p-Index From 2021 - 2026
6.383
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

POVIDONE IODINE 10% (BETADINE) DAN DAUN SIRIH DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA BERSIH MARMUT Rahmawati, Rita; Rosyadi, Hanang
Journals of Ners Community Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i1.31

Abstract

ABSTRAK Penyembuhan luka adalah proses yang kompleks dan dinamis mengembalikan anatomi kontinuitas dan fungsi. Mempercepat proses penyembuhan dalam perawatan luka menggunakan bahan tambahan seperti betadine, normal Salin, H2O2. Penelitian ini membandingkan efektivitas povidone iodine 10% (betadine), Piper Bettle L dalam mempercepat proses penyembuhan luka bersih itu.Desain penelitian True Experiment dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest dan dilakukan dengan metode simple random. Sebanyak 27 sampel dibagi dalam 3 kelompok: (1) luka bersih kelompok perawatan dengan Piper betle L, (2) kelompok perawatan luka bersih dengan betadine, (3) kelompok kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan uji anova.Hasil penelitian menunjukkan percepatan penyembuhan luka bersih dengan nilai signifikan (F hitung (18,366)> F tabel (5,61), p <0,001). BNT, LSD dan Tukey HSD tes menunjukkan bahwa bersih penyembuhan luka percepatan pada satu kelompok sama dengan kelompok dua (p = 0,729), sedangkan pada kelompok kontrol bersih luka percepatan penyembuhan benar-benar perbedaan dengan kelompok satu (p = 0,000) dan dua ( p = 0,000).Penelitian lebih lanjut disarankan untuk membersihkan perawatan luka dengan menggunakan Piper Bettle L (daun sirih) dan betadine dapat mempercepat proses penyembuhan luka bersih. Kata kunci: Luka Bersih, Piper betle L, Povidone iodine 10% (betadine) ABSTRACT Wound healing is a complex and dynamic process as bring back the continuity anatomy and function. To quicken the healing process in wound care used additional substance such as betadine, Normal Salin, H2O2. However, using that substance is still controversial. This research to compare the effectiveness of povidone iodine 10% (betadine), Piper Bettle L in quickening clean wound’s healing process. True experiment study with pretest-posttest control group design system and conducted with simple random methode. 27 sample is divided in 3 groups : (1) clean wound care group with Piper Betle L, (2) clean wound care group with betadine, (3) control group. Data were analyzed by using One way anova test shows clean wound healing acceleration significantly (F count (18.366) > F tables (5.61), p < 0.001). BNT, LSD and Tukey HSD test indicated that clean wound healing acceleration at group one is equal to group two (p=0.729), while in the control group clean wound healing acceleration is really difference with group one (p=0.000) and two (p=0.000). Further studies are recommended to clean wound care using piper betle L and betadine can quicken clean wound healing process. Keywords : Clean Wound, Piper Betle L, Povidone iodine 10% (betadine)
RESPONS HOSPITALISASI DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA ANAK USIA TODDLER Rahmawati, Rita; Bhinekawati, Henny
Journals of Ners Community Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i1.35

