Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA KELUARGA TAHAP 3 Zahroh, Roihatul; Rahmawati, Rita; Abd. Rahman, Ika Marlina
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.54

Abstract

ABSTRAKDiare merupakan salah satu infeksi saluran pencernaan, jika tidak segera ditanganibisa mengakibatkan kematian. Pengetahuan ibu tentang pencegahan diare dapat diberikanmeskipun pendidikan kesehatan, dengan pengetahuan pendidikan kesehatan, mengambildalam mencegah diare untuk mencegah diare yang dapat meningkatkan status kesehatan.Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mendekati DesainSatu-Group Pretest-posttest, metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling,sampel yang diambil sebesar 23 responden. Variabel bebas adalah variabel dependen,sedangkan pendidikan kesehatan adalah perilaku (pengetahuan, sikap, tindakan)pencegahan diare pada tahap keluarga 3. Data penelitian diambil menggunakan kuesionerdan observasi.Perhitungan hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon statistik Test,menunjukkan hasil pengaruh pendidikan kesehatan pada perilaku pencegahan diare padakeluarga tahap 3 (pengetahuan: ρ = 0.00, sikap: ρ = 0,001, tindakan: ρ = 0,000).Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan perawat dan tenaga medis lainnya yangmemberikan pendidikan kesehatan dalam upaya untuk membantu ibu (orang tua) ataumasyarakat dalam meningkatkan baik pengetahuan, sikap, dan tindakan dan keterampilanuntuk dapat mencegah diare yang dapat mengurangi angka kematian akibat diare padaanak balita.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Tindakan.ABSTRACTDiarrhea is one of the digestive tract infection, if not addressed promptly can resultin death. Mother’s knowledge about the prevention of diarrhea can be provided though ahealth education, with health education knowledge, takes in preventing diarrhea to preventdiarrhea that can improve health status.Methods this study uses experimental methods to approach One-Group PretestposttestDesign, sampling method used is purposive sampling, sample are taken by 23respondents. The independent variable is the dependent variable, while health education isbehavior (knowledge, attitude, action) the prevention of diarrhea in the family stage 3. Theresearch data was taken using a questionnaire and observation.From calculations using the Wilcoxon Signed Rank test Test statistics, shows theresults of the effect of health education on diarrhea prevention behaviors on the familystage 3 (knowledge : ρ = 0.00, attitude : ρ = 0.001, action : ρ = 0.000).Based on the results of this study is expected that nurses and other medicalpersonnel providing health education in an effort to help mothers (parents) or thecommunity in improving both the knowledge, attitudes, and actions and skills to be able toprevent the diarrhea that can reduce mortality from diarrhea among children under five.Keywords : Health Education, Knowledge, Attitude, Action.
PENGGANTIAN INFUS SET TIAP 3 HARI MENGURANGI RISIKO PENINGKATAN JUMLAH LEUKOSIT Rahmawati, Rita; Gustomi, Mono Pratiko; Yusuf, Muhammad
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.56

Abstract

ABSTRAKPeningkatan jumlah leukosit pada pasien dapat terjadi karena salah satunya adalahdi mana infus set infus set tidak dirawat setiap hari dan berubah setiap 3 hari sesuai denganteori yang ada.Jumlah populasi yang diteliti di Ibnu Sina Rumah Sakit ICU GRESIK adalah 30responden. Dengan menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah yang tepat darisampel kriteria inklusi dan eksklusi dari 28 responden. Pengambilan sampel menggunakanteknik probability sampling. Studi ini merupakan pengganti infus set dan variabeldependen adalah kejadian infeksi nosokomial di. Data dikumpulkan melalui observasi dandianalisis menggunakan uji rank wilcoxon dengan tingkat signifikansi α <0,05.Hasil pada statistik menunjukkan efek meningkatkan leukosit sebelum penggantianinfus set adalah 0.008 lebih kecil dari 0,05. Tingkat pengaruh kejadian infeksi nosokomialsetelah penggantian infus set.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggantian infus set setiap 3 harimenurunkan kejadian infeksi yang ditandai dengan peningkatan jumlah kadar leukosit.Kata kunci: infus set, leukosit, infeksi.ABSTRACTIncreasing the number of leucocytes in patients may occur because one of them iswhere the infusion set infusion set is not being treated every day and changed every 3 daysin accordance with existing theories.The number of the population studied in Ibnu Sina Hospital ICU GRESIK is 30responden. By using the Simple Random Sampling the appropriate amount of sampleinclusion and exclusion criteria of 28 respondents. The sampling use probability sampling.This study is the replacement infusion sets and the dependent variable was the incidence ofinfection in nosokomial. Data collected by observation and analyzed using wilcoxon ranktest with significance level α < 0.05.The result on the statistics show the effect of increasing lecocyte prior toreplacement infusion sets is 0,008 is smaller than 0.05. For the degree of influence theincidence of nosocomial infections after replacement infusion sets.The conclusion of this study is that there is an influence between the numbers ofleucocytes before after replacement infusion sets every 3 days.Keywords: infusion sets, leucocytes, infection.
RECOMBINANT ERYTHROPOIETIN MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA Syaiful, Yuanita; Rahmawati, Rita; Maslachah, Maslachah
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.57

