rasau Jaya. Lokasi kedua di jalan Aburahman Saleh 3, Kecamatan Pontianak Tenggara. Adapun waktu penelitian dimulai 1 November 2021 sampai 31 Januari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu pemberian konsentrasi ampas tahu pada 7 taraf. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel baglog sehingga jumlah baglog seluruh perlakuan 84 baglog. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari perlakuan ampas tahu yaitu P1=0%, P2=5%, P3=10%, P4=15%, P5=20%, P6=25%, dan P7=30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi ampas tahu berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Konsentrasi ampas tahu 25% merupakan konsentrasi efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih.
PENGARUH BOKASHI ALANG-ALANG DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Pratiwi, Anugrah Putri; Santoso, Edy; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.60471

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Kedelaitidak menjadi prioritas untuk diproduksi di Kalimantan Barat sehingga perlu adanya upaya  ekstensifikasi dan intensifikasi. Secara ekstensifikasi yaitu pemanfaatan tanah PMK sebagai  media tanam. Secara intensifikasi yaitu mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada  dengan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi bokashi alang-alang dan pupuk kalium, serta mendapatkan dosis bokashi alang-alang dan pupuk kalium terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Sepakat II Pontianak Tenggara, dimulai pada Mei sampai Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu bokashi alang-alang dan pupuk kalium. Faktor pertama dosis bokashi alang-alang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha. Faktor kedua pupuk kalium terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 100 kg/ha, 150 kg/ha dan 200 kg/ha. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi alang-alang dosis 20 ton/ha dengan pupuk kalium dosis 150 kg/ha merupakan perlakuan terbaik terhadap semua variabel dan terdapat interaksi antara pemberian bokashi alang-alang dan pupuk kalium terhadap tanaman kedelai pada tanah PMK.
PENGARUH SKARIFIKASI DAN LAMA PERENDAMAN DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI PINANG Rapeah, Rapeah; Purwaningsih, Purwaningsih; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70832

Abstract

Pinang (Areca catechu) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki potensi yang cukup tinggi dan nilai ekonomi sebagai bahan baku industri kimia dan farmasi. Secara alamiah benih pinang baru dapat berkecambah setelah 60-75 hari setelah semai.. Tujuan penelitian ini mendapatkan metode skarifikasi dan lama perendaman dengan ekstrak bawang merah yang   terbaik untuk mempercepat perkecambahan pada biji pinang. Penelitian ini dilakukan di lahan yang terletak di Jl. Parit Sarim Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap pada bulan Desember 2022 sampai Febuari 2023. Penelitian ini menggunakan pola   Faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor skarifikasi dan lama perendaman, serta setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari: tanpa skarifikasi dan lama perendaman 3 jam, tanpa skarifikasi dan lama perendam 6 jam, tanpa skarifikasi dan lama perendaman 9 jam, skarifikasi dan lama perendaman 3 jam, skarifikasi dan lama perendaman 6 jam, skarifikasi dan lama perendaman 9 jam. Variabel   yang diamati adalah kadar air, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, panjang akar, dan panjang plumula. Hasil penelitian   ini yaitu   skarifikasi dan lama perendaman dengan ekstrak bawang merah terhadap perkecambahan biji pinang hanya memberikan interaksi pada variabel pengamatan daya berkecambah. Skarifikasi pada benih dan lama perendaman 9 jam memberikan pengaruh yang tertinggi   terhadap perkecambahan biji pinang.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI NUTRISI AB-MIX DAN REBUNG BAMBU SECARA HIDROPONIK Firmana, Firmina Murniati; Nurjani, Nurjani; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77272