Abstract

ABSTRAKAnak usia toddler yang sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit akanmengalami hospitalisasi yaitu suatu keadaan yang mengharuskan anak untuk tinggal diRumah Sakit, mengalami pengobatan dan terapi sampai kembali ke rumah. Hospitalisasipada anak dapat menghasilkan respon maladaptif dari anak yang disebabkan oleh faktoryang mempengaruhi jumlah dan kualitas tidur anak selama di Rumah Sakit. Jika anak tidakdapat melakukan coping untuk stimulasi pola tidurnya maka akan terjadi masalah padapola tidur anak, seperti insomnia. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectionaluntuk menghubungkan respon hospitalisasi dengan kejadian insomniapada anak usiatoddler (1-3 tahun) di RS. Nyai Ageng Pinatih Gresik. Teknik pengambilan sampelmenggunakan Purposive Sampling, jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi daneksklusi sebanyak 23 responden. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi Squaredengan χ2 hitung > χ2 tabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia toddler (1-3 tahun) mengalamimaladaptif respon hospitalisasi sebanyak (60%) dan mengalami insomnia sebanyak (70%).Dari analisa uji statistik menggunakan Chi Square didapatkan nilai yang jauh lebih besaryaitu 9,168 > 3,84, berarti H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yangsignifikan antara kedua variabel. Dengan demikian, berarti ada hubungan responhospitalisasi dengan kejadian insomnia pada anak usia toddler (1-3 tahun).Dari hasil penelitian tersebut, kepada pelayanan bidang kesehatan untukmempertimbangkan lingkungan dan kenyamanan anak. Untuk orang tua supayamemperkenalkan anak kepada lingkungan rumah sakit, sehingga anak akan mudah untukberadaptasi dengan lingkungan dan tidak mengalami gangguan istirahat selama menjalaniperawatan di rumah sakit.Kata kunci : Toddler, Hospitalisasi, Insomnia.ABSTRACTAge child of Toddler ill and enter hospital it is of course will experience ofhospitalization that is process because reason of which emergency or planning, obligingchild to live in hospital, experiencing treatment and therapy until its repatriating return tohouse. Hospitalization respond at child can generate adaptive responds and ofmaladaptive. With factor are the factor it is of course will influence amount and qualitysleep child during at home pain. If the child unable to do coping for the stimulation of itssleep pattern, hence will have happened sleep pattern trouble, like insomnia.This research used "Cross Sectional" design it was mean to connect hospitalizationrespond at child with occurrence of Insomnia at age child of toddler (1-3 year) momenttaking care of RS. Nyai Ageng Pinatih Gresik, population age child old fellow of toddler(1-3 year). Technique intake that sampling purposive. Amount of sample 23respondent. Data will test by using statistical test of Chi-Square by χ2 count > χ2 table.Result of research indicate that age child of toddler (1-3 year) natural of maladaptivehospitalization respond counted (60%) and natural of occurrence of Insomnia counted(70%). From calculation of statistical test by using Chi-Square got by its value much morebig that was 9,168 > 3,84, meaning H0 refused and can be concluded by that there was relation which significant between both variable. There by hypothesis expressing theirrelation of respond hospitalization with occurrence of insomnia at age child of toddler (1-3year).From resulted of research of above, need the existence for implementation of healtharea to consider child refreshment and environment. To old fellow will introduce to childto new hospital environment, so that child will easy to adapt with the environment anddon’t disturb take a rest and sleep during treatment at hospital.Keywords : Toddler, Hospitalization, Insomnia.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA KELUARGA TAHAP 3 Zahroh, Roihatul; Rahmawati, Rita; Abd. Rahman, Ika Marlina
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.54

Abstract

ABSTRAKDiare merupakan salah satu infeksi saluran pencernaan, jika tidak segera ditanganibisa mengakibatkan kematian. Pengetahuan ibu tentang pencegahan diare dapat diberikanmeskipun pendidikan kesehatan, dengan pengetahuan pendidikan kesehatan, mengambildalam mencegah diare untuk mencegah diare yang dapat meningkatkan status kesehatan.Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mendekati DesainSatu-Group Pretest-posttest, metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling,sampel yang diambil sebesar 23 responden. Variabel bebas adalah variabel dependen,sedangkan pendidikan kesehatan adalah perilaku (pengetahuan, sikap, tindakan)pencegahan diare pada tahap keluarga 3. Data penelitian diambil menggunakan kuesionerdan observasi.Perhitungan hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon statistik Test,menunjukkan hasil pengaruh pendidikan kesehatan pada perilaku pencegahan diare padakeluarga tahap 3 (pengetahuan: ρ = 0.00, sikap: ρ = 0,001, tindakan: ρ = 0,000).Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan perawat dan tenaga medis lainnya yangmemberikan pendidikan kesehatan dalam upaya untuk membantu ibu (orang tua) ataumasyarakat dalam meningkatkan baik pengetahuan, sikap, dan tindakan dan keterampilanuntuk dapat mencegah diare yang dapat mengurangi angka kematian akibat diare padaanak balita.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Tindakan.ABSTRACTDiarrhea is one of the digestive tract infection, if not addressed promptly can resultin death. Mother’s knowledge about the prevention of diarrhea can be provided though ahealth education, with health education knowledge, takes in preventing diarrhea to preventdiarrhea that can improve health status.Methods this study uses experimental methods to approach One-Group PretestposttestDesign, sampling method used is purposive sampling, sample are taken by 23respondents. The independent variable is the dependent variable, while health education isbehavior (knowledge, attitude, action) the prevention of diarrhea in the family stage 3. Theresearch data was taken using a questionnaire and observation.From calculations using the Wilcoxon Signed Rank test Test statistics, shows theresults of the effect of health education on diarrhea prevention behaviors on the familystage 3 (knowledge : ρ = 0.00, attitude : ρ = 0.001, action : ρ = 0.000).Based on the results of this study is expected that nurses and other medicalpersonnel providing health education in an effort to help mothers (parents) or thecommunity in improving both the knowledge, attitudes, and actions and skills to be able toprevent the diarrhea that can reduce mortality from diarrhea among children under five.Keywords : Health Education, Knowledge, Attitude, Action.
PENGGANTIAN INFUS SET TIAP 3 HARI MENGURANGI RISIKO PENINGKATAN JUMLAH LEUKOSIT Rahmawati, Rita; Gustomi, Mono Pratiko; Yusuf, Muhammad
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.56