Abstract

ABSTRAKAnemia adalah umum pada kebanyakan pasien dengan penyakit ginjal kronis yangmenjalani hemodialisis. Dari uraian di atas maka membuat studi tentang pengaruhpemberian eritropoietin rekombinan untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada pasiendengan penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di rumah sakit Ibnu SinaGresik.Desain penelitian menggunakan desain pra eksperimental dengan pre-post testdalam satu kelompok. Wich meliputi 17 sampel menggunakan purposive sampling. Datadikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Data proses dan dianalisismenggunakan uji wilcoxon sign test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hemoglobin semua responden sebelummemperoleh rekombinan Erythropoietin 100% dari responden berpengalaman dalamlipatan hemoglobin. Berdasarkan uji wilcoxon stastistical signifikansi diperoleh di kantor p= 0,000 lebih kecil dari 0,005, berarti ada pengaruh pemberian rekombinan erythropoietinterhadap peningkatan kadar hemoglobin.Terapi rekombinan erythropoietin adalah konsep dasar yang cepat meningkatkankualitas hidup penderita. Memberikan eritropoetin rekombinan sangat efektif untukmemperbaiki anemia dan mengurangi insiden komplikasi penyakit kardiovaskular.Kata kunci: rekombinan Erythropoietin, Jumlah Hemoglobin, Penyakit Ginjal Kronis.ABSTRACTAnemia is common in most patients with cronic kidney disease who undergohemodialysis. From the above description then made a study of the effect of givingrecombinant erythropoietin to increase hemoglobin levels in patient with cronic kidneydisease that undergo hemodialysis in hospital Ibnu Sina Gresik.The design of the research used a pra eksperimental design with pre-post test inone group. Wich include 17 samples using purposive sampling. Data were collected usingquestionaire and observation. Data on process and analyzed using the wilcoxon sign test.The results showed that the hemoglobin all respondent before obtainingrecombinant Erythropoietin 100% of respondent experienced in crease of hemoglobin.Based on the wilcoxon stastistical test of significance obrained p= 0.000 is smaller than0.005, wich means there is the influence of recombinant Erythropoietin to elevated levelsof hemoglobin.Erythropoietin recombinant theraphy is the basic concept that quickly improves thequality of life of patiens. Giving recombinant erythropoietin very effective for correctinganemia and reducing the incidence of complication of cardiovascular disease.Keywords: Recombinant Erythropoietin, Hemoglobin Levels, Cronic Kidney Disease.
ANALISIS FAKTOR TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN PRE DAN POST OPERASI Rahmawati, Rita; Mumaiyizah, Mumaiyizah
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.58