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi nutrisi AB-mix dan pupuk organik cair rebung bambu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri serta mendapatkan kombinasi AB-Mix dan POC pupuk organik cair rebung bambu yang terbaik bagi tanaman seledri yang ditanam secara hidroponik dengan media cocopeat dan arang sekam. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasi larutan AB mix dan POC rebung bambu. Perlakuan kombinasi AB mix dan POC rebung bambu terdiri dari 8 perlakuan, 4 ulangan, 3 sampel tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman ialah 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah ; p1: 100% AB-Mix, p2 : 90% AB-Mix + 10% POC Rebung Bambu, p3 : 80% AB-Mix + 20% POC Rebung Bambu, p4 : 70% AB-Mix + 30% POC Rebung Bambu, p5 : 50% AB-Mix + 50% POC Rebung Bambu, p6 : 30% AB-Mix + 70% POC Rebung Bambu, P7 : 20 % AB-Mix + 80% POC Rebung Bambu dan P8 : 10 % AB-Mix + 90% POC Rebung Bambu. Variabel pengamatan terdiri dari; tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan (anakan), berat segar tanaman (g), volume Akar (cm3) dan berat kering tanaman (g). Variabel tambahan terdiri dari; suhu udara ( °C) dan kelembaban udara relatif (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 80% AB-Mix + 20% POC Rebung Bambu merupakan dosis kombinasi terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman seledri secara hidroponik.
Strategies to Improve Emergency Nurses' Response Time Through Training Programs: Strategi untuk Meningkatkan Waktu Tanggap Perawat Gawat Darurat Melalui Program Pelatihan Sari, Firdaus Indah; Purwaningsih, Purwaningsih; Qur’aniati, Nuzul
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 25 No. 4 (2024): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v25i4.1309