Abstract

ABSTRAKPeningkatan jumlah leukosit pada pasien dapat terjadi karena salah satunya adalahdi mana infus set infus set tidak dirawat setiap hari dan berubah setiap 3 hari sesuai denganteori yang ada.Jumlah populasi yang diteliti di Ibnu Sina Rumah Sakit ICU GRESIK adalah 30responden. Dengan menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah yang tepat darisampel kriteria inklusi dan eksklusi dari 28 responden. Pengambilan sampel menggunakanteknik probability sampling. Studi ini merupakan pengganti infus set dan variabeldependen adalah kejadian infeksi nosokomial di. Data dikumpulkan melalui observasi dandianalisis menggunakan uji rank wilcoxon dengan tingkat signifikansi α <0,05.Hasil pada statistik menunjukkan efek meningkatkan leukosit sebelum penggantianinfus set adalah 0.008 lebih kecil dari 0,05. Tingkat pengaruh kejadian infeksi nosokomialsetelah penggantian infus set.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggantian infus set setiap 3 harimenurunkan kejadian infeksi yang ditandai dengan peningkatan jumlah kadar leukosit.Kata kunci: infus set, leukosit, infeksi.ABSTRACTIncreasing the number of leucocytes in patients may occur because one of them iswhere the infusion set infusion set is not being treated every day and changed every 3 daysin accordance with existing theories.The number of the population studied in Ibnu Sina Hospital ICU GRESIK is 30responden. By using the Simple Random Sampling the appropriate amount of sampleinclusion and exclusion criteria of 28 respondents. The sampling use probability sampling.This study is the replacement infusion sets and the dependent variable was the incidence ofinfection in nosokomial. Data collected by observation and analyzed using wilcoxon ranktest with significance level α < 0.05.The result on the statistics show the effect of increasing lecocyte prior toreplacement infusion sets is 0,008 is smaller than 0.05. For the degree of influence theincidence of nosocomial infections after replacement infusion sets.The conclusion of this study is that there is an influence between the numbers ofleucocytes before after replacement infusion sets every 3 days.Keywords: infusion sets, leucocytes, infection.
RECOMBINANT ERYTHROPOIETIN MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA Syaiful, Yuanita; Rahmawati, Rita; Maslachah, Maslachah
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.57

Abstract

ABSTRAKAnemia adalah umum pada kebanyakan pasien dengan penyakit ginjal kronis yangmenjalani hemodialisis. Dari uraian di atas maka membuat studi tentang pengaruhpemberian eritropoietin rekombinan untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada pasiendengan penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di rumah sakit Ibnu SinaGresik.Desain penelitian menggunakan desain pra eksperimental dengan pre-post testdalam satu kelompok. Wich meliputi 17 sampel menggunakan purposive sampling. Datadikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Data proses dan dianalisismenggunakan uji wilcoxon sign test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hemoglobin semua responden sebelummemperoleh rekombinan Erythropoietin 100% dari responden berpengalaman dalamlipatan hemoglobin. Berdasarkan uji wilcoxon stastistical signifikansi diperoleh di kantor p= 0,000 lebih kecil dari 0,005, berarti ada pengaruh pemberian rekombinan erythropoietinterhadap peningkatan kadar hemoglobin.Terapi rekombinan erythropoietin adalah konsep dasar yang cepat meningkatkankualitas hidup penderita. Memberikan eritropoetin rekombinan sangat efektif untukmemperbaiki anemia dan mengurangi insiden komplikasi penyakit kardiovaskular.Kata kunci: rekombinan Erythropoietin, Jumlah Hemoglobin, Penyakit Ginjal Kronis.ABSTRACTAnemia is common in most patients with cronic kidney disease who undergohemodialysis. From the above description then made a study of the effect of givingrecombinant erythropoietin to increase hemoglobin levels in patient with cronic kidneydisease that undergo hemodialysis in hospital Ibnu Sina Gresik.The design of the research used a pra eksperimental design with pre-post test inone group. Wich include 17 samples using purposive sampling. Data were collected usingquestionaire and observation. Data on process and analyzed using the wilcoxon sign test.The results showed that the hemoglobin all respondent before obtainingrecombinant Erythropoietin 100% of respondent experienced in crease of hemoglobin.Based on the wilcoxon stastistical test of significance obrained p= 0.000 is smaller than0.005, wich means there is the influence of recombinant Erythropoietin to elevated levelsof hemoglobin.Erythropoietin recombinant theraphy is the basic concept that quickly improves thequality of life of patiens. Giving recombinant erythropoietin very effective for correctinganemia and reducing the incidence of complication of cardiovascular disease.Keywords: Recombinant Erythropoietin, Hemoglobin Levels, Cronic Kidney Disease.
ANALISIS FAKTOR TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN PRE DAN POST OPERASI Rahmawati, Rita; Mumaiyizah, Mumaiyizah
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.58