Abstract

ABSTRAKKepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkankinerja (atau hasil) yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Kepuasan dinilaidalam penelitian ini adalah kepuasan pasien pra perawatan operasi yang informed consent,menunggu periode dan tingkat kenyamanan / sakit gratis pasca operasi. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor kepuasan dengan pre pelayanan danperawatan pasca operasi.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional studi. Populasi 80 orang sampeldengan menggunakan purposive sampling, sampel yang memenuhi kriteria inklusisebanyak 66 responden. Variabel bebas penelitian informed consent, menunggu periodedan tingkat / kenyamanan bebas dari rasa sakit serta penelitian kepuasan variabeldependen. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dimodifikasi danobservasi.Menganalisis data menggunakan beberapa hasil regresi linear penelitian tidak adahubungan antara informed consent untuk kepuasan (r = - 0.026 p = 0,417), waktu tunggutidak ada hubungannya dengan kepuasan (r = 0,095 p = 0,224), tingkat kenyamanan / tidakridge bebas rasa sakit dengan kepuasan (r = -0,020 p = 0,436). Tidak ada korelasi antarapersetujuan Infomed, menunggu periode dan tingkat kenyamanan / tingkat bebas rasa sakitkepuasan pasien pra dan pasca operasi.Manajemen bedah ruang instalasi harus lebih meningkatkan layanan pra operasi,selama dan pasca operasi.Kata kunci: Informed consent, waktu tunggu, penghilang rasa sakit, kepuasanABSTRACTCustomer satisfaction is the level of one's feelings after comparing the performance(or result) that he felt compared to his expectations. Satisfaction is assessed in this studyare the satisfaction of patients in pre operative nursing care that is informed consent,waiting periods and levels of comfort/ pain free post operative. The purpose of this studywas to analyze the factors of satisfaction with the service pre and post operative care.This research used a cross sectional study design. The population of 80 peoplesampling by using purposive sampling, the sample that met the inclusion criteria as muchas 66 respondents. Independent variables the study informed consent, waiting periods andlevels of comfort/ pain-free as well as the dependent variable satisfaction research. Thedata was collected with modified questionnaire and observation.Analyze of data using multiple linear regression results of the research there wasno relationship between informed consent to the satisfaction (r = - 0.026 p = 0.417),waiting time has nothing to do with satisfaction (r = 0.095 p = 0.224), level of comfort / nopain-free ridge with satisfaction (r = -0.020 p = 0.436). There was no corelation betweeninfomed consent, waiting periods and levels of comfort/ pain-free level of satisfaction withpre and post operative patients.Installation space surgical management should further improve the service preoperative, during and post operative.Keywords: Informed consent, waiting periods, pain relief, satisfaction
EKSTRAK BAWANG MERAH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Zahroh, Roihatul; Rahmawati, Rita; Yahya, Mohammad
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.65

Abstract

ABSTRAKBawang merah (Allium ascalonicum) mengandung quercetin dianggap memilikipotensi sebagai agen hipoglikemik melalui penghambatan enzim alfa amilase yangberperan dalam pencernaan karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengevaluasi pengaruh ekstrak bawang merah dalam menurunkan kadar glukosa darahpada tikus hiperglikemik.Penelitian ini untuk menilai pengaruh ekstrak bawang pada tikus yang dijadikanhiperglikemia menggunakan induksi aloxxan. Penelitian ini merupakan penelitian TrueExperiment. Sampel terdiri dari 12 tikus Mus musculus berumur 3-4 bulan, jenis kelaminjantan yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 tikus dengan pemberian air suling(kontrol) dan kelompok 2 dengan ekstrak bawang merah yang diberikan 1,5 ml / kg.Kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dengan tingkat signifikansiα<0,05.Pada kelompok diabetes diberi ekstrak bawang merah, menunjukkan ada perbedaanyang signifikan sebelum dan setelah pemberian ekstrak bawang (p = 0.029) selama 7 hari.Kadar Gula Darah Berarti tikus sebelum dan sesudah perlakuan diberikan 233,83-101,6mg/dL.Ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum) dapat menurunkan kadar glukosadarah pada tikus hiperglikemik dengan penurunan yang signifikan dalam bawang ekstrak1,5 ml / kg berat badan per hari selama seminggu. Oleh karena itu ekstrak bawang dapatmenjadi alternatif herbal dalam menurunkan kadar glukosa darah.Kata kunci: Ekstrak bawang merah, Kadar glukosa darahABSTRACTShallot (Allium ascalonicum) contains quercetin considered has a potential ashypoglycemic agent through its inhibition acting to alpha amylase enzyme which play arole in carbohydrate digestion. The aim of the present study is to evaluate the effect ofonion extract in blood glucose level reduction in hyperglycemic rats.This study to assess the effect of onion extract on mice Blood Sugar is used as theinduction of hyperglycemia with aloxxan. This study is an experimental research Pre andPost Test Control Group Design. Sample consisted of 12 mice Mus musculus tail 3-4month-old male who were divided into two groups. Group 1 mice by administering distilledwater (control) and group 2 with the shallot extract given 1.5 ml / kg. Then analyzed usingone way ANOVA test with significance level α <0.05.In the diabetic group given the extract of red onion, shows there are significantdifferences before and after administration of onion extract (p = 0029) for 7 days. BloodSugar Levels Mean of mice before and after treatment is given from 233.83 to 101.6Extracts of onion (Allium ascalonicum) can lower blood glucose levels inhyperglycemic rats with significant decrease in the onion extract 1.5 ml / kg body weightper day for a week. therefore onion extract may be an alternative in a decrease in bloodsugar levels.Keywords: Onion extract, Blood glucose level
PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA MENINGKATKAN KEKEBALAN IMUN DARI STRES PADA LANSIA Rahmawati, Rita; Rindayati, Rindayati
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i1.69