Abstract

Background: Emergency units rely on nurses' rapid response times to manage critical situations effectively. Overcrowding and inadequate triage skills often compromise patient outcomes. Gap: Limited evidence exists on the most effective interventions to improve emergency nurses' response times. Aim: This systematic review evaluates evidence-based interventions for enhancing response times in emergency nurses. Results: From 15 studies, effective interventions include simulation-based education, triage training (e.g., Emergency Severity Index, Swiss Triage System), virtual simulations, and hands-on basic life support (BLS) training. BLS and triage training most significantly improve response times by prioritizing patient severity and enhancing emergency handling. Novelty: This review integrates global evidence, highlighting the combined impact of simulation-based and triage training programs. Implications: Healthcare systems should adopt tailored interventions, such as BLS simulations and triage training, to optimize emergency department efficiency and patient outcomes. Highlights: Critical Interventions: Simulation-based education and BLS training are the most effective in enhancing nurses' emergency response times. Global Evidence: Findings from 15 studies highlight diverse strategies, including virtual simulations and triage systems, for improving efficiency. Practical Implications: Tailored interventions like BLS and triage training directly improve patient outcomes and emergency department performance. Keywords: Nursing, Improve, Response Time, Emergency Rooms
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rahman Ollong Abi Fadila Abu Bakar Agus Sulistyono Ah. Yusuf Alfariski, Irgi Alit Armini, Ni Ketut Alnita Baaka Amalia, Nabilla Dihni Ambarwanti, Cahreta Andri Setiya Wahyudi Angelina N. Tethool Anita Nurmasitoh Anjas Anjas, Anjas Arif Rahman Aththibby Arizona, Rizki Arni Juwita Artono, Agus Ashari, Asri Mulya Asih, Nuri Luthfi Asnawati Asnawati Asri Darmawati Asri Darmawati Astuti Darmiyanti Aswin, Rosmayanti Atikah, Tika D. bagaskoro, isnaini jaya Bahiyah, Khoridatul Bambang Sri Anggoro Banjarnahor, Hotma Ria Candra Panji Asmoro, Candra Panji Capriati, Rossy Chamidah, Isni Nurul Chamidah, Isni Nurul Cholicul H Claude Mona Airin Cloudia, Hikma Bungsu Daniel Y. Seseray Darma, Septin Srimentari Lely Deltario Novian Joko Sucipto Dewi Liesnoor Setyowati Dhoriva Urwatul Wustqa Djoko Agus Purwanto Dwi Budi Santoso Dwi Dina Romantika Dwi Nurhayati, Dwi Dwi Nurhidayati, Dwi Dwi Zulfita Ecin Kuraesin Edy Santoso Eka Mishbahatul Mar'ah Has Elida Ulfiana Erita Gustina Erlis Nur Mujiningsih, Erlis Nur Erwin Ayubi, Tika Esti Yunitasari Evamona Sinuraya Evi W. Saragih Fathurrahmah, Nuzul Isnaini Fauzul, Fauzul Ferry Effendi Firdayani Sianturi Firmana, Firmina Murniati Gading Ekapuja Aurizki Ginting, Anisa Yolanda Gita Agnes Gregoria Ariyanti Gunawan, Elfedius Andre Hakim Zulkarnain Hakim, Aji Qamara Dewi Harianja, Greace Heni Murti Wahyuni Hotlan Manik Ika Yuni Widyawati Ilya Krisnana, Ilya Indarwati , Retno Inriani, Noveling Intan Munawaroh Iriani Sumpe J. Wajo, Muhammad Jadimanto, Jadimanto Jailani Jailani John Arnold Palulungan Jr, Rosalio G. Artes Juwita, Putri Karingga, Devangga Darma Khairani, Ade Irma Kharisma, Nazza Khikmatul Mu’jizah Khusna, Nia Annisyatul Kipa Jundapri Kurniawati, Ninuk Dian Kuswata Kartawinata Lailatun Ni’mah Lekitoo, Marlyn N Lestari, Nila Lilik Manowati Made Indra Ayu Astarini, Made Indra Ayu Makhfudli Makhfudli Marbun, Mega Sari Mardiani, Inna Nisawati Margaretha Kewa Lamak Martha Kayadoe Masitah Masitah Masrifah, Masrifah Maulina, Nadira Meliany, Veronika Mimi Rosadi Miranda, Miranda Misutarno, Misutarno Moh. Khoiruddin Mohammad Nur Firdaus Muh D. RAM Muh. Abdurrouf Mulyadi Mulyadi Nabilah, Arinda Putri Nalika Nazua Ridwan Nanang Fachruddin Nasrija, Hendra Nasronudin Nasronudin Nasution, Ruqoyyah Natasya, Cindy Ni'mah, Lailatun Nihayati, Hanik Endang Niken Ariska Prawesti Niken Subekti Nina Fentiana Nisrina Nisrina Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nur Hidayat Nurjani Nurmairina Nursalam . Nursalam, Nursalam Nuzul Qur'aniati Nuzul Qur’aniati Nyoto Suseno O R Faidiban, O R Pamela, Tia Paratami, Ando Peni Indrayudha Pramesti, Mardiani Rahayu Pratiwi, Anugrah Putri Prawesti, Niken Ariska Priyo Sambodo Purwiro Harjati Puspitasari, Nindy Putri, Pinandhita Putri, Pinandhita Qolbi Nur Qoidah Yahya Qur’aniati, Nuzul Rahma Illahi, Cinta Sasmita Rapeah, Rapeah Ratia, Ratia Ratna Dewi Mulyaningtiyas Rini Susana Riski Hardani Riyadi, Muhammad Hamdan Rofida, Astuti Rosyida, Rohima Tazkiyah Ruddy Polosakan, Ruddy Sadiyah, Halimah Salsabila, Irma Saragih , Evi W. Sari, Firdaus Indah Septanto, Aby Nugrah Septiyaningsih, Tri Septiyaningsih, Tri Setia Budi Setyo Gunawan, Setyo Shelda, Priscila Shelda Sientje D. Rumetor Simamora, Endang Roswati Siti Nur Imamah Sodiqin, Sodiqin Sri Murlianti Sriani, Henni Suarilah, Ira Sudarsono Sulistiawati Sulistiawati Sunaryo Sunaryo Surbakti, Claudia Surbakti, Rori Sandri Dewi Br Susamto, Dina Amalia Susanti Susanti Susilastri, Dian Syahrum Agung Syaifuddin Kurnianto syarief ferry alkadrie Tabilangi, Charles Tantri Palupi Trias Isrichawati Triharini, Mira Trini Susmiati Tukatman Tukatman Utami, Lia Wahyu Utami, Novi Tri Utomo, Jepri Vourvachi, Christina Wahono, Lakon Wahyuni Tri Lestari Warganda Warganda Widarizki, Restik Bunga Widayati , Trisiwi W. Widayati, Isti Widiharti Widiharti Wulandari, Annisa Yuana yuana, Yuana Yuli Anggraini Yulis Setiya Dewi Yunitasari, Eva Yusuf, Razali YUSUF, RAZALI Yusuf, Razali Yusuf, Razali Zahroh, Nabila Shofiatuz