Abstract

ABSTRAKKepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkankinerja (atau hasil) yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Kepuasan dinilaidalam penelitian ini adalah kepuasan pasien pra perawatan operasi yang informed consent,menunggu periode dan tingkat kenyamanan / sakit gratis pasca operasi. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor kepuasan dengan pre pelayanan danperawatan pasca operasi.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional studi. Populasi 80 orang sampeldengan menggunakan purposive sampling, sampel yang memenuhi kriteria inklusisebanyak 66 responden. Variabel bebas penelitian informed consent, menunggu periodedan tingkat / kenyamanan bebas dari rasa sakit serta penelitian kepuasan variabeldependen. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dimodifikasi danobservasi.Menganalisis data menggunakan beberapa hasil regresi linear penelitian tidak adahubungan antara informed consent untuk kepuasan (r = - 0.026 p = 0,417), waktu tunggutidak ada hubungannya dengan kepuasan (r = 0,095 p = 0,224), tingkat kenyamanan / tidakridge bebas rasa sakit dengan kepuasan (r = -0,020 p = 0,436). Tidak ada korelasi antarapersetujuan Infomed, menunggu periode dan tingkat kenyamanan / tingkat bebas rasa sakitkepuasan pasien pra dan pasca operasi.Manajemen bedah ruang instalasi harus lebih meningkatkan layanan pra operasi,selama dan pasca operasi.Kata kunci: Informed consent, waktu tunggu, penghilang rasa sakit, kepuasanABSTRACTCustomer satisfaction is the level of one's feelings after comparing the performance(or result) that he felt compared to his expectations. Satisfaction is assessed in this studyare the satisfaction of patients in pre operative nursing care that is informed consent,waiting periods and levels of comfort/ pain free post operative. The purpose of this studywas to analyze the factors of satisfaction with the service pre and post operative care.This research used a cross sectional study design. The population of 80 peoplesampling by using purposive sampling, the sample that met the inclusion criteria as muchas 66 respondents. Independent variables the study informed consent, waiting periods andlevels of comfort/ pain-free as well as the dependent variable satisfaction research. Thedata was collected with modified questionnaire and observation.Analyze of data using multiple linear regression results of the research there wasno relationship between informed consent to the satisfaction (r = - 0.026 p = 0.417),waiting time has nothing to do with satisfaction (r = 0.095 p = 0.224), level of comfort / nopain-free ridge with satisfaction (r = -0.020 p = 0.436). There was no corelation betweeninfomed consent, waiting periods and levels of comfort/ pain-free level of satisfaction withpre and post operative patients.Installation space surgical management should further improve the service preoperative, during and post operative.Keywords: Informed consent, waiting periods, pain relief, satisfaction
EKSTRAK BAWANG MERAH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Zahroh, Roihatul; Rahmawati, Rita; Yahya, Mohammad
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.65