Abstract

ABSTRAKStres adalah sesuatu yang menciptakan dari perubahan yang mengganggukeseimbangan steady state dan perlu untuk mendapatkan lebih dengan. Proses perubahanpada orang-orang tua adalah semua tentang perubahan pada aspek fisik, aspek psikologis,dan aspek sosial. Proses ini membuat pengaruh timbal balik dan menciptakan kondisi yangpotensial untuk stres. Jika orang-orang tua diberi pendidikan kesehatan mental, untuk efekmereka akan kebal dari stres itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenjelaskan pengaruh pendidikan kesehatan mental terhadap tingkat kekebalan stres padaorang-orang tua.Desain penelitian menggunakan metode Pre Eksperimental dengan One-Group PreTest-Post-test, dengan responden 31 sampel yang diambil menggunakan teknik PurposiveSampling. Data dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Uji dengan tingkatnilai ρ = 0,000. Ada pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan mental terhadaptingkat kekebalan stres pada orang tua.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekebalan stres pada lansia sebelumpendidikan kesehatan mental diberikan mencapai 77,41% dari responden yang tidakmemiliki kekebalan terhadap stres, dan 22,58% responden memiliki kekurangan kekebalantubuh terhadap stres. Tingkat kekebalan stres pada orang-orang tua setelah pendidikankesehatan mental diberikan menjadi 9,68% dari responden yang tidak memiliki kekebalanterhadap stres, 87,10% responden memiliki kekurangan kekebalan terhadap stres, dan 6,45% dari responden memiliki kekebalan terhadap stres.Berdasarkan hasil dari penelitian ini bahwa pendidikan kesehatan mental yangmempengaruhi tingkat kekebalan stres pada orang tua.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan Mental, Gelar kekebalan Stres, Lansia.ABSTRACTStress is something that create from change that interfere the balancing of steady stateand need to get over with. This changing process on the old people is all about the changeon physical aspect, psychological aspect, and social aspect. These process create areciprocal influence and create potential condition for stress. If those old people given amental health education, for the effect they will immune from the stress itself. The objectiveof this study was to explain the effect of mental health education towards the immunedegree of stress on the old people.The research design was used Pre Experimental method with the One-Group PreTest-Post Test Design, with 31 sample respondent which are taken by Purposive Sampling.Data were analyzed by using Wilcoxon Signed Ranks Test with value level ρ = 0,000.There is a significant effect of mental health education towards the immune degree ofstress on the elderly.The immune degree of stress on the old people before the mental health education wasgiven reached 77,41 % of respondent who don’t have the immune towards stress, and22,58 % of respondent have a lack of immune towards stress. The immune degree of stresson the old people after the mental health education was given becoming 9,68 % of respondent who don’t have the immunity towards stress, 87,10 % of respondent have alack of immunity towards stress, and 6,45 % of respondent have the immunity towardsstress.Based on the result from this research that the mental health education affecting theimmune degree of stress on the elderly.Keywords: Mental Health Education, Immune Degree of Stress, Elderly.
PIJAT REFLEKSI MENURUNKAN TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA (Reflection Pressure Decrease Depresion Level in Elderly) Rahmawati, Rita; Syah, Hengky Firman
Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i1.72