Abstract

ABSTRAKBawang merah (Allium ascalonicum) mengandung quercetin dianggap memilikipotensi sebagai agen hipoglikemik melalui penghambatan enzim alfa amilase yangberperan dalam pencernaan karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengevaluasi pengaruh ekstrak bawang merah dalam menurunkan kadar glukosa darahpada tikus hiperglikemik.Penelitian ini untuk menilai pengaruh ekstrak bawang pada tikus yang dijadikanhiperglikemia menggunakan induksi aloxxan. Penelitian ini merupakan penelitian TrueExperiment. Sampel terdiri dari 12 tikus Mus musculus berumur 3-4 bulan, jenis kelaminjantan yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 tikus dengan pemberian air suling(kontrol) dan kelompok 2 dengan ekstrak bawang merah yang diberikan 1,5 ml / kg.Kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dengan tingkat signifikansiα<0,05.Pada kelompok diabetes diberi ekstrak bawang merah, menunjukkan ada perbedaanyang signifikan sebelum dan setelah pemberian ekstrak bawang (p = 0.029) selama 7 hari.Kadar Gula Darah Berarti tikus sebelum dan sesudah perlakuan diberikan 233,83-101,6mg/dL.Ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum) dapat menurunkan kadar glukosadarah pada tikus hiperglikemik dengan penurunan yang signifikan dalam bawang ekstrak1,5 ml / kg berat badan per hari selama seminggu. Oleh karena itu ekstrak bawang dapatmenjadi alternatif herbal dalam menurunkan kadar glukosa darah.Kata kunci: Ekstrak bawang merah, Kadar glukosa darahABSTRACTShallot (Allium ascalonicum) contains quercetin considered has a potential ashypoglycemic agent through its inhibition acting to alpha amylase enzyme which play arole in carbohydrate digestion. The aim of the present study is to evaluate the effect ofonion extract in blood glucose level reduction in hyperglycemic rats.This study to assess the effect of onion extract on mice Blood Sugar is used as theinduction of hyperglycemia with aloxxan. This study is an experimental research Pre andPost Test Control Group Design. Sample consisted of 12 mice Mus musculus tail 3-4month-old male who were divided into two groups. Group 1 mice by administering distilledwater (control) and group 2 with the shallot extract given 1.5 ml / kg. Then analyzed usingone way ANOVA test with significance level α <0.05.In the diabetic group given the extract of red onion, shows there are significantdifferences before and after administration of onion extract (p = 0029) for 7 days. BloodSugar Levels Mean of mice before and after treatment is given from 233.83 to 101.6Extracts of onion (Allium ascalonicum) can lower blood glucose levels inhyperglycemic rats with significant decrease in the onion extract 1.5 ml / kg body weightper day for a week. therefore onion extract may be an alternative in a decrease in bloodsugar levels.Keywords: Onion extract, Blood glucose level
PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA MENINGKATKAN KEKEBALAN IMUN DARI STRES PADA LANSIA Rahmawati, Rita; Rindayati, Rindayati
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i1.69

Abstract

ABSTRAKStres adalah sesuatu yang menciptakan dari perubahan yang mengganggukeseimbangan steady state dan perlu untuk mendapatkan lebih dengan. Proses perubahanpada orang-orang tua adalah semua tentang perubahan pada aspek fisik, aspek psikologis,dan aspek sosial. Proses ini membuat pengaruh timbal balik dan menciptakan kondisi yangpotensial untuk stres. Jika orang-orang tua diberi pendidikan kesehatan mental, untuk efekmereka akan kebal dari stres itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenjelaskan pengaruh pendidikan kesehatan mental terhadap tingkat kekebalan stres padaorang-orang tua.Desain penelitian menggunakan metode Pre Eksperimental dengan One-Group PreTest-Post-test, dengan responden 31 sampel yang diambil menggunakan teknik PurposiveSampling. Data dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Uji dengan tingkatnilai ρ = 0,000. Ada pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan mental terhadaptingkat kekebalan stres pada orang tua.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekebalan stres pada lansia sebelumpendidikan kesehatan mental diberikan mencapai 77,41% dari responden yang tidakmemiliki kekebalan terhadap stres, dan 22,58% responden memiliki kekurangan kekebalantubuh terhadap stres. Tingkat kekebalan stres pada orang-orang tua setelah pendidikankesehatan mental diberikan menjadi 9,68% dari responden yang tidak memiliki kekebalanterhadap stres, 87,10% responden memiliki kekurangan kekebalan terhadap stres, dan 6,45% dari responden memiliki kekebalan terhadap stres.Berdasarkan hasil dari penelitian ini bahwa pendidikan kesehatan mental yangmempengaruhi tingkat kekebalan stres pada orang tua.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan Mental, Gelar kekebalan Stres, Lansia.ABSTRACTStress is something that create from change that interfere the balancing of steady stateand need to get over with. This changing process on the old people is all about the changeon physical aspect, psychological aspect, and social aspect. These process create areciprocal influence and create potential condition for stress. If those old people given amental health education, for the effect they will immune from the stress itself. The objectiveof this study was to explain the effect of mental health education towards the immunedegree of stress on the old people.The research design was used Pre Experimental method with the One-Group PreTest-Post Test Design, with 31 sample respondent which are taken by Purposive Sampling.Data were analyzed by using Wilcoxon Signed Ranks Test with value level ρ = 0,000.There is a significant effect of mental health education towards the immune degree ofstress on the elderly.The immune degree of stress on the old people before the mental health education wasgiven reached 77,41 % of respondent who don’t have the immune towards stress, and22,58 % of respondent have a lack of immune towards stress. The immune degree of stresson the old people after the mental health education was given becoming 9,68 % of respondent who don’t have the immunity towards stress, 87,10 % of respondent have alack of immunity towards stress, and 6,45 % of respondent have the immunity towardsstress.Based on the result from this research that the mental health education affecting theimmune degree of stress on the elderly.Keywords: Mental Health Education, Immune Degree of Stress, Elderly.
PIJAT REFLEKSI MENURUNKAN TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA (Reflection Pressure Decrease Depresion Level in Elderly) Rahmawati, Rita; Syah, Hengky Firman
Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i1.72