Abstract

ABSTRAK Terapi pijat refleksi adalah terapi kesehatan dengan memberikan tekanan ke zona refleksi. Depresi adalah penyakit psikologis dengan gangguan perasaan atau emosi sebagai gejala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek terapi pijat refleksi untuk menurunkan tingkat depresi pada lanjut usia.Penelitian ini merupakan Pra-eksperimental dengan satu kelompok pre post test design. Sampel diambil menggunakan purposive sampling, sesuai dengan kriteria inklusi dengan besar sampel yaitu 14 lanjut usia. Variabel independen adalah terapi pijat refleksi dan variabel dependen adalah tingkat depresi. Pengambilan data penelitian ini dilakukan di Panti Tresna Wreda Lamongan pada bulan Januari-Februari 2014. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan observasi.Hasil perhitungan dari tingkat depresi menggunakan Wilcoxon test didapatkan nilai signifikansi p= 0,002 (α<0,05) berarti ada pengaruh terapi pijat refleksi untuk menurunkan tingkat depresi pada lanjut usia.Pijat refleksi dapat digunakan sebagai alternatif tindakan untuk menurunkan tingkat depresi pada lanjut usia di panti wreda, sehingga para lansia merasakan kenyamanan tinggal di panti. Kata kunci: Terapi Pijat Refleksi, Tingkat depresi, Lanjut Usia. ABSTRACT Reflection pressure’s theraphy is medical theraphy which gives a pressure into the reflection’s zone. Depresi is the psychological disease with feeling disoder as the symptom. The aim of this research is to evaluate te effect of reflection pressure’s theraphy to decrease the depresion’s level in elderly.This research was a pre-experimental with one group pre post test design. Samples were recruited using purposive sampling, taken according to inclusion criteria with sample size of 14 elderly. The independent variable was reflection pressure’s theraphy and the dependent variable was depresion’s level in elderly. Data were collected using questionarrea and observation.The calculate result of the depresion’s level using Wilcoxon signed rank test with significant of value p=0.002 (p<0,05) it means that there was the effect of reflection’s pressure’s theraphy to reduce the dpresion’s level in elderly.From the result needed a good management for reflection pressure’s theraphy to decrease the depresion’s level in elderly, so that the elderly can be comfort to stay at elderly’s home. Keywords : reflection pressure theraphy, depresion’s level, elderly.
KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Rahmawati, Rita; Fikri, Aan Maudlihul
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.93

Abstract

ABSTRAKMutu pelayanan keperawatan merupakan gambaran total sifat dari suatu produkatau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuannya untuk memberikankebutuhan kepuasan. Sehingga untuk memenangkan sebuah persaingan dalam merebutpersaingan pasar, maka rumah sakit harus bisa memberikan jaminan rasa kepuasan padapasien. Masalah yang terjadi adalah kurang ramah atau kurang profesional perawat dalampelayanan keperawatan yang sangat terkait dengan kepuasan pasien dirumah sakit. Tujuanpenelitian ini untuk menganalisis hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan tingkatkepuasan pasien.Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian 33 pasien.Pengambilan sampel dengan purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 31responden sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah mutu pelayanan keperawatandan variabel dependen adalah tingkat kepuasan pasien. Data diambil menggunakan teknikwawancara dan observasi.Hasil uji statistik spearman rho dengan taraf signifikan nilai p < 0,05. Hasilpenelitian ini menunjukkan nilai p= 0,586. Hal ini menunjukkan tidak ada hubungan mutupelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien.Tenaga perawat di rumah sakit merupakan tenaga paling banyak kontak danberinteraksi dengan pasien, sehingga pasien cenderung mengamati apa yang merekalakukan. Maka bila perawat menunjukkan mutu pelayanan keperawatan yang baik akanmenyebabkan meningkatnya tingkat kepuasan kepada pasienKata kunci: Mutu pelayanan keperawatan dan tingkat kepuasan pasienABSTRACTQuality of nursing service was the total of the nature of description a product orservice related to its ability to provide satisfaction to the patients needs. Problems thatoccur in the Dahlia were less friendly or less professional in nursing services. So to win acompetition in seizing market, the hospital most be able to guarantee of satisfaction inpatients.The research aim was to analyze the correlation quality with patients satisfactionlevel.The research was used cross sectional design. The population were 33 patients.Sample were selected by purposive sampling, the sample were 31 respondens withinclusion criteria. The independent variable was a quality of nursing service anddependent variable was patiens satisfaction level. The data were collected by usinginterview and questionnaire.The research result using spearman rho with the ρ < 0.05 significance degree. Theresult of this research was ρ = 0.586. It’s mean no correlation quality of nursing care withpatients satisfaction level.Most of patients intend to observed the quality of nursing service, because nursesare most interactive with patients. If nurses show good quality of nursing service, then itwill increase patients satisfaction level.Keywords : Quality of nursing service and Patient satisfaction level.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DALAM PELAKSANAAN CUCI TANGAN Rahmawati, Rita; Susanti, Mey
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.106

Abstract

ABSTRAKInfeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat pasien saat proses pelayanankesehatan di rumah sakit. Salah satu cara untuk mencegah infeksi nosokomial denganmencuci tangan. Mencuci tangan adalah proses secara mekanis melepaskan kotoran darikulit/ tangan menggunakan sabun dan air bersih. Tujuan dari penelitian ini untukmenjelaskan hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat tentang pencegahan infeksinosokomial dengan pelaksanaan mencuci tangan.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian iniadalah perawat di ruang Flamboyan, Gardena, dan Wijaya Kusuma di RSUD Ibnu SinaGresik, dengan menggunakan purposive sampling, diambil 36 responden berdasarkankriteria inklusi. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner dan observasi.Setelah data yang ada ditabulasi kemudian dianalisis dengan menggunakan uji korelasirank spearman dengan nilai signifikan α< 0,05.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan perawattentang pencegahan infeksi nosokomial dengan mencuci tangan, dengan tingkat signifikan0,246 (α)> 0,05. Sikap menunjukkan tidak ada hubungan antara sikap perawat tentangpencegahan infeksi nosokomial dengan mencuci tangan, tingkat signifikan 0,285 (α)> 0,05.Pengetahuan dan sikap positif perawat tentang pencegahan infeksi nosokomialdiperlukan untuk meningkatkan pelaksanaan mencuci tangan di ruangan. Jika tujuan itutercapai, itu bisa mengurangi infeksi nosokomial di rumah sakit.Kata kunci: pengetahuan, sikap, infeksi nosokomial, cuci tanganABSTRACTNosocomial infection was the infection which is gotten by the patient, on theprocess of nursing in hospital. The one way to prevent nosocomial infection was washinghands. Washing hands was the process which mechanically release debris from hands skinused body soap or pure water. The aim of this research was to explain the connectionbetween knowledge and nurse attitude about the prevention of nosocomial infection withwashing hands in RSUD Ibnu Sina Gresik.This research used a cross sectional design. Population in this research was nursesin the Flamboyan Ward, Gardena Ward and Wijaya Kusuma Ward in RSUD Ibnu SinaGresik. With using purposive sampling, 36 respondents taken based on inclusion criteria.This research data is taken by using questionnaire and trough observation. After tabulatedexisting data, it is analyzed by using test of rank spearman’s correlation with significantstandart 0.05.Results of research showed there were no correlation between nurse’s knowledgeabout prevented nosocomial infection with washing hand, with level of significant 0.246(α)>0.05. And also with the attitude was showing there was no correlation between nurse’sattitude about prevented nosocomial infection with level of significant 0.285 (α)>0.05.From the result of this research, knowledge and nurse positive attitude about theprevention of nosocomial infection needed to increase in order the washing hands implementation could be running. If the goal had been reached, it could minimizenosocomial infection in hospital.Keywords : knowledge, attitude, nosocomial infection, washed hand’s practice
SPIRITUAL CARE MEMBACA DOA DAN DZIKIR TERHADAP KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SEKSIO SESAREA (Influence of Spiritual Care a Prayer and Dhikr for the Anxiety of Patients Pre Surgery Caesarean Section) Rahmawati, Rita; Muhimmi, Aliyatul
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i1.117

Abstract

ABSTRAK Kecemasan pasien preoperatif seksio sesarea penyebabnya bisa karena takut terhadap nyeri atau kematian. Kecemasan bisa dikurangi dengan pemberian spiritual care membaca doa dan dzikir yaitu bentuk intervensi perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual dengan membantu mengajarkan doa dan tehnik relaksasi berdzikir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh spiritual care membaca doa dan dzikir terhadap kecemasan pasien pre operasi seksio sesarea.Desain penelitian yang digunakan adalah jenis Quasy experimental. Populasi yang diteliti adalah seluruh pasien yang akan menghadapi operasi seksio sesarea yang pertama di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik dengan jumlah 38 responden. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 34 pasien dan dibagi menjadi 17 responden dengan perlakuan spiritual care membaca doa dan dzikir dan 17 responden kelompok kontrol dengan mendengarkan murrotal Alquran. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur HARS sebelum dan sesudah pemberian spiritual care membaca doa dandzikir dan sebelum dan sesudah pada kelompok mendengarkan murrotal Alquran. Analisis menggunakan uji statistik Wilxocon Signed Rank Test dan Man-Whitney Test dengan tingkat kemaknaan α < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan setelah diberikan perlakuan tingkat kecemasan menurun dari cemas berat yaitu 29% resonden menjadi tidak cemas yaitu 52,9% responden. Hasil analisa uji statistik didapatkan nilai α = 0.000 yang berarti ada pengaruh spiritual care membaca doa dan dzikir terhadap kecemasan pasien pre operasi seksio sesarea.Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkanperawat dapat menjadikan spiritual care membaca doa dan dzikir sebagai intervensi dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien yang akan menghadapi pembedahan khususnya seksio sesarea. Kata kunci: Spiritual care membaca doa dan dzikir, kecemasan pre operasi seksio sesarea ABSTRACTAnxiety of the preoperative caesarean sectionpatients can be caused from the fear of pain or death.  Anxiety can be decreased by giving spiritual care praying and dhikr, are one of the nurse intervention the form of spiritual fulfillment by helping teach prayer and dhikr relaxation techniques. This concept focused in the thinking addressed to the creator. This research aim was to know influence of spiritual care a prayer and dhikr for the anxiety of patients pre surgery caesarean section.This research used Quasy Experimental design. The population in this study was all of the patients who would face the first caesarean section in Muhammadiyah hospital with the total 38 patients. The total sample which fulfilling inclusion criteria as 34 patients and divided into 2 groups which 17 respondents given spiritual care treatment a prayer and dhikr and 17 respondents was control grouplistening murrotalAlquran. Collecting the data used structured interview HARS before and after the treatment.Statistical analysis used Wilxocon Signed Rank Test and Man-Whiteney Test with the level of significance α < 0,05.The result showed the level anxiety of the respondents decrease from severe anxiety (29% of the resondents) to be not worry (52, 9% of the respondents). Statistical analysis found that α = 0.000, it meansthere was an influence of spiritual care a prayer and dhikr for the anxiety of patients pre surgery caesarean section.Base on this study nurse is expected to give spiritual care, a prayer and  dhikirintervention fulfilling the spiritual needs of patients who will face surgery. Keywords: Spiritual care a prayer and dhikir, anxiety to preoperative caesarean section