Abstract

ABSTRAK Terapi pijat refleksi adalah terapi kesehatan dengan memberikan tekanan ke zona refleksi. Depresi adalah penyakit psikologis dengan gangguan perasaan atau emosi sebagai gejala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek terapi pijat refleksi untuk menurunkan tingkat depresi pada lanjut usia.Penelitian ini merupakan Pra-eksperimental dengan satu kelompok pre post test design. Sampel diambil menggunakan purposive sampling, sesuai dengan kriteria inklusi dengan besar sampel yaitu 14 lanjut usia. Variabel independen adalah terapi pijat refleksi dan variabel dependen adalah tingkat depresi. Pengambilan data penelitian ini dilakukan di Panti Tresna Wreda Lamongan pada bulan Januari-Februari 2014. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan observasi.Hasil perhitungan dari tingkat depresi menggunakan Wilcoxon test didapatkan nilai signifikansi p= 0,002 (α<0,05) berarti ada pengaruh terapi pijat refleksi untuk menurunkan tingkat depresi pada lanjut usia.Pijat refleksi dapat digunakan sebagai alternatif tindakan untuk menurunkan tingkat depresi pada lanjut usia di panti wreda, sehingga para lansia merasakan kenyamanan tinggal di panti. Kata kunci: Terapi Pijat Refleksi, Tingkat depresi, Lanjut Usia. ABSTRACT Reflection pressure’s theraphy is medical theraphy which gives a pressure into the reflection’s zone. Depresi is the psychological disease with feeling disoder as the symptom. The aim of this research is to evaluate te effect of reflection pressure’s theraphy to decrease the depresion’s level in elderly.This research was a pre-experimental with one group pre post test design. Samples were recruited using purposive sampling, taken according to inclusion criteria with sample size of 14 elderly. The independent variable was reflection pressure’s theraphy and the dependent variable was depresion’s level in elderly. Data were collected using questionarrea and observation.The calculate result of the depresion’s level using Wilcoxon signed rank test with significant of value p=0.002 (p<0,05) it means that there was the effect of reflection’s pressure’s theraphy to reduce the dpresion’s level in elderly.From the result needed a good management for reflection pressure’s theraphy to decrease the depresion’s level in elderly, so that the elderly can be comfort to stay at elderly’s home. Keywords : reflection pressure theraphy, depresion’s level, elderly.
KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Rahmawati, Rita; Fikri, Aan Maudlihul
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.93

Abstract

ABSTRAKMutu pelayanan keperawatan merupakan gambaran total sifat dari suatu produkatau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuannya untuk memberikankebutuhan kepuasan. Sehingga untuk memenangkan sebuah persaingan dalam merebutpersaingan pasar, maka rumah sakit harus bisa memberikan jaminan rasa kepuasan padapasien. Masalah yang terjadi adalah kurang ramah atau kurang profesional perawat dalampelayanan keperawatan yang sangat terkait dengan kepuasan pasien dirumah sakit. Tujuanpenelitian ini untuk menganalisis hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan tingkatkepuasan pasien.Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian 33 pasien.Pengambilan sampel dengan purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 31responden sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah mutu pelayanan keperawatandan variabel dependen adalah tingkat kepuasan pasien. Data diambil menggunakan teknikwawancara dan observasi.Hasil uji statistik spearman rho dengan taraf signifikan nilai p < 0,05. Hasilpenelitian ini menunjukkan nilai p= 0,586. Hal ini menunjukkan tidak ada hubungan mutupelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien.Tenaga perawat di rumah sakit merupakan tenaga paling banyak kontak danberinteraksi dengan pasien, sehingga pasien cenderung mengamati apa yang merekalakukan. Maka bila perawat menunjukkan mutu pelayanan keperawatan yang baik akanmenyebabkan meningkatnya tingkat kepuasan kepada pasienKata kunci: Mutu pelayanan keperawatan dan tingkat kepuasan pasienABSTRACTQuality of nursing service was the total of the nature of description a product orservice related to its ability to provide satisfaction to the patients needs. Problems thatoccur in the Dahlia were less friendly or less professional in nursing services. So to win acompetition in seizing market, the hospital most be able to guarantee of satisfaction inpatients.The research aim was to analyze the correlation quality with patients satisfactionlevel.The research was used cross sectional design. The population were 33 patients.Sample were selected by purposive sampling, the sample were 31 respondens withinclusion criteria. The independent variable was a quality of nursing service anddependent variable was patiens satisfaction level. The data were collected by usinginterview and questionnaire.The research result using spearman rho with the ρ < 0.05 significance degree. Theresult of this research was ρ = 0.586. It’s mean no correlation quality of nursing care withpatients satisfaction level.Most of patients intend to observed the quality of nursing service, because nursesare most interactive with patients. If nurses show good quality of nursing service, then itwill increase patients satisfaction level.Keywords : Quality of nursing service and Patient satisfaction level.
Co-Authors - Siswandari Abd. Rahman, Ika Marlina Abdul Djohar Abdul Hoyyi Abraham Yazdi Martin Abubakar Iskandar Adisti Permatasari Putri Hartoyo Afrizal Sidik Agung Santoso Agus Rusgiyono Agus Setiawan Agustifa Zea Tazliqoh Agustina Indriani Agustinus Lolok AHMAD BURHANUDDIN Ahmad Desta Reswandi Alan Prahutama Alan Prahutama Aldila Abid Awali Alfahari Anggoro, Alfahari Alinda Allima Stefiana Insani Ambariyani Ambariyani, Ambariyani Angga Saputra Anggita Puri Savitri Anggraeni, Devina Nurul Anggraeni, Nadiya Anggraini Susanti Kusumawardani Ani Mardiantari Ani, Adesi Rizki Indri Anik Djuraidah Anindya Aryu Inayati Anjas, Muhammad Annikmah Farida Annikmah Farida, Annikmah Annisa Nur Fathia Anton Suhartono Anwar, M. Syaiful Aprilia, Fadillah Apriliani, Afmi Arif Kurnia Wijayanto Aripin, Khairul Arsyad, Mufid Asep Mulyana Asep Mulyana Asep Yoyo Wardaya Asmuni Hayat Aulia Ikhsan Aziz, Hilmy Azzahra Nur Safitri Bawamenewi, Venni