Co-Authors - Siswandari Abd. Rahman, Ika Marlina Abdul Djohar Abdul Hoyyi Abraham Yazdi Martin Adisti Permatasari Putri Hartoyo Afrizal Sidik Agung Santoso Agus Rusgiyono Agustifa Zea Tazliqoh Agustinus Lolok AHMAD BURHANUDDIN Ahmad Desta Reswandi Alan Prahutama Alan Prahutama Aldila Abid Awali Alfahari Anggoro, Alfahari Allima Stefiana Insani Ambariyani Ambariyani, Ambariyani Angga Saputra Anggita Puri Savitri Anggraeni, Devina Nurul Anggraini Susanti Kusumawardani Ani Mardiantari Ani, Adesi Rizki Indri Anik Djuraidah Anindya Aryu Inayati Anjas, Muhammad Annikmah Farida Annisa Nur Fathia Anton Suhartono Anwar, M. Syaiful Aprilia, Fadillah Arif Kurnia Wijayanto Arsyad, Mufid Asep Mulyana Asep Mulyana Asep Yoyo Wardaya Asmuni Hayat Aulia Ikhsan Aziz, Hilmy Azzahra Nur Safitri Betha Noranita Bhinekawati, Henny Budi Warsito Bunyamin Chrysmandini Pulung Gumauti, Chrysmandini Pulung Chyntia Arum Widyastusti Danil, Mahmud Daniyati, Dian Dedy Douglas Harianja Devy, Happy Sista Diah Safitri Diah Safitri Dian Daniyati Dian E Idris Gentini Dina Rosmalia Listya Utami Dwi Ispriyanti Ebeit Devita Simatupang Eka Nurzannah Eko Adi Sarwoko Eko Adyan Sukanianto Elvia Ivada Erfan Sofha Esti Zaduqisti Esti Zaduqisti Fajar Heru Setiawan Fajar, Malik FANDI AHMAD Farda Nur Sa&#039;adah Farida, Annikamah Fatima, Suwanto Fikri, Aan Maudlihul Firda Megawati Fitrian Fariz Ichsandi Fitta Setiajiati Gamal Abdel Nasser Masikki Habib Ismail, Habib Hafii Risalam Hanien Nia H Shega Hasbi Yasin Hasbi Yasin Herliansyah, Muhammad Rudy Ika Trisnawati A Ikha Rizky Ramadani Ikhwanudin Indrayati Galugu Indria Tsani Hazhiah Indriani, Agustina Istiroha Ita Dwilestari Iwannudin Levina, Geralda Lies Kurnia Irwanti Lina Karlinasari M. Muslih M. Muslih Husein M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Madani, Hilmi Naufal Maharani Febriana Putri Marthin Nosry Mooy Maslachah, Maslachah Mega Susilowati Melati Puspa Nur Fadlilah Moch. Abdul Mukid Moch. Abdul Mukid Mohammad Yahya Mono Pratiko Gustomi Muchammad Aziz Chusen Muhammad Abid Muhyidin Muhammad Andi Septiadi Muhammad Hilman Rizki Abdullah Muhammad Husein Maruapey muhammad luthfie Muhammad Rendi Ramdhani Muhammad Yusuf Muhimmi, Aliyatul Mumaiyizah, Mumaiyizah Mustafid Mustafid Mustafid Mustafid Mutiara Ardin Rifkiani Nabila, Eva Salsa Nafidhatul Firda Eka Syahfitri Nariswari Diwangkari, Nariswari Niken Anggraini Dewi Noor Fitri Novian Trianggara Novie Eriska Aritonang Nur Alfi Khotamin Nur Alfi Khotamin, Nur Alfi Nurhikmah Megawati Nuril Faiz Nurohmah, Siti NurRizki, Muhammad NURUL QOMARIYAH Nurul Ramadhany Octafinnanda Ummu Fairuzdhiya Onny Kartika Hitasari Oom Komala Pagiling, luther Pratama Ganang Widayaka Pratiko, Mono Puji Retnowati Purnamasari, Irma Purwo Jatmiko Rahayu Ningtyas Rahmawati, Rizky Devi Rakhmat, Rakhmat Riana Ikadianti Rifana, Haikal Zaky Rifki Adi Pamungkas, Rifki Adi Rindayati, Rindayati Risqi, Muhammad Riyan Eko Putri Rizki Taher Dwi Kurniawati Rizqi Izrul Alamsyah Robertus Heri Sulistyo Utomo Roestamy, Martin Ronny Gusnadi Rosyadi, Hanang Rosyidah, Haniatur Rudi Santoso Rukun Santoso Rumuzi, Moh. Rutinaias Haholongan Sabella, Shalsa Putri Sabhariyah, Riesmiati Samantha, Kenia Santoso, Haris Sastrawan, Berry Satriawan, Handi Seftina, Any Shifa Seta Satria Utama Shinta Dewi Rismawati Sirojuddin, Wawan SISWOYO Siti Nur Qomariah Sri Wijayanti Sri Wijayanti St.Nawal Jaya Sudarno Sudarno Sugito - Sugito Sugito Sukanianto, Eko Adyan Suparti Suparti Susanti, Mey Syah, Hengky Firman Syahfitri, Nafidhatul Firda Eka Syeh Sarip Hadaiyatullah Tarno Tarno Tarno Tarno Tatik Widiharih Tatik Widiharih Thoha, Silvia Milady Azkiya Tri W., Vian Sigit Triana Sofiani Triana Sofiani Trianah Shofiani Triastuti Wuryandari Trisnawati A, Ika Ula, Fashihatul Ulfah Juniarti Siregar umah, khoiroh Umam, Misbahul Fuadil USWATUN HASANAH Vica Nurani Wati, Eka Masitho Wilis Ardiana Pradana Yuanita Syaiful Yuciana Wilandari Yuciana Wilandari Yulianita . Yunisa Ratna Resti Yunita, Norma Zahroh, Roihatul Zulfa, Iin Dana