Alfrianni Betha Noranita Bhinekawati, Henny Budi Warsito Bunyamin Chrysmandini Pulung Gumauti, Chrysmandini Pulung Chyntia Arum Widyastusti Cinta, Nur Cuhandi Danil, Mahmud Daniyati, Dian Dedy Douglas Harianja Devy, Happy Sista Diah Safitri Diah Safitri Dian Daniyati Dian E Idris Gentini Dina Rosmalia Listya Utami Dwi Ispriyanti Ebeit Devita Simatupang Eka Nurzannah Eko Adi Sarwoko Eko Adyan Sukanianto Elvia Ivada Erfan Sofha Esti Zaduqisti Esti Zaduqisti Esti Zaduqisty Eti karini Fajar Heru Setiawan Fajar, Malik FANDI AHMAD Farda Nur Sa&#039;adah Farhati, Muthia Zahra Farida, Annikamah Fatima, Suwanto Fauzi, Kiki Rizki Fikri, Aan Maudlihul Firda Megawati Fitri, Rina Nuzulia Fitria Aprilia Suherman Fitrian Fariz Ichsandi Fitta Setiajiati Gamal Abdel Nasser Masikki Gotfridus Goris Seran Habib Ismail, Habib Hafii Risalam Hanien Nia H Shega Hasbi Yasin Hasbi Yasin Herliansyah, Muhammad Rudy Ika Sartika Ika Trisnawati A Ikha Rizky Ramadani Ikhwanudin Illahi, Muhammad Jaya Indrayati Galugu Indria Tsani Hazhiah Irhamuddin Istiroha Ita Dwilestari Iwannudin Levina, Geralda Lies Kurnia Irwanti Lina Karlinasari M. Muslih M. Muslih Husein M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Madani, Hilmi Naufal Maharani Febriana Putri Marthin Nosry Mooy Maslachah, Maslachah Mega Susilowati Melati Puspa Nur Fadlilah Moch. Abdul Mukid Moch. Abdul Mukid Mohammad Yahya Mono Pratiko Gustomi Muchammad Aziz Chusen Muhammad Abid Muhyidin Muhammad Andi Septiadi Muhammad Hilman Rizki Abdullah Muhammad Husein Maruapey muhammad luthfie Muhammad Rendi Ramdhani Muhammad Yusuf Muhimmi, Aliyatul Mumaiyizah, Mumaiyizah Mustafid Mustafid Mustafid Mustafid Mustopa, Eliza Nur Fauziah Mutiara Ardin Rifkiani Nabila, Eva Salsa Nabilah, Siti Nafidhatul Firda Eka Syahfitri Nariswari Diwangkari, Nariswari Niken Anggraini Dewi Noor Fitri Novian Trianggara Novie Eriska Aritonang Nugraha, Rayhan Cahya Nur Alfi Khotamin Nur Alfi Khotamin, Nur Alfi Nurhikmah Megawati Nuril Faiz Nurohmah, Siti NurRizki, Muhammad NURUL QOMARIYAH Nurul Ramadhany Nurwijayanti Octafinnanda Ummu Fairuzdhiya Onny Kartika Hitasari Oom Komala Pagiling, luther Pratama Ganang Widayaka Pratiko, Mono Puji Retnowati Purnama, Maulana Hasyim Purnamasari, Irma Purwo Jatmiko Putri, Listya Eka Rachmawati, Siti Hesti Rahayu Ningtyas Rahman, Muhammad Faizal Rezza Rahmawati, Rizky Devi Rakhmat, Rakhmat Ramdani, Faisal Tri Riana Ikadianti Rifana, Haikal Zaky Rifki Adi Pamungkas, Rifki Adi Rindayati, Rindayati Rini, Etika Risqi, Muhammad Riyan Eko Putri Rizki Taher Dwi Kurniawati Rizqi Izrul Alamsyah Robertus Heri Sulistyo Utomo Roestamy, Martin Ronny Gusnadi Rosyadi, Hanang Rosyidah, Haniatur Rudi Santoso Rukun Santoso Rumuzi, Moh. Rustandi, Resyiana Saffira Rutinaias Haholongan Sabella, Shalsa Putri Sabhariyah, Riesmiati Samantha, Kenia Santoso, Haris Saprudin Saprudin, Saprudin Sastrawan, Berry Satriawan, Handi Seftina, Any Shifa Seta Satria Utama Shinta Dewi Rismawati Sirojuddin, Wawan SISWOYO Siti Nur Qomariah Sri Wijayanti Sri Wijayanti St.Nawal Jaya Suarman, Agus Sudarno Sudarno Sugito - Sugito Sugito Sugiyanto - Sukanianto, Eko Adyan Sukarelawati Sukarelawati Sultoni, Muhammad Rafli Suparti Suparti Susanti, Mey Syah, Hengky Firman Syahfitri, Nafidhatul Firda Eka Syeh Sarip Hadaiyatullah Tarno Tarno Tarno Tarno Tatik Widiharih Tatik Widiharih Thoha, Silvia Milady Azkiya Tri W., Vian Sigit Triana Sofiani Triana Sofiani Trianah Shofiani Triastuti Wuryandari Trisnawati A, Ika Ula, Fashihatul Ulfah Juniarti Siregar umah, khoiroh Umam, Misbahul Fuadil Umar A. J, Sabrina Mubarak USWATUN HASANAH Vica Nurani Wati, Eka Masitho Wilis Ardiana Pradana Yuanita Syaiful Yuciana Wilandari Yuciana Wilandari Yulianita . Yunisa Ratna Resti Yunita, Norma Zahroh, Roihatul Zulfa, Iin